Beranda blog Halaman 2788

Dewan: Pemda Fasilitasi Konflik Buruh dengan Perusahaan

dprd1Siak (SegmenNews)- Pertemuan yang direncanakan Komisi I DPRD Kabupaten Siak, antara Perwakilan Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI), Perwakilan Perusahaan PT.Ivomas yang tergabung dalam Serikat Buruh Sektor Perkebunan Sawit (SBSPS), PT. HABI dan PT Ivomas belum memuaskan.

Pasalnya, pihak-pihak terkait yang dipanggil pihak DPRD mangkir datang untuk Hearing di DPRD, yakni Pimpinan PT. Ivomas dan PT. Habi, Kadisosnaker dan Bupati.

“Kita harapkan Bupati bisa menghormati keputusan yang dibuat dari DPRD Kabupaten Siak dengan mengundang dan menghadirkan PT. Ivomas dan PT. Habi dalam pertemuan yang direncanakan pada hari Rabu mendatang. Bupati harus fasilitasi persoalan buruh dengan perusahaan ini,” papar Ketua Komisi I, Mutharom, Senin (21/10/13) saat hearing dengan buruh di DPRD.

Hearing yang mulai pukul 11.00 wib itu, awalnya berlangsung santai, namun perwakilan buruh terlihat sedikit emosi karena
hearing itu tanpa dihadiri pimpinan atau perwakilan kedua perusahaan yakni PT. HABI dan PT. Ivomas, padahal Dissosnaker
Kabupaten Siak telah melayangkan surat undangan resmi kepada perusahaan tersebut.

Perwakilan buruh semakin emosi, karena Kepala Dissosnaker Kabupaten Siak, Nurmansyah juga tidak dihadir dalam rapat.
Nurmansyah hanya menugaskan beberapa orang Kepala Bidangnya. Puncaknya saat perwakilan buruh meminta kepastian akan status
mereka dari Kabid Dissosnaker kabuaten Siak itu. Namum jawaban yang diberikan oleh perwakilan dari Dissosnaker Siak mereka
nilai berbelit dan tanpa adanya kepastian ataupun keputusan.

“Mohon notulen catat, Kita meminta Bupati Siak untuk mengundang kedua perusahaan itu, untuk menggelar pertemuan pada Hari
Rabu (23/10),” Usulnya.

Usulan itu disambut gembira dan sorakan tanda setuju dari puluhan perwakilan buruh yang hadir dalam hearing itu. Komisi I
DPRD Kabuapaten Siak, akhirnya memutuskan untuk menyerahkana persolaan tersebut kepada Bupati Siak. Komisi I melalui Pimpinan
DPRD Kabupaten Siak akan meminta Bupati Siak, Syamsuar sebagai fasilitator dari permasalahan buruh dari dua perusahaan berbeda itu dengan mengundang perusahaan PT. Ivomas dan PT. Habi.***(ad)

Sampan Terbalik, dua Bocah Tewas Tenggelam

Sampan yang dinaiki satu keluarga terbalik di hantam angin dan hujan lebat di Kecamatan Koto gasib kabupaten Siak. Dua bocah tewas tenggelam. Warga dan tim Po air Polres Siak dan pihak terkait melakukan evakuasi jenazah korban.
Sampan yang dinaiki satu keluarga terbalik di hantam angin dan hujan lebat di Kecamatan Koto gasib kabupaten Siak. Dua bocah tewas tenggelam. Warga dan tim Pol air Polres Siak dan pihak terkait melakukan evakuasi jenazah korban (SegmenNews.com).

Baca Berita Terkait: Dua bocah tewas tenggelam 

Hujan dan Angin Hantam Sampan, dua Bocah Tewas di Siak

Jenazah korban di evakuasi
Jenazah korban di evakuasi

Siak (SegmenNews.com)- Akibat hujan deras dan angin kencang menghantam sampan yang digunakan oleh satu keluarga yang berjumlah empat orang. Mengakibatkan sampan terbalik dua bocah, Agustina (12) dan Bustami (6) meninggal dunia.

Sementara kedua orang tua mereka, Jamal (42 dan Kartina (41) selamat. Bermula, Jum’at (18/10/13) pagi sekitar pukul 06:00 Wib satu keluarga itu pergi ke kebun untuk menoreh getah di seberang sungai dengan menaiki sampan.

Dalam perjalanan, hujan dan angin begitu kencang, sehingga ayah korban memutar haluan pulang kerumah mereka di Desa Rantau Panjang Dusun Sukaramai. Dalam perjalanan pulang sampan tak kuat lagi menahan kuatnya hembusan angin sehingga sampan itu terbalik tepat di Desa Rantau Panjang Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.

Pihak kepolisian air Polres Siak yang melakukan pencarian menggunakan pompong, sampan dan speed boat akhirnya menemukan kedua bocah telah meninggal dunia. Agustina 12 tahun ditemukan Sabtu siang. Sedangkan adiknya, Bustami 6 tahun ditemukan Sabtu malam sekitar pukul 21:00 Wib. Pencarian korban dibantu BPBD kab siak, PT RAPP, PT INDAH KIAT, serta Basarnas dari propinsi Riau dan warga.

Kapolres Siak AKBP Dedi Rahman Dayan Melalui Kapolsek Lubuk Dalam AKP Ferdoli Nababan didampingi Kasubsektor Kecamatan Koto Gasib Aiptu Jefri Purba membenarkan penemuan dua korban tenggelam itu.

“Jenazah dibawa ke Puskesmas Koto Gasib, setelah di visum akan dikembalikan ke keluarga korban guna pemakaman,” jelasnya.***(rinto)

Rohul Langganan Banjir

Dokumentasi banjir Rohul
Dokumentasi banjir Rohul

Rokan Hulu (SegmenNews.com)-  Setiap tahun sejumlah Desa dan Kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu dilanda banjir. Apalagi di musim penghujan warga musti siap-siap menanti kedatangan air yang akan menggenangi rumah dan kebun mereka tanpa ada solusi yang pas.

Minggu (20/10/13), air sungai mulai meluap, akibatnya ratusan rumah warga di Kabupaten Rokan Hulu terendam banjir.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Rohul, sebanyak 220 unit rumah di Desa Aliantan, Kecamatan Kabun terendam banjir. Akibat meluapnya Sungai Aliantan.

“Selain rumah, di Desa Aliantan itu juga sebuah Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) dan tiga unit musalah terendam banjir,” kata Aceng Herdiana, Kepala BPBD Rohul.

Selain di Kecamatan Kabun, ratusan rumah juga terendam banjir di Kecamatan Rambah akibat meluapnya Sungai Batang Lubuh. ***(r4n)

Absen ke Riau, Deputi Kemenpora Klarifikasi PPLP Dayung Jabar

dayungKuansing (SegmenNews.com)- Deputi Sentra Keolahragaan Kemenpora akan mengevaluasi Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) cabang olahraga dayung Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, di helatan Kejurnas di Kabupaten Kuantan singingi (Riau) Jabar tak kirim atletnya.

“Tentu saya akan klarifikasi ke dia (PPLP Jabar) apa alasan mereka tak mengikuti Kejurnas, inikan agenda rutin dan wajib,” tukas Asisten Deputi Sentra Keolahragaan Kementrian Olahraga Republik Indonesia, Dr Isnanta, Sabtu (19/10/13) usai pembukaan Kejurnas PPLP dayung di Kecamatan Kunatan Mudik.

Kata Isnanta lagi, bahwa setiap Pemerintah tentu telah menyiapkan anggaran untuk mengikuti Kejuaraan tersebut.

Sementara, peserta Kejurnas dayung yang berasal dari 14 PPLP se-Indonesia yakni, NAD, Kepulauan Riau, Jambi, DKI Jakarta, Kalimatan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, Papua, Satlat Prima dan tuan rumah PPLP Dispora Riau. Sedangkan kejurnas kali ini mempertandingkan 21 medali emas. Namun, 3 dari 21 ini batal dipertandingkan yakni, Ketiga nomor tersebut antara lain Dragon Boat jarak 500 dan 1000 meter, kemudian Kayak 4 jarak 500 meter. ***(war)

 

“Saya Tidak Korupsi”

andiKomisi Pemberantasan Korupsi, Kamis 17 Oktober 2013, menahan mantan Menpora Andi Mallarangeng. Andi yang sudah diperiksa sebagai tersangka sebanyak tiga kali itu, sudah ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam kasus Proyek Sarana dan Prasarana Olahraga di Hambalang, Bogor. Ia ditahan untuk 20 hari ke depan di Rutan KPK.

Mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, Andi yang ditemani pengacaranya, Harry Pontoh dan adik kandungnya, Rizal Mallarangeng, terlihat tenang. Kepada para wartawan dia menebarkan senyum khasnya.

Andi mengungkapkan bahwa dia menerima dengan lapang dada penahanan ini dan menganggapnya sebagai sebuah proses yang harus dilalui. Juga menegaskan bahwa dia sesungguhnya sudah lama ingin ditahan, disidang, agar duduk soal kasus ini menjadi terang benderang. “Sehingga ketahuan siapa yang salah. Yang tidak salah, ya tidak salah,” kata Andi.

Andi memang tidak sendirian dijerat dalam kasus ini. Banyak tersangka lain. Dan menurut audit Badan Pemeriksa Keuangan, proyek Hambalang yang dialokasikan lebih dari Rp1 triliun untuk tahun angaran 2010-2012, telah merugikan negara lebih dari Rp400 miliar. Selain Andi, tersangka kasus Hambalang yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah mantan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Andi memilih mundur dalam jabatan menteri setelah dicekal dan sehari sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Memilih fokus menyelesaikan kasus ini. Dia juga mundur dari jabatan sebagai Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat. Tetapi sejumlah petinggi Partai Demokrat menegaskan Andi tetaplah kader partai yang dibesut SBY itu.

Sesudah meninggalkan sejumlah jabatan itu, Andi memang lebih banyak berdiam di rumahnya yang teduh di kawasan Cilangkap. Menekuni kembali dunia yang sudah lama ditinggalkannya: buku. Dengan bantuan sejumlah kawan, dia menata kembali buku-buku di perpustakaan kecil di ruang depan rumahnya. Ditata menurut kategori.

“Lebih mudah mencarinya, dulu hanya saya yang tahu buku berjudul ini ada di mana,” kata Andi kepada Karaniya Dharmasaputra dan Wens Manggut dari VIVAnews, yang menemuinya beberapa waktu lalu.

Perpustakaan kecil itu tak jauh dari tangga menuju lantai dua. Dinding tangga menuju lantai dua itu, seperti merekam riwayat hidup Andi, yang oleh keluarga dan sahabatnya disapa Anto itu. Foto-foto dari masa kecil dan masa muda berambut gondrong memaku ditembok itu.

Selain berkutat dengan buku, Andi juga menekuni hobi lamanya, beternak ayam. Membuat sebuah kandang kecil dengan 6 atau 7 ayam di belakang rumah.

“Ini namanya ayam ketawa. Nanti kita dengar bagaimana dia ketawa,” cerita Andy soal jenis-jenis ayamnya itu. Dia juga membunuh waktu dengan bersepeda. Menelusuri sejumlah jalan-jalan kampung di Cilangkap, Cibubur, Cimanggis hingga Sentul.

“Banyak bertemu teman-teman baru yang juga senang olahraga bersepeda,” katanya.

Bagaimana dia melewati hari-hari menanti kasusnya diproses, menanti penahanan dari KPK, dan apa yang dipersiapkan sebelum ditahan. Berikut petikan wawancara dengan VIVAnews itu.

Apa kegiatan yang dilakukan sekarang?
Pekerjaan saya sekarang antar jemput anak. Ya, dulu saya tidak pernah antar jemput anak, sekarang sering. Sekarang bisa baca buku sampai tuntas, termasuk bisa baca novel. Library bisa dikatalog atau segala macam. Bisa pelihara ayam. Ya lebih banyak waktu untuk keluarga. Di samping itu sambil mempersiapkan langkah-langkah pembelaan dengan pengacara-pengacara. Itu yang sehari-hari saya lalukan. Juga main tenis, main sepeda, sekali-kali pergi mancing.

Jadi belakangan ini kerap bertemu dengan pengacara?
Pada waktu-waktu dibutuhkan. Belum banyak juga yang bisa dilakukan pengacara, lantaran belum jelas tuntutannya apa. Kalau sudah ada penuntutan, kan bisa dilihat tuntutannya apa. Dari situ baru bisa disusun pembelaannya.

Intinya, kapan saja dipanggil dan ditahan kami selalu kooperatif. Kapan saja. Dipanggil sebagai saksi atau diperiksa sebagai tersangka. Bahkan terakhir itu saya dipanggil jam 8 pagi, tapi penyidiknya pada belum siap. Jadi jam 10 baru diperiksa. Selalu saya hadir dan insya Allah tepat waktu. Jadi nggak ada masalah.

Saya ikuti saja prosedur dari KPK. Kami akan melakukan pembelaan sesuai dengan kaidah- kaidah hukum, dan bukti-bukti yang ada. Memang katanya saya akan ditahan, tapi sampai sampai sekarang ini belum ada surat panggilan.

Anda siap kalau ditahan?
Oh siap. Saya sudah minta kepada istri untuk menyiapkan baju-baju satu koper lah. Satu koper kecil untuk dibawa hahahaha.

Apa isi koper itu?
Pakaian saya. Alat mandi barangkali dan pakaian dalam. Tapi yang penting buku-buku yang temanya enak buat dibaca. Karena kalau di tahanan barangkali banyak waktu senggang. Saya berharap masih bisa berolahraga ditahanan. Saya ini kan selalu rutin olahraga. Mudah-mudahan masih bisa tetap olahraga, baca buku dan mudah-mudahan masih bisa menulis.

Yang harus saya lakukan adalah mempersiapkan keluarga saya sendiri. Karena barangkali keluarga yang lebih berat. Kalau saya sendiri sudah siap secara psikologis maupun fisik. Tapi Alhamdulillah, anak-anak, ibunya mungkin sedikit emosional tetapi mudah-mudahan juga siap. Anak saya yang paling kecil barangkali, ya musti dijelaskan dulu dengan baik.

Bagaimana cara Anda mempersiapkan keluarga menghadapi kasus ini dan semua kemungkinan terburuk?

Saya memilih membicarakan duduk soal kasus ini dengan mereka. Kenapa kasus ini begini. Mengapa begitu. Pokoknya segala macam seputar kasus ini. Saya memilih membicarakannya daripada tidak membicarakannya. Dengan membicarakannya secara terbuka mereka bisa siap.

Mereka tahu bahwa suatu ketika saya mesti ditahan. Mental mereka harus disiapkan. Bahwa penahanan itu adalah prosedur dari KPK yang harus saya ikuti.

Meski, kalau kita membaca di KUHP, tidak mesti ditahan. Kalau yang ditakutkan menghilangkan barang bukti atau melarikan diri, rasanya itu tidak pas dengan saya. Tapi saya siap mengikuti prosedur KPK. Kalau memang harus ditahan, ya baju-baju sudah siap, buku sudah saya pilih-pilih juga. Insya Allah pada waktunya saya siap.

Dan makin ditunda makin buruk bagi Anda?
Saya terserah KPK. Kalau tidak ditahan, saya mau memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya bersama keluarga, melakukan hal-hal apa yang saya senang. Kemarin baru naik sepeda ke Sentul 40 km, lumayan masuk ke kampung- kampung.

Sempat tersesat?
Oh no. Kebetulan ketemu juga dengan penggemar sepeda yang lain yang menunjukkan jalan lewat rel kereta api ke Cibinong, dan ngelewatin lembah dan sungai. Itu view-nya luar biasa. Jadi saya sekarang tiap minggu sama anak, teman-teman, sepupu, adik-adik, dan keponakan, saya ajak, “Ayo, bersepeda ke mana”. Beberapa waktu lalu ke Muara Baru. Jadi habis dari rumah ibu saya di Pulomas langsung sepedaan. Sampai tujuan langsung makan ikan bakar. Itu sangat menyenangkan.

Bagaimana Anda menilai kasus ini dan bukti-bukti yang dimiliki KPK?

Saya tidak mau berspekulasi. Yang penting bagi saya adalah bahwa sudah hampir 10 bulan, saya masih terkatung-katung. Rekening-rekening juga diblokir. Saya juga tidak bisa beraktivitas karena sewaktu-waktu saya bisa dipanggil, sewaktu-waktu bisa ditahan. Jadi agak sulit membuat planning jangka panjang mau bikin apa.

Kalau tahu begini dari dulu saya ngajar saja kan. Ada banyak tawaran mengajar, tapi saya tidak mungkin bisa mengajar karena saya tidak tahu apakah bisa selesai satu semester atau tidak.

Rekening anak saya juga diblokir, tapi Alhamdulillah sekarang sudah dilepas karena sama sekali tidak perlu. Yang Gilang (Gilang Mallarangeng) itu rekeningnya cuma Rp15-16 juta, hasil dari kerjaannya sendiri. Anak saya yang di UI rekeningnya juga diblokir, isinya cuma Rp50 ribu, itu untuk dipakai bayar SPP, tapi sudah dilepas.

Artinya KPK juga bisa bikin kesalahan dalam melakukan pemblokiran. Mereka juga manusia, tapi setelah kami beritahu akhirnya dilepaskan. Kemarin anak saya bayar SPP pinjam rekening temannya. Tapi its ok, kita ikuti saja prosedur dari KPK. Tempat terbaik menjelaskan kasus ini secara terang benderang adalah di pengadilan. Kami menunggu itu.

Kalau audit tahap II BPK itu Anda sudah baca?

Saya sudah baca. Saya baca yang ada beberapa nama itu. Tapi katanya bukan itu yang diserahkan ke DPR. Jadi saya tidak tahu mana yang benar. Apakah berkas yang saya baca itu yang benar, tidak tahu juga. Yang saya amati bahwa secara keseluruhan, tidak ada yang langsung terkait dengan saya. Sama dengan audit pertama. Saya bertugas menjalankan kewenangan, tinggal tanda tangan lah. Tetapi kan ada yang kewenangannya ada pada saya tapi tidak saya tanda tangan. Kalau saya tanda tangan lebih parah lagi.

Ada cerita lain dalam audit tahap kedua itu. Katanya ada dana Rp500 juta, yang katanya diberikan kepada tim sukses saya atas permintaan Pak Mahyudin. Jadi, katanya Pak Wafid bahwa katanya Pak Mahyudin minta kepada dia uang untuk membantu saya di kongres. Lalu kemudian katanya lagi itu diberikan ke ajudannya Pak Mahyudin, lalu kemudian berhenti di situ cerita itu. Jadi, semuanya berupa, “katanya”.

Bagi saya sendiri, sayang sekali kalau hanya sepihak seperti itu. Semua orang tahu bahwa Pak Mahyudin itu tidak mendukung saya dalam Kongres. Dia masuk tim inti kompetitor saya. Bagaimana mungkin dia cari duit untuk pemenangan saya. Sayang sekali memang bahwa hal yang sangat sumir semacam itu, yang bertumpu pada katanya… katanya… dimasukan di dalam audit. Walaupun tidak masuk dalam kesimpulan dan hanya masuk dalam salah satu cerita sampingan.

Kalau tentang adik Anda?
Ada juga tentang adik saya, Choel Mallarangeng, yang katanya mengatur ini, mengatur itu, tapi saya tanya kepada Choel dia bilang itu nggak benar. Dia nggak pernah berhubungan dengan segala macam itu. Mungkin ada pertemuan- pertemuan, saya tidak terlalu kenal, saya tidak tahu betul. Jadi saya juga bingung dengan cerita-cerita itu. Makanya kami siap dan menunggu saja apa tuntutan dari KPK, apa bukti-buktinya, tentu saja kami akan melakukan pembelaan.

Yang jelas saya tidak melakukan korupsi. Saya tidak pernah meminta atau menerima uang, tetapi bahwa saya menterinya dan di dalam kementerian itu ada persoalan, itu betul. Saya juga merasa punya tanggung jawab moral dalam hal ini. Kalau persoalan hukum silakan disidik. Yang bersalah secara hukum ya harus bersalah, yang tidak salah nyatakan saja tidak salah. Mudah-mudahan nanti hakimnya juga memilah-milah bukti-bukti, keterangan-keterangan, dan sebagainya secara adil. Dan kalau saya salah nyatakan saya salah. Kalau saya tidak salah, nyatakan juga dengan jelas bahwa saya tidak salah.

Jadi jangan karena ditekan-tekan segala macam. Ini kan kesannya kalau perkara korupsi, hakim takut untuk memutuskan tidak salah. Nanti kemudian dibilang ada apa atau ada apa ini hakim, lalu diajukan ke Kompolnas atau KPK, sehingga hakim takut. Jadi jangan sampai ada hal-hal seperti itu juga. Kebernaran ditegakan, termasuk dengan cara membebaskan hakim dari ketakutan.

Dukungan teman-teman partai bagaimana?
Di rumah saya ini, ada saja teman-teman datang. Ada teman-teman dari partai silaturahim sambil update hal-hal tentang partai. Saya juga
mengikuti dari berbagai macam berita-berita atau informasi dari kawan-kawan dari partai. Teman-teman sekolah dulu baik dari Universitas Gadjah Mada, keluarga, sahabat- sahabat datang ke sini. Karena itu ya saya sangat terbuka teman-teman datang kemari, yang penting SMS saya dulu, jangan sampai saya lagi jalan ke luar.

Ada teman yang sudah lama tidak bertemu, tapi sekarang bisa bertemu?
Oh iya. Yang lama tidak ketemu lalu kemudian mampir ke sini. Saya terharu juga. Waktu saya jadi menteri, katanya dia nggak mau datang, nanti dikira cari-cari apa gitu. Setelah saya nggak jadi menteri, sekarang dia datang. Saya bilang kalau mau datang ya datang saja, nggak ada persoalan jadi menteri atau nggak jadi menteri.

Teman waktu saya masih jadi mahasiswa, teman di HMI, atau teman-teman aktivis yang waktu saya jadi menteri nggak mau datang sekarang pada datang. Ada juga yang cuma SMS, macam-macamlah. Mendoakan, atau say hi, atau kasih-kasih informasi. Kalau ada waktu undangan kawinan selalu paling banyak hadir. Lebih banyak waktulah. Yang penting sehat bagi saya. Lebih banyak punya waktu buat social relation.

Dulu kalau Sabtu-Minggu terus ada kegiatan, karena kegiatan Pemuda dan Olahraga kan Sabtu-Minggu. Jadi sudah sejak lama, saya itu waktu untuk keluarga sangat kurang. Sekarang malah punya waktu lebih banyak.

Saya Alhamdulillah semua hal yang saya kerjakan ada kepuasan tersendiri. Baik jadi pengamat, jadi dosen, jadi Juru Bicara Presiden juga membawa suatu kepuasan. Jadi menteri juga begitu. Melakukan suatu kebaikan yang tidak terlupakan. Sekarang ketika tidak menjadi apa-apa, justru memberi kepuasan tersendiri juga.
Mungkin bagi orang lain mengantar anak pergi sekolah itu sesuatu beban, bagi saya itu kenikmatan. Waktu mau jemput anak kan di halaman sekolah ibu-ibu semua, jadi saya ikut-ikut ngobrol sama ibu-ibu sambil foto-foto. Saya satu-satunya yang bapak-bapak, yang lain ibu-ibu semua. Sekolah anak saya kan dekat sekali, jalan kaki saja.

Dalam situasi seperti ini, apakah Anda canggung bertemu orang?
Nggak juga. Saya berusaha biasa-biasa saja. Walaupun memang, pastilah kalau ketemu orang, ada saja yang nanyain ‘Bagaimana Pak kasusnya?. Kebanyakan mendoakan saya. Mereka bilang, ‘Yang sabar ya Pak.’ Ada juga yang ngajak diskusi. Sebisa mungkin kalau saya punya waktu saya ladenin.

Bagaimana Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan itu?
Ya saya jawab dengan baik saja. Karena bagaimanapun, capek juga menjawab berulang-ulang. Tapi kebanyakan sih tidak ada masalah, orang Jawa bilang dilakoni wae. Kita ikuti saja dengan sabar dan iklhas.

Ada hobi baru?
Nggak ada juga tuh. Yang saya lakukan adalah hobi lama , yang dulu nggak bisa dilakukan karena sibuk. Jadi hobi lama itu seperti menjadi hobi baru. Mengurus tanaman, ngurus ayam. Bukan hobi baru tapi belajar sesuatu yang baru. Misalnya, ternyata kita bisa nonton dari internet film-film lama, film-film koboi. Saya senang dan kaget sekali. Yang ngajarin anak saya. Pakai Galaxy, pakai iPad. Dengan demikian nonton film-film koboi zaman dulu seperti Jhon Wayne bisa di YouTube atau di website lain. Kalau punya waktu saya nonton saja dari Galaxy atau iPad cari film-film lama yang dulu-dulu. Beberapa serial China seperti Ko Min Ho. Kalau film baru biasanya di bioskop.

Soal konvensi Demokrat bagaimana?

Saya mengikuti saja terus.

sumber:viva

Puluhan Warga Negara Taiwan Diamankan dari Rumah Mewah

ilustrasi
ilustrasi

SegmenNews.com- Kamis malam 17 Oktober 2013 di sebuah rumah mewah itu mendadak gaduh. Bangunan mewah ini terletak di Jalan Putri Daranante Gang Sukajaya RT 04 RW 14 Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Warga sekitar tidak menyangka, jika tempat itu dihuni puluhan warga negara asing asal Taiwan dan RRC. Rumah mewah ini ditempati belasan warga asing asal negara Taiwan yang terdiri atas 3 wanita dan belasan pria.

“Saat polisi menggerebek rumah ini, beberapa penghuni sempat kabur dengan melompat dari lantai dua, hingga mengalami luka-luka,” kata Simon, warga setempat di lokasi kejadian itu.

Saat terluka, warga sempat menolong mereka, karena tidak tahu menjadi buruan polisi. “Ada beberapa yang melarikan diri,” katanya.

Warga setempat masih berkerumun di lokasi kejadian, karena panik mendengar letusan senjata polisi yang berusaha membekuk penghuni berwarganegaraan asing itu.

Ketua RT 04, Juri, mengaku hanya menerima laporan dari pemilik rumah, namun tidak mengetahui penghuni rumah mewah ini. “Baru sembilan bulan mereka menempati rumah ini,” jelas Juri.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Ajun Komisaris Besar Polisi Mukson Munandar, jajarannya memang melakukan penyergapan di sebuah rumah mewah yang dihuni puluhan warga negara asing itu.

“Saat ini masih tahap pemeriksaan secara intensif. Yang menyulitkan, mereka ini tidak bisa berbahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia,” katanya, Jumat 18 Oktober 2013.

Mukson merinci, penangkapan warga negara asing itu terdiri atas perempuan 3 orang, dan laki-laki 19 orang. “Sekarang dikumpulkan di Reserse Kriminal Um

SegmenNews.com- Kamis malam 17 Oktober 2013 di sebuah rumah mewah itu mendadak gaduh. Bangunan mewah ini terletak di Jalan Putri Daranante Gang Sukajaya RT 04 RW 14 Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Warga sekitar tidak menyangka, jika tempat itu dihuni puluhan warga negara asing asal Taiwan dan RRC. Rumah mewah ini ditempati belasan warga asing asal negara Taiwan yang terdiri atas 3 wanita dan belasan pria.

“Saat polisi menggerebek rumah ini, beberapa penghuni sempat kabur dengan melompat dari lantai dua, hingga mengalami luka-luka,” kata Simon, warga setempat di lokasi kejadian itu.

Saat terluka, warga sempat menolong mereka, karena tidak tahu menjadi buruan polisi. “Ada beberapa yang melarikan diri,” katanya.

Warga setempat masih berkerumun di lokasi kejadian, karena panik mendengar letusan senjata polisi yang berusaha membekuk penghuni berwarganegaraan asing itu.

Ketua RT 04, Juri, mengaku hanya menerima laporan dari pemilik rumah, namun tidak mengetahui penghuni rumah mewah ini. “Baru sembilan bulan mereka menempati rumah ini,” jelas Juri.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Ajun Komisaris Besar Polisi Mukson Munandar, jajarannya memang melakukan penyergapan di sebuah rumah mewah yang dihuni puluhan warga negara asing itu.

“Saat ini masih tahap pemeriksaan secara intensif. Yang menyulitkan, mereka ini tidak bisa berbahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia,” katanya, Jumat 18 Oktober 2013.

Mukson merinci, penangkapan warga negara asing itu terdiri atas perempuan 3 orang, dan laki-laki 19 orang. “Sekarang dikumpulkan di Reserse Kriminal Umum dan menjalani pemeriksaan lebih mendalam. Dan hasilnya belum keluar,” katanya.

“Lagi dicek juga dokumen keimigrasiannya. Nanti, kami panggil pihak sponsornya. Karena, selama ini tidak ada laporan ke Polda Kalbar terkait keberadaan warga negara asing di sini,” tambahnya.

Mukson menjelaskan, untuk rumah mewah yang ditempati warga negara asing itu belum diketahui pemiliknya. “Lagi dicari juga. Ya, kami tidak tahu juga apa yang dilakukan para warga negara asing ini. Apakah mereka kerja atau apa, atau kunjungan wisata,” kilah Mukson.

“Kalau tidak ada paspor, atau visa kunjungan bekerja, akan segera dideportasi. Nanti kami bekerja sama dengan Imigrasi,” katanya.***(dn)

sumber: viva

 

 

 

Perkara Tapal Batas Riau-Sumut Belum Berlabuh

ilustrasi
ilustrasi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)-  Hingga saat ini sengketa lahan warga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai Rokan Hulu (Riau) dengan PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) Padang Lawas Sumtera Utara (Sumut) terus mengambang ditengah lautan tanpa ada tanda-tanda akan berlabuh.

Padahal kasus tersebut telah ditangani berbagai pihak yang terkait. Pusat belum juga membawa konflik tersebut ketepian atau berlabuh, dengan memberikan ketegasan akan Tapal batas dua Provinsi itu, agar semua pihak tidak lagi saling mengklaim.

Anehnya, kasus konflik Warga Desa Batang Kumu dengan PT.MAI itu sudah berlangsung sejak tahun 1998, berbagai kejadian terjadi seperti pembakaran dan pertumpahan darah, hingga persoalan tapal batas bergulir ke ranah hukum. Namun persoalan ini Belum juga bisa dituntaskan.

Warga batang Kumu, Nasir Sihotang, Jum’at (18/10/13) menyarankan agar pihak perusahaan PT MAI mengembalikan lahan hutan lindung (HL) dan hutan produksi terbatas (HPT) dan tapal batas Riau-Sumut yang dirampas PT. MAI ke Negara atau ke kementrian kehutanan RI. Sebab PT. MAI juga tidak mengantongi izin yang jelas dan Hak Guna (HGU).

“PT MAI hanya punya izin penunjukan lokasi dari Pemkab Padang Lawas,” tukas Nasir.

Katanya lagi, PT. MAI yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit itu punya salah seorang pengusaha dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan sebagai pejabat Tinggi.

Hingga hari ini permasalahan tersebut belum bisa dituntaskan baik dari Kementrian kehutanan RI, propinsi dan termasuk pemerintah kabupaten.

Dijelaskna Nasir, warga Batang Kumu selama ini menuntut lahan yang diserobot perusahaan lebih kurang 501 haktar dari luas lahan 5508 hektar. Sedangkan 5007 hektar lagi merupakan kawasan hutan lindung dan hutan produksi terbatas juga telah di garap perusahaan untuk perluasan areal perkebunnya.

Sebelumnya luas lahan mahato tersebut 28800 hektar namun saat ini kondisi kawasan tersebut semakin menyempit akibat penggarapan oleh pihak perusahaaan dan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Untuk mempertahan hak Riau warga batang kumu harus menempuh jalur hukum yang saat ini diproses dipengadilan negeri pasir pengarayan.***(rn/ar)

Persetujuan Dewan, 2014 Turap Pasar Segera Dibangun

logosiak2Siak (SegmenNews.com)– Jika disetujui Dewan, maka pembangunan turap pasar lama yang terletak tidak jauh dari Istana Siak, tahun 2014 ini sudah mulai dilakukan pembangunannya. Demikian disampaikan kepala Dinas Pengairan dan Bina Marga H Irving Kahar kepada wartawan, Kamis (17/10) kemarin.

Dikatakanya, bahwa pembangunan turap pasar lama yang terdapat di depan istana Siak tersebut sudah lama direncanakan. Namun karna terbatasnya anggaran pemkab Siak belum juga membangunnya.

“Oleh sebab itu, untuk kelanjutan rencana pembangunan turap pasar lama tersebut, tahun 2014 ini akan kita ajukan anggarannya ke DPRD Siak, jika di setujui nantinya, maka turap di depan istana Siak itu sudah bisa dilakukan pembangunannya,” ujar Kadis.

Irving menjelaskan, jika sepanjang tepian sungai sepanjang pasar lama tersebut dibangun turap, maka akan terlihat keindahkan kota Siak ini dan bisa juga jadi tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Siak. Oleh sebab itu, kita berharap masyarakat yang ada di sepanjang pasar lama yang terkena dampak dari pembangunan turap tersebut bisa mendukung nantinya, sehingga pelaksanaan pembangunannya bisa di kerjakan dengan cepat, ungkap Irving.***(Ad/rin)

Pekan Ini, Harga Sawit Naik Tipis

sawitPekanbaru (SegmenNews.com)– Pekan ini, tim penetapan harga tandan buah segar kelapa sawit Dinas Perkebunan Riau telah menetapkan harga sebesar Rp1.722 per kilogramnya, harga tersebut naik tipis dari harga sebelumnya.

Hal itu dikatakan Sekretaris Dinas Perkebunan Riau, Rivai Yasin, kepada wartawan, Kamis (17/10/2013).

Harga sebesar Rp1.722 per kilogram itu naik tipis dibandingkan harga periode sebelumnya, yakni Rp1.694 per kilogram.

“Kenaikan harga TBS ini dipicu meningkatnya permintaan CPO dari negara importir CPO asal Indonesia. Sehingga berimbas pada naiknýa harga jual TBS di tingkat perusahaan,” terangnya.***(den)