Siak (SegmenNews.com) – Desa Rawa Mekar Jaya merupakan pemekaran dari Desa Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit. Puluhan tahun warga di Desa tersebut mendambakan adanya penerangan listrik siang malam namun yang ditunggu tunggu belum juga muncul.
Namun pada tahun 2013 ini harapan yang didambakan serta dinanti nanti oleh masyarakat Desa Rawa Mekar Jaya akan menjadi kenyataan karena pemerintah Kabupaten Siak bekerjasama dengan PLN telah membuka jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang dipusatkan di Desa Sungai Rawa dan saat ini dalam tahap pemasangan jaringan.Oleh karena Desa Rawa Mekar Jaya akan dilakukan pemancangan tiang PLTG, maka warga Desa tersebut rela dan ikhlas menebang tanaman yang ada disepanjang jalur PLTG dan hal tersebut mereka lakukan secara gotong royong .”Warga melakukan hal tersebut karena mereka sangat mendambakan listrik hidup siang malam,” ujar Kepala Desa Rawa Mekar Jaya Suwito kepada wartawan, Rabu (3/4).
Lebih lanjut dikatakan Kades, ratusan batang tanaman karet dan sawit milik warga habis ditebang dan warga dengan ikhlas merelakannya. Saya sangat bangga atas partisipasi yang diberikan oleh warga Desa Rawa Mekar Jaya. Mudah mudahan rasa kebersamaan, kekompakan dan bersatu bisa terus kita pertahankan sehingga Desa Rawa Mekar Jaya akan semakin maju,” harap Kades.
Kami atas nama masyarakat Desa Rawa Mekar Jaya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Siak (Bupati) karena berkat perjuangan beliau Desa kami akan diterangi listrik sehingga kedepan Desa kami tidak lagi kegelapan dan anak anak bisa belajar maksimal. “Jika menunggu aliran listrik dari PLN Sub Ranting Sungai Apit entah kapan baru sampai ke Desa kami,” imbuh Suwito.(adv)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-46 Kota Pekanbaru akan digelar di Lapangan Petrohil Rumbai Pesisir. Asisten I Pemko Pekanbaru M.Nor Usai rapat pembahasan MTQ Kota Pekanbaru di Aula Kantor Walikota Rabu (3/4) menyatakan, sudah diputuskan Rumbai Pesisir menjadi tuan rumah MTQ Kota Pekanbaru 2013.
“Rapat persiapan MTQ ke-46 sudah membahas jadwal dan tempat penyelenggaraan MTQ. Diputuskan tempatnya Jalan Pramuka Lapangan petrohil, ini di dasarkan atas banyak pertimbangan karena di lokasi ini banyak mesjid,” ujar M.Noer.
Terkait jadwal ia menambahkan, berdasarkan kesepakatan di tetapkan 28 April sampai 4 Mei 2013. “Hasil putusan ini akan disampaiakan ke pengurus dan pimpinan agar bisa menyesuaikan jadwal. Terkait cabang yang akan di pertandingkan masih sama dengan tahun lalu yakni 7 cabang,” ulasnya.
Ia juga menambahkan acara akan di awali dengan pawai ta’ruf pada tanggal 28 pagi yang mengitari Jalan pramuka. “Setelah pawai akan di lakukan bazar dan malamnya akan di lakukan pembukaan MTQ ke-46 oleh Walikota Pekanbaru Firdaus MT,” tandasnya.
Terkait hadiah sendiri tambahnya, masih akan di bahas oleh panitia. Nilainya sama dengan tahun lalu berupa uang tunai bagi yang mendapat juara. (rn/ur)
Jakarta (SegmenNews.com)– Gempa Bumi telah mengguncang wilayah Papua, tepatnya di tenggara Kabupaten Sarmi. Gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter ini tidak berpotensi tsunami. Belum ada laporan terkait adanya korban jiwa atau benda.
Informasi dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rabu (3/4/2013), menyebutkan, pusat gempa berada di 70 km tenggara Sarmi, Papua, atau 85 kilometer tenggara Mamberamoraya, Papua.
Koordinat pusat gempa berada di 2.51 LS – 138.81 BT. Gempa terjadi pukul 19.14 WIB atau pukul 21.14 WIT. Pusat gempa berada pada kedalaman 19 kilometer di bawah permukaan laut. (dtc/*)
Bupati Rohul Drs H Achmad Msi menerima penghargaan dari Gubernur Riau Rusli Zainal
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Bupati Rokan Hulu Achmad terima Anugerah Bina Perencanaan 2013 terbaik pertama dari Gubernur Riau Rusli Zainal, Selasa (2/4/13).
Penghargaan dari Gubri tersebut diterima Bupati Achmad pasca diterimanya Piagam Penghargaan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 2011 dari Menpan dan RB RI, Azwar Abubakar, di Balai Kartini Jakarta, Kamis lalu (28/3/13).
Anugerah Bina Perencanaan 2013 terbaik pertama dari Gubri tahun ini merupakan tertib perencanaan pembangunan, baik secara Nasional dan Pemerintah Daerah Aparatur Perencana yang mengikuti kaedah-kaedah sesuai Undang-Undang nomor 25 tahun 2004, tentang system Perencanaan Pembangunan Nasional.
Termasuk juga terkait PP nomor 8 tahun 2008, tentang tahapan Pelaksanaan Evaluasi Penyelenggaraan dan tahapan-tahapan Pelaksanaan Perencanaan serta Permendagri tahun 54 tahun 2010 tentang petunjuk pelaksanaan PP nomor 8 tahun 2008 tentang Mekanisme Perencanaan melalui penilaian Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) diikuti 12 kabupaten/kota.
Pada seleksi tahap pertama, empat dokumen RKPD dinyatakan sebagai nominator terbaik seperti Kabupaten Kampar, Pelalawan, Kepulauan Meranti dan Kabupaten Rohul. Dari seleksi tahap kedua, 4 nominator ikuti ekspose serta interview atau wawancara kepada Bappeda dengan tim penilai dari Bappenas Tim penilai teknis, Bappeda Provinsi Riau, serta Tim Penilai independen melibatkan pihak perguruan Tinggi.
Saat ekspose dan interview, Bappeda Rohul kirimkan sekretaris dan sejumlah stafnya untuk ekspose kepada tim penilai terhadap muatan RKPD 2012. Inti dari muatan RKPD tersebut yaitu konsistensi pembangunan terdahulu sesuai RPJP dan RPJM, serta konsisten yang direncanakan tahun berjalan.
Termasuk keterkaitan antara prioritas pembangunan kabupaten, provinsi, dan men-sinergikan PPN yakni berupa pendekatan kewilayahan pelaksanaan penanggulangan kemiskinan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan melalui Program MDG’s serta infrastruktur.
Hasil pemaparan espose dan wawancara pertama dan kedua, Kabupaten Rohul dinilai telah memenuhi kriteria penilaian meliputi mekanisme penulisan substansi kedalaman RKPD, serta konsistennya dalam menyusun perencanaan sesuai Visi dan Misi kepala daerah yang tertib RPJMD serta secara kesinambungan akan dituntaskan menjelang tahun 2016.
“Karena kriteria-kriteria itu lah kita berhak menerima penghargaan tersebut,” jelas Bupati Rohul Achmad.
Tim penilai menjatuhkan penilaian terhadap Pemkab Rohul sebagai penyusun perencanaan terbaik se-Provinsi Riau. Penghargaan diterima Bupati Achmad saat Musrenbang Provinsi Riau di Hotel Aryaduta Pekanbaru.
Selain Trophy Anugerah Bina Perencanaan Provinsi Riau, Pemkab Rohul juga menerima piagam penghargaan mewakili Pemprov Riau untuk tahap seleksi tingkat Nasional yang dilaksanakan mulai 23 Maret sampai 23 April 2013 mendatang.
Hasilnya, akan diumumkan saat Musrenbang tingkat Nasional, 24 April 2013 mendatang. Penghargaan sendiri rencananya akan diserahkan langsung oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.(adv/hum)
Jakarta (SegmenNews.com)– 3 perempuan cantik menjual dua orang wanita ke negeri jiran Malaysia. Ketiganya adalah tiga wanita cantik Ninik, Oktora Damayanti dan Nurkomariyah dan kini mereka duduk di kursi pesakitan.
“Kejadian berawal ketika korban Lina Junarsih dan Nita Rosnita diajak ketemuan oleh terdakwa Maria dan Tara di PGC Cililitan untuk membicarakan pekerjaan. Dalam kesepakatan terdakwa dengan korban, disetujui bahwa korban akan bekerja sebagai waitres dengan gaji sekitar Rp 3 juta/bulan di Pub Myway kota Marudi, Serawak Malaysia,” jelas Jaksa Penuntu Umum (JPU) Iwan Setiawan dalam persidangan di PN Jakpus, Jalan Gadjah Mada, Rabu (3/4/2013).
Namun nahas bagi Lina dan Nita, sesampainya di Malaysia, mereka bekerja tidak seperti yang disepakati. Malah para korban dijadikan sebagai pekerja seks komersial di bawah ancaman sang mucikari.
Pemilik pub mengatakan jika para korban telah dijual sebesar 6500 ringgit atau setara dengan Rp 12 juta oleh para terdakwa.
“Dan selama hampir 3 bulan, korban tidak diberikan upah sebagaimana layaknya seorang pekerja,” jelasnya di depan ketua majelis hakim Gosen Butar-Butar.
Seperti dikutip dari detik.com, karena tersiksa dengan pekerjaan dan keadaan kerja, teman korban yang bernama Jeni memberikan nomor telepon konsulat RI di Malaysia. Alhasil para korban bisa diselamatkan oleh Polisi Kuching Malaysia.
Atas perbuatan para terdakwa, JPU menjerat mereka pidana penjara dengan pasal berlapis.
“Seperti yang diatur dalam pasal 4 UU No 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman pidana selama 12 tahun penjara dan Pasal 102 ayat 1 huruf a dan c jo 55 ayat 1 ke 1 UU No 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri,” kata Iwan. (dtc/rn)
Banjir Bandang di Madina beberapa waktu lalu. (foto metro siantar online)
Madina (SegmenNews.com)– Warga korban banjir di beberapa desa dan kecamatan yaitu kecamatan Panyabungan dan Nagajuang di Kabupaten Mandailing Natal akan memeroleh bantuan bahan bangunan dari pemerintah. Rencananya akan direalisasikan tahun ini juga.
Bantuan ini diperoleh dari pemerintah pusat dan juga dari Pemkab Madina. Demikian disampaikan Bupati Madina HM Hidayat Batubara melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rispan Zulyardi kepada METRO siantar online, Senin (1/4).
Dijelaskan Rispan, Pemkab Madina sudah berupaya maksimal untuk meloby dana penanggulangan pasca banjir yang sudah menyebabkan kerugian hampir Rp45 miliar di kecamatan Panyabungan, Nagajuang dan kecamatan Panyabungan Barat. Dan saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan.
“Insya Allah, tahun ini bantuan akan direalisasikan berupa bahan bangunan bagi warga korban banjir di beberapa desa dan kecamatan di Madina, khusus di kecamatan Panyabungan yang mengalami kerugian harta benda, yaitu hanyut dan rusak berat rumah warga seperti di desa Manyabar, Gunung tua, Gunung Manaon, Sopo Batu dan desa lainnya.
Kerugian diperkirakan lebih dari Rp44 miliar, dan jika tidak ada halangan beberapa bulan ini akan disalurkan,” ungkap Rispan. Khusus bagi korban banjir di Desa Sirambas Kecamatan Panyabungan Barat yang terjadi pada hari Sabtu kemarin, Rispan menjelaskan saat ini semua warga yang rumahnya tergenang sudah kembali ke rumah masing-masing dan hanya ada beberapa rumah yang rusak.
“Dari data kami, 1 unit rumah hanyut dan 1 unit rumah bagian dapurnya juga hanyut, sedangkan 80-an rumah yang lain hanya tergenang saja. Pada saat kejadian ada sekitar 250-an jiwa yang mengungsi ke gedung SDN di desa itu juga.
Namun pada Minggu sore kemarin semua warga sudah menempati rumahnya masing-masing. Sejauh ini Pemkab sudah memberikan bantuan bahan makanan secukupnya kepada warga, dan sudah melakukan pelurusan sekaligus pengerukan sungai yang menyebabkan banjir,” tambahnya.
Mendengar informasi itu, Ismail Nasution (32) salah seorang korban banjir di desa Manyabar kecamatan Panyabungan mengaku senang atas rencana bantuan pemerintah itu.
“Yang pasti sampai saat ini kami sangat membutuhkan bantuan perbaikan rumah kami, karena sampai hari ini masih banyak rumah warga yang tidak bisa ditempati akibat tidak memiliki dana untuk itu,” akunya. (*)
Bengkalis (SegmenNews.com)— Pemkab Bengkalis dikabarkan akan melakukan mutasi pejabat eselon III. Ada puluhan pejabat yang diinfokan masuk dalam skema mutasi yang diperkirakan akan dilaksanakan besok, Kamis (4/4).
Isu yang berkembang, sedikitnya 40 pejabat setingkat kepala bagian (Kabag) dan dilantik. Sumber berita dikalangan Pemkab Bengkalis mengatakan, kebenaran informasi ini sudah mulai dipersiapkan.
Dari mutasi kali ini, sejumlah staf juga sudah mulai melakukan persiapan, seperti membenahi ruangan yang akan digunakan sebagai tempat prosesi pelantikan.
“Surat edaran atau undangan pelantikannya belum, hanya saja persiapan yang mulai dilaksanakan,”kata sumber saat bincang-bincang disalah satu kedai kopi, Jalan Diponegoro-Bengkalis, Rabu (3/4).
Sementara itu, Kabag Humas Pemerintah Bengkalis Basri yang dikonfirmasi posmetro melalui via ponsel mengatakan, informasi tersebut masih samar-samar, dan informasinya juga mengatakan Rabu sore ini dilantik.
“Sampai saat ini, belum ada informasi resmi terkait pelantikan tersebut. Bahkan belum ada undangan sampai ke kita,”kata Basri dengan nada datar.
Basri mengatakan, akan menyampaikan informasi pelantikan jika memang agenda tersebut sudah resmi. “Nanti akan kami sampaikan, karena kita juga belum mengetahui secara pasti,” katanya.
Seperti diketahui, sejak terpilih sebagai pucuk pimpinan di Pemkab Bengkalis. Bupati Bengkalis sudah beberapa kali melakukan perombakan pejabat struktural setingkat kepala dinas dan badan (Eselon II, III dan IV). (adv)
Pekanbaru (SegmenNews.com)-Pasangan bakal calon gubernur Riau dari jalur independen, Wan Abu Bakar dan Isjoni menggelar deklarasi pasangan untuk maju dalam pemilihan Gubernur Riau mendatang, Rabu (3/4) di kediamnnya di Jalan Lingga.
Selain menggelar deklarasi, pasangan tersebut sekaligus mengumumkan julukan terbaru untuknya yakni dengan sebutan WIN (Wan Abu Bakar dan Isjoni).
“Dengan mengucapkan bismillahhirrahmanirrahim, hari ini kami deklarasikan bahwa kami maju dalam Pilgubri,” kata Wan Abu Bakar disambut tepuk tangan dari para undangan yang menghadiri acara tersebut.
Dikatakannya, sebenarnya pada hari ini pihaknya akan mengantarkan surat dukungan berupa KTP yang telah dikumpulkannya ke KPU Riau, namun hal tersebut batal terlaksana karena pihak KPU tidak lengkap berada di ruangannya.
Sementara itu, Warkanis, Ketua Tim Sukses WIN mengatakan kalau pihaknya sangat berharap akan dukungan dari semua kalangan, termasuk dari masyarakat pedalaman.
“Hari ini telah di mulai genderang untuk membangun Riau lebih cemerlang. Lebih satu tahun perjuangan ini kami temui masyarakat ke daerah-daerah, dusun-dusun dan alhamdullillah hari ini tercapai apa yang kita inginkan bersama dan mohon do’a restu dari semua,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Lena Farida, Ketua Divisi Bidang Sosialisasi KPU Riau mengungkapkan kekesalannya kepada tim WIN yang tidak memberitahukan pihaknya atas tidak jadinya tim WIN untuk mengantarkan KTP dukungan ke KPU Riau.
“Kami tidak diberitahu apa alasannya diundur, malahan kami hanya memperoleh infonya dari intel polda, padahal kami di sini selalu stand by,” imbuhnya seperti dilansir riauterkini.com.(*)
Jakarta (SegmenNews.com)– Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Wan Syamsir Yus dan Kepala Inspektorat Riau, Syamsurizal, yang juga mantan Ketua Harian PB PON ke XVIII Riau, dijadwalkan diperiksa Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK Kuningan, Jakarta, Rabu (3/4/2013).
Kehadiran kedua saksi penting ini, guna menambah alat bukti atas tersangka Gubernur Riau HM Rusli Zainal dalam kasus suap PON Riau. Dimana sampai saat ini, Gubernur Riau HM Rusli Zainal masih menjalankan tugas sehari-hari pasca ditetapkan tersangka kurang lebih dua bulan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam dua kasus.
Pemeriksaan kedua pejabat di lingkungan Pemprov Riau ini oleh Penyidik KPK, karena keduanya dianggap tahu terkait pengajuan anggaran Venue Lapangan Menembak PON ke XVIII Riau lewat Perda Nom
Sungai Apit (SegmenNews.com)– Sapri bin Yusuf (27) warga Kabupaten Meranti, ditemukan tewas mengapung di perairan Lubuk Gelenggang Sungai Mungkal, Desa Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Diduga ia tewas diserang buaya saat merakit batang sagu didalam air, sebab kaki kiri korban buntung.
Rozali, salah seorang kerabat korban, menuturkan bermula saat korban beserta dua teman sekampungnya Desa Tanjung Kulim yakni Irin (35) dan Du (40) mengambil upah memanen batang rumbia di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Selasa (26/3) lalu, saat itu ketiganya sedang merakit tual sagu di dalam sungai, tiba-tiba Sapri yang berada ditengah menjerit minta tolong kemudian menghilang ke dalam air.
Mendengar teriakan, Irin dan Du berusaha untuk membantu akan tetapi sesaat kemudian tubuh Sapri langsung menghilang ke dalam sungai, kemudian Irin dan Du memberitahukan kepada pekerja yang lain bahwa Sapri tiba-tiba menjerit dan tenggelam. Ia diduga ditangkap buaya yang sering muncul disekitar lokasi tempat mereka bekerja.
“Saat kami sedang bekerja, tiba-tiba saja korban (Sapri,red) menjerit dan langsung tenggelam. Kami menduga ia diserang buaya, sebab buaya sunagi sering muncul disekitaran perairan ini,” urai Rozali.
Mendapat kabar Sapri tewas tenggelam diduga diserang buaya, pihak keluarga dari Desa Tanjung Kulim berdatangan untuk mencari jasad korban dengan mengunakan pompong dan sampan dayung.
Setelah dilakukan pencaharian sehari semalam, jasad Sapri ditemukan sudah tidak bernyawa di muara Sungai Mungkal tak jauh dari lokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan dimana kaki sebelah kiri korban sudah buntung akibat dimakan buaya.
Jenazah korban dibawa ke kampung halamannya di Desa Tanjung Kulim untuk disemayamkan.
Sementara itu Kades Penyengat melalui Sekdes Abok Agustinus saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/4/13) membenarkan kejadian warga diserang buaya.
“Jasad korban sudah ditemukan kemudian pihak keluarga membawanya ke kampung, Desa Tanjung Kulim untuk disemayamkan,” ungkap Sekdes. (rinto)