Siak (Segmennews.com) – Pembangunan rumah layak huni yang merupakan bantuan dari Pemkab Siak untuk masyarakat miskin di Kecamatan Koto Gasib, sudah mulai di kerjakan oleh Dinas tarcip Kabupaten Siak pembangunannya sebanyak 31 unit untuk Kecamatan Koto Gasib.
Menurut keterangan camat koto Gasib Arlisman Jum’at (5/7) mengatakan. “Pembangunan 31 rumah layak huni sudah mulai dikerjakan untuk masyarakat miskin dan juga pada masyarakat yang terimbas pada pembangunan turap tersebut, dikarenakan sebelumnya rumah mereka terkenak pembangunan turap, maka dari itu agar mereka mempunyai tempat tinggal pembangunan rumah layak huni didulukan agar nantinya seceptnya dapat di tempati rumah tersebut.” Kata Camat Arlisman
Kita juga sangat mengharapkan kepada kontraktor yang mengerjakan RLH untuk dapat mengedepankan mutu pembangunan rumah tersebut dan jangan asal jadi saja, dan harus sesuai dengan bestek yang sudah ada dan jangan kemudian hari baru diserah terimakan kepada masyarakat rumah tersebut tidak dapat digunakan. “Maka dari itu pembangunan harus mengedepankan mutu bangunan tersebut dan jangan hanya mencari keuntungan saja.” terang camat(adv)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)-Direktorat Jendral Sumber Daya Alam Balai Wilayah Sungai Sumatera III melalui Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau, tahun ini mengalokasikan dana melalui APBN Perubahan 2013 kepada Kabupaten Rohul untuk program Penyediaan Air Minum dan Santitasi Berbasis Masyarakat (Pansimas) sebesar Rp33,351 miliar.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Rohul, Yusri melalui Kabid Pasar dan Air Bersih, Tetti Herawati kepada wartawan, Rabu (3/7) di Pasir Pengarayan. Menurutnya, Rohul mendapatkan sembilan titik kegiatan program Pansimas yang tersebar di beberapa kecamatan.
Bantuan program Pansimas sebesar Rp33,51 miliar untuk Rohul diambilkan dari kegiatan Dinas Pekerjaan Umum Riau dan Derektorat Jendral Sumber Daya Alam Balai Wilayah Sungai Sumetra IIItahun 2013. Kegiatan itu ditujukan untuk enam lokasi kegiatan dengan total anggaran Rp18,2 miliar.
Dijelaskan, kegiatan yang akan dilakukan berupa pengadaan dan pemasangan pipa PVC dam Ibu Kota Kecamatan (IKK) Kecamatan Kepenuhan senilai Rp1,8 miliar di Kecamatan Kepenuhan. Kemudian dialokasikan juga untuk pengadaan pemasangan paket Pengolahan Air (IPA) Baja kapasitas 20 liter per detik lengkap dengan sarana pendukung IKK di Kota Tengah Kecamatan Rambah Samo dengan anggaran Rp6,8 miliar, kemudian pengadaan dan pemasangan paket IPA Baja kapasitas 20 liter per detik lengkap prasana pendukung IKK Kota Tengah Kecamatan Bangun Purba untuk empat desa dengan total anggaran Rp9,6 miliar.
Sedangkan dari anggaran Derektorat jendral Sumber Daya Alam (SDA) Balai Wilayah Sungai Sumetra III dan Dinas PU Riau tahun 2013 dianggarkan Rp15,151 miliar, untuk pengadaaan dan pemasangan pipa PVC IKK Rambah Hilir di Kecamatan Rambah Hilir anggaran Rp1,5 miliar dan dari dana APBD atau sharing sebesar Rp400 juta. Kemudian untuk pengadaan dan pemasangan Pipa PVC IKK Ujung Batu di Ujung Batu anggaran Rp2 miliar dana sharing Rp300 juta.
Kemudian untuk pengadaan dan pemasangan piket IPA Baja kapasitas 20 liter per detik lengkap sarana prasana pendukung IKK Kota Tengah Kepenuhan dengan total Rp6,451 miliar dana shearing APBD Rp1 miliar. Lalu alokasi untuk pembangunan kolam Tandon dan Intake sarana dan prasarana air baku di Kecamatan Rambah Samo dengan total Rp4 miliar dan dana sharing Rp5 miliar.
Kemudian untuk detail desain air baku di Pasir Pangaraian Kabupaten Rohul Rp5 miliar, kemudian penyusunan Rancanangan Rencana PSDA (Pengembangan Sumber Daya Anggota) WS Rokan tahap I Rp700 juta.
“Komunkasi dan hubungan baik antara Pemkab Rohul dengan kedua instansi membuat Rokan Hulu memperoleh kucuran dana untuk membiayai sembilan item kegiatan di sembilan lokasi dengan jumlah mencapai Rp33,351 miliar,” tukasnya. (adv/hms)
SegmenNews.com– Sebuah tren baru dengan alasan demi meningkatkan kesehatan- merebak di kalangan sejumlah orang kaya di negeri China. Mereka rela menghabiskan belasan juta rupiah untuk bisa mengkonsumsi air susu ibu (ASI). Tren baru ini ramai dibahas di media massa China dan menjadi perdebatan sengit, antara kesehatan dan moral publik. Banyak yang menolak.
Laman Shanghai Daily, Rabu 3 Juli 2013, melansir bahwa dengan mengkonsumsi ASI, para orang kaya sangat meyakini kesehatan anak mereka akan tetap terjaga. Jika itu hanya dilakukan bayi, mungkin tidak menimbulkan kontroversi dan memang begitu juga yang terjadi di belahan bumi lain.
Soalnya adalah di negeri tirai bambu ini, tren minum ASI ini merebak di kalangan orang dewasa berduit. Dan yang menganggu moral publik adalah perusahaan juga menyediakan pilihan yang menimum langsung dari wanita sebagaimana yang dilakukan bayi. Meski begitu, yang ramai diberitakan baru yang minum dari kemasan.
Dan tren ini sudah menjadi bisnis, menjadi industri dengan peminat yang banyak. Di China sudah ada beberapa perusahaan yang menyediakan layanan ASI bagi para orang dewasa dan berasal dari kalangan menengah ke atas. Salah satunya adalah Xinxinyu Household Service Company milik Lin Jun yang beroperasi di Provinsi Guangdong.
Lin mengatakan bahwa layanan penyedia jasa ASI mulai populer di China, khususnya setelah skandal susu formula bayi terungkap. Selain itu ASI kini dipercaya menjadi salah satu nutrisi tambahan bagi orang dewasa yang dapat meningkatkan kesehatan. “ASI adalah nutrisi terbaik khususnya bagi mereka yang baru saja menjalani operasi besar,” ujar Lin.
Untuk dapat memperoleh layanan mewah dari para suster penyedia ASI, para pelanggannya dipatok dengan harga 8000 Yuan atau Rp13 juta per bulan. Harga itu bisa semakin mahal, apabila suster yang disediakan berusia muda dan cantik.
Para suster ini nantinya akan berkunjung ke rumah pelanggan untuk memberikan ASI. “Namun apabila mereka malu, kami dapat menjual ASI yang sudah dipompa dan disimpan di dalam sebuah botol,” kata Lin.
Salah satu pelanggan yang menggunakan jasa tersebut adalah seorang sales excutive di kota Shenzen dengan nama tengah Wang. Wang mencoba jasa ini setelah diinformasikan oleh temannya yang bermukim di Hong Kong.
Dia memilih mengkonsumsi ASI setelah merasakan keletihan yang berat akibat pekerjaan di kantor. Setelah mendapat restu dari sang istri, jadilah Wang membayar jasa suster ASI senilai 15 ribu Yuan atau Rp24,3 juta.
Wang biasa mengkonsumsi ASI sebanyak tiga sampai lima kali. Namun dia mengaku tidak pernah minum langsung dari suster yang menjual ASI itu. Hanya minum dari kemasan.
Kendati dipercaya dapat meningkatkan kesehatan, Wang tidak merasakan perubahan yang signifikan kecuali dia mengurangi kesibukannya di kantor dan berolah raga.
Sementara Lin mengatakan proses perekrutan menjadi seorang suster ASI tidak mudah. Dia harus memastikan ASI yang disediakan oleh si suster sehat. Kebanyakan dari para suster yang dia rekrut berasal dari desa dan keluarga miskin yang membutuhkan biaya untuk membesarkan anaknya.
Lin akan mewawancarai calon suster dan memastikan bahwa mereka sehat secara fisik. Hal serupa juga dilakukan oleh banyak kandidat pelanggan yang akan menggunakan jasa suster ASI.
Menurut Lin, sebelum memilih suster, pelanggan akan menilai dua hal yaitu status kesehatannya dan karakter mereka. Setelah terpilih, para suster ini akan menandatangani kontrak dengan periode enam hingga delapan bulan.
Namun di dalam kontrak, status pekerjaan mereka tertulis sebagai pengasuh bayi, pembersih ruangan atau koki. Bagi para suster, kontrak kerja yang ditawarkan sangat menggiurkan karena dalam waktu delapan bulan, mereka bisa membawa pulang 120 ribu Yuan atau Rp194 juta.
Dikecam Banyak Orang
Industri baru yang tidak biasa ini dikecam banyak orang. Para pengecam itu menilai bahwa layanan tersebut dapat dijadikan modus baru prostitusi. Artinya, tren ini bisa menjadi praktek terselubung dari prostitusi, hal yang ditentang karena tidak sesuai dengan moral yang dipegang teguh masyarakat.
Meski ada kecemasan seperti itu, juru bicara biro keamanan publik Shenzen, menjelaskan bahwa akan sangat sulit membuktikan dan menginvestigasi apakah dugaan penyelewengan itu benar atau tidak. (**)
Lubuk Dalam (SegmenNews.com)– PTPN V SBU Lubuk Dalam menyalurkan 7 ribu sembako gratis di dua wilayah Kabupaten Siak dan Kabupaten Inhu, Kamis (4/7/13).
Managemen SBU Lubuk Dalam, Ir. Manasar Sitanggang disela-sela penyerahan sembako mengatakan bahwa paket sembako gratis ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin yang ada dilingkungan sekitar perusahaan dilaksanakan diwilayah SBU PTPN 5 Lubuk Dalam.
“Kegiatan ini bentuk kepedulian perusahaan terhadap masayarakat sekitar. Terutama bagi masyarakat miskin dalam menyambut bulan suci Ramadhan,” paparnya.
Penyerahan sembako juga diserahkan Manager Kebun Lubuk Dalam Ir.H.Nirwan Pohan, bersama Asisten Urusan ADM /umun Lubuk Dalam Frands Andi Danil SH dan Asum Kebun Lubuk Dalam M.Yusdi Hadi,SH. (to/rc)
Perawang (SengmenNews.com)– Puluhan ton kayu Akasia bahan baku Pulp dan Paper milik PT.IKPP yang terletak di perawang dilalap sijago merah tepatnya di areal Log Yard. Kebakaran bahan baku tersebut, sejak Selasa malam (2/7) hingga Rabu siang (3/7).
Informasi diperoleh kebakaran tumpukan kayu Akasia terjadi sekitar pukul 22.00 Wib Selasa malam (2/7) di tumpukkan blok E 54, E 64, J 80, J 81. Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Dilansir dari riauclick, upaya pemadaman telah dilakukan pihak perusahaan dengan mengerahkan mobil pemadam kebakaran dari IKPP dan Pindodeli, Dankar dari pemerintah, puluhan alat berat untuk melokalisir kayu serta personil TNI.
Pimpinan PT.IKPP Hasanuddin melalui Humas IKPP Armadi,SE ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kebakaran kayu akasia yang dijadikan bahan baku untuk pembuatan Pulp dan Paper.
Dikatakan Armadi bahwa kebakaran sudah bisa dilokalisir, tinggal upaya memadamkan sisa kebakaran, “ungkap Armadi,
Bahwa pihak perusahaan saat ini berapa jumlah pasti kebakaran kayu Akasia dan kerugian yang dialami, karena masih dilakukan pemadaman karena masih ada sisa kebakaran.
Kapolres Siak AKBP Sugeng melalui Kapolsek Tualang ketika dikonfirmasi membenarkan kebakaran kayu di areal perusahaan PT IKPP. Pihak kepolisian masih menyelidik kasus penyebab kebakaran terjadi. (**)
Bengkalis (SegmenNews.com)– Penyalahgunaan narkoba jenis sabu di Kabupaten Bengkalis sudah masuk ke jajaran pegawai negeri sipil. Buktinya, CG, salah seorang staf di Bagian Humas Setdakab Bengkalis diamankan pihak Kepolisian karena diduga sebagai penguna sabu-sabu.
Satuan Narkoba Polres Bengkalis pada Rabu malam (3/7/2013) mengamankan empat orang tersangka, salah satunya CG (35) PNS bagian Humas Setdakab Bengkalis.
Penangkapan keempat tersangka berlangsung di dua tempat kejadian, yakni seorang tersangka R, diamankan di sekretariat salah satu partai politik di Jalan Antara Bengkalis. Penangkapan terangka CG, DC dan IB berlangsung di kediaman CG di Jalan HOS Cokroaminoto, Gg Amor Bengkalis.
Kapolres Bengkalis, AKBP Ulung Sampurna Jaya, didampingi Kasat Narkoba Bengkalis, AKP Willy Kartamanah, kepada wartawan, Kamis (4/7) menyebutkan, keempat tersangka merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya.
“Mereka sudah menjadi TO kita. Begitu waktunya tepat, kita tinggal menangkap pelaku. Jadi, pada Rabu malam kita menangkap pelaku di lokasi yang berbeda,” jelasnya.
Tersangka dijerat UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun. (bkl/knc)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Toga Harahap (21) tersangka Pencurian kendaraan bermotor telah menajdi burunan selama satu tahun akhirnya ditangkap pihak Polsek Rambah, Rabu (3/7/13) malam sekiytar pukul 15:00Wib).
Buronan itu ditangkap saat berada di rumahnya di Dusun Setia Alam Segar, Desa Tambusai timur, Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu.
Kapolres Rokan Hulu AKBP Onny Trimurti Nugroho SE.SIK.MH melalui Kapolsek Rambah Iptu Dasmaliki mengatakan tersangka yang pengangguran ini sudah lama menjadi DPO Polsek Rambah. Tersangka merupakan anggota komplotan Agus Setiawan pelaku curanmor yang sebelumnya ditangkap sekitar Maret 2013 lalu.
Penangkapan komplotan Agus Setiawan kemudian di kembangkan terungkaplah anggota komplotannya yang salah satunya tersangka Toga Mortarkis Harahap.
Dalam pengembangan selanjutnya korban bernama Sutardi ( 46 ) warga SP III,Dusun Boter,Desa Rambah Tengah Hilir melaporkan ke Polsek Rambah korban ke hilangan sepedamotor Supra X 125 BM 5225 MH saat diparkir di pinggir kebun karet tempat dia menderes karet di Jalan Lingkar,Jalan Komlpeks Pemda Rohul.Korban mengetahui spedamotornya hilang sekitar pukul 11.00 saat korban hendak pulang selesai menderes karet.Korban yang yakin spedamotornya hilang di curio rang kemudian melapor ke Polsek Rambah.
Saat di periksa tersangka mengaku spedamotor Supra X 125 BM 5225 MH yang dicurinya setahun lalu itu menggunakan kunci T. Tersangka mengaku dirinya yang bertugas mengutip spedamotor dari lapangan kemudian menjulanya ke Agus Setiawan sebagai penadah.
Tersangka juga mengaku sudah mencuri 18 unit sepeda motor. Namun dari jumlah itu hanya 2 dari daerah Rohul, selebihnya dari luar daerah.
Kepada petugas, tersangka mengaku selain spedamotor milik Supardi, tersangka telah mencuri 18 speda motor. Dua spedamotor dia curi di Pasirpangaraian speda motor jenis RX King, sementara 16 lainnya dari luar daerah.
Tersangka juga mengaku bertugas sebagai tukang mengutip spedamotor dari lapangan kemudian di jual sama Agus Setiawan sebagai penadah. (r4n)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Biro Keuangan Setdaprov Riau, Jonli mengklaim jika anggaran untuk gaji ke-13 PNS dilingkungan Pemprov Riau sudah disiapkan. Hanya saja, untuk pencairannya masih menunggu usulan dari masing-masing SKPD.
“Uangnya sudah kita siapkan, kita hanya menunggu permintaan SKPD. Usulan gaji itu kan harus pakai amprah. Karena yang menandatangani usulan gaji itu, masing-masing kepala SKPD,” jelasnya.
Katanya, pihak Pemprov sudah mengeluarkan surat edaran sesuai petunjuk Menteri Keuangan ke seluruh SKPD agar segera menyampaikan permohonan gaji ke -13 itu.
“Paling lambat pekan depan gaji 13 sudah cair,” tukas Jonli.
Seperti diketahui, pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan untuk membayarkan gaji ke 13 PNS. Pembayaran gaji 13 ini berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2013 yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 20 Juni dan Peraturan Menkeu Nomor 92 Tahun 2013 sudah diteken Menkeu Chatib Basri pada 25 Juni lalu. (achir/ur)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN Pekanbaru akhir-akhir para anggota DPRD Kota Pekanbaru kebanjiran pengaduan masyarakat. Untuk mengatasi keluhaan itu pihak DPR ambil sikap mencari solusi.
Dalam waktu dekat DPRD Pekanbaru akan membentuk Panitia Khusus untuk membahas pemadaman listrik. Soalnya, pengaduan masyarakat aktifitas mereka terganggu, apalgi pemadaman dimalam hari, bagaimana jika hal ini terus terjadi hingga bulan Ramadhan tentunya akan sangat mengganggu umat Islam yang sedang beribadah tarawih dan tadarus.
“Kita Bentuk Pansus secepatnya agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” tegas Sekretaris Komisi IV Bidang Infrastruktur DPRD Pekanbaru, Muhammad Sabarudi ST ketika dijumpai di ruangannya, Kamis (4/7).
katanya, tarif listrik suddah naik awal bulan lalu, seharusnya PLN lebih tingkatkan pelayanan. Pedaman listrik yang terus mendadak akan mengakibatkan sejumlah alat elektronik masyarakat rusak. Ini juga harus diperhatikan pihak PLN. (chir/ur)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Program ekonomi kerakyatan sebagai wadah kesejahteraan rakyat yakni, Program Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP) di kabupaten Rokan Hulu tergolong sukses. Seribu pengusaha Kecil Menengah di setiap kecamatan dan Desa yang tersebar di Rohul telah berkembang.
Hal itu ditegaskan Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi saat acara Lokakarya Pengelolaan UED-SP tingkat Provinsi Riau di Rohul kemarin. Disebutkan Achmad bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan UED-SP ini sangat penting bagi peningkatan usaha masyarakat dari program dana bergulir.
Program ini harus lebih meningkat lagi di seluruh Kabupaten di Riau. Contohnya Kabupaten Rokan Hulu memiliki BUMDes terbaik di Riau. Melalaui Pemerintah, pihak Perbankan sudah banyak bekerjasama dengan BUMDes di Rohul, contohnya Bank Jawa Barat (BJB) mereka bersedia memberikan tambahan modal usaha bagi BUMDes, yang tentunya telah melalui berbagi pertimbangan kesuksesan BUMDes dan UED-SP dipedesaan. Begitu juga Perbankan yang ada di Riau.
“Provinsi Riau telah menetapkan secara Nasional sebagai Provinsi percontohan dalam pengelolaan BUMDEs. Hal itu disebabkan karena adanya dukungan antara pihak Provinsi dan kabupaten, khususnya Rokan Hulu. Sejarah BUMDes tak lepas dari keberadaan Program Pemberdayaan Desa (PPD),” jelas Bupati.
Dilanjutkannya, Pemerintah Riau sejak tahun 2007 hingga 2011 telah miliki PPD di 16 Kabupaten/kota. Lewat Program itu, Pihak Provinsi memberikan bantuan modal kepada 2 Desa di masing-masing Kabupaten/Kota sebesar Rp 500.000.000 perdesanya yang disertai dengan penyediaan pendamping Desa, Modal tersebut untuk UED-SP. (adv/hum)