Bus Sentosa Trans Terbalik di Siak jalan simpang gondrong Kecamatan Tualang
Tualang (SegmenNews.com)- Sebanyak 15 orang penumpang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan, akibat mobil bus Sentosa Trans nomor polisi (Nopol) BK 7841 LC yang mereka tumpangi tergelincir hingga keluar jalur, sehingga mobil tersebut terbalik hilang kendali.
Kejadian naas tersebut terjadi, Selasa (1/4/14) sekitar pukul 06.00 WIB dikitaran jalan simpang gondrong Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.
Bermula, bus yang di kemudikan oleh Parlindungan Sihombing (44) melaju dengan kecepatan tinggi menuju Pangkalan Keinci, ntah kenapa tiba-tiba mobil tergelincir dan terbalik.
“Kami mau ke Pangkalan Kerinci, Pelalawan. Pas di simpang gondrong itu, saya kurangi kecepatan, tapi tiba-tiba bus terasa melayang dan terbalik. Saat itu penumpang sekitar 15 orang,” kata Parlindungan Sihombing.
Rata-rata 15 penumpang mengalami luka-luka, tapi setelah dirawat, 12 penumpang diperbolehkan pulang, sementara 3 orang penumpang lagi masih dirawat. Masing-masing 1 di RS Pelalawan, dan 2 di RSUD Arifin Ahman Pekanbaru.
Saat ini sopir bus tersebut diamankan di Mapolsek Tualang Siak.***(rinto)
Teluk Kuantan (SegmenNews.com)- Mobil L-300, milik anggota DPRD Kuantan Singingi H Nayarlis yang juga tokoh masyarakat Kecamatan Pangean dibawa kabur pencuri pada Senin (31/3/2014) dinihari.
Atas kejadian itu, tokoh masyarakat Kecamatan Pangean ini mengalami kerugian sekitar Rp140 juta. Atas kehilangan itu, korban sudah melaporkan peristiwa itu ke pihak Kepolisian.
“Kita sudah laporkan kepada pihak kepolisian, mudah-mudahan polisi bisa menangkap pelakunya,” ujar Nayarlis, Selasa (1/4/2014).
Sebelum dibawa kabur kata Nayarlis, Mobil L-300 dengan nomor polisi BM 9858 KB miliknya itu diparkir di rumah anaknya Ison, yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya di Dusun Bunga Tanjung, Desa Pasar Baru Pangean.
Sekitar pukul 11.00 sampai 00.00 WIB, mobil tersebut masih terparkir di rumah Ison. Menurut Nayarlis, mobil diketahui telah hilang sekitar pukul 03.00 Wib dinihari. “Memang rumahnya tidak dipagar sama sekali,” katanya.
Sementara itu Kapolres Kuansing AKBP Bayuaji Irawan SH SIK melalui Kasubag Humas Polres, Ipda Musabi yang dikonfirmasi secara terpisah mengaku mengetahui kejadian tersebut. Namun pihaknya dari Polres belum dilaporkan oleh Polsek setempat. “Memang benar infonya ada mobil L-300 milik pak haji Nayarlis dibawa maling,” katanya.***(ktc/sn)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Meski Kapolda Riau, Brigjen Pol Condro Kirono, menyatakan pihaknya sudah meningkatkan status perkara kebakaran lahan ke penyidikan, namun hingga kini Kejati Riau belum menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan.
Hal ini dibenarkan Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Riau, Akmal Abbas, SH MH, ketika ditemui, Selasa (1/4/2014).
“Kita memang ada mendengar melalui media bahwa ada korporasi yang telah ditingkatkan penyidikannya terkait kebakaran lahan, namun kita belum ada menerima SPDP nya,” ujar Akmal Abbas.
Dikatakannya, sejauh ini Kejaksaan Tinggi Riau baru menerima berkas dan SPDP kebakaran lahan atas tersangka masyarakat. “Seharusnya apabila penyidik sudah melakukan penyidikan terhadap suatu perkara, maka sesegera mungkin mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan,” ujarnya.
Lebih lanjut diungkapkannya, saat ini ada 27 berkas perkara dengan 33 tersangka yang diserahkan penyidik Polda ke Kejati Riau dengan 33 tersangka,” ujarnya.
Dari 27 berkas perkara itu, lanjut Akmal Abbas, 16 di antaranya SPDP. 6 berkas perkara sudah tahap I dan 5 perkara lagi dikembalikan kepada penyidik untuk dilengkapi (P19).
“Perkara yang P19 itu salah satunya kasus lahan di Rumbai, Pekanbaru. Pada kasus ini kita melihat ada keanehan. Masyarakat dijadikan tersangka kebakaran lahan orang lain padahal antara lahan tersangka dan orang lain itu masih ada lahan milik lainnya namun tidak terbakar, sehingga perlu pembuktian apakah kebakaran lahan milik orang lain itu disebabkan kebakaran lahan masyarakat ini,’ terang Akmal.***(Fai/achir)
Calon Presiden PDI Perjuangan Joko Widodo menyambangi para petani di Dusun Dirgo, Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (31/3/2014)tribun
SegmenNews.com- Merebaknya isu rencana pembunuhan terhadap capres PDIP, Joko Widodo (Jokowi) diduga sebagai upaya menggiring wacana untuk menyudutkan Prabowo Subianto. Hal ini dimaksudkan, agar capres Partai Gerindra itu, dituding sebagai aktor intelektualnya.
“Setelah mencermati makin derasnya isu pembunuhan terhadap Jokowi itu, saya menduga ada upaya menggiring wacana bahwa Prabowo Subianto sebagai aktor intelektualnya. Saya yakin isu ini sengaja dikembangkan untuk menyudutkan Prabowo,” kata Sekjen DPP Partai Republik, Heru B Arifin dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Selasa (1/4/2014).
Menurutnya, ada pihak ketiga yang dengan sengaja ingin menggagalkan kemenangan Prabowo pada dalam Pilpres 2014 nanti.
“Ada sejumlah indikator penting yang diciptakan, agar Prabowo gagal menjadi presiden. Prabowo ‘digergaji’ dari luar dan dalam,” ungkapnya.
Ada beberapa faktor untuk sengaja terus mengembuskan isu tersebut. Pertama, sabotase PDIP. Dengan begitu ada yang sengaja menciptakan, agar Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengkhianati perjanjian Batu Tulis yang disepakatinya dengan Prabowo pada 2009.
“Sesuai perjanjian, seharusnya PDIP mendukung Prabowo sebagai capres pada Pemilu 2014 ini. Itu komitmen politik yang harus dipatuhi PDIP. Tapi dengan berbagai alasan, ada yang menggiring agar PDIP mengingkari perjanjian ini,” ungkap Heru.
Faktor kedua, yakni memunculkan Jokowi sebagai capres dan mengkhianati komitmen yang dibangun antara Prabowo dan Jokowi.
“Yang membawa Jokowi maju sebagai Gubernur DKI adalah Prabowo. Komitmennya agar Jokowi mendukung Prabowo sebagai capres. Ada pihak-pihak yang kemudian memutarbalikkan fakta-fakta ini, sehingga Jokowi menciderai komitmennya sendiri,” ujarnya.
Faktor ketiga, ancaman pembunuhan Jokowi untuk menyudutkan Prabowo dengan alasan sebagai pihak yang ingin balas dendam akibat dikhianati.
“Skenario pembunuhan ini ternyata dikembangkan oleh pihak-pihak tertentu agar semua orang menuding Prabowo sebagai pelakunya. Motifnya balas dendam akibat dikhianati Megawati dalam perjanjian Batu Tulis dan dikhianati Jokowi,” imbuh Heru.
Heru sangat berharap ancaman pembunuhan terhadap Jokowi tidak terjadi. Ia meyakini kabar ini dikembangkan untuk mengadu domba kepentingan dalam negeri, agar asing bisa leluasa mengatur pemerintahan ke depan. “Ini bagian dari konspirasi asing untuk terus menguasai Indonesia,” tandasnya.
Seperti diberitakan, Presiden SBY dalam rapat paripurna kabinet, telah menginstruksikan aparat kepolisian untuk bekerja serius menjaga keamanan selama pelaksanaan Pemilu 2014. Tidak hanya bagi caleg parpol, melainkan juga bagi capres.
Hal itu dilakukan, agar caleg dan capres bisa menyampaikan visi misi dan debat dengan suasana aman, serta bebas dari ancaman dan intimidasi.
Sebelumnya diberitakan, adanya ancaman pembunuhan terhadap Jokowi, setelah dia maju sebagai capres PDIP. Isu ini sudah merebak lima bulan sebelumnya, namun baru terungkap baru-baru ini. Sebelumnya, juga ramai diberitakan Jokowi juga disadap dan mendapat serangkaian teror.***
SegmenNews.com– Kisah pelaku cabe-cabean ada macam-macam. Lain Dini dan lain pula cerita Sasya. Dini tadinya ‘cabe’ di arena balapan liar. Dia jadi piala bergilir ‘pebalap liar’ remaja sejak kelas 1 SMP.
Saat masih kelas II SMP, Dini sudah melepas kegadisannya senilai Rp 15 juta. Sekarang Dini sudah berhenti jadi ‘cabe’ di balapan liar.
Chito kenal Dini sudah lama. Sejak Chito sering ikut balapan liar ketika Dini masih SMP sudah jadi ‘cabe-cabean’ di balapan liar. Dini tertarik dengan Chito karena terkenal.
Setelah lama hubungan antara Chito dan Dini berakhir, tiba-tiba Dini menghubungi Chito tiga bulan lalu. Dini meminta Chito memasarkan dirinya. Chito pun mengiyakan. Rupanya sejak tak berhubungan lagi dengan Chito, Dini menjajakan sendiri.
Imbalan untuk Chito tak besar. Setiap habis disewa Dini cuma mengajak Chito nongkrong, dibelikan minuman keras dan makanan lain. “Paling dia habiskan Rp 100.000 untuk saya,” ucap Kemplang kepada Warta Kota. (Warta Kota)
Keterangan foto: Tiga gadis belia yang ditangkap di arena balap liar di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (29/3/2014)
Petugas BNNK Pekanbaru mengumpulkan urine semua anggota Polresta Pekanbaru untuk diperiksa (foto tribun)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Keterlibatan oknum polisi dalan penyalahgunaan narkoba terungkap sudah. Selasa (1/4/2014) pagi, sebanyak lima oknum polisi yang menjalani pemeriksaan urine di Mapolresta Pekanbaru, dinyatakan positif narkoba. Bahkan, kelima oknum tersebut, langsung diamankan oleh pihak Propam Polresta Pekanbaru.
Hal ini, diungkapkan Waka Polresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono kepada Tribunpekanbaru.com usai memantau pengambilan urine semua personil di lingkungan Mapolresta Pekanbaru. Kelima oknum polisi itu, kata Putut, akan segera menjalani pemeriksaan di Propam Polresta Pekanbaru.
“Selama menjalani pemeriksaan, kelima oknum tersebut juga menjalani proses pembinaan di Mapolresta Pekanbaru. Setelah proses pemeriksaannya selesai, kelima oknum itu langsung menjalani sidang disiplin,” ujarnya Putut.
Untuk sanksinya, lanjut putut, bermacam-macam. Ada yang menjalani kurungan selama 21 hari, ada juga yang demosi dan mutasi.
“Kalau untuk dipecat, kemungkinan tidak ada. Pemecatan dilakukan melalui Komisi Kode Etik Polri. Dan itu, hanya untuk oknum polisi yang sudah lebih tiga kali terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba,” bebernya.
Tes urine narkoba ini, tambahnya, diikuti 565 personil Polri yang terdiri dari periwa dan bintara. Namun, untuk hari ini, yang baru mengikuti tes urine, hanya 480 orang. Sisanya, menyusul dalam waktu dekat ini, karena sedang ada tugas.
“Kemungkinan, besok pagi, semuanyua sudah klir,” tutur Putut.***
Pelalawan (SegmenNews.com)- Artis dangdut Ibukota Jakarta, Siti Badriah menggoyang ribuan kades dan simpatisan partai Golkar dalam kampanye akbar di lapangan sepak bola Pangkalan Kerinci, Selasa (1/4/14).
Kampanye akbar Partai Golkar tersebut dihadiri Ketua Dewan Penasehat DPP Partai Golkar Akbar Tanjung, Ketua DPD 1 Propinsi H Annas Ma’amun dan Ketua DPD II Kabupaten Pelalawan HM Harris serta caleg-caleg yang di daerah kabupaten pelalawan.
Sebanyak puluhan paduan suara dari SMA Bernas Pangkalan Kerinci juga ikut meriahkan kampanye dengan menyayikan lagu Indonesia Raya dan lagu Hipmi Partai Golkar.
Saat sambutan Ketua Dewan Penasehat DPP Partai Golkar Akbar Tanjung mengatakan, selama kampanye Partai Golkar tahun 2014 di 15 Propinsi yang di Indonesia, mengacungkan jempol buat simpatisan Kabupaten Pelalawan yang paling ramai.
Partai Golkar sebuah partai yang besar yang berdiri pada tahun 1971 sampai 2009 sebanyak 60 atau 70 persen yang bergabung dan sangat peduli.
Akbar Tanjung juga mengatakan, bukti peduli kepada masyarakat, sudah banyaknya pembangunan yang sudah didirikan oleh Bupati Pelalawan yang berasal dari Partai Golkar. Partai Golkar akan bangun dari tidur, dengan menyongsong era reformasi yang baru.
“Partai Golkar akan menyusun agenda pembangunan setiap daerah di Indonesia, agenda itu bukan 5 tahun lagi melainkan 10 tahun akan datang,” ungkapnya.
Katanya lagi, Kabupaten Pelalawan yang mempunyai sumber daya alam (SDA) yang sangat luas, dengan dipilihnya Bupati dari Partai Golkar akan memanfaatkan SDA dengan membangunan daerah Teknopolitan di Indonesia khususnya Propinsi Riau untuk menciptakan SDM yang siap bersaing secara nasional maupun internasional.
Hal yang sama juga disampaikan, Ketua DPD II Kabupaten Pelalawan HM Harris mengatakan, bahwa semua kadernya yang maju menjadi Caleg, baik untuk Kabupaten Pelalawan, Provinsi maupun untuk DPR RI sudah siap memikul amanah untuk periode lima tahun kedepan. Sebab caleg Partai Golkar Pelelawan, sudah lulus seleksi. Semuanya, adalah intelektual yang mampu memegang amanah dengan baik.
Diakui Harris, pihaknya teliti dalam hal memilih kader yang diusung menjadi Caleg. Sehingga semuanya sudah lulus seleksi.
“Jadi, saya juga berharap agar masyarakat Pelalawan, jangan tidak mengunakan hak pilihnya. Pilihlah caleg yang bisa mewakili aspirasi masyarakat untuk lima tahun ke depan,” imbaunya.***(fin)
Bupati Siak H Syamsuar pimpin rapat entri briefing bersama BPK RI Perwakilan Riau di kantor Bupati Siak
Siak (SegmenNews.com)– Pemerintah Kabupaten Siak bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Riau, Selasa (1/4/2014) menggelar Entry Briefing yang dilaksanakan di ruang Raja Indra Pahlawan Kantor Bupati Siak.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Siak tahun 2013. Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Siak H Syamsuar, Wakil Bupati Siak H Alfedri, Sekda H.T Said Hamzah, Tim Pemeriksa dari BPK RI dan seluruh pimpinan SKPD yang ada di kabupaten Siak.***(hms)
Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Tanah sekolah SMAN Bernas di Jalan Abdul Jalil, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan merupakan aset Pemda diduga telah diserobot warga. Bahkan, Warga membangun dapur masuk ke dalam tanah pekarangan sekolah hingga kawat pembatas rusak.
Wakil Bupati (Wabup) Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim yang mendapat laporan dari Kepala Sekolah SMAN Bernas Syamsuar didampingi Kadisdik Pelalawan MD Rizal MP turun mengecek ke lahan tersebut, Selasa (1/4/14).
“Dulunya ini lahan bakti Praja dan telah di hibahkan untuk pembangunan sekolah Bernas seluas 3 hektar. Tapi sekarang malah ada bangunan rumah warga, jadi kita akan cek dulu tapas batasnya,” ujar Wabup.
Kedatangan Wabup bersama rombongan itu sebelumnya untuk melihat pelaksanan UASBN di SMPN Bernas, setelah itu menijau bangunan SMAN Bernas yang letaknya bersebalahan. Tapi setibanya di halaman SMAN Bernas, dibibir pagar ditemukan pipa paralon besar menemper di tembok banah.
“Pipa saluran pembuangan air rumah warga ke parit juga masuk ke halaman sekolah, selain bangunan rumah telah menengenai tahan sekolah. Kita sudah laporkan ke pihak RT setempat, secara lisan tapi tidak ada tanggapan, dan mereka tetap membangun,” kata Kepsek SMAN Bernas.
Maka kondisi dugaan penyerobotan lahan sekolah itu tidak disia-siakan oleh Kepsek untuk di sampaikan kepada Wabup dan Kadisdik mengenai kondisi tersebut. Hingga pembatas yang dibaut pagar kawat mengelilingi sekolah rusak akibat terkena bagunan dapur rumah warga yang permanen.
“Jadi nanti kita bandingkan surat tanah sekolah yang merupakan aset Pemda dengan warga. Karena mereka membangun sudah pasti ada dasar surat tanahnya,” ulas Marwan.***(fin)
SegmenNews.com – Malang benar nasib MS (6). Siswa kelas I sebuah SD Inpres itu mengembuskan nafas terakhir di RSU Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (31/3/2014) dini hari.
Korban dirawat selama lima hari setelah sebelumnya dikeroyok oleh tiga teman sekelasnya saat jam istirahat.
Peristiwa pengeroyokan yang menewaskan MS sempat ditutupi keluarga korban. Pihak Polsek Tamalanrea pun mengaku belum menerima laporan dari keluarga korban.
Kapolsek Tamalanrea, Kompol Ahmad Yulias, mengatakan, pihaknya baru mengetahui kasus tersebut berdasarkan laporan masyarakat. Ia langsung memerintahkan anggotanya ke rumah korban. Namun sampai saat ini belum ada laporan lanjutan.
Menurut Yulias, kasus ini diduga pengeroyokan oleh teman kelas korban yang masih sama-sama di bawah umur.
”Ketiga pelakunya masih anak-anak. Mereka di bawah umur. Kami tidak bisa menahannya. Tapi kami akan proses jika ada laporan resminya ke kantor polsek,” kata Yulias.
Pengeroyokan diketahui terjadi di halaman sekolah. Belum diketahui pasti motif pengeroyokan tersebut.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Mahmud BS, mengaku belum mendapat laporan resmi dari sekolah tersebut. Namun, ia mendesak kepolisian agar segera mengusut kasus ini.***