Beranda blog Halaman 2735

Jelang Piala Dunia, Timnas Korsel Berlatih di Brasil dan AS

korsel bolaSegmenNews.com– Persiapan serius dilakukan timnas Korea Selatan jelang Piala Dunia 2014. Tim asuhan Hong Myung-Bo telah mengagendakan dua pemusatan latihan di luar negeri.

Menurut laporan The Chosunilbo, skuad Korsel telah berangkat ke Brasil, Senin 14 Januari 2014. Taegeuk Warriors mengadakan training camp di Foz do Iguacu selama sepekan.

Selanjutnya, semifinalis Piala Dunia 2002 ini dijadwalkan terbang ke Los Angeles, Amerika Serikat. Di sini mereka akan melakoni tiga partai persahabatan. Skuad Korsel akan menjajal kekuatan Kosta Rika (25 Januari), Meksiko (29 Januari), dan diakhiri dengan tuan rumah Amerika Serikat (1 Februari).

Tim yang diberangkatkan ke Brasil dan AS didominasi pemain-pemain dari Liga Korea Selatan (K-League), seperti Kim Shin-Wook (Ulsan Hyundai) dan Lee Keun-Ho (Sangju Sangmu). Tiga pemain yang berlaga di China dan Jepang juga dipanggil, yakni Ha Dae-sung (Beijing Guoan), Kim Jin-Su (Albirex Nigata), dan Kim Min-Woo (Sagan Tosu).

Pemain-pemain yang berlaga di Eropa, sebut saja Ki Sung-Yeung (Sunderland) dan Son Heung-min (Bayer Leverkusen) tidak masuk dalam skuad. Mereka masih harus membela klubnya di kompetisi domestik.

Di Piala Dunia 2014 nanti, Korsel tergabung di grup H. Wakil Asia ini akan bersaing dengan Belgia, Aljazair, dan Rusia.***

sumber: viva

Bus Tingkat Gratis Segera Meluncur di Ibu Kota

Sebanyak lima unit bus tingkat wisata yang didatangkan dari China telah tiba di Terminal 1 JICT, Tanjung Priok, Jakarta (14/1/2014) (VIVAnews/Ikhwan Yanuar).
Sebanyak lima unit bus tingkat wisata yang didatangkan dari China telah tiba di Terminal 1 JICT, Tanjung Priok, Jakarta (14/1/2014) (VIVAnews/Ikhwan Yanuar).

Jakarta (SegmenNews.com)– Janji untuk menyiapkan transportasi gratis bagi para wisatawan di Jakarta akan segera terealisasi. Hari ini, Selasa 14 Januari 2014, sebanyak lima unit bus tingkat yang didatangkan langsung dari China tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Ini lima unit tahap pertama. Kami rencanakan ada 20 bus tingkat gratis yang melayani para wisatawan di Jakarta,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Ari Budiman, di Tanjung Priok, Jakarta.

Kelima bus ini akan melayani tiga trayek wisata dengan rute, Blok M-Monas, Bundaran HI-Tanah Abang, dan Monas-Kota Tua. Nantinya, bus tingkat pariwisata ini akan mulai beroperasi pada akhir Januari 2014 pada pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.

Arie menambahkan, trayek ini bagian dari uji coba tahap awal, sebelum Pemprov DKI menambah armada dan membuka trayek wisata baru.

Untuk pengadaan lima bus tingkat, kali ini Pemprov DKI harus merogoh kocek Rp15 miliar. “Harga per unitnya Rp3 miliar. Total anggaran kalikan lima saja. Sumber anggarannya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” ujar Arie.

Namun, ke depan, pengadaan sisa bus tingkat lainnya akan dilakukan Pemda DKI bersama pihak swasta. “Sudah ada pembicaraan CSR swasta untuk pengadaan sisa bus yang lain. Kami uji coba yang ini dulu. Pak Gubernur juga minta bus ini di-display di HI dulu biar masyarakat dan perusahaan melihat,” paparnya.

Pemprov DKI menargetkan 5 juta wisatawan domestik dan mancanegara selama lima tahun ke depan. Kehadiran bus tingkat gratis ini diharapkan bisa menjadi daya tarik minat wisatawan.
Selain itu, kehadiran bus tingkat ini bagian dari nostalgia Jakarta. Di mana pada era 1980-1990, bus tingkat sempat menjadi moda transportasi massal di ibu kota.

Wisatawan nantinya akan diajak berkeliling menelusuri tempat-tempat wisata yang ada di Jakarta. Meski boleh melintasi jalur lambat, bus tingkat dilarang masuk jalur Transjakarta.

“Letak pintu sendiri hanya di sebelah kiri. Jadi, tidak mungkin masuk jalur busway,” terang Arie.

Adapun kelima bus yang baru tiba ini akan melewati sejumlah prosedur seperti pengurusan administrasi hingga uji kelaikan kendaraan. Bus yang dilengkapi fasilitas TV LCD dan berbagai penunjang informasi bagi penumpang ini akan diuji coba pekan ini.

“Antara Jumat atau Sabtu minggu ini akan kami uji coba,” tuturnya.***

sumber: viva

Wacana Pencapresan Jokowi Selamatkan Citra PDI-P

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.(Antara/ Rosa Panggabean)
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.(Antara/ Rosa Panggabean)

SegmenNews.com– Tracking Institute merilis hasil survei terbaru hari ini, Selasa 14 Januari 2014. Hasil survei menunjukkan bahwa publik masih menjadikan media massa sebagai akses informasi terhadap partai politik.

Sebanyak 46,96 persen publik mengetahui informasi mengenai partai politik dari pemberitaan di media massa. Hal ini berdasarkan hasil survei Pol-tracking, yang dilakukan pada 13 September-11 Oktober 2013 dengan jumlah responden 2.010 dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Kemudian pada 16-23 Desember 2013, dengan responden 1.200 dan margin error 5 persen. Survei dilakukan di 33 provinsi secara serentak. Berdasarkan riset media monitoring, berita-berita media yang dijadikan acuan publik meliputi kebijakan politik, kasus hukum, kegiatan partai, dan pencapresan.

Hasil survei juga menyebutkan, publik lebih banyak mengakses televisi untuk mengetahui berbagai informasi mengenai partai politik. Padahal, media televisi lebih banyak menyoroti kasus hukum, yaitu sebanyak 43 persen. Sementara kebijakan publik 12,7 persen, pilkada 5,5 persen, pencapresan 2,8 persen.

Khusus untuk kasus hukum, partai yang paling banyak disorot media sepanjang 2013 adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebanyak 46,7 persen, Partai Demokrat 20,5 persen, Partai Golkar 31,9 persen, dan PDI-P 7,3 persen.

“Kondisi tersebut sangat beralasan karena kasus korupsi yang melibatkan sejumlah tokoh dan petinggi dari parpol tersebut,” kata Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda AR dalam acara rilis survei nasional Potret Geliat Pemberitaan Partai Politik Sepanjang 2013 – Menangkap Tren Tone Berita dan Elektabilitas di Hotel Morrissey, Jakarta.

Pun demikian, kasus-kasus korupsi menyebabkan PKS (23,87 persen), Demokrat (20,53 persen), dan Golkar (19,1 persen) memiliki tone pemberitaan negatif paling tinggi dari partai lain. Ketiganya juga memiliki pemberitaan tone negatif yang lebih dominan ketimbang berita tone positif.

Parpol dengan berita tone positif tertinggi ditempati Partai NasDem dengan persentase 34,54 persen. Disusul Hanura 31,9 persen, PDI-P 26,26 persen, dan Gerindra 26,19 persen. Sementara PKS hanya mendapat 17,01 persen, Demokrat 12,56 persen, dan Golkar 16,53 persen.

Untuk PDIP, meski ada kadernya yang menjadi kasus korupsi, namun wacana pencapresan Joko Widodo menyelamatkan PDI-P dari munculnya pemberitaan tone negatif dengan tema kasus hukum

“Wacana capres Jokowi mampu mengimbangi pemberitaan negatif soal kasus korupsi,” kata Hanta.

Pemberitaan tentang pencapresan Jokowi menjadi paling banyak kedua dengan persentase 20,5 persen setelah berita tentang kebijakan politik PDI-P sepanjang 2013 sebesar 26,7 persen.
“Kedua tema itu paling melekat pada PDI-P sepanjang 2013,” ujarnya.

Menurut Hanta, bulan September merupakan frekuensi tertinggi pemberitaan PDI-P di 2013 terkait pencapresan Jokowi dan kader PDI-P lainnya. Frekuensi pemberitaan tertinggi kedua dengan tema yang sama pada PDI-P juga terjadi di bulan Desember.***

sumber: viva

Bupati Harris Imbau Ormas Pemuda Dukung Program Pemda

HM Harris
HM Harris

Pelalawan (SegmenNews.com)- Bupati Kabupaten Pelalawan, HM Harris menghimbau kepada Organisasi pemuda yang ada di Pelalawan agar ikut mendukung dan mensosialisasikan Program Pemerintah Daerah (Pemda) Pelalawan.

Imbauan itu disampaikan Bupati saat memberikan sambutan di acara pelantikan dan pengukuhan Organisasi Majelis Pemuda Pelalawan (MPP) di aula Kantor Camat Pangkalan Lesung baru-baru ini.

Selain mengajak Ormas Pemuda mendukung progam Pemda, Bupati juga menyerahkan dana hibah secara simbolis kepada Ormas Kepemudaan itu.

Ketua umum besar majelis kepemudaan Pelalawan, Nasarudin menyampaikan bahwa MPP sebagai wadah yang bisa mengakomodir seluruh aspirasi pemuda Pelalawan, serta menjadikan pemuda-pemudi sebagai pelopor pembangunan di Daerah yang bisa bekerjasama dengan Pemerintah Daerah mensosialisasikan seluruh Program Pemda ke masyarakat kota hingga kepedesaan.

“Kita juga berharap seluruh Ormas kepemudaan yang ada di Pelalawan ini dapat menciptakan suasana kodusif dan bekerjasama dengan Pemda, sehingga akan tercipta pembangunan hingga ke pelosok Desa,” papar Nasarudin.***(adv/fin)

Dukung Magrib Mengaji, Bupati Bengkalis Bagikan Al-qur’an

Bupati Herliyan Saleh menyerahkan alqur'an kepada pengurus masjid dan musholla
Bupati Herliyan Saleh menyerahkan alqur’an kepada pengurus masjid dan musholla

Bengkalis (SegmenNews.com)- Terhitung dari tahun 2013, Pemerintah Kabupaten Benkalis telah membagi-bagikan sebanyak 4.110 unit alqur’an, dan ditahun 2014 Pemda juga akan menyiapkan 10 ribu alqur’an lagi.

Menurut Bupati, pembagian alqur’an tersebut merupakan dukungan terhadap program magrib mengaji di Bengkalis. Agar kedepan magrib mengaji terus berkumandang di Bengkalis.

“Mari kita hidupkan dan menggelorakan magrib mengaji, program mahrib mengaji merupakan sesuatu hal yang penting untuk menanamkan cahaya islami dalam jiwa setiap individu yang mau melaksanakan,” ujar Bupati Herliyan Saleh saat memberikan sambutan diacara puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1435 Hijriah, Selasa (14/1/14)  Masehi malam di Masjid Istiqomah.

Dikesempatan maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati juga mengajak seluruh umat Islam agar meneladani Nabi Muhammad SAW, sebab petunjuk yang diberikan Nabi adalah petunjuk bagi kaum muslimin yang harus diikuti, agar terbentuk insan-insan yang berakhlak mulia.

“Mari secara bersama-sama meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam rangka meningkatkan akhlak yang mulia. Menjaga kekompakan dan keamanan di daerah menjelang dan pada pelaksanaan Pemilu 2014 mendatang,” ajak Bupati.

Hadir dikesempatan itu, Sekda Bengkalis Burhanuddin, Kepala Kantor Kemenag Bengkalis Jumari, Kapolres Bengkalis AKBP Andry Wibowo, serta sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Bengkalis.***(zul/adv)

Anas Kurang Sabar Berpolitik

anas bJakarta (SegmenNews.com) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) ProDem, Andrianto menilai bahwa mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum hanyalah korban dari sistem politik.

“Kita cukup prihatin dengan Anas, bilamana clean Anas sosok ideal. Nah, masalahnya yang ideal belum tentu cocok dengan sistem politik hari ini yang sangat liberal, ya korbannya Anas ini. Anas kurang sabar dalam berpolitik,” ujar Andrianto kepada Okezone, di Jakarta, Selasa (14/1/2014).

Dia yakin pria asal Blitar, Jawa Timur itu tidak akan berani membongkar apapun termasuk soal lembar halaman berikut terkait kasus yang menderanya.

“Saya rasa Anas tidak akan membongkar apapun termasuk soal lembar halaman, itu sama saja menyatakan Anas terlibat. Padahal Anas sudah tersandera dengan sesumbarnya yakni digantung di Monas,” lanjut pria yang juga Direktur SUN Institute itu.

Kata dia, KPK justru akan sangat mudah jika memakai pembuktian terbalik, yakni kekayaan Anas yang dianggap tidak wajar.

“Anas sedang membangun opini seakan ada unsur politis, tapi dari track record selama ini KPK masih dapat kita percaya,” tuturnya.

Di dalam politik modern di Indonesia, kata dia, apabila sudah masuk penjara apalagi kasus korupsi karier politiknya sudah otomatis tamat.

“Anas enggak punya bukti, kan sudah hampir satu tahun mana halaman berikutnya? Kan memang tidak ada? Dulu hanya ucapan emosi saja,” sergahnya.***

sumber: okezone

Tertipu, Nenek Hadang Bupati Siak

Maimunah menunjukkan surat yang dijanjikan pria yang mengaku ajudan Bupati
Maimunah menunjukkan surat yang dijanjikan pria yang mengaku ajudan Bupati

Siak (SegmenNews.com)- Maimunah 66 tahun nekat menghadang Bupati Siak, Syamsuar, Senin (13/1/14). Nenek itu menagih janji dari pria yang mengaku ajudan Bupati bernama Hartono.

Menurut Nenek itu, dia telah memberikan uang sebesar Rp 11 juta kepada pria yang mengaku ajudan Bupati untuk penyelesaian pembayaran tanah warga dengan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Desa Penyengat, Kecamatan Sungai Apit.

Kata nenek, Hartono menjanjikan kepada warga menyelesaikan uang ganti rugi lahan seluas 520 Ha, namun untuk meloloskan rencana itu Hartoni meminta uang kepada warga.

“Hartono berhasil meyakini warga dengan menunjukan sebuah surat yang berasal dari PT. RAPP, yang berisi keterangan pembayaran ganti rugi yang akan dilakukan oleh PT. RAPP itu kepada warga senilai Rp. 37.000 per meter persegi. Namun warga harus menyerahkan sejumlah uang kepada Hartono,” terang Maimunah.

Selain mengaku ajudan Bupati, Hartono juga mengaku kepada warga bahwa dia adalah intelijen dari Jakarta.

“Kasihanilah saya pak. Saya ini orang susah, dan uang itu rencana untuk menyekolahakan anak saya,” iba Maimunah yang berhasil menghadang Bupati.

Mendengar pengakuan Maimunah, Bupati sontak kaget, sebab menurut Bupati tidak ada ajudannya yang bernama Hartono yang disebu-sebut nenek itu. Bupati menyarankan agar nenek tersebut membuat laporan kepada polisi.

“Ini penipuan, saya tidak punya ajudan bernama Hartono itu, ibu harus segera membuat laporan kepada polisi,” ujar Bupati Syamsuar.

Namun ungkapan Bupati tersebut membuat nenek semakin sedih, sebab menurutnya Bupati pernah menjanjikan untuk menyelesaikan permasalahan pembayaran ganti rugi lahan dengan pihak PT.RAPP sebelum menjabat sebagai Bupati.

“Saya juga sedih, Bupati hingga kini juga tidak menepati janjinya, padahal dulu sebelum ia terpilih ia berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini, namun lihatlah tadi apa yang dia katakan,” keluh Maimunah.***(rinto)

Oknum PNS Wanita Ini Selingkuhi Rekan Suaminya

ilustrasi
ilustrasi

SegmenNews.com– Seorang wanita yang berstatus pegawai negeri sipil di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tertangkap basah berselingkuh dengan seorang guru spiritual yang tak lain adalah rekan suaminya.

Sang suami pelaku yang menangkap basah istrinya berselingkuh dengan rekannya di sebuah rumah kos, langsung menghajar pelaku hingga babak belur dan bersimbah darah.

Keributan itu bermula saat Amiruddin, warga Kabupaten Pangkep, Sulsel, yang juga seorang PNS di Kabupaten Pangkep, mendatangi rumah di Jalan Anggrek, Kecamatan Panakukkang, Makassar. Rumah kos itu dihuni istrinya bersama teman selingkuhannya.

Amiruddin yang curiga dengan gerak-gerik istrinya berhasil menangkap basah tengah berduaan dengan rekannya bernama Wahyubin. Pria tersebut merupakan mantan gurunya dalam menggeluti ilmu pengobatan gaib dan rukyah.

Tak tahanmenahan emosi, Amir langsung menganiaya pelaku dengan cara meninju dan menendang hingga bersimbah darah. Menurutnya, Wahyubin adalah guru cabul yang telah mencabuli ketiga muridnya termasuk istrinya.

Warga sekitar lokasi yang mendengar kegaduhan di rumah kos melaporkan kejadian itu ke Mapolsekta Panakukkang. Polisi langsung mengamankan pasangan suami istri ini ke kantor polisi. Sementara Wahyubin yang babak belur, dievakuasi ke rumah sakit guna menjalani perawatan oleh tim medis.

Sementara itu, pelaku wanita membantah dirinya berselingkuh dengan lelaki tersebut. Menurutnya, saat itu dirinya hendak mengambil pakaian di rumah kos itu dan meminta Wahyubin menemaninya mengemas pakaiannya.

Kasus perselingkuhan disertai penganiayaan itu dalam penanganan petugas Polsekta Panakkukang. ***

Sumber : okezone

Dinilai Sering Absen, PNS Golongan II DTKKP Dumai Terancam Dipecat

pns terancam dipecatDumai (SegmenNews.com)– Seorang PNS yang bertugas di Kantor Dinas Tata Kota Kebersihan dan Pertamanan (DTKKP) terancam dipecat. Pasalnya, PNS golongan IIB yang bernama Roni Kaster tersebut sering tidak hadir.

“Kita sedang memproses penjatuhan hukumannya. Dia memang sudah lama tidak hadir,” ujar Sepranef.

Dikatakannya, Roni Kaster terhitung sudah dua bulan tidak pernah hadir. Sementara itu tidak ada keterangan resmi atas ketidakhadiran tersebut. Artinya, Roni Kaster termasuk PNS yang melanggar disiplin PNS.

“Kalau terbukti yang bersangkutan lebih 45 hari tidak hadir, dia bisa diberhentikan. Itu sesuai PP 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. Kadisnya sudah pernah diingatkan,” ujarnya.

Selain itu, pihak BKD pun sudah beberapa kali mengingatkan Roni Kaster. Namun, tidak ada itikat untuk mengubah prilakunya sehingga hukuman berat mungkin saja dijatuhkan.

Diterangkannya, sesuai Protap, PNS boleh izin kalau ada surat keterangan yang dikirimkan ke kepala tempat ia bekerja. Hal itupun harus atas persetujuan atasannya tersebut. Sedangkan, bagi Kepala Dinas atau kepala kantor, izinnya harus disetujui oleh Walikota.

“Selama tidak ada surat dan persetujuan Walikota, apapun alasannya, Kadis dianggap tidak hadir. Kecuali dinasnya sedang di luar, berarti ia hadir,” katanya. ***

Sumber : Tribun Pekanbaru

Gawat! Kecoa ‘Bersarang’ Di Telinga Pria ini

kecoa (ilustrasi)
kecoa (ilustrasi)

SegmenNews.com- Rasa sakit luar biasa yang dialami seorang pria Australia membawanya ke rumah sakit. Hendrik Helmer menyangka seekor laba-laba masuk telinga kanannya, namun dokter justru menemukan bangkai kecoa sepanjang tiga perempat inci atau sekitar dua sentimeter di dalamnya.

Insiden ini terjadi di kota kecil di selatan Darwin Australia. Dilansir ABC News, Helmer bangun dengan rasa sakit di telinga kanannya. Dia takut seekor laba-laba beracun memasukinya. Terlebih Australia memang terkenal sebagai benua dengan banyak spesies laba-laba berbahaya.

Helmer lantas mencoba mengeluarkan sumber rasa sakit tersebut dengan memasukkan air ke telinganya. Karena semakin sakit, dia menggunakan vacuum cleaner untuk menarik keluar serangga itu.

Tetapi usahanya sia-sia dan rasa sakitnya kian menyiksa. Helmer segera mencari bantuan medis. Akhirnya, dokter dapat mengambil serangga tersebut menggunakan tang. Pihak medis yang menangani kasus Helmer mengatakan belum pernah menemukan kasus serupa. Apalagi kecoa yang ditemukan terbilang berukuran besar.

“Mereka mengatakan bahwa mereka tidak pernah menarik serangga sebesar ini dari telinga seseorang, ” ucap Helmer kepada ABC News. Dia menambahkan, “Apapun yang masuk ke telingaku sangat tidak menyenangkan sama sekali”.

Kecoa tersebut mati setelah masuk lebih dalam ke telinga Helmer. Agar kejadian yang sama tak terulang lagi, teman-temannya menyarankan Helmer untuk menggunakan headphone saat tidur.***

sumber: viva