Beranda blog Halaman 2677

Quick Count Sementara, PDIP 18,7% Unggul

pdiJakarta (SegmenNews.com)- Cyrus Network bekerjasama dengan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) melakukan quick count Pemilu 2014.

Berikut posisi sementaranya: Posisi terbaru pada pukul 16.10 WIB, Rabu (9/4/2014), PDIP meraih 18,7% disusul Golkar (14,6%), Gerindra (11,9%), dan Partai Kebangkitan Bangsa (9,8%).

Data quick count diterima oleh pusat data dari 2.000 TPS di 2.000 desa/kelurahan di 33 provinsi. Data yang Anda saksikan disajikan secara realtime dan mencerminkan hasil penghitungan quick count yang sebenarnya. 2.000 TPS diacak dengan metode Multistage Random Sampling.

Tingkat kepercayaan hitung cepat ini 95 persen dengan margin of error +/- 1 persen. Quick count ini paling tidak melibatkan 1 juta pemilih.***(dtc/lis)

Berikut hasil quick count sementara Cyrus Network-CSIS sesuai nomor urut partai:

1. NasDem: 6,5%
2. PKB: 9,8%
3. PKS: 6,6%
4. PDIP: 18,7%
5. Golkar: 14,6%
6. Gerindra: 11,9%
7. PD: 9,1%
8. PAN: 7,8%
9. PPP: 6,8%
10. Hanura: 5,5%
14. PBB: 1,6% 15.
15. PKPI: 1,1%
Data Masuk: 57,6%

11 Hotspot Muncul Saat Pemilu Legislatif

ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Satelit NOAA 18 milik Amerika Serikat merekam keberadaan 11 titik panas (hotspot) di daratan Pulau Sumatera pada Rabu (9/4), ketika Pemilihan Umum Legislatif tengah berlangsung rerentak.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau dari belasan titik panas tersebut, dua diantaranya berada di Riau.

Satu “hotspot” berada di Desa Kain Utara, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, dan satu lagi berada di Desa Tenggayun, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.

Sementara menurut pantauan Satelit Terra dan Aqua (Modis), di Sumatera sejak Selasa (8/4/14) terekam ada sebanyak tujuh titik panas, dan hanya satu di Riau tepatnya di Desa Rambaian, Kecamatan Gaung Anak Serka, Kabupaten Indragiri Hilir.

Kepala BPBD Riau, Said Saqlul Amri mengatakan, sejauh ini upaya pengendalian kebakaran lahan dan hutan masih terus dilakukan dengan tahap pemulihan dari sebelumnya berstatus darurat.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprakirakan sebagian wilayah di Provinsi Riau akan dilanda hujan ringan pada malam hari ini.

“Pada umumnya, hampir seluruh wilayah kabupaten/kota di Riau cerah hingga berawan. Khususnya pagi hingga siang,” kata Analis BMKG Stasiun Pekanbaru Bibin Suyanto dikutip Antarariau.com.

Diprakirakan, demikian Bibin, hujan dengan intensitas ringan baru akan terjadi pada malam hari, khususnya untuk Riau bagian Timur, Selatan dan Riau bagian Barat.

“Seperti Kabupaten Kuantan Singingi, Kampar, Rokan Hulu, dan Pekanbaru serta Bengkalis dan sejumlah daerah lainnya,” kata dia.***(net/lis/ur)

Mencoblos Dua Kali, Panwaslu Rohul Amankan Pasutri ini

Pasangan suami istri diperiksa di kantor Panwaslu Rokan Hulu (SegmenNews.com)
Pasangan suami istri diperiksa di kantor Panwaslu Rokan Hulu (SegmenNews.com)

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Rokan Hulu mengamankan Pasangan Suami Istri (Pasutri), AG (23) beserta istri MM (23) yang terindikasi melakukan pelanggaran Pemilu Calon Legislatif (Caleg), Rabu (9/4/14).

Pasutri tersebut merupakan warga Desa Lubah Hilir, kecamatan Rambah, namun Pasutri itu melakukan pencoblosan di dua TPS berbeda yakni, TPS 4 dan 7, Desa Lubah Hilir dan wono Sri. Ditangan pelaku terlihat ada dua tinta tanda pencoblosan, sebelah kanan dan kiri.

Pengkuan AG, mereka sebelumnya berdomisi di Desa wono Sri dan baru sepekan tinggal di Desa Lubah Hilir. Mereka otomatis mendapatkan dua surat undangan Pemilu. Mereka tidak mengetahui sama sekali jika mencoblos dua kali adalah pelanggaran.

“Kami baru satu minggu tinggal di Lubah Hilir pak, kami dapat undangan dari tempat tinggal kami yang baru dan yang lama. Tapi kami tanya warga di tempat tinggal kami katanya tidak apa-apa kalu kami juga mencoblos di tempat tinggal kami yang lama pak, kami tidak tahu kalau itu dilarang,” aku AG dengan sedih.

Sementara itu, Ketua Panwaslu, Suherman SAg mengatakan semula, pelaku dicurigai melakukan pelanggaran, sebab di jari tangan sebelah kanan dan kiri Pasangan suami Istri tersebut terdapat tinta tanda sudah mencoblos.

“Di tangan pelaku ada dua tinta, dikanan dan kiri, setelah diperiksa ternyata mereka sudah melakukan pencoblosan sebanyak dua kali,” jelas Suherman.

Sejauh ini pihaknya masih memintai keterangan, dan akan melakukan rapat pleno, setelah itu baru diserahkan kepada pihak kepolisian Sentra Penegak Hukum Terpadu Pemilu Legislatif 2014 (Gakkumdu) Rokan Hulu untuk diproses.***(acce)

Coblos Sisa Kertas Suara, Petugas KPPS Rohul Diamankan

Ketua Panwaslu Rokan Hulu, Suherman SAg menunjukkan salah satu kertas suara yang di coblos pelaku (SNC)
Ketua Panwaslu Rokan Hulu, Suherman SAg menunjukkan salah satu kertas suara yang di coblos pelaku (SNC)

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Rokan Hulu mengamankan satu orang tersangka pelaku pelanggaran dalam Pemilu Calon Legislatif (Caleg) 2014 yang mencoblos sisa kertas suara lebih dari tiga kertas suara di TPS 1, Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah, Rabu (9/4/14).

Pelaku inisial HN (25) merupakan petugas KPPS di TPS 1. HN tertangkap tangan mencoblos kertas suara di masing-masing tingkatan Caleg baik itu DPRD Rohul, DPRD Provinsi Riau dan DPD RI. HN diamankan pihak kepolisian dan Panwaslu sekitar pukul 13:00 wib.

HN kepada wartawan mengaku tidak menerima suap atau disuruh oelh salah satu caleg yang dicoblosnya. “Namanya Caleg di daerah kita pasti ada memberi semangat, maka otomatis kita tolong juga,” aku HN.

Pelaku diamankan di kantor Panwaslu Rokan Hulu.
Pelaku diamankan di kantor Panwaslu Rokan Hulu.

Sementara, Ketua Panwaslu Rokan Hulu, Suherman SAg menegaskan akan menindak lanjutinya sesuai aturan dan akan mengklarifikasi tersangka selanjutnya akan diserahkan ke pihak kepolisian bagian Sentra Penegak Hukum Terpadu Pemilu Legislatif 2014 (Gakkumdu) Rokan Hulu untuk diproses.

Menurutnya, sejauh ini pengakuan tersangka pelanggaran mereka tidak disuruh oleh salah satu caleg untuk melakukan pencoblosan, namun jika ditemukan ada indikasi disuruh caleg maka caleg juga akan diikut sertakan dalam penyidikan proses hukum.***(r4n)

Sadis! Pria Asal Dumai Sundut Payudara Bidan dengan Rokok

sundutPekanbaru (SegmenNews.com) – Iwan (26) seorang pemuda, asal Kota Dumai, dilaporkan ke polisi karena melakukan penganiayaan terhadap pacarnya, Tursina (29). Tursina yang berprofesi sebagai bidan ini mengalami luka luka akibat sundutan rokok di sekujur tubuhnya.

“Korban mengalami luka bakar akibat sundutan rokok dibagian payudara, pipi kiri, dan paha,” kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Selasa (8/4/14).

Selain luka bakar, korban juga mengalami luka penganiayaan dengan cara dipukul menggunakan tangan. Akibatnya, korban mengalami luka lebam pada bagian tangan.

Guntur mengatakan, saat kejadian keduanya sedang berduaan di jalan Tenaga Gang Wan Idris, Kecamatan Dumai Kota. Namun entah kenapa, tiba-tiba keduanya terlibat pertengkaran.

Kemudian pelaku yang sedang menghisap rokok langsung membuka paksa pakaian korban dan menyundutkan di bagian payudara, paha, dan pipi korban.

“Untuk mengetahui apa penyebabnya peristiwa ini terjadi, kasus ini masih diselidiki oleh pihak Polresta Dumai,” ucapnya.***(Kapr/chir)

Timses Caleg di Pelalawan Dikabarkan Ditangkap sedang Bagi Sembako

borgolPangkalan kerinci (SegmenNews.com) – Beredar kabar tim sukses salah satu Calon Legislatif (Caleg) di Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan pada Rabu (9/4/2014) ditangkap.

Pasalnya, timses Caleg tersebut membagi-bagikan sembako.

Ia ditangkap oleh polisi yang sedang melakukan patroli pada malam itu. Namun belum diketahui pasti siapa pelaku yang ditangkap dan caleg yang dimaksud, hingga berita ini diturunkan dilansir dari tribun pekanbaru.***(trn/sn)

185 Juta Rakyat Indonesia Tentukan Pilihan

atribut kampanyeSegmenNews.com – Pemilu legislatif tiba. Rabu, 9 April 2014, rakyat Indonesia memilih wakil-wakilnya untuk duduk di lembaga legislatif, baik Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Ada 12 partai politik di tingkat nasional beserta para calon anggota legislatif (caleg) mereka yang dapat dipilih rakyat. Kedua belas parpol itu adalah Partai Nasdem dengan nomor urut 1, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan nomor urut 2, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan nomor urut 3, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan nomor urut 4, Partai Golongan Karya (Golkar) dengan nomor urut 5, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan nomor urut 6, Partai Demokrat dengan nomor urut 7, Partai Amanat Nasional (PAN) dengan nomor urut 8, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan nomor urut 9, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dengan nomor urut 10, Partai Bulan Bintang (PBB) dengan nomor urut 14, dan Partai Keadilan dan Persatuan Pembangunan (PKPI) dengan nomor urut 15.

Lebih dari 500.000 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS) dibuka pukul 07.00-13.00 WIB. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menetapkan tanggal 9 April sebagai hari libur nasional untuk menjamin seluruh rakyat dapat menyalurkan hak pilihnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta masyarakat untuk tidak apatis atau golongan putih (golput). “Gunakan hak pilih dengan baik untuk Indonesia yang lebih baik,” ujar anggota KPU Arief Budiman. Pemilu memberikan kesempatan kepada rakyat untuk menentukan arah bangsa lima tahun ke depan.

Seruan serupa datang dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). “Jangan golput. Kalau kamu golput, itu sama saja dengan menolong orang yang kurang baik berkuasa. Kalaupun pilihannya dianggap jelek semua, minimal pilih yang tak terlalu jelek dari yang paling jelek. Jadi yang terpilih di antara semuanya paling tidak masih lumayan,” kata dia.

Imbauan jangan golput juga dikemukakan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. “Jangan golput. Gunakan hak pilih Anda untuk menentukan masa depan bangsa ini,” ujarnya. Sultan meminta pasar dan toko di DIY untuk tidak buka sampai TPS ditutup sekitar pukul 14.00 WIB.

Pentingnya pemilu membuat KPU meminta dukungan media massa nasional, baik cetak, elektronik, maupun online, untuk mengkampanyekan sikap antigolput. “Dukung upaya KPU untuk sosialisasi dalam pemberitaan. Ajak masyarakat untuk memilih,” kata anggota KPU Arief Budiman.

Untuk diketahui, Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam pemilu legislatif ini sebanyak 185.822.507. Namun dalam daftar itu tercantum 202.346 pemilih yang tidak memenuhi syarat seperti telah meninggal dunia, dan anggota TNI/Polri.

Daerah pemilihan (dapil) para caleg untuk tingkat kabupaten/ kota pada Pemilu Legislatif 2014 kali ini berjumlah 2.117, bertambah dari 1.864 pada Pemilu 2009. Sementara untuk tingkat provinsi, dapil berjumlah 259, bertambah dari 217 pada Pemilu 2009. Namun untuk dapil DPR tidak ada perubahan.

Perubahan jumlah dapil ini terjadi karena pertambahan penduduk, pemekaran wilayah, penyempurnaan terhadap dapil Pemilu 2009, kohesivitas demografi suatu wilayah, dan letak geografis.

KPU mengingatkan para pemimpin perusahaan di Indonesia untuk tidak mempersulit karyawan mereka dalam menyalurkan suara, sebab memilih adalah hak setiap warga negara Indonesia yang dijamin konstitusi. “Pemimpin perusahaan tidak boleh melarang karyawan memilih. Perusahaan harus memberi mereka kesempatan,” kata anggota KPU Hadar Nafis Gumay.

Bagi perusahaan yang tetap mempekerjakan pegawainya pada hari pemungutan suara, KPU meminta mereka untuk mengatur jam kerja karyawan. “Diatur shift-nya. Memilih kan hanya sebentar, tidak lama,” ujar Hadar.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, sebelumnya telah menetapkan Surat Edaran Nomor Se.2/Men/III/2014 yang menetapkan 9 April sebagai hari libur bagi pekerja. “Diharapkan agar para pekerja atau buruh dapat menyalurkan aspirasi politik dalam pesta demokrasi yang diselenggarakan lima tahun sekali,” demikian isi Surat Edaran Menakertrans.

Surat edaran Menakertrans itu ditujukan kepada para gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia untuk selanjutnya disebarluaskan kepada para pengusaha, pekerja, dan buruh.

Lawan politik uang

KPU meminta masyarakat untuk tidak terjebak politik uang dalam pemilu, sebab politik uang adalah awal dari pelaku koruptif para pejabat yang nanti terpilih. “Pokoknya jangan money politics,” kata anggota KPU Arief Budiman.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengantisipasi praktik politik uang dengan melakukan pemantauan. “Malam sebelum pemilu pasti ada yang berkeliaran,” kata Komisioner Bawaslu Daniel Zuchron.

Komisioner Bawaslu lainnya, Nasrullah, menyatakan politik uang makin gencar dilakukan. Di Gunung Kidul, Yogyakarta, ditemukan uang Rp150 juta dan atribut caleg dalam sebuah mobil. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat menduga uang itu akan dibagi-bagikan kepada warga.

“Jika ada temuan ada temuan sama di daerah lain, dan jika ada praktik yang mencederai proses pemilu, segera lakukan tindakan. Misalnya di Jawa Barat, kami juga mendapat laporan banyak politik uang di sana,” ujar Nasrullah.

Maraknya dugaan politik uang untuk membeli suara rakyat demi kursi parlemen juga dikemukakan Program Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR). “Ada beberapa modus praktik politik uang yang perlu diwaspadai, seperti prabayar dan pascabayar,” kata Koordinator JPRR Sunanto.

Politik uang merupakan kejahatan pemilu dan kejahatan kemanusiaan yang akan berdampak pada kerusakan moral publik. Untuk itu JPPR mengajak masyarakat mencegah bersama praktik politik uang. “Jangan ambil uangnya dan laporkan pelakunya ke pengawas pemilu,” ujar Sunanto.

Laporan adanya politik uang misalnya datang dari Boyolali, Jawa Tengah. Seorang warga bernama Sarjimun yang bertempat tinggal di Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali, melapor menerima amplop berisi uang dan gambar salah satu caleg ke Panwaslu setempat.

“Saya bawa barang bukti uang Rp50 ribu sebanyak empat lembar. Uang tersebut dimasukkan ke amplop dan ada tanda gambar caleg,” kata Sarjimun kepada petugas Panwaslu.

Dengan total uang Rp200 ribu itu, Sarjimun bersama keluarganya yang berjumlah empat orang diminta untuk mencoblos salah satu caleg. Namun Sarjimun yang sudah punya pilihan sendiri akhirnya melaporkan aksi politik yang itu ke Panwaslu.

Selamat memilih, Indonesia!
Red;hasran
sumber: © VIVA.co.id

Quick Count Pemilu 2014 di Dilakukan Pukul 1 Siang

atribut kampanyeSegmenNews.com – Masyarakat Indonesai sudah melakukan pencobolsan. Kurang lebih  tiga jam sesudah perhitungan suara dimulai, publik sesungguhnya sudah bisa mengetahui gambaran perolehan suara pemilu legislatif hari ini, Rabu, 9 April 2014.

Tapi itu bukan hitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), tapi hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Pada pemilihan hari ini Lingkaran Survei Indonesia (LSI) akan melakukan proses hitungan cepat itu sendiri mulai dilakukan pukul satu siang. ****

sumber: vivanews

Anggota DPRD Riau, T Rusli Ahmad Memilih di Rokan Hulu

 

Anggota DPRD Provinsi Riau Komisi B, T Rusli Ahmad melakukan pencoblosan Calon Legislatif (Caleg) di Kampung halaman Desa Babussalama, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Rabu (9/4/14)
Anggota DPRD Provinsi Riau Komisi B, T Rusli Ahmad melakukan pencoblosan Calon Legislatif (Caleg) di Kampung halaman Desa Babussalama, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Rabu (9/4/14)

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Anggota Komisi B DPRD Provinsi Riau, T Rusli Ahmad melakukan pencoblosan Calon Legislatif (Caleg) di Kampung halaman Desa Babussalama, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Rabu (9/4/14) pagi di dapil 1.

Politisi Partai bermoncong putih ini (PDI) berharap masyarakat bisa memilih Caleg yang mementingkan masyarakat, berkualitas dan Pro rakyat.

“Masyarakat harus pandai-pandai memilih Caleg yang benar-benar mementingkan masyarakat. Seperti mampu memperjuangkan dibidang perkebunan, perikanan, insfrastruktur yang dibutuhkan masyarakat, jangan asal pilih,” sampai T Rusli Ahmad yang juga Caleg DPRD Provinsi Riau ini kepada wartawan usai melakukan pencoblosan di dampingi Caleg DPRD Rokan Hulu dapil 1, Syafri Is.

Selain itu, diasmpaikan Rusli, jelang siang ini hampir separoh masyarakat telah memilih di dapil 1, ini menunjukkan antusias masyarakat dalam memilih sudah baik.

Disamping itu, terkait tidak ditampilkannya foto Caleg, Rusli menyebutkan bahwa sebenarnya lebih efektif dan efesien jika ditampilkan foto Caleg, sebab saat ini masih ada para orangtua yang buta aksara, itu nanti akan membuat kebingungan bagi mereka.***(r4n)

Gawat, Tak ada Tinta, Masyarakat Empat Desa di Inhu Belum Mencoblos

Masyarakat desa Kuala Kilan hanya duduk-dudk menanti tinta. Jelang siang pencoblosan belum dimulai.
Masyarakat desa Kuala Kilan hanya duduk-dudk menanti tinta. Jelang siang pencoblosan belum dimulai.

Rengat (SegmenNews.com)- Rabu (9/4/14), Hari sudah menunjukkan pukul, 09:00 wib, namun empat Desa di wilayah Kecamatan Batang Cenaku, Indragiri Hulu (Inhu) belum juga melakukan pencoblosan Pemilihan Caleg (Caleg).

Pasalnya, pihak KPPS setempat belum berani memulai pencoblosan, sebab mereka masih kekurangan logistik yakni, tinta pertanda peserta sudah melakukan pencoblosan.

“Masyarakat di empat desa diwilayah Kec. Batang Cenaku sampai dengan saat ini (Jam 09.0 wib, red) belum bisa mencoblos. Sebab KPPS tidak berani memulainya karena tinta tidak ada sehingga masyarakat mengeluh,” ungkap anggota DPRD Inhu Suharto.

Menurutnya empat desa di Kec. Batang Cenaku yang molor waktunya dalam pelaksanaan pencblosan tersebut masing-masing desa Kuala Kilan, desa Aur Cina, desa Petaling Jaya dan desa Kerubung Jaya. Permasalahan tidak adanya tinta ini seharusnya tidak mesti terjadi kalau dari awal pengiriman logistik betul-betul diawasi.

“Kita sudah menyampaikan permasalahan tidak adanya tinta kepada KPU Inhu dan meminta untuk secepatnya ditanggulangi. Serta jangan sampai ribuan masyarakat yang ada didesa tersebut tidak memilih dan menyampaikan aspirasinya,”jelas Suharto.

Pada empat desa tersebut masing-masing didesa Kuala Kilan terdapat sebanyak 2 TPS dengan 360 pemilih, selanjutnya desa Aur Cina terdapat 4 TPS dengan jumlah pemilih 1.507. Sedangkan desa Petaling Jaya terdapat 3 TPS dengan jumlah pemilih910 dan desa Kerubung Jaya 7 TPS dengan jumlah pemilih 2.503.

Ketua KPU Inhu M. Amin yang dikonfirmasi terkait dengan tidak adanya tinda pemilih pada empat desa tersebut menyatakan sudah mendapatkan informasi. Serta telah memerintahkan PPK setempat untuk melakukan antisipasi secepatnya dan juga anggota KPU sudah menuju lokasi.

“Salah satu upaya yang dilaksanakan untuk penanganan adalah dengan membagi tinta pada TPS desa terdekat. Sehingga akan dapat menutupi ketidak tersediaan tinta pada empat desa tersebut menjelang mencari solusi lainnya,”jelas M. Amin singkat yang berharap agar pelaksanaan pencblosan didesa tersebut tidak molor terlalu lama dan tetap berlangsung sebagai mana mestinya.***(zul/ds)