Beranda blog Halaman 2846

Arus Mudik di Pelabuhan Tanjung Buton Terpantau Masih Normal

pelabuhan_tanjung_buton2Siak (SegmenNews.com) – Arus mudik  Lebaran 2013  di Pelabuhan Tanjung Buton hingga masih normal. Kedatangan dari warga dari Kepulauan Riau dan Riau daratan sepi.

“Belum terjadi lonjakan penumpang di Pelabuhan Tanjung Buton,” ujar Kepala UPTD
Dinas Perhubungan Kabupaten Siak, Komar, Selasa (23/7/2013).

Menurut Komar, biasanya arus mudik baru ramai jelang satu minggu Lebaran dan saat
sekolah diliburkan. “Kalau saat ini masih biasa saja,” ucapnya.

Komar menyatakan, pihaknya meminta diminta pada pengusaha untuk mensiagakan
armada di Pelabuhan Tanjung Buton. Ini untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan
di Pelabuhan Tanjung Buton.

“Di Pelabuhan Tanjung Buton arus mudik yang tinggi berasal dari kepulauan Riau. Kalau dari Riau daratan, lonjakan penumpang tidak begitu ramai biasanya,” tutur Komar.
Disinggung ongkos transportasi, Komar mengungkapkan belum ada kenaikan. “Hanya untuk kelancaran warga, jalan menuju Pelabuhan Tanjung Buton sudah diratakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan tidak ada lagi lubang,” tutupnya.

Harga Karet Anjlok, Ismail Minta Pemkab Aktion

Ismail Hamkaz SAg,Msi
Ismail Hamkaz SAg,Msi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Menjelang lebaran atau dua pekan di bulan Ramadhan 1434 H/2013 ini harga karet di Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu anjlok, semula Rp 15 ribu turun jadi Rp 7.500/Rp 8.500. Hal itu membuat sejumlah petani menjerit apalagi mereka membutuhkan dana untuk lebaran.

Seperti dikeluhkan warga Kepenuhan, Adnan, Rabu (24/7/13) semakin mendekati lebaran harga karet anjlok, sementara mereka hanyahidup di garis kemiskinan yang membutuhkan banyak biaya keluarga.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Komisi III Rokan Hulu, Ismail Hamkaz SAg, Msi kepada SegmenNews.com berharap agar pihak Diskoperindag dapat memperhatikan jeritan masyarakat ini. Mereka seharusnya turun kelapangan untuk memantau harga karet yang sedang berlaku, jangan sampai penurunan harga terus menjerat leher masyarakat kecil.

Ismail menghimbau kepada Pemkab Rokan Hulu agar memantau harga karet, jika ada permainan pihak harga oleh lain, maka mereka haryus diberi sanksi. Sebab ini adalah kewajiban bersama untuk mencarikan solusi dan langkah-langkah Kongkritnya.

“Semoga suara hati ini didengar oleh Pemkab Rokan Hulu, jangan ada proses pembiaran,” ungkap Ismail prihatin.

Pria bergelar Mamak Sutan Kayo Muah ini juga mengkhawatirkan, jika ini terus berlanjut maka nasib masyarakat petani karet akan semakin memperihatinkan. Apalagi bulan ini mereka akan menunaikan zakat fitrah dan kebutuhan lebaran yang kian mendesak.

“Kondisi ini sungguh memprihatinkan, Kita sangat berharap adanya Aktion dari Pemkab,” imbuhnya. (r4n)

Riau Bakal Dibangun Jalur Kereta Api

ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Pesatnya pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau dalam lima tahun terakhir ternyata tidak seimbang dengan pertumbuhan dan perbaikan infrastruktur jalan yang ada. Akibatnya, laju arus transportasi barang milik industri memicu terjadinya kerusakan jalan-jalan di Provinsi Riau. Jika ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin laju pertumbuhan ekonomi Riau menjadi terganggu.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Surya Maulana kepada halloriau.com, Rabu (24/7). Dijelaskan Surya, dalam setiap harinya, angkutan barang khususnya jenis truk milik perusahaan perkebunan sawit, pertambangan dan perusahaan kayu mencapai 2.000 sampai 2.500 setiap harinya di Riau. Sebagian besar diantaranya berada di jalur Lintas Utara.

“Memang arus transportasi barang milik industri ini sangat besar pengaruhnya trhadap kerusakan jalan. Karena itu perlu ada solusi tepat untuk mengawasi keberadaan truk yang bermuatan berat ini agar tidak menyalani ketentuan,” ujarnya.

Oleh karenanya, saat ini Pemerintah Pusat telah melakukan feasibility study (FS) pengembangan jaringan rel kereta api yang nantinya akan diperuntukkan bagi penunjang kebutuhan ransportasi industri yang ada di Riau.

Bahkan kata Surya, Kementerian Perhubungan telah pula membuat Detailed Engineering Design (DED) dibeberapa wilayah yang ada di Riau. Artinya kata Surya, pusat memandang keberadaan kereta api ini sebagai solusi tepat untuk mengurangi kerusakan jalan di Riau, terutama jalan nasional.

“Baru terungkap ternyata Pemerintah Pusat sedang melakukan FS dan bahkan sudah ada dibeberapa wilayah yang sudah dibuat DED pengembangan jalur kereta api industri ini. Keberadaan jalur kereta api ini diharapkan bisa mengakomodir transportasi industri yang ada. Karena selama ini industri menggantungkan angkutan bahan industrinya menggunakan truk, dan sebagain besar selalu memaksakan mutan mereka hingga overload,”ujarnya.

Dengan telah dilakukan FS dan adanya DED tersebut, Surya mengaku akan terus melakukan lobi dan meyakinkan pusat agar segera merampung rencana pengembangan jaringan kereta api tersebut. ” Ini sudah mendesak, kalau kita biarkan nanti jalan-jalan kita semakin rusak parah. Jika nanti jalur kereta api ini ada, maka hasil olahan industri maupun bahan bakunya bisa diakomodir semua,” tandasnya. (**)

Singapura Protes Kabut Asap Kiriman Indonesia , Riau Siaga

kabut asap singapuarJakarta (SegmenNews.com)– Singapura secara resmi telah menyampaikan nota protes kepada pemerintah Indonesia. Negara pulau itu keberatan dengan memburuknya kualitas udara mereka karena kabut asap dari Indonesia.

Surat protes itu dilayangkan oleh Direktur Utama Badan Lingkungan Nasional Singapura atau NEA, Ronneie Tay, kepada Wakil Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim Indonesia, Arief Yuwono, Selasa (23/7).

Dalam suratnya, Tay menyebutkan pantauan Citra Satelit menunjukkan kenaikan jumlah titik api di Pulau Sumatera. Pada hari Minggu (21/7) saja titik api yang terpantau mencapai 261, sedang pada hari Senin (22/7/2013) sebanyak 252 titik api. “NEA mendesak Indonesia untuk mengatasi kebakaran di Sumatera dan segera mengambil tindakan,” tulis Tay.

Akibat banyaknya titik api itu, lanjut Tay, langit Singapura yang baru dua pekan membiru kembali diselimuti kabut asap pada Minggu (21/7/2013). “Wilayah kami kembali diselimuti kabut asap karena titik-titik api di Sumatera masih banyak,” tegas Tay.

Atas nota protes itu, lanjut Tay, pemerintah Indonesia telah menjawab dengan menyebutkan bahwa Indonesia telah melakukan sejumlah tindakan. “Jakarta telah meyakinkan Singapura bahwa sejumlah langkah untuk memantau situasi dan mengambil tindakan demi menekan kebakaran telah dilakukan,” katanya.

Meningkatnya titip api akibat pembakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau membuat warga bersiaga untuk mengantisipasi berulangnya lagi bencana kabut asap.

“Kabut asap mulai terasa menyesakkan sejak tadi malam. Pagi hari aroma asap pun membuat nafas menjadi sesak,” kata Arvin, warga Jl Hangtuah Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (23/7).

Mendapati kondisi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau telah menyiapkan diri untuk menghadapi kemugkinan terulangnya bencana kabut asap. Kepala BPBD Bengkalis Jafar Arif mengatakan pihaknya telah mengirimkan sejumlah personel guna melacak keberadaan titik api di daerah itu. Sejumlah lokasi seperti daerah Bukit Batu, Tasik Serai, Bukit Kerikil, Siak Kecil, terindikasi sebagai pusat lokasi kebakaran hutan.

“Saat ini tim BPBD Bengkalis dibantu personil TNI telah disebar di sejumlah titik kebakaran. Kita terus berupaya untuk memadamkan api di lahan gambut tersebut,” terangnya. (lis/ur)

Sekda Rohul: Tiga Titik Api Segera di Atasi

Sekda Pimpin apel Siaga tanggulangi kabut asap di halaman gedung Bupati
Sekda Pimpin apel Siaga tanggulangi kabut asap di halaman gedung Bupati

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Tiga titik api besar di Kabupaten Rokan Hulu cukup memperihatinkan. Hal itu harus segera di atasi, jangan sampai mengganggu kesehatan masyarakat.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Pemda Rohul, Ir Damri, Rabu (24/7/13) saat apel siaga di halaman gedung Bupati Rokan Hulu. Katanya, kabut asap juga masuk kategori tanggap darurat yang membutuhkan penganan serius. Tiga titik api besar tersebut yakni, di Kecamatan Kepenuhan, Bonai Darussalam dan Kecamatan Kabun.

Sekda meminta kepada masyarakat agar bekerja sama dengan tim Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul memadamkan api serta menjaga wilayahnya masing-masing agar tidak terjadi pembakaran lahan dan hutan yang dapat mengganggu masyarakat banyak.

“Api akan dipadamkan secara tuntas, untuk itu tim yang terlibat hendaknya dapat bekerja secara maksimal dan saling membahu dalam tugas dan lakukan tugas tersebut dengan ikhlas semuanya karena masyarakat,” tegas Damri.

Agenda apel siaga semula akan dipimpin langsung oleh BPBN, Samsul M Arif diambil alih oleh Sekda, sebab mengingat kondisi asap semakin memperihatinkan. Apel diikuti 28 orang Satpol-PP Riau, BPBD Riau dan Rohul, tim Polres, Dishub dan lainnya. (adv/hum)

 

Wabup Rohul: Status 5 Desa Masih Wilayah Rokan Hulu

Wabup Safari Ramadhan
Wabup Safari Ramadhan

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Status 5 Desa diperbatasan Kabupaten Kampar dan Kabupaten Rokan Hulu hingga saat ini belum ada kepuusan dari Kemendagri, untuk itu Masyarakat di di Kecamatan Pagaran Tapah diminta tenang menunggu keputusan itu.

Dikatakan Wakil Bupati Rokan Hulu, Ir Hafit Syukri MM saat safari Ramadhan, Selasa (23/7/13) malam di Desa Intan Makmur Kecamatan Pagaran Tapah. Ditegaskan Wabup, sehubungan belum adanya keputusan, maka 5 Desa yang ada di Kecamatan Pagaran tapah masih wilayah Kabupaten Rokan Hulu.

Bahkan KPU Riau juga masih menetapkan warga di 5 Desa tersebut mengikuti pemilihan calon Gubernur Riau diwilayah Kabupaten Rokan Hulu.

“Saya harap masyarakat tetap tenang dan bersabar, sebab masalah status ini akan di selesaikan secara jelas, sehingga masyarakat aman secara administrasi,” imbau Wabup.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Intan Makmur, Ndang Sujana mewakili masyarakat menyampaikan bahwa mereka mengharapkan Desa mereka masuk wilayah Kabupaten Rokan Hulu, sebab dari dahulu hingga sekarang secara administrasi mereka tetap mengurus di Kabupaten Rokan Hulu.

Dia juga mengharapkan Pemda terus menjalis silaturrahmi dengan masyarakat setempat dan juga memperhatikan anak yatim sebab di Desa mereka tercatat ada sekitar 30 orang anak yatim yang butuh perhatian dan bantuan. (adv/hum)

Tokoh Agama Konsultasi Zakat Fitrah ke Kemenag Rohul

zakat fitrahRokan Hulu (SegmenNews.com)– Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menerima konsultasi tentang pelaksanaan zakat maal dan zakat fitrah dari seorang tokoh agama yang bernama Taslimul Haya, Imam Masjid Nurul Iman yang juga Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) Desa Alahan Kec Rokan IV Koto, Selasa (23/7/2013) bertempat di ruang kerja Kakan Kemenag Rohul, Pasir Pengaraian.

Taslimul Haya menyatakan, bahwa dirinya datang secara khusus menemui Kakan Kemenag Rohul, untuk melakukan konsultasi tentang pelaksanaan zakat di desanya, yaitu desa Alahan Kec Rokan IV Koto, karena di desanya sering terjadi perbedaan pendapat tentang zakat ini, khususnya dalam bidang penyalurannya.

Ahmad Supardi Hasibuan, merasa sangat terharu atas kunjungan tokoh agama ini, yang secara khusus datang dari desa terpencil, untuk mengkonsultasikan beberapa masalah keagamaan yang sering terjadi di tingkat desa, apalagi ahli agama atau ulamanya memang sangat kurang di pedesaan.

Dikatakannya, bahwa zakat fitrah dan zakat maal adalah dua kewajiban yang melekat pada diri setiap muslim, yang harus ditunaikan sesuai dengan waktu dan kadarnyanya. Zakat fitrah dibayarkan pada bulan Ramadahan menjelang hari Raya Idul Fitri, sedangkan zakat maal dibayarkan ketika harta telah mencukupi nishab dan haulnya.

Taslimul Haya yang juga P3N desa Alahan tersebut menanyakan tentang jatah amil dalam zakat fitrah, sebab menurut orang-orang di desa, zakat fitrah tidak dibenarkan diberikan untuk amil zakat. Jatah amil itu biasanya hanya dalam hal zakat maal, sedangkan dalam zakat fitrah tidak dibenarkan, tanyanya.

Ahmad Supardi menjelaskan, jatah amil tetap ada baik dalam zakat fitrah maupun zakat maal. Memang ada hadits Nabi yang menyatakan bahwa zakat fitrah itu adalah untuk makanan bagi fakir dan miskin. Namun demikian, dalam Alqur’an disebutkan bahwa zakat itu (fitrah dan maal) adalah untuk delapan asnaf, yang salah satunya adalah amil zakat.

Menurutnya, kedua dalil ini harus dipadukan, karena keduanya saling melengkapi antara satu sama yang lain, yaitu dengan menjadikan zakat fitrah, prioritasnya adalah untuk fakir dan miskin, dalam kata lain porsentase bahagian fakir dan miskin harus dibanyakkan. Tentu tidak elok kalau kita samakan jatah antara amil dengan fakir miskin, sebab hadits Nabi tadi menyatakan zakat fitrah adalah untuk fakir dan miskin.

Sedangkan terkait dengan zakat maal, maka dapat dilakukan seperti selama ini, sebab hal itu telah sesuai dengan fiqh zakat, tegas Kakan Kemenag. (r4n)

MTQ Riau, Disbudpar Rohul Diminta Suguhkan Objek Wisata Religi

Ismail Hamkaz SAg, Msi
Ismail Hamkaz SAg, Msi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hulu seharusnya jangan hanya memprioritaskan 4 objek wisata saja pada Musabaqoh Tilawatil Qur’an ke-32 Riau mendatang, walaupun 4 Ojek wisata itu dekat dengan lokasi MTQ. Seharusnya Disbudpar juga mempromosikan objek Wisata Religi yang ada unsur keagamaan.

Hal itu disampaikan oleh anggota DPRD Komisi III Kabupaten Rokan Hulu, Ismail Hamkaz SAg,Msi, Selasa (23/7/13). Tambahnya, apalagi Kabupaten Rokan Hulu berjulukan Negeri Seribu Suluk. Seharusnya Disbudpar dapat menyuguhkan tempat madrasyah suluk yang tertua dan sering di kunjungi sebagai simbol Daerah.

“Disbudpar jangan hanya memilah Objek wisata yang terdekat dengan Lokasi MTQ saja. Saya yakin, sebagian peserta dan tamu di MTQ nanti ingin mengetahui asal muasal julukan Kabupaten Rokan Hulu dengan nama Negeri Seribu Suluk,” ungkap Ismail.

Disbudpar juga harus memperhatikan Objek Wisata Religi lainnya seperti, Objek wisata Kerajaan Rokan, Kunto, Kepenuhan serta tempat kelahiran tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi di Desa Rantau Binuang Sakti dan objek wisata lainnya yang ada hubungannya dengan Keagamaan dan Suluk.

Ismail mengharapkan agar Disbudpar dan dinas terkait seperti Dinas Cipta Karya Bina Marga dan lainnya untuk mendukung kemajuan dan kelestarian objek wisata di Kabupaten Rokan Hulu. Bukan hanya untuk kegiatan serimonial belaka tanpa memikirkan out put yang akan terjadi setelah acara di selenggarakan.

“Sudah saatnya kita mempersamakan persepsi kita akan dunia pariwisata ini. Mana yang seharusnya di prioritas dan mana yang hanya menjadi wacana, namun saya menitikberatkan akan potensi yang terkandung dalam objek wisata tersebut dan outputnya, dimanapun objek wisata itu berada, jika ada kemauan pasti ada jalan,” papar pria bergelar Mamak Sutan Kayo Muah ini. (r4n)

Bupati Siak Terima Penghargaan Kota Layak Anak Kategori Pratama di Jakarta

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar menyerahkan Plakat Penghargaan Kabupaten Siak sebagai Kabupaten Kota Layak Anak kepada Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi di Jakarta.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar menyerahkan Plakat Penghargaan Kabupaten Siak sebagai Kabupaten Kota Layak Anak kepada Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi di Jakarta.

Jakarta (SegmenNews.com)– Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menerima Penghargaan untuk Kabupaten Siak sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Republik Indonesia, Linda Gumelar di Jakarta, Selasa (23/7/13).

Penghargaan tersebut diberikan kepada 37 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) / Kota yang dianggap menerapkan kebijakan pembangunan berbasis hak anak tersebut, dilakukan oleh Tim Evaluasi Independen yang terdiri dari pakar anak, akademisi, dan pemerhati hak-hak anak beberapa waktu yang lalu.

Linda Gumelar menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan kepada Kabupaten/Kota yang mempunyai system pembangunan berbasis hak-hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan Sumber Daya Pemerintah, masyarakat dan dunia yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak.

“Dalam pelaksanaan KLA diperlukan keterlibatan semua pihak mulai dari Pemerintah, Dunia Usaha, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Akademisi, Masyarakat, Keluarga, dan individu termasuk anak-anak” ujar Linda.

Ditambahkannya penghargaan ini diberikan berdasarkan 31 indikator KLH, diantaranya Penguatan Kelembagaan 7 Indikator, Klaster I Hak Sipil dan Kebebasan 3 indikator, Klaster II Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif 3 indikator, Klaster III Kesehatan Dasar Dan Kesejahteraan 9 indikator, Klaster IV Pendidikan Pemanfaatan Waktu Luang dan kegiataan Budaya 5 indikator, Klaster V Perlindungan Khusus 4 Indikator.

Bupati Siak Drs H Syamsuar usai menerima anugerah KLA, mengaku bersyukur dan semakin termotivasi untuk mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan hak-hak anak termasuk dunia usaha.

“Alhamdulillah, kita hari ini mendapatkan penghargaan KLA Pratama, tentunya kita akan lebih bersungguh-sungguh lagi dalam memenuhi hak-hak dan perlindungan anak. Tentunya kebijakan pemerintah daerah kita arahkan untuk memenuhi aspirasi- aspirasi dari anak-anak yang ada di Kabupaten Siak. Dan InsyaAllah, nantinya kami akan menghimbau perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Siak agar dunia usaha juga memberikan kepedulian terhadap hak anak. Penghargaan ini tentunya bukan sekedar ajang penghargaan saja tapi juga seberapa besar perhatian kita terhadap anak , bahwa mereka juga punya hak dan perlindungan dari kita semua. Kita berharap dengan demikian anak-anak Siak suatu saat nanti bisa menjadi anak-anak yang berhasil dimasyarakat” ungkap Bupati Syamsuar.

Penghargaan KLA dibagi dalam 5 Kategori yaitu Pratama, Madya, Nindya, dan Utama. Dalam kesempatan tersebut diserahkan 37 Penghargaan KLA kategori Pratama, 14 untuk kategori Madya, dan 4 Penghargaan untuk kategori Nindya. Sementara untuk kategori Utama berdasarkan penilaian tim independen penilai belum ada Kabupaten Kota yang berhasil meraihnya. Penghargaan ini merupakan implementasi dari Kepres No 36 Tahun 1990 yang merafitikasi konvensi hak anak sebagai wujud keseriusan Pemerintah untuk mewujudkan dunia yang layak bagi anak.(rinto/hms)

Kapolres Pelalawan: Ormas Dilarang Sweeping

kapolres pelalwanPelalawan (SegmenNews.com)– Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo menegaskan bahwa Organisasi Masyarakat (Ormas) khususnya yang ada di kabupaten Pelalawan dilarang main hakim sendiri dan melakukan aksi sweeping tanpa koordinasi.
ditindak tegas sesuai hukum berlaku.

“Bulan suci Rhamadan adalah bulan penuh rahmat, barokah dan ampunan. Seharinya kita banyak-banyak beribadah dan berbuat baik. Jangan sampai ada yang menodai bulan puasa dengan sweeping oleh pihak-pihak yang tidak berkewenangan,” tegas Kapolres.

Pelarangan tersebut guna mengantisipasi terjadinya kerusuhan seperti di lakukan oleh salah satu Ormas islam di daerah Kendal dengan masyarakat yang berimbas adanya korban jiwa. Namun apabila masih ada yang tetap membandel dan melakukan pelanggaran hukum lainnya Polres akan bertindak tegas dalam penegakan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kita minta untuk menahan diri, apabila menemukan ada pelanggaran di tengah-tengah masyarakat terutama di bulan puasa, jangan main hakim sendiri dan segera lapor ke pos polisi terdekat atau Polres Pelalawan. Agar antisipasi dan penertiban dapat segera dilakukan,” papar Guntur, Rabu (23/7/13). (fin)