Beranda blog Halaman 2769

Mourinho Sebut Bek West Brom ‘Mickey Mouse’

mroinhoLondon(SegmenNews.com) – Pertandingan antara Chelsea dan West Bromwich Albion akhir pekan lalu rupanya menyisakan cerita panas yang melibatkan pelatih Chelsea, Jose Mourinho, dengan bek West Brom, Jonas Olsson.

Seperti dilansir Daily Mail, Mou terlibat perseteruan dengan Olsson hanya beberapa saat setelah meninggalkan lapangan pergantian, tepatnya saat berada di lorong menuju ruang ganti.

Pelatih berjuluk The Special One itu menyebut Olsson sebagai ‘pemain Mickey Mouse’. Sang bek membalasnya dengan kata-kata kasar dalam bahasa Inggris, yang berarti ‘Enyah kau!’

Kericuhan yang melibatkan dua orang tersebut membesar hingga melibatkan sekitar 20 pemain dari kedua tim. Petugas keamanan pertandingan terpaksa turun tangan untuk menghentikan kericuhan.

Namun keduanya sama-sama mampu membuktikan kedewasaan mereka. Mou dan Olsson mengakhiri perseteruan mereka saat bertemu kembali 30 menit kemudian, saat sama-sama akan meninggalkan Stadion Stamford Bridge.

Laga yang digelar di kandang Chelsea itu nyaris berakhir bencana bagi Chelsea. Sempat unggul lebih dulu lewat Samuel Eto’o hingga babak pertama usai, The Blues berbalik tertinggal di babak kedua lewat gol Shane Long dan Stephane Sessegnon.

Chelsea berhasil terhindar dari hasil memalukan setelah Eden Hazard mencetak gol lewat tendangan penalti pada menit ke-90+4. Hukuman penalti didapat setelah Steve Reid menjatuhkan Ramires.

Namun kontroversi menyertai keputusan wasit Andre Marriner. Banyak yang menganggap Ramires sengaja menjatuhkan diri. Keputusan ini pula yang membuat situasi memanas setelah pertandingan.

Meski demikian, Mourinho menilai Marriner telah mengambil keputusan yang benar. Sebaliknya, ia justru mengritik keputusan sang wasit yang tidak memberikan hukuman kepada West Brom dalam proses terjadinya gol kedua The Baggies.

“Tak ragu lagi (itu memang penalti),” kata Mourinho. “Dan saya juga tak ragu bahwa wasit melakukan kesalahan dalam proses gol kedua mereka, jadi yang seharusnya kesal adalah kami.”

“Tetapi saya tidak akan mengubah pendapat saya, Andre adalah salah satu yang terbaik di Ingris dan Eropa, bagi saya. Saya takkan mengubah pandangan saya hanya karena satu pertandingan yang buruk,” pelatih berusia 50 tahun itu mengakhiri.***

Sumber: www.inilah.com

Ditemukan Lukisan Berusia 10.000 tahun

Lukisan gua berusia 10.000 tahun ditemukan di wilayah Brasil. | Liana Joseph/WCS
Lukisan gua berusia 10.000 tahun ditemukan di wilayah Brasil. | Liana Joseph/WCS

SegmenNews- Para pakar konservasi menemukan lukisan dari zaman purba saat melakukan tracking spesies white lipped peccaries (Tayassu peccaries), hewan serupa babi hutan, di dataran tinggi Cerrado, Brazil.

Lukisan dari zaman purba yang ditemukan menunjukkan gambaran armadillo, burung, reptilia, dan beragam figur geometris. Wildlife Conservation Society (WCS) dan Instituto Quinta do Sol ialah organisasi yang terlibat penemuan ini.

“Karena kita bekerja di daerah terpencil, kita kadang menemukan sesuatu yang mengejutkan, dalam kasus ini, satu temuan yang tampaknya penting bagi pemahaman kita tentang sejarah budaya manusia di tempat itu,” kata Alexine Keuroghlian, peneliti di WCS Program Brazilia.

Setelah penemuan, Keuroghlian mengontak pakar seni goa, Rodrigo Luis Simas de Aguiar. Menurut Aguiar, seperti diberitakan Daily Mail, Senin (11/11/2013), lukisan goa itu berasal dari masa antara 4.000 hingga 10.000 tahun lalu.

Lukisan tersebut dibuat oleh manusia yang masih berada pada peradaban berburu dan meramu yang mendiami sebuah goa dan melukis sebagai aktivitas seni. Aguiar mengatakan, gaya lukisan itu sesuai dengan tradisi Planalto, peradaban di dataran tinggi bagian tengah Brasil.

Ada beberapa keanehan dalam lukisan tersebut. Pertama, beberapa lukisan memiliki kemiripan dengan budaya Nordeste dan Agreste di timur laut Brasil. Hal lain, figur Tayasu perccaries justru tak ditemukan. Aguiar berencana melakukan riset lebih lanjut tentang lukisan itu.***

sumber:kompas

Dilaporkan Menipu, Syamsurizal Belum di Periksa

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Penyidik Polresta Pekanbaru, belum menjadwalkan kapan Kepala Inspektorat Provinsi Riau, Syamsurizal, diperiksa terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp1,4 miliar milik seorang PNS di lingkungan Pemprov bernama Syafril Tamun dan dugaan penipuan penjualan mobil dinas kepada Yusran, keponakan Syafril Tamun.

Wakil Kepala Polresta Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono, beralasan bahwa pihaknya, masih memintai keterangan saksi-saksi dari pelapor. Namun demikian, pihaknya berjanji akan memanggil mantan Bupati Bengkalis itu secepat mungkin.

“Saat ini, penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti dan memintai ketarangan saksi-saksi dari pelapor. Jika saksi-saksi sudah dimintai keterangannya dan barang bukti dirasa cukup, maka secepatnya kita panggil (Syamsurizal) untuk kita periksa, karena kita tidak mungkin memeriksanya jika bukti-bukti belum kuat,” ungkap AKBP Putut, seperti dilansir  Tribun Pekanbaru, Senin (11/11/2013).

Pemanggilan untuk terlapor, lanjut Putut, dilakukan tanpa izin dari instansi tempat terlapor bekerja, meskipun dia seorang pejabat, karena tidak ada prosedur kepala dinas maupun kepala Inspektorat diperiksa, harus izin Gubernur.

“Artinya, pemanggilan untuk diperiksa, langsung ditujukan kepada yang bersangkutan (terlapor), bukan kepada instansi tempat bersangkutan bekerja,” terang Putut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat (8/11/2013) lalu, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Riau, Syafril Tamun, melaporkan Syamsurizal ke Mapolresta Pekanbaru, atas dugaan penipuan dan menggelapkan uang sebesar Rp1,4 milik Syafril Tamun sejak November 2012 lalu. Uang miliaran lebih itu, rencananya akan digunakan Syamsurizal untuk memuluskan langkahnya menjadi Sekda Provinsi Riau.

Tapi sayangnya, langkah mantan Bupati Bengkalis itu untuk menjadi Sekda Provinsi Riau, terhenti setelah Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, menetapkan Zaini Ismail sebagai Sekda Provinsi Riau. Kemudian, Syafril Taman mencoba meminta uang yang dipinjamkan kepada Syamsurizal untuk segera dikembalikan, tapi upayanya agar uang itu segera dikembalikan Syamsurizal, berbuntut panjang hingga akhirnya, Syafril Tamun melaporkan Syamsurizal ke Mapolresta Pekanbaru.

Selain melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan, warga sipil lainnya bernama Yusran yang juga keponakan Syafril Tamun, juga ikut melaporkan Syamsurizal ke Mapolresta Pekanbaru, karena Kepala Inspektorat Provinsi Riau itu, diduga menjual mobil dinas jenis Nissan Terrano kepada Yusran seharga Rp110 juta dengan tiga kali pembayaran melalui orang dekatnya bernama Ade Marton.

Setelah uang sebesar Rp110 juta lunas dibayarkan, Yusran langsung mengambil mobil tersebut. Namun setelah mobil diterima, Yusran langsung kaget, karena mobil Nisaan Terrano itu mengantongi dua nomor polisi, yaitu BM 17 pada STNK, dan BM 1986 NK pada kendaraannya. Pengakuan Ade Marton kepada Yusran, mobil tersebut sudah dilelang.

Merasa tidak yakin dengan apa yang disampaikan Ade Marton, Yusran pun langsung menanyakan keraguan pada STNK dan plat kendaraan yang berbeda tersebut kepada Biro Perlengakapan Provinsi Riau. Setelah ditanya, ternyata mobil tersebut masih aset negara. Tidak hanya itu, bahkan kedua nomor polisi tersebut, tidak ada yang benar, karena pengakuan pihak Biro Perlengakapan, nomor polisinya yang asil BM 1146 AP. (*)

 

Herman-Agus Teken Pakta Integritas Anti Korupsi

hermanPekanbaru (SegmenNews.com) Pasangan calon Gubernur Riau dan wakil Gubernur Riau, Herman Abdulah-Agus Widayat menandatangani pakta integritas anti korupsi.

Penandatanganan itu merupakan bentuk komitmennya dalam pemberantasan korupsi di Bumi Lancang Kuning, jika terpilih pada Pilkada Riau putaran kedua yang digelar pada tanggal 27 November 2013 nanti.

“Jika terpilih menjadi gubernur saya bersedia menjalankannya dan jika terbukti nanti ingkar maka dirinya bersedia diberi sanksi sosial dan moral,” kata mantan Walikota Pekanbaru itu.

Penandatanganan fakta integritas tersebut berlangsung pada Selasa (12/11/2013). ***(knc)

IRT Tertipu Undian Kopi ABC, Uang Rp 3 juta Lesap

Pelalawan (SegmenNews.com)- Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial Rz (32) warga THP VII, PT MUP, RT03/RW04, desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, tertipu undian kopi ABC yang mengiming-imingi hadian mobil Grand Livina. Akibatnya uang sebesar Rp3 juta raib.

Kejadian itu berawal saat korban membeli sebungkus Kopi merek ABC di warung dekat rumahnya. Setiba dirumah, RZ melihat dalam bungkus sachet kopi ABC tersebut ada kupon hadiah, Sabtu (2/11) silam.

Setelah dibaca dan dicermati dalam kupon yang tercantum dalam kemasan kopi ABC, mengatakan satu unit mobil Grand Livina dan diminta menghubungi nomor handphone 085365825644. Dengan perasaan bahagia akan mendapat hadiah mobil karyawan PT MUP itu segera menghubungi nomor HP tersebut.

Saat itulah korban mengalami kerugian Rp 3 juta yang ditransfer ke rekening pelaku, dengan alasan untuk uang administrasi nya. Uang tersebut di transfer kerekening Bank BRI unit Jakarta dengan nomor rekening 0398.01.0027.6553.3 atas nama Haris Mulyadi.

Tak sampai disitu, pelaku kembali meminta ditransfer uang lagi sejumlah Rp 2,2 juta, dengan alasan untuk pengurusan di Polda Lampung.

Korban akhirnya menyadari dirinya sedang ditipu, maka korban melapor ke Polres Pelalawan, Jum’at (8/11/13).

Kapolres Pelalawan AKBP Aloysius Supriyadi SIK MH melalui Kasubag Humas AKP Lumbang Toruan, tadi pagi membenarkan adanya laporan penipuan dengan modus undian tersebut.

“Laporanya telah kita terima. Nomor HP dan rekening pelaku sedang diselidiki,” ujar Kasubang Humas.***(fin)

Honorer Pemda Pelalawan Bacok Rekan

ilustrasi
ilustrasi

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Diduga terkait permasalahan tanah kapling oknum Pengawai honerer Pemda Pelalawan, Seleh Prihatin (33) nekad membacok rekannya kerjanya sesama Honorer, Jefri (43) menggunakan parang.

Akibat bacokan itu, tangan korban mengalami luka robek, sementara pelaku ditahan di sel Mapolsek Pangkalan Kerinci guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Pelaku dan barang bukti ‘parang’ yang dipakai untuk membacok itu sudah diamankan,” Kata Kapolres Pelalawan AKBP Aloysius Supriyadi SIK MH melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Arwin SH.

Dijelaskan Kapolsek, aksi pembacokan itu terjadi, Jumat (9/11) sekitar pukul 19.00 WIB korban sedang di rumahnya di Jalan Seminai, Pangkalan Kerinci didatangi oleh pelaku dengan membawa sebilah parang dan langsung membacok pintu rumah korban.

Mendegar teriakan itu, korban kaget dan keluar dari dalam rumah. “jangan main-main dengan saya” ancam pelaku. Khawatir akan parang yang dibawa pelaku, korban dengan sigap menangkap parang sambil memeluk tubuh pelaku. Saat itu terjadilah perkelahian yang sengit.

Perkelahian itu berakhit ketika dilerai oleh tetangga. Korban yang mengalami luka robek di tangan segera dilarika ke Klinik tersekat.

Tersangka pembacokan dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.***(fin)

Pilbup Bengkalis 2015, PKB Perhitungkan Iyeth Bustami

iyethBengkalis (SegmenNews.com)– Untuk pengusungan calon yang layak mengikuti pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bengkalis tahun 2015 mendatang. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah mempersiapkan strategi. Bahkan nama Iyeth Bustami diperhitungkan untuk maju di Pilkada tersebut.

Dikatakan Sekretaris Lembaga Pemenangan Pemilu, DPC PKB Bengkalis, Ismail Marzuki bahwa Iyeth Bustami dipandang memiliki tingkat popularitas yang tinggi dan dikenal oleh masyarakat Kabupaten Bengkalis, mulai dari lapisan elit hingga ke akar pelosok kampung.

Pelantun lagu ‘Laksamana Raja Dilaut’ ini juga dinilai pantas menjadi calon Bupati Bengkalis, sebab dirinya jauh dari segala persoalan miring. Selain itu, dirinya juga adalah putri asli Bengkalis.

Kelayakan Iyeth Bustami maju di Pilkada Bengkalis mendatang diperbincangkan, Senin (11/11/13) malam di acara diskusi bulanan DPC PKB Bengkalis.

Selain nama Iyeth Bustami, sejumlah nama juga dibicarakan untuk maju di Pilkada itu yakni, Mantan Wakil Bupati dan Ketua DPRD Bengkalis, H. Riza Pahlefi. Kadisdik Riau, H Adi Miharja. Anggota DPRD Bengkalis, Misliadi. Mantan Sekda Bengkalis, Dr. H. Sulaiman Zakaria, MSi. Wabup Rohil, Suyatno dan Kadin Bengkalis, Mashuri, SH.***(rn/ur)

Dinkes Rohul Bentuk Kader Kesehatan Ponpes

dr Wildan Asfan Hasibuan MKes
dr Wildan Asfan Hasibuan MKes

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Untuk meningkatkan pengetahuan dan bimbingan kesehatan hingga kesekolah Islam. Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu menargetkan seluruh Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Rokan Hulu miliki Kader Kesehatan.

Target itu disampaikan Kadiskes Rohul, dr Wildan Asfan Hasibuan, MKes kepada SegmenNews.com, Selasa (12/11/13) diruang kerjanya. Tahap awal, sebanyak 30 orang kader kesehatan dari 6 Ponpes akan dikukuhkan oleh Bupati Achmad di acara puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) tanggal 26 November 2013 mendatang bertempat di Gedung wanita, PasirPangaraian.

“Kedepan, Kader Kesehatan di Ponpes akan terus di kembangkan. Target seluruh Ponpes miliki Kader Kesehatan,” tegas Wildan.

Para kader kesehatan akan dibimbing langsung oleh Diskes melalui pihak Puskesmas setempat. Salah satu Guru di Ponpes akan dinobatkan sebagai Kordinator kader Kesehatan di Ponpesnya.

Kata Wildan, pembentukan kader kesehatan di Ponpes itu sangat penting untuk menekan angka gangguan kesehatan akibat lingkungan, makanan, penerangan dan lainnya di Ponpes. Sebab, sebagian besar santri Ponpes tinggal di pemondokan sekolah. Untuk itu bimbingan kesehatan perlu dilakukan.

“Kita juga akan melakukan pendekatan terhadap Pimpinan Ponpes agar pemondokan lebih maksimal, sehingga kesehatan santri lebih terjaga,” imbuh Wildan.***(r4n)

Ormas dan LSM Rohul Diberi Bimbingan

Ratusan Ormas dan LSM di beri bimbingan Undang-Undang
Ratusan Ormas dan LSM di beri bimbingan Undang-Undang

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Seratusan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat diberi bimbingan terkait kinerja dan laporan rutin mereka termasuk mengikuti sosialisasi Undang-Undang No 17 tahun 2013.

Adapun UU tersebut yakni, tentang organisasi kemasyarakatan. Menurut Asisten Bidang Pemerintahan, Drs Munif, Selasa (12/11/13) bahwa Ormas harus memiliki payung hukum yang jelas. Melalui UU No.17/2013 tentang organisasi kemasyarakatan ini bisa mengatur keberadaan ormas, baik dari sisi yuridis maupun administrative.

Dan UU No. 17/2013 merupakan revisi penyempurna dari UU No. 08/1985 yang disesuaikan dengan kebutuhan. Sehingga aturan kebebasan berserikat lebih teratur. Dalam undang-undang tersebut, salah satu poin yang terkandung didalamnya, mengatur setiap ormas wajib hukumnya bersifat nirlaba atau non profit. Selain itu juga wajib membuat rekening lembaga di bank negara.

Dalam aturan Undang-Undang itu jelas, tidak boleh keberadaan ormas berorientasi pada kepentingan memperoleh laba. Hal ini salah satunya guna menghindari sebagai tempat pencucian uang atau money laundry, dan dengan sosialisasi ini dapat menambah wawasan baru bagi para ormas dan LSM sehingga dapat berkembang dan mandiri.

Setiap ormas dapat melaksanakan tugas sesuai aturan demi kemajuan dan kelanjutan pembangunan dikabupaten Rokan Hulu. Sekarang dan pada masa yang akan datang.

“Ormas dan lsm dapat memberikan laporan rutin kepada pemerintah sehingga ormas dan lsm sebagai sosial control ditengah masyarakat Rokan Hulu ini,” katanya.***(r4n)

Brigadir Zeppy Tewas, Pisau dan SPM Pelaku Ditemukan

ilustrasi
ilustrasi

Pelalawan (SegmenNews.com)- Pisau dan Sepeda Motor (SPM) Yamaha yang diduga milik pelaku pembunuhan Brigadir Zeppy, yakni Purnaidi, 28, warga asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan Slamet Prian­toko, 47, warga Kuantan Singingi ditemukan, saat ini Barang bukti (BB) tersebut sudah diamankan Polisi.
Data pelaku tersebut diketahui dari KTP yang ditinggalkan saat pelaku terjaring razia. Kapolres Pelalawan, AKBP Aloysius Supriyadi SIK MH mengatakan BB tersebut ditemukan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita telah menyita KTP, sebilah pisau dan Sepeda Motor Jufiter. Plat sepeda motor itu disimpan dalam jok. Tapi setelah di cek tidak sesuai plat nomor dengan motor itu,” ungkap kapolres, Senin.

Hingga saat ini tim gabungan kepolisian masih memburu pelaku dengan menyisir seluruh lokasi yang diduga tempat persembunyian pelaku. Identitas juga sudah disebar ke seluruh jajaran kepolisian.

“Mudah-mudahan pelaku dapat segera kita tangkap,tegas Kapolres Pelalawan.***(fin)
Baca Selengkapnya: Polantas Pelalawan tewas Ditikam
Polda Riau Buru Pelaku Pembunuh Polisi
Jenazah Brigadir Zeppy di Makamkan di Sumbar