Beranda blog Halaman 2964

Murid SD Mandailing Natal Dinikahi Pengusaha di Rohul

ilustrasi
ilustrasi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Pengadilan (47), seorang pengusaha di Desa Tambusai Timur, Kecamatan Tambusai menikahi LN boru Zebua (12), perempuan yang masih duduk di Kelas VI Sekolah Dasar.

Pengadilan, pria beristri, diketahui masyarakat telah menikah sirih dengan LN di pondok kebun kelapa sawit miliknya di Dusun Bukit Senyum Tambusai Timur, pada 9 Desember 2011 lalu sekitar pukul 22.00 WIB.

LN, murid, salah satu SD di Kota Padang Sidempuan Mandailing Natal, Sumatera utara (Sumut) tersebut, dinikahi Pengadilan secara paksa dan tanpa seizin kedua orang tuanya yang tinggal di pondok kebun kelapa sawit milik Pengadilan di Tambusai Timur.

Ayah LN, Paigizosoki alias Muhammad Soleh baru memeluk agama Islam mengaku dipaksa Pengadilan agar menikahkan dengan putrinya. Karena merasa berhutang budi terhadap pengusaha itu, kedua orang tuanya tidak bisa berbuat banyak.

Keluarga asal Nias itu pindah dari Padang Sidempuan ke Rohul, 2 Desember 2011 lalu. Bersama empat anaknya, M Soleh tinggal di Tambusai Timur bekerja di kebun Pengadilan. Mereka diizinkan menempati pondok di kebun pengusaha yang telah beruban tersebut.

M Soleh mengaku sempat diancam Pengadilan. Jika tidak menikahkan anaknya yang masih di bawah umur dengan dirinya, mereka sekeluarga akan diusir dari pondok kebun.

“Saya sempat bertanya dimana bisa dapat ongkos pulang, tapi Pak Haji (Panggilan Pengadilan.red) katakan kami jalan kaki ke Padang Sidempuan,” jelas M Soleh saat mengadu ke Pokja Pengaduan Pelayanan dan Fasilitas KPAID Rohul, Engki Prima Putra, disaksikan Wakil Ketua KPAID Rokan Hulu Yurnalis, Jumat (22/3).

Ayah LN mengaku telah sampaikan ke Pengadilan jika anaknya masih di bawah umur, tapi tetap memaksa. “Katanya biar di rumahnya anak saya dibesarkan. Anak saat sempat menangis dan berteriak, tapi dia dipaksa keluar Pak Haji yang telah membawa Penghulu,” kata M Soleh.

“Dengan mahar Rp50 ribu, malam itu juga anak saya dinikahinya dan kemudian dibawa lari entah ke mana. Sampai hari ini belum pulang,” tambahnya lagi.

M Soleh, pria yang baru saja ditinggalkan istrinya dua tahun lalu itu mengaku 3 bulan anaknya hilang, ia sempat mencari ke rumah Pengadilan di Pasar DK IV Desa Suka Maju, Kecamatan Tambusai. Di sana terungkap, jika penghulu yang menikahkan anaknya hanya seorang tukang pangkas.

“Surat nikahnya juga tidak ada saya tanda tangani. Di dalam surat nikah itu, anak saya ditulis sudah berusia 18 tahun. Ini namanya penipuan,” ujarnya.

Soleh mengaku telah melaporkan Pengadilan ke Polres Rohul sejak 28 Februari 2013 lalu, tapi sampai hari ini belum diketahui tindak lanjut kasusnya. Pada 13 Maret lalu, surat perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) bernomor B/09.a/III/2013/Reskrim telah keluar, anehnya pada poin dua penyidik nyatakan tidak temukan ada tindak pidana.

Karena ada desakan dari masyarakat untuk mengungkap kasusnya, lantas Kamis (21/3), M Soleh mengaku dipanggil penyidik Polres Rohul.

“Saya dipanggil penyidik untuk kelanjutan laporan. Kita sekeluarga berharap Polisi memproses Pak Haji sebab telah melarikan anak saya yang masih di bawah umur,” sampainya.

“Anak saya masih punya hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang. Kami juga minta KPAID bisa mendampingi dan mengawasi jalannya proses hukum,” harap M Soleh seperti yang kutip riauterkini.com.(*)

Empat PNS Nyabu di Gedung Bupati Bengkalis Ditangkap

ilustrasi
ilustrasi

Bengkalis (SegmenNews.com)– Pegawai negeri sipil Pemerintah Kabupaten Bengkalis menjadikan ruangan staf ahli Bupati Bangkalis dijadikan tempat mereka menikmati narkoba jenis sabu-sabu.

Buktinya, pada Sabtu malam (24/3) lalu, empat orang tersangka diamankan pihak Kepolisian, dan dua di antaranya berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

Mereka tertangkap tangan sedang nyabu ketika penyergapan yang dipimpin Kapolres Bengkalis, AKBP Ulung Sampurna Jaya dan Kasatnarkoba AKP Willy Kartamah.

Penangkapan itu, setelah adanya informasi jika di Kantor Bupati Bengkalis itu sering terjadi tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Dari informasi itu, Tim Opsnal Sat Narkoba melakukan pengintaian dan mencurigai pada salah satu ruangan staf ahli Bupati ada dua orang yang sedang asyik menghisap sabu-sabu.

PNS yang tertangkap tangan adalah SA (34) PNS Kantor Bupati Bengkalis dan RE (34) pegawai BUMD PT BLJ.

Pada penangkapan di, disita barang bukti berupa satu paket sabu-sabu dan bong (alat hisap sabu-sabu). Dari RE, juga disita satu paket sabu-sabu.

Ketika diintrogasi polisi, RE menjawab bahwa barang haram itu milik SR (34), PNS di Dinas Kehutanan Bengkalis. Kemudian, polisi melakukan pengembangan dan tak berselang lama ditangkap SR dan AS (24), mahasiswa di Bengkalis.

Kapolres Bengkalis AKBP Ulung Sampurna Jaya, mengatakan, penangkapan dan penggeledahan di Kantor Bupati Bengkalis sudah dikoordinasikan dengan Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh. (*/bk/knc/snc)

Siswa SMA Siak Juara 1 Sepatu Roda di jakarta

Siak (SegmenNews.com)– Atlit sepatu roda Kabupaten Siak, Tengku Wahyu Gunawan, pelajar SMAN 1 Kecamatan Siak dan Junaidi Satria, pelajar SMPN 2 Kecamatan Siak yang mengikuti lomba sepatu roda di arena Jakarta Open, berhasil menyabet juara pertama. Tengku Wahyu Gunawan menumbangkan lawan-lawannya di kelas Individual Time Tryel (ITT) 1000 meter.

Demikian disampaikan Ketua Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PERSEROSI) Kabupaten Siak Drs. H. Kadri Yafis, M. Pd kepada riaueditor Ahad (24/3) di Siak. Wahyu Gunawan menumbangkan 200 Atlit sepatu roda lainnya dari Bekasi dan Jawa Barat pada kelas ITT 1000 meter Jakarta Open yangberlangsung 23-24 Maret. Sementara rekan satu timnya, Junaidi Satria, juga berhasil menggondol juara harapan I.

Dikatakan Kadri, Kabupaten Siak hanya menghadirkan dua orang atlit, yaitu Tengku Wahyu Gunawan dan Junaidi Satria. Keduanya berangkat dengan biaya sendiri tanpa ada uluran tangan donator.

“Meski demikian, dua putra asal Kabupaten Siak ini mampu menunjukkan kelasnya dan berhasil mengharumkan nama daerah Kabupaten Siak,” ujar Kadri.

Dijelaskan Kadri, even Sepatu Roda ini akan berlanjut di Kabupaten Karawang, Jawa Barat 29-31 Maret 2013 mendatang. “Informasi yang kita dapatkan, even ini nantinya akan diikuti oleh club dan atlit-atlit Sepatu Roda Nasional. Kabupaten Siak akan menambah 4 atlit lagi, sekaligus menguji kemampuan dan nyali bertanding di luar daerah,” ungkapnya.

Pada even sebelumya yaitu di Surabaya, atlit sepatu roda Kabupaten Siak juga berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara II dan III. Dari hasil ini olahraga Sepatu Roda di Kabupaten Siak sudah mulai mengembirakan.

“Mudah-mudahan hasil ini menjadi prospek yang baik bagi olahragawan sepatu roda di Kabupaten Siak, atlit kita bisa menjadi incaran bagi daerah lain untuk mengundangnya,” tutup Kadri.(rin)

Upaya Penambahan PAD, UPTD Tarcip Pantau Bangunan Tanpa IMB

imbSiak (SegmenNews.com) – Dalam upaya penambahan PAD daerah pada sektor distribusi perizinan dalam pengurusan izin bangunan (IMB) perlu adanya pemantauan dan pengawasan pada bangunan yang belum memiliki IMB di kecamatan Koto gasib.
Menurut keterangan kepala UPTD Tarcip kecamatan Koto Gasib Amir faisal minggu (24/3) mengatakan. “Kita menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat mengurus IMB sebelum membangun bangunan yang permanen, ini dilakukan sekaligus melihat tata ruang pada bangunan yang akan dibangun dan sekaligus menambah PAD pada daerah itu sendiri” dengan adanya perizinan dapat memantau pembangunan di kecamatan koto gasib.Dikatakan oleh Amir. “Untuk izin IMB ini bukan hanya untuk masyarakat saja namun kepada perusahaan yang akan mendirikan bangunan dan menambah bangunannya harus memiliki IMB yang sudah di atur pada perda Kabupaten Siak dan tidak ada alasan lagi bagi masyarakat mau pun perusahaan yang akan membanguan harus mengurus izin IMB terlebih dahulu”Terang Amir.

Lebih jauh dikatakanya, pihak kita akan terus mengawasi bangunan untuk dapat mengurus IMB apabila belum di miliki. “Untuk saat ini kita masih terus mendata bangunan yang belum adanya IMB dan apabila belum memiliki kita masih mengajurkan untuk dapat mengurus, sesuai dengan prosedur dari Pemkab Kabupaten Siak yang sudah ada pada saat ini “Jelas Amir (adv)

9 Warga Tertembak dalam Penyerangan di Polsek Padang Lawas, Sumut

ilustrasi
ilustrasi

Medan (SegmenNews.com)– Sebanyak 9 orang warga tertembak setelah terlibat bentrok dengan polisi karena menyerang Mapolsek Barumun Tengah di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara. Dua di antaranya dilaporkan dalam keadaan kritis.

Bentrokan ini dipicu kedatangan warga Desa Aek Buaton, Kecamatan Aek Nabara Barumun ke Mapolsek Barumun Tengah, Sabtu (23/3/2013). Jumlah mereka mencapai ratusan orang dikutip detikcom.

“Massa datang sekitar pukul tujuh pagi,” kata Kapolsek Barumun Tengah, AKP HS Siregar kepada wartawan.

Kedatangan massa karena bermaksud mempertanyakan penangkapan tiga warganya. Ketiga orang tersebut ditangkap polisi pada Sabtu dinihari saat tengah berjaga di tanah ulayat yang sedang disengketakan beberapa pihak, termasuk warga Aek Buaton.

Setahu bagaimana, massa yang tidak puas dengan penangkapan itu, kemudian melempari kantor polsek sehingga kaca kantor Mapolsek berpecahan. Beberapa personel ikut terluka terkena lemparan itu.

Tindakan itu direspons polisi dengan melepaskan tembakan ke udara, namun massa tidak segera mengakhiri pelemparan. Seterusnya tembankan diarahkan ke massa.

Sebanyak sembilan orang warga terkena tembakan. Di antaranya Asrian Harahap (31), Kahar Harahap (45), Rustam Nasution (33), Mara Sundut Siregar (28), Amir Pulungan (52), Huala Pulungan (31), Rayan Pulungan (58) dan Masdawiyah (46).

Para korban tembak ini sempat dibawa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Tua, yang berada di Kabupaten Padang Lawas. Tetapi karena kondisinya cukup mengkhawatirkan, termasuk dua yang tergolong kritis, mereka kemudian dirujuk ke RSUD Padang Sidimpuan di Kota Padang Sidempuan. (dtc/snc)

Percepatan Pembangunan Madina dengan Memperkuat Daya Saing Daerah

14 tahun Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dimekarkan dari kabupaten induk, Tapanuli Selatan (Tapsel), bukanlah usia yang muda. Jika diibaratkan manusia, sudah memasuki usia remaja. Pada usia ini, sudah mulai paham bagaimana menggapai suatu cita-cita. Nah, bila ini sebuah daerah, berarti seyogianya juga mampu mewujudkan kesejahteraan daerah itu sendiri.
Maka dari itu, sudah barang tentu jika suatu daerah otonom dimekarkan, akan ada kebanggaan yang bisa diandalkan. Begitu juga Kabupaten Madina yang daerahnya memiliki luas 662.070 Ha atau 9,24% dari wilayah Provinsi Sumut. Kabupaten Madina sendiri memiliki 23 kecamatan, 377 desa dan 32 kelurahan, dengan alam subur mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan serta memiliki panjang garis pantai mencapai 170 Km.Pada awal berdirinya kabupaten ini dinakhodai Amru Daulay SH selama dua priode dengan membawa konsep menjadikan Madina yang Madani. Kemudian dari pemilihan kepala daerah berikutnya HM Hidayat Batubara SE bersama Dahlan Hasan Nasution, mendapat kepercayaan dari hampir 72% rakyat untuk memimpin daerah tersebut. Sehingga di pundak pemimpin Madina inilah rakyat menggantungkan harapan dalam pencapaian kesejahteraan dari tahun-tahun sebelumnya.

Konsep yang dibawakan pemimpin Madina dengan tiga visi menciptakan lapangan kerja baru, pendidikan gratis dan kesehatan geratis.  Dari 1,6 tahun kepemimpinan Hidayat-Dahlan, arah pencapaian visi misi mulai terlihat. Seperti pendidikan dengan membagikan beasiswa terhadap mahasiswa berprestasi, pemberian seragam sekolah, BOS untuk tingkat SLTA. Kesehatan dalam APBD tahun ini dianggarkan seluruh masyarakat akan berobat gratis pada rumah sakit daerah, Puskesmas buka 24 jam. Sedang untuk lapangan kerja baru akan dibuat MoU dengan perusahan- perusahan yang ada di daerah untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal.

Nah berkaitan Sumber Daya Alam yang cukup kaya, dengan bermodalkan itu saja rasanya belum cukup dalam pencapaian suatu kepuasan kesejahteraan rakyat. Akan tetepi perlu ditopang konsep-konsep maupun program matang bagaiman supaya kekayaan alam itu berdaya guna dan bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sehingga dengan demikian, perlu pemetaan daerah apa yang ada di dalam kekayaan alam itu untuk perkuatan daya saing daerah, antara lain;

Sektor Pertanian/Perkebunan
Sebagaimana diketahui, hampir 60% masyarakat daerah ini menggantungkan mata pencahariannya dalam menghidupi keluarga dari sektor pertanian perkebunan. Sehingga Pemkab Madina terus berupaya mengembangkan sektor ini dengan  membuka lahan-lahan tidur, agar bisa diusahai tanpa harus melanggar peraturan tentunya. Misalnya dengan perluasan lahan persawahan, sudah dalam beberapa tahun ini terus digalakkan pembukaan atau percetakan sawah baru, pembagian bibit bermutu dan lain sebaginya.

Kedua sektor ini bisa menjadi unggulan daerah Madina, mengingat potensi yang terkandung di dalamnya untuk perkuatan daya saing daerah. Bukan berarti mengecilkan potensi-potensi lainnya. Hanya saja, pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang baik agar percepatan pembangunan semakin cepat tercapai.

Dengan iklim investasi inilah pemerintah bersama stakeholder lainnya bisa menjual berbagai produk local. Dengan artian, jika saja daya saing daerah sudah mencapai pada level dikenal oleh luar Madina, tentunya akan mudah bagi daerah memasarkan kepada investor. Tujuannya tidak terlepas kesejahteraan masyarakat.
Budaya Kerja Keras
Pemkab Madina sudah pernah mencanangkan budaya kerja keras sehingga dengan begitu bisa juga dikaitkan dengan perkuatan daya saing daerah. Dimana dalam pencapaiannya ada lima elemen yang harus menjadi perhatian, yaitu bagaimana menjaga iklim ekonomi di daerah, bagaimana kualitas sumber daya manusia dan ketenagakerjaan, menjaga iklim usaha kondusif, ketersedian infrastruktur SDA dan lingkungan.

Menjaga iklim ekonomi daerah tanpa budaya kerja keras hal itu tidak akan bisa tercapai. Begitu juga empat poin lainnya. Dimana konsekuensi logis dari pelaksanaan otonomi daerah adalah meningkatkan upaya masing-masing pemerintah daerah dalam memanfaatkan dan mengembangkan potensi lokal yang bisa menjadi kunci keberhasilan pembangunan saat ini.

Otonomi memberikan pemerintah daerah kewenangan sangat besar untuk menciptakan tata kelola ekonomi daerah untuk berinteraksi dengan pelaku usaha untuk mengambil kebijakan mendukung pengembangan sektor swasta. Dan tata kelola ekonomi merupakan satu faktor penting yang dipercaya dapat menciptakan iklim usaha yang sehat dengan tetap menjadikan produk lokal tuan rumah sendiri dan menjadi kebanggaan kita bersama.

Maka dengan perpaduan budaya kerja keras untuk perkuatan daya saing daerah ditambah inovasi kreasi aparatur pemerintah daerah Kabupaten Mandailing Natal dibawah pimpinan Hidayat – Dahlan  juga merupakan kunci keberhasilan pembangunan didaerah, tentunya akan membangun pigur pemimpin lokal efektif, efisien, dan fropesional.

Maka dari itu, melalui Hari Jadi Kabupaten Madina yang ke 14 ini, harus bisa menjadi momentum untuk percepatan pembangunan dengan kerja keras, persatuan kesatuan antara masyarakat, pemerintah, akan tercipta suasana kondusif di Kabupaten Madina yang kita cintai ini, dengan begitu perkuatan daya saing daerah akan lebih mudah kita capai. Dengan begitu, akan terwujudlah masyarakat sejahtera, mandiri dan pemerintahnya pun akan bisa dengan mudah melaksanakan programnya.(moc/dn)

Atlit Taekwondo Siak Tewas Mengenaskan

Tim Identifikasi polres Siak lakukan pemeriksaan
Tim Identifikasi polres Siak lakukan pemeriksaan

Tualang (SegmenNews.com)– Pembunuhan disertai dengan perampokan terjadi di Kabupaten Siak. Jumat (22/3/13), jasat seorang atlit taekwondo Siak yakni Jeriadi (23) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di perkebunan sawit, selain itu ternyata korban diketahui juga menjabat sebagai Kepala Urusan Pemerintah Desa (Kaur Pemdes) Desa Muara Bungkal,Kecamatan Sungai Mandau.

Penemuan mayat korban pertama kali sekitar pukul 10.30 WIB, Tempat Kejadian Perkara (TKP) Penemuna korban kebun karet milik orang tua (alm) Kepala Desa Pinang Sebatang Barat (Kades Ps. Barat) Kecamatan Tualang.

Saat itu korban pertama kali di temukan seorang warga, dan menghubungi Kepala Desa Ps. Barat dan memberikan info tersebut ke Polsek Tualang.

Mendapatkan informasi tersebut, jajaran Polres Siak yakni Polsek Tualang langsung turun ke TKP. Korban diduga korban pembunuhan atau Pencurian dengan kekerasan (Curas) karena sepeda motor yg dikendarai korban Honda Tiger warna Merah BM 5475 S dan 1 unit HP tidak ditemukan di TKP dan korban mengalami luka robek dikepala bagian belakng dan dua luka robek di kepala bagian depan, dan luka lecet pd bagian pinggang.

Keterangan Kapolsek Tualang Kompol Wawan bahwa, penemuan mayat korban ditemukan warga di kebun sawit. Saat ini polisi masih melakukan proses penyelidikan penyebab kematian korban, mayat korban dibawa ke Puskesman Tualang untuk dilakukan visum.

“Kita mendapatkan informasi, dan kita langsung ke TKP. Dilihat dari kondisi korban, ditemukan keganjilan seperti luka robek dibagian kepala dan barang-barang milik korban hilang, sementara kita menduga korban dibunuh, untuk itu mayat korban di bawa ke Puskesmas,” terang Kapolsek.

Selain itu polisi mengamankan beberapa barang milik korban yang ditemukan di TKP yakni tas hitam merk iger yang berisikan 1 unit laptop merk zyrex, carger, mose dan flas dich,kartu Keluarga An. Sarinah, 1 helai celana jin biru,1 helai baju kaos putih biru 1 helai baju batik, 1 pelatik hitam yg berisi bungkusan kertas kado biru.

Selain itu 1 Cd Foto, Sepasang baju karate warna putih, Buku tabungan BNI An. Jefriyadi, Stempel Desa Muara Bungkal. Dengan adanya kejadian tersebut, polisi telah meminta keterangan dari beberapa saksi-saksi.

Selain itu keterangan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sungai Mandau Tengku Mutasar di TKP bahwa, korban diketahui salah seorang Kaur Pemdes di Desa Muara Bungkal, Kecamatan Sungai Mandau. Selain itu korban juga diketahui salah seorang atlit taekwondo Siak.

“Sepengetahuan saya, korban menjabat sebagai Kaur Pemdes Desa Muara Bungkal, dan juga seorang atlit taekwondo Siak,” ungkap Tengku Mutasar. (rinto)

Pulau Penyu Terdapat Penyu Berusia 40 tahun

Penyu (int)
Penyu (int)

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Wisata penyu di pulau penyu Nusa Dua Bali, sangat menarik bagi wisatawan Manca negara dan lokal.
Karena di kawasan ini di sajikan penangkaran Penyu hijau, dan penyu sisik yang berusia 40 tahun.

Selain tua ukurannya cukup besar sebesar tudung saji. Kami dan rombongan yang menggunakan 3 boad, tiba di lokasi di taman
pulau penyu genteng ijo, Kutai Selatan sekitar pukul 10.00 wita.

“Di pulau ini Ada ratusan penyu sisik dan penyu hijau,” ujar Puthu Nase, Jum’at (22/3) di taman pulau penyu genteng ijo,
Kutai Selatan. Katanya, ada ratusan penyu yang di tangkar di pulau ini. Mulai dari yang baru menetas hingga yang tua berusia
40 tahun.

“Ada satu ekor yang berusia 40 tahun beratnya mencapai 15 kilogram ada juga bayi penyu,” terangnya. Selain penyu ternyata ada
juga burung rangkok asal Kalimantan, burung pendet, ada iguana, “Burung rangkok ada 2 ekor .

Ular piton, semua binatang ini di lestarikan dan dilindungi. Bagi wisatawan yang datang bisa berfoto dan memang semua
binatang di dampingi oleh pemandu,” urainnya.

Ia menambahkan perharinya ada sekitar 200 boat yang datang ke pulau Penyu. Tiap boat memuat maksimal 10 orang penumpang.
Sekali berlayar di kenai biaya Rp750 ribu.(rn/ur)

Empat Kandidat Inhu Maju di Pilgubri 2013

pilgubri intRengat (SegmenNews.com)– Empat nama terbaik mewakili kabupaten Indragiri Hulu maju dalam pilgubri 2013. Empat nama tersebut
yaitu HR Mambang Mit, Isjoni dan Tengku Mukhtaruddin.

Namun siapa yang berpeluang mewakili Inhu dan akan dipilih warga Inhu? Dari tingkat kekenalan, ternyata Mambang Mit jauh
lebih dikenal dan besar kemungkinan juga akan dipilih orang Inhu jika berhasil mendapatkan perahu partai.

Kiprah Mambang Mit dinilai lebih dekat ke masyarakat Inhu dibandingkan Isjoni yang kini menjabat sebagai Ketua PGRI Riau
maupun Tengku Mukhtaruddin yang merupakan pejabat dari Kepulauan Riau.

“Kami lebih mengenal Mambang Mit, kalau yang dua lagi, kami hanya dengar-dengar saja, kami tidak begitu kenal mereka,”ujar
Masrini, salah seorang warga Rengat didampingi beberapa rekannya, Sabtu (23/3/2013).

Karena tidak begitu mengenal, Masrini mengakui kalau seandainya, pemilihan gubernur dilaksanakan hari ini, tentu dia akan
memiliki Mambang Mit.

“Kalau Pilgubri hari ini, kami tentu akan pilih Pak Mambang. Saya rasa, kawan-kawan saya juga begitu. Kalau yang dua lagi
kita dengar memang orang Inhu juga, tapi baru dengar aja,”ujarnya sambil diamini oleh beberapa rekannya.

Meski tidak kenal begitu jauh dengan Mambang Mit, namun Masrini mengatakan mengenal Mambang karena dia adalah orang Inhu yang
kini menjadi Wakil Gubernur Riau dan pernah menjadi pejabat di Inhu. “Ya, karena kami orang Inhu, tentunya kami pilih Pak
Mambang,”tambahnya.

Sementara itu Said Asmar Zen seorang warga Inhu lainnya mengatakan bahwa Mambang Mit itu adalah putra Inhu yang banyak
berkiprah di Provinsi Riau.

“Mambang Mit adalah birokrat yang sudah malang melintang di Riau apalagi pernah menjabat jabatan tertinggi di Pegawai Negeri
Sipil (PNS) di Provinsi Riau, ini adalah prestasi yang patut dijadikan pertimbangan bagi masyarakat, khususnya orang Inhu,”
jelasnya. (jpr/snc)

Perkara Korupsi P2TA, Mantan Kadishutbun Inhil di Tahan

koruptorPekanbaru (SegmenNews.com)-Jajaran penyidik Pidana Khusu (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Jumat (22/3/13) sekitar
pukul 09.00 Wib, menahan mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Syafrinal
Hedi.

Syafrinal merupakan tersangka dugaan korupsi pekerjaan Trio Tata Air dan Pengaturan Tata Air (P2TA). Syafrinal diduga telah
merugikan negara Rp5 milyar lebih.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau Andri Ridwan kepada wartawan menegaskan, penahanan Syafrinal karena penyidik menyatakan
berkasnya sudah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa penuntut.

“Selain itu, penyidik sudah menemukan bukti yang cukup dan dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri. Karena itu, yang
bersangkutan kita lakukan penahanan,”papar Andri sumber di kutip riauplus.com.

Sebelum ditahan, sambung Andri, tersangka tidak ada menunjukkan itikad baik untuk mengembalikan kerugian negara. Akhirnya,
penyidik menilai penahanan dapat dilakukan.

“Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan, di Lapas Kelas II A Pekanbaru. Mulai dari tanggal 22 Maret sampai 10 April.
Selanjutnya akan diajukan perpanjangan penahanan, jika penyidikan belum selesai,”ujar Andri.

Masih kata Andri, pada tahun 2008 Dishutbun Inhil berencana mengendalikan kerusakan lahan dan hutan akibat perembesan air
laut, dengan nama proyek P2TA. Proyek ini dianggarkan Rp10 milyar, dengan realisasi Rp9 milyar.

Ternyata, dalam perjalanannya proyek ini memang selesai. Namun, berdasarkan penyidikan, tanggul yang dibangun tidak bertahan
lama, karena dibangun tidak sesuai kontrak.

Berdasarkan audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau, ditemukan kerugian negara
mencapai Rp5 milyar dalam proyek ini.

Akibat perbuatan tersangka ini, penyidik menjeratnya dengan pasal 2 dan 3 ayat 1 Undang Undang nomor 31 tahun 1999 tentang
pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 junto pasal 55 ayat 1 ke 1
KUHP. (rpc)