Beranda blog Halaman 2949

Poisi Tangkap Tersangka Penyerang Mapolsek Barumun Tengah Palas

Polisi identifikasi krusakan Mapolsek Brumun Tengah Palas (mso)
Polisi identifikasi krusakan Mapolsek Barumun Tengah Palas (mso)

SIDIMPUAN (SegmenNews.com)– Polisi menetapkan 18 warga yang diduga dalang kerusuhan di Mapolsek Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas (Palas), sebagai tersangka. Sembilan ditahan, sedangkan sembilan lainnya masih dirawat.

“Sudah ada enam orang yang ditahan. Sebelumnya, tiga orang sudah lebih dulu ditahan. Lalu, ada enam orang masih dirawat inap di RSUD Psp, dan tiga warga dirawat intensif di RSUP H Adam Malik Medan, setelah dua lagi dirujuk dari RSUD Kota Psp,” kata Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Wilson Pasaribu, Minggu (24/3).

Hal senada disampaikan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro. Menurutnya, delapan belas warga yang diamankan itu diduga sebagai dalang pengrusakan kantor polisi. “Delapan belas warga akan ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini.

Tapi, tiga di antaranya sudah dapat dipastikan menjadi tersangka, karena mereka terbukti merusak kantor polisi,” ungkap Kapolda. Kapolda menambahkan, pihaknya sedang mengusut keterlibatan pihak kepolisian dalam penembakan sembilan warga.

Meski belum dilakukan pemeriksaan, namun sebagai bentuk keseriusan mengusut kasus tersebut, kepolisian sudah membentuk tim.
“Saya sudah menurunkan Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda), untuk menyelidikan dugaan anggota polisi yang melakukan penembakan,” tambah Kapolda. Kapolda menegaskan, apabila ada pihak kepolisian yang terlibat, dia akan memberikan hukuman sesuai dengan peraturan yang berlaku, dikutip dari metrosiantar online.

Sementara itu, informasi dihimpun METRO dari seorang perempuan yang dijumpai di RSUD Kota Psp, usai membesuk suaminya yang ditahan di Polres Tapsel, menjelaskan, ada 9 orang yang sudah ditahan di Polres Tapsel, yaitu Banua Nasution (50), Maradoli Nasution (45), Zulmanan Nasution (30), Pembina Daulay (36), Ridwan Nasution (60), Saunan Harahap (35), Akhmad Jazudi Harahap (26), Tongku Nasution (22), Rakhmad Pulungan (20).

”Semua warga Aek Buaton. Selain itu, ada sekitar 29 unit sepeda motor dan 1 unit mobil L 300 yang diamankan di Polres Tapsel,” sebut perempuan itu. Terpisah, Kepala Desa Aek Buaton Hosni Mubarok Nasution menambahkan, setelah didata dan dicek, ternyata warganya yang mengalami luka tembak bukan sembilan melainkan sebelas.

Masing-masing; Asrian Harahap (34), Barunggam Harahap (47), Masdawiyah (45), Murni (46), Rustam (35), Amir Khotib (50), Sundut (35), Huala (19), Asrul (35), Zai Siregar (23) dan Zai Hasibuan(25). Kemudian ada 5 orang mengalami luka-luka, Harayan (60), Ali Gaga (60), Ermala (47), Tukma (46) Takma Siregar(52). **

Ambil Alih Blok Siak, Pemprov Riau Siapkan Dokumen Lelang

int
int

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Menyusul akan berakhirnya kerjasama Chevron dalam mengelola blok Siak (ladang minyak), Saat ini Pemerintah Provinsi Riau tengah mempersiapkan diri untuk mengambil alih pengelolaan.
Dikatakan Kabiro Administrasi dan Ekonomi Setdaprov Riau, Irvan Senin (25/3/2013) kepada wartawan, untuk mengambil alih blok siak tersebut Pemprov tengah mempersiapkan dokumen untuk proses tender.

“Kita masih menunggu proses tender dari Kementrian ESDM. Kita sudah usulkan dokumen yang diperlukan untuk mengikuti lelang,” sampainya.

Jelasnya, kerja sama chevron dalam mengelola blok siak akan berakhir November 2013 mendatang. Walaupun chevron masih siap untuk mengelolanya, namun Pemprov memiliki tekad dan keyakinan akan mengelola blok siak.

“Ya, kita ingin langsung kelola blok siak sendiri. Peminat bukan dari Riau saja. Kalau difikir itu kan sumur sudah tua tapi
kenapa chevron masih ingin kelola juga berarti kan disana ada peluang. Peluang itu yang ingin kita ambil,” tukas Irvan.

Disinggung mengenai besarnya modal untuk mengelola blok siak dengan tekhnologi yang canggih serta didukung SDM yang baik. Irhas membenarkan dan menyatakan sipa mengucurkan modal bagi perusahaan Daerah.

“Jika ada perusahaan daerah yang membutuhkan penyertaan modal, kenapa tidak. “Ya,kenapa tidak. Perusahaan
daerah juga harus bisa menggandeng pihak-pihak lain,” tutupnya. (rn/ur)

Bupati Rohul: Bidan Harus Profesional Menjalankan Tugas

Bupati Achmad menerima penghargaan dari IBI Rohul
Bupati Achmad menerima penghargaan dari IBI Rohul

Rokan Hulu (Segmennews.com)– Bupati Kabupaten Rokan Hulu, Drs H Anhmad msi mengharapkan Peran Organisasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dapat memberikan pembinaan yang lebih kepada para bidan. Sehingga bidan lebih profesional dalam menjalankan tugas hingga ke pedesaan.

Hal itu disampaikan Bupati saat membuka Pra Kongres IBI se-Riau dan seminar Ilmiah Kesehatan bertempat di hotel Sapadia, PasirPangaraian, Senin (25/3/2013).

Menurut dengan adanya peran IBI ini, tentunya sangat dibutuhkan bagi bidan sebagai tenaga medis dalam menjalankan tugas. Bidan juga harus bisa memanfaatkan peran IBI dalam penambahan wawasan dan meniti karir.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Rohul menyambut baik atas terlaksananya seminar ini, dalam rangka menuju keprofesionalisme, Supaya pelayanan Bidan dapat dijalankan lebih baik serta menanamkan dalam diri akan pelayanan harus lebih baik dari hari kemarin,” sampainya.

Seluruh bidan di Riau yang hadir pada acara ini di harapkan terus membenahi segala kekurangan untuk mencapai keprofesionalismean dalam memberikan pelayanan masyarakat khususnya dibidang kesehatan.

Bidan juga harus jujur dalam menangani pasien. Jika masih bisa ditangani dan diobati hendaknya di sampaikan kepada pasien, namun jika debaliknya, maka bidan harus segera menyarankan pasien untuk di rujuk ke rumah sakit agar pasien terselamatkan.

Bupati berpesan kepada bidan, selain bertugas di bidang kesehatan bidan juga berperan sebagai kader pembangunan di pedesaan. Pasalnya, bidan juga adalah tokoh utama dipedesaan yang mempunyai peran penting dalam pencanangan keluarga Berencana (KB).

Pemda Rohul terus melakukan peningkatan di bidang kesehatan, baik itu sarana parasarana, insfrastruktur dan lainnya. Diharapkan peran bidan juga dapat membantu menekan angka kematian bayi dan ibu serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Bidan harus saling bahu membahu dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Bupati.

Kegiatan Pra Kongres IBI se-Provinsi Riau dan Seminar Ilmiah Kesehatan yang bertema “Aksi nyata Bidan dalam mendukung percepatan pencapaian MDG`S 2015” tersebut di hadiri Ketua IBI pusat dan Riau serta Forkopimda, kepala badan dan kantor. (adv/humas)

Perampok di Duri Ancam Polisi dengan Pisau

Pelaku perampokan sepeda motor
Pelaku perampokan sepeda motor

Duri (SegmenNews.com)– Kanit Regident Satlantas Polres Bengkalis Iptu Meby Trisono SIP berhasil menggagalkan perampokan yang terjadi, Minggu (24/3) sekitar pukul 12.30 WIB di Dealer Kawasaki Jalan Hangtuah, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Kanit Regident Iptu Meby Trisno SIP menuturkan, Minggu (24/3/2013) aksi perampokan itu terjadi saat dirinya hendak pulang usai makan siang bersama keluarganya. Dijalan depan dealer Kawasaki ia melihat seseorang yang menuntun sepeda motor Kawasaki Ninja RR 150 cc diseberang dealer kawasaki.

Mertasa curiga dirinye terus memperhatikan pria itu. tak lam kebudian terdengan suara berteriak perampok ternyata pemilik dealer.

“waktu saya hentikan pria itu (perampok), ia malah menantang, usai memarkirkan sepeda motor, ia mendekati saya dengan membawa pisau,” urainya.

Dilanjutkan Meby, saat dirinya mengancam akan menembaknya, maka perampok itu pun membuang pisaunya. Pelakupun ditangkap ddan digiring ke Mapolsek Mandau guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Perampok sepeda motor milik dealer motor kawasaki di ketahui bernama Babar (20) warga Dumai.

Sementara itu di akui penanggung jawab Dealer Kawasaki, Awi siang itu tersangka datang ke dealer berpura-pura menjadi pembeli dan menaiki motor kawasaki baru yang terparkir di gedung dealer. Tersangka juga ngoto meminta kunci sepeda motor dengan alasan akan dibeli.

Karena kunci sepeda motor tak dikasih, tersangka mengancam dengan pisau dan mendorong sepeda motor keluar, saat itulah Awi meminta tolong. (rn/ur)

Tower di Dumai Banyak tak Punya Izin

Dumai (SegmenNews.com)– Dinas Perhubungan Kota Dumai akan melakukan pengaturan pendirian tower yang kini banyak berdiri tanpa berizin.

Kadishub Dumai Taufik Ibrahim mengatakan, dalam waktu dekat akan menggesa penyusunan detail enginering design sistem pengaturan hak pendirian tower untuk kepentingan penggunaan radius di udara.

“Banyak tower yang tidak berizin berdiri dan berusaha untuk kepentingan bisnis, namun tidak bisa kita lakukan pengutipan pendapatan asli daerah. Karena itu akan digesa penyiapan DED sistem pengaturannya,” kata Taufiq.

Dia menyebutkan, sejauh ini keberadaan tower tidak mendatangkan PAD dan tidak tertata dengan baik. Sehingga diperlukan suatu pengaturan dan produk hukum yang memungkinkan pemerintah menarik dana untuk kas daerah.

“Berapa potensi PAD dari pajak tower ini belum dapat diprediksi karena masih dalam penyusunan DED,” imbuhnya. (rn/knc/snc)

Murid SD Mandailing Natal Dinikahi Pengusaha di Rohul

ilustrasi
ilustrasi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Pengadilan (47), seorang pengusaha di Desa Tambusai Timur, Kecamatan Tambusai menikahi LN boru Zebua (12), perempuan yang masih duduk di Kelas VI Sekolah Dasar.

Pengadilan, pria beristri, diketahui masyarakat telah menikah sirih dengan LN di pondok kebun kelapa sawit miliknya di Dusun Bukit Senyum Tambusai Timur, pada 9 Desember 2011 lalu sekitar pukul 22.00 WIB.

LN, murid, salah satu SD di Kota Padang Sidempuan Mandailing Natal, Sumatera utara (Sumut) tersebut, dinikahi Pengadilan secara paksa dan tanpa seizin kedua orang tuanya yang tinggal di pondok kebun kelapa sawit milik Pengadilan di Tambusai Timur.

Ayah LN, Paigizosoki alias Muhammad Soleh baru memeluk agama Islam mengaku dipaksa Pengadilan agar menikahkan dengan putrinya. Karena merasa berhutang budi terhadap pengusaha itu, kedua orang tuanya tidak bisa berbuat banyak.

Keluarga asal Nias itu pindah dari Padang Sidempuan ke Rohul, 2 Desember 2011 lalu. Bersama empat anaknya, M Soleh tinggal di Tambusai Timur bekerja di kebun Pengadilan. Mereka diizinkan menempati pondok di kebun pengusaha yang telah beruban tersebut.

M Soleh mengaku sempat diancam Pengadilan. Jika tidak menikahkan anaknya yang masih di bawah umur dengan dirinya, mereka sekeluarga akan diusir dari pondok kebun.

“Saya sempat bertanya dimana bisa dapat ongkos pulang, tapi Pak Haji (Panggilan Pengadilan.red) katakan kami jalan kaki ke Padang Sidempuan,” jelas M Soleh saat mengadu ke Pokja Pengaduan Pelayanan dan Fasilitas KPAID Rohul, Engki Prima Putra, disaksikan Wakil Ketua KPAID Rokan Hulu Yurnalis, Jumat (22/3).

Ayah LN mengaku telah sampaikan ke Pengadilan jika anaknya masih di bawah umur, tapi tetap memaksa. “Katanya biar di rumahnya anak saya dibesarkan. Anak saat sempat menangis dan berteriak, tapi dia dipaksa keluar Pak Haji yang telah membawa Penghulu,” kata M Soleh.

“Dengan mahar Rp50 ribu, malam itu juga anak saya dinikahinya dan kemudian dibawa lari entah ke mana. Sampai hari ini belum pulang,” tambahnya lagi.

M Soleh, pria yang baru saja ditinggalkan istrinya dua tahun lalu itu mengaku 3 bulan anaknya hilang, ia sempat mencari ke rumah Pengadilan di Pasar DK IV Desa Suka Maju, Kecamatan Tambusai. Di sana terungkap, jika penghulu yang menikahkan anaknya hanya seorang tukang pangkas.

“Surat nikahnya juga tidak ada saya tanda tangani. Di dalam surat nikah itu, anak saya ditulis sudah berusia 18 tahun. Ini namanya penipuan,” ujarnya.

Soleh mengaku telah melaporkan Pengadilan ke Polres Rohul sejak 28 Februari 2013 lalu, tapi sampai hari ini belum diketahui tindak lanjut kasusnya. Pada 13 Maret lalu, surat perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) bernomor B/09.a/III/2013/Reskrim telah keluar, anehnya pada poin dua penyidik nyatakan tidak temukan ada tindak pidana.

Karena ada desakan dari masyarakat untuk mengungkap kasusnya, lantas Kamis (21/3), M Soleh mengaku dipanggil penyidik Polres Rohul.

“Saya dipanggil penyidik untuk kelanjutan laporan. Kita sekeluarga berharap Polisi memproses Pak Haji sebab telah melarikan anak saya yang masih di bawah umur,” sampainya.

“Anak saya masih punya hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang. Kami juga minta KPAID bisa mendampingi dan mengawasi jalannya proses hukum,” harap M Soleh seperti yang kutip riauterkini.com.(*)

Empat PNS Nyabu di Gedung Bupati Bengkalis Ditangkap

ilustrasi
ilustrasi

Bengkalis (SegmenNews.com)– Pegawai negeri sipil Pemerintah Kabupaten Bengkalis menjadikan ruangan staf ahli Bupati Bangkalis dijadikan tempat mereka menikmati narkoba jenis sabu-sabu.

Buktinya, pada Sabtu malam (24/3) lalu, empat orang tersangka diamankan pihak Kepolisian, dan dua di antaranya berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

Mereka tertangkap tangan sedang nyabu ketika penyergapan yang dipimpin Kapolres Bengkalis, AKBP Ulung Sampurna Jaya dan Kasatnarkoba AKP Willy Kartamah.

Penangkapan itu, setelah adanya informasi jika di Kantor Bupati Bengkalis itu sering terjadi tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Dari informasi itu, Tim Opsnal Sat Narkoba melakukan pengintaian dan mencurigai pada salah satu ruangan staf ahli Bupati ada dua orang yang sedang asyik menghisap sabu-sabu.

PNS yang tertangkap tangan adalah SA (34) PNS Kantor Bupati Bengkalis dan RE (34) pegawai BUMD PT BLJ.

Pada penangkapan di, disita barang bukti berupa satu paket sabu-sabu dan bong (alat hisap sabu-sabu). Dari RE, juga disita satu paket sabu-sabu.

Ketika diintrogasi polisi, RE menjawab bahwa barang haram itu milik SR (34), PNS di Dinas Kehutanan Bengkalis. Kemudian, polisi melakukan pengembangan dan tak berselang lama ditangkap SR dan AS (24), mahasiswa di Bengkalis.

Kapolres Bengkalis AKBP Ulung Sampurna Jaya, mengatakan, penangkapan dan penggeledahan di Kantor Bupati Bengkalis sudah dikoordinasikan dengan Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh. (*/bk/knc/snc)

Siswa SMA Siak Juara 1 Sepatu Roda di jakarta

Siak (SegmenNews.com)– Atlit sepatu roda Kabupaten Siak, Tengku Wahyu Gunawan, pelajar SMAN 1 Kecamatan Siak dan Junaidi Satria, pelajar SMPN 2 Kecamatan Siak yang mengikuti lomba sepatu roda di arena Jakarta Open, berhasil menyabet juara pertama. Tengku Wahyu Gunawan menumbangkan lawan-lawannya di kelas Individual Time Tryel (ITT) 1000 meter.

Demikian disampaikan Ketua Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PERSEROSI) Kabupaten Siak Drs. H. Kadri Yafis, M. Pd kepada riaueditor Ahad (24/3) di Siak. Wahyu Gunawan menumbangkan 200 Atlit sepatu roda lainnya dari Bekasi dan Jawa Barat pada kelas ITT 1000 meter Jakarta Open yangberlangsung 23-24 Maret. Sementara rekan satu timnya, Junaidi Satria, juga berhasil menggondol juara harapan I.

Dikatakan Kadri, Kabupaten Siak hanya menghadirkan dua orang atlit, yaitu Tengku Wahyu Gunawan dan Junaidi Satria. Keduanya berangkat dengan biaya sendiri tanpa ada uluran tangan donator.

“Meski demikian, dua putra asal Kabupaten Siak ini mampu menunjukkan kelasnya dan berhasil mengharumkan nama daerah Kabupaten Siak,” ujar Kadri.

Dijelaskan Kadri, even Sepatu Roda ini akan berlanjut di Kabupaten Karawang, Jawa Barat 29-31 Maret 2013 mendatang. “Informasi yang kita dapatkan, even ini nantinya akan diikuti oleh club dan atlit-atlit Sepatu Roda Nasional. Kabupaten Siak akan menambah 4 atlit lagi, sekaligus menguji kemampuan dan nyali bertanding di luar daerah,” ungkapnya.

Pada even sebelumya yaitu di Surabaya, atlit sepatu roda Kabupaten Siak juga berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara II dan III. Dari hasil ini olahraga Sepatu Roda di Kabupaten Siak sudah mulai mengembirakan.

“Mudah-mudahan hasil ini menjadi prospek yang baik bagi olahragawan sepatu roda di Kabupaten Siak, atlit kita bisa menjadi incaran bagi daerah lain untuk mengundangnya,” tutup Kadri.(rin)

Upaya Penambahan PAD, UPTD Tarcip Pantau Bangunan Tanpa IMB

imbSiak (SegmenNews.com) – Dalam upaya penambahan PAD daerah pada sektor distribusi perizinan dalam pengurusan izin bangunan (IMB) perlu adanya pemantauan dan pengawasan pada bangunan yang belum memiliki IMB di kecamatan Koto gasib.
Menurut keterangan kepala UPTD Tarcip kecamatan Koto Gasib Amir faisal minggu (24/3) mengatakan. “Kita menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat mengurus IMB sebelum membangun bangunan yang permanen, ini dilakukan sekaligus melihat tata ruang pada bangunan yang akan dibangun dan sekaligus menambah PAD pada daerah itu sendiri” dengan adanya perizinan dapat memantau pembangunan di kecamatan koto gasib.Dikatakan oleh Amir. “Untuk izin IMB ini bukan hanya untuk masyarakat saja namun kepada perusahaan yang akan mendirikan bangunan dan menambah bangunannya harus memiliki IMB yang sudah di atur pada perda Kabupaten Siak dan tidak ada alasan lagi bagi masyarakat mau pun perusahaan yang akan membanguan harus mengurus izin IMB terlebih dahulu”Terang Amir.

Lebih jauh dikatakanya, pihak kita akan terus mengawasi bangunan untuk dapat mengurus IMB apabila belum di miliki. “Untuk saat ini kita masih terus mendata bangunan yang belum adanya IMB dan apabila belum memiliki kita masih mengajurkan untuk dapat mengurus, sesuai dengan prosedur dari Pemkab Kabupaten Siak yang sudah ada pada saat ini “Jelas Amir (adv)

9 Warga Tertembak dalam Penyerangan di Polsek Padang Lawas, Sumut

ilustrasi
ilustrasi

Medan (SegmenNews.com)– Sebanyak 9 orang warga tertembak setelah terlibat bentrok dengan polisi karena menyerang Mapolsek Barumun Tengah di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara. Dua di antaranya dilaporkan dalam keadaan kritis.

Bentrokan ini dipicu kedatangan warga Desa Aek Buaton, Kecamatan Aek Nabara Barumun ke Mapolsek Barumun Tengah, Sabtu (23/3/2013). Jumlah mereka mencapai ratusan orang dikutip detikcom.

“Massa datang sekitar pukul tujuh pagi,” kata Kapolsek Barumun Tengah, AKP HS Siregar kepada wartawan.

Kedatangan massa karena bermaksud mempertanyakan penangkapan tiga warganya. Ketiga orang tersebut ditangkap polisi pada Sabtu dinihari saat tengah berjaga di tanah ulayat yang sedang disengketakan beberapa pihak, termasuk warga Aek Buaton.

Setahu bagaimana, massa yang tidak puas dengan penangkapan itu, kemudian melempari kantor polsek sehingga kaca kantor Mapolsek berpecahan. Beberapa personel ikut terluka terkena lemparan itu.

Tindakan itu direspons polisi dengan melepaskan tembakan ke udara, namun massa tidak segera mengakhiri pelemparan. Seterusnya tembankan diarahkan ke massa.

Sebanyak sembilan orang warga terkena tembakan. Di antaranya Asrian Harahap (31), Kahar Harahap (45), Rustam Nasution (33), Mara Sundut Siregar (28), Amir Pulungan (52), Huala Pulungan (31), Rayan Pulungan (58) dan Masdawiyah (46).

Para korban tembak ini sempat dibawa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Tua, yang berada di Kabupaten Padang Lawas. Tetapi karena kondisinya cukup mengkhawatirkan, termasuk dua yang tergolong kritis, mereka kemudian dirujuk ke RSUD Padang Sidimpuan di Kota Padang Sidempuan. (dtc/snc)