Beranda blog Halaman 2680

Petani di Teluk Meranti Akhiri Hidupnya Dengan Selendang

gantung diriTeluk Meranti (SegmenNews.com)- Sudirman (34) warga Rt01/RW04, parit Setia Maju, Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan kain selendang warna pink.

Dari Informasi, Sudirman mengalami stres yang tak kunjung sembuh. Sehingga ia nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantung lehernya menggunakan sehelai kain selendang di plafon dapur rumahnya, Sabtu (5/4/14) sekitar pukul 15.00 WIB.

Istri Sudirman mengakui suaminya mengalami stres yang tak kunjung sembuh, bahkan mereka pernah membawa suaminya berobat kekampung halaman Sulewesi Selatan. Namun gangguan jiwa suaminya tak kunjung sembuh.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Paur Humas Ipda Edy Harianto, membenarkan adanya seorang petani tewas gantung diri yang diduga mengalami ganguan jiwa sejak beberapa tahun lalu.

“Hasil pemeriksaan petugas medis tidak ditemukan adanya tanda-tana kekerasan di tubuh korban,” ujar Puar Humas.

Setelah divisum, kemudian jenasah korban di kebumikan di pemakaman umum di daerah tempat tinggalnya. Hingga suasana duka masih menyelimuti istri dan kedua anaknya yang masih kecil-kecil.***(fin)

Hari Tenang, Bawaslu Minta Caleg Bersihkan Peraga Kampanye

baasluSegmenNews.com- Pada masa tenang kampanye yang dimulai hari ini, Minggu (6/4/2014) sampai pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) nanti, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad meminta kepada peserta pemilu membantu membersihkan segala bentuk alat peraga kampanye yang masih terpasang.

Tak hanya itu, Bawaslu juga meminta kepada seluruh lembaga penyiaran tidak menyiarkan segala bentuk iklan kampanye partai politik ataupun salahsatu calon legislatif (caleg). Karena dapat mengganggu pelaksanaan pemilu yang adil.

“Kami minta semua lembaga penyiaran tidak menyiarkan iklan kampanye, rekam jejak parpol atau caleg dan program yang mengandung unsur kampanye,” ujarnya, Minggu (6/4/2014).

Ia meminta kepada lembaga penyiaran untuk menaati peraturan pemilu sampai pelaksanaan pemilu berlangsung. Hal ini bertujuan agar masyarakat khususnya calon pemilih dapat menentukan pilihannya selama masa tenang 6-8 April 2014.

Dirinya mengimbau kepada lembaga penyiaran agar menayangkan tata cara pelaksanaan pemilu untuk memberikan informasi kepada calon pemilih. “Kami berharap kepada lembaga penyiaran dapat lebih baik menayangkan tata cara pencoblosan pada pelaksanaan pemilu. Hal itu justru akan memberikan informasi yang lebih baik untuk calon pemilih,” tandasnya. ()

Red: hasran
Sumber : inilah

Raffi Ahmad Tunangan di Jepang?

rafiSegmenNews.com – Hubungan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (Gigi) tampaknya menuju arah yang lebih serius. Keduanya kedapatan pergi ke negeri sakura beberapa waktu lalu.

Amy Qanita, ibunda Raffi Ahmad, membenarkan kabar tersebut. Bukan hanya mereka berdua, keluarga besar dari Raffi dan Gigi pun turut hadir.

“Iya kemarin ke Jepang sama Raffi, ada keperluan. Dia (Gigi) sama keluarganya juga, kita ketemu di sana,” ungkap Amy saat ditemui di kawasan Senayan, Sabtu 5 April 2014.

Kepergian Raffi ke Jepang, dikabarkan juga sekaligus melangsungkan lamaran. Namun Amy secara tegas membantah kabar itu. Jika ada lamaran, Amy pun akan mengabarkan kepada awak media.

“Enggak, kalau ada tunangan saya info kan ke temen-teman dan share ke temen-teman,” tutup Amy. (*)

Red: Son
Sumber : okezone

Memprihatinkan, Jalan Pemprov Riau di Sontang-Jurong Seperti Kubangan

Kondisi jalan di Sontang-Jurong Kecamatan Bonai Darussalam
Kondisi jalan di Sontang-Jurong Kecamatan Bonai Darussalam

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Kondisi ruas jalan Provinsi Riau di Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam menuju Desa Jurong sangat memprihatinkan dan membahayakan pengguna jalan yang melintas.

Disepanjang jalan 15 Km tersebut dipenuhi lobang dan bercadas, bahkan ada lobang yang sudah berbentuk danau. Ruas jalan juga sama tinggi dengan sungai disampingnya. Bahkan disisi kiri dan kanan tak terlihat lagi box box culvert, karena sudah rusak parah. Dari pantauan, sama sekali tidak ada upaya perbaikan dari Pemerintah.

“Kondisi jalan seperti ini sungguh sangat memprihatinkan dan menyedihkan rakyat kita atau para pengguna jalan yang melintasinya,” kisah anggota DPRD Komisi III Rokan Hulu, Ismail Hamkaz SAg, Msi penuh perhatian, Minggu (6/4/14).

Menurut politisi Hanura ini, dengan kondisi jalan yang sangat memprihatin itu, akan sangat berbahaya bagi masyarakat. Dia berharap Pemprov Riau khususnya dinas PU seriur dan konsisten melaksanakan pembangunan fisik jalan Provinsi di Sontang.***(acce)

Jalan 5 Desa di Kepenuhan Rusak dan Licin

Masyarakat melintas dijalan rusak yang hanya dialas papan seadanya
Masyarakat melintas dijalan rusak yang hanya dialas papan seadanya

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Di sepanjang jalan utama bagi 5 Desa di Kecamatan Kepenuhan rusak parah dan sangat memprihatinkan. Akibat jalan rusak dan licin mengakibatkan masyarakat Desa sering terjatuh, bahkan ibu-ibu dan para orangtua.

Seperti dijalan pusat kota desa Kepenuhan Timur (jalan dari lapangan bola kaki pasir pandak) ke perbatasan desa Kepenuhan sejati, ada 3 titik jalan rusak. Masyarakat kesulitan melewatinya, walaupun hari panas, apalagi musim hujan. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa lewat. Begitu juga di Desa Kepenuhan Makmur dan Desa lainnya.

Agar masyarakat tetap bisa melalui jalan untuk kebutuhan perekonomian mereka, masyarakat hanya berupaya membuat jembatan kecil dari kayu diatas jalan tanah berlumpur, yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Namun jalan alternatif yang mereka buat tersebut belum cukup memadai.

Akibat jalan yang hanya cukup untuk roda kendaraan bermotor, apalagi jalan becek dan licin. Masyarakat harus merasakan lumpur yang dingin ditubuh mereka karena terjatuh.

“Karena jalan rusak, masyarakat sering terjatuh, sebab jalan lintasan hanya dipasang kayu seadanya oleh masyarakat agar kendaraan roda dua bisa lewat. Kalau tidak ada kayu, masyarakat tak bisa lewat sama sekali,” ungkap Wagiran, warga Desa Kepenuhan Makmur, Minggu (6/4/14).

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu segera memperbaiki jalan tersebut. Agar masyarakat tidak lagi merasa was-was melintasi jalan rusak, baik waktu musin panas apalagi pada musim hujan.

Kondisi jalan sangat memprihatinkan itu tak hanya dirasakan oleh masayarakat setempat, bahkan anggota DPRD Komisi III Rokan Hulu, Ismail Hamkaz,SAg, Msi juga melihat langsung dan merasakan susahnya melewati jalan disana.

“Saya melihat langsung derita masyarakat disana. Saya juga tidak bisa lewat dijalan rusak itu. Kita harap Pemkab Rohul melalui Dinas Bina Marga segera memperbaiki jalan sebagai jalan utama antar Desa di Kecamatan Kepenuhan,” imbuh Ismail berharap bantuan segera datang.***(acce)

Alamak! Oknum Guru SMA di Pekanbaru Kok Jadi Bandar Togel?”

togelPekanbaru (SegmenNews.com)- Sepatutnya guru menjadi panutan bagi muridnya. Namun oknum guru salah satu SMA di Pekanbaru bernama, Simamora yang akrab dipanggil pak Berto malah menjadi ‘Big Bos’ atau bandar togel yang memiliki anak buah sebagai pengecer atau yang sering disebut tukang rekap nomor.

Hingga Kamis sore kemarin, Oknum guru yang diketahui namanya dari anak buahnya yang lebih dulu tertangkap masih buron. Pihak kepolisian sudah memburu oknum guru di sekolah dan dirumahnya di Jalan Putih Pungguk, RT03/RW09, Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai. Sayangnya, oknum guru itu masih belum pulang ke rumahnya.

Kapolsek Rumbai, AKP Franky Tambunan, Jumat (4/4/2014) mengatakan seperti dikutip dari laman tribun pekanbaru, meskipun keberadaan oknum guru itu belum terendus, namun kasus tersebut sudah dikoordinasikan ke Polresta Pekanbaru, serta semua Polsek yang ada dijajaran Polresta Pekanbaru.

“Mudah-mudahan, melalui koordinasi ini, bandar Togel itu berhasil kita tangkap dan kita jebloskan ke penjara,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum guru itu terungkap menjadi bandar Judi Togel, setelah anak buahnya, Martahe Sipahutar (45) tahun, menuturkan kepada penyidik bahwa ia, hanya sebagai ‘kaki tangan’. Sedangkan ‘Big Bos’ nya, adalah oknum guru SMA disebuah sekolah swasta terkemuka di Pekanbaru.***

Editor: hasran

Napi Lapas Bengkalis di Tangkap Sedang Pesta Narkoba

ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com) – Sebanyak 11 narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkalis, diamankan petugas saat berpesta narkotika jenis sabu.

“Satuan Tugas (Satgas) Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkalis menggerebek 11 narapidana yang tengah berpesta sabu,” kata Kepala Lapas Kelas II A Bengkalis, Bawon, melalui sambungan telepon, Jumat.

Ia mengatakan satgas tersebut dipimpin oleh Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Lapas Bengkalis, Sugiyanto.

“Tim Satgas ini sengaja dibentuk untuk memerangi peredaran narkoba di Lapas,” katanya.

Tindakan ini, kata dia, dilakukan dalam beberapa hari, pertama pada Minggu (30/3/2014) malam saat melakukan razia ke kamar-kamar tahanan.

“Saat memamasuki kamar 15 A petugas mencurigai aktivitas para penghuni kamar itu. Para tahanan yang berjumlah 9 orang di kamar tersebut di suruh ke luar kamar, untuk kemudian petugas melakukan penggeledahan,” katanya.

Saat itu, kata dia, anggota menemukan alat penghisap sabu di kamar mandi dan lima paket sabu.

Namun seluruh napi yang ada di dalam sel tersebut, kata dia, tidak ada yang mengakui kepemilikan barang haram itu sehingga kemudian dilakukan tes urine.

“Hasilnya semua positif menggunakan narkoba. Temuan ini telah kami serahkan ke Polres Bengkalis untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Dua Tahanan

Selanjutnya pada Kamis (4/4/2014) sekitar pukul 19.15 WIB, tim kembali memergoki dua tahanan saat sedang mengkonsumsi sabu.

“Dua orang tahanan yang berstatus titipan kejaksaan dan terangkut kasus perampokan dan narkoba. Mereka menghuni kamar nomor 9. Kasusnya juga telah diserahkan ke pihak kepolisian,” katanya.

Kedua tahanan tersebut yakni, Abdullah alias Dul bin Mustafa (30) tahanan kasus pencurian dan pemberatan (Curat), Harianto alias Daeang bin Arsyad (27) warga Desa Jangkang, Kecamatan Bantan.***(wan/ant/ur)

 

Ini Daftar Korban Tewas Kecelakaan Kereta Api Malabar

mati1SegmenNews.com – Proses evakuasi korban Kereta Api (KA) Malabar yang terguling di Tasikmalaya terus berlangsung, Sabtu pagi, 5 April 2014. Tiga korban tewas dibawa ke kamar mayat RSUD Tasikmalaya, dan sudah diketahui identitasnya.

Total ada lima tewas dalam insiden itu, dua di antaranya masih dalam proses evakuasi karena tergencet gerbong. Sementara puluhan penumpang lainnya luka-luka.

Kereta tujuan Solo-Malang itu terguling akibat bantalan rel tergerus longsor pada Jumat malam. Tiga gerbong berikut lokomotif anjlok hingga masuk jurang.

Tiga korban yang tewas sudah diketahui identitasnya adalah Sri Hartanto (60) alamat Jalan Mujair VII/02 RT 007/002 Kelurahan Minomartani, Kecamatan Ngaglik Slemat. Lalu Ayu, karyawati PT KA dan Harisma Budi Cahyono alamatnya belum diketahui.

Semua penumpang selamat untuk sementara ditampung di madrasah kampung setempat. Salah seorang penumpang, Hana (34) warga Bandung, mengatakan bahwa dia berhasil selamat karena ditolong warga. Dia mengaku naik kereta Malabar karena hendak pergi ke Solo.

 
Red: Son
© VIVA.co.id

Lima Tewas, Isak Tangis Warnai Evakuasi Korban Kereta Api Malabar

Proses evakuasi Kereta Api (viva)
Proses evakuasi Kereta Api (viva)

SegmenNews.com- Lima orang meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api di Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat malam kemarin. Penumpang tewas setelah terjepit gerbong kereta yang ambles masuk jurang.

Salah satu petugas outsourcing Stasiun Balapan yang bertugas di pemeriksaan tiket, Anggono mengatakan para calon penumpang yang sedianya akan naik KA Malabar tujuan Malang terpaksa dialihkan dengan menaiki KA Bima tujuan Surabaya.

“Kalau menurut jadwal KA Malabar tiba di Balapan Solo pukul 00.25 WIB. Tetapi adanya kecelakaan itu para calon penumpang dialihkan naik KA Bima yang berangkat pukul 01.25 WIB,” kata dia di Stasiun Balapan Solo, Sabtu dinihari, 5 April 2014.

Disebutkan dia, jumlah penumpang KA Malabar yang turun maupun naik di Stasiun Balapan Solo hanya sedikit. Hal ini disebabkan Solo bukan merupakan kota tujuan terakhir, namun hanya stasiun persinggahan. “Ya biasanya tidak sampai 10 orang penumpang KA Malabar yang akan berangkat menggunakan kereta itu. Jumlahnya hany sedikit saja,” ucapnya.

Kecelakaan kereta api Malabar tujuan Bandung-Malang itu terjadi di Kampung Terung, Mekarsari, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. Dua gerbong dan satu lokomotif terguling akibat bantalan rel ambles terbawa longsoran tanah.

Hingga Sabtu dinihari, tiga orang penumpang dipastikan tewas akibat terjepit gerbong kereta. Proses evakuasi jenazah berlangsung dramatis diwarnai isak tangis keluarga.

Petugas juga mengevakuasi dua orang warga yang terjepit, namun masih dalam keadaan hidup. Seluruh korban baik luka atau yang meninggal dibawa ke madrasah Kampung Mekarsari.

Kereta api Malabar dari Bandung tujuan Malang ambles setelah lokasi bantalan rel diguyur hujan deras. Diperkirakan amblesnya kereta mencapai 15 meter dari lintasan. Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung mengingat banyak korban dalam kereta.

Menurut Kapolresta Tasikmalaya Ajun Komisaris Besar Noffan Widyayoko, longsornya bantalan menyebabkan rel terputus total. “Belum bisa dilewati, rel terputus,” kata Noffan.

Penumpukan penumpang

Dampak kereta anjlok itu juga menyebabkan ratusan penumpang kereta ekonomi tujuan Yogyakarta-Surabaya menumpuk di Stasiun Kiaracondong, Bandung. Penumpukan terjadi akibat terlambatnya jadwal pemberangkatan kereta.

PT Kereta Api Bandung melakukan antisipasi dengan cara mengalihkan jalur pemberangkatan kereta melalui jalur utara atau ke arah Cirebon.

Menurut pantauan, saat ini ratusan calon penumpang kereta api ekonomi Kahuripan dan Kutojaya tujuan Yogyakarta dan Surabaya menumpuk di Stasiun Kiaracondong. Mereka harus menunggu dua jam hingga kereta datang dan kembali diberangkatkan.

Kereta lain yang ikut terganggu keberangkatannya adalah Lodaya malam tujuan Solo dan Turangga.

Para penumpang berharap jalur anjlok di Tasikmlaya segera dipulihkan sehingga tidak perlu melalui jalur utara.

Red: hasran
sumber: © VIVA.co.id

 

KPK Tunggu Putusan Hakim Hadirkan Boediono Sebagai Saksi Century

akil ketua kpkSegmenNews.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto, berharap Wakil Presiden Boediono dapat hadir sebagai saksi di persidangan jika memang keterangannya dibutuhkan terkait pengungkapan kasus dugaan korupsi Bank Century.

Menurut Bambang, semua orang diperlakukan sama di hadapan hukum. “Equality before the law (semua orang sama kedudukannya di hadapan hukum),” kata Bambang, Jumat malam, 4 April 2014.

Jaksa Penuntut Umum KPK sebelumnya telah menyatakan bahwa Boediono, masuk dalam daftar saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan. Namun, hal tersebut tergantung kepada keputusan majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Terkait pemeriksaannya sendiri, Bambang mengungkapkan bahwa Boediono bisa saja tidak secara langsung hadir di pengadilan, namun bisa melalui telekonferensi.

Bambang mengungkapkan, sebelumnya mantan anak buah Nazaruddin yakni Mindo Rosalina Manulang sempat disiapkan skenario tersebut saat akan dihadirkan di pengadilan. Itu dipersiapkan karena mempertimbangkan faktor keselamatan saksi.

“Kalau Rosa tidak cukup keberanian untuk itu, kami sudah siapkan telekonferensi, kami siapkan ruangannya, siapkan alatnya. Tapi Rosa kemudian berani menjadi saksi dengan dipasangi rompi,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Budi Mulya didakwa melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan sejumlah pejabat Bank Indonesia (BI) dalam menggelontorkan Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) ke Bank Century. Salah satu nama yang disebut dalam dakwaan ini adalah Boediono dalam kapasitasnya sebagai Gubernur BI.

Selain itu, Budi juga didakwa melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan sejumlah pejabat BI lainnya dalam menetapkan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Dari penetapan bank gagal ini, Century mendapat kucuran dana talangan hingga Rp6,7 triliun.

Juru bicara Wakil Presiden RI Yopie Hidayat meminta agar semua pihak tidak buru-buru membuat kesimpulan bahwa Boediono melakukan korupsi, meski namanya masuk dalam dakwaan. Disebut dalam dakwaan memang tidak otomatis terlibat dalam kasus korupsi.
Yopie berargumen, banyak anggota DPR yang disebut-sebut dalam persidangan korupsi. Namun, kata dia, tidak semua terbukti bersalah dan tidak semua masuk penjara.

Oleh karena itu, penyebutan Boediono dalam dakwaan itu, menurut Yopie, bukan suatu hal yang istimewa. Ketika itu, Boediono adalah Gubernur BI dan tentu mempunyai tanggung jawab besar dalam membuat keputusan.
Yopie menegaskan bahwa proses penyelamatan Bank Century, sudah sesuai kewenangan Bank Indonesia. “Kalau ada yang mengambil kesempatan, silakan diusut. Tapi, Boediono tidak ada niat (melanggar aturan).”

Beberapa waktu lalu, Boediono sendiri pernah membantah ikut korupsi dalam proses penyelamatan Bank Century itu. Dia menegaskan bahwa tindakan mengucurkan FPJP sebesar Rp689,394 miliar dan dana talangan sebesar Rp6,7 triliun sebagai tindakan mulia untuk menyelamatkan bangsa dan negara dari ancaman krisis ekonomi.

“Saya telah melakukan tanggung jawab saya waktu itu sebagai Gubernur BI. Saya laksanakan itu dengan segala ketulusan hati untuk menyumbangkan yang terbaik bagi bangsa,” kata Boediono usai diperiksa KPK, 23 November 2013.***

Red: Son
sumber: © VIVA.co.id