Beranda blog Halaman 2778

Dinilai Sukses, Bupati Siak Terima Penghargaan dari PT.PLN Riau-Kepri

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menerima penghargaan yang diserahkan Oleh GM PLN Riau & Kepri.
Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menerima penghargaan yang diserahkan Oleh GM PLN Riau & Kepri.

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menjadi salah satu penerima penghargaan dari PT.PLN Persero Wilayah Riau & Kepulauan Riau, Rabu (30/10) malam, bertempat di Grand ball room hotel Arya Duta, Pekanbaru.

Penghargaan tersebut diserahkan atas dasar peran aktif dan usaha pemerintah kabupaten Siak dalam meningkatkan sumber daya kelistrikan, khususnya di kabupaten Siak.

Penghargaan yang juga diberikan kepada sejumlah kabupaten dan Kota se riau tersebut bersempena dengan peringatan Hari Listrik Nasional dan Ulang Tahun PLN ke 68 tahun 2013 yang jatuh pada 27 Oktober lalu. Selain itu juga menyerahkan penghargaan bagi perusahaan dan masyarakat di wilayah Riau dan Kepri.

Disampaikan General Manager PLN Riau & Kepri doni Benyamin Pangaribuan, bahwa penghargaan yang diberikan oleh PLN merupakan salah satu apresiasi tinggi dari pihak PLN kepada pemerintah daerah dan perusahaan yang telah berperan secara maksimal dalam meningkatkan sumber daya kelistrikan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

PLN sendiri terangnya merasa sangat terbantu oleh pemerintah daerah khususnya dalam memberikan penerengan kepada masyarakat terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau dan dapat dilayani oleh PLN. “Kami sampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerjasama pemerintah daerah dan PLN yang selama ini telah terjalin dengan tujuan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi,” ungkap Doni.

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi merupakan salah seorang kepala daerah yang selalu komit dan berusaha secara maksimal untuk memberikan sumber daya kelistrikan di kabupaten Siak. Berbagai kerjasama bersama PLN telah ditempuh termasuk dengan melakukan kerjasama bersama kabupaten tetangga dalam upaya memberikan sumber daya listrik bagi masyarakat.

Upaya lainnya yang terus digesa saat ini adalah untuk segera bisa mengoperasikan pembangkits listrik bertenaga gas yang saat ini masih dikerjakan oleh PLN. Jika listrik berkekuatan 25 MW tersebut bias dioperasikan, maka rasio elektrifikasi di Siak bias ditingkatkan mencapai 70% lebih.

Hadir juga dalam acara tersebut antara lain Asisten II Setda Provinsi Riau, Kejati Riau, Kapolda Riau, serta sejumlah kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten di wilayah Riau dan Kepri yang juga mendapatkan penghargaan dari PT.PLN.***(adv/hms/rinto)

50 Imam Ikuti Pelatihan dari BAZNAS dan Kemenag

pelatihan imamRokan Hulu (SegmenNews.com)- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) taja pelatihan Imam bagi 50 Imam Masjid/Langgar/Musholla se Kec Rokan IV Koto, Kamis (31/10/2013) bertempat di Masjid Al-Istiqomah Rokan Koto Ruang Kec Rokan IV Koto.

Hadir dalam acara tersebut Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Ketua BAZNAS Rohul Ir H Sam Rikardo MSi, Sekretaris BAZNAS H Elfalisman SAg, Kepala KUA Rokan IV Koto Faizil SAg MA, Imam Masjid Besar Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasir Pengaraian H Azhar Darma SE.

Hadir juga dalam acara tersebut adalah Kasi Penyelenggara Syari’ah H Abd Rahman Jailani SAg, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, Pengurus dan Imam Masjid, serta umat Islam lainnya dari Kec Rokan IV Koto.

Bertindak selaku pemateri dalam acara tersebut adalah Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA tentang Kebijakan pembinaan kemasjidan, Ketua BAZNAS tentang Fungsi dan Peran BAZNAS dalam pembinaan keagamaan dan kemasjidan.

Turut serta memberikan materi pengarahan ialah Kasi Penyelenggara Syari’ah H Abd Rahman Jailani tentang Peranan Imam Masjid di dalam dan di luar masjid. Imam Besar Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasir Pengaraian H Azhar Darma SE tentang Bacaan dan Tahsin seorang Imam.

Ahmad Supardi Hasibuan, dalam pengarahannya menyatakan, masjid, langgar, dan musholla adalah sarana prasarana keagamaan yang sangat besar manfaatnya dan memegang peranan penting dalam pembinaan kemasyarakatan umat, baik dalam menjaga aqidah umat maupun peningkatan kualitas ibadah umat.

Makanya kita tak perlu heran, mengapa bangunan pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW ketika melakukan hijrah dari Kota makkah ke Kota Madinah adalah masjid yang dikenal dengan Masjid Quba, sebab semua pembinaan dan pembangunan umat adalah berbasis dan dimulai dari masjid.

Sam Rikardo menyatakan, BAZNAS Rohul dari tahun ke tahun selalu melaksanakan kegiatan pembinaan imam masjid. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas seorang imam, sebab seorang imam adalah imam dalam semua sector kehidupan, baik di dalam masjid maupun di luar masjid.

Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Riau Drs H Auni M Noor MM, serahkan bantuan BAZNAS Riau untuk fakir miskin di Kec Rokan IV Koto senilai Rp 100 juta. Auni berpesan agar bantuan ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat.***(r4n/rls)

Seorang JH Rohul Sakit Keras di Mekkah

JCH sakit asal Kecamatan Rambah, Rohul, H Siabah bin Yakub Lubis saat mendapatkan perawatan di Mekkah didampingi Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Rohul
JCH sakit asal Kecamatan Rambah, Rohul, H Siabah bin Yakub Lubis saat mendapatkan perawatan di Mekkah didampingi Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Rohul

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Rohul H Ahmadi SHI, dan H Damrah SSos, bahwa seorang Jamaah Haji (JH) Rohul saat ini sedang dirawat inap di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) di Makkah, setelah sebelumnya dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah.

JH tersebut adalah H Siabah bin Yakub Lubis asal Batang Samo Kec Rambah. Pak Siabah ini telah beberapa kali dirawat di BPHI Makkah dan termasuk di BPHI Madinah ketika melaksanakan Arbaien. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD) Rohul dr Mayenru, pak Siabah selama ini terindikasi sakit jantung, dengan gejala kaki bengkak, perut mual, dan nafsu makan kurang.

Dikatakannya, pak Siabah bin Yakub Lubis memang telah ada gejala sakit sejak dari Rohul, yang dibuktikan dengan adanya rasa sakit di kakinya, Namun demikian, menurut Ahmad Supardi, yang bersangkutan tetap dapat diberangkatkan menuju Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji, sebab sakitnya bukan sakit menular.

H Ahmadi dari Makkah melaporkan bahwa H Siabah kemungkinan besar tidak bisa diberangkatkan ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah, sebab sampai dengan saat ini H Siabah masih dirawat di RSAS Makkah dan tidak dapat ditemui dan apalagi ditemani, sesuai dengan perintah dari dokter RSAS Makkah.

Informasi tentang apa penyakit H Siabah secara lengkap baru dapat diterima pukul 13.00 WAS atau pukul 17.00 WIB, sedangkan para JH Rohul diberangkatkan ke Jeddah pukul 11.00 WAS atau pukul 15.00 WIB. Besar kemungkinan kami H Siabah akan terpisah dengan JH Rohul pada umumnya, jelas Ahmadi.

Ahmad Supardi Hasibuan menyatakan bahwa berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) JH sakit, maka seorang JH sakit, jika tidak memungkinkan dipulangkan bersama dengan rombongan kloternya, maka akan dipulangkan dengan kloter berikutnya, setelah yang bersangkutan dinyatakan layak diterbangkan menuju Indonesia.

Ditambahkannya, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Rohul beserta Kemenag Rohul, siap menunggu H Siabah di Batam dan membawanya pulang ke Rohul, sehingga bertemu kembali dengan keluarganya. Kita berharap semoga H Siabah dapat secepatnya pulang ke tanah air dan segera berjumpa dengan keluarga, pinta Ahmad Supardi.***(r4n/rls)

SMPN 4 Kemang Pelalawan Memprihatinkan

Inilah kondisi bangunan bekas koperasi yang saat ini di pakai untuk ruang majelis guru, bahkan nantinya ruangan ini juga bakal di pakai untuk ruang belajar siswa
Inilah kondisi bangunan bekas koperasi yang saat ini di pakai untuk ruang majelis guru, bahkan nantinya ruangan ini juga bakal di pakai untuk ruang belajar siswa

Pangkalan Kuras (SegmenNews.com)-

Kondisi SMPN 4 dan fasilitas proses belajar mengajar di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan sangat memperihatinkan. Pasalnya, selaku sekolah Negeri hanya memiliki 3 ruangan. Dua ruangan di pakai untuk siswa kelas VII dan satu ruangan lagi dipakai untuk ruang guru.

Sementara siswa kelas, VIII dan IX menumpang di sekolah MDA yang berjarak 3 KM dari SMPN 4 tersebut. Empat Ruang belajar disana juga sangat memperihatinkan bahkan menyedihkan bagi yang menyaksikannya. SegmenNews.com yang berkunjung kesana menyaksikan meja dan kursi berantakan karena sudah rusak, lantai ruang belajar juga sudah banyak yang retak-retak. Hal itu tentunya mengangu kenyamanan para siswa yang belajar.

Sementara majelis guru yang berkantor di bangunan bekas Koperasi juga jauh dari kelayakan. Ruang kantor itu bak gubuk reot, atap dan plafon sudah banyak yang rusak dan bolong-bolong karena sudah lapuk. Fenomena itu sangat menyedihkan, apalagi dihuni oleh para guru yang seharusnya diberikan fasilitas yang cukup untuk menunjang pendidikan.

“190 orang siswa selama ini numpang belajar di bangunan MDA dan ruang majelis guru di bekas kantor koperasi. Pagi untuk sekolah siswa SMP kalau siang untuk MDA. Selama ini memang wali murid dan siswa banyak yang mengeluh soal jarak MDA dengan sekolah dan tempat belajar yang tidak layak,” keluh Kepala Sekolah SMPN 4 pangkalan Kuras, Muzahar, SPd, Kamis kemarin.

Bahkan, jika memang belum juga ada bantuan, maka bangunan bekas koperasi reot yang dijadikan kantor majelis guru juga akan dipakai untuk runag belajar.

Diakui Muzahar, dengan kondisi fasilitas proses belajar mengajar itu, pihaknya sudah menyampaikan ke Disdik. Pihaknya juga mengusulkan ke Disdik Provinsi untuk pembangunan pustaka dan Lab IPa pada bulan juli lalu. Namun informasinya untuk 2014 dari dana hibah. Pengajuan itu juga bersama 5 sekolah lain seperti SMPN 4 ukui SMPN 2 Pelalawan SMP 1 Bunut SMPN 6 kuras dan SMPN 2 sikijang.

“Memang tahun 2014 nanti Disdik Pelalawan rencananya juga akan membangun 1 kantor, 4 ruang kelas, 5 ruang mobiler. Dan mobiler kantor untuk anggaran APBD murni dan pada APBD-P 2014 akan membangun 1 unit ruang majelis guru, pembangunan pagar dan paving block,” ungkapnya.

Sementara itu, Kades Kemang, Charles menyesalkan bahwa pengajuan penambahan lokal untuk SMPN 4 tersebut tak kunjung terealisasi.

“Siswa semakin bertambah tentunya sarana dan prasarana juga harus dipenuhi.Kita berharap Disdik dapat sesegera mungkin malakukan program pembangunan sekolah agar pekasanaan proses belajar mengajar berjalan dengan lancar. Kebutuhannya sudah sangat mendesak,” Tegas Charles.***(fin)

Dibakar Cemburu, Suami Bogem Istri di Pelalawan

ilustrasi
ilustrasi

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Mata Nita (24) warga jalan Terusan Baru, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan masih sakit akibat dibogem suaminya WA (31). Pemukulan dipicu cemburu.

Perlakuan Kekerasan Rumah Tangga (KDRT) tersebut dilaporkan ke Polres Pelalawan didampingi ibu korban.

Kapolres Pelalawan AKBP Aloysius Supriyadi SIK MH melalui Kasubag Humas AKP LumbanToruan, Kamis (31/10) membenarkan adanya laporan kasus KDRT tersebut.

“Kini penyidik Sat Reskrim Polres sedang memeriksa korban dan saksi-saksi, sebelum melakukan penangkapan terhadap suaminya yang terduga pelaku penganiayaan itu,” ujar Kasubag Humas Polres Pelalawan.

Perbuatan yang masuk keranah hukum tersebut bermula saat korban ditadangi tamu dari pegawai bank di rumahnya mau mencari ibu korban. Karena ibunya berjualan di kantin maka, korban menyanggupi ajakan tamu tersebut untuk menemui ibunya.

Ditengah perjalanan suami korban menelpon, namun korban tak mendengarnya, karena hp di taruh di jok sepeda motor yang ditumpanginya.

Sepulang dari mengantar tamu tersebut, dengen kesal suami mempertanyakan hp korban, walaupun sudah diberi penjelasan suami korban tetap marah, bahkan sempat melayangkan tinjunya ke arah mata korban, Rabu (30/10) sekitar pukul 10:00 Wib.

Tak terima, korban melaporkan perbuatan suaminya ke Polres Pelalawan.***(fin)

Dewan Apresiasi Penyaluran Bea Siswa PT.PISP dan PT.PSA

Ismail Hamkaz SAg, Msi
Ismail Hamkaz SAg, Msi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Anggota DPRD Rokan Hulu, Ismail Hamkaz SAg, Msi memberikan apresiasi yang tinggi terhadap partisipasi pihak perusahaan PT. Perdana Inti Sawit Perkasa (PISP) dan PT Panca Surya Agrindo (PSA) Kecamatan Kepenuhan dan Kepenuhan Hulu yang peduli terhadap pendidikan siswa-siswi.

Kepedulian dua perusahaan anak cabang dari First Resources Group, telah menyalurkan bea siswa terhadap siswa-siswi di tingkat SD hingga Mahasiswa. Penyaluran bea siswa itu juga sudah memasuki tahap XI periode ke-38.

“Saya sebagai masyarakat dan anggota DPRD Rokan Hulu mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya terhadap Managemen perusahaan yang memiliki program bea siswa serta pemberdayaan dan peningkatan sumber daya manusia umumnya di Rokan Hulu khususnya di Luhak Kepenuhan,” puji Ismail.

Namun seperti rilis yang dikirim ke redaksi segmennews.com, Ismail berharap pihak perusahaan menambah jumlah penerima bea siswa khusus S1, S2 dan S3. Sebab berdasarkan dialog dengan mahasiswa, saat ini mereka membutuhkan dukungan biaya dalam proses penyelesaian study.

“Semoga UPTd di dua kecamatan, Kepenuhan dan Kepenuhan Hulu, tokoh masyarakat dan mahasiswa melakukan komunikasi intensif terhadap kebutuhan mahasiswa kedepan,” tukasnya.

Baca: PT PSA Bantu Renovasi SDN 024 Kecamatan Tambusai

Disamping itu, Ismail juga mengusulkan kepada Managemen perusahaan agar menyelenggarakan pelatihan yang langsung dirasakan oleh masyarakat seperti kegiatan kewartawanan, baik kabupaten maupun Riau. Tentunya ada juga gerakan dari elemen masyarakat Desa dan Kecamatan untuk memberikan usulan. Sehingga take and give bisa dirasakan keharmonisannya.***(r4n/rls)

Dibangun Rp 800 M, Main Stadium Kini Merana

main stadiumMenyaksikan main stadium sekarang seperti menyaksikan monumen megah yang merana dan tinggal menunggu nasib. Sampai sekarang bangunan yang seharusnya bisa menjadi ajang berbagai even olahraga terutama pertandingan sepak bola, nasibnya tak kunjung jelas.

Stadion yang menjadi tempat pagelaran utama PON XVIII itu, saat ini ‘tidur nyenyak’ dan kesepian karena nyaris tak digunakan untuk kegiatan apapun. Padahal untuk membangun stadion megah tersebut butuh biaya sangat besar, lebih dari Rp800 milyar!

Dibangun secara multiyears sejak tahun 2009 lalu, main stadium memiliki luas bangunan 7,4 hektare dibangun di atas lahan seluas 66,4 hektare dengan kapasitas 43 ribu tempat duduk.

Segmennews.com yang mengunjunginya baru-baru ini, melihat area di sekitar stadion layaknya daerah tak bertuan. Rumput dan tanaman semak berduri sudah meninggi di mana-mana. Di sudut-sudut stadion, termasuk di area dalam dan di lapangan rumput, rumpu liar tumbuh subur. Terlihat tak ada perawatan.

Bahkan di salah satu bagian akses jalan di sebelah kiri stadion, tepatnya dekat jembatan, tanahnya longsor meninggalkan lubang menganga berdiameter 5 meteran.

Saat ini di setiap pintu masuk dipasang pagar besi oleh pihak kontraktor atau KSO (pembangunan main stadium ini dilaksanakan secara konsorsium oleh tiga perusahaan BUMN yakni PT Pembangunan Perumahan, PT Adhi Karya, dan PT Wijaya Karya). Untuk bisa mendekat stadion harus bisa melewati pagar tersebut. Selepas pagar pertama, masih ada lagi pagar kedua yang dipasang mendekat stadion.

Beberapa orang yang tampaknya penjaga stadion terlihat mengamati setiap orang yang masuk mendekat ke area stadion.

Seperti diketahui, main stadium sudah lama tidak digunakan. Stadion terakhir kali digunakan saat babak kualifikasi Grup E Piala Asia atau Asian Football Confederation (AFC) U-22 Championship 2013, 5-15 Juli 2012. Artinya, sudah 14 bulan lebih menganggur.

Pihak konsorsium terutama melarang Pemprov Riau menggunakan stadion tersebut sebelum pembayaran selesai. Pemprov menurut pihak KSO masih belum membayar kekurangan biaya pembangunan sekitar Rp184 milyar. Gara-gara ini pula perhelatan Islamic Solidarity games (ISG) yang rencananya akan digelar di Pekanbaru dibatalkan dan dipindah ke Kota lain. Pihak KSO bahkan sempat menggembok pintu masuk stadion dan melarang rombongan panitia besar ISG yang akan meninjau kesiapan Riau menjadi tuan rumah ISG.

Maka, sebelum pembayaran selesai, bisa dipastikan stadion megah tersebut akan terus menganggur dan tidak terawat. Lantas, bagaimana nasib main stadium selanjutnya dan bagaimana dengan badan pengelola yang sempat mencuat?

Ketua Komisi D DPRD Riau Bagus Santoso mengaku prihatin terhadap nasib main stadium. Dewan menurutnya sudah mendesak Pemprov untuk segera membentuk Badan Pengelola aset Pemprov. Karena banyak sekali aset Riau termasuk veneus PON XVIII dan main stadium yang dibangun dengan biaya APBD yang mencapai angka trilyunan sekarang tidak terawat dan terancam mengalami kerusakan. Jika dalam jangka panjang dibiarkan tidak terawat, maka aset aset ini akan menjadi beban bagi Pemprov Riau.
Menurut Bagus, ada 3 opsi tentang pengelolaan aset Pemprov ini, yaitu yang pertama pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota tempat aset itu berada, opsi yang ke dua adalah diserahkannya pengelolaannya kepada Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD).

Dan opsi yang ke 3 adalah aset aset atau Venues PON ini diserahkan kepada. pihak ke 3, seperti pihak kampus dimana venues itu berada. “Ada tiga alternatif tentang pengelola aset PON ini,” terang Bagus.

Menurut Bagus kendalanya sekarang karena SOTK masih dalam penggodokan di DPRD Riau dalam Prolegda. Karena kan harus ditetapkan bagaimana pelaksanaan teknisnya nanti. “Sekarang sedang digodok bagaimana pelaksanaan teknisnya “

Bagus mengimbau agar Badan Pengelola Aset segera dibentuk dan aset aset PON Riau ini juga aset Pemrov lainnya ada yang mengelola sehingga tidak menjadi rusak dan menjadi beban negara karena apabila tidak terawat dan dimanfaatkan dengan maksimal maka aset aset ini akan menjadi beban daerah seperti. Listrik dan biaya perawatannya. “Karena itu kita harapkan segera terbentuk Badan Pengelola Aset agar venues PON ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal sehingga bisa membiayai perawatannya sendiri dan kalau mungkin bisa menambah income bagi Pemprov,” tutup Bagus.

Emrizal akui Main Stadium Tidak Terawat

Sementara Asisten II Bidang Ekonomi Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Emrizal Pakis saat dihubungi membenarkan keadaan main stadium saat ini sangat memperhatikan. “Kita sangat menyesalkan keadaan main stadium tersebut sangat tidak terawat. Dalam hal ini, Pemprov Riau bukannya tidak peduli atas aset daerah tersebut, namun permasalahan pembayaran belum dilakukan. Untuk itu, Pemprov menunggu hasil audit yang dilakukan pada main stadium itu,” sebut Emrizal.

Ditambahkannya, Jika permasalahan tersebut sudah selesai, pastinya Pemprov akan bertanggung jawab terhadap main stadium. Seperti Rumbai Sport Center, dan bangunan aset lainya pemprov terus melakukan perawatan secara berkala. “Hanya Main Stadium saja yang permasalahan ini belum selesai. Insya Allah pada November tahun ini, permasalahan tersebut sudah selesai. Jadi tanggung jawab Main Stadium sepenuhnya milik Pemprov,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Kadispora) Riau, Edi Satria juga mengatakan hal yang sama. “Hingga saat ini, jika bangunan tersebut belum diserah terimakan, maka. Pihak dispora tidak bisa berbuat apa-apa. Karena ini menyangkut pembayaran yang belum selesai antara Pemrpov Riau dan KSO beberapa perusahaan,” sebut Edi Satria.

Ditambahkannya, jika pembayaran tersebut sudah selesai, pihak Dispora pastinya akan bertanggung jawab atas bangunan tersebut.

Menyangkut audit main stadium yang dilakukan terhadap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan hasilnya sedang ditunggu-tunggu, Edi mengaku Pemprov Riau sudah menerimanya. Akan tetapi Edi menolak mengatakan bagaimana hasil audit tersebut.

Edi berkilah dirinya belum sempat mempelajari hasil audit yang menurutnya sangat banyak tersebut. “Saya belum sempat mempelajarinya, nantilah saya kasi tahu (hasilnya),” janjinya. ***(bud/den)

 

Biaya Penyakit Akibat Rokok Diusulkan Dapat Subsidi

int
int

Jakarta (SegmenNews) – Direktur PT Askes Indonesia Tbk, Fachmi Idris, mengusulkan agar pembiayaan penyakit akibat konsumsi rokok mendapatkan subsidi dari pemerintah kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dari hasil cukai dan pajak hasil tembakau.

“Hasil tembakau berkontribusi lebih dari 95 persen dari total cukai sebesar Rp52,6 triliun yang diperoleh negara pada semester I 2013,” katanya dalam seminar Gangguan Kesehatan dan Pembiayaan Penyakit Terkait Rokok, Tanggung Jawab Siapa? di Jakarta, Kamis.

Mengenai data perokok aktif, kata dia, harus ditangkap melalui aplikasi pelayanan kesehatan tingkat pertama dan aplikasi Indonesia Case Based Groups (INA-CBG’s) di pelayanan rujukan.

Hal itu, dikatakan, dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan promotif dan preventif. “Juga untuk mengetahui dampak konsumsi rokok terhadap pola morbiditas penyakit dan terhadap beban pembiayaan kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Zaenal Abidin, menyatakan, perlu dibuat regulasi yang komprehensif dalam upaya menanggulangi penyakit terkait rokok (PTR).

“Penanggulangan komprehensif yang dimaksud adalah sebuah regulasi yang tidak hanya terfokus pada upaya kesehatan kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan) terhadap penderita PTR,” katanya.

“Tidak mungkin mereka menanggung biaya sendiri karena mahal apalagi yang banyak menderita PTR adalah rakyat miskin dan rakyat yang tidak berdosa (perokok pasif),” katanya.

Secara filosofis dan yuridis, negara berkewajiban untuk memberi pelayanan kesehatan bagi seluruh warga negara, termasuk penderita PTR dan sesuai dengan Pasal 28H UUD 1945.***(rn)

sumber:antara

Riau Butuh Rp1,29 T Untuk Jalan

Salah satu ruas jalan rusak di Riau
Salah satu ruas jalan rusak di Riau

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Pemerintah Provinsi Riau membutuhkan dana Rp1,29 triliun per tahun untuk pemeliharaan jalan sepanjang 3.033,32 km.

“Beban pemeliharaan jalan cukup berat apalagi dengan kondisi geografis dan arus lalulintas yang melebihi kapasitas daya dukung jalan, sehingga kebutuhan anggaran diperkirakan lebih dari itu,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Zaini Ismail kepada wartawan, Kamis (31/10/2013).

Menurut dia, anggaran sebesar Rp1,29 triliun itu belum termasuk kebutuhan untuk peningkatan struktur jalan dari struktur fleksibel ke struktur rigid.

Ia mengatakan, pada beberapa tahun terakhir Riau juga telah meningkatkan struktur jalan menjadi rigid pada beberapa ruas jalan melalui pola tahun jamak.

“Perubahan struktur jalan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan umur konstruksi jalan sehingga memberikan kontribusi positif dalam pengembangan wilayah di Provinsi Riau,” katanya.

Sementara itu, begitu besarnya kebutuhan anggaran untuk penanganan jalan tersebut, maka Pemerintah Provinsi Riau mengambil kebijakan dengan menggunakan skala prioritas yakni dalam kondisi mendesak dan strategis.

Untuk menyikapi kekurangan anggaran penanganan jalan tersebut maka Pemerintah Provinsi Riau tiap tahun selalu berusaha untuk mendapatkan tambahan anggaran dari berbagai sumber antara lain APBN dan sumber-sumber lainnya sehingga fungsional jalan-jalan provinsi tetap maksimal.***(rn)

sumber: antara

 

Pemprov Komit Rebut Blok Siak

blokPekanbaru (SegmenNews.com)- Asisten Bidang Pembangunan Ekonomi dan Kesra Setdarov Riau Emrizal Pakis optimis merebut pengelolaan ladang minyak di Blok Siak. Keyakinan itu, didasari atas usaha maksimalnya usaha Pemprov dalam melakukan persiapan.

Menurut Emrizal, Pemprov sudah menyodorkan proposal ingin mengelola ladang minyak Blok Siak pada Januari 2013 lalu. Saat ini proposal tersebut sudah berada di Kementerian Energi Sumber Daya Miniral (ESDM).

“Kita pasti optimis, usaha kita inikan bukan saat ini saja, tetapi sudah lama bahkan sebelum proposal itu kita serahkan ke Kemen ESDM lagi,” kata Emrizal.

Ketika ditanya sejauh mana usaha lobi yang sudah dilakukan, Emrizal tidak merincikan. Namun katanya, dengan telah disampaikan proposal pengelolaan ladang minyak tersebut, merupakan satu usaha awal yang sudah dilakukan Pemprov.

Emrizal membantah kalau Riau Petroleum tidak siap untuk mengelola ladang minyak Blok Siak. Menurutnya, BUMD dengan didorong pemerintah, pasti sudah mempersiapkan tenaga ahli, baik dalam hal perminyakan, mau pun sumber daya manusia lainya, termasuk peralatan.(rgi/mtr)