Pekanbaru (SegmenNews.com)– Formasi calon pegawai negeri sipil tahun 2013 untuk Kota Pekanbaru tidak jelas karena belum ada informasi pasti dari Pemerintah Pusat.
Hal itu dikatakan Kepala Badah Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pekanbaru, Hermanius, kepada wartawan, Selasa (7/5/2013). “Sekarang kita masih menunggu informasi dari pusat. Apakah formasinya penerimaannya sebanyak yang pensiun atau ada penambahan,” ujarnya.
Dia mengatakan, sesuai analisa jabatan dan beban kerja, Pemko Pekanbaru sudah mengusulkan kebutuhan kepada Pemerintah Pusat. Namun, hingga kini belum ada juga jawaban dari Pemerintah Pusat.
Tentunya, kata Hermanius, jawaban itu diharapkan secepatnya bisa diterima. “Kemungkinan Juni mendatang usulan kita baru diketahui,” imbuhnya. (dn/knc)
Dinding gedung Visitor Center Ambruk, tampak rangka pondasi rangka atas dinding jatuh kebawah
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Gedung Visitor Center desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu yang dibangun menggunakan anggaran APBN tahun anggaran 2012 senilai Rp 1,3 Miliyar hingga saat ini belum selesai. Bahkan dinding gedung Visitor Center tersebut sudah ambruk.
Anehnya ambruknya sebagian dinding bangunan visitor center tersebut tidak di ketahui pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata selaku penerima anggaran APBN.
Dikatakan Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rohul, Dra Raudah kepada SegmenNews.com, Selasa (7/5/2013) bahwa bangunan gedung visitor center yang akan digunakan untuk acara Haul Syekh Ibrahim se-Asia Tenggara tersebut bernilai Rp 1,3 Miliyar, saat ini pengerjaannya sudah mencapai 80 hingga 90 persen, dananya juga sudah di cairkan 100 persen.
“Anggaran tahun Rp 1,3 miliyar tersebut hanya bangunannya saja tidak termasuk atap pelafonnya, bangunan akan dilanjutkan tahun 2014 melalui APBN lagi,” akunya.
Dinding gedung Visitor Center Ambruk, tampak rangka pondasi rangka atas dinding jatuh kebawah
Namun saat ditanya mengapa dinding ruangan penghubung 2 gedung visitor center tersebut ambruk, Raudah kebingungan dan mengarahkan bertanya ke penanggung jawab teknis bangunan di Dinas Cipta Karya, Citra Perdana.
“Kalau itu (dinding gedung ambruk) kita tidak tahu silahkan tanya langsung ke Citra,” ujarnya.
Sementara itu di tempat terpisah, Penanggung Jawab Teknis dari Dinas Cipta Karya, Citra Perdana mengungkapkan bahwa bangunan yang dikerjakan pihak rekanan CV Alivia tersebut hanya ambruk dinding bagian atasnya saja, dan sudah dalam perbaikan.
Sementara lanjutan pengerjaan bangunan gedung dilanjutkan dengan masa pemeliharaan, dikarenakan pengerjaan tahun 2012 lalu ditunda karena adanya banjir, sehingga bahan-bahan bangunan sulit masuk, sebab menurutnya bahan bangunan masuk kelokasi tersebut melalui aliran sungai.
Menurutnya, dinding tersebut amruk disebabkan pihak rekanan belum memamasang rangka bangunan diatas sehingga dinding tersebut amruk.
Sementara dari dari pantauan beberapa pekan lalu dilapangan, dinding ruangan yang ada di antara 2 bangunan gedung visitor center yang ambruk terebut, terlihat rangka besi diatas dinding hanya di tutup pakai papan dan belum di cor amruk bersama dindingnya. Bangunan belum selesai dan belum di plaster, lantai masih belum di cor.
Bahkan dikatakan Kaur Pembangunan Desa setempat saat itu, Bahari mereka tidak mengetahui bangunan tersebut untuk apa, sebab mereka tidak pernah melihat ada plang pengerjaan bangunan, mereka juga tidak pernah diberitahu mengenai bangunan tersebut. Katanya, bangunan tersebut dikerjakan sejak bulan 10 tahun 2012 lalu. (r4n)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hulu terus melakukan sosialisasi Peraturan Daerah Rokan Hulu Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Zakat terhadap 120 Perusahaan di lingkungan Kabupaten Rokan Hulu.
Kegiatan yang dilaksanakan pada sela-sela kegiatan Sosialisasi Upah Minimum Kabupaten dan Upah Minimum Sub Sektor Pertanian dan Perkebunan (UMSSP) tahun 2013 yang ditaja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rokan Hulu di Hotel Sapadia, Selasa (7/5).
Hadir pada kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Rokan Hulu, Ir.H.Sam Rikardo,M.Si, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs.H. Tengku Rafli Armien, Sekretaris BAZNAS Rokan Hulu, H. Elfalisman,S.Ag dan Bendahara BAZNAS Rokan Hulu, H. Erkat,S.Sos.
Dalam penyampaiannya, Sam Rikardo mengatakan sosialisasi Perda Nomor 07 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Zakat ini merupakan salahsatu upaya BAZNAS kabupaten Rokan Hulu dalam rangka memberikan pengetahuan serta pengelolaan kewajiban berzakat terhadap seluruh komponen masyarakat di Rokan Hulu.
Dihadapan pimpinan Perusahaan Sam secara rinci menjelaskan terkait ketentuan, perundangan dan pengelolaan zakat yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Rokan Hulu. Sam mengatakan, potensi zakat yang dimiliki perusahaan dinilai cukup besar mengingat banyaknya perusahaan yang memiliki keryawan tetap di Rokan Hulu. Sementara jumlah masyarakat miskin yang butuh perhatian lewat zakat tersebut tidak terlalu banyak, hanya sebesar 10 sampai 15 persen dari jumlah penduduk di Rokan Hulu.
”Jika semua perusahaan berpartisipasi dalam berzakat, tidak mustahil masyarakat miskin yang ada di Rokan Hulu ini bisa terbantu,”ujar Sam Rikardo.
Disamping itu, jika suatu perusahaan tersebut berpartisipasi menurut Sam Rikardo, maka sama halnya dengan perusahan tersebut ikut memperhatikan masyarakat di lingkungan tempat operasionalnya. Karena dana zakat yang terkumpul di suatu perusahaan tersebut bisa didistribusikan pada masyarakat miskin di lingkungannya tentu sesuai dengan usulan yang disampaikan kepada BAZNAS Rokan Hulu.
Lebih lanjut Sam mengatakan, untuk memungut zakat di lingkungan karyawan suatu perusahaan tersebut dapat dilakukan melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat yang dibentuk atas usulan pihak perusahaan kepada BAZNAS Kabupaten Rokan Hulu. (rls/r4n)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, membuka secara resmi pelaksanaan pra manasik haji Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (7/5/2013) bertempat di Masjid Besar An-Namirah Dalu-Dalu.
Hadir dalam acara tersebut, selain Kakan Kemenag Rohul, juga hadir Camat Tambusai H Zahrial Lutfi SSos, Kepala KUA Tambusai Drs Syamsu Azhari, Ketua MUI H Ahmad Darwis, Ketua IPHI Tambusai H Marto Yosef/H Muslim K, alim ulama, cerdik pandai, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan Jamaah Calon Haji (JCH) Kec Tambusai.
Kakan Kemenag Rohul dalam sambutannya menyatakan, bahwa satu nikmat yang sangat besar bisa mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji, sebab tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk menunaikannya. Banyak orang kaya, hartanya melimpah, waktunya luang, namun tidak mempunyai kesempatan untuk menunaikannya.
Rasa syukur tersebut, hendaknya dimanifestasikan dalam bentuk kesungguhan untuk mempersiapkan diri dalam menunaikan ibadah haji itu. Salah satunya adalah dengan mendalami, menguasai, menghayati tata cara manasik haji itu sendiri, tegas Ahmad Supardi.
Menurutnya, belajar manasik haji, dapat dilakukan secara mandiri dengan mempelajari fiqh-fiqh Islam tentang Haji, atau belajar pada seorang ustaz, dan atau belajar bersama seperti yang kita laksanakan sekarang ini. Belajar manasik haji hukumnya adalah wajib, sebab untuk dapat melaksanakan ibadah haji sesuai syarat dan rukunnya, harus mengetahui ilmu manasik haji.
Sementara itu, Camat Tambusai H Zahrial Lutfi dalam sambutannya, mengharapkan agar seluruh JCH Tambusai dapat mematuhi semua ketentuan yang berlaku di negeri orang, ketika menunaikan ibadah haji nanti. Tanamkan pada diri bahwa ini adalah ibadah haji terakhir bagi anda, sehingga lebih khusuk dalam melaksanakannya.
Kepala KUA Tambusai Drs Syamsu Azhari melaporkan bahwa jumlah JCH Tambusai tahun ini sebanyak 25 orang. Hal ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data yang ada pada kami bahwa tahun depan, insya Allah JCH Tambusai akan lebih banyak lagi. (r4n)
Siak (SegmenNews.com) – Sebanyak 533 orang murid Sekolah Dasar (SD) se Kecamatan Sungai Apit, kemarin, digelar secara serentak mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SD. Pada hari pertama UN, siswa akan dihadapkan soal Bahasa Indonesia dan naskah soal sudah sampai disekolah masing masing.
Alhamdulillah, hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SD di Kecamatan Sungai Apit berjalan aman dan lancar. “Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SD di Kecamatan Sungai Apit berjalan aman dan lancar, dari 533 siswa seluruhnya hadir dan naskah soal sudah tiba disekolah masing masing. Kita berharap pelaksanaan UN akan berjalan aman dan lancar hingga berakhirnya pelaksanaan pada hari Rabu (8/5) mendatang,”ujar Kepala UPTD
Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Sungai Apit, Selamat SPd.I, usai melakukan pemantauan bersama Upika Kecamatan Sungai Apit.
Sementara itu Sekcam Sungai Apit Suparni,S.Sos mengatakan bahwa hari pertama pelaksanaan UN tingkat SD di Kecamatan Sungai Apit berjalan sebagaimana yang diharapkan. “Dari pantauan kami dibeberapa sekolah di Kecamatan Sungai Apit, hari pertama pelaksanaan UN tidak ada kendala. Naskah soal sudah tiba disekolah tepat waktu dan tidak ada keluhan dari siswa tentang materi soal UN.Kita berharap hasil kelulusannya nanti memuaskan,”harap Sekcam.(adv)
Siak (SegmenNews.com) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak H Kadri Yafis MPd melakukan monitoring pada hari ke dua Ujian Nasional (UN) di sekolah Kerinci Kanan.
Dalam monitoring Kadisdik meninjau pelaksanaan UN di SD 08 Kerinci Kanan.Monitoring sekolah tersebut merupakan yang terakhir kali, dimana sekolah ini telah menjadi aset Kabupaten Pelalawan dan juga monitong di sejumlah sekolah SD.
“Hari ke dua UN berlangsung lancar dan aman. Dari monitoring yang dilakukan pelaksanaan ujian seperti yang kita harapkan,”jelas Kadri Yafis.
Kadri menyatakan ujian nasional pada hari kedua berjalan lancar dan konduktif, tidak ada kendala ditemukan selama ujian berlangsung. Diharapkan ujian tingkat SD ini berlangsung lancar sampai selesai.
Dikatakan Kadri bahwa secara umum ujian nasional pada hari kedua berjalan lancar dan konduktif, tidak ada kendala ditemukan selama ujian berlangsung.Diharapkan ujian tingkat SD ini berlangsung lancar sampai selesai.
Dikatakan Kadri Yafis bahwa monitoring di SD 08 merupakan yang terakhir tahun ini kami lakukan, karena sekolah tersebut telah diserahkan kepada Kabupaten Pelalawan, waktu MOu antar Siak dan Pelalawan berapa waktu lalu.
“Juga Kami monitoring di SD 10,sekolah dan sekolah lainnya.Kami mengimbau kepada tenaga pendidikan untuk datang sesuai jadwal,”paparnya.(adv)
Segmennews.com. Selaku anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu, Ismail Hamkaz SAg, Msi tentunya berharap bahwa pelaksanaan UN tingkat SD/MI yang sedang berlangsung berjalan sukses dan lancar dan siswa/siswinya lulus 100 persen, sebab ilmu yang mereka timba sudah banyak, baik itu try out dan les-les tambahan yang diberikan para guru.
Ujian yang dilaksanakan selama 3 hari ini akan menentukan kelulusan siswa-siswi untuk kejenjang pendidikan berikutnya. Ismail berharap, ujian ini janganlah menjadi beban bagi anak didik, jadikanlah Ujian ini sebagai ajang hobi. Dengan demikian maka siswa akan lebih mudah menghadapi semua soal-soal yang diberikan.
Siswa/siswi SD dan MI yang mengikuti UN se-kabupaten Rokan Hulu tercatat sebanyak 10.418 siwa dengan rincian SD Negeri 9.448 murid, terdiri dari peserta laki-laki 4.763, perempuan 4.685 dilaksanakan di 313 SD negeri. Kemudian untuk SD Swasta dari 20 ruang, jumlah peserta 751, pesarta laki-laki 387 dan peserta perempuan 364 murid.
Untuk Madsrasyah Ibtidaiyah Negeri (MIN) dan swasta dilaksanakan di 14 ruang, jumlah peserta 219, terdiri dari peserta laki-laki 118 dan peserta perempuan 101. Dari total peserta UN SD/MI baik negeri serta swasta, totalnya 10.418 murid, terdiri dari jumlah murid laki-laki 5.268 perempuan 5.150, total ruangan 686.
Menurut pria bergelar mamak sutan kayo muah ini. Pencapaian ranking siswa juga tidak muluk-muluk, tentunya berharap mendapatkan ranking 1 se-Riau, hal itu juga sama seperti yang diharapkan seluruh tenaga pendidik di Provinsi Riau ini. (r4n)
Siak (SegmenNews.com)– Rumah pribadi Kepala Dinas BMP Siak Irving Kahar Arifin di Kelurahan Kampung Dalam, dilempar Orang Tidak Dikenal (OTK), Senin (6/5/13) sekitar pukul 10.00 WIB, akibatnya kaca jendela bagian depan pecah.
Hal tersebut diduga dipicu akibat Lelang proyek melalui Lembaga Pelelangan Sistem Elektronik (LPSE) di Dinas Bima Marga dan Pengairan (BMP) atau Pekerjaan Umum (PU) Siak.
Atas kejadian tersebut, Irving telah melaporkan ke Polsek Siak untuk proses hukum selanjutnya. Selain itu diungkapkannya dengan adanya kejadian ini, dirinya cukup terganggu dan apalagi di dinas yang dipimpinnya tengah mengumumkan beberapa proyek fisik.
“Memang Dinas kami baru saja mengumumkan lelang proyek tahun 2013 ini. Namun bagaimanapun karena ancaman sudah ke hal pribadi, karena rumah yang dilempar rumah saya sendiri, maka hal ini saya anggap sudah melewati batas,” terang Irving kepada wartawan.
Selain itu diungkapkannya bahwa, Ia meminta agar hal yang terjadi dari konsekwensi pelelangan di dinas dan diselesaikan secara kedinasan. Karena lelang juga memiliki proses yang telah ada ketentuannya.
“Yang namanya lelang, tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Karena tak mungkin semua dapat, apalagi jumlah pesertanya juga banyak dan datang dari berbagai tempat. Untuk itu kalau tidak puas hasil lelang, ikuti prosedurnya,” ujar Irving.
Kapolres Siak AKBP S.Putut Wicaksono menuturkan, laporan dari Irving telah diterima, saat ini masih dalam proses penyelidikan.
“Ya, kita telah menerima laporan dari korban tentang pelemparan rumahnya tersebut, saat ini tentunya kita masih melakukan proses penyelidikan,” ujar Kapolres Siak. (tim)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Akibat lahannya belum diganti rugi oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. Ramlan, pemilik lahan pada Senin (6/5/2013) memasang kawat berduri di areal Astaka MTQ Tingkat Provinsi Riau ke 32 yang akan digelar di Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu.
Aksi itu dilakukannya sebagai bentuk protes terhadap Pemkab Rohul karena ganti lahan yang tidak sesuai.
Namun, dia menawarkan tiga opsi kepada Pemkab Rohul jika pelaksanaan MTQ bisa berlangsung tepat waktu.
Pemilik lahan, H Ramlan, ketika ditemui wartawan mengatakan, pihaknya telah menawarkan tiga opsi kepada Pemkab Rohul, yakni lahan diganti rugi sebesar Rp1 juta per meter, lahan dipindahkan ke tempat lain asalkan berada di pinggir Jalan Tuanku Tambusai mulai dari Bundaran Pemkab Rohul hingga Batang Lubuh, dan lahan dipinjam-pakaikan kepada pemerintah dan setelah MTQ dikembalikan serta diberikan IMB. Sehingga, status lahan jelas.
Luas lahan yang disangketakan berukuran 10×40 m2 terdapat di dua lokasi, pada lahan 8×9 m2 sudah ada pondasi beton dan lahan dengan harga Rp1 juta per meter, dan tanah kaplingan 10×22,5 m2 dengan harga Rp300 ribu per meter
Dia mengatakan, Pemkab Rokan Hulu hanya mau membayarkan ganti rugi sebesar Rp300 ribu secara keseluruhan. Harga tersebut merupakan harga ganti rugi tahun 2006 lalu. Sementara harga tahun 2013 ini, lahan yang berada di pinggir jalan mencapai Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta per meternya.
Sebelum ada ganti rugi dari Pemkab Rohul, katanya, Ramlan akan tetap pertahankan haknya. (rn/kn)
Jakarta (SegmenNews.com)– Keluarga Eyang Subur sepertinya sudah mulai terbuka. Eyang Subur yang memiliki tujuh istri serta 18 anak ini mempersilakan kru acara infotainment SOS (Seputar Obrolan Selebritis), yang tayang secara langsung di ANTV, menengok kamar anak-anak Eyang Subur dan istrinya, Senin, 6 Mei 2013.
Salah satu kamar anaknya terlihat seperti kamar pada umumnya. Kasur yang dijejeri bantal berbentuk panjang dengan sarung bergambar kartun Toy Story. Sedangkan di salah satu kamar istri Eyang Subur terlihat tempat tidur besar, kamar mandi, serta beberapa magic jar untuk memasak nasi dan kompor. Juga terlihat lebih dari satu televisi ukuran besar dan lemari pakaian. Sepertinya, Eyang Subur memberikan fasilitas tiap kamar seperti tempat kos.
Ketujuh istri Eyang Subur siang itu tampil kompak mengenakan baju panjang sebatas lutut berwarna hijau, dengan aksen brokat emas, dipadukan dengan celana bahan berwarna cokelat keemasan. Mereka juga memakai kalung berbandul hijau selaras dengan baju yang dikenakan. Hanya Ani dan Nita yang memiliki potongan baju berbeda pada bagian lehernya.
Ini sudah kesekian kalinya ketujuh istri Eyang Subur muncul di televisi, seakan ingin memperlihatkan kekompakan mereka. Ketujuh istri ini keberatan untuk diceraikan Eyang Subur sesuai dengan fatwa MUI, yang berdasarkan Islam hanya boleh memiliki empat istri. Jika muncul di televisi, mereka selalu mengenakan seragam. “Baju bebas kita malah lebih banyak, tapi yang seragam juga ada,” kata salah seorang istri Eyang Subur, yang diamini oleh istri lainnya.