Bupati Achmad beserta Wabup Hafith Syuki saat melakukan perekaman e-KTP
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Menjelang Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 2013, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Rokan Hulu lakukan validasi Data Pendudukan Potensi Pemilihan Pemilu (DP4) Pilgubri.
Dikatakan Kadisdukcapil, Yusmar MSi kemarin pihaknya telah menyerahkan DP4 pemilihan Legislatif Februari lalu. Data tersebut tentunya akan menambah partisifasi hak pilih masyarakat dalam Pilgubri mendatang.
“Meski dilakukan Validasi DP4, jumlah DP4 Pilgubri Rokan Hulu tidak akan berbeda dari DP4 Legislatif, yang sebelumnya telah siserahkan sebanyak 400.083 jiwa,” sampai Yusmar.
lanjutnya, perubahan DP4 nantinya akan dipengaruhi dari kedinamisan pergerakan penduduk. Seperti, penduduk yang meninggal, perpindahan penduduk serta penduduk yang telah menikah seblum berumur 17 tahun.
Meski akan melakukan Validasi data DP4, Disdukcapil masih menunggu kapan validasi DP4 Pilgubri akan diserahkan ke KPUD Riau.
“Penyerahan DP4, kita masih menunggu instruksi KPUD,” ujarnya.
Menurut Yusmar, data DP4 berdasarkan perekaman e-KTP. Kita harapkan masyarakat yang belum melakukan perekaman agar segera melakukannya di kantor camat setempat agar mendapatkan hak pilih pada Pilgubri mendatang,” imbau Yusmar (adv/hum)
Jakarta (SegmenNews.com)– Ada harapan dari komedian Tata Dado yang kini masih terbaring lemah karena penyakit stroke dan diabetes. Saat masih bisa berkomunikasi, Tata sempat mengatakan dirinya ingin segera sembuh dan bisa umroh bareng keluarga.
Hal itu diungkapkan oleh kakak Tata, Soraya Dado saat ditemui detikHOT di rumahnya di Jalan Papandayan, Perumahan Masnaga, Blok A, Bekasi, Jumat (15/3/2013). Kata Soraya, Tata berharap bisa pergi umroh jika sembuh nanti. dilansir detikcom.
“Dia sih cuma bilangnya ‘mudah-mudahan gue cepat sembuh ya, kalau sembuh kita umroh sama semuanya’. Dia bilang begitu. ‘Insya allah kita umroh kalau saya sembuh katanya’,” ungkap Soraya.
Soraya menuturkan, ia sempat melakukan beberapa kali terapi. Namun kondisi adiknya itu tak kunjung membaik.
“Kita selalu berdoa supaya dia cepat sembuh. Mudah-mudahan Allah mendengar doa-doa kita, doa teman-temannya sesama artis, supaya sembuh dan bisa eksis lagi,” katanya. (**)
Jakarta (SegmenNews.com)– Polisi berhasil mengungkap kartel narkoba jaringan internasional yang berhubungan dengan napi di Indonesia. Barang bukti 400 ribu butir ekstasi disita. Nilainya diprediksi mencapai Rp 70 miliar.
Penangkapan dilakukan pada tanggal 11 Maret 2013 di sejumlah lokasi di Jakarta. Hari ini, polisi memajang barang bukti dan para tersangka di Direktorat IV Narkoba Mabes Polri, Jl Gatot Subroto, Jakarta.
“Sindikat ini sudah lama kami intai dan untuk kali ini dengan menggunakan pengiriman barang 4 kompresor baru berukuran besar untuk memasukkan sekitar 100 ribu ekstasi. Total empat kompresor sekitar 400 ribu,” kata Kabareskim Polri Komjen Pol Sutarman dalam keterangan pers, Jumat (15/3/2013) dikutip detikcom. Turut hadir dalam jumpa pers tersebut, Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar, Kepala BNN Komjen Anang Iskandar dan pejabat Bea Cukai.
Barang bukti ekstasi tersebut dibungkus dalam 80 kantong plastik. Menurut Sutarman, nilainya mencapai Rp 70 miliar bila diuangkan.
Lebih lanjut, Sutarman menerangkan barang haram itu dikirim dari Belanda oleh pria bernama Bahari Phiong, seorang WNI yang berdomisili di Belanda. Ekstasi itu dikirim menggunakan pesawat melalui Bandara Soekarno-Hatta.
“Pemesannya di Indonesia ada 2 orang. Pertama, Freddy dari napi Lapas Cipinang. Kemudian selanjutnya Robert yang mengedarkan ekstasi di tempat hiburan di Jakarta,” terangnya.
Sejak awal 2013, pihak kepolisian, Bea Cukai dan BNN terus memonitor modus operandi sindikat narkoba ini. Hingga akhirnya pada 11 Maret lalu, tepatnya sekitar pukul 17.00 WIB, operasi penggerebakan digelar di Jl Kembang Sepatu Senen, Jakpus dan di rumah makan Sederhana Raden Salah, Jakpus.
“Tersangka ada 8 orang, rencananya barang akan dikirim ke Medan, Bali dan Surabaya,” ungkapnya.
Kepolisian akan terus mengembangkan jaringan ini. Termasuk kemungkinan dari Belanda dan China. “Sepanjang pasar Indonesia masih besar, maka sepanjang itu barang haram masih tetap beredar,” tegasnya. (dtc/snc)
Medan (SegmenNews.com)– Pasangan Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi (Ganteng) dinyatakan sebagai pemenang dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) 2013. Berdasarkan penghitungan akhir KPU, pasangan yang diusung PKS, Hanura, dan 3 partai lain ini memperoleh suara sebesar 33 persen.
Hal itu ditetapkan dalam putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut yang dibacakan dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil penghitungan Suara Tingkat Provinsi Sumatera Utara dalam Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tahun 2013. Kegiatan itu berlangsung di Hotel Grand Angkasa, Jalan Sutomo, Medan, Jumat (15/3/2013).
Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution menyatakan, berdasarkan hasil perhitungan dari 33 kabupaten dan kota, pasangan Ganteng yang bernomor urut 5, memperoleh suara terbanyak yakni 1.604.337 atau 33 persen.
Posisi kedua ditempati pasangan nomor urut 2, Effendi MS Simbolon dan Jumiran Abdi (Esja). Pasangan yang diusung PDIP ini meraih 1.183.187 suara atau 24,34 persen.
Pada posisi ketiga, pasangan nomor urut 1, yakni Gus Irawan Pasaribu-Soekirman (Gusman), yang mendapatkan 1.027.433 suara atau 21,13 persen.
Kemudian di posisi keempat, pasangan nomor urut 4, Amri Tambunan-RE Nainggolan yang meraih 594.414 suara atau 12,23 persen, dan posisi kelima pasangan nomor urut 3, Chairuman Harahap-Fadly Nurzal (Charly) yang mendapatkan 452.096 suara atau 9,30 persen.
Total suara sah dalam Pilgub yang berlangsung pada 7 Maret lalu tersebut, sebanyak 4.861.467 suara, dan suara tidak sah sebanyak 139.963. Dengan demikian total partisipasi pemilih sebanyak 5.001.430 jiwa.
Terhadap hasil hitung ini, tim kampanye pasangan Esja menyatakan menolak dan tidak bersedia menandatangani berita acara. Saksi pasangan Gusman juga menyatakan sikap yang sama. Mereka akan mengajukan keberatan ke Mahkamah Konstitusi.
Saksi pasangan Esja, Arteria Dahlan menyatakan ada banyak pelanggaran yang mereka temukan. Versi pasangan Esja, data pelanggaran mencapai 2.000 kasus lebih dan diserahkan kepada Ketua KPU Sumut.
“Laporan ini akan menjadi bagian dari lampiran hasil penghitungan ini,” kata Irham saat menerima laporan itu.
Tidak ada pasangan calon yang hadir dalam acara ini. Mereka semua diwakili tim kampanye. Sementara pejabat daerah yang datang, antara lain Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro dan Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus, unsur Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), serta para Ketua KPU kabupaten dan kota di Sumut. (dtc/snc)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Usai menggelar mutasi di berbagai eselon termasuk kepala Sekolah. Walikota Pekanbaru, Firdaus ST,MT kembali akan melakukan mutasi bagi Kepala Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD)
Mutasi tersebut di sampaikannya saat acara mutasi bagi 124 Kepala sekolah eselon IV dan pengawas sekolah baru-baru ini.
“Mungkin akhir Maret 2013 ini kita akan melakukan mutasi kepala UPTD di Dinas, saat ini kita sedang mendata,” ungkapnya. (gus/ur)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Lagi, kos-kosan perumahan Jondul Baru dan jondul lama digerayangi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, Jumat (15/3 ) pagi pukul 09.30 wib. Sebanyak 42 penghuni kos-kosan diangkut ke kantor Satpol PP.
Dari 42 orang penghuni perumahan yang diduga tempat berbuat mesum yakni, 29 wanita dan 13 pria. Diantaranya kedapatan 3 pasang sedang berada di dalam kamar. Saat penggerebekan mereka juga tidak bisa menunjukkan identitas kependudukan Pekanbaru.
Termasuk seorang ibu muda, Agita (20) yang tengah hamil muda turut diangkut Satpol PP. Cerita Anggita, dirinya hanya menumopang di rumah sepupunya di Jondul baru dan belum memiliki KTP Pekanbru.
Katanya, sepupunya memiliki tiga petak kos-kosan di Jondul baru blok E No 3.
“Sepupu dan saya baru pindah dari Jakarta dua bulan lalu dan dia buka usaha kos-kosan, di sini ada tiga kamar,” tukasnya.
Komandan (Danki) II Satpol- PP Pekanbaru Poni Wahyudi, memimpin langsung proses pengrebekan di kedua lokasi perumahan Jondul mengaku untuk razia kali ini pihaknya menurunkan 2 pleton Satpol-PP.
“Kawasan yang menjadi target adalah jondul, di sana banyak kos-kosan. Saat kami tiba di Jondul baru dan lama, ada kos-kosan dua lantai yang terdapat 5-6 kamar di bawah dan di atas. Yang kami angkut hanya yang tidak punya KTP Pekanbaru. Ada juga yang kita angkut sedang berpasangan di dalam kamar,” ungkapnya.
Proses selanjutnya, 42 orang yang terjaring itu akan di data. Keluarga mereka akan di panggil untuk menjaminnya dan berjanji akan mengurus KTP Pekanbaru.
“Kalau ia seorang karyawan atau pegawai, kita minta pernyataan dari perusahaan dia bekerja,” tutupnya. (gus/den/ur)
Pekanbaru(SegmenNews.com)– Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru, kini dihuni sebanyak 1.585 warga binaan, sekitar 55 di antaranya narapidana dan tahanan kasus korupsi.
“Sebelumnya ada sebanyak 48 warga binaan yang tersangkut kasus korupsi, namun kemarin masuk tujuh tahanan titipan KPK. Jadi, jumlahnya menjadi 55 orang,” kata Kepala Pengamanan Lapas (KPLp) Kelas II A Pekanbaru, Bejo, di Pekanbaru, Jumat (15/3).
Tujuh tahanan kasus korupsi yang baru masuk pada Kamis (14/3) itu, katanya, seluruhnya anggota DPRD Riau, yakni Adrian Ali, Abu Bakar Siddik, Zulfan Heri, Syarif Hidayat, Tengku Muazza, Mohammad Roem Zein, dan Turoechman Asyari.
Mereka merupakan tersangka kasus dugaan suap revisi peraturan daerah terkait proyek-proyek Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012. (ant)
Dumai (SegmenNews.com)– Kampanye wisata malam sehat anti narkoba Walikota Dumai H Khairul Anwar ke salah satu lokasi hiburan malam, Minggu lalu akhirnya berdampak luas dan menuai kritikan negatif dari berbagai komponen masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Dumai, Eldar Afinta, Kamis (14/3) mengaku akan mengevaluasi program ini karena dianggap melegalkan praktek dunia malam yang identik dengan narkoba, alkohol dan seks bebas.
Eldar juga mengakui program kepariwisataan yang direncanakan pihaknya ini merupakan suatu kelancangan dan silaf pihaknya dalam membuat suatu program yang tidak mendapat dukungan masyarakat.
“Kami awalnya menilai ini merupakan sebuah terobosan baru dalam pengembangan dunia kepariwisatan Dumai dan mendukung tercapainya visi misi daerah sebagai kota pelayanan jasa pelabuhan dan tourism, namun karena menuai kritikan, wisata malam ini akan dievaluasi,” terangnya kepada wartawan.
Dia mengatakan, kedatangan walikota ke pub malam sebelumnya tidak direncanakan, namun karena kepala daerah menerima kunjungan kerja sejumlah kolega dan para jenderal dari Mabes Polri dan staf ahli dari Kementerian Informasi dan Komunikasi, maka langsung terpikir untuk mensosialisasikan wisata malam tanpa narkoba ke tempat hiburan malam.
“Walikota tidak berniat untuk melegalkan dugem sehat, namun justru berkeinginan agar seluruh komponen masyarakat menyamakan persepsi bahwa narkoba, seks bebas dan alkohol merupakan hal yang tidak dibenarkan,” terangnya.
Dia menerangkan, awalnya sosialisasi ini bertujuan untuk mengingatkan kaum penikmat dunia malam supaya tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan pemakaian obat terlarang dan menghindari hal yang dapat merusak kesehatan.
“Kita juga tahu bahwa Walikota baru pulang dari umroh dan sangat tidak mungkin beliau melegalkan dugem. Namun jika tempat hiburan tersebut telah melanggar aturan maka saya koordinasikan dengan instansi terkait untuk mencabut izinnya. Atas nama pemerintah kota Dumai, saya mohon maaf jika tindakan tersebut dianggap salah,” katanya.
Sementara itu, Plt Kabag Humas dan Infokom Setdako Dumai, Muhammad Wazir menjelaskan, upaya kampanye wisata malam ini merupakan kegiatan pemerintah dalam pemberantasan penyakit masyarakat (Pekat) dan perang terhadap narkoba.
“Sosialisasi wisata malam merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam upaya pemberantasan narkoba dengan berkampanye langsung di lokasi yang disinyalir atau berkonotasi tempat peredaran atau pengkonsumsian barang haram tersebut,” ujar Wazir. (hr/snc)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Sehubungan dengan semakin dekatnya pelaksanaan ibadah haji tahun 2013 yang diperkirakan akan berangkat pada bulan September, maka Kantor Kementerian Agama Kab Rohul melaksanakan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan ibadah haji, yang dihadiri oleh Kabid Haji Kanwil Kemenag Riau beserta para Kasi, dan pejabat Kemanag Rohul, serta Kepala KUA Kecamatan se Rohul, Kamis (14(3/2013) bertempat di aula Kemenag Rohul, Pasir Pengaraian.
Hadir dalam rapat tersebut adalah Kabid Penyelenggara Haji Kanwil Kemenag Riau, Drs H Abdul Aziz MM MA, Kasi Perjanalan Haji Defizon SKom, Kasi Pembinaan Jamaah H Asril SAg, Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Kasi Haji Kemenag H Elfalisman SAg, dan Kepala KUA Kecamatan se Rohul.
Rapat koordinasi dimaksudkan untuk menyamakan visi dan misi serta kesatuan langkah dalam melaksanakan dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada jamaah, sehingga para CJH dapat melaksanakan ibadah haji sesuai dengan syarat dan rukunnya dan diharapkan memperoleh predikat haji mabrur, tegas Kakan Kemenag.
Kabid Haji Kanwil Riau Drs H Abdul Aziz MM MA, menyatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji sangat ditentukan oleh pelaksanaan tugas dan koordinasi lintas sector yang baik yang dilakukan oleh pejabat Kementerian Agama, mulai dari tingkat pusat, Kanwil, Kab/Kota dan termasuk pada KUA Kecamatan.
Dikatakannya, JCH Riau setiap tahun sebanyak 5010 orang. Melayani JCH sebanyak ini bukanlah tugas yang mudah, sebab mereka belum pengalamanan menunaikan haji, pendidikan rata-rata SD, umur di atas 55 tahun, kebanyakan perempuan, belum pengalaman naik pesawat, dan bahkan ada yang tak pandai bahasa Indonesia.
Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan, bahwa daftar tunggu atau waiting list JCH Rohul sampai dengan saat ini adalah 4.412 orang dan porsi sudah penuh sampai dengan 2024. Jika mendaftar haji hari ini, maka diperkirakan paling cepat berangkat tahun 2014 atau bahkan 2015.
Ahmad Supardi mengharapkan, bagi JCH Rohul yang telah masuk porsinya tahun ini, agar mempersiapkan diri. Kuota JCH Rohul tahun ini 263 orang dan dapat dilihat daftar namanya pada Kantor Kemenag Rohul, atau pada KUA Kecamatan setempat, pada setiap hari kerja.
JCH Rohul diharapkan akan melaksanakan pra manasik haji sebanyak 8 kali pada KUA Kecamatan pada bulan April dan Mei yang akan datang. Setelah itu dilaksanakan manasik haji Kab Rohul. Diharapkan pada bulan September 2013 sudah terbang menuju Arab Saudi, tegas Ahmad.
penyerahan cendramata dari Ketua Komisi 4 DPRD Ogan Ilir ke Ketua DPRD Kabupaten Siak
Siak (SegmenNews.com)– Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Siak salah satu dari Kabupaten yang ada di Provinsi Riau ternyata mencadi acuan bagi Provinsi di Indonesia, salah satunya dibidang Pariwisata. Sehingga salah satu Provinsi di Indonesia yakni, DPRD Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan (Sumsel) berminat mempelajarinya.
Rombongan DPRD Kabupaten Ogan Ilir Sumsel langsung mendatangi Kabupaten Siak, Kamis (14/3/13) dalam kegiatan kunker.
Kunjungan mereka disambut baik Ketua DPRD Kabupaten Siak, Zulfi MUrsal,SH bersama anggota di ruang banggar, selain itu juga didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah raga Kabupaten Siak, Drs. Baharadin.
Ketua DPRD Siak Zulfi memaparkan profile tentang Kabupaten Siak bidang kepariwisataan, dan mengharapkan kunjungan Anggota DPRD Ogan Ilir ke Kabupaten Siak dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Ilir dalam mengembangkan kepariwisataan.
“Kabupaten Siak yang merupakan negeri Istana yang berazazkan Islami terus melakukan pengembangan sector kepariwisataan. Baik itu bidang seni budaya maupun tempat-tempat kepariwisataannya,” papar Zulfi.
Sementara itu Ketua rombongan DPRD Ogan Ilir Eko Sugianto selaku ketua Komisi 4 DPRD Ogan Ilir, sangat berterimakasih atas penyambutan yang dilakukan kepadanya dan 10 orang anggota lainya yang juga hadir di Kabupaten Siak. Dari exspos tentang Kabupaten Siak yang dipaparkan oleh Ketua DPRD Siak, Eko sangat takjub dengan perkembangan Kabupaten Siak dari berbagai sector.
Terkait Kepariwisataan, Eko berharap melalui pertemuan yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini, dapat mengadopsi tata cara dan ranperda yang diberlakukan Pemerintah Daerah untuk mengembangkan Kepariwisataan sehingga dapat menjadi sumber PAD.
Kunjungan yang dirangkai dengan kunjungan ke Istana Siak, Mesjid Syahbuddin, dan tempat-tempat pariwisata lainnya juga didampingi ketua DPRD Siak ini guna melihatiwisata secara langsung apa saja sector pariwisata yang dikembangkan Pemerintah Siak. (rinto)