Beranda blog Halaman 2789

Ratusan Smartphone Ilegal Disita di Tembilahan

beacukaiTembilahan (SegmenNews.com)- Ratusan smartphone dan aksesoris disita dari sebuah speed boat tujuan Riau. Dua pembawa ponsel canggih itu diamankan.

Speed boat ditahan di Pelabuhan Tembilahan Riau, Kamis (17/10/2013). Dalam pemeriksaan diketahui, satu kotak berisi 86 ponsel merek Samsung Galaxy S4 i9500. Kotak lainnya berisi 154 merek serupa beserta 59 hard cover Samsung Galazy S4 i9500. Tak ditemukan dokumen pelengkap dalam pengangkutan barang tersebut.

“ABK berinsial ZK dan porter berinisial SY dimintai keterangan,” kata Kasubsi Penindakan Bea Cukai Tembilahan Riau Asnawi.

Diperkirakan, barang-barang tersebut senilai Rp 1,2 miliar. Sedangkan kerugian negara Rp 215 juta. Pelaku dianggap melanggar PP No 10 Tahun 2012 tentang Kepabeanan dan Peraturan Menteri Kominfo tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi.

“Pengiriman barang itu tidak dilengkapi dokumen kepabeanan,” tambah Kepala Kantor Bea dan Cukai Tembilahan Zaky Firmansyah seperti dilansir detiknews.***(rn/dtc)

 

Ahmad Supardi: JCH Rohul Umumnya Nafar Awal

mekkahRokan Hulu (SegmenNews.com)– Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa berdasarkan informasi dan laporan rutin yang diterimanya dari Tim Penyelenggara Haji Daerah (TPHD) Rohul Ahmadi SHI dan Damrah SSos, Jamaah Calon Haji (JCH) Rohul pada umumnya mengambil nafar awal ketika melontar Jumroh di Mina.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul kepada wartawan di kantornya, Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, Pasir Pengaraian, Kamis (17/10/2013). Dikatakannya dari 210 JCH Rohul, 199 di antaranya mengambil nafar awal, dan hanya 11 orang yang mengambil nafar tsani.

Dikatakannya, melontar jumroh dibolehkan mengambil nafar awal dan nafar tsani. Nafar awal adalah melontar pada tanggal 10, 11, dan 12 Zulhijjah. Sedangkan nafar tsani melontar pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijjah, setelah itu para JCH ke Makkah untuk melaksanakan Thowaf Ifadhah, Sai dan Tahallul.

Saat berita ini ditulis, Ahmadi SHI dari Makkah melaporkan bahwa 199 JCH Rohul telah berada di makkah untuk melaksanakan Thowaf Ifadhah, Sai, dan Tahallul. Jika ini selesai, maka JCH Rohul telah selesai melaksanakan ibadah haji dan telah resmi menyandang gelar Haji dan Hajjah.

Sedangkan 11 orang JCH Rohul lainnya, menurut Ahmadi masih berada di Mina untuk melontar pada hari besok, Jum’at 13 Zulhijjah dan setelah itu baru berangkat ke Makkah untuk mengerjakan Thowaf Ifadhah, Sai dan Tahallul. Setelah itu, mereka telah selesai mengerjakan ibadah haji dan telah resmi menyandang gelar Haji dan Hajjah.

Kakan Kemenag Rohul menyatakan, perbedaan mengambil nafar awal dan nafar tsani ini adalah sesuatu yang dibenarkan dalam pelaksanaan ibadah haji. Hal ini tidak ada masalah, semuanya dibenarkan dan sah ibadah hajinya.

Ahmad Supardi Hasibuan menyatakan, bahwa setelah semua JCH selesai melaksanakan ibadah haji, maka Jamaah Haji (JH) Rohul tinggal menunggu waktu pemulangan ke tanah air, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. ***(r4n/rls)

14 Tahun Siak, Banyak PR Belum Terselesaikan

projectbSiak (SegmenNews.com) – Diusianya yang ke 14 tahun, secara umum kabupaten Siak memang kian “Kemilau”, namun dibeberapa sektor, masih banyak program yang belum tuntas dan harus segera diselesaikan terutama yang menyangkut program prioritas kemasyarakatan.

“Ini PR untuk bupati dan jajarannya. Kita minta, dalam merealisasikan berbagai sektor pembangunan, tetap fokus pada skala yang sudah menjadi ketetapan sehingga tahapan demi tahapan dapat terealisasi dengan baik dan penempatannya (program) tepat pada porsinya, artinya yang prioritas. Ya harus diprioritaskan dengan tuntas,” ujar ketua DPRD Siak Zulfi Mursal SH, saat berbincang bersama wartawan.

Banyaknya program yang belum tuntas hingga kini, lanjut Zulfi, harus disikapi serius oleh kepala daerah, apalagi kata dia, selain keharusan mewujudkan visi-misi yang telah dicanangkannya sejak pencalonannya dahulu, bupati juga harus bisa mengantarkan tongkat estafet program dari kepala daerah sebelumnya, baik program jangka menengah (RPJM) ataupun program jangka panjang (RPJP).

Menurutnya, PR yang paling urgensi untuk segera diselesaikan saat ini adalah terkait kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, listrik, dan air bersih. “Ini saja, (kebutuhan dasar) hingga kini belum merata dinikmati masyarakat dan seringkali menjadi keluhan yang disampaikan kepada pihak legislatif. Kita di DPRD, komit untuk mendukung berbagai program luncuran pemkab apalagi bila program tersebut menyangkut kepentingan dan kebutuhan dasar masyarakat umum,” tandas politisi PAN ini.

Belum tuntasnya realisasi suatu program, lanjutnya, kadang menempatkan ranah legislatif sebagai pihak yang paling disalahkan masyarakat, padahal kata dia, sebagai wakil rakyat, sangat tidak mungkin DPRD mencoret program yang pro rakyat. “Ini yang harus diluruskan, dengan ini kita sampaikan kepada masyarakat bahwa dewan selalu berpihak kepada masyarakat. Namun semua itu tentunya mesti dimulai oleh adanya pengajuan oleh pihak eksekutif atau pemerintah kabupaten. Jadi kalau tidak diajukan, bagaimana kita DPRD mau mengesahkannya.” tegas Zulfi.

Masyarakat, sebut Zulfi, juga harus mafhum, bahwa berbagai program pemkab yang saat ini sudah, sedang dan akan direalisasikan ditengah masyarakat, tidak terlepas dari peran DPRD selaku lembaga yang memiliki fungsi budgeting (penganggaran).

Zulfi juga menggaris bawahi janji politik bupati/wabup Siak saat ini yang belum juga terwujud, yakni pinjaman tanpa agunan bagi masyarakat. Hal mana masih selalu menjadi pertanyaan masyarakat kepada DPRD terutama disaat reses dewan. ” Setidaknya, hal ini pernah menjadi daya tarik dan pendorong masyarakat untuk mendudukkan kepala daerah yang sekarang di kursi S 1, dengan harapan semua itu dapat terwujud. Maka hal ini menjadi PR wajib bagi bupati dan wakil bupati Siak yang harus direlisasikan sebelum masa jabatan berakhir. Kita di DPRD akan terus memantaunya,” pungkasnya.

Kadisparpora Siak Terancam Digugat ke KIP Riau

uangSiak (SegmenNews.com)– Penggunaan anggaran APBD 2013 Siak untuk kegiatan Tour de Siak dinilai tidak transparan. Padahal keterbukaan publik sudah diatur dalam Uandang-undang (UU) Nor 14 tahun 2008, dan didalamnya terdiri dari 64 pasal. Yang pada intinya memberikan kewajiban kepada setiap badan publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon informasi untuk mendapatkan informasi publik, kecuali infomasi tertentu.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Resclasseering Komisariat Daerah (Komda) Siak, Nofrianto, Kamis (17/10/13). Untuk ketransparansian pengguanaan anggaran itu juga, pihaknya sudah melayangkan surat ke Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Siak agar tranparan dalam penggunaan dana Tou de Siak September 2013 lalu.

Jika surat permintaan mereka tidak digubris maka, Disparpora Siak akan di gugat melalui Komisi Informasi Publik (KIP) Riau.

“Jika surat tersebut tidak ditanggapi, sesuai aturan massa tenggang. Kita akan menggugat melalui Komisi Informasi Publik (KIP) Riau,” ancamnya.

Dilain tempat, Kadisparpora Siak, Hendrisan berjanji akan segera menanggapi surat permohonan ketransparansian kegiatan itu.

“Kita akan tanggapi surat itu, sesuai permintaan mereka,” ujar Hendrisan.***(rinto)

Kunker ke Siak, Kapolda Riau Buat Tim Khusus Ungkap Kasus

Bupati Syamsuar dan Kapolres Siak (kiri) saat menyambut Kapolda Riau, Brigadir Jendral (Brigjen) Polisi Condro Kirono
Bupati Syamsuar dan Kapolres Siak (kiri) saat menyambut Kapolda Riau, Brigadir Jendral (Brigjen) Polisi Condro Kirono

Siak (SegmenNews.com)– Sejauh ini daerah Kabupaten Siak termasuk aman, dan meskipun demikian kemajuan ekonomi masyarakat perlu dikawal, karena hal ini sering dimanfaatkan oleh pelaku-pelaku kejahatan, seperti terjadinya pencurian dengan kekerasan.

Selain itu, khusus wilayah Provinsi Riau kasus yang harus diwaspadai yakni Pencurian dengan kekerasan (Curas), Pencurian dengan pemberatan (Curat). Untuk menangani kasus-kasus tersebut pihaknya telah membuat tim khusus untuk mengungkap kasus yang ada.

Hal itu dikatakan Kapolda Riau Brigadir Jendral (Brigjen) Polisi Condro Kirono saat Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Siak, Kamis (17/10/13). Kedatangan rombongan di pelabuhan Lasdap tersebut langsung disambut Bupati Siak Syamsuar, dan digejar penjamuan para tamu di kediaman bupati di Jalan Raja Kecik.

“Khusus di Riau, kami seluruh jajaran telah melakukan langkah superhensif, dengan memberdayakan masyarakat, membuat tindakan prefentif dan penegakan hukum,” imbuh kapolda.

Disamping itu, Kabupaten Siak merupakan wilayah yang dikelilingi perairan, kondisi geografis ini memungkinkan banyaknya pintu masuk barang ilegal atau penyelundupan ke daerah ini. Dicontohkan pada penangkapan barang elektronik ‎berupa Hanphon merek BlackBerry 1000 unit dan beberapa Laptop diwilayah perairan Tanjung Buton oleh Pol Air Siak beberapa bulan yang lalu, hingga saat ini kasusnya masih membatu di bea cukai Siak.

Sementara penyeludupan melalui jalur darat yang sebelumnya banyak terungkap yakni, beberapa truk bawang merah bombai yang melintas di wilayah Siak dan berhasil diamankan oleh Polres Siak, dari pihak kepolisian memberikan keterangan dokumennya tidak lengkap. Sementara kasus ini dilimpahkan ke Karantina Pekanbaru, karena menurut kepolisian pihak karantina lebih berwenang untuk memproses kasus ini.

Beberapa kasus tindak kejahatan yang bisa saja terjadi dan kapan saja, begitu juga dengan kasus kecelakaan lalulintas yang di akibatkan pesatnya peningkatan ekonomi masyarakat berdampak pada tingginya jumlah pembelian kendaraan, sementara hal itu tidak dibarengi dengan pemahaman tentang peraturan berlalulintas.

“Kita akan mengupayakan memaksimalkan rambu-rambu lalulintas bersama Bupati,” ungkap Kapolda.***(rinto)

Indikasi Korupsi dana Perjalanan ke London, Kejati Riau Bakal Panggil Bupati Kampar

korupsiPekanbaru (SegmenNews.com)- Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau terus menelusuri kasus dugaan korupsi di Pemerintah Kabupaten Kampar.

“Salah satunya terkait indikasi korupsi dana perjalanan bupati ke London,” kata Pejabat sementara (Plh) Kepala Seksi Penegakan Hukum dan Humas Kejati Riau Satria Hamdi di Pekanbaru, Kamis (17/10/13).

Ia menjelaskan, penyidik dari Bidang Tindak Pidana Khusus juga berencana memanggil Bupati Kampar Jefri Noer.

“Namun, itu membutuhkan proses yang panjang. Maka, sekarang yang diperiksa lebih dulu adalah pihak-pihak terkait selain bupati,” katanya seperti dilansir antarariau.

Sejumlah saksi terkait indikasi korupsi biaya perjalanan (plesiran) bupati Kampar dan keluarga ke London telah menjalani pemeriksaan intensif.

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Riau berupaya untuk mengungkap dugaan korupsi perjalanan dinas yang diindikasikan juga melibatkan Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) BPR Sari Madu dengan mengikutsertakan bupati Kampar Jefri Noer beserta istri dan dua anaknya ke London, Inggris, pada 2012, dengan anggaran Rp207 juta.

Terakhir tim penyidik juga telah memeriksa dua anak Bupati Kampar Jefri Noer.***(dn)

Massa Tuntut KPK Berantas Korupsi di Riau

jotosPekanbaru (SegmenNews.com)- Sejumlah aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Aparatur Negara (Penjara) melakukan aksi di Kantor Gubernur Riau di Jalan Cuk Nyak Dien dan Kejati Riau, Kamis (17/10/13).

Mereka menuntu KPK mengusut sejumlah kasus Korupsi di Riau, yang selama ini dianggap belum terselesaikan dengna maksimal, malah semakin mejamur. Bahkan di Negeri yang kaya ini masih bergelimpangan masyarakat miskin.

“Kami harapkan KPK segera menyelesaika perkara korupsi di Riau,” kata koordinator aksi, Dwiki Zulkarnain.

Massa membawa spanduk besar bertuliskan kecaman terhadap para koruptor, para demonstran dari LSM Penjara mendesak para penegak hukum mulai dari Kejaksaan, Polri, hingga KPK, untuk lebih berani untuk melakukan penindakan hukum terhadap laporan-laporan dugaan korupsi yang ada di Riau.

Sejumlah aktivis LSM juga melakukan aksi melukai kepala, sehingga suasana menjadi mencekam. Mereka kesal, sebab dari 1.780 laporan dugaan korupsi yang telah dikirim ke KPK terkait dugaan korupsi, hanya sedikit yang ditangani. Bahkan, Gubri Rusli Zainal yang saat ini menjadi tersangka korupsi kehutanan dan suap PON XVIII masih menguasai Riau.

Setelah berorasi, perwakilan LSM ditemui Kabiro Hukum Setdaprov Riau, Sudarman. Dia menjelaskan, terkait RZ, jika sudah di tetapkan sebagai terdakwa (duduk di persidangan) maka jabatannya sudah dicopot. Selama RZ belum terdakwa, maka RZ tetap menjabat Gubernur.

Dilanjutkannya, sesuai aturan yang berlaku, Menteri Dalam Negeri bakal menunjuk Pelaksana Tugas Gubernur Riau apabila statusnya sudah naik menjadi terdakwa.

Setelah adu argumentasi, akhirnya dengan pengawalan ketat pihak kepolisian dan satpol-PP, massa membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 12.00 WIB.***(chir)

Desas-Desus Pengganti Sekda Siak

siak.jgpSiak (SegmenNews.com)- Hingga saat ini desas-desus pengganti Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak, Amzar seiring akan berakhirnya masa jabatannya di Bulan November 2013 terus bergulir di kalangan pejabat dan PNS dilingkungan Pemda Siak.

Sejumlah nama mulai di bicarakan pegawai, namun belum bisa dipastikan penggantinya. Sebab Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Siak, Prawira Rafadi yang dikonfirmasi juga belum bisa memastikan siapa saja nama yang akan diajukan untuk memangku jabatan penting tersebut.

“Ya, masa jabatan Sekda Siak yang dipegang Amzar pada November ini akan habis, mengenai nama-nama penggantinya saya belum tahu, tapi saya sudah berkoordinasi ke Bupati,” terang Prawira.

Dijelaskannya, nama-nama calon pengganti Amzar tentunya ada tiga nama yang mana nanti akan diusulkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk melakukan tes.

“Untuk nama-nama pengganti tentunya ada tiga nama, tapi tidak tertutup kemungkinan ada nama-nama pendamping lainnya karena saat ini masih proses atau belum final,” terang Prawira.

Sementara itu saat ditanyakan siapa-siapa tiga nama tersebut, Prawira enggan menyebutkannya.

“Mengenai siapa nama-nama pengganti saya belum bisa memberitahunya, silahkan ke Bupati saja,” ujarnya.***(rinto)

Rapat Paripurna Ditunda

rapatSiak (SegmenNews.com)– Penyampaian jawaban pemerintah Kabupaten Siak terhadap pandangan umum 8 fraksi DPRD Siak, tertunda, setelah sidang paripurna, Jum’at September lalu, dengan agenda tersebut, hari ini ditunda dari rencana awal pukul 9.30 WIB menjadi pukul 14.00 wib, gara-gara tidak kuorum.

“Anggota dewan yang hadir belum cukup (kuorum-red) makanya diundur selepas sholat Jum’at,” ujar salah seorang staf humas setwan yang tidak bersedia disebut namanya, saat ditanya wartawan, di gedung DPRD Siak, Jumat (6/9/2013).

Pantauan wartawan di gedung berjuluk Panglima Ghimbam ini, sekira pukul 14.33 WIB, paripurna ternyata belum juga dimulai yang berarti sudah terjadi ‘kemoloran’ waktu dari penundaan yang dijadwalkan pagi harinya.

“Baru 13 anggota dewan yang teken,” cetus staf Setwan menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela kesibukannya mondar-mandir mencari tekenan para wakil rakyat.

Hingga berita ini diturunkan, pada pukul 14.43 WIB, sidang belum juga dimulai namun wakil bupati Siak Drs H Alfedri MSi sudah hadir di lokasi sidang, demikian halnya Sekda Drs H Amzar dan para kepala SKPD di lingkup Pemkab Siak. Mereka terlihat duduk-duduk ada juga yang berdiri ngobrol diteras ruang sidang sambil menunggu.***(adv/rin)

Ketua DPRD: Masih Banyak PR Program Kemasyarakatan

ketua dprd siak2Siak (SegmenNews.com)– Diusianya yang ke 14 tahun, secara umum kabupaten Siak memang kian “Kemilau”, namun dibeberapa sektor, masih banyak program yang belum tuntas dan harus segera diselesaikan terutama yang menyangkut program prioritas kemasyarakatan.

“Ini PR untuk bupati dan jajarannya. Kita minta, dalam merealisasikan berbagai sektor pembangunan, tetap fokus pada skala yang sudah menjadi ketetapan sehingga tahapan demi tahapan dapat terealisasi dengan baik dan penempatannya (program) tepat pada porsinya, artinya yang prioritas. Ya harus diprioritaskan dengan tuntas,” ujar ketua DPRD Siak Zulfi Mursal SH, kepada wartawan.

Banyaknya program yang belum tuntas hingga kini, lanjut Zulfi, harus disikapi serius oleh kepala daerah, apalagi kata dia, selain keharusan mewujudkan visi-misi yang telah dicanangkannya sejak pencalonannya dahulu, bupati juga harus bisa mengantarkan tongkat estafet program dari kepala daerah sebelumnya, baik program jangka menengah (RPJM) ataupun program jangka panjang (RPJP).

Menurutnya, PR yang paling urgensi untuk segera diselesaikan saat ini adalah terkait kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, listrik, dan air bersih. “Ini saja, (kebutuhan dasar) hingga kini belum merata dinikmati masyarakat dan seringkali menjadi keluhan yang disampaikan kepada pihak legislatif. Kita di DPRD, komit untuk mendukung berbagai program luncuran pemkab apalagi bila program tersebut menyangkut kepentingan dan kebutuhan dasar masyarakat umum,” tandas politisi PAN ini.

Belum tuntasnya realisasi suatu program, lanjutnya, kadang menempatkan ranah legislatif sebagai pihak yang paling disalahkan masyarakat, padahal kata dia, sebagai wakil rakyat, sangat tidak mungkin DPRD mencoret program yang pro rakyat. “Ini yang harus diluruskan, dengan ini kita sampaikan kepada masyarakat bahwa dewan selalu berpihak kepada masyarakat. Namun semua itu tentunya mesti dimulai oleh adanya pengajuan oleh pihak eksekutif atau pemerintah kabupaten. Jadi kalau tidak diajukan, bagaimana kita DPRD mau mengesahkannya.” tegas Zulfi.

Masyarakat, sebut Zulfi, juga harus mafhum, bahwa berbagai program pemkab yang saat ini sudah, sedang dan akan direalisasikan ditengah masyarakat, tidak terlepas dari peran DPRD selaku lembaga yang memiliki fungsi budgeting (penganggaran).

Zulfi juga menggaris bawahi janji politik bupati/wabup Siak saat ini yang belum juga terwujud, yakni pinjaman tanpa agunan bagi masyarakat. Hal mana masih selalu menjadi pertanyaan masyarakat kepada DPRD terutama disaat reses dewan. ” Setidaknya, hal ini pernah menjadi daya tarik dan pendorong masyarakat untuk mendudukkan kepala daerah yang sekarang di kursi S 1, dengan harapan semua itu dapat terwujud. Maka hal ini menjadi PR wajib bagi bupati dan wakil bupati Siak yang harus direlisasikan sebelum masa jabatan berakhir. Kita di DPRD akan terus memantaunya,” pungkasnya.***(adv/ra)