Beranda blog Halaman 2740

Bupati Rohul Lantik Kades Serombo Indah

Drs H Achmad Msi
Drs H Achmad Msi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Bupati Kabupaten Rokan Hulu Drs H. Achmad, Msi melantik kades Serobo indah, Basri H, Kecamatan Rambah Hilir, Selasa (7/1/14) di kantor desa serombo indah.

Pelantikan itu disaksikan langsung oleh para porkopinda dan kepala dinas badan kantor serta ketua tim penggerak PKK Rokan Hulu.

Dalam sambutannya Bupati Rokan Hulu Drs H. Achmad, Msi menyampaikan bahwa untuk mensejahterakan masyarakat di Rokan Hulu maka pemerintah akan membangun pedesaan lewat dana anggaran desa yang diberikan perdesa se Kabupaten Rokan Hulu yang di mulai tanggal 1 Januari 2014.

Untuk desa serobo indah akan diberikan Rp 1 miliyar untuk pembangunan jalan, jembatan, dan pembangunan infrastruktur lainnya serta sarana pendidikan dan kesehatan.

Dan mengingat jalan arah ke Desa Serombo Indah kurang bagus maka untuk tahun ini jalan jalan arah kesana akan disirtu atau akan dibase. Bupati merencanakan Kecamatan Rambah Hilir dari desa surau munai ke desa muara rumbai akan dibangun jembatan. Hal tersebut untuk memudahkan warga ke ibukota kecamatan Rambah hilir.

Dalam hal ini Bupati juga mengatakan agar kepala desa yang baru dapat merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali tanpa membedakan pilihan namun ratakan seluruh peyanan kepada masyarakat.

“Jangan ada tebang pilih namun bersama-sama memajukan Desa serombo Indah hususnya dan kecamatan rambah hilir umumnya, dalam hal ini Bupati juga ingatkan kepada amasyarakat agar memberikan kesempatan kepada sang kades baru untuk menjalankan program-programnya terutama untuk kemajuan desa serombo, dan gunakan filosofi musyawarah mufakat untuk menyelesaikan setiap permasalahan,” ingat Bupati.

Dalam kesempatan tersebut ketua tim penggerak PKK Rokan Hulu, Hj maghdalisni Achmad juga menyerahkan paket peralatan olah raga untuk pemuda dan menyerahkan sebanyak 25 paket sembako untuk kaum duafa.***(adv/hum/r4n)

Bupati Siak: Empat Ranperda Bersifat Urgen dan Mendesak

Bupati Syamsuar
Bupati Syamsuar

Siak (SegmenNews.com)- Bupati Siak, Syamsuar menegaskan bahwa empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda)yang diserahkan kepada DPRD merupakan sangat Urgen dan mendesak.

Empat Ranperda penting tersebut yakni, ranperda wajib belajar 12 tahun, pembangunan gedung, Ranperda tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, dan Ranperda tentang retribusi memperkerjakan tenaga kerja asing.

Menurut Bupati, Ranperda wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Siak sangat penting, mengingat kondisi penduduk saat ini mayoritas tamatan SLTP, dengan adanya ranperda ini diharapkan meningkatkan kualitas SDM dan mengurangi anak putus sekolah pada usia 18 tahun, karena ketidak mampuan orang tua.

“Kita ingin meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Siak melalui pendidikan, apalagi undang-undang nomor 23 tahun 2002 tetang perlindungan anak-anak berumur 18 Tahu kebawah berhak mendapatkan pendidikan. Melalui Ranperda wajib belajar 12 Tahun itu, diharapakan bisa meningkatkan SDM serta mendukung program pendidikan gratis di Kabupaten Siak yang telah kita laksanakan,” ungkap Syamsuar yang juga Ketua DPD II Partai Golkar ini.

Sementara Ranperda tentang retribusi memperkerjakan tenaga kerja asing, sebut Bupati, Pemerintah Pusat telah memberikan kesempatan kepada Pemkab untuk menarik retribusi bagi perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA).

“Kita akan mendapatkan retribusi 100 dolar perbulannya, Itukan duit yang bisa menambah PAD,” ujar Bupati.***(rinto/adv)

Dibangun BOB, PLTG Siak Selesai April Mendatang

BOB Sosialisasi PLTG
BOB Sosialisasi PLTG

Desa Mengkapan (SegmenNews.com)- Dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik untuk operasional BOB yang selama ini masing ketergantungan pasokan listrik dari PT. Chevron, BOB membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkapasitas 30 Megawatt (mw) yang terletak di lapangan Pusaka dimulai tahun 2013.

Pembangunan PLTG tersebut diperkirakan selesai pada April tahun 2014. Penggerak turbin PLTG ini berbahan bakar gas (8 hingga 9 MMSCFD) dan juga berbahan bakar cadangan berupa HSD atau minyak solar. Untuk menyalurkan gas sebagai bahan bakar penggerak pembangkit listrik, BOB membangun jaringan pipa gas sepanjang 25 kilometer dan berdiameter 6” dari Lapangan Kuat di Pulau Padang menyeberang Selat Lalang sampai ke lokasi PLTG di Lapangan Pusaka.

Sehubungan dengan pekerjaan tersebut terutama pipa gas bawah laut, BOB melakukan sosialisasi kembali pada masyarakat di Desa Mengkapan. Sosialisasi ini dihadiri sekitar 70 warga terdiri dari Kepala Desa, Ketua dan Anggota BPD, Ketua ketua RW dan RT, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat lainya. Dari Pihak BOB diwakili oleh Team Manager Engineering. Nazaruddin Rahman, Nopriandri dan M. Muhaimin dari Humas dan Manajer projek PT. Budi Daya Mandiri (PT. BDM)Aji Sudin.

Kepala Desa Mengkapan, H. Nawawi dalam sambutan pembukaan sosialisasi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BOB untuk kembali memberikan penjelasan dan pemahaman kepada masyarakat Desa Mengkapan tentang proyek pembangunan PLTG. Harapannya dengan sosialisasi yang ke 3 kalinya ini lebih dapat meningkatkan hubungan mutualisme simbiosis, sehingga masyarakat terbantu dan kelancaran operasional proyek dapat berjalan dengan baik.

Nazaruddin Rahman, yang merupakan koordinator Proyek PLTG menyampaikan tentang latar belakang BOB membangun Power Plant yang memanfaatkan gas dari lapangan migas Kuat di Pulau Padang milik PT. Kondur SA. Untuk menyalurkan gas tersebut, BOB membangun jaringan pipa gas sepanjang 25 kilometer yang terdiri dari 6 km di bawah laut dan 19 km yang ditanam melintasi Desa Mengkapan. Pembangunan jaringan pipa gas tersebut mengikuti standar yang berlaku dengan pengawasan sangat ketat dan berlapis sehingga menjamin keamanan dan keselamatan terhadap konstruksi dan operai pipa gas tersebut.

Manager Proyek PT. BDM, Aji sudin menambahkan bahwa dalam pelaksanaan pembangunan tansmisi pipa gas tersebut selalu berkoordinasi dengan kepala desa dalam rangka melakukan pemberdayaan dan pemanfaatan tenaga kerja tempatan dalam pelaksanaan projek.

Acara sosialisasi ini berjalan dengan penuh kehangatan dan terjadi komunikasi dua arah dengan adanya sesi tanya jawab dan penyampaian harapan warga yang ditujukan kepada perwakilan BOB dan PT. BDM.***(rls/rinto)

DPRD Siak Tolak Ranperda Penyiaran TV dan Radio

Ketua DPRD Siak Zulfi Mursal
Ketua DPRD Siak Zulfi Mursal

Siak (SegmenNews.com)- Ketua DPRD Kabupaten Siak menolak Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang penyiaran Televisi dan Radio yang diajukan oleh Bupati Syamsuar, Senin (6/1/14). Sementara empat Ranperda lagi diterima.

Empat Ranperda yang diterima masuk tahap pembahasan tersebut yakni, Ranperda tentang wajib belajar 12 tahun, Ranperda tentang pembangunan gedung, Ranperda tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, dan Ranperda tentang retribusi memperkerjakan tenaga kerja asing.

Sementara penolakan Ranperda penyiaran Televisi dan Radio, pihak DPRD menilai tidak dikelola oleh Pemda. Oleh itu, DPRD meminta Pemkab Siak untuk meninjau ulang usulan tersebut.

“Mengenai usulan Ranperda tentang penyiaran televisi dan radio yang dikelola oleh Pemkab Siak ditolak itu, sebab dalam study banding anggota dewan ke beberapa daerah, ternyata radio dan televisi tersebut tidak dikelola Pemkab. Dan kalaupun ada, tentunya kinerjanya tidak maksimal sesuai yang diharapkan,” sampai Ketua DPRD Siak Zulfi Mursal.

Zulfi menilai bahwa, keberadaan penyiaran radio dan televisi Siak yang dikelola oleh Pemkab Siak, saat ini masih belum maksimal dan belum bisa berdampak positif bagi masyarakat. Apalagi menghasilkan laba, dan seharusnya pengelolaan itu diserahkan saja kepada pihak swasta agar lebih maksimal. Seperti Contohnya, Siak TV, saat ini covereg area penyiarannya masih sebatas Kecamatan Siak dan Mempura saja.

“Mengenai payung hukum dari Radio dan Televisi Siak sebenarnya telah ada, hal itu telah diatur dalam Peraturan Bupati. Hanya saja Pemkab Siak ingin agar keberadaan Penyiaran Radio dan Televisi Siak diatur dalam peraturan yang lebih tinggi, yakni Perda,” ujar Zulfi.***(rinto)

Serakan Tanah Timbun Ancam Nyawa Pengendara di Pelalawan

ilustrasi
ilustrasi

Pangkalan Kuras (SegmenNews.com)- Hingga hari ini, Selasa (7/1/14) tanah timbun yang diangkut truk masih berceceran di sepanjang jalan Pemda, kota Pangkalan Kerinci. Hal itu membuat sejumlah pengendara kesal, mereka takut nantinya akan mengancam nyawa pengendara.

Pengendara, Fadli (28) mengaku kesal dengan kondisi jalan yang dikotori tanah timbun. Sebab jika hujan turun jalan tersebut akan licin, begitu juga sebaliknya jika panas, jalan akan berdebu.

“Jalan disini sangat mengganggu pengendara dan setiap saat mengancam nyawa pengendara jika hujan turun. Kesehatan masyarakat juga akan terganggu, sebab kalau musim panas jalan ini akan berdebu,” kesal Fadli.

Kekesalan juga diungkapkan oleh masyarakat yang membukan usaha disekitar lokasi tersebut, Upik. Diakuinya barang dagangannya penuh debu jika hari panas, akibat tanah timbun itu.

“Debu dari tanah timbun itu membuat barang dagangan didalam toko saya berdebu. Salpol-PP harus segera menindak truk-truk tersebut sebelum ada korban nyawa,” pintanya.

Sementara itu, Kasatpol PP Pelalawan, Nipto Anin SSos dikonfirmasi wartawan terkait keluhan warga, langsung merespon dan menurunkan anggotanya untuk menegur para supir truk dan pemilik lokasi lahan yang sedang di tumbun tersebut.

“Saya telah memerintahkan anggota untuk mengecek ke lapangan dan menegur supir truk yang membuat tahan berceceran di jalan. Serta mencari tau siapa pemilik lahan yang sedang di timbun untuk meminta segera membersihkan jalan penuh kotoran tanah itu. Kalau teguran tetapi tidak di taati maka kita beri sangksi dan bila perlu di tutup sementara lokasi penimbunan, karena telah meresahkan warga,” tegas Nipto.***(fin)

Pemda Pelalawan Diminta Hentikan Operasional Indomaret

indomaret1Pangkalan Kuras (SegmenNews.com)- DPRD Pelalawan dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Pelalawan sepakat meminta Pemerintah Kabupaten Daerah (Pemda) Pelalawan menghentikan operasional mini market Indomaret yang beroperasi di Jalan Lintas Timur, Kota Pangkalan Kerinci.

“Kita dari DPRD sangat menyangkan kebijakan Pemda yang memperbolehkan Indomaret tetap beroperasi. Sementara kita dapat informasi belum mengantongi izin lengkap,” ujar anggota Komisi A DPRD Pelalawan Drs Sozifao Hia.

Apalagi diakui politisi PDI Perjuangan ini, beroperasinya Indomaret bukan saja belum mengantongi izin, tapi juga para pedangan kecil dan kaki lima telah menolak atas rencana pendirian Indomaret. Namun tetap saja dibiarkan beroperasi tanpa ada tindakan tegas dari pemerintah setempat.

“Seharusnya pemerintah lebih membuka mata dengan melihat beberapa daerah yang ada minimartnya, para pedagang kecilnya tidak berkembang karena kalah saing dengan minimarket yang memiliki modal besar, Apalagi mereka berani jual harga sama dengan agen atau grosir,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan.

Sementara di kota Pangkalan Kerinci sudah memiliki dua pasar modren yakni Ramayana dan Mandiri Swalayan, ditambah ada beberapa toko besar lainnya. Sehingga untuk menampung para konsumen sudah terpenuhi, dan pedangan kaki lima masih tetap bertahan demi memenuhi kebutuhan mereka.

“Pemda harus bijaksana dan tidak sesuka hati memberikan izin kepada mereka para pemodal besar yang akan berdampak buruk pada pengusaha lokal,” ungkap Sozifao.

Tapi dengan kehadiran Indomaret yang selalu mendapat perlawanan di berbagai daerah termasuk di kota Bono, tetap beroperasi. Setelah menjual produk yang rata-rata dipasok dari induknya Indomar di Jakarta. Sehinga barang dagangan mereka dapat di jual harga murah karena barang mereka langsung di datangkan dari pabriknya.

Maka kondisi permainan harga itulah mereka mampu menarik simpati konsumen. Tetapi mengabaikan hidup para pedangan kecil yang harus membeli barang dari agen atau grosir. Dengan kondisi itulah membuat para pedangan kaki lima dibuat galau pasca beroperasinya Indomaret.

Ditempat terpisah Ketua Apindo Kabupaten Pelalawan Rusdianto SE, juga meminta dengan tegas agar Pemkab tidak mengeluarkan izin operasi minimart di Pelalawan karena sudah jelas akan mematikan pengusaha lokal yang memiliki modal kecil.

“Kalau tetapi izinya dikeluarkan, sudah pasti para pedagang kecil akan merasa kecewa sekali dengan Pemda, karena akan mematikan usaha mereka. Untk itu Pemda jangan melihat untuk mengejar PAD, tapi mengabaikan nasib pedangan kecil,” ulas Rusdianto.

Ditambahkan Rusdianto yang juga Ketua KNPI Pelalawan, jauh-jauh hari pedangan sudah menyampaikan penolakan. Hingga aspirasi telah disampikan kepada Pemda. Namun sayang keluhan para pedangan kecil belum mendapat respon. Setelah Indomaret kini sudah sepekan lebih beroperasi tanpa ada tindakan tegas.

“Jangan hanya kepentingan bisnis dan menarik infestor, tapi mengorbankan pedangan kecil yang hanya berusaha untuk memenuhi kebutukan. Sementara para pengusaha luar datang mencari ke untungan tanpa memperhatikan warga tempatan,” timpanya.

Ditempat terpisah Bupati Pelalawan HM Harris ketika ditemui, Selasa (7/1/14) mengaku kalau tidak ada izin harus di tertibkan. Namun keberadaan Inomaret kini sedang dilakukan pengkajian lebih lanjut. Demi kelangsungan keberadaan pasar tradisonal dan pasar modren.

“Kalau tida ada izin harus ditertibkan oleh pihak Satpol PP yang turun bersama Dinas Pasar,” tegas Bupati.***(fin)

Kepergok Pacaran di Semak, Siswi SMA di Perkosa Dua Pria

Kanit Reskrim Ipda Syadina Ali memperlihatkan dua pelaku pemerkosa gadis ABG dikawal tim Sat Reskrim Polsek Pangkalan Kuras.
Kanit Reskrim Ipda Syadina Ali memperlihatkan dua pelaku pemerkosa gadis ABG dikawal tim Sat Reskrim Polsek Pangkalan Kuras.

Pangkalan Kuras (SegmenNews.com)- Bunga (inisial) 18 tahun salah satu siswi SMA di Sorek, Kabupaten Pelalawan diperkosa oleh dua pria beristri yakni, Adrianto (23) bersama Putra (20) dalam semak-semak di Jalan Lintas Bono, Kecamatan Pangkalan Kuras.

Aksi pemerkosaan itu terjadi saat korban bersama pacarnya Ep (18) lagi menikmati malam Minggu sekitar pukul 21.30 WIB di dalam semak. Namun saat keduanya memadu kasih, mereka di gerebek oleh dua pria beristri. Dua pria tersebut mengancam akan membawa mereka ke rumah Ketua RT setempat.

Pelaku juga meminta uang sebesar Rp 1 juta. Karena tidak ada uang lalu Ep meminta untuk pulang menjemput ke rumah. Sementara korban di sandera pelaku, di dalam semak. Melihat kemolekan gadis ABG itu, pelaku naik nafsunya. Tapi sebelum melangsungkan aksinya HP korban di rampas.

“Saya di ancam kalau mau selesai, harus mau gituan (Berhubungan badan). Tapi mereka meminta jangan bilang sama pacarku,” kata korban kepada penyidik Sat Reskrim Polsek Pangkalan Kuras.

Lalu tersangka Andrianto menarik korban ke kebun sawit dan karet yang tidak jauh dari lokasi tersebut. Kemudian satu persatu pakaian korban dilucuti. Walau korban sempat berontak tapi tenaga pelaku lebih kuat, hingga tidak mampu menghindar ketika celana jensnya ikut dipelorot sampai ke lutut.

Dalam kondisi terlentang pelaku langsung menerkam korban. Walau korban sempat menjerit tapi pelaku tidak peduli dan terus mengerayangi tubuh korban dan meremas dua gunung milik korban.

“Walau sempat melawan dan terus berontak, tapi dada saya di tekan kuat dari atas. Maka saya di bisa memperkosanya,” papar korban dengan mata berkaca-kaca.

Sebelum mencapai klimak memperkosa korban, tiba-tiba pacarnya datang bersama warga yang langsung menangkapi kedua pelaku. Tanpa sempat kabur, massa yang ramai sempat memukuli kedua pelaku, tapi untung petugas kepolisian dari Polsek Pangkalan Kuras cepat tiba di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi melalui Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol H Rekson SE MH didampingi Kanit Reskrim Ipda Syadina Ali, Selasa (7/1/14) membenarkan dua pelaku pemerkosaan dan pemerasan tersebut telah diamankan.

“Kedua pelaku ditangkap warga, dan berhasil diselamatkan dari amuk massa, setelah anggota cepat turun mengamankan pelaku. Kini keduanya telah diamankan untuk diproses lebih lanjut,” tegasnya.

Sedangkan korban usai membuat pengaduan langsung dibawa visum ke rumah sakit. Tapi kondisi masih shok hingga belum bisa masuk sekolah. Sedangkan kini dirinya telah duduk dibangku kelas tiga salah satu SMA di Pangkalan Kuras.***(fin)

Samsung perkenalkan Galaxy Note Pro 12.2 inci

samsungJakarta (SegmenNews.com) – Samsung memperkenalkan produk baru di lini tablet, yaitu Galaxy Note Pro 12.2 inci pada Consumer Electronics Show (CES).

Perangkat itu dilengkapi layar beresolusi 2560 x 1600 pixel dengan 3 GB RAM, dan berjalan dengan sistem operasi Android 4.4 KitKat serta memiliki dua versi, 3G dan 4G.

Versi 3G dimotori prosesor Exynos 5 Octa, sementara 4G dengan quad-core Qualcomm Snapdragon 800 chip.

Fitur lainnya meliputi LTE, dukungan untuk S Pen stylus Samsung, kamera belakang 8 megapiksel dan 2 megapiksel untuk kamera depan.

Tablet ini didukung dengan baterai 9500mAh dan tersedia dalam dua pilihan memori, 32GB dan 64GB.

Dengan ukuran 295.6 x 204 x 7.95mm, Galaxy Note Pro 3G memiliki bobot 750 gram dan versi 4G memiilki berat 753 gram.

Samsung juga mengenalkan Samsung Galaxy Tab Pro dengan spesifikasi yang mirip dengan Note Pro kecuali fungsionalitas S Pen, demikian digitalspy.com.***

sumber: antara

Pemberlakuan e-KTP Nasional Diundur

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauz
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauz

SegmenNews.com – Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan pemberlakukan efektif kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) secara nasional mundur dari rencana semula 1 Januari 2014, karena banyak warga belum merekam data kependudukan dan memiliki fisik e-KTP.

“Ini sebenarnya banyak yang belum (merekam). Kalau berlaku, sudah mulai berlaku. Tetapi efektif 100 persen (secara nasional) itu bisa kita geser tanggalnya,” kata Gamawan, Senin (6/1/2014).

Dia mengatakan banyaknya warga yang belum merekam itu disebabkan masih enggan mendatangi kantor kecamatan, selain itu juga ada warga yang tinggal di pedalaman sehingga sulit dijangkau petugas pencatatan.

“Ada warga yang sudah memiliki KTP seumur hidup dan berpikir tidak perlu membuat KTP elektronik lagi karena sudah berlaku seumur hidup. Itu kan sebenarnya mereka sendiri, maka kami imbau merekamlah yang belum merekam,” tambah Gamawan.

Meskipun belum efektif secara nasional, e-KTP sudah dapat digunakan untuk keperluan instansi atau lembaga pelayanan publik dan program Pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat, seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Target perekaman data e-KTP telah mencapai 175 penduduk, namun hingga awal 2014 masih banyak warga yang sudah merekam data kependudukan namun belum menerima fisik kartu e-KTP.

Terkait akan hal itu, Mendagri meminta aparat di daerah untuk aktif mencari keberadaan fisik e-KTP warga tersebut.

Dia mengatakan keberadaan fisik e-KTP yang belum diterima warga tersebut kemungkinan besar terselip di kecamatan lain, karena Pusat sudah mendistribusikan semua e-KTP ke daerah.

“Semua yang sudah merekam itu akan kami periksa lagi, sehingga akan ketahuan dimana (e-KTP) itu,” ujarnya.***

Sumber : antara

Dishut Kampar Amankan Kayu Ilog di Areal PT Ciliandra Perkasa

Kepala Dinas Kehutanan Kampar M Syukur dan Kabid Darwin Saragih melihat kayu hasil ilog Senin (6/1/2014)
Kepala Dinas Kehutanan Kampar M Syukur dan Kabid Darwin Saragih melihat kayu hasil ilog Senin (6/1/2014)

Bangkinang kota (SegmenNews.com)– Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Kampar berhasil mengamankan 18 tual kayu jenis meranti campuran di Sungai Batang Ulak, Desa Siabu, Kecamatan Salo, tepatnya di dalam area PT Ciliandra Perkasa, Sabtu (4/1/2014) sekira pukul 14.00 WIB.

Kepala Dinas Kehutanan. H M Syukur didampingi Kepala Bidang Penataan dan Perlindungan Hutan Darwin Saragih kepada wartawan, Senin (6/1/2014), di Kantor Dishut Kabupaten Kampar, mengatakan, penangkapan kayu-kayu itu berkat adanya laporan masyarakat.

“Pelaku berinisial P dan saat ini dalam penyelidikan kami, diduga pelaku ini pelaku pemain lama juga,” ujar Syukur.

Sementara itu Kepala Bidang Penataan dan Perlindungan Hutan, Darwin Saragih menyampaikan, ucapan terima kasih kepada masyarakat Kampar atas sikap pro aktif masyarakat dalam melakukan pemberantasan illegal logging.

“Sehingga tindakan ileggal logging ini benar-benar bersih pada tahun 2014 ini,” tutur Darwin.

Dikatakannya, Tim dari Dinas Kehutanan Kampar turun ke lokasi setelah begitu mendapatkan informasi dari masyarakat langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

Menurut Darwin, bahwa yang ikut serta dalam operasi ini yang dilaksanakan kemarin yaitu Kepala Seksi Keamanan dan Kebakaran Hutan Muslim dan KPH Kampar Kiri Ej Mulyono, Fauzan.

“Setelah sampai ke Sungai Batang Ulak terlihat hanya tinggal 18 tual kayu, diduga kayu usai diangkat sebagian. Terlihat bekas dari bekas kayu baru diangkat,” ujarnya.

Setelah kayu diamankan. Kayu-kayu itu langsung diangkut ke Dinas Kehutanan Kampar. “Kayu ini nantinya akan kita lelang,” ulasnya.

Terkait siapa pelaku Ilog ini, pihakbya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. “Sudah dua orang saksi yang kita periksa dari masyarakat dan Dinas Kehutanan sendiri,” pungkas Darwin.**(zul/kn)