Rokan Hulu (SegmeNews.com)- Mantan Kepala Desa Sialang Rindang, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu Putro Warsito mengaku lahan Bimas Kampar yang digunakan untuk bangunan Tower Telkomsel untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan untuk kepentingan Desa.
“Kontrak Tower Telkomsel di lahan hibah Bimas Kampar itu selama 20 tahun. Saya tidak ada memakan uang itu sepersen pun. Semuanya untuk PAD Desa yang digunakan untuk kepentingan masyarakat banyak,” jelas Putro kepada sejumlah wartawan di Pasirpangaraian.
Pernyataan itu menyusul adanya warga, Sudarmo yang mengklaim bahwa Putro telah menyerobot lahan miliknya.
Kata Putro, lahan berukuran 50 meter kali 50 meter merupakan lahan hibah dari BIMAS Kampar yang diberikan kepada seorang petugas penyuluh lapangan (PPL) pertanian di desa setempat. Di Tambusai sendiri, semasa Kampar ada 15 PPL bertugas.
Sebanyak 14 PPL sudah mendapatkan jatah lahan dan perumahan hibah dengan ukuran lahan 50 meter kali 50 meter, namun jatah Sudarmo beralih fungsi menjadi kantor Desa Sialang Rindang, tower Telkomsel, pasar karet Sabtu, dan bangunan sarana air bersih dari Pamsimas.
“Kita ada izin dari Dinas TRCK (Tata Ruang Cipta Karya) dan izin dari bupati,” terang Putro.***(r4n)
Bristol (SegmenNews.com)- Peneliti tengah mengembangkan air seni untuk diubah menjadi aliran listrik yang bakal menjadi tenaga penggerak robot di masa depan.
Di masa depan, para peneliti tersebut berharap robot dapat digunakan dalam lingkungan kota untuk penginderaan jarak jauh, misalnya untuk membantu memantau lingkungan dan lainnya.
“Bahan bakarnya bisa dari WC umum atau urinal,” kata Peter Walters, peneliti dari University of the West of England, seperti dikutip Mashable.
Walters dan rekan-rekannya di University of Bristol telah menciptakan empat generasi EcoBots lebih dari satu dekade terakhir. Versi robot sebelumnya ditenagai oleh sampah, lalat mati, air limbah dan lumpur.
Tiap robot tersebut ditenagai oleh sistem microbial fuel cell, yang mengandung mikroorganisme hidup seperti yang ditemukan dalam usus manusia.
Dengan menggunakan air seni, sistem tersebut nantinya akan mencerna dan memunculkan elektron untuk menghasilkan arus listrik. Sistem ini sempat dibuktikan sebelumnya dapat digunakan untuk pengisian baterai ponsel.
Sistemnya terdiri dari 24 lapisan fuel cell yang ditumpuk bersama demi menghasilkan listrik yang cukup untuk mengisi sebuah kapasitor, yang digunakan untuk memicu kontraksi pompa jantung buatan.
Kini para peneliti berharap dapat meningkatkan efisiensi pompa tersebut untuk digunakan di generasi EcoBots masa depan.***
SegmenNews.com- Helikopter milik TNI berjenis Mi 17, terjatuh di wilayah Pujungan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, sekitar pukul 11.00 Wita. Akibatnya sebanyak 13 orang yang terdiri dari warga sipil dan anggota TNI tewas.
Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul mengatakan, saat itu helikopter membawa 19 orang penumpang. Saat hendak mendarat di lokasi, tiba-tiba heli kehilangan power, kemudian jatuh dan terbakar.
“Akibat peristiwa itu sebanyak 13 orang meninggal dunia, terdiri dari delapan orang warga sipil dan lima orang anggota TNI,” ujarnya Sabtu (9/11/2013)dilansir inilah.com.
Selain 13 orang meninggal dunia, sebanyak enam orang yang terdiri dari 4 warga sipil dan 2 anggota TNI juga mengalami luka bakar. Ia juga membantah, pesawat terjatuh karena kelebihan beban yang diangkut.
“Enam orang yang selamat karena saat pesawat jatuh dan terbakar, mereka terlempar keluar. Sementara yang tewas terjebak di dalam pesawat, saat ini korban luka sudah dibawa ke RSUD Tarakan,” ucapnya.
Iskandar melanjutkan, saat ini Tim SAR dibantu anggota Kodam dan Korem sudah bergerak ke lokasi, untuk mempersiapkan evakuasi. Rencananya proses evakuasi baru akan dilakukan pada hari Minggu besok, dengan mengerahkan pesawat Hercules dan dibantu TNI Angkatan laut.
“Lokasi jatuhnya pesawat cukup jauh dan terpencil,” tandasnya.***(hr/inc)
Anggota Satlantas Pelalawan, Brigadir Zeppy korban penusukan di pos lantas pangkalan lesung (SegmenNews.com)Kapolda Riau Brigjen Pol, Condro Kirono, memimpin langsung pelepasan dan penyerahan jenazah Brigadir Zheppy dari Kepolisian ke pihak keluarga
Saat ini umat muslim Indonesia dan penduduk dunia muslim pada umumnya sedang memperingati dan merayakan pergantian tahun baru hijriyah, dari tahun 1434 H menuju 1435 H. Pergantian tahun baru hijriyah ini diperingati dan dirayakan umat Islam di seluruh belahan dunia muslim, dengan berbagai cara sesuai dengan tradisi dan kebiasaan setempat.
Pergantian tahun baru hijriyah ini hendaknya dapat meningkatkan lima kesadaran penting bagi umat muslim, dalam rangka memperbaiki kualitas diri, masyarakat dan lingkungannya.
Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Rokan Hulu, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan, MA, agar pergantian tahun baru hijriyah ini memiliki kesan penting, hendaknya masyarakat meningkatkan lima kesadaran utama, sehingga tidak terkesan acara seremonial belaka. Kesadaran pertama adalah kesadaran untuk melakukan perubahan ke arah kebaikan dalam segala bidang kehidupan dari waktu ke waktu.
Kesadaran yang kedua adalah kesadaran akan nilai-nilai kemanusiaan dan kehormatannya, sebab manusia adalah makhluk tertinggi ciptaan Tuhan yang dalam dirinya telah ditiupkan Ruh Tuhan.
Kesadaran yang ketiga adalah kesadaran akan nilai-nilai tangungjawab sosial, sehingga tercipta suatu suasana dimana satu bangsa atau satu suku dan atau satu diri, bertanggungjawab dengan bangsa, suku dan diri yang lainnya.
Kesadaran keempat adalah kesadaran akan persaudaraan sejati, dimana seluruh umat manusia adalah bersaudara, berasal dari nenek yang satu yaitu Nabi Adam As, dan diciptakan dari bahan yang sama yaitu tanah.
Kesadaran kelima adalah kesadaran akan ketuhanan, ternyata hidup ini tak bisa dilepas pisahkan dari peran-peran ilahiyah. Manusia membutuhkan Tuhan karena Tuhan adalah pencipta umat manusia.
Apabila kelima kesadaran tersebut dapat diwujudkan dalam pergantian tahun baru hijriyah ini, maka masa depan umat Islam akan lebih cerah, harga diri dan daya tawarnya akan semakin meningkat, serta peradabannya akan lebih luhur, bermartabat dan mewarnai peradaban dunia.***
Oleh: KaKan Kemenag Rohul: Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA
Kapolda Riau Brigjen Pol, Condro Kirono, memimpin langsung pelepasan dan penyerahan jenazah Brigadir Zheppy dari Kepolisian ke pihak keluarga
Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Kapolda Riau Brigjen Pol, Condro Kirono, memimpin langsung pelepasan dan penyerahan jenazah Brigadir Zheppy dari Kepolisian ke pihak keluarga.
Jenazah saat ini dibawa ke kampung halamannya di Sumatera Barat. Zheppy meninggalkan seorang anak perempuan dan seorang istri.
Seperti diberitakan, Brigadir Zheppy anggota Satlantas Polsek Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Minggu (10/11) sekitar pukul 04.00 WIB, tewas ditusuk orang tak dikenal, di depan Pos Lantas Pangkalan Lesung. Baca Selengkapnya (Anggota Satlantas Tewas di Tikam OTK).***(chir)
Brigadir Zeppy korban penusukan di pos lantas pangkalan lesung(SegmenNews.com)
Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Brigadir Zeppy (30), anggota Satlantas Polsek Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, tewasditusuk orang tak dikenal (OTK), di depan Pos Lantas Pangkalan Lesung, Minggu (10/11) sekitar pukul 04.00 WIB.
Dari informasi, korban menderita tujuh luka tusukan senjata tajam di bagian perut lengan korban. Sehingga usus korban terburai.
Dikatakan, Humas Polres Pelalawan, AKP Lumbantoruan kejadian bermula ketika korban melakukan razia di depan Pos Lantas Payu Atap, Polsek Pangkalan Lesung bersama saksi Sodik (42), Bampol Pos Lantas Pangkalan Lesung.
Saat itu, dua orang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio ( Nopol tidak diketahui ) dihentikan korban dan meminta pelaku menunjukkan kelengkapan surat kendaraan. Pelaku tak bisa menunjukkan surat kendaraan yang diminta. Akhirnya korban membawa pelaku ke Pos Lantas.
Pada saat pelaku dibawa ke pos, pelaku sempat menyerahkan KTP nya. Namun tiba-tiba pelaku mengambil sebilah pisau dari dalam tas nya lalu menusukkannya ke korban secara bertubi-tubi.
Walaupun Korban sempat menangkis pisau dan kabur, korbandalam keadaan panik akhirnya terjatuh. Saat itu Pelaku kembali menikamkan pisau tersebut ke bagian perut dan punggung korban. Melihat korban tak berdaya, pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motornya.***(chir)
Korban Bakar diri saat dirawat di RSUD Teluk Kuantan
Teluk kuantan (SegmenNews.com)- Suyono (43) warga Desa Sitiang, Kecamatan Pucuk Rantau, Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (9/11/2013) nekat melakukan aksi bakar diri setelah bertengkar dengan sang istri Lastri (32) di rumahnya.
Dari aksi nekat Suyono tersebut, tidak hanya dirinya yang mengalami luka bakar serius, tetapi sang istri juga ikut terbakar sehingga dilarikan ke IGD RSUD Teluk Kuantan.
Di samping itu, rumah tempat tinggal korban sekaligus kantin tempat usaha mereka sehari-hari yang terbuat dari papan juga ludes terbakar.
Keterangan saksi Wati (19), keponakan Lastri yang tinggal bersamanya menuturkan, saat kejadian dirinya sedang berada di dapur tengah membuat minuman.
“Sekitar pukul 07:00 WIB saya sedang di dapur buat minuman. Saya dengar bibik dan suaminya bertengkar di kamar. Tiba-tiba dari dalam kamar api membesar dan membakar rumah,” ujarnya.
Wati terlihat trauma, sambil terbata-bata dia menceritakan, sebenarnya Lastri (Bibiknya) sudah bercerai dengan suaminya sejak satu minggu lalu. Namun entah kenapa pagi itu suami bibiknya pulang ke rumah, sehingga terjadilah pertengkaran.
“Mereka sudah cerai, sekitar satu minggu lah. Tapi saya tidak tahu apa masalahnya,” imbuhnya.
Pelaku bakar diri Suyono menderika luka bakar cukup parah sehingga membutuhkan dokter bedah
Sementara itu, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Zulkarnain melalui Kanit Reskrim Bripka Hutabarat mengatakan, dari pengakuan pelaku Suyono, pelaku bakar diri bertengkar dengan istrinya Lastri di dalam kamar.
Kemudian terjadi percekcokan dan pelaku menyiramkan bensin yang dibungkus dalam plastik ke tubuhnya. Kemudian membakar dirinya dengan mancis, sehingga tubuhnya terbakar termasuk istri dan rumahnya.
Karena luka bakar yang dialami suami istri tersebut cukup parah, dan perlu penanganan dokter bedah, maka pihak dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Kuantan merujuknya ke salah satu rumah sakit di Kota Pekanbaru.
“Luka bakarnya diperkirakan mencapai 90 persen, jadi harus ditangani oleh dokter bedah, sekarang kita masih menunggu orang tua korban yang masih dalam perjalanan untuk segera kita rujuk ke Pekanbaru,” kata salah seorang perawat di RSUD Teluk Kuantan.***(her/kn)
Korban Lakalantas saat berada di dalam ambulan yang dihentikan polisi di depan Mapolres Rohul
Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Ambulans milik Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu yang mengangkut empat pasien tabrakan usai mendapatkan perawatan dari Rumah sakit menuju kampung halaman mereka, Paya Kumbuh, Sumatera Barat sempat tertahan hampir satu jam di pinggir jalan depan Mapolres Rokan Hulu.
Diakui seorang polisi, mereka memang menghentikan ambulans untuk memeriksa sopir mobil Carry Lakalantas yang berada di dalam ambulan. Walaupun sempat tarik ulur dengan keluarga pasien sebab sopir Carry mau diperiksa, namun karena keluarga korban menolaknya dengan alasan memegang kaki korban patah kaki, akhirnya ambulanpun berlalu mengantarkan korban lakalantas ke Payakumbuh.
Penghentian itu menjadi tontonan warga, bahkan anak-anak memadati pintu ambulan hendak melihat korban di dalam ambulan yang kesakitan dan menangis.
Empat korban Lakalantas didalam ambulan yakni, Nasril Effendi (45) supir mobil Suzuki Carry BA 8059 CN yang bertabrakan dengan mobil Toyota Avanza, Endi (30) mengalami luka-luka dan patah kaki, Gusman (52) mengalami syok dan luka-luka diwajah, dan Imar (50) mengalami luka di kaki. Mereka merupakan pedagang sayur-mayur asal Sumbar yang hendak berdagang di Pasirpangaraiyan.
Imar, kepada wartawan mengaku kehilangan uang sejumlah Rp 1,5 juta berikut seunit Hp miliknya pasca kecelakaan itu.
“Uang saya hilang Rp 1,5 juta dan Hp, ntah siapa yang mengambil waktu kecelakaan itu,” keluhnya.
Disamping itu, Wartawan yang mencoba konfirmasi keruangan Kasatlantas, ada kejaggalan, para wartawan melihat seorang keluarga korban berinisial UD yang tinggal di Ujungbatu menyelipkan uang pecahan ratusan ribu dan cukup tebal ke kantong celana seorang personil polisi di ruang Satlantas Polres Rohul.
Diduga, uang tersebut sebagai jaminan bahwa sopir Carry yang kabarnya pelaku utama penyebab kecelakaan akan datang lagi ke Mapolres Rohul untuk menjalani pemeriksaan.
UD saat mencari materai keluar Mapolres, kepada wartawan dia membenarkan uang tersebut diberikan ke personil Satlantas. Namun katanya bukan terkait kejadian, melainkan uang untuk membeli pompa bensin mobil.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Rohul AKP Rustam ketika dikonfirmasi terkait pemberian uang dari keluarga korban Lakalantas membantah menerimanya. Namun ia berjanji akan memanggil anak buahnya yang dikabarkan menerima uang dari UD untuk ditanya.
“Nanti akan saya tanya anak buah saya, apa benar dia terima uang dari keluarga korban,” janjinya.
Sementara itu, Lakalantas terjadi, Sabtu (9/11/13) sekitar pukul 08:00 Wib di Jalan Umum Kilometer 159/160 Desa Sei Kuning, Kecamatan Rambahsamo antara mobil carry dan avanza.
Awalnya, Suzuki Carry yang dikemudikan Nasril Efendi membawa tiga penumpang melaju dari arah Ujungbatu. Namun saat akan mendahului truk nopol BM 9412 LV dikemudikan Junaidi, bumper depan Carry menabrak kanan belakang truk sehingga sopir pick up ini lepas kendali.
“Karena lepas kendali, mobil Carry menabrak sebuah mobil Toyota Avanza nomor polisi BM 1228 NE dikemudikan oleh Suherman (41) yang dari arah Pasirpangaraian. Penumpang mobil Avanza tidak apa-apa, namun bagian depan mobilnya remuk,” Kata Kapolres Rohul AKPB H Onny Trimurti Nugroho, melalui Kapolsek Rambahsamo Iptu Dasril.***(r4n)