Beranda blog Halaman 2840

Kebutuhan Daging di Riau Naik 30%

daging sapiPekanbaru (SegmenNews.com)– Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Zainali Arifsyah menyebutkan menjelang Lebaran 1434 H/2013, diprediksi kebutuhan daging sapi di Provinsi Riau meningkat sekitar 30 persen dibandingkan hari biasanya.

Katanya, di hari bisa pemotongan hewan (sapi) sekitar seratus ekor, sementara menjelang Lebaran ini bertambah menjadi 130 ekor, artinya terjadi penambahan sekitar 30 ekor atau sekitar 30 persen.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Zainali Arifsyah, Rabu (31/7/2013).

“Menjelang Lebaran, terjadi peningkatan sekitar 30 persen,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika dirata-ratakan, kebutuhan daging sapi per hari untuk satu kabupaten dan kota di Riau sekitar lima hingga sepuluh ekor per harinya, terkecuali Kota Pekanbaru, yakni sekitar 40 ekor. (d3n)

1 Syawal Tak Ada Perbedaan

Ilustrasi
Ilustrasi

Penentuan 1 Syawal 1434 Hijriyah, baru akan dilakukan melalui sidang isbat pada 7 Agustus mendatang. Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar meyakini pelaksanaan Idul Fitri nanti tidak ada perbedaan.

Sebagaimana dikutip dari website resmi Kementerian Agama, Rabu (31/7/2013), Nasaruddin mengatakan, jika didasarkan pada perhitungan hisab, pada hari pelaksanaan rukyatul hilal atau hari Rabu senja tanggal 7 Agustus 2013, posisi hilal berada di atas 2 derajat.

Sesuai pengalaman tahun-tahun yang lalu, apabila hilal di atas 2 derajat, maka hilal atau bulan baru dimungkinkan akan bisa disaksikan atau imkanur rukyat. “Kecuali jika pada hari itu seluruh lokasi pemantauan hilal di Tanah Air terhalang mendung,” ujar Nasaruddin.

“(Tapi) Kita berharap lebaran bareng, sehingga lebih menguatkan ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

Pelaksanaan awal Ramadan tahun ini mengalami perbedaan antara pemerintah dan sejumlah ormas Islam yang mengikuti sidang isbat dengan Muhammadiyah.

Pemerintah bersama sejumlah ormas Islam dalam sidang isbat lalu menentukan awal Ramadan 1434 H jatuh pada 10 Juli. Sementara Muhammadiyah, ormas Islam terbesar kedua telah menetapkan awal Ramadan jatuh pada hari sebelumnya, Selasa 9 Juli.

“Mudah-mudahan saat sidang isbat 1 Syawal ada semangat kebersamaan,” ujar Suryadarma Ali usai didang isbat penentuan awal Ramadan di kantor Kemenag, Senin (8/7/2013) lalu. (rmd/sip)(dtc)

Ponpes Tempat PPL, Kemenag Rohul MoU dengan FKIP UPP

Kemenag Rohul MoU dengan FKIP UPP
Kemenag Rohul MoU dengan FKIP UPP

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, didampingi Kasubag Tata Usaha Drs H Zulkifli Syarif MPdI dan Kasi Pendis Drs H Syahruddin MSy, teken memorandum of understandingM (MoU) dengan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) Universitas Pasir Pengaraian (UPP) Hardianto MPd, Selasa (30/7/2013) bertempat di ruang kerja Kantor Kemenag Rohul, jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, Pasir Pengaraian.

MoU berisikan tentang kesepakatan kerjasama antara Kemenag Rohul dengan FKIP UPP, dalam hal menjadikan madrasah dan pondok pesantren (Ponpes) sebagai lokasi pelaksanaan Program Pendidikan Lapangan (PPL) bagi mahasiswa FKIP UPP yang akan menyelesaikan studynya.

Ahmad Supardi menyambut positif langkah yang akan dilakukan oleh FKIP UPP ini, sebab Kemenag Rohul mempunyai madrasah dan ponpes yang yang cukup banyak. Saat ini tercatat pendidikan dibawah Kemenag Rohul sebanyak 24 RA/BA, 14 MIN/MIS, 37 MTsN/MTsS, 14 MAN/MAS, dan 11 Ponpes.

Kesemua lembaga pendidikan Islam dibawah Kemenag rohul ini, siap untuk menerima mahasiswa FKIP UPP, sebagai tempat pelaksanaan PPL dan bila perlu mereka akan dijadikan sebagai tenaga edukatif di tempat dia melaksanakan PPL, jika mereka telah menyelesaikan studynya di UPP, tegas Ahmad Supardi.

Dekan FKIP UPP Hardianto MPd, menyambut positif atas sikap Kakan Kemenag Rohul, yang sangat well come atas rencananya menjadikan lembaga pendidikan dibawah Kemenag Rohul, sebagai tempat pelaksanaan PPL bagi mahasiswanya selama tiga tahun ke depan, dan bahkan untuk selamanya.

Saya berharap, ini adalah langkah awal untuk melakukan kerjasama dengan Kemenag Rohul di bidang yang lainnya, seperti pendidikan dan latihan (Diklat) bagi guru-guru Kemenag untuk membuat karya ilmiah, sebab salah satu persyaratan untuk naik pangkat ke IV/a harus membuat karya ilmiah, tegas Hardianto.

Ahmad Supardi menyatakan, guru-guru di lingkungan Kemenag dalam semua bidang study, termasuk semua guru pada umumnya, mengalami kendala dalam bidang pembuatan karya ilmiah ini. Mereka perlu kita bimbing, kita bina, sehingga mereka dapat melahirkan karya ilmiah.

Dengan demikian mereka bisa naik pangkat, harakat, marwah, dan martabatnya naik, karirnya meningkat, produktifitasnya makin tinggi, kualitas guru dan murid meningkat, serta kesejahteraannya juga meningkat, tegas Kakan Kemenag. (r4n/rls)

Aih, Laptop Staf Humas Pelalawan Digondol Maling

ilustrasi
ilustrasi

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Menjelang lebaran pencuri mulai beraksi tanpa pandang buluh sasaran, seperti yang terjadi Gedung Bupati Pelalawan, di Kantor kehumasan laptop merk Zirek milik, Rina Nursita salah satu staf kehumasan dan PDE Setda Pelalawan raib digondol maling.

Kabag Humas dan PDE Farid Mukhtar SSos kepada wartawan membenarkan kasus pencurian di kantornya. Pencurian itu terjadi, Selasa (30/7) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Memang benar ada staf saya kehilangan laptof di ruang kerjanya. Tapi siapa yang mengambil belum diketahui. Untuk memastikan itu kita akan cek ke CCTV yang terpasang di dekan pintu keluar,” ungkap Kabag Humas.

Kabag Humas meminta kepada petugas ke amanan Satpol PP agar memperketat pengawasan, agar kejadian ini tidak terulang lagi.
“Kita minta seluruh pegawai untuk waspada, karena berbagai modus pelaku untuk mencari mangsa, salah satunya berpura-pura bertamu dikala korban lengah pelaku langsung beraksi,” himbau Farid.

Sementara itu, Rani korban pencurian mengatakan saat baru datang kekantor di pagi hari, dia menaruh tas berisikan laptop di meja kerja bawah rak. Saat itu ia melakukan pekerjaannyafdan beranjak dari mejanya.

Namun sekembalinya kemeja, dalam rak mejanya tidak adalagi laptopnya. gadis berkerudung itupun panik dan berusaha mencari, namun tidak ketemu.

“Harganya tidak seberapa bang, tapi masak laptop bisa hilang di tempat kerja. Padahal masih disimpan dibawah meja dalam tas,” kesal Rina. (fin)

Aliansi Pemuda Pelalawan Buka Puasa Bersama Anak Yatim

APPEL buka bersama
APPEL buka bersama

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Lembaga Alinasi Pemuda Pelalawan (APPEL) mengelar buka bersama dan sekaligus memberikan santuan berupa sembako kepada 20 anak yatim dan kaum duafa, Selasa (30/7) di Pangkalan Kerinci.

Ketua Umum APPEL Ahmad Dhani Spd mengatakan bukan bersama dan sekaligus pemberian santunan, sebagai wujud kepedulian pemuda pelalawan kepada anak yatim dan duafa.

“Santunan ini sudah menjadi agenda rutin kita tiap tahun. Kita harapkan mereka (anak yatim dan kaum Dhuafa) terbantu dalam menghadapi lebaran nanti,”ujar Dhani.

Selain acara buka bersama dan pemberikan bingkisan sembako, juga dimeriahkan ceramah agama dan salat berjamaah, hingga ke akraban terhadap perwakilan pemuda pelalawan terhadap anak yatim dan kaum duafa makin akrab. Hingga berbagai rangkaina kegiatan dapat di laksanakan dengan lancar.

“Jadi selain kita jalin tali silaturahim antar sesama anggota APPEL, juga menjalin kedekatan dengan anak yatim dan kaum duafa, hingga menjelang lebaran kita dapat berbagi walau dalam kondisi terbatas,” tambah Dhani. (fin)

Angkut Pemudik, Sopir Bus Tes Kesehatan

ilustrasi
ilustrasi

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Untuk menghindari kecelakaan saat membawa mudik penumpang. Polres Pelalawan mengadakan operasi gabungan di Jalan Lintas Timur dan tes kesehatan para sopir.

“Selain razia kelengkapan surat kendaraan, dalam operasi petik ini kita juga mengetes kesehatan para sopir bus,” papar Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, melalui Kasat Lantas AKP Afrisal, Rabu (31/7/13).

Tim satlantas POlres Pelalawan juga melibatkan personil gabungan dari Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan Dinas kesehatan kabupaten Pelalawan.

“Dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini diharapkan pemudik bisa pulang dengan aman tanpa adanya kecelakaan yang diakibatkan kelalian sopir,” katanya.

Jika ditemukan kesehatan danfisik sopir terganggu, maka mereka akan di minta untu beristirahat sejenak. Namun jika terindikasi mengonsumsi alkohol atau minuman berbahaya lainnya, maka menyetop perjalanan bus sampai normal kembali.

Polisi juga memeriksa kelayakan kendaraan bus dalam perjalanan , seperti kelayakan ban dan lainnya. Jika surat tidak lengkap maka kendaraan akan ditilang secara tegas. (fin)

Galeri Foto Bupati HM Harris Safari Ramadhan di Kuala Kampar

 

Bupati Kabupaten Pelalawan, HM Harris Syafari Ramadhan di Masjid Al-Amin Desa Teluk Dalam Kecamatan Kuala kampar, Senin (29/7/13)
Bupati Kabupaten Pelalawan, HM Harris Syafari Ramadhan di Masjid Al-Amin Desa Teluk Dalam Kecamatan Kuala kampar, Senin (29/7/13)

Bupati, HM Harris memberikan bantuan kepada pengurus masjid kepada pengurus Masjid Al-Amin

Bupati, HM Harris memberikan bantuan kepada pengurus masjid kepada pengurus Masjid Al-Amin
Kabag Humas, Farid Muhktar. Kabag Hukum, Davitson, Kabag Umum, T Zunaidi Setda Pelalawan hadiri safari ramadhan
Kabag Humas, Farid Muhktar. Kabag Hukum, Davitson, Kabag Umum, T Zunaidi Setda Pelalawan hadiri safari ramadhan

 

Pembacaan ayat suci alqur'an
Pembacaan ayat suci alqur’an
Camat Kuala Kampar, T Syafril S.IP, M.AP memberikan sambutan
Camat Kuala Kampar, T Syafril S.IP, M.AP memberikan sambutan
Jemaah ibu-ibu hikmad mendengarkan tausiah
Jemaah ibu-ibu hikmad mendengarkan tausiah
Ketua PKK Kecamatan Kuala Kampar menyerahkan bantuan kepada Lansia
Ketua PKK Kecamatan Kuala Kampar menyerahkan bantuan kepada Lansia

 

Ratusan Jemaah memadati masjid yang di hadiri Bupati, HM Harris
Ratusan Jemaah memadati masjid yang di hadiri Bupati, HM Harris
Ketua PKK Kecamatan Kuala Kampar memberikan santunan kepada kaum Dhu'afa
Ketua PKK Kecamatan Kuala Kampar memberikan santunan kepada kaum Dhu’afa
Camat Kuala Kampar, T Safril didampingi Bupati Harris menyerahkan bantuan surat yasin kepada pengurus Masjid Al-Amilin
Camat Kuala Kampar, T Safril didampingi Bupati Harris menyerahkan bantuan surat yasin kepada pengurus Masjid Al-Amilin
Kepala Desa se-Kecamatan Kuala Kampar mengikuti safari Ramadhan Bupati HM Harris
Kepala Desa se-Kecamatan Kuala Kampar mengikuti safari Ramadhan Bupati HM Harris

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bupati Siak Buka Bersama Puluhan Anak yatim

Bupati Siak berbuka puasa bersama puluhan anak yatim di Kecamatan Menpura
Bupati Siak berbuka puasa bersama puluhan anak yatim di Kecamatan Menpura

Menpura (SegmenNews.com)– Bupati Siak Syamsuar berbuka puasa bersama 85 orang  anak yatim disekitar di Mesjid Abdul Jalil Muzafarsyah, Kecamatan Mempura.

Selain acara buka puasa bersama, secara simbolis Bupati Siak menyerahkan santunan jamaah mesjid serta bantuan kepada anak yatim. Diharapkan bantuan tersebut bisa dimanfaatkan untuk menghadapi lebaran nanti.

Acara tersebut juga dihadiri Camat Mempura, Jumanotias, pengurus mesjid, Wan Iibrahim, serta sejumlahtokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Syamsuar berharap agar para orang tua selain memberikan pendidikan yang cukup juga diharapkan mengawasi dan membimbing anaknya dengan penuh kasih sayang.

“Anak yatim harus mendapatkan perhatian, mereka harus mendapatkan pendidikan dan bimbingan yang layak, anak yatim juga harsu mendapatkan kasih sayang,” ujar Bupati.

Bupati Syamsuar juga menghimbau agar dalam memberikan teguran atas kesalahan anak para orang tua hendaknya tidak bersikap kasar. Sebab, sebagai orang tua tidak boleh bersikap kasar, karena meskipun berstatus keluarga dekat, bisa dituntut secara hukum. (rinto/humas)

Seremm, Nenek Lahirkan Bayi Batu

Zahra dan bayi mumi. (Boldsky.com)
Zahra dan bayi mumi. (Boldsky.com)

Kisah ini mengkin terdengar luar biasa dan mustahil. tapi ini adalah kisah nyata. Dalam sebuah literatur kesehatan terakhir, ada kasus di mana seorang wanita melahirkan bayi batu.

Pada tahun 1955 tepatnya, di desa kecil Casablanca, seorang wanita muda berusia 17 tahun, bernama Zahra Aboutalib menjalani prosesi kelahiran yang sulit. Selama 48 jam, menjalani persalinan, bayi yang dikandungnya, tak juga keluar. Sehingga Zahra dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya.

Namun, ketika melihat seorang wanita meninggal akibat persalinan, Zahra melarikan diri dari rumah sakit. Seperti dikutip dari Boldsky, ia takut akan mengalami nasib yang sama.

Berhari-hari ia menahan sakit, yang ajaibnya lalu berhenti dengan sendirinya. Zahra pun mempercayai mitos bahwa ia mengalami ‘bayi tidur’.

Untuk mendapatkan anak, Zahra memilih jalan adopsi. ia telah mengadopsi tiga orang anak. Saat ini usia Zahra telah memasuki 75 tahun, ia kembali merasakan sakit perut.

Zahra dan bayi mumi. (Boldsky.com)
Zahra dan bayi mumi. (Boldsky.com)

Perut Zahra yang besar, dokter mengira jika wanita tua itu menderita tumor ovarium. Saat dilakukan scan, dokter kaget karena ada bayi dalam perut nenek tersebut. Bayi berkembang di luar rahim dan menyatu dengan organ.

Dalam dunia medis, dikenal dengan Lithopedion atau yang dikenal dengan bayi batu. Fenomena ini terjadi setelah janin yang meninggal tak dikeluarkan dari rahim, dan untuk menghindarkan tubuh ibu dari infeksi akibat busuknya organ sang janin, ia mengalami kalsifikasi atau berubah menjadi batu. Setelah 50 tahun mengandung, Zahra pun melahirkan bayi mumi.

sumber: vivanews

Briptu Rani Resmi Dipecat 31 Juli

raniSegmenNews.com– Terhitung, sejak 31 Juli 2013, anggota polisi wanita, Briptu Rani Indah Yuni Nugraini tidak lagi menjadi anggota polisi. Kariernya berakhir setelah enam tahun mengabdi jadi polisi, sejak tahun 2007.

Rani diberhentikan dari anggota polisi dengan tidak menerima hak apa-pun sebagai kompensasi pemecatannya.

“Yang bersangkutan Briptu Rani, resmi dipecat tidak dengan tidak hormat. Untuk itu, dia tidak mendapatkan hak apapun atas pemecatan itu, baik uang pensiun maupun pesangon,” terang Kasubdit Penmas Bidang Humas Polda Jawa Timur, AKBP Suhartoyo, Selasa 30 Juli 2013.

Suhartoyo mengatakan, setelah sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) di ruang Bidang Propam Polda Jawa Timur 28 Juni lalu, Briptu Rani direkomendasi pemecatan tidak dengan hormat (PTDH).

Namun, karena statusnya waktu itu, masih sebagai anggota Polri, perempuan kelahiran Bogor 1988 silam itu, wajib menjalani vonis hukuman khusus 21 hari karena desersi. “Per 31 Juli besok, yang bersangkutan resmi sebagai masyarakat sipil,” tegas Suhartoyo.

Keputusan pemecatan Briptu Rani tertuang berdasarkan SKEP No: KEP 989/VII/2013, tentang PTDH tertanggal sejak 21 Juli 2013. Keputusan ini dikeluarkan karena yang bersangkutan telah melanggar ketentuan sebagai anggota Polri.
“Yaitu melakukan tindak desersi selama lebih dari tiga kali,” tegasnya.

Untuk diketahui, Briptu Rani terbukti lima kali menerima Surat Keputusan Hukuman Disiplin (SKHD). Dan yang paling berat adalah SKHD yang terakhir, yaitu vonis hukuman 21 hari karena desersi saat sidang KKEP yang digelar di Polres Mojokerto, Jawa Timur pada 16 Januari lalu. Terlebih lagi, pascavonis itu, Briptu Rani menghilang selama lebih dari tiga bulan.

Sementara, hasil keputusan sidang KKEP yang digelar di ruang Bidang Propam lantai 3 Gedung Reskrimsus Polda Jawa Timur pada 28 Juni, Briptu Rani direkomendasikan PTDH ke Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Unggung Cahyono.

Selain itu, sidang KKEP itu juga memutuskan, Briptu Rani dijerat Pasal 14 ayat (1) huruf (a) PP RI No 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri jungto Pasal 21 ayat (3) huruf (e) Perkap 14 tahun 2011 tentang KKEP dan atau Pasal 13 PPRI No 2 tahun 2003 tentang peraturan disiplin anggota Polri jungto Pasal 21 ayat (3) huruf (i) Perkap No 14 tahun 2011 tentang KKEP.

Keputusan itu berdasarkan, sejak kali pertama berdinas di kepolisian, tepatnya di Polres Bojonegoro tahun 2007, Briptu Rani sempat menerima SKHD karena desersi, kemudian dimutasi ke Polres Mojokerto pada tahun 2008. Dan sejak bertugas di Mojokerto, terhitung ada empat SKHD yang diterima Briptu Rani, termasuk yang diterimanya pada tanggal 16 Januari lalu, dengan kasus yang sama. Sehingga keputusan PTDH terhadap Briptu Rani layak disematkan kepada yang bersangkutan.

Ditanya soal kasus pembajakan foto-foto syur Briptu Rani yang diunggah di internet, Suhartoyo menegaskan, meski sudah dipecat dari kepolisian, yang bersangkutan masih bisa melaporkan kasusnya itu ke pihak kepolisian, namun statusnya tetap sebagai warga sipil.

“Dalam sidang kemarin, tidak menyidangkan masalah itu (foto syur Rani) dan tidak ada kaitannya, karena itu beda kasus. Namun yang bersangkutan masih diperkenankan membuat laporannya ke Polda Jawa Timur,” urainya.

Sebelumnya, Kapolres Mojokerto, AKBP Eko Puji Nugroho, atasan Briptu Rani, Senin kemarin resmi dicopot dari jabatannya dan ditempatkan sebagai Pamen SDM di Polda Jawa Timur, setelah ditetapkan melakukan tindakan tidak patut kepada bawahannya, Briptu Rani.
Briptu Rani dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang setelah hampir tiga bulan tidak masuk kantor. Namun, pihak keluarga mengatakan, Briptu Rani bukannya sengaja mangkir dari dinas. Rani yang foto-foto tak senonohnya beredar di dunia maya itu disebut mengalami depresi karena dilecehkan oleh sang atasan.

“Kaki Briptu Rani digelitik dengan kaki oknum atasannya. Lalu saat pengukuran baju dinas Polres, oknum atasan itu langsung mengukur Briptu Rani layaknya tukang jahit, sambil memegang-megang dia,” kata Ibunda Briptu Rani, Raya Boru Situmeang, kepada VIVAnews di kediamannya di Ujung Berung, Bandung, Jumat 24 Mei 2013.

Raya mengatakan, Briptu Rani menceritakan pelecehan yang ia alami itu pada dirinya sekitar tiga bulan yang lalu. Pihak keluarga pun tak terima dengan perlakuan yang diterima Rani. “Saya tidak habis pikir kenapa oknum atasannya sampai sebegitunya. Kalau memang suka sama Rani, nikahi saja, jangan dipermainkan,” kata nenek Rani, Dermawan Nasution, yang langsung datang dari Medan begitu melihat pemberitaan seputar cucunya mencuat di media.

“Saya sedih melihat Rani. Yang dialami cucu saya itu kelewatan. Dia bukan penjahat,” ujar Dermawan. Keluarga Rani sendiri sudah melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual ini ke Mabes Polri sepekan yang lalu. Keluarga berharap ada keadilan untuk Rani.

sumber: vivanews