Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Dinilai masih menerima uang APBD, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Rokan Hulu mendiskualifikasi dua Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrat yakni, Nasrul Hadi ST dari PD nomor urut satu Dapil satu (Rambah, Rambah Hilir, Rambahsamo, dan Bangunpurba) dan Syamzaimar nomor urut 5 dari Dapil III (Kepenuhan, Kepenuhan Hulu, Bonaidarussalam, Kuntodarussalam, dan Pagarantapah Darussalam).
Ketua KPU Rohul Farizal ST,MT membenarkan ada dua Caleg Rohul yang didiskualifikasi alias dicoret dari daftar Caleg peserta Pileg 2014. Diakuinya, keputusan merupakan hasil rapat pleno KPU pada Jumat (28/3/2014) malam kemarin.
Ketiganya dicoret karena ada rekomendasi dari Panwaslu Rohul ke KPU Rohul pada 21 Maret lalu karena ada bukti fisik amprah gaji. Yakni, mereka masih menerima gaji dari dana APBD Rohul dari jabatan sebelumnya, meski mereka sudah mendaftar sebagai Caleg.
Disinggung soal lambatnya penertiban administrasi, padahal tahapan verifikasi daftar calon tetap (DCT) sudah dilakukan, Fahrizal mengaku mereka baru melakukan karena belum lama ini baru dilantik. Menurutnya, tahapan DCT merupakan tugas anggota KPU Rohul sebelumnya.
Di tempat terpisah, Ketua Panwaslu Rohul Suherman SAg mengakui mereka lah yang merekomendasikan tiga nama Caleg yang masih menerima gaji dari APBD Rohul. Katanya, dua caleg dari Demokrat masih ada kekurangan persyaratan administrasi. Legalitas dua Caleg tidak terpenuhi sesuai persyaratan DCT.
Sementara itu, Caleg dari Partai Demokrat, Nasrul Hadi mengaku baik pengurus DPC PD Rohul atau dirinya belum menerima informasi atau Surat Keputusan diskualifikasi dari KPU Rohul.
“Seharusnya, kalau memang ada persyaratan Caleg yang kurang, kenapa tidak jauh-jauh hari disampaikan. Masih ada tahapan perbaikan DCT dan verifikasi. Saya dan partai merasa dirugikan jika memang didiskualifikasi. Kami akan melakukan upaya hukum ke Bawaslu RI,” kata Nasrul.***(r4n/rht)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Puluhan kader DPC Partai Nasional (Nasdem) dari beberapa daerah di Pekanbaru Sabtu (29/3/2014) sore mendatangi kantor DPW Nasdem Riau di Jalan Gajah Mada Pekanbaru. Aksi berlangsung ricuh.
Kedua belah pihak terlibat saling dorong dan sempat adu fisik. Beruntung pihak Kepolisian meredam pertikaian antara kader NasDem DPW dan DPC.
Menurut salah satu kordinator aksi, Afriadi, kedatangan mereka ke kantor DPW untuk memprotes keputusan pemecatan Ketua DPD NasDem Pekanbaru Sunarto.
“Kita dari DPC Rumbai, Sukajadi dan Rumbai Pesisir menilai sikap Ketua DPW NasDem otoriter karena memecat seenaknya ketua DPD kita Pak Sunarto. Karena setahu kita kinerjanya untuk membesarkan NasDem di Pekanbaru itu sangat bagus. Tapi ini kenapa malah dia yang dipecat,” katanya Ketua DPC Rumbai, Afriadi.
“Sebenarnya tidak mau ricuh, tapi waktu kita masuk dengan cara damai, malah dihalangi. Bahkan tadi ada sejumlah orang DPW mencekik saya dan yang menarik-narik tangan saya. Kenapa mereka seperti itu,” ucapnya.
Sementara itu Ketua DPW Nasdem Riau Iskandar Husein yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa pemecatan terhadap Ketua DPD NasDem Pekanbaru Sunarto karena dianggap tidak becus. Dia dipecat sekitar sebulan lalu.
“Kenapa Sunarto dipecat, karena memang selama ini kinerja dan loyalitasnya sangat tidak bagus. Banyak tugas partai yang diamanahkan kepadanya tidak dijalankan. Padahal sebelum diangkat jadi ketua DPD dia akan loyal dan siap membesarkan partai. Tapi kenyataan sebaliknya. Selain itu yang melakukan pemecatan buka saya, tapi keputusan DPP Nasdem dengan berbagai pertimbangan,” tukasnya.***(ful)
SegmenNews.com- Hari ini, Nokia memperkenalkan produk barunya, Nokia X, kepada media. Produk ini sangat ditunggu-tunggu oleh banyak orang, karena merupakan handphone Nokia pertama yang menggunakan OS Android.
Nokia sendiri sebelumnya lebih dikenal dengan produk-produk smartphone-nya yang menggunakan OS Windows 8. Handphone Nokia X ini sendiri punya spesifikasi sebagai berikut: Prosesor dual-core 1GHz Memori internal 4GB dengan RAM 512 MB Dual-SIM (micro) Layar 4 inci dengan resolusi 480x800p Kamera belakang 3MP Spesifikasi yang dimiliki Nokia ini masih kalah dari handphone lainnya yang sekelas, dan bahkan masih kalah dengan smartphone murah milik Nokia sendiri, Nokia Lumia 520.
Selain itu, meskipun mulai menghilangkan kesan Windows Phone, tampilan pada Nokia X sama sekali tidak memberikan kesan Android yang biasanya saya jumpai pada smartphone lain. Tampilan Nokia X masih menggunakan tile seperti halnya Windows Phone.
Tapi, tile ini tampak lebih kaku, layarnya hanya bisa memuat tiga tile per baris, dan yang membuat saya kecewa, personalisasi pada tampilan ini sangat minim. Anda hanya bisa mengganti ukuran tile, memindahkannya, atau memasukkannya ke folder. Selain itu, Anda tidak bisa mengubah warna tile, dan semua aplikasi yang Anda miliki akan langsung terkumpul di satu layar tanpa adanya layar khusus untuk akses cepat yang sering kita lihat pada Windows Phone atau Android pada umumnya. Fitur fastlane – dimana Anda bisa mengakses notifikasi dan aplikasi yang terakhir Anda gunakan – juga tampak biasa saja.
Tampilan Windows Phone, Nokia X, dan Android
Tapi, di luar segala kekurangan ini, Nokia memberikan tiga hal menarik pada handphone Nokia X ini: bisa menjalankan aplikasi Android, memiliki aplikasi-aplikasi khas dari Nokia (Mix Radio dan HERE), dan juga aplikasi khas dari Microsoft (OneDrive dan Skype).
Aplikasi-aplikasi Android di Nokia Store sendiri tidak begitu lengkap, tapi Anda bisa menggunakan app store pihak ketiga untuk mencari dan men-download aplikasi Android. Sayangnya, ketika saya mencoba membuka beberapa aplikasi, handphone Nokia X ini tidak mampu bekerja secepat yang saya harapkan atau masih lambat. Terakhir, berkat kerja samanya dengan Telkomsel, Anda bisa membeli aplikasi Android yang berbayar dengan menggunakan pulsa.
Ini tentunya menguntungkan bagi banyak pengguna di Indonesia yang tidak memiliki kartu kredit, dan juga menguntungkan pihak developer karena mereka bisa memperoleh penghasilan dengan lebih cepat. Nokia X ini sendiri baru akan dijual untuk umum pada tanggal 12 April dengan harga Rp 1,6 juta.
Jika Anda menginginkan handphone Android dengan tampilan dan fitur yang khas, saya rasa produk ini bukan untuk Anda. Tapi jika Anda ingin menikmati aplikasi-aplikasi Android, Nokia, dan Microsoft dalam satu smartphone dan/atau menikmati user experience dan tampilan smartphone yang berbeda, maka handphone ini mungkin cocok untuk Anda.
Setelah kehadiran Nokia X, kami makin penasaran dengan dua lini ponsel Android Nokia lainnya: X+ dan XL yang belum tersedia di Indonesia. Apakah mereka akan lebih baik daripada Nokia X?***
Kunjungan Bupati Bangkalan Madura di Lapangan Zamrud BOB
Siak (SegmenNews.com)- Manajemen Badan Operasi Bersama (BOB) PT. BSP – Pertamina Hulu dan Manajemen PT. Bumi Siak Pusako menerima kunjungan rombongan Bupati Bangkalan Madura yang didampingi Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Siak di Multi Purpose Room Zamrud Area, Kamis (28/3/14). Kunjungan tersebut lanjutan dari kunjungan Bupati Bangkalan Madura ke Pemkab Siak sehari sebelumnya.
Manager Produksi Operasi BOB, Sudiyono didampingi Manager External Affair, Nazaruddin yang mewakili manajemen BOB menyampaikan salam selamat datang dan terima kasih dari Pimpinan BOB atas kunjungan rombongan Bupati Bangkalan Madura ke Zamrud Area. Dalam sambutannya, Sudiyono menyampaikan sejarah terbentuknya BOB, operasi produksi, pemakaian SDM asli daerah, keberhasilan, tantangan serta peluang BOB kedepannya. BOB merupakan konsorsium bersama antara PT. Bumi Siak Pusako yang merupakan BUMD dan PT. Pertamina Hulu yang merupakan badan usaha milik Negara.
Dalam kesempatan itu Bupati Bangkalan Madura, RKH. Muh. Makmun Ibnu Fuad Amin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BOB yang menyambut baik kedatangan mereka. Kunjungan ke BOB ini bertujuan untuk sharing pengetahuan tentang pengelolaan usaha hulu minyak dan gas bumi, dimana ada persamaan antara kabupaten Siak dan kabupaten Bangkalan Madura, yaitu sama-sama mempunyai potensi migas yang cukup besar.
“BOB menurutnya merupakan satu satunya perusahaan daerah yang telah berhasil dalam pengelolaan usaha migas yang patut dicontoh oleh kabuputen Bangkalan Madura, oleh karena itu kami mempunyai keinginan yang sama ikut mengelola usaha migas yang ada di daerah kami tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Bangkalan Madura” ujarnya.
Pertemuan ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara Manajemen BOB, Manajemen PT. Bumi Siak Pusako dengan Pemkab Bangkalan Madura. Acara ditutup dengan saling bertukar cendramata, makan siang dan sholat jumat bersama.***(rinto/rls)
SegmenNews.com– Apa yang terjadi jika anda bertemu dengan kecoa. Sebagian besar manusia akan menjerit. Pada umumnya, orang akan berusaha ekstra keras menghindari makhluk menjijikkan ini, dan jika seseorang berhadapan dengan kecoak, pilihannya ada dua: lari terbirit-birit atau terus menerus menyerang sampai mereka hancur menjadi debu.
Kebencian dramatis terhadap kecoak wajar saja ada jika pernah ada kecoak sepanjang 3cm yang merayap masuk ke telinga Anda – baru-baru ini terjadi pada satu orang malang di Australia – dan kecoak itu harus dikeluarkan dengan operasi setelah usaha untuk mengisap keluar kecoak itu dengan vacuum cleaner gagal. Namun bagi kebanyakan orang, pertemuan dengan hewan bersayap ini sebenarnya tidak terlalu traumatis. Paling-paling hanya dihinggapi kecoak terbang. Jadi apa yang telah dilakukan kecoak hingga mendapatkan kebencian sebesar itu? Alasan 1: Aku benci kaki mereka yang sangat banyak, dan bentuknya seperti kaki alien.
Fakta unik: Sebenarnya mereka hanya memiliki tiga pasang kaki. Tapi ketika berjalan pada kecepatan tertinggi – 27 langkah dan 50 kali panjang tubuh mereka per detik – pasti mereka akan terlihat seperti memiliki ratusan kaki. Enam kaki mereka bekerja secara sinkron untuk memastikan mereka dapat bergerak dengan kecepatan yang mengerikan di atas segala macam medan yang tidak rata, menaiki dinding, langit-langit, dan tentu saja menaiki kaki Anda.
Dan ini ada sedikit fakta unik lain dari kecoak – ketika berlari, kecoak bisa mendirikan tubuh jelek mereka dan berjalan dengan dua kaki belakang mereka. Nah, itu adalah pemandangan yang benar-benar mengerikan, apalagi jika ada satu ekor yang sedang meluncur ke arah Anda.
Alasan 2: Mereka memiliki bau menjijikkan yang membuatku langsung membuang muka.
Fakta unik: Anda mungkin berpikir bau kecoak begitu mengerikan karena mereka nongkrong di gorong-gorong sepanjang hari, namun alasan sebenarnya jauh lebih buruk. Bau seperti minyak yang menusuk indra penciuman Anda sebenarnya adalah feromon alami dari kotoran dan kelenjar bau kecoak. Baunya cukup untuk membuat kita muntah, tapi kecoak di musim kawin akan merasa bahwa bau ini sangat seksi.
Berita baik tambahan: kecoak juga menyemburkan feromon ketika mereka menemukan tempat yang mereka iinginkan sebagai sarang koloni mereka. Ini adalah undangan untuk kecoak lain.
Bau mereka bahkan tidak hilang setelah mereka mati. Sebuah studi menemukan bahwa tubuh kecoa yang membusuk mengeluarkan ‘bau kematian’ unik untuk memperingatkan teman-temannya bahwa ada predator, virus atau racun yang mengintai mereka. Atau bahasa mudahnya: Jangan sampai bernasib sama seperti saya ya, teman-teman!
Alasan 3: Aku benci antena mereka.
Fakta unik: Anda mungkin merasa satu-satunya tujuan antena makhluk ini adalah untuk menakuti Anda, tapi mereka juga digunakan sebagai perasa, pembau dan merasakan hal-hal dengan akurasi yang sangat mengagumkan. Ilmuwan menemukan bahwa kecoak yang antenanya dipotong tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi rintangan. Kecoak kadang memilih untuk menabraknya berulang kali bukannya memanjat seperti ketika antenanya masih utuh.
Antena mereka secara mengesankan beradaptasi dengan fungsi mereka. Masing-masing antena memiliki 140 segmen yang penuh dengan rambut sensitif, dan lima otot untuk memastikan mereka bekerja dengan tepat. Sepertinya mereka menghabiskan banyak waktu untuk perawatan antena mereka agar bekerja sempurna.
Alasan 4: Rambut di kaki mereka sangat menjijikkan.
Fakta unik: Kaki berbulu mungkin terlihat seksi pada laki-laki, tetapi pada kecoa, mereka jelas sangat tidak seksi. Jika Anda pernah mencoba untuk menepis kecoak dari pakaian Anda, atau merasakan kakinya pada kulit, Anda akan menyadari rambut tersebut sama sekali tidak lembut dan halus. Mereka kaku, berduri dan bisa berpegangan pada setiap permukaan yang mereka suka. Setiap rambutnya diciptakan dengan presisi luar biasa untuk memberikan traksi optimal ketika mereka dikejar dan harus masuk ke lubang yang sempit.
Kecoak memiliki dua tulang belakang khusus pada pantat mereka yang disebut Cerci yang juga ditutupi dengan rambut. Bagian ini dapat mendeteksi tiupan angin yang terkecil, memungkinkan mereka untuk lari dengan cepat dari ancaman, misalnya hantaman koran yang digulung dari seorang ibu yang kesal melihatnya berseliweran di dapur.
Rambut mereka bahkan telah berevolusi khusus di kaki belakang mereka sebagai kait, yang memungkinkan mereka untuk membalikkan tubuh mereka dan terus berjalan terbalik tanpa menghentikan langkahnya.(fr/ik)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Hujan yang airnya berasa garam (asin) melanda sebagian ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru, Jumat pukul 22.40-23.00 WIB malam, setelah dua pekan dilanda kemarau.
“Airnya terasa asin seperti garam,” kata Melia (30), seorang ibu rumah tangga warga Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Jumat.
Warga mengharapkan hujan dengan intenitas sedang itu segera “membersihkan” udara dari polusi kabut asap yang telah melanda sebagian besar ibu kota provinsi sejak beberapa bulan terakhir.
Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kabut Asap Riau menyatakan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sejak pagi hingga sore telah menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk hujan buatan dengan menaburkan enam ton garam.
Penyemaian itu dilakukan oleh dua pesawat yakni Pesawat Herkules dan Cassa yang didatangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurut data tersebut, pesawat Hercules telah melakukan penyemaian sebanyak satu kali sorti dengan kapasitas muatan lima ton garam. Sementara pesawat Cassa hanya menyemai garam sebanyak satu ton.
Penyamaian hujan buatan dilakukan Tim BPPT di tiga daerah meliputi Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis serta Rokan Hilir.***
(ant//ful)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Satu unit helikopter milik TNI diterjunkan untuk membantu memadamkan api dalam kebakaran hutan di Riau. Pasalnya, saat ini kebakaran hutan terus meluas.
“Jadi hari ini kita kedatangan Heli Bell. Saat ini heli tersebut sudah berada di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru,” kata juru bicara tim penanggulangan asap riau Kolonel TNI Robert Bernandus kepada Okezone, Jumat (28/3/2014) malam.
Heli Bell, kata Bernandus merupakan alutsista untuk mengangkut pasukan. Heli ini mampu mengakut 12 orang dalam satu kali terbang.
“Kenapa heli ini kita datangkan? Yakni dikarenakan banyak titik api yang sulit dijangkau oleh tim satgas. Jadi heli ini nantinya berfungsi mengeser pasukan ke titik yang sulit dijangkau,” imbuhnya.
Dia mengatakan, Heli Bell akan dipusatkan untuk mengangkut pasukan ke daerah lahan cagar biosfer Giam Siak Kecil di Bengkalis yang kini jadi daerah pembakaran dan perambahan masiv.
“Besok Heli Bell sudah siap untuk mengantar pasukan ke cagar biosfer,” tukasnya.***
Jakarta (SegmenNews.com)– Astra Honda Motor (AHM) sebagai agen pemegang merek Honda di Tanah Air resmi meluncurkan matik terbarunya dengan sistem injeksi, New Honda Vario FI.
New Honda Vario FI ini dilengkapi berbagai fitur canggih, salah satunya adalah Answer Back System, yang dapat membantu para pengguna Vario untuk mencari kendaraannya kala di tempat parkir, dan lupa menaruh kendaraannya.
Dengan menekan tombol yang tergantung di kunci New Honda Vario FI layaknya alarm pada mobil, sepeda motor ini dapat mengeluarkan suara dengan dikombinasikan lampu sein yang menyala, sebagai tanda keberadaan sepeda motor di tempat parkir.
“Alarm ini bisa berfungsi pada jarak 20 meter, namun hal ini tergantung kondisi di sekitar. Fitur ini bisa berfungsi lebih jauh, dan bisa juga lebih dekat,” ujar Yasuyuki Maeda, Honda R&D Southeast Asia Co Ltd, pada peluncuran dua motor injeksi terbaru, di Jakarta.
New Honda Vario FI dipasarkan dengan harga Rp15, 2 juta dengan status OTR Jakarta. New Honda Vario FI memiliki lima pilihan warna yaitu Posh White, Glam Red, Estilo Black, Grande White dan Shimmer Blue.
New Honda Vario FI ini ditargetkan terjual hingga 25 ribu unit perbulan yang secara bertahap akan ditingkatkan menjadi 50 ribu perbulan sejalan dengan beroperasinya pabrik baru AHM.***
SegmenNews.com– Satinah akan dipancung awal April tahun ini. Tenaga kerja asal Indonesia itu dinyatakan bersalah telah membunuh dan merampok majikannya di Arab Saudi.
Nyawa Satinah bisa diselamatkan asalkan mampu membayar diyat yang diminta pihak keluarga korban sebesar Rp21 miliar. Angka yang fantastis. Permintaan diyat yang sangat besar ini kemudian menuai pro kontra di tanah air.
Satu sisi, hukum yang berlaku di Arab Saudi, seseorang yang terbukti membunuh maka ganjarannya adalah hukuman mati, dan bisa bebas jika dimaafkan oleh keluarga asal membayar diyat. Di sisi lain, banyak pihak menginginkan Satinah dibebaskan dari hukuman mati karena hak asasi manusia.
Sebelum memimpin rapat terbatas soal pembebasan Satinah, Rabu 26 Maret 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan yang menjadi sulit adalah masyarakat tidak bisa membedakan TKI yang mengalami masalah di luar negeri karena kejahatannya, dengan yang tidak mendapat hak-haknya.
“Saya mengerti jika masyarakat marah, tapi terkadang mereka tidak mengerti. Jika dijatuhkan hukuman, seolah-olah mereka tidak bersalah,” kata SBY.
Kata SBY, hukum yang berlaku di Arab Saudi memang seperti itu. Vonis mati berlaku bagi terpidana yang terbukti yang melakukan pembunuhan. Apakah itu TKI, ataupun warga Arab Saudi sendiri.
SBY mengatakan, Indonesia juga akan melakukan hal yang sama ketika ada warga negara lain yang melakukan kejahatan di Indonesia.
“Itulah yang perlu dijelaskan ke masyarakat kita, duduk permasalahannya,” ujar dia.
“Diperas” lewat diyat
Jika diartikan secara terminologi, diyat berarti uang tebusan yang harus dibayar pelaku pembunuhan karena adanya maaf dari keluarga korban, guna membebaskan terpidana dari hukuman mati.
Satinah bisa bebas jika mampu membayarkan diyat. Jika tidak tidak bisa membayarkan uang diyat yang diminta keluarga korban, Satinah sudah pasti dipancung.
Angka Rp21 miliar yang diminta keluarga korban sebenarnya sudah mengalami tiga kali penurunan. Awalnya keluarga korban meminta 15 juta Riyal atau Rp45 miliar, kemudian turun menjadi 10 juta Riyal atau Rp30 miliar. Mengapa uang diyat yang diminta begitu besar?
Asi Solidaritas Satinah
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, menilai aksi penggalangan dana dari masyarakat yang prihatin dengan nasib Satinah justru memunculkan persepsi bahwa negara Indonesia memiliki uang banyak dan siap untuk menebus Satinah dengan diyat berapapun.
“Kami sangat menghargai respon publik dan solidaritas soal penggalangan dana bagi Satinah. Tetapi dengan aksi penggalangan ini, kami khawatirkan angka diyatnya justru makin naik,” ujar Muhaimin Selasa 25 Maret 2014.
Menurut Muhaimin, berdasarkan pengalaman sebelumnya, respon publik soal solidaritas melalui penggalangan dana memang memicu kenaikan diyat. Dari awalnya hanya berkisar sebesar Rp1 miliar, kemudian membengkak menjadi puluhan miliar.
Oleh karena itu, Muhaimin berharap, aksi solidaritas tersebut tidak perlu dibesar-besarkan, agar tidak memunculkan persepsi lain dari ahli waris. [Baca selengkapnya “Penggalangan Dana untuk TKI Satinah Justru Picu Kenaikan Uang Diyat”]
Menteri Koordinator Hukum, Politik, dan Keamanan, Djoko Suyanto, melihat diyat saat ini sudah menjadi komoditi.
“Angkanya tidak masuk awal. Aturan konvensional 100 ekor unta. Tetapi dari tahun ke tahun sudah menjadi komoditas yang tidak sehat. Ada nuansa ketidakadilan,” kata Djoko di kantornya, Jakarta, Selasa 25 Maret 2014.
Djoko mengatakan, Raja Arab Saudi pun sebenarnya sudah memberikan maaf kepada Satinah. Tetapi memang, dalam hukum negara itu, hukuman mati bisa dicabut jika terpidana mendapat maaf dari keluarga korban dan membayar diyat. Sementara, keluarga majikan mengajukan diyat yang sangat besar.
“Kalau mengeluarkan uang segitu bagaimana dengan pelaku kejahatan di dalam negeri,” kata Djoko.
Meski demikian, Pemerintah, kata Djoko, tetap berupaya maksimal dalam beberapa hari ke depan untuk membebaskan Satinah. Misalnya, dengan kembali melobi keluarga korban.
“Dalam aturan, tidak ada kewajiban pemerintah mengeluarkan uang. Tapi kan tidak mungkin keluarga mengeluarkan uang sebesar itu,” kata dia.
Hal senada dikatakan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono. Agung mengatakan adanya uang diyat sebagai pengganti hukuman mati telah berubah menjadi komoditi bagi masyarakat di Arab Saudi.
“Ini karena di-cover oleh pemerintah dengan berbagai cara, saya kira (uang diyat yang diminta) ini di luar kewajaran,” ujar dia.
“Kita tidak mempersoalkan apakah Satinah itu karena hukumnya benar atau tidak, tetapi fakta hukumnya dia bersalah. Kita sudah melakukan seintens mungkin. Bagaimana jangan sampai WNI kita dihukum mati di negeri orang,” tuturnya.
Tetapi, kata Agung jangan sampai pemerintah Indonesia menjadi objek permainan orang-orang Arab Saudi yang meminta diyat.
“Kami juga tidak sudi jadi komoditas, apalagi dari berbagai pihak yang mendorong-dorong keluarga (korban), bisa saja itu terjadi. Kita tidak pernah tahu,” kata dia.
Sejauh ini, pemerintah sudah menawarkan diyat sebesar Rp12,1 miliar kepada keluarga majikan Satinah. Namun, keluarga belum menjawab tawaran itu.
Lembaga pemerhati Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, Migrant Care, bahkan menduga ada mafia diyat di Arab Saudi. Mereka mencatat, ada sejumlah TKI tersandung kasus pembunuhan di sana dimintai uang diyat yang sangat besar.
“Misalkan Siti Zaenab yang terancam hukuman mati sejak 1999 itu juga diminta Rp90 miliar,” kata Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah di, Jakarta, Jumat 28 Maret 2014.
Sebelumnya juga ada TKI bernama Darsem, yang divonis mati karena membunuh anggota keluarga majikannya. Namun, setelah pemerintah membayar diyat sebesar Rp4,7 miliar, Darsem bebas dari hukum pancung dan bisa kembali ke tanah air.
Anis menegaskan, ada mafia diyat yang selama ini memang bekerja untuk kasus-kasus TKI atau majikan yang terbunuh. Pada umumnya, kasus mereka tidak diselesaikan melalui jalur hukum yang adil, tapi melalui mekanisme diyat.
“Sehingga ini menjadi bisnis para calo yang selama ini sudah berlangsung lama dan dibiarkan oleh pemerintah. Harusnya ini diberantas,” ujarnya.
“Artinya ada mafia yang selama ini terorganisir di antara dua negara di Arab Saudi dan Indonesia. Bisa jadi itu melibatkan dua negara dan mungkin itu juga terhubung dengan mafia perdagangan orang juga,” kata Anis.
Kembali lobi keluarga
Kepala BNP2TKI Gatot Abdullah Mansyur optimistis Satinah bebas dari hukuman mati. Kata Gatot, dari hasil negosiasi antara pemerintah dengan pihak keluarga korban menyepakati bahwa bila mampu menyediakan uang 1 juta real, maka hukuman mati tersebut dapat ditunda hingga dua tahun lagi.
Menurut Gatot, hingga saat ini uang pengganti atau diyat yang dituntut pihak keluarga sebanyak 7,5 juta real atau sekitar Rp21 miliar sudah terkumpul 4 juta real. Sebanyak 3 juta real berasal dari Kementerian Luar Negeri dan 1 juta real dari para donatur.
“Hingga hari ini sudah terkumpul uang diyat sebanyak 4 juta real dan ada tambahan 1 juta real lagi dari para donatur lainnya,” tuturnya.
Uang diyat itu, kata Gatot, dibawa oleh mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni yang mewakili Presiden SBY ke Arab Saudi. Maftuh berangkat pada Jumat 28 Maret 2014 untuk menyerahkan uang tersebut kepada pihak keluarga.
“Semoga pihak keluarga korban tidak berubah lagi sehingga nyawa Satinah dapat diselamatkan,” ujar dia.
Gatot berharap dalam negosiasi yang kembali digelar itu, pemerintah cukup membayar 5 juta real dari tuntutan keluarga korban 7,5 juta real.
“Semoga yang 2,5 juta real tidak lagi dituntut oleh pihak keluarga korban. Kami akan berusaha agar itu tidak terjadi,” tuturnya.
“Saya optimis sekali, Insya Allah Satinah kali ini akan selamat. Raja dan gubernur yang ada di sana akan turut membantu,” katanya.
Kronologi kasus Satinah
Satinah bekerja di Arab Saudi tahun 2006. Mengadu ke tanah Arab melalui penyalur TKI, PT Djasmin Harapan Abadi. Di Arab, Satinah bekerja pada keluarga Nra Al Garib.
Kasus Satinah terjadi pada 16 Juni 2007. Saat itu, perempuan asal Dusun Mruten, Semarang, Jawa Tengah, tersebut bertengkar dengan majikannya, Nura Al Garib. Nura membenturkan kepala Satinah ke tembok karena telah berbicara dengan anak lelakinya. Peristiwa itu terjadi di dapur.
Perlakuan seperti itu bukan kali pertama dialami Satinah. Sudah berulang. Satinah kerap mendapat perlakuan kasar dari sang majikan. Tapi untuk kali itu, Satinah melawan.
Satinah membalas dengan memukulkan kayu penggilingan roti ke bagian tengkuk sang majikan yang sudah berusia lanjut. Sang majikan langsung pingsan. Setelah dirawat di rumah sakit setelah mengalami koma, majikannya akhirnya meninggal.
Satinah lantas kabur membawa tas majikannya yang berisi uang senilai 37.970 Riyal atau Rp122 juta.
Satinah kemudian menyerahkan diri ke kantor polisi setempat dan mengakui perbuatannya.
Sejak saat itu Satinah berada di Penjara Gassem. Kemudian, dalam persidangan syariah tingkat pertama pada 2009 sampai kasasi 2010, Satinah divonis hukuman mati atas tuduhan melakukan pembunuhan berencana pada majikan perempuannya.
Awalnya Satinah direncanakan dihukum mati Agustus 2011, kemudian diundur Desember 2011, Desember 2012, dan Juni 2013. Akhirnya, keluarga korban setuju dengan pembayaran diyat setelah pemerintah Indonesia melakukan pendekatan.***
Selatpanjang (SegmenNews.com) – Pulang kampung setiap Kamis dan Jumat seakan sudah menjadi agenda rutin bagi sejumlah oknum pejabat di Kepulauan Meranti, karena mereka berasal dari daerah lain.
Kondisi itu pula yang membuat sejumlah kantor pemerintah sepi pejabat. Akibatnya, masyarakat yang hendak berurusan pun sulit mendapatkan pelayanan maskimal dan terpaksa mengurungkan niatnya menjelang Senin hingga Rabu, setelah para pejabat itu kembali melaksanakan tugasnya.
Pantauan di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang, selama beberapa bulan terakhir, hampir setiap Kamis dan Jumat belasan oknum pejabat di daerah ini kerap terlihat bepergian.
Selain tujuan ke Kota Pekanbaru, sebagian dari mereka juga ada yang berangkat ke Kota Batam, Kepulauan Riau. Belum diketahui secara pasti apakah keberangkatan mereka benar-benar karena ada urusan dinas.
Informasi yang beredar di lapagan, sejumlah oknum pejabat itu sengaja pulang kampung untuk menemui anak dan istri mereka yang tinggal di Batam, Pekanbaru dan sejumlah daera lainnya di Riau.
Seperti yang terlihat pada Kamis dan Jumat, begitu banyak oknum pejabat yang mangkir dari tugasnya sebagai pelayan masyarakat.
Bahkan ada di antara mereka yang tersipu malu ketika melihat sejumlah wartawan berada di pelabuhan tersebut. Dengan berbagai alasan para oknum pejabat ini berusaha meyakinkan wartawan bahwa keberangkatan mereka karena ada urusan dinas di luar kota.
Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Iqaruddin MSi ketika dikonfirmasi tentang hal itu, mengakui bahwa banyak laporan yang ia terima dari masyarakat tentang ulah oknum pegawai negeri sipil (PNS) tersebut.
Bahkan dari laporan yang ia terima, banyaknya pegawai yang menghilang pada jam kerja setiap akhir pekan tidak hanya dilakukan oleh pegawai biasa, tetapi juga oleh pejabat eselon II, III, dan IV yang bepergian ke luar daerah tanpa penugasan dari pimpinan.
Dia juga berjanji akan segera menindaklanjuti hal itu sehingga ulah para oknum pegawai dan pejabat Meranti ini tidak menjadi masalah baru di masyarakat.
“Kabarnya memang masih banyak yang tiba-tiba hilang tanpa keterangan. Saat dibutuhkan sudah tidak ada di Selatpanjang. Ini sangat memalukan,” ucap Iqaruddin kepada wartawan melalui telepon selulernya, Jumat (28/3/2014).***(knc/sn)