Beranda blog Halaman 2775

Pejabat Juga hadiri Sidang Rusli Zainal

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Suasana Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rabu (6/11/2013) sekitar pukul 10.00 WIB berbeda dari hari biasanya. Pasalnya PN Pekanbaru yang biasa sunyi setiap hari itu, saat ini mendadak ramai.

Selain diramaikan petugas Polresta Pekanbaru yang bertugas menjaga keamanan sidang terdakwa Gubernur Riau HM Rusli Zainal, juga dipenuhi para kolega Rusli Zainal dan pejabat teras di lingkungan Pemprov Riau.

Kehadiran pejabat ingin melihat langsung jalannya sidang tersebut, dan akan mengetahui kondisi yang sebenarnya.

“Ingin nengok langsung. Nanti, kita akan tahu, apa sesungguhnya yang terjadi,” kata salah seorang yang tak mau disebutkan identitasnya.

Rusli zainal menjalani sidang mengenakan kemeja putih lengan pendek dan memakai celana kain warna hitam.***(her/knc)

Sidang Rusli, Massa Pendukung dan Mengutuk Beraksi

Massa menuntun proses hukum RZ
Massa menuntun proses hukum RZ

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Di sidang perdana Rusli Zainal (RZ) di Tipikor Pekanbaru, Rabu (6/11/13) berbagai massa dari Organisasi dan kemahasiswaan mulai beraksi, sebagian mendukung Gubernur Riau HM Rusli zainal dan sebagian mengutuk perbuatan dan menuntut pihak hukum menindak tegasnya.

Seperti orasi massa Badan Exsekutif Mahasiswa Universitas Riau dan Badan Exsekutif Mahasiswa Universitas Islam Negri Sultan Syarif Khasim yang menilai Visioner Riau tersebut telah mempermalukan Negeri melayu yang bermarwah ini.

Bahkan gelar “Datuk Setia Amanah” yang disandang oleh Gubernur Riau ini sudah tidak pantas lagi dengan ketidak amanahanya dalam memimpin Riau sehingga terseret dalam kasus korupsi.

“Kita memang tidak bisa menjustisi seseorang bersalah sebelum ada putusan hukum yang mengikat. Namun, kita juga harus melihat bahwa dalam sejarah penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK tidak ada satu pun yang bisa lolos dan semuanya bersalah. Kita tinggal menunggu saja putusan hukum itu,” ujar Koordinator Lapangan BEM UR dan BEM Suska, Suyeni saat melakukan aksi di depan Pengadilan Tindak pidana Korupsi.

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FSIP) Universitas Riau yang mendatangi Kejaksanaan Negeri 1 A Pekanbaru juga meminta agar Rusli Zainal sebagai pelaku korupsi ditindak dengan tegas dan dihukum seadil-adilnya.

“Kita minta pemerintah dan penegak hukum di Provinsi Riau tidak mempersulit jalanya persidangan yang sedang berlangsung dan menindak tegas dengan seadil-adilnya,” ujar Koordinator Lapangan Robi Armius.

Spanduk dukungan untuk RZ dari FRM
Spanduk dukungan untuk RZ dari FRM

Sementara itu di pagar PN Pekanbaru tampak terpampang spanduk dukungan dari Forum Rembuk Melayu (FRM) yang bertuliskan “Kami Dukung Karya Bakti Mu Untuk Riau Bang Rusli Walaupun Raga Mu Dikekang Puluhan Tahun Namun Bukti Mu Untuk Riau Tidak Pernah Luntur Sampai Akhir Hayat”.

Spanduk tersebut juga tampak tertera foto pria HM Rusli Zainal.

Seperti diketahui Gubernur Riau ditetapkan sebagai tersangka dalam tiga perkara pada 8 Februari 2013. Rusli dijerat dengan pasal penerimaan suap dalam pembahasan Perda Nomor 6 di Provinsi Riau mengenai PON. Dengan sangkaan pasal 12 huruf a atau b atau pasal 5 ayat 1 atau pasal 11 UU Nomor 20/2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sangkaan kedua, Gubri dijerat karena memberikan hadiah kepada pejabat negara dalam Perda PON Riau. Dengan pasal 12 pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU Nomor 20/2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sangkaan ketiga, Gubri juga menjadi tersangka dalam kasus korupsi penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Pelalawan dan Siak pada periode 2001-2006. Dengan sangkaan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 UU Nomor 20/2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.***(heri)

Wabup Hafith Ajak Umat Muliakan Anak Yatim

Ir Hafith Syukri MM
Ir Hafith Syukri MM

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Wakil Bupati Kabupaten Rokan Hulu, Ir Hafith Syukri MM mengajak seluruh umat untuk memuliakan para anak yatim di sekitar mereka.

“Anak yatim musti mendapatkan perhatian khusus. Kelak mereka bisa menjalani hidup layaknya anak-anak biasa dan tidak terlantar, sebab Rasulullah SAW juga mengkhususkan anak yatim dalam perhatian. Oleh itu marilah kita muliaakan anak yatim dosekitar kita,” ajak wabup memberikan santunan anak yatim di Masjid Jami’ Al Falah Koeboe Lopong, Kelurahan Rokan IV Koto, Rabu (6/11/13).

Disampaikan Wabup lagi, bahwa anak yatim adalah anak yang ditinggalkan ayahnya dan selagi ia belum mencapai umur balig. Dalam Islam, anak yatim memiliki kedudukan tersendiri. Di dalam Hadist juga dsiebutkan betapa mulianya orang yang mau memelihara anak yatim atau menyantuninya.

“Masyarakat yang mampu hendaknya dapat menyantuni anak yatim. Agar mereka dapat bergembira bersama-sama. Mereka juga merasa diperhatikan,” imbuhnya. (adv/hum/r4n)

Bupati Optimalkan Fasilitas Pedagang Pasar Modern

Bupati Achmad berbincang-bincang dengan pedagang di Pasar Modern
Bupati Achmad berbincang-bincang dengan pedagang di Pasar Modern

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi terus mengupayakan pengoptimalan segala fasilitas pasar tradisional di Pasar Modern untuk pedagang sehingga proses jual beli berjalan lancar.

Seperti halnya fasilitas air bersih dan tempat pemotongan ayam yang masih kurang, juga akan dibenahi. Bupati berkomitmen akan membenahi pasar modern bukan hanya untuk perekonomian, namun juga untuk Pendidikan maupun hiburan masyarakat.

“Penataan Pasar Modern Tradisional terus dilakukan. Ini bentuk komitmen Pemda Rohul dalam mengoptimalkan proses jual beli sebagai pusat ekonomi masyarakat,” ujar Bupati saat melakukan peninjauan Pasar Tradisional di Pasar Modern, Rabu (6/11/13) didampingi Kadis TRCK, Yusri dan lainnya.

Saat ini para pedagang kelontong, ikan, bumbu masak dan daging lainnya yang sebelumnya menempati halaman Pasar Modern sebagai tempat penampungan sementara pasca terbakar tahun lalu, sudah dipindahkan di samping Pasar Modern yang di bangun 128 kios dan 190 los. Halaman Pasar Modern kembali di fungsikan untuk perparkiran kendaraan roda dua dan empat, begitu juga basement.

Sedangkan pedagang sayur-sayuran dan buah-buahan ditempatkan di dalam lokasi pasar modern lantai 1 di bagian belakang. Di bagian dalam depan pasar dan lantai atas ditempati pedagang kain, busana dan pernak-pernik lainnya.

Dengan adanya bangunan baru yang permanen di samping pasar modern. Aktivitas jual-beli sudah berjalan lancar, dan para pembeli juga lebih mudah melakukan transaksi karena kebutuhan sehari-hari dengan mudah didapat dalam satu tempat.

“Areal pasar modern akan dibangun sepresentatif nya agar pasar modern dapat dijadikan sebagai pusat ekonomi, pendidikan dan hiburan,” komit Bupati.***(adv/hum/r4n)

Pemkab Diminta Siapkan Kapal Barang Teluk Lanus

dprd1Siak (SegmenNews.com) – Anggota Komisi III DPRD Siak, Syamsurizal, S.Ag, M.Si, meminta Pemkab Siak untuk menyiapkan kapal barang bagi warga Desa Teluk Lanus. Pasalnya, sarana transportasi air dari dan ke desa Teluk Lanus yang baru disediakan Pemkab Siak di pelabuhan Tanjung Buton masih untuk mengangkut penumpang.

“Ketersediaan kapal penumpang ini belum sepenuhnya menunjang peningkatan ekonomi masyarakat karena hanya bisa mengangkut
penumpang orang saja, tanpa bisa membawa barang,” terang Syamsurizal, Selasa (5/11-2013).

Menurutnya, daya angkut sarana transportasi speed boat yang disediakan Pemkab Siak tersebut terbatas bagi barang. Karena itu,
tidak ada jalan lain bagi Pemkab Siak untuk mengadakan kapal barang yang bisa mengangkut berbagai barang bawaan penumpang
sehingga bisa menunjang geliat ekonomi warga terluar di kabupaten Siak tersebut.

Ia mengakui bahwa selama ini seringkali warga mengeluhkan kendala membawa barang bawaannya dalam speed penumpang yang ada.
Padahal barang tersebut adalah barang dagangan untuk memenuhi kebutuhan warga desa.

“Karena itu, dalam menyiapkan sarana transportasi, Pemkab Siak juga harusnya dinamis mengikuti perkembangan dan pertumbuhan
penduduk mengingat saat ini desa Teluk Lanus telah dihuni ratusan Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk yang sudah mencapai
seribuan lebih,” ujarnya seraya yakin bila sarana transportasi yang ada dilengkapi dengan angkutan khusus barang maka
beberapa tahun ke depan, desa tersebut lepas dari status desa tertinggal.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta agar posisi sandar speedboat Teluk Lanus dikembalikan ke desa Kayu Ara ketimbang di
pelabuhan Tanjung Buton. Pasalnya dengan bersandar di pelabuhan Tanjung Buton maka akan berbiaya tinggi karena letaknya jauh
dari pemukiman warga.

“Perlu dipikirkan agar posisi sandarnya dikembalikan ke desa Kayu Ara, sehingga lebih terjangkau, mengingat jika di Buton,
penumpang harus menempuh waktu antara 30-60 menit dari pemukiman atau pusat perbelanjaan sehingga membutuhkan ongkos yang
tinggi,” pungkasnya.***(rin)

Bejad! Bayi 9 Bulan Diperkosa Paman Hingga Tewas

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta (SegmenNews.com)- Bayi malang berusia 9 bulan berinisial AA meninggal dunia setelah mengalami kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh pamannya sendiri berinisial ZM.

ZM harus mendekam di ruang tahanan Mapolres Jakarta Timur karena melanggar Pasal 82 No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan RS Bunda Alia, Duren Sawit, Jakarta Timur, yang memberitahukan adanya pasien bayi yang meninggal tidak wajar pada 11 Oktober 2013.

“Hasil pemeriksaan ada kekerasan seksual di anus dan kemaluan pada bayi yang lahir pada 6 Januari 2013 itu,” ujar Kombes Mulyadi Kaharni, Kapolres Jakarta Timur, Selasa (5/11/2013).

Menurutnya, penetapan tersangka didasari dari hasil penyidikan dari hasil autopsi serta pengambilan sampel darah tersangka serta dilakukan tes biologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI).

“Untuk tersangka juga dilakukan pemeriksaan psikologi dan lie detector Bareskrim Polri,” ujarnya.

Tersangka merupakan paman korban yang telah memiliki istri dan satu anak. Mereka tinggal saling berdekatan dan setiap hari korban dititipkan di rumah tersangka.

Diduga pelaku melakukan kekerasan seksual pada pertengahan September dan Oktober 2013. Dan korban pun dilarikan ke puskesmas terdekat karena mengalami demam hingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit.

“Tidak ada laporan ke polisi. Dasar penyelidikannya adalah laporan temuan. Dan ZM dikenai Pasal 82 No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp300 juta,” ucapnya.***(rn)

sumber: inilah.com

Soal Jampersal, Bidan Mengeluh ke Dewan

net
net

Siak (SegmenNews.com)- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Siak mempertanyakan dana Jaminan Persalinan (Jampersal) yang hingga detik ini belum disalurkan/dicairkan sehingga banyak bidan-bidan yang mengeluhkannya kepada Dewan.

“Kita menerima keluhan dari para bidan terkait dana Jampersal yang hingga kini belum cair juga, padahal sudah banyak pasien yang ditangani,” ujar anggota DPRD Siak Fraksi Demokrat H.Agus Salim (5/11) di gedung Dewan.

Menurutnya, hal ini harus menjadi perhatian Pemkab Siak, karena bila tidak secepatnya disalurkan, dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas pelayanan.

“Walaupun pelayanan mereka (para bidan-red) dituntut tanpa pamrih, namun bagaimanapun, dana operasional juga menjadi faktor penting dalam menunjang tugas dan kinerja, untuk itu sekali lagi kita himbau pemkab Siak memperhatikan hal ini,” ucapnya.***(adv/ra)

 

Di Lepas Bupati, Pawai 1 Muharam di Rohul Meriah

Bupati Rohul, Drs H Achmad Msi, Wabup Ir Hafith Syukri MM dan pejabat Pemkab Rohul menyaksikan pawai 1 Muharram
Bupati Rohul, Drs H Achmad Msi, Wabup Ir Hafith Syukri MM dan pejabat Pemkab Rohul menyaksikan pawai 1 Muharram

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi melepas pagelaran Pawai 1 Muharram 1435 Hijriah tahun 2013 di depan Purna MTQ, Selasa (5/11/13) pagi. Sebanyak 30 ribuan peserta pawai memadati sepanjang jalan Kota PasirPangaraian.

Peserta terdiri dari siswa-siswi SD hingga tingkat SLTA. Mereka menampilkan berbagai fariasi kreatif keagamaan, seperti berpenampilan seorang syekh, rombongan Hafiz dan Hafizah, alim ulama, Pondok Pesantren, pegawai, petani, alat-alat tradisional khas Rokan Hulu dan masih banyak karya kreatif lagi yang ditampilkan.

Diacara itu Bupati menyampaikan, pawai ini adalah acara penyambutan 1 Muharram, dan dimulainya berbagai kegiatan pekan Muharram seperti, Musabaqoh Qur’an antar kepala Dinas dan Pejabat, Cerdas Cermat antar siswa, Rebana, MTQ antar siswa serta lomba bernuansa Islam lainya. Pemkab Rohul juga menyediakan total hadiah Rp 150 juta plus hadiah Umroh ke tanah suci Mekah.

“Pekan 1 Muharram ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Rohul dalam menyemarakan syiar Islam di Negeri Seribu Suluk ini. Berbagai kegaiatan keagamaan akan dilaksanakan selama enam hari. Malam puncak kegiatan pekan Ramadan nanti rencananya akan di isi dengan tausiah agama oleh Othman Syihab,” papar Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Rohul, HM Zen, MPd tak menyangka peserta yang ikut pawai membludak dari pendaftaran sebelumnya. Hal itu membuktikan Masyarakat maupun siswa-siswi dan para guru antusias mengikuti pawai 1 Muharram sebagai tahun baru Islam ini.

Disisi lain, pihak kepolisian maupun Satpol-PP terpaksa bekerja ekstra untuk mengamankan kelancaran kegiatan pawai tersebut dari ramainya masyarakat yang menyaksikan pagelaran maupun kelancaran lalu lintas. Dishub terpaksa mengalihkan kendaraan untuk satu lajur.

Pawai tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas, Badan dan Kantor serta pegawai dilingkungan Pemda Rokan Hulu.***(adv/hum)

Bentrok, Massa Bakar Mobil dan Rumah PT TPP di Inhu

ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Bentrok terjadi antara warga dan pegawai perusahaan kelapa sawit PT Tungal Perkasa Plantation (TPP), mengakibatkan kerusakan fasilitas milik anak perusahaan Astra Agro Lestari itu di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Senin (4/11/2013).

“Mobil yang dibakar satu unit truk, satu unit mobil Mazda double cabin. Sementara kerusakan lainnya terjadi pada beberapa rumah karyawan karena kaca jendela dihancurkan dan ada yang dibakar,” kata Comunity Development Officer PT TPP, Sukmayanto.

TPP mengelola perkebunan kelapa sawit seluas 14.935 hektare (ha) di Riau. Masalah dengan warga di Kabupaten Indragiri Hulu, sudah berlangsung cukup lama, dipicu klaim lahan dan masalah kebun plasma.

Selain itu, sekelompok warga daerah itu juga menuding perusahaan beroperasi tanpa izin Hak Guna Usaha (HGU) yang habis pada 2012 di daerah Pasir Penyu, sehingga warga melakukan penjarahan sawit dan pendudukan lahan.

Sedangkan pihak perusahaan menyatakan izin perpanjangan HGU TPP di Kecamatan Pasir Penyu dan Lirik sudah dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada 9 September lalu dengan luas 10.244 ha.

Sukmayanto mengatakan, aksi anarkis oknum warga bukan kali ini terjadi. Menurut dia, hal itu terus berulang akibat ketidaktegasan aparat kepolisian.

“Ada karyawan kami yang sempat disandera dan dibacok pada Juni lalu, dan sudah dilaporkan ke Polres Inhu tapi sampai saat ini proses hukumnya belum jelas,” katanya.

Akibatnya tindakan anarkis sebelumnya terjadi lagi pada 21 Oktober, dimana oknum ratusan warga menyerang karyawan dan pabrik dengan membawa senjata tajam. Aksi itu makin meningkat pada 25 Oktober saat 150 warga bersenjata tajam menduduki afdeling K dan L di Desa Jatirejo.***(rn/knc)

Pasangan Mesum Nyaris di Hajar Massa di Pelalawan

Pasangan mesum saat digiring polisi
Pasangan mesum saat digiring polisi

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Pasangan mesum Pria AN (30) dan Me (17) nyaris di hajar massa dirumah kontrakan AN jalan Jambu, Gang Rambutan, kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Dua pasangan tersebut di grebek massa, Jumat malam (1/11) sekitar pukul 22.45 WIB. AN memasukkan seorang wanita kerumahnya saat istrinya pulang kampung. Massa yang curiga menggerebek rumah tersebut dan mendapati dua pasan anak manusia sedang bermalas-malas sambil menonton V.

Massa menyita selembar celana dalam wanita di dalam rumah di duga milik sang wanita tersebut. Tapi Me membantah itu miliknya, karena ukuran besar sedangkan dirinya terbilang kecil dan masih usia beranjak dewasa.

Tapi aksi massa kian brutal, namun untung dapat dilerai oleh tokoh masyarakat setempat dan menghubungi polisi. Mendapat laporan aparat Polsek Pangkalan Kerinci segera turun ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan pasangan mesum tersebut. Kepada polisi keduanya membantah telah melakukan hubungan badan di rumah tersebut.

“Kami tidak ada melakukannya, hanya nonton tv. Tapi sebelumnya ada di hotel Pekanbaru dan itupun sudah tak terhitung berapa kali. Karena kami sudah pacaran sejak setahun lalu,” ujar Me yang di iyakan oleh An saat di intograsi polisi.

Pengakuan ME dia bersedia dinikahkan bersama pria beristri tersebut.

Kapolres Pelalawan AKBP Aloysius Supriyadi SIK MH melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Arwin SH, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Keduanya sempat kita amankan. Tapi setelah keluarga perempuan tiba di Polsek, mereka menolak untuk membuat laporan. Maka kasusnya tidak dapat diproses dan di perbolehkan pulang,” ujar Kapolsek. (fin)