Beranda blog Halaman 2679

Anak Panah Nancap di Leher Polisi Saat Bubarkan Bentrok

net
net

SegmenNews.com  –Warga Jalan Kandea 2 bentrok dengan warga Jalan Kandea 3, Makassar, Sulawesi Selatan. Namun naas bagi Seorang anggota Unit Patmor Polsek Tallo yang berusaha membubarkan pertikaian itu malah terkena busur panah, anak panah masih menancap dilehernya.

Bentrokan warga terjadi pukul 00.51 Wita, Kamis (27/3/2014). Anggota polisi malang itu bernama Aiptu Laode. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros, untuk menjalani operasi pencabutan anak panah yang menancap di lehernya.

Humas Polrestabes Makassar, Kompol Mantasiah, mengatakan saat warga bentrok lima anggota Polsekta Tallo mendatangi tempat kejadian.

Sekira 15 menit berada di lokasi, salah satu dari warga yang bertikai melepaskan anak panah dan menancap di bawah dagu Laode. “Saat ini lokasi sudah mulai kondusif,” tegas Mantasiah. (Andi Ilham/Koran SI/trk)

Pencuri 16 Unit Komponen PLTS Siak Berakhir di Penjara

int
int

Siak (SegmenNews.com)- Fadli alias Acil (37) warga Jalan Kapur, Pekanbaru tersangka pencuri komponen Penerangan Jalan Umum (PJU) sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa kecamatan di Kabupaten Siak berhasil ditangkap Polisi.

Sementara satu orang rekannya, DN berhasil kabur dan saat ini masih buron, barang bukti ditemukan 16 unit Komponen PLTS.

Dijelaskan Kapolsek Siak Kompol Suparno, Kamis (27/3/14). Tersangka Fadli ditangkap Rabu (26/3/14) malam sekitar pukul 20:30 WIB. Bermula, Kedua tersangka Fadli dan DN sedang beroperasi memungut baterai dan komponen PLTS di Kecamatan Dayun, Fadli bertugas sebagai pemetik dan DN pengumpul barang curian.

Penggerebekan diketahui kedua tersangka, mereka keburu kabur menggunakan mobil. Dari plat mobil yang dirental tersangka polisi berhasil menemukan alamat dan menangkap Fadli, sementara DN buron.

“Setelah kita mendapatkan keterangan dari pemilik mobil, dan mengejar ke rumah tersangka DN, akan tetapi dia kabur, dan kita kejar ke rumah Acil. Dan Acil ditangkap,” tambah Kompol Suparno.***(rinto)

Kabur, Perampok Spesialis Ruko di Door!

rampok ditembakSegmenNews.com– Petugas Polresta Pekanbaru, menembak satu dari dua perampok bersenjata yang beraksi di sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Riau, Kecamatan Payung Sekaki, semalam. Pelaku kejahatan itu ditembak lantaran berusaha melarikan diri saat akan ditangkap.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar, mengatakan, pelaku yang berhasil dibekuk bernama Wardyan (32), warga Jalan Tarmidzi Kadir, Kota Jambi. Sementara pelaku lainnya melarikan diri, namun identitasnya sudah diketahui petugas.

“Satu tersangka kami lumpuhkan dengan ditembak karena berusaha kabur. Seorang lagi masih kami buru,” kata Kompol Arief Fajar kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis (27/3/14).

Arief menjelaskan, pelaku awalnya masuk ke rumah korban dengan membobol pintu utama. Setelah itu, pelaku langsung naik ke lantai dua rumah dan menjarah barang berharga berupa laptop, telefon seluler, dan tablet.

Aksi pelaku sampai saat itu berjalan mulus karena di dalam rumah hanya ada seorang pembantu berinisial S (20). Pelaku sempat menodongkan senjata ke kepala S dan mencekiknya.

“Saksi (S) awalnya mendengar suara keributan saat pintu ruko dipaksa dibuka. Ketika dilihat ada dua pria masuk, satu di antaranya menenteng senjata jenis pistol,” kata Arief.

Tak hanya menjarah harta benda korbannya, pelaku juga berusaha membuka brankas uang dengan linggis. Saat pelaku fokus membuka brankas, ternyata dimanfaatkan S untuk melarikan diri ke lantai dasar dan meminta pertolongan warga. “Warga sekitar turut membantu menangkap pelaku. Lantas tim kami datang,” pungkasnya.***(ant/snc)

Sumber : antara

Beredar, Farhat Tidur Bareng Regina Sambil Berangkulan

net
net

SegmenNews.com – Hubungan asmara Farhat Abbas dan Regina semakin mesra saja. Foto mesra Farhat dan Regina sedang asyik tertidur pun marak beredar di jejaring sosial.

Dalam foto yang beredar, Farhat dan Regina sedang asyik tertidur dalam kondisi duduk bersampingan. Regina menyandarkan kepalanya di dada Farhat. Farhat yang sedang memakai pakai kemeja putih terlihat merangkul juru bicaranya itu.

Farhat tertunduk sambil menaruh tangannya di pundak Regina yang juga sedang asyik tertidur. Ada dua foto yang beredar. Keduanya sama-sama memerlihatkan keduanya sedang tertidur. Foto ini pun makin menguatkan betapa mesranya hubungan Farhat dan Regina.

Awalnya, Farhat memang kerap membantah punya hubungan spesial dengan Regina. Namun, seiring berjalannya waktu, Farhat mengakui Regina wanita istimewa dalam hidupnya. Apalagi ketika mereka sama-sama dalam proses cerai dengan pasangan masing-masing.

Sebelumnya, foto Farhat terlihat seolah sedang mencium Regina juga beredar luas di jejaring sosial. Bahkan, artis Machica Mochtar mengaku pernah melihat sendiri Farhat sedang asyik bercinta dengan Regina.

Machica mengaku melihat hubungan terlarang Farhat dan Regina itu di pagi hari ketika mereka sama-sama berada di vila Puncak, Bogor. Tak terima, Farhat pun melaporkan Machica karena menuduhnya berzina.***(rik)

Sumber : okezone

Kisah TKI Satinah Hingga Dihukum Mati

Satinah (kiri) dan Anaknya (istimewa)
Satinah (kiri) dan Anaknya (istimewa)

Satinah binti Jumadi saat ini sedang menunggu upaya pemerintah Indonesia supaya terbebas dari hukuman mati di Arab Saudi atas kasus pembunuhan terhadap majikannya.

Satinah berangkat ke Arab Saudi menjadi TKI setelah September 2006 mendaftar melalui Perusahaan PT Djamin Harapan Abadi.

Keberangkatannya tersebut merupakan kali ke tiga setelah ditinggal sang suami. Tujuan ibu yang memiliki anak satu ini mengadu nasib ke negeri orang adalah untuk menghidupi anaknya.

“Ini yang ketiga kali (Satinah jadi TKI di Arab Saudi), jadi dia ingin (menjadi TKI) ini yang terakhir lah,” kata Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah saat ditemui di Sekretariat Migran Care, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (25/3/2014).

Ia pun bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga dengan nama majikan Muhammed Al Mosaemeri di Arab Saudi. Sampai akhirnya terjadi insiden pada 18 September 2007. Saat itu, Satinah sedang berada di dapur, tiba-tiba majikannya memanggil dirinya sambil berteriak-teriak. Kemudian sang majikan pun menjambak dan mencaci maki Satinah.

Majikan Satinah yang marah tanpa alasan yang jelas lantas menarik kepalanya dan berupaya membenturkan kepala Satinah ke tembok. Satinah pun tidak berdiam diri, merasa nyawanya terancam tangannya berupaya mengambil benda yang bisa membantunya dari penganiayaan sang majikan. Tangan Satinah berhasil menggapai sebuah penggulung roti dan memukulkan sekenanya kepada majikan yang menganiayanya.

“Kemudian (benda yang dipegang Satinah) ditimpukan pada kepala belakang atau tengkuk majikannya. Kemudian majikan langsung ambruk terus dibawa ke rumah sakit. Satinah sendiri melarikan diri ke polisi dan menyerahkan diri ke polisi,” ungkap Anis.

Di kantor polisi, Satina diberi kesempatan untuk mengabari keluarganya. Kabar Satinah pun membuat keluarga terkejut mendengar kabar sedang berada di kantor polisi karena didera masalah tanpa mengabarkan apa duduk permasalahannya.

Sejak saat itu, Satinah tidak pernah lagi ada kabar, sampai akhirnya pada 2008 datang seseorang perempuan bernama Sri kepada keluarga Satinah dan mengabarkan Satinah berada di penjara. Pengakuan Sri saat itu, dirinya bertemu Satinah saat mengantar majikannya membesuk seseorang yang kebetulan berada dalam satu penjara dengan Satinah.

Satinah meminta tolong kepada Sri untuk mengabarkan keluarganya dan memberikan alamat tempat tinggalnya di Semarang kepada Sri. Keluarga pun kemudian kembali mendapatkan kabar dari Satinah pada 2009. Satinah melalui sambungan teleponnya mengabarkan kepada keluarga bahwa dirinya berada di penjara karena dituduh membunuh majikan perempuannya dan sudah menjalani persidangan.

“Selama dua tahun menjalani proses persidangan Satinah itu tidak disediakan lawyer, tidak didampingi sama sekali, pemerintah tidak tahu sama sekali,” ungkap Anis.

Kemudian pada 13 Oktober 2009, kakak kandung Satinah, Paeri Al Feri mendatangi Migran Care di Jakarta Timur mengadukan kasus mendera adiknya. Didampingi Migran Care, Paeri mendatangi Kementrian Luar Negeri Direktorat Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia.

Tetapi laporan tersebut tidak mendapat tanggapan, sampai akhirnya keluarga bersama Migrant Care kembali membuta laporan ke Kemenlu pada 26 September 2011. “Selama rentan waktu dua tahun itu kita terus komunikasi dengan Kemenlu tetapi jawabannya tidak ada perkembangan,” ujarnya.

Baru 2011 pemerintah mulai memperhatikan permasalahan hukum yang dihadapi para TKI termasuk Satinah setelah ramai TKI Indonesi dihukum mati. Pemerintah bergerak cepat dengan membentuk Satgas penanganan TKI yang terancam hukuman mati.

Posisi Satinah saat itu sudah divonis bersalah melakukan pembunuhan berencana. Kemudian sidang pun minta diulang sampai akhirnya Satinah divonis bersalah melakukan pembunuhan. “Tetapi vonisnya tetap hukuman mati,” ucapnya.

Setelah laporan ke dua, baru lah Kemenlu bergerak dengan mendatangi keluarga Satinah di Semarang, Jawa Tengah kemudian memberikan informasi penanganan kasus Satinan melalui surat pada 13 Oktober 2011.

Ada informasi penting yang disampaikan Kemenlu kepada keluarga Satinah diantaranya pihak pemerintah berupaya melakukan negosiasi dengan keluarga majikan Satinah supaya Satinah bisa terbebas dari hukuman mati.

“Keluarga korban memberikan maaf. Dengan difasilitasi dari Gubernur Gassem keluarga sepakat untuk memberikan maaf dan meminta diyat sebesar 500 ribu riyal atau sekitar Rp 1,25 miliar,” ungkapnya.

Tetapi dikatakan Anis, tidak tahu bagaimana asal-usulnya justru diyat yang harus dibayar menjadi 7 juta riyal atau sekitar Rp 21 miliar. Hal tersebut lah yang hingga kini masih alot jadi bahan negosiasi dengan majikan Satinah.

Pembayaran diyat tersebut sudah tertunda hingga empat kali, awalnya pembayaran diyat terakhir harus dibayarkan Desember 2012, kemudian diperpanjang lagi hingga Desember 2013, diperpanjang lagi hingga Febuari 2014, diperpanjang lagi hingga 3 April 2014.

“Sekarang negosiasi yang kelima, saya tidak tahu akan ada negosiasi perpanjangan diyat lagi atau pemerintah akan bayar diyat, kalau nadanya pada saat pemerintah kemarin konpers tetap tidak mau membayar dengan alasan khawatir akan terjadi preseden semua TKI akan terancam hukuman mati dan harus bayar diyat,” ungkapnya.

Dikatakan Anis, bila pemerintah memberikan bantuan hukum yang maksimal sejak awal, maka proses hukum yang dijalani Satinah tidak akan berakhir seperti saat ini. Nyawa Satinah kini hanya tergantung upaya negosiasi pemerintah Indonesia dengan keluarga majikan Satinah.

“Satinah kan kasusnya 2007 dan pemerintah baru tahu 2009. Kalau sejak awal mungkin akan berbeda ceritanya,” ungkapnya.***

Red: hasran
sumber: tribunnews.com

Sekda Pelalawan Sosialisasi Sekaligus Bagikan Kartu BPJS

B{JSPelalawan (SegmenNews.com)– Di Indonesia, falsafah dan dasar negara Pancasila terutama sila ke-5 mengakui hak asasi warga atas kesehatan. Hak ini juga termaktub dalam UUD 45 pasal 28 dan pasal 34, serta diatur dalam UU No. 23/1992 yang kemudian diganti dengan UU 36/2009 tentang Kesehatan.

Dalam UU 36/2009 ditegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau. Sebaliknya, setiap orang juga mempunyai kewajiban turut serta dalam program jaminan kesehatan sosial.

Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan awal 2014, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menyadari bahwa kesehatan menjadi salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan.

Demikian disampaikan Sektretaris Kabupaten Pelalawan, Tengku Mukhlis saat membuka sosialisasi sekaligus penyerahan kartu BPJS Kesehatan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan, dr Endid Romo Pratiknyo dihadapan para peserta BPJS Kabupaten Pelalawan, Selasa (25/3/14).

“Sosialisasi merupakan poin terpenting untuk kesuksesan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu,” imbuhnya.

Mukhlis juga mengatakan, dengan diadakannya acara sosialisasi ini dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman yang luas bagi masyarakat Kabupaten Pelalawam mengenai program BPJS ini dan dengan program ini akan memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal pada masyarakat khususnya masyarakat kurang mampu.

“Hal ini sebagai pemicu bagi Pemkab  yang secara konsisten pro aktif dalam meningkatkan standar pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Mukhlis menambahkan, penggunaan BPJS Kesehatan dalam sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat indonesia jaminan kesehtan kecelakaan kerja dan jaminan pansiun kewajiban. Manfaat jaminan kesehatan bersifat pelayanan kshatah perorangan dan mencakup pelayanan Promotif dan Preventif sesuai dgan indikasi medis yg di perlukan.***(fin)

Penegak Hukum Diminta Tindak Tegas Perambah Hutan

int
int

Siak (SegmenNews.com)- Maraknya isu yang berkembang adanya permainan di hutan cagar biosfer yang dirambah atau ada kegiatan illegal logging, harus di selidiki dan penegak hukum harus bertindak cepat siapapun mereka, tanpa adanya memandang buluh dan pilih kasih.

Demikian ketegaskan oleh ketua Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) Perintis Dinamika Bangsa (PDB), Suhairi HS, SH, Rabu (26/3/14), banyaknya informasi disana sini bahwa hutan cagar biosfer di daerah – daerah kabupaten kota yang ada di umumnya dirambah oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab baik dari masyarakat atau oknum lainnya/

“Harus diperoses siapapun mereka, bagi masyarakat yang terlibat setelah mereka ditangkap atau ditahan oleh penegak hukum, disaat proses penyelidikan dilakukan mereka harus pula berani membuka jika memang ada siapa dibelakang mereka, karena hokum harus ditegakkan pada siapa saja yang memang melanggar hukum , hal ini juga sesuai intruksi presiden RI,” tegas Suhairi.

Disamping itu kita harapkan juga kepada Masyarakat agar tidak berpraduga yang salah terhadap aparat penegak hukum yang seakan dituding bermain, hilangkan praduga demikian, serahkan kepada penegak hukum untuk menyelidiki dan memperosesnya, namun dalam proses tetap kita pantau sampai dimana penyelidikan dan proses dilakukan.

“Jangan sampai yang ditahan hanya kulinya saja sementara Bigbos lenggang kangkung dibiarkan ,kalau demikian masyarakat sebagai pekerja yang hanya mencari sesuap nasi yang terkena himbasnya, jadi mari kita berikan kepercayaan kepada aparat penegak hokum siapapun yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” sampainya.***(rinto)

Gawat, 141 Warga Pelalawan Terjangkit HIV/AIDS, 4 Meninggal Dunia

aidsPelalawan (SegmenNews.com)- Penyebaran penyakit mematikan HIV/AIDS di Kabupaten Pelalawan mencapai taraf yang semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pelalawan, dari tahun 2005 sampai tahun 2014 sebanyak 141 orang terjangkit penyakit maut tersebut 4 diantaranya meninggal dunia.

Hingga kini penyakit tersebut belum ditemukan obat bagi  penderita HIV/AIDS sehingga mengancam keselamatan jiwa mereka. Dari jumlah tersebut, 104 kasus diantaranya masih terjangkit virus Human Immunodeficiency Virus yakni virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Sedangkan 37 kasus lainnya sudah masuk dalam kategori Acquired Immune Deficiency Syndrome atau AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan,  dr Endid Romo Pratiknyo melalui Kepala Bidang P2PL Kabupaten Pelalawan dr H Rafles mengatakan, bahwa AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya. Selama ini, penyakit HIV/AIDS belum bisa tertasi namun dapat dicegah.

Salah satu caranya yang paling mudah yakni setia dengan pasangan suami atau istri. Disinggung soal upaya Diskes Pelalawan dalam meminimalisir pencegahan kasus HIV/AIDS di daerah ini, bahwa pihaknya selama ini terus melakukan berbagai penyuluhan pada masyarakat. Selain itu, pihaknya juga menggelar pelatihan PITC untuk petugas desa dan Puskesmas.

Rafles juga mengatakan, penyebab penularan HIV/AIDS terbesar akibat penggunan jarum suntik bekas narkoba, hubungan seks berganti-ganti pasangan, transfusi darah dari penderita, dan air susu ibu yang orangtuanya tertular HIV/AIDS. Untuk menimalisir penularannya  menggunakan kondom sebagai pengaman. penderita HIV dapat diobati dengan Antiretroviral (ARV), yaitu obat yang dapat menghentikan reproduksi HIV di dalam tubuh.

Rafles menambahkan,bila pengobatan tersebut bekerja secara efektif, maka kerusakan kekebalan tubuh dapat ditunda bertahun–tahun dan dalam rentang waktu yang cukup lama sehingga orang yang terinfeksi HIV dapat mencegah AIDS. Dengan semakin meningkatnya jumlah kasus infeksi HIV tersebut, ARV memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat sehat melalui strategi penanggulangan AIDS yang memadukan upaya pencegahan dengan upaya perawatan, dukungan serta pengobatan.***(fin)

o2SN Pelalawan Dibuka 26-29 Maret

ilustrasi
ilustrasi

Pelalawan (SegmenNews.com)- Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kabupten Pelalawan resmi dibuka mulai tanggal 26 hingga 29 Maret 2014. Pembukaan dipusatkan di lapangan sepak bola Pangkalan Kerinci.

Hadir pada kesempatan itu Bupati Pelalawan HM Harris diwakili staff ahli hukum Pemerintah Pelalawan Amiruddin Muslim didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan MD Rizal SPd MPd Kepala Dinas Budparpora Zulkifli SAg.

Panitia O2SN Sadikin mengatakan, Pendidikan tidak hanya menjadikan manusia yang cerdas tetapi juga menghasilkan manusia yang tangguh, segar, bugar fisik dan jiwa. Penyelenggaraan kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) merupakan upaya sistematis untuk meletakan pondasi dan tradisi di bidang olahraga siswa.

Tujuan O2SN dan FLS2N lebih ditetapkan pada pengembangan bakat dan kreatifitas di bidang olahraga dan seni dalam rangka membentuk terwujudnya sikap dan pribadi yang bugas jasmani dan rohani, sportif, kompetitif, bekerjasama dan dapat menghargai prestasi.

Adapu Cabang Olah Raga yang dipertndingka yakni, catletik, bulu tangkis, tenis meja, renang, senam lantai, catur, karate, pencak silat dan volly. Jumlah peserta 434 peserta yang ikut serta.

Titik pertandingan berlangsung yakni volly dan tenis meja di SD OO6 pangkalan kerinci,atlelik dan catur dilapangan bola kaki, karate dan silat di aula SMA Negeri 1 Pangkalan Kerinci, senam dihalaman kediaman rumah pelatih senam pak Yabani belakang lapangan sepakbola dan renang di Pekanbaru karena fasilitas tidak memenuhi standar.

Lomba juga harus dijadikan sebagai ajang persiapan dan menggali potensi serta bakat anak daerah diusia muda untuk menghadapi event tingkat provinsi dan nasional. Berharap kegiatan ini benar-benar menghasilkan para juara yang benar-benar tangguh untuk dapat bersaing dikancah yang lebih tinggi. Sebanyak 434 atlet dari berbagai sekolah tingkat SD se Kabupaten Pelalawan mengikuti event tersebut.***(fin)

40 Pegawai Kemenag Rohul Dilatih Jurnalistik

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Sebanyak 40 orang Pegawai di lingkungan Kemeterian Agama Kabupaten Rokan Hulu mengikuti pelatihan jurnalistik disalah satu hotel di pasir Pangaraian, Rabu (26/3/14).

Menurut Kepala Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan, MA, pelatihan kejurnalistikan bagi pegawai diperlukan. Sebab di tempat mereka bertugas, seperti di Kantor Urusan Agama (KUA) banyak kegiatan dimasyarakat.

Seperti kegiatan mengurus orang meninggal, pernikahan dan kegiatan lainnya. Dengan adanya pelatihan jurnalistik, sehingga pegawai nantinya bisa mengembangkan dengan tulisan dan menginformasikan kepada masyarakat.

“Mereka (Pegawai Kemenag) bisa menginformasikan kegiatan mereka ke masyarakat luas, diharapkan mereka bisa menjadi juru bicara kita di masyarakat,” imbuh Ahmad Supardi.

Di jelaskannya lagi, para pegawai bisa mengimplemantasikan kegiatan mereka ke dalam sebuah tulisan yang akan di muat di situs resmi Kemenag Riau “riau.kemenag.go.id”.***(ran)