Beranda blog Halaman 2736

Plt BKD Siak Tolak Umumkan Hasil Tes CPNS Besok

cpnsSiak (SegmenNews.com)- Pelaksana tugas (PLT) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Siak menolak mengumumkan hasil Tes Kompetensi Dasar (TKD) seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2013 yang dilaksanakan besok, Selasa (24/12/13).

Diakui PLT BKD, Fauzi Azni tadi pagi bahwa penolakan tersebut sudah disampaikannya pada rapat seluruh BKD se-Riau.
“Kita sudah sampaikan pada rapat BKD se-Riau, bahwa kita tidak akan mengumumkan hasil TKD CPNS 2013 tersebut, karena untuk kenyamanan kerja kita, kita pilih pihak Men PANRB yang mengumumkannya,” ujarnya.

Katanya, seluruh tes dilaksanakan pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dan mereka juga yang mengumumkannya.

Diungkapkan Fauzi Azni bahwa dalam data TDK yang diberikan ke BKD Siak hasilnya ada yang memenuhi kebutuhan CPNS yang ada , dan ada yang tidak, dan hal ini tentunya tidak sesuai dengan otonomi daerah atau keinginan penerimaan CPNS yang dibutuhkan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak.

“Untuk ke efektibilitas kerja, kita minta Kementerian PANRB langsung mengumumkannya serta meng-SK kannya. Jangan lagi para peserta lulus CPNS itu di SK kan Bupati, tentunya ini akan menimbulkan banyak pertanyaan-pertanyaan dikalangan masyarakat,” terang Fauzi.***(rinto)

Dugaan Korupsi Ternak, Kejari Periksa 15 Kelompok Tani di Pelalawan

ilustrasi
ilustrasi

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Guna mendalami dugaan korupsi pengadaan hewan ternak di Dinas Peternakan (Disnak) kabupaten Pelalawan, tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pangkalan Kerinci, telah memeriksa 15 kelompok tani.

“Kita telah periksa 15 orang dari 70 kelompok tani yang menerima bantuan hewan ternak tersebut,” ungkap Kajari Pangkalan Kerinci Adnan SH melalui Kasi Pidsus Robi H Siregar SH, Selasa (23/12/13).

Namun Kasis Pidsus tidak membeberkan nama-nama kelompok tani yang telah diperiksa tersebut. Tapi yang jelas kelompok tani yang tersebar di 12 kecamatan di kabupaten Pelalawan. Mengaku telah menerima bantuan hewan ternak yang di anggarkan dari APBD Pelalawan tahun 2012 bernilai miliaran rupiah.

Tetapi bantuan hewan ternak itu banyak yang mati dan terkesan kurang pengawasan. Hingga mendapat sorotan dari DPRD pelalawan pada LKPj beberapa waktu lalu dan kini di tindak lanjuti oleh pihak Kejari Pangkalan Kerinci, guna mengungkap adanya dugaan terjadi korupsi dalam pengadaan heran ternak tersebut.

“Sebelumnya kita juga telah meminta keterangan tiga pegawai Disnak. Rencana dalam waktu dekat panitia dan kelompok tani lainnya juga akan dipanggil sebagai saksi. Karena kasusnya masih setingkat lik, jadi kita masih terus mengumpulkan data dan
keterangan saksi. Kalau sudah cukup bukti baru ditingkatkan ke dik,” papar Robi.

Pengadaan hewan ternak Disnak tahun 2012 diantaranya untuk bibit itik sebanyak 19.500 reko dengan nilai Rp1,3 miliar, yang dibagikan pada kelompok tani di daerah kecamatan Sekijang, Pangkalan Kerinci, Ukui, Pangkalan Kuras, Langgam dan Pangkalan Lesung.

Kemudian pengadan bibit itik sebanyak 4.000 ekor senilai Rp300 juta untuk kelompok tani di daerah Kecamatan Kuala Kampar dan Teluk Meranti. Sedangkan untuk bibit ayam buras sebanyak 7.000 ekor sebesar Rp212 juta untuk kecamatan Langgam, Teluk Meranti, dan Pangkalan Lesung. Bibit ayam betelur sebanyak 2.500 ekor sebesar Rp187 juta.

Selanjutnya untuk bibit ternak sapi betina sebanyak 1.200 ekor senilai Rp7 miliar lebih, sapi bali pejantan sebanyak 250 ekor sebesar Rp2 miliar, bibit ternak kerbau betina sebanyk 35 ekor senilai Rp315 juta, pejantan 8 ekor senilai Rp92 juta.

Sedangkan untuk bibit kambing betina sebanyak 150 ekor senilai Rp200 juta.***(fin)

Kades LKB Tersangka Gratifikasi Alat Berat di TNTN Ukui

int
int

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Tim penyidik Tipikor Sat Reskrim Polres Pelalawan resmi menetapkan oknum Kepala Desa (Kades) Lubuk Kembang Bungo (LKB), kecamatan Ukui inisial RKS (45) sebagai tersangka dugaan gratifikasi penangkapan alat berat di kawasan TNTN, kecamatan Ukui, kabupaten Pelalawan.

Demikian ditegaskan Kapolres Pelalawan AKBP Aloysius Supriyadi SIK MH Kasubag Humas AKP G Lumban Toruan, tadi pagi. “Setelah penyidik tipikor melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para saksi. Maka Kades Lubuk Kembang Bungo resmi di tetapkan sebagai tersangka gratifikasi dengan di jerat pasal 12 hurup e UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi,” ujar Kasubag Humas.

Dijelaskan Kasubag Humas, bahwa kasus ini mencuat setelah Polres Pelalawan mendapat laporan dari masyarakat adanya dugaan oknum Kades menerima uang dari oknum Ninik Mamak bernama Jaskun untuk melepas alat berat yang di tangkap oleh pihak Balai TNTN, pada Juni 2013 silam.

Atas informasi itulah tim penyidik Tipikor Polres Pelalawan langsung menindak lanjuti kasusnya, dengan memanggil para saksi, baik oknum Kades LKB, warga dan pihak Balai TNTN. Hasil pemeriksaan terkuak kalau penangkapan alat berat yang dilakukan oleh pihak Balai TNTN atas permintaan Kades bersama warga.

Tetapi setelah ditangkap, ternyata Kades LBK ditemui oleh Jaskun yang mengaku pengurus alat berat tersebut dan meminta agar di lepaskan kembali. Maka Kades LKB dengan Jaskun sepakat bertemu di salah satu rumah makan di pasar Ukui, dengan di saksikan beberapa warga.

Setelah dilakukan negosiasi, oknum Kades itu meminta uang sebesar Rp150 juta untuk menyelesaikan penangkapan alat berat yang dilakukan pihak Balai TNTN. Kemudian Jaskun bersedia membayar dan menyerahkan uang muka sebesar Rp10 juta dan sisanya sebesar Rp140 juta di kirim melalui rekening istri kades. Atas gratifikasi yang diduga dilakukan oknum Kades LKB itu di dalami oleh Tipikor Polres Pelalawan.

Namun sebelum menetapkan Kades LKB sebagai tersangka, Jaskun sudah terlebih dahulu ditahan oleh Polres Pelalawan, karena terliat kasus jual beli lahan fiktif dan jual beli kawasan TNTN, dengan korban yang telah melapor sebanyak tiga orang dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

“Jadi dalam waktu dekat kades Lubuk Kembang Bungo akan kita panggil untuk diperiksa sebagai tersangka gratifikasi. Guna pengembangan kasus, sebab tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru lainnya,” tambah Kasubag Humas.***(fin)

 

Ibu Tiri Adit Sempat Ngaku Bergelar SH

Adit dirumah sakit (tribun pekanbaru)
Adit dirumah sakit (tribun pekanbaru)

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Ervina alias Vina (36) ibu tiri Adit ini sempat mengaku kepada penyidik di Mapolres Kampar, Riau meraih gelar sarjana SE. Tapi di Medan, dia mengaku raih gelar SH.

Berbagai ocehan Vina bisa jadi ada bohongnya. Misalkan, awalnya di hadapan wartawan bersumpah atas nama Tuhan tak pernah memukul kepala Adit. Setelah di periksa polisi, dia mengaku memukul kepala anak tirinya pakai gagang sapu dari batang kayu.

Di hadapan penyidik juga, Vina anehnya mengaku peraih sarjana ekonomi (SE) dari Universitas Trisakti tamatan 1999.

Tapi benarkah Vina ini peraih gelar SE? “Lho, sama kami dulu waktu mau menikah dengan adik ipar saya, mengaku kalau dia gelar sarjana SH. Kok sampai Riau lain lagi gelar sarjananya,” kata Ilham (42) yang merupakan kakak ipar Surya Atmaja Ginting (35) kepada detikcom, Minggu (22/12/2013).

Menurut Ilham, warga di sekitar Jl Deli Tua di Medan tempat tinggal sebelumnya, mengetahui jika Vina selama ini mengaku meraih gelar SH.

“Boleh ditanya sama tetangganya di Medan, selama ini Vina itu mengaku sarjana hukum. Kami sendiripun sejak awal kenal tak percaya kalau dia sarjana,” kata Ilham.

“Tapi kami juga pernah tanya dimana dia dulu kuliahnya. Masak orang kuliahan kayak gitu,” kata Ilham.

“Itu si Vina memang mulutnya pandai bicara. Tapi apa yang dia bicarakan banyak menipunya,” kata Ilham.

Dalam beberapa kali kesempatan, Vina juga menyebut meraih gelar SE dari Trisakti. Vina anehnya juga tak pernah merasa menyesal atas perbuatannya yang telah menganiaya Adit. Tak sedikitpun raut wajahnya menunjukan penyesalannya atas apa yang telah dia perbuat.***(an/dtc)

Miris, Bocah 8 tahun Diwarisi Virus HIV oleh Ibunya

SegmenNews.com/okezone.com
SegmenNews.com/okezone.com

Jakarta (SegmenNews.com)- AR (8) bocah warga Depok, hanya terbaring lemah di rumahnya. Ia harus menanggung beban virus HIV yang ditularkan oleh ibunya, yang sudah meninggal karena HIV/AIDS pada tahun 2011.

AR diduga tertular virus HIV dari ibunya yang kerap bergonta-ganti pasangan. Bahkan, mendiang ibunda pernah menikah sampai empat kali. Ayahnya pun juga sudah meninggal.

Sebagai anak yatim piatu, AR tinggal bersama nenek dan tantenya. Selama sepekan ini, seluruh warga sekitar bahu-membahu saat mengetahui AR dalam kondisi sakit. AR yang kini duduk di kelas dua SD dikenal berprestasi di sekolahnya dan juara adzan di lingkungannya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga, Widyati Riyandani, mengatakan kondisi AR saat ini masih naik turun. Ditambah dengan penyakit penyerta tubercolosis yang dideritanya, serta demam hingga diare.

“Kondisinya panas naik turun, masih lemas, belum stabil, padahal keinginannya masih tetap ingin sekolah, nanti kalau AR mau tetap belajar kita komunikasikan dengan yayasan di sekolahnya,” katanya di rumah AR, Minggu (22/12/2013).

Widyati menambahkan, biaya pengobatan AR juga ditanggung Jamkesmas peralihan dan sepenuhnya dirawat di RS Cipto Mangunkusumo oleh dua dokter spesialis. Besok, lanjutnya, AR akan kembali menjalankan observasi dan transfusi darah.

“Tetap di RSCM, karena RSUD Depok belum punya fasilitas seperti itu. Soal rehabilitasi ke Sukabumi nanti dulu, lihat hasil dari Cipto Mangunkusumo,” paparnya.***(her/okz)

Wabup Rohul Tanam Pohon di UPP

Wakil Bupati, Ir Hafith Syukri menyerahkan bibit akasia kepada peserta tanam pohon
Wakil Bupati, Ir Hafith Syukri menyerahkan bibit akasia kepada peserta tanam pohon

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Rangka gerakan bulan penanaman pohon Nasional. Wakil Bupati Rokan Hulu, Ir Hafith Syukri MM meakukan penanaman phon di Universitas Pasir Pangaraian (UPP), didampingi kepala satker yang ada di kabupaten Rokan Hulu ini, Ketua GOW Rokan Hulu, Rektor UPP, Para Camat, Kades Upika dan Pimpinan Perusahaan serta para rimbawan dan rimbawati, Senin (23/12/13).

Dalam sambutannya Wabup penanaman pohon ini dilakukan merupakan salah satu bentuk rasa terima kasih kepada alam yang telah memberikan kehidupan kepada seluruh makhluk hidup di dunia. Sebab, pohon merupakan kebutuhan pokok kehidupan yaitu oksigen yang dihasilkan pohon-pohon dapat menjaga kelangsungan kehidupan manusia.

Dengan gerakan menanam phon ini, akan berguna bagi anak cucu atau generasi yang akan datang.

“Mari kita mendukung kelestarian hutan yang telah dilakukan sejak tahun 2010 lalu ini sudah ditanam sebanyak 1,3 miliar batang dan tahun 2012 sebanyak 1,5 miliar batang dan untuk tahun 2013 sebanyak 1,6 miliar batang pohon,” ungkapnya.

Gerakan penanaman pohon ini, lanjutnya, juga bertujuan untuk mengurangi dampak banjir dan tanah longsor dengan sasaran menjadikan lahan hijau dilingkungan apalagi saat ini diRokan Hulu sudah tertanam sebanyak 1.570.00 batang pohon yang berlokasi diperkebunan disetiap satker dan sekolah.***(r4n)

Ponpes Al-Kahfi Rohul Pakai Biogas dari Kotoran Sapi

biogasRokan Hulu (SegmenNews.com)- Sejak diresmikannya pemakaian bahan bakar Biogas untuk penerangan sekaligus untuk kebutuhan memasak bagi para santri. Hingga saat ini santri masih menggunakannya.

Direktur Ponpes Al-Kahfi H Rasmin Damri Lubis Lc, menyatakan penggunaan biogas ini kerjasama antara Ponpes Al-Kahfi dengan Dinas Peterakan dan Pertanian Kab Rohul, sehingga ke depan, Ponpes ini akan dijadikan salah satu sentra peternakan sapi, sebab limbah atau kotoran sapi adalah bahan utama biogas ini.

Sementara itu, Camat Bangun Purba T Fauzan STTP tadi pagi menyampaikan apresiasinya dan kebanggaan yang sangat tinggi, karena ponpes Al-Kahfi selangkah lebih maju. dengan menggunakan biogas untuk masak dan penerangan. Hal ini berarti bahwa ponpes Al-Kahfi telah ikut mengatasi kekurangan pasokan listrik yang menjadi masalah selama ini.

“Saya berharap, teknologi biogas ini dapat dikembangkan secara lebih merata di Kec Bangun Purba, termasuk untuk keperliuan rumah tangga, sehingga dapat memenuhi kebutuhan listrik dan sekaligus mengembangkan peternakan di Bangun Purba. Jika ini dapat dilakukan maka ekonomi kerakyatan akan lebih hidup,” tegas Fauzan.***(r4n)

Rano Karno Didukung Jadi Gubernur Banten

ranoJakarta (SegmenNews.com)- Partai Golkar mengaku siap mendukung Rano Karno jika nantinya Wakil Gubernur Banten itu jadi menggantikan Ratu Atut Chosiyah sebagai Gubernur Banten.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPP Partai Golkar, Bidang Hubungan Legislatif dan Lembaga Politik, Priyo Budi Santoso. Menurutnya Rano juga merupakan pilihan partai Golkar saat memutuskan untuk berkoalisi dengan PDI-P di Provinsi Banten.

“Rano (Karno) juga dulu pilihan Golkar, bersama-sama dengan PDI-P kami usung Atut-Rano. Kalau di dalam perjalanannya ada sesuatu proses hukum dan pak Rano naik, maka pasti kita dukung, apalagi pak Rano orang baik,” ujar Priyo di Jakarta Convention Center, Sabtu 21 Desember 2013.

Selain menyatakan akan mendukung Rano, Priyo juga memastikan bahwa Golkar nantinya tidak akan ‘menggoyang’ posisi Rano jika sudah naik menjadi Gubernur. Karena menurut Priyo, Golkar tidak mempunyai urusan untuk itu.

“Saya pastikan tidak, tidak ada praktisi Golkar untuk balas dan menggoyang kan tidak ada urusan, apalagi pak Rano orang baik,” katanya.***

sumber: viva

KPK: Berkas Tiga Tersangka Korupsi Pilkada Lebak Lengkap

Johan Budi
Johan Budi

Jakarta (SegmenNews.com)- Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan bahwa berkas pemeriksaan 3 orang tersangka dalam kasus dugaan suap penanganan sengketa pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi sudah lengkap.

Ketiga tersangka itu antara lain, Mantan Ketua Konstitusi Akil Mochtar, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan serta Susi Tur Andayani.

“Memang benar, berkas tiga tersangka di kasus suap sengketa Pilkada Lebak sudah dinyatakan lengkap,” ujar Jubir KPK, Johan Budi, saat dikonfirmasi, Minggu 22 Desember 2013.

Namun, meskipun sudah dinyatakan lengkap, berkas Akil belum bisa dilimpahkan ke persidangan. Karena masih terjerat kasus lain yang masih dalam proses penyidikan. Seperti kasus sengketa pilkada di Palembang, Gunung Mas dan Empat Lawang.

“Berkas AM disatukan dengan kasus lain, sehingga belum bisa dilimpahkan,” imbuh Johan.

Selain Akil, berkas Wawan juga mengalami hal yang sama. Adik Ratu Atut tersebut masih terjerat kasus yang proses penyidikannya masih berjalan, yakni dugaan korupsi dalam pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan. Dengan demikian, hanya berkas Susi yang bisa dilimpahkan dan naik ke tingkat penuntutan.***(her)

sumber: viva

2014, Uang Rupiah Mirip Dollar Bertuliskan NKRI

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta (SegmenNews.com)- UANG Rupiah di desain baru dengan nama uang Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang akan hadir pada 17 Agustus 2014 mendatang, diklaim lebih aman dan sulit dipalsukan.

“Kita akan usahakan lebih aman agar tidak bisa dijiplak atau dipalsukan,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas di kantor pusat BI, (22/12/2013).

Menurutnya, mungkin untuk desain tidak jauh berbeda, tapi secara siginifikan perbedaan uang NKRI ini akan terlihat pada tandatangan, tulisan dan gambar.

Saat ini uang yang beredar masih tetap berlaku. Nanti uang lama akan kita tarik secara bertahap. Dan secara normal uang NKRI akan digunakan 20 tahun mendatang.

“Tidak langsung tanggal 17 nggak berlaku. Meski ada seri baru uang NKRI, uang lama masih berlaku terus. Normalnya 10 -20 tahun,” katanya.

Nantinya, katanya, uang NKRI akan seperti dolar AS. Selain tandatangaan Gubernur BI ada juga tandatangan Menteri Keuangan.***(her/pol)