Beranda blog Halaman 2686

Hari Pertama UASBN, Wabup Marwan Kunjungi SMPN Bernas

Drs H Marwan Ibrahim
Drs H Marwan Ibrahim

Pelalawan (SegmenNews.com)- Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim meninjau pelaksanaan ujian akhir sekolah berstandart nasional (UASBN) dihari pertama pelaksanaan di SMPN Bernas, Pangkalan Kerinci, Selasa (1/4/14).

Siswa SMPN Bernas yang mengikuti UASBN sebanyak 113 siswa, yang terbagi menjadi 6 ruangan. Para siswa bersemangat untuk menjawab pertanyaan dilembar pertanyaan yang telah dibagikan.

Pengawasan ujian yang dilakukan oleh pihak guru sangat ketat, siswa tidak bisa melirik keteman sebelah. Ujian berjalan dengan tenang dan lancar. Ujian akan berlangsung selama seminggu nantinya.

Wabup mengatakan, tinjauan pagi memastikan pelaksanaan ujian UASBN tingkat SMP se Kabupaten Pelalawan. Dia berharap tidak ada kendala yang berarti dalam ujian. Sehingga para siswa SMP bisa meraih nilai tertinggi tingkat Propinsi maupun Nasional nantinya.

Bagi pengawas, Marwan meminta agar memberi pengawasan yang baik selama ujian berlangsung dan meminta para pengajar dan pemangku kepentingan lainnya dalam dunia pendidikan terus membimbing para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih lanjut guna menjalankan program wajib belajar sembilan tahun.

“Alhamdulillah, di hari pertama ini, tak ada kendala yang terjadi. Artinya, semua soal-soal lancar begitu juga dengan lembar jawabannya. Untuk pelaksanaan UN tingkat SMP ini, tak ada kita dapati permasalahan-permasalahan yang krusial,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan, MD Rizal mengatakan, untuk soal UASBN pihak Disdik Pelalawan yang membuat, namun untuk kisi-kisinya tetap dari pusat. “Kisi-kisi dari pusat, namun soal kita yang membuat,” ungkapnya.

“Saat ini semua siswa yang ada di 12 kecamatan sudah siap untuk menghadapi UASBN. Berbagai kegiatan pemantapan belajar dan uji coba ujian telah dilaksanakan di sekolah,” jelasnya.

Lanjutnya, pemantapan belajar merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan nilai prestasi siswa. Tetap menargetkan tingkat kelulusan UASBN tahun ajaran 2013-2014 bisa mencapai 100 persen.***(fin)

Caleg Stres Masalah Serius Bukan Sebuah Lelucon

caleg stresSegmenNews.com- Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof HB Saanin, Gadut, Padang Kurniawan S, menyebutkan stres yang dialami calon legislatif (caleg) setelah mengalami kegagalan dalam pemilihan umum (Pemilu) bukan sebuah lelucon ini akan menjadi lebih serius jika tak ditangani dengan cepat.

“Sikap yang menganggap lucu stresnya para caleg (yang gagal dalam pemilu) itu karena masih banyak yang tidak mengetahui jika permasalahan jiwa bukan permasalahan kecil,” katanya di Padang, Senin (31/3/14).

Ia mengatakan jangan berfokus kepada status orang tersebut sebagai caleg, melainkan kepada permasalahan stres yang sedang dialaminya. Ia juga menyesalkan dampak dari opini lelucon yang ada di masyarakat tersebut, seakan menghukum para caleg yang gagal dalam pemilu sehingga mengalami stres.

Ia mengatakan hal ini akan berefek pada keinginan keluarga dari caleg yang mengalami stres tersebut untuk berobat atau merawatnya hanya karena tidak ingin menjadi tertawaan masyarakat.

“Opini itu harus segera diubah. Yang harus diingat adalah mereka (caleg yang stres) adalah seorang yang sedang sakit, dan butuh kesembuhan,” katanya.

Ia menyebutkan, permasalahan jiwa itu harus dilakukan penanganan sesegera mungkin untuk menghindari meningkatnya permasalahan gangguan jiwa tersebut menjadi lebih berat. “Jika telah masuk dalam gejala berat, penyembuhannya pun lebih susah. Untuk itu penyembuhan secepatnya dalam gejala ringan diperlukan,” katanya.***

Red: hasran
sumber: republika.co.id

Penantian Hukuman Mati, Satinah Rajut Tas dan Topi Untuk Anaknya

Satinah (41, tengah), tenaga kerja Indonesia asal Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang terancam hukuman mati di Arab Saudi, ketika bersama kakaknya, Paeri (43) dan anaknya, Nur Afriana (20) yang berkunjung ke penjara Buraidah. (foto kompas)

SegmenNews.com- Apa saja yang dilakukan Satinah selama menunggu eksekusi hukuman pancung di dalam penjara Arab Saudi?

Sulastri (41), kakak ipar Satinah, mengungkapkan, selain menyibukkan diri beribadah dan membaca Al Qur’an, Satinah juga membuat kerajinan tangan aneka rajutan dari benang wol berupa tas dan topi.

Otoritas penjara setempat, memberikan cukup penghargaan kepada Satinah atas ketekunannya membuat kerajinan tangan dari benang wol tersebut.

Ia menerima beberapa riyal setiap bulannya, untuk bisa sedikit ditabung. Sedikit hasil karyanya yang bisa dilihat di Indonesia adalah, dua tas masing-masing berwana merah dan coklat dengan motif bunga.

Selain itu, ia juga membuat sebuah topi. Tas dan topi itu, pernah dikirimkan Satinah untuk anak tunggalnya, Nur Apriana (20).

Hasil karya Satinah tersebut, bisa sampai ke tangan Nur tentu tidak melalui proses yang mudah. Ketatnya penjagaan untuk para pesakitan di penjara Arab, membuat Satinah mustahil memberikan ataupun mengirimkan sesuatu ke keluarganya di Ungaran.

Menurut Sulastri, buah tangan Satinah itu dititipkan kepada TKW teman satu selnya yang sudah terlebih dahulu bebas sekitar tahun 2010.

“Tas dan topinya itu dititipkan Satinah lewat temannya, TKW asal Demak,” ungkap Sulastri didampingi suaminya yang juga kakak kandung Satinah, Paeri Al Feri, Senin (31/3/2014).

Dua tas dan topi rajut itu, mungkin nilai rupiahnya tidak seberapa. Namun, menurut Sulastri, bagi Nur Apriana dan keluarganya di Ungaran, barang-barang itu sangatlah berharga dan akan selalu menjadi kenangan yang tak akan dilupakan.

Hari-hari terakhir menjelang batas akhir pembayaran diyat Satinah yang diketahui masih sampai 3 April 2014 itu menjadi masa paling dramatis bagi keluarganya di Ungaran.

Menurut Sulastri, hanya doa yang selalu dipanjatkan oleh keluarga agar Tim Khusus Pemerintah yang tengah melakukan negosiasi dengan keluarga eks majikan Satinah, bisa meloloskan Satinah dari hukuman pancung.***

Keterangan foto: Satinah (41, tengah), tenaga kerja Indonesia asal Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang terancam hukuman mati di Arab Saudi, ketika bersama kakaknya, Paeri (43) dan anaknya, Nur Afriana (20) yang berkunjung ke penjara Buraidah. (foto kompas)

Red: hasran
sumber: tribunnews.com

Polisi Buru Pemilik 10 Ton Pupuk Ilegal

ilus.jpkPangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Pasca penangkapan pupuk non SNI dan dokumen merk Gurita yang diduga ilegal. Tim Sat Reskrim Polres Pelalawan saat ini masih dalam pelacakan dan pengejaran terhadap pemilik dan penampung pupuk.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Bimo Ariyanto SH SIK, Senin (31/3/14) mengaku pihaknya sedang menyelidiki pemilik dan penampung pupuk tersebut.

“Sekarang kasus penangkapan pupuk itua masih kita kembangkan untuk mencari siapa pemilik dan penampung pupuk itu,” ujar Kasat Reskrim.

Sementara pihak kepolisian masih mengamankan supir truk bernopol BA 8275 LU yang membawa pupuk, Jase Saputra (48) warga obilin, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar bersama 10 ton pupuk sebagai barang bukti.

Untuk sementara supir truk hanya mengaku sebagai supir pengantar barang dari Cianjur menuju Pekanbaru, sementara pemiliknya tidak diketahuinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, truk pengangkut pupuk ilegal seberat 10 ton itu di amankan di Bandar Sei Kijang oleh Satlantas saat razia, Kamis (27/3/14) . Sayangnya sopir truk tak bisa menunjukkan SIM dengan alasan ditilang diperjalanan.

Curiga, polisi memeriksa barang bawaan, dam ditemukan pupuk non SNI dan tanpa dokumen lengkap.***(fin)

Keluarga Indra Kini Tak Milik Rumah Lagi

ilustrasi
ilustrasi

Pelalawan (SegmenNews.com)- Pasca terbakarnya rumah semi permanen di dusun Kepayang, RT04/RW02, desa Sungai Ara, Kecamatan Pangkalan Pelalawan milik keluarga Indra (44) bersama keluarganya. Kini keluarga kecil itu tak mempunyai rumah lagi.

Dikatakan Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Paur Humas Ipda Edy Haryanto, Senin (31/3/14) dalam kebakaran yang terjadi, Sabtu (29/3) dini hari sekitar 03.00 WIB dinihari itu diduga akibat arus pendek, rumah Indra rata dengan tanah. Sementara kerugian ditaksir senilai Rp150 juta.

Dalam peristiwa itu, tak satupun harta benda terselamatkan, hanya pakaian yang melekat dibadan yang bisa mereka pakai. Sebab, saat kejadian, keluarga indra sedang tertidur pulas, hanya saja istri yang terbangun melihat api sudah mengelilini rumah mereka.

“Kebakaran itu tidak ada korban jiwa, namun dari hasil penyelidikan kebakaran diduga dari arus pendek dengan kerugian ditaksir sebesar Rp150 juta,” jelas Paur Humas.

Warga yang mendengar jeritan minta tolong dari Indra yang dibangunkan istrinya saat itu berbondong-bondong memberikan pertolongan. Namun apalah daya, warhga hanya berusaha semampu mereka memadamkan api dengan peralatan seadanya. Walaupun ada warga yang berusaha memadamkan api dengan menggunakan mesin robin, namun kobaran apiyang begitu besar tak mampu dipadamkan begiusaja, rumah Indra akhirnya luluh lantah di telan api.

Walau keluarga Indra selamat dari api, keluarga malang itu sedih, sebab tak satupun barang yang berhasil diselamatkan. Kini keluarga itu sangat membutuhkan bantuan dari tangan-tangan dermawan.***(fin)

Dua Orang Tewas, Korban Keganasan Jalan Raya Pangkalan Kerinci

ilustrasi
ilustrasi

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Dalam sehari dua nyawa melayang sia-sia di jalan raya akibat kecelakaan lalulintas. Kedua korban yang tewas yakni Suheri (20) warga desa Simpang Perak Jaya, SP VII, kecamatan Kerinci Kanan, kabupaten Siak, dan Hendra Saputra (35) warga Jalan Sumatera, Kulim Pekanbaru.

Data yang berhasil dirangkum di kepolisian menyebutkan kecelakaan pertama terjadi, Sabtu (30/3) sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Sultan Sarip Hasim, tepatnya di depan mesjid Islamik Center Pangkalan Kerinci, ketika korban mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX tanpa plat nomor dari arah kantor BUpati Pelalawan menuju bundaran perkantoran Bakti Praja.

Namun tiba-tiba dari arah berlawanan datang pengendara sepeda motor menerobos jalan yang seharusnya dua jalur tersebut. Walau sempat menghentikan laju sepeda motornya, tapi kondisi jalan menurun tidak mampu dihentikan karena kecepatan cukup tinggi.

Alhasil tabrakan tak terhindari kedua sepeda motor laga kambing. Hingga membuat Suheri jatuh terpental ke terotoar sebelah kiri dan tidak sadarkan diri akibat luka berat dibagian kepala dan meninggal dunia setelah di larikan ke rumah sakit Amelia Medika Pangkalan Kerinci.

Sedangkan lawan tabrakannya Andi Saputra (15) warga jalan Cempaka, Pangkalan Kerinci juga harus di rujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, akibat muntah. Setelah indikasi areal perkantoran Bakti Praja itu kerap di jadikan ajang balap liar di saat malam libur tersebut.

Belum lagi selesai petugas Unit Lakalantas Polres Pelalawan mengevakuasi kedua korban tabrakan itu, kembali kecelakaan terjadi di Jalan Lintas Timur, di Km 47, desa Kiyap Jaya, kecamatan Bandar Sekijang, sekitar pukul 21.10 WIB. Setelah sepeda motor yang ditunggangi oleh Hendra menabrak mobil truk balak yang parkir di pinggir jalan.

Karena tidak ada tanda-tanda dan petunjuk, di malam hari mobil truk BM 8070 FY yang dikemudikan oleh Erizon Situmeang langsung ditabrak dari belakang oleh Hedra yang mengemudikan sepeda motor Yamahan Zupiter Z BM 3051 UE. Hingga mengalami luka berat dan di larikan ke RSUD Selasih, Pangkalan Kerinci.

Walau petugas medis telah berusaha maksimal untuk menyelamatkan nyawa Hendra, tapi Tuhan berkehendak lain hingga akhirnya meninggal dunia. Usai dilakukan visum kemudian jenazah korban di jemput keluarga dan di kebumikan di pemakaman umum dekat tempat tinggalnya.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Paur Humas Ipda Edy Haryanto, membenarkan adanya dua kasus kecelakaan yang menewaskan dua orang dan satu luka-luka.

“Kini kasusnya telah ditangani oleh Unit Satlantas Polres Pelalawan untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut,” ujar Edi.***(fin)

Tampil ”Nakal”, Istri Ahmad Fathanah Hanya Pakai Lingerie

istriSegmenNews.com- ISTRI Ahmad Fathanah, Sefty Sanustika memiliki beberapa koleksi lingerie. Meskipun tidak terlampau banyak, namun Sefty memastikan lingerie miliknya biasa dipakai untuk menyenangkan Fathanah sebelum dibui.

Sefty menuturkan tidak setiap kali ingin tidur memakai lingerie. Tetapi dia pakai jika ingin tampil “nakal” di hadapan ayah Ameera Naura Fathanah itu.

“Enggak lah, enggak gitu-gitu banyak juga koleksinya, ada kalanya sekali-sekali kalau lagi ingin nakal-nakal dikit di depan dia (Fathanah), pasti pakai,” katanya saat berbincang dengan Okezone di Perumahan Permata Depok, Jalan Berlian, Citayam, Depok, baru-baru ini.

Selama ini jika ingin membeli lingerie, kata Sefty, selalu beli sendiri, bukan dibelikan oleh Fathanah. Fathanah juga tidak pernah membelikan Sefty sekalipun untuk urusan pakaian dalam.

“Pakaian dalam, dia malah enggak pernah mau beliin begitu. Lingerie saya beli sendiri. Bapak enggak pernah mau,” katanya pecinta lingerie polos warna merah.

Meski sekarang Sefty sudah membuka jilbabnya, Fathanah tetap berpesan agar Sefty selalu menjaga kesopanan. Menurutnya, saat ini penampilannya bahkan terlalu seksi.

“Bapak tetap saya yang sopan maunya, jangan terlalu seksi. Menurutnya, saya ini sudah keseksian banget. Bapak sih puji apa saja terhadap saya, baik pakai lingerie atau tidak,” katanya sambil tertawa lepas.***

Red: hasran
sumber: okezone.com

Bengkalis Kekeringan, Air PAMSIMAS Saja Tak Layak!

airBengkalis (SegmenNews.com)- Akibat kekereingan yang melanda Kabupaten Bengkalis, ratusan warga Kelurahan Tanang Mandi kesulitan mandi karena sumber air sumur penduduk kering akibat musim kemarau.

Bahkan diakui Zukkifli (45) dilansir republika.co.id, air dalam bak penampungan yang dibangun pemerintah daerah yakni Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tidak dapat diharapkan karena tidak mencukupi. Bahkan katanya, air tersebut tidak layak digunakan.

“Jangankan untuk minum, digunakan mandi saja dianggap tidak layak,” keluhnya.

Akhirnya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terpaksa harus merogoh kantong untuk mendapatkan air dengan membeli air galon sebesar Rp60.000 hingga Rp70.000.
Hal serupa juga diungkapkan Samosir, dia dan keluarga yang biasanya menggunakan air penampungan hujan untuk MCK dan mandi, kini tak lagi didapatnya. Mereka dan masyarakat setempat terpaksa menggunakan air kolam bekas penggalian, walaupun airnya keruh tak karuan.

Mereka berharap pihak pemerintah Bengkalis segera mencari solusi dan memperhtikan masyarakatnya. Disamping itu, besar harapan mereka kepada para calon legislatif dari daerah pemilihan Kecamatan Mandau dan Pinggir untuk memperjuangkan agar PDAM Bengkalis membangun jaringan air bersih sehingga dapat bermanfaat bagi warga.***

Red: Sondri

Timnas U-23 Taklukkan Srilanka 5-0

garudaSegmenNews.com – Timnas U-23 masih terlalu tangguh untuk Sri Lanka U-23 pada pertandingan malam ini. Kemenangan 5-0 menjadi bukti ketangguhan Garuda Muda pada pertandingan yang dilangsungkan di Stadium Manahan Solo ini.

Jalannya Pertandingan


Aji Santoso menerapkan formasi 4-2-3-1 pada pertandingan malam ini, mengkombinasikan punggawa lama era Rahmad Darmawan dengan punggawa baru seperti Dany Saputra, Novri Setiawan dll. Tim mampu memberikan tekanan kepada Sri Lanka sejak pertandingan dimulai

Aldaer! Ya, juru gedor Persisam Putra Samarinda ini membuka keunggulan untuk Garuda Muda di menit ke-5. Berawal dari tendangan Novri Setiawan yang mampu diblok barisan bertahan Sri Lanka, Aldaer langsung menendang bola dari luar kotak penalti, terdefleksi dan melewati penjaga gawang Sri Lanka, Sujau Perera. 1-0 Timnas U-23 unggul.

Kembali Garuda Muda unggul, ya pertandingan belum genap 20 menit. Indonesia kembali menjauhkan diri melalui gol Fandi Eko Utomo, bermain apik dan membangun serangan dengan memainkan bola-bola pendek. Umpan terukur Ramdani Lestaluhu, mampu dikonversikan dengan baik oleh Fandi Eko. 2-0 Garuda Muda menggandakan keunggulan.

Hingga 22 menit berjalan, skuad Sampath Pereira belum mampu membangun serangan dengan baik dan banyak kandas ditengah lapangan. Tepat seperti apa yang dikatakan Pereira sebelumnya, bahwa timnya masih minim pengalaman dengan sejumlah punggawanya yang masih sangat muda, dengan mayoritas umur 21 tahun.

Pergerakan Novri-Aldaer benar-benar merepotkan barisan pertahanan Sri Lanka pada babak pertama ini. Kembali, Aldaer membukukan gol keduanya pada menit 25, mengawali serangan melalui Novri yang melakukan akselerasi di sisi kiri pertahanan Sri Lanka.

Novri memberi umpan ke kotak penalti, para pemain bertahan Sri Lanka yang panik tak mampu membuang bola dengan baik dan dikonversi menjadi gol dengan baik oleh Aldair. 3-0 untuk Timnas U-23.

Hattrick! Aldaer benar-benar bermain bebas melawan Sri Lanka, tidak mendapat pengawalan ketat. Bomber berusia 21 tahun ini menunjukkan kemampuan individunya, mengelabui lawan dan menempatkan bola di sudut kiri gawang Sri Lanka. 4-0, Indonesia tidak mendapatkan perlawanan berarti dari Sri Lanka.

Ramdani tak mau kalah dalam urusan mencetak gol dan kembali menambah penderitaan Sri Lanka. Mendapatkan umpan dari Fandi Eko yang menusuk kedalam kotak penalti Sri Lanka, Fandi memberikan bola kepada Ramdani yang tanpa ampun mencatatkan namanya sebagai pencetak gol. 5-0 Garuda Muda menutup babak pertama dengan baik.

Babak kedua, Sri Lanka bermain lebih baik dalam mengorganisir barisan pertahanan sehingga tak mudah ditembus Dedi Kusnandar dkk. Meski begitu, Garuda Muda masih mampu mengancam dan lagi, Aldaer bermain gemilang pada pertandingan ini dalam mengutak-atik pertahanan Sri Lanka.

Hampir saja di menit 56, Aldaer mencatatkan gol keempatnya. Namun Perera yang tak melakukan banyak penyelamatan di babak pertama, tampil sigap dan mengamankan bola ke dalam pelukannya.

Syakir Sulaiman yang masuk menggantikan Fandi Eko, hampir saja mencetak gol spektakuler di menit 67. Melihat barisan bertahan Sri Lanka yang menumpuk, Syakir berspekulasi dan sayang bola melebar dari gawang Sri Lanka.

Berjalan hingga menit 75, skor tidak berubah untuk keunggulan Garuda Muda. Perubahan komposisi pemain oleh Aji Santoso dan membaiknya pertahanan Sri Lanka, membuat skor 5-0 tetap bertahan.

Tanpa Bayu Gatra yang dipanggil masuk Timnas senior oleh Alfred Riedl, Timnas U-23 masih memiliki Novri Setiawan. Ya, hingga menit 89, pemain Persebaya Surabaya ini tanpa kenal lelah menyisir dan mengutak-atik pertahanan Sri Lanka.

Di penghujung pertandingan, tampak terlihat kelemahan yang acapkali merundung Timnas U-23 maupun senior. Ya, stamina tim mulai menurun akibat bermain dinamis di babak pertama, sehingga ada beberapa kesempatan menyerang yang mampu dibangun Sri Lanka. Meski begitu, apresiasi untuk anah asuh Aji Santoso yang mampu menyudahi pertandingan dengan skor 5-0 yang terus bertahan hingga habis pertandingan.

Susunan Pemain:
Timnas U-23: Teguh Amiruddin, A. Tuasalamony (C), M. Zaenuri, M. Syaifuddin, Dani Saputra, Novri Setiawan, Rasyid Bakri (Loudry Setiawan 50’), Dedi Kusnandar, Ramdani Lestaluhu (Ridho Nurcahyo 55’), Fandi Eko (Syakir Sulaiman 50’), Aldaer Makatindu

Sri Lanka U-23: Sujau Perera (C), Charles, Eranda P., Sameer, Hakeem, Chandrarathe, Sanjeewa (Chameera 33’), S. Kumara, Rathnayake, Ishan, M. Kaseem (Sarwan 29’) (acf)

Red: Sondri
Sumber : okezone

Pileg 2014, KPUD Rohul Kekurangan 85 Lembar Surat Suara

Gudang Logisatik KPUD Rohul
Gudang Logisatik KPUD Rohul

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Rokan Hulu sudah menerima logistik untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April 2014 nanti. Namun, surat suara masih kurang 85 lembar surat suara.

Dikatakan anggota KPU Rohul Divisi Keuangan dan Logistik, Fitriani Is, SE, Minggu (30/3/14) bahwa kekurangan surat suara tersebut diperuntukkan bagi Kecamatan Tambusai dan Tambusai Utara atau Dapil II.

Padahal, surat suara yang diterima dari Provinsi tersebut bakal di bagikan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 16 kecamatan yang ada di Rokan Hulu pada, Kamis (3/4/14) depan.

“Paling lambat Kamis depan, semua logistik sudah kami distribusikan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 16 kecamatan,” tandasnya.

Menurutnya Fitriani, pihaknya sudah menyampaikan kekurangan surat suara ke KPU Pusat. Namun jika dalam satu atau dua hari belum datang, pihaknya akan menjemput sendiri ke KPU Riau.

Adapun kebutuhan logistik Pileg tahun ini yang sudah diterima KPU Rohul terdiri alat kelengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS), kotak bilik suara, kotak surat suara, amplop, segel, berbagai formulir, tinta dan surat suara.***(r4n)