Pekanbaru (SegmenNews.com)– Wacana Walikota Pekanbaru Firdaus MT, untuk menutup dan memberi pagar tugu Selais Tiga Sepadan kini dalam proses analisa. Pasalnya Walikota masih mempertimbangkan dampak positif dan negatif penutupan Selais Tiga Sepadan.
Firdaus MT saat dikonfirmasi Kamis (25/7) membenarkan upaya penutupan karena sudah rawan kecelakaan. “Kita akui Pekanbaru memang tidak memiliki lokasi yang representatif untuk rekreasi, makanya mereka memanfaatkan lokasi Selais Tiga Sepadan untuk nongkrong.Ini berbahaya bagi mereka selain juga menggangu lalulintas menuju dan datang dari Fyl Over,” ujar Wako.
Makanya lanjut Firdaus MT, pemko akan menyediakan Plaza di MTQ tempat nongkrong karena lahannya luas. Tetapi malah tugu Selais Tiga Sepadan jadi sasaran. “Kita akan evaluasi dulu apakah akan di tutup atau di pagar. Kalau pagar-pagar saja takut tidak efectif, lebih baik kita tutup,” tandasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pekanbaru, Azmi melalui Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Dadang Purwanto menyebutkan, pihaknya juga sudah menerima surat dari Satlantas Polresta Pekanbaru yang didisposisi wali kota Pekanbaru, tentang Tugu Selais Tiga Sepadan.
“Iya, ada surat dari Satlantas Polresta Pekanbaru yang disposisi wali kota, terkait pemagaran bundaran Tugu Selais Tiga Sepadan. Kami belum bisa lakukan pemagaran, karena anggaran tahun 2013 sedang berjalan. Kami akan ajukan pada APBD Perubahan 2013, jika disetujui akan dilakukan pemagaran,” ungkap Dadang. (den/ur)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Kantor Perwakilan Bank Indonesia Riau menyatakan jumlah transaksi penukaran uang yang dilayani bank sentral pada bulan Ramadhan hingga 23 Juli mencapai Rp18,23 miliar.
“Jumlah penukarnya mencapai 1.909 orang, dan uang kertas pecahan Rp10 ribu paling mereka minati,” kata Asisten Direktur Perwakilan Bank Indonesia Riau, M Abdul Majid Ikram, di Pekanbaru, Kamis (25/7).
BI membuat pelayanan penukaran uang bersama 43 bank lainnya di Kota Pekanbaru dijadwalkan selama empat minggu berturut-turut dimulai pada 8 Juli hingga 1 Agustus.
Ia mengatakan pecahan yang paling banyak ditukar adalah Rp10.000 yang jumlahnya mencapai 6.275 lembar. Kemudian, pecahan Rp5.000 sebanyak 4.895 lembar, Rp20.000 sebanyak 4.059 lembar, dan Rp2.000 sebanyak 2.640 lembar. Sedangkan, penukaran uang koin pecahan Rp1.000 mencapai 177 koin, Rp500 sebanyak 116 dan Rp200 ada 66 koin.
“BI menyiapkan dana Rp70 miliar penukaran uang untuk Lebaran, jadi masih banyak sisa yang bisa digunakan masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, transaksi penukaran uang akan meningkat pada akhir bulan setelah pegawai mendapat tunjangan hari raya (THR).
BI memilih lokasi yang mengutamakan tingkat keamanan dan strategis agar bisa dijangkau masyarakat di seluruh 12 kecamatan di Pekanbaru. Secara keseluruhan, ada 11 titik penukaran uang pecahan bersama yang dikoordinir oleh BI.
Ia mengimbau agar masyarakat menggunakan jasa resmi lewat perbankan untuk melakukan penukaran uang. Sebab, jasa penukaran yang tidak resmi berpotensi mengakibatkan kerugian bagi konsumen, seperti potensi uang palsu dan jumlah nominal yang tidak tepat. (lis/ur)
Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Ada-ada saja kelakuan Sg (44) Seorang mantan kepala desa (Kades) di kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak ini. Di malam bulan Ramadhan bukannya memperbanyak ibadah, dia malah asyik bersama wanita muda, Dw (24) diduga pacaranya di sebuah hotel di pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan.
Akibatnya, mantan Keds itu terjaring razia oleh Satpol-PP Pelalawan, Selasa (23/7) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Walau sang mantan Kades sempat menolak membuka pintu kamar hotel, setelah hampir satu jam lamanya anggota Satpol-PP menggedor barulah di pintu dibuka, Mantan Kdes sudah berpakaian lengkap.
Sedangkan wanitanya bersembunyi di dalam kamar mandi. Setelah beberapa kali di gedor baru pintu dibuka, wanita itupun sudah mengenakan pakaian.
Mantan Kades tidak bisa menunjukkan bukti nikah mereka, dia malah berkilah bahwa wanita itu adalah saudaranya, akhirnya keduanya digiring kekantor satpol-PP. (fin)
Kedua tersangka sabu antar Provinsi menjalani pemeriksaan di Mapolres Pelalawan
Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Kepolisian Resor Pelalawan saat ini tengah memburu warga asal India inisial Sr yang diduga sebagai jaringan Narkoba antar Provinsi.
Keterlibatan warga India itu diketahui dari pengembangan terhadap tersangka sabu, Rawi Chandren (42) warga Jalan Kapten Pattimura, Medan, Sumut bersama rekannya Abul Rahim (52) warga Kandis, Siak, di Jalan Lintas Timur, SP 5, desa Mekar Jaya, Pangkalan Kerinci, Ahad (21/7) lalu.
“Ya, kita sudah mengantongi nama warag India itu. Kita terus memburunya dan amsuk daftar pencarian orang (DPO),” ungkap Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo SIK melalui Kasat Narkoba AKP Edi Yasman kemarin pagi.
Sebelumnya pengakuan tersangka Rawi mereka sempat mengelar pesta sabu-sabu di salah satu warung di daerah Kerinci Kanan, kabupaten Siak. Tapi kemudian melanjutkan perjalanan ke Pangkalan Kerinci dengan mengendarai mobil avanza BK 1365 JY yang di kemudikan oleh Rahim.
DPO Sr yang saat itu bersama kedua tersangka itu pergi meninggalkan rekan mereka untuk mencari pembeli barang haram yang dibawa dari Medan itu, di SP 5. Saat itulah Polisi menangkap mereka.
Dalam kondisi masih sakaw, didalam kantong celana Rawi ditemukan satu paket sabu. Kemudian polisi melakukan pengeledahan dalam mobil, ditemukan dalam bok porsneling yang disimpan dalam botol platik bedak bayi sebanyak empat paket sabu seberat 18 gram seharga Rp 38 juta serta timbangan digital.
Atas penemuan barang bukti (BB) sabu dalam jumlah besar, membuktikan kalau tersangka Rawi merupakan pengedar sabu antar provinsi. Tetapi untung sebelum sempat di edarkan berhasil digagalkan oleh pihak kepolisian. Dengan berbagai dalih bandar
sabu antar provinsi mengaku sabu itu milik rekannya Sr. Sementara dirinya hanya diminta mengantar bersama dengan Rahim yang
ditemui di Kandis untuk membantu nyetir mobil. (fin)
Kadokes Polres Pelalawan B Pardosi sedang melakukan tes urine terhadap tersangka sabu
Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Bisnis barang haram jenis sabu yang menjanjikan keuntungan besar ternyata mampu membius siapa saja, sperti JN (31) yang bekerja sehari-hari menawarkan jasa pangkas rambut nekad menjadi kurir sabu.
Namun aksinya tersebut tak berlangsung mulus seperti yang diharapkannya. JN di cokok tim Sat Narkoba Polres Pelalawan saat akan mengantarkan sabu senilai Rp 300 ribu kepada pelanggannya, Kamis (25/7/13) sekitar pukul 00:30 Wib dini hari tadi dijalan Lintas Timur depan swalayan mandiri pangkalan Kerinci.
Saat penangkapan JN ditemani rekannya RD (17) yang bertugas membonceng JN dengan sepeda motor Mio nopol BM 7210 FF. Kicauan JN mengarahkan Polisi kepada pemasok ke sabu Ad (36). Ad pun diringkus dirumahnya saat sedang tidur. dari rumahnya ditemukan barang bukti tiga paket sabu lengkap dengan peralatan hisap.
Ketiga tersangka tersebut di tahan di Mapolres Pelalawan guna mempertanggung jawabkan perbuatan mereka. (fin)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Bupati Kabupaten Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi mengajak seluruh masyarakat Desa batang Kumu, Kecamatan Tambusai agar berpartisipasi dalam membantu kinerja Kepala Desanya dalam mengemban tugasnya.
Ajakan tersebut di sampaikan Bupati saat melantik Kades Batang Kumu, Asnan Pulungan di halaman Kantor Camat tambusai, Kamis (25/7/13). Pelantikan Kades disaksikan ratusan warga yang antusias ingin melihat agenda pelantikan Kades baru yang akan memimpin didesa batang kumu 6 tahun kedepan.
“Mari masyarakat Desa Batang Kumu, dukung segala Program kerja Kades yang tertuang dalam visi dan Misi yang disiapkannya. Sepanjang itu untuk kepentingan Masyarakat Desa setempat,” ajak Bupati.
Kepala Desa juga diingatkan agar merangkul seluruh masyarakatnya tidak ada pengecualian walupun dia tidak memilih calon Kades yang kalah. Kepala Desa hartus menghadapinya dengan bijak. Selain itu Bupati juga menyampaikan terima kasihnya kepada Kades yang terdahulu yang telah banyak membantu Program Pemerintahan untuk membangun Desa.
Dikesempatan itu pula Bupati menyampaikan agar masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban di Kabupaten Rokan Hulu tetap aman dan kondusif. Apalagi saat ini dalam bulan puasa maka masyarakat hendaknya dapat menjalankan aktifitas ibadah dengan lebih baik, tanpa adanya gangguan penyakit masyarakat.
Begitu juga izin tinggal warag pendatang, Kades diminta harus lebih berhati-hati memberikan izin, agar Rokan Hulu terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Tokoh masyarakat, H Parlaungan Hasibuan dalam sambutannya mengingatkan kepada Kades terpilih agardapat menjalankan Visi dan Misinya, terutama dalam pemerataan pelayanan, baik itu dibidang administrasi maupun program-program ekonomi yang akan dilaksanakan di desa batang kumu hususnya dan kecamatan tambusai umumnya.
Dan segaimana permintaan masyarakat desa batang Kumu yang disampaikan langsung dihadapan para undangan yang menghadiri acara tersebut seperti Wakil Bupati Kabupaten Rokan Hulu, dan para porkopinda serta kepala dinas/badan/kantor yang ikut bersama rombongan Bupati yang akan melantik langusung kepala desa yang telah dipilih sebagian besar masyarakat desa batang kumu. (adv/hum)
Rokan Hulu (Segmennews.com)– Kepala Kantor Kemneterian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, lakukan safari Ramadhan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Kahfi Kec Bangun Purba, Rabu (24/7/2013) bertempat di Jalan Lintas Riau Sumut, Kepala Bondar, Tangun Kec Bangun Purba.
Hadir dalam safari Ramadhan tersebut, Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Ketua MUI Rohul Drs H Hasbi Abduh MA, Camat Bangun Purba Gorneng STIP, Ketua Yayasan Al-Kahfi H Syafi’i dan pengurus yayasan lainnya, Dewan Penyantun Drs H Abdul Wahid Nasution beserta donatur lainnya, Pimpinan Ponpes H Rasmin Lubis Lc, Majelis Guru, Kades setempat, santri/wati Ponpes Al-Kahfi, dan umat Islam lainnya.
Kakan Kemenag Rohul yang didaulat selaku pemberi tausiyah, menyatakan bahwa ponpes adalah basis kaderisasi ulama, yang telah melakukan tugasnya dengan baik selama ini, yaitu melahirkan ulama-ulama yang berperan dalam masyarakat, sebagai pembimbing, pembina dan pembawa angin perubahan dalam kehidupan masyarakat.
Namun sangat disayangkan, tugas ini mengalami kemandekan akhir-akhir ini, sehingga mengakibatkan terjadinya kelangkaan ulama. Hal ini disebabkan kurangnya minat masyarakat untuk bersekolah di ponpes dan terjadinya kekurang gairahan pengelola ponpes dalam meningkatkan kualitas pendidikannya.
Padahal sesungguhnya, saat ini model pendidikan pada ponpes banyak diadopsi oleh masyarakat, khususnya yang menamakan dirinya sekolah internasional. Sekolah internasional setidaknya mengadopsi system pendidikan ponpes dalam empat hal.
Pertama, sekolah internasional menggunakan boarding school atau asrama, yang menjadi cirri khas utama ponpes selama ini. Kedua, menggunakan pengantar bahasa internasional seperti bahasa Inggris, Arab dan lain sebagainya. Penggunaan bahasa internasional ini adalah ciri khas utama ponpes dan bahkan mata pelajarannya menggunakan buku-buku berbahasa Arab.
Ketiga, melahirkan kehususan tersendiri di masing-masing sekolah internasional. Hal ini sudah lama ada di ponpes, sehingga kalau diperhatikan kurikulum antar ponpes pasti berbeda, karena memang kompetensi produk (lulusan) nya berbeda-beda. Keempat, menanamkan sisten kemandirian, yang telah menjadi ciri khas utama pendidikan ponpes selama ini.
Kakan Kemenag Rohul berharap kepada seluruh santri/wati ponpes Al-Kahfi agar rajin belajar, sebab anda belajar di sekolah yang bernuansa masa depan dan menyiapkan generasi muda masa depan, sesuai dengan tantangan yang akan dihadapinya. (r4n/rls)
Siak (SegmenNews.com) – Tunjangan sertifikasi guru di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Kabupaten Siak akan segera dicairkan. Rencananya pencarian akan dilakukan beberapa hari jelang Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah.
Pencairan tunjangan sertifikasi guru itu sempat terutnda selama 6 bulan terakhir. “Itu bukan kesalahan Dinas Pendidikan Kabupaten Siak tapi ada kendala dalam SK Kemendikbud dari Jakarta tentang penerima dana sertifikasi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Drs H Kadri Yafis MPd melalui Sekretaris, Drs H Khaidir MPd, Kamis (25/7/2013).
Dikatakan Khaidir, kesalahan SK Kemendikbud tersebut di antaranya terdapat beberapa kesalahan seperti nama penerima, sertifikasi tidak cocok dan ada pula kesalahan tunjangan guru yang tidak sesuai dengan gaji pokok, dll.
Menurut Khaidir, Dinas Pendidikan Siak terpaksa mengusulkan kembali ke Kemendikbud di Jakarta untuk perbaikan serta penambahan nama nama guru yang tidak masuk pada SK kemendikbud sebelumnya.
Disampaikan khaidir, saat ini Dinas Pendidikan Siak sudah memproses keuangan agar tunjangan sertifikasi guru bisa dicairkan. “Insya Allah minggu depan sudah dapat kita cairkan melalui rekening guru masing-masing sehingga dapat dipergunakan oleh guru untuk persiapan Lebaran,” pungkasnya.(adv)
Padang Sidimpuan (SegmenNews.com) – Peristiwa memalukan seorang anggota kepolisian terjadi ketika salat tarawih di Kampung Darek, Kelurahan Wek Enam, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, Padang Sidempuan, Sumatra Utara, berlangsung kemarin malam.
Saat itu, tanpa ada sebab yang jelas, seorang imam masjid tiba-tiba dianiaya seorang polisi. Akibatnya, sang imam masjid pun mengalami luka lebam pada bagian pipi.
Adalah Imam Masjid Nurul Iman Muhammad Nabis Batubara dipukuli oleh seorang anggota kepolisian Bripka Sawal Harahap. Menurut korban, sebelumnya tidak pernah ada masalah terkait aksi pemukulan ini.
Kelakuan nakal Sawal pun membuat warga yang tengah khusyuk melaksanakan ibadah salat tarawih menjadi geram. Para warga pun langsung bertindak untuk melerai. Tidak terima, imam masjid Nabis melaporkan kejadian ini ke kantor polisi setempat.
Menurut pihak Kepolisian Padang Sidempuan, Kapolres Ajun Komisaris Besar Budi Harianto, Sawal telah ditahan dan juga tengah dilakukan proses penyelidikan. Bripka Sawal Harahap sendiri merupakan anggota Polres Tapanuli Selatan. Kejadian tersebut tentu saja memalukan bagi seorang polisi.
Tersangka Purwanto memukul bagian kepala Kadis Perikanan dan Kelautan dengan kapak pendek
Dayun (SegmenNews.com)– Dari rekonstruksi pembunuhan terhadap Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bengkali, Ahmad ramli Tersangka Purwanto mengapak membabi buta ke bagian belakang kepala korban saat buang kecil.
Rekonstruksi tersebut di gelar di Mapolres Siak guna menjaga keamanan proses reka adegan, Rabu (24/7/13) sekitar pukul 12.00 Wib.
Dalam reka adegan tersebut, teman Purwanto yakni, Abdul Kholik alias Cak Dul ikut membantu perencanaan pembunuhan tersebut, dengan memberikan kapak kepada tersangka Purwanto. Pembunuhan telah direncanakan dengan matang di Bengkalis.
Bermula, Purwanto berpura-pura mau ke Pekanbaru dan menumpang dengan korban. Dalam perjalanan dari Bengkalis itu, Purwanto terus menyimpan kapak di balik bajunya. Setibanya mereka di jalan Lintas Siak-Koto Gasib, tersangka Purwanto kembali berpura-pura hendak buang air kecil.
Setelah tersangka Purwanto turun dan buang air kecil, dan tak lama kemudian korban juga turun untuk buang air. Korban dan tersangka berdekatan saat buang air kecil tersebut, berselang beberapa menit, tersangka meninggalkan korban dan menuju mobil untuk mengambil kapak yang sudah diletakkannya di bungkusan plastik. Setelah kapak diambil tersangka, dan saat itu juga tersangka menghantamkan bagian belakang kapak ke kepala korban di bagian belakang.
Setelah itu, korban tersungkur dan tak bersuara. Akan tetapi korban masih hidup dan berusaha bangkit dan duduk, saat itu tersangka kembali menghantamkan kapak tersebut dibagian pundak korban hingga korban tewas.
Setelah korban tewas, tersangka meletakkan kapaknya dan mengangkat mayat korban dan dibuang ke parit selokan lahan sawit milik masyarakat. Setelah itu tersangka meninggalkan mayat korban, dan mengendarai mobil korban merk Nissan tipe New X-Trail BM 1521 D. Akan tetapi korban tidak begitu pandai mengendarai mobil tersebut hingga mobil terbalik.
Setelah selesai rekontruksi, para tersangka kembali ke sel tahanan Mapolres Siak.
Keterangan Kapolres Siak AKBP S.Putut Wicaksono didampingi Kasat Reskrim AKP Wisnu Wibowo bahwa, rekontruksi tersebut digelar di Mapolres demi keamanan para tersangka, akan tetapi tidak mengurangi maknanya. Dan rekontruksi disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di wakilkan Bambang HP Kasi Pidum Kejari Siak.
“Ya, ini demi keamanan, rekonruksi kasus digelar di Mapolres. Dan juga disaksikan JPU, serta para tersangka dalam melakukan reka adengan lancar dan baik,” terang Kapolres.
Rekontruksi di saksikan Kapolres Siak AKBP S.Putut Wicaksono, Kasat Reskrim AKP Wisnu Wibowo, dan dibantu tim identifikasi, serta anggota Polres, dan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak Bambang HP dan stafnya Endah. Rekontruksi dilakukan kedua tersangka dengan baik tampa paksaan, dan diketahui bahwa untuk membunuh korban sudah direncanakan dari Kabupaten Bengkalis.
Kedua tersangka dikenakan pasal berlapis yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal mati, dan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (rinto)