Beranda blog Halaman 2774

Tenas: Nonaktif, Gelar Datuk Setia Amanah Rusli Otomatis Lepas

Rusli Zainal
Rusli Zainal

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) H Tenas Effendy mengatakan, gelar adat Datuk Setia Amanah Gubernur Riau nonaktif Rusli Zainal otomatis lepas dan tidak perlu dicabut.

“Sudah berulangkali saya jelaskan ke masyarakat, gelar tersebut akan tanggal dengan sendirinya tanpa prosesi adat jika yang bersangkutan tidak lagi memangku jabatan gubernur,” katanya, Kamis (7/11/2013).

Pernyataan itu disampaikan Tenas terkait puluhan mahasiswa dari BEM Universitas Riau dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim berunjuk rasa menuntut agar LAMR mencabut gelar adat Datuk Setia Amanah Gubernur Riau nonaktif Rusli Zainal.

Mahasiswa menggelar aksi demonstrasi bertepatan dengan dimulainya sidang Gubernur Riau nonaktif Rusli Zainal oleh Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Menurut Tenas, tuntutan pencabutan gelar adat bagi Rusli Zainal itu lebih karena masyarakat tidak paham tentang pemberian dan pelekatan gelar itu bagi seseorang terbukti dengan berunjuk rasa.

“Untuk pemberian gelar serupa tentu ada mekanismenya, ketika seseorang atau putra daerah memegang jabatan sebagai gubernur atau sebagai bupati dan walikota, langsung gelar itu melekat,” katanya.

Akan tetapi, katanya ketika jabatan gubernur atau bupati itu berakhir, otomatis jabatan tersebut berakhir dan tidak perlu dicabut.***

Sumber : antara

H. Azwar : Lanjutkan Proyek Jaringan Listrik Simpang Gelombang

H. Azwar, Wakil Ketua DPRD Siak
H. Azwar, Wakil Ketua DPRD Siak

Siak (SegmenNews.com) – Wakil Ketua DPRD Siak, H. Azwar meminta agar proyek pembangunan jaringan listrik ke arah Simpang Gelombang hingga pos terpadu kecamatan Kandis sepanjang kurang lebih 5 KM, yang hingga kini masih terbengkalai, untuk kembali dilanjutkan Pemkab Siak melalui pengajuan anggaran di APBD Siak tahun 2014.

“Supaya masyarakat sekitar segera menikmati penerangan listrik PLN maka Pemkab Siak melalui Dinas Pertambangan dan Energi agar menganggarkan dana untuk kelanjutan pembangunan jaringan listrik di wilayah tersebut di APBD 2014 mendatang,” katanya, Kamis (7/11-2013) di kantor DPRD Siak Gedung Panglima Ghimbam.

Menurut Azwar, seharusnya pembangunan jaringan listrik di daerah tersebut selesai tahun 2013 ini. Namun entah kenapa, pengerjaannya melebar ke simpang Belutu sehingga jaringan ke wilayah simpang Gelombang menjadi tidak tuntas.

Saat ini, kata Azwar lagi, PLN sudah menyediakan daya, dan tinggal lagi Pemkab Siak untuk menyiapkan jaringan listriknya. Hal ini penting karena listrik menyangkut hak dasar masyarakat yang pemenuhannya menjadi kewajiban pemerintah sebagaimana kebutuhan air bersih, pemukiman layak huni dan lain-lain.

“Bila hak dasar masyarakat sudah terpenuhi, maka hal ini akan menjadi indikator suksesnya pemerintah dan menjadi sarana bagi peningkatan kualitas masyarakat karena sangat erat kaitannya dengan sektor perekonomian, kesehatan dan lain-lain” tuturnya.

Kemudian, dalam hal pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, terusnya, juga sangat berhubungan dengan peningkatan pelayanan masyarakat. Apalagi kebutuhan listrik di era kekinian sudah menjadi hal yang sangat penting guna mengimbangi kemajuan teknologi, dan mendorong peningkatan pelayanan pemerintah ke masyarakat mengingat di tengah masyarakat ada kantor desa, kantor camat, UPTD, Puskesmas dan lain-lain yang sangat memerlukan listrik dalam memberikan pelayanan.

Dewan: Listrik Penting Bagi Pelayanan Masyarakat

listrSiak (SegmenNews.com)– Wakil Ketua DPRD Siak, H. Azwar menegaskan bahwa listrik sangat penting bagi masyarakat apalagi di era saat ini. Begitu juga dalam pelayanan Pemda kepada masayarakat.

Listrik juga sangat berhubungan dengan peningkatan pelayanan masyarakat. Apalagi kebutuhan listrik di era kekinian sudah menjadi hal yang sangat penting guna mengimbangi kemajuan teknologi, dan mendorong peningkatan pelayanan pemerintah ke masyarakat mengingat di tengah masyarakat ada kantor desa, kantor camat, UPTD, Puskesmas dan lain-lain yang sangat memerlukan listrik dalam memberikan pelayanan.

Untuk itu, Azar mengharapkan proyek pembangunan jaringan listrik ke arah Simpang Gelombang hingga pos terpadu kecamatan Kandis sepanjang kurang lebih 5 KM, yang hingga kini masih terbengkalai, untuk kembali dilanjutkan Pemkab Siak melalui pengajuan anggaran di APBD Siak tahun 2014.

“Supaya masyarakat sekitar segera menikmati penerangan listrik PLN maka Pemkab Siak melalui Dinas Pertambangan dan Energi agar menganggarkan dana untuk kelanjutan pembangunan jaringan listrik di wilayah tersebut di APBD 2014 mendatang,” katanya, Kamis (7/11-2013) di kantor DPRD Siak Gedung Panglima Ghimbam.

Menurut Azwar, seharusnya pembangunan jaringan listrik di daerah tersebut selesai tahun 2013 ini. Namun entah kenapa, pengerjaannya melebar ke simpang Belutu sehingga jaringan ke wilayah simpang Gelombang menjadi tidak tuntas.

Saat ini, kata Azwar lagi, PLN sudah menyediakan daya, dan tinggal lagi Pemkab Siak untuk menyiapkan jaringan listriknya. Hal ini penting karena listrik menyangkut hak dasar masyarakat yang pemenuhannya menjadi kewajiban pemerintah sebagaimana kebutuhan air bersih, pemukiman layak huni dan lain-lain.

“Bila hak dasar masyarakat sudah terpenuhi, maka hal ini akan menjadi indikator suksesnya pemerintah dan menjadi sarana bagi peningkatan kualitas masyarakat karena sangat erat kaitannya dengan sektor perekonomian, kesehatan dan lain-lain” tuturnya.***(adv/rin)

Ketua DPRD: Hallowen Bukan Budaya Kita

Ketua DPRD SiakSiak (SegmenNews.com) Ketua DPRD Siak, Zulfi Mursal, S.H, mempertanyakan gelaran hallowen pada Sabtu (2/11-2013) di panggung Siak bermadah depan Istana Siak, karena hal tersebut bukan merupakan budaya Indonesia dan sama sekali tidak ada nilai panutannya bagi masyarakat.

“Hallowen Bukan Budaya Kita, Kemana para tokoh masyarakat, kemana pemerintah daerah, kok bisa pesta hallowen yang notabene meng-explor hantu, bisa
digelar di Siak. Tidak adakah budaya kita yang lain yang bisa ditampilkan?,” ucap Zulfi, Selasa (6/11-2013) di kediamannya,
komplek rumah dinas jalan Kecik-Siak.

Dikatakan, aneka ragam seni budaya yang dimiliki Siak sebagai dampak heterogenitas masyarakatnya, memang harus terus
dipelihara karena bisa menjadi sarana pemersatu dan kondusifnya situasi dan kondisi daerah. Dan hal itu, bukan berarti
membiarkan budaya asing begitu saja masuk dan merasuk di Negeri Istana ini karena membutuhkan filter.

Sebagai contoh positif adalah pagelaran wayang kulit di kecamatan Bungaraya pada pekan lalu, yang dinilai baik, karena selain
salah satu budaya Indonesia, juga mengingat merupakan kontribusi suku Jawa yang telah menjadi bagian masyarakat Siak serta
mengandung nilai-nilai luhur di dalamnya.

“Tapi hallowen, dimana suri tauladannya? Anehnya lagi, kok bisa digelar yang mengindikasikan ada pihak yang mengijinkan dari
unsur Pemkab terkait,” ujarnya bertanya.

Zulfi pun mengaku akan segera mempertanyakan hal ini ke Dinas terkait di Pemkab Siak. Zulfi juga mengaku belum tahu siapa
penyelenggara acara tersebut.***(rin)

Surat Suara Pilgubri Tiba di Pekanbaru

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Surat suara untuk Pemilihan Gubernur Riau putaran kedua sudah sampai di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau, Rabu sekitar pukul 15.50 wib.

Dari pantauan di KPU Riau ada dua unit mobil yang mengantarkan surat suara dari rekanan PT Karya Kita Bandung ke Provinsi Riau. Dua unit mobil tersebut berjenis tronton dan box engkel.

“Kalau dari jadwal kita baru tanggal 12 November dilakukan penyortiran. Tapi, yang kita lihat hari ini lebih cepat datangnya. Tergantung nantinya apakah nanti nunggu tanggal 12 dilakukan penyortiranya. Tapi pada perinsifnya hari ini surat suara lebih cepat datangnya dari yang kita prediksi,” papar ketua KPU Riau T. Edy Sabli di Pekanbaru.

Dari dua unit mobil tersebut terdapat 1.379 dus surat suara. Masing-masing Kabupaten Kampar sebanyak 178 dus, Indragiri Hulu 92 dus, Indragiri Hilir 169 dus, Rokan Hulu 113 dus, Siak 90 dus, Kota Dumai 63 dus, Rokan Hilir 145 dus, Pelalawan 97 dus, Kuantan Sengingi 77 dus, Kota Pekanbaru 201 dus, Bengkalis 124 dus dan Kepualauan Meranti 48 dus.

Dari 1.379 dus ini total oplahnya sebanyak 4.100.470. Dan total tersebut merupakan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgubri ditambah dengan 2,5 Persen dari total suara.***(den/ur)

Hadiah Uang dari 5 Kontraktor BUMN Untuk RZ

Terdakwa Rusli Zainal mengacungkan jempol kirinya pada persidangan di Pengadilan Tipikor
Terdakwa Rusli Zainal mengacungkan jempol kirinya pada persidangan di Pengadilan Tipikor

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap aliran hadiah uang dari perusahaan kontraktor kepada Gubernur Riau, Rusli Zainal yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan suap PON XVIII Riau dan korupsi kehutanan.

Aliran uang hadiah itu terungkap dalam sidang di pengadilan Tipikor, Pekanbaru, Rabu (6/11/2013).

Dalam berkas dakwaan JPU KPK setebal 82 halaman disebutkan, terdakwa Rusli Zainal (RZ) melakukan atau turut melakukan beberapa perbuatan menerima hadiah berupa uang dari lima kontraktor BUMN.

Hadiah uang paling banyak dari PT Adhi Karya yang diserahkan terpisah, sejumlah Rp500 juta, kemudian Rp852 juta, serta Rp427 juta dan 200 ribu dolar AS.

Hadiah uang lainnya dari PT Pembangunan Perumahan (PP) sebesar Rp1,3 miliar, dari PT Wika sebesar Rp550 juta, Rp225 juta dari PT Waskita Karya.

“Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya,” kata JPU KPK Riyono.

Disebutkan pemberian hadiah itu agar terdakwa selaku Gubernur Riau dan juga Ketua Umum Pengurus Besar PON Riau bersedia mengurus usulan anggaran program pembangunan arena olahraga PON XVIII di Riau, agar disetujui oleh DPR RI Komisi X sebesar Rp290 miliar dari APBN.***(rn)

sumber: antara

 

Dirut PT PERSI dan Rekanan Diperiksa Jaksa Siak

PT PersiSiak (SegmenNews.com)- Direktur PT. Permodalan Siak (PERSI), HM dan salah seorang rekanan tanah timbun berinisial DN diperiksa Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak, Rabu (6/11/13).

Pemeriksaan tersebut terkait dugaan penyelahgunaan atau pelanggaran keuangan di tubuh perusahaan milik daerahtersebut. pemeriksaan itu masih sebatas pengumpulan bahan keterangan dan pengumpulan data-data.

HM diperiksa Kasi Pidsus, Jendra Firdaus sementara rekanannya DN diperiksa diruangan jaksa penyidik Ayatul. Selain itu tampak sesekali Kepala Kejari Siak Zainul Arifin masuk keruangan Jendra, duduk disamping HM dan berbincang.

Pemeriksaan dimulai dari pagi hingga sore sekitar pukul 16.30 WIB, sebelum HM dan DN menandatangani kertas hasil keterangan yang mereka berikan kepada jaksa penyidik.

Namun DN terlihat terlebih dahulu meninggalkan ruangan jaksa penyidik Pidsus. Diakui DN pemeriksaan itu terkait proyek penimbunan jalan kebun di 2011 lalu, dan proyek itu dari salah satu Koperasi di Desa Paluh Kecamatan Menpura. Tapi dirinya tidak mengetahui persis dana proyek tersebut, dia hanya menjalankan kerja sesuai kontrak kerjanya.

“Saya hanya bekerja, kalau tentang dari mana pihak koperasi mendapatkan dana saya tidak tahu,” akunya.

Penimbunan jalan tersebut dengan ukuran lebar 5 meter, tebal 30 cm, dan panjang 7 kilometer. Dalam pelaksanaan proyek itu, DN telah menerima uang muka atau DP dari salah satu koperasi di Desa Paluh sebesar Rp 1,07 miliar. Saat itu DN telah mengerjakan pekerjaannya sekitar panjang 4,5 kilometer.

“Untuk mengerjakan penimbunan jalan kebun itu saya menerima uang muka sebesar Rp 1,07 miliar, dan saya sudah kerjakan sekitar panjangnya 4,5 kilometer dari target kerja sepanjang 7 kilometer. Dan kenapa sampai saat ini sisanya tidak dikerjakan, karena tidak ada uangnya diberikan ke saya,” terang DN.

Sementara itu, Direktur PT PERSI, HM usai menjalankan pemeriksaan enggan berkomentar banyak, dia hanya menyahut wartawan. “Saya takut salah, silahkan langsung ke jaksanya,” sambil berlalu menuju mobilnya.***(rinto)

Gudang PT PEBPI Siak Terbakar

Petugas saat memadamkan api yang membakar gudang PT PEBPI Siak
Petugas saat memadamkan api yang membakar gudang PT PEBPI Siak

Siak (SegmenNews.com)– Dua gudang Fever Flooring milik PT. Panca Eka Bina Plywood Industry (PT. PEBPI) diamuk si jago merah, Rabu (6/11/13) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Saat ini Polres Siak masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran tersebut. Dari informasi 3 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melakukan pemadaman api dibangunan seluas kurang lebih 100 meter x 200 meter.

Gudang tersebut berisi bahan-bahan kayu, Triplek yg setengah jadi, Tinner, Cat kaleng, Fernish, Tekofilm dan beberapa alat mesin untuk produksi.

Kapolres Siak AKBP Dedi Rahman Dayan melalui staf Bid Humas Bastian Ricardo membenarkan adanya kejadian tersebut dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Namun sayangnya, usai terbakar di pagi harinya pihak perusahaan belum bisa dikonfirmasi terkait terbakarnya gudang tersebut. Bahkan petugas security menghalangi kinerja wartawan dan meminta agar wartawan meninggalkan tanda pengenal atau kartu pers di Pos penjagaan.

“Pimpinan sedang istrahat,” kata salah satu security.

Sementara itu Manager HRD Perusahaan yang berhasil ditemui, Agus Setiawan mengatakan jumlah total kerugian yang diderita PT. PEBPI mencapai miliaran rupiah.***(rinto)

DPRD Siak Sambut Kedatangan DPRD Tanjung Jabung Barat Jambi

dprdSiak (SegmenNews.com)- DPRD Kabupaten Siak menyambut kedatangan anggota DPRD Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Kunjungan tersebut mempelajari tata cara dan pola pembangunan kebun sawit rakyat yang telah dilaksanakan Pemkab Siak, Kamis (5/11-2013).

Rombongan dipimpimpin oleh Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat, Mulyani Siregar, SH. Katanya, mereka sengaja berkunjung ke Siak guna ingin mempelajari lebih dalam tentang pembangunan kebun sawit rakyat serta sektor perikanan yang telah dilaksanakan Pemkab Siak. Apalagi, katanya, Sumber Daya Alam Jambi dan siak memiliki kemiripan.

Mulyani Siregar berharap, apa yang mereka dapatkan, dari kunjungan ke kabupaten Siak tersebut, kiranya dapat diterapkan di daerahnya. Hal ini mengingat Kabupaten Tanjung Jabung Barat, saat ini tengah giat menggalakkan program peningkatan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan lahan tidur yang tidak produktif.

Rombongan tersebut disambut langsung ketua DPRD Siak, Zulfi Mursal, SH, ikut serta Kadis Kehutanan dan Perkebunan Siak, Ir. Teten Effendi, dan juga Kadis Peternakan Perikanan dan Kelautan Siak, drh. Susi, untuk memberikan penjelasan langsung.
Dalam kesempatan itu, Teten dan Susi menjelaskan secara gamblang apa-apa yang ingin diketahui rombongan tamu dengan tambahan penegasan dari Ketua dan Anggota DPRD Siak.

Ketua DPRD Siak, Zulfi Mursal mengatakan kunjungan tersebut akan menjadi motivasi di jajaran DPRD dan Pemkab Siak agar lebih maksimal lagi dalam kinerja ke depannya. Pasalnya, kemajuan perkebunan Siak sudah menjadi acuan bagi daerah lain.

“Prestasi yang sudah menjadi acuan Daerah lain ini diharapkan lebih meningkat lagi kedepannya,” ujarnya.***(adv/rin)

Komisi II DPRD Siak Didesak Segera Selesaikan Sengketa Lahan

anggota dprd siak dari komisi ii  halomoan saat memberikan pendapat pada rapat dengar pendapat dengan dinas bina marga dan dinSiak (SegmenNews.com) – Ketua LSM Barisan Perjuangan Masyarakat (Bapermas) Kabupaten Siak, Tengku Romainur, mendesak Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak agar segera menyelesaikan dan menuntaskan berbagai sengketa lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Siak. Sengketa yang terjadi di Kabupaten Siak ini menurutnya sangat memprihatinkan.

“Komisi II DPRD Siak harus punya nyali kuat untuk menyelesaikan kasus sengketa lahan yang terjadi di daerah Kabupaten Siak. Sengketa lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Siak sudah masuk pada tingkat yang sangat kritis,” kata Romainur Senin (5/11) di Siak.

Catatan Bapermas, semenjak komisi-komisi di DPRD Siak berganti, belum ada pembahasan soal sengketa tanah yang rampung dan diselesaikan tuntas. Contoh saja sengketa lahan yang terjadi antara masyarakat Desa Langkai dan Desa Buantan Besar Kecamatan Siak dengan Acai alias Darmawan, hingga kini sengketa tersebut belum juga ada titik temunya.

“Laporan dan berbagai bukti jauh-jauh hari sebelumnya sudah kita sampaikan kepada Dewan. Termasuk beberapa kasus sengketa lahan lainnya yang terjadi di Kabupaten Siak ini, baik itu sengketa lahan koperasi, Hak Guna Usaha (HGU) pada perusahaan dan sebagainya terus berlanjut,” ulasnya.

Oleh sebab itu, DPRD bersama dinas berkompeten di lingkungan Pemkab Siak harus segera membahas dan mencari solusinya,” tutur Ketua Bapermas.

Terkait hal ini, Ketua Komisi II DPRD Siak, H. Sunardi, SP ketika dikonfirmasi wartawan mengungkapkan, untuk penyelesaian soal sengketa lahan yang ada, sudah ada beberapa berkas yang masuk ke komisi II. Sementara Komisi II DPRD Siak baru saja dilakukan perombakan.

Untuk menyikapai masalah ini, menurut Sunardi sangat perlu sekali berhati-hati dan kita harus mengikuti mekanisme melalui Badan Musyawarah (Banmus) dahulu. Sudah ada petunjuk dan disetujui baru dilakukan pembahasan.

“Apalagi kasus sengketa lahan yang terjadi ini termasuk Pekerjaan Rumah (PR) komisi II yang sebelumnya, sebelum diri saya menjabat sebagai ketua komisi II sekarang. Tapi kami tetap komit untuk menyelesaikan segala PR yang ada itu,” Tutur Sunardi optimis.