Beranda blog Halaman 2969

Di Siak, 4 Kubik Kayu Olahan Disita

BB 4 kubik kayu olahan tanpa dokumen (1)

Sei Apit (SegmenNews) – Polres Siak melalui Polsek Sei Apit, Selasa (26/2/13)
menangkap 5 orang tersangka ilegal logging. Dan barang bukti sebanyak
4 kubik kayu olahan tanpa dokumen disita. Penangkapan tersebut
dipimpin langsung Kapolsek Sei Apit AKP Ali Azhar.

5 orang tersangka membawa atau mengangkut kayu olahan tanpa dokumen di
pelabuhan nelayan, Desa Sungai Kayu Ara Kecamatan Sungai Apit yakni,
Armasyah (40), Ridwan (21), Sinar (26),dan Samsurizal (23).

Keterangan Kapolres Siak AKBP S.Putut Wicaksono melalui Kasubag Humas
AKP R.Simamora, membenarkan adanya penangkapan 5 orang tersangka
ilegal logging di Kecamatan Sei Apit. Dan saat ini masih dalam proses
penyidikan.

“Sesuai laporan Kapolsek Sei Apit, bahwa saat ini telah ditangkap 5
orang tersangka ilegal logging dan barang bukti 4 kubik kayu olahan
tanpa dokumen diamankan. Saat ini para tersangka masih diperiksa,”
urai Kasubag.

Pemeriksaan mereka sementara ini bahwa kayu tersebut rencananya akan
dibawa dari Pulau padang menuju Desa kayu ara dengan menggunakan rakit
dan ditarik menggunakan kapal pompong.

Sementara barang bukti diamankan berupa 1 unit kapal pompong dan 4
kubik kayu olahan tanpa dokumen, saat ini para tersangka ditahan di
sel Mapolsek Sei Apit guna proses hukum selanjutnya. (rinto)

Kejari Siak Stor Ke Kas Negara Rp 852 juta

Siak (SegmenNews)- Kurun waktu satu tahun di tahun 2012 lalu,
Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak telah melaksanakan putusan pengadilan
tentang barang bukti sitaan untuk negara. Hasil pelelangan yang
dilakukan KPKLN, telah terkumpul Rp 852.378.798 dan telah distorkan ke
kas negara.

Untuk proses pelelangan untuk barang bukti kayu, Kejari Siak
berkerjasama dengan Dinas Kehutanan, dan untuk barang bukti mobil atau
kendaraan bekerjasama dengan Dinas Perhubungan untuk uji fisik dan
Disperindag untuk ketentuan harga.

Adapun rinciannya yakni pendapatan negara bukan pajak, di 2012, Barang
rampasan Rp 650.835.900, hasil sitaan Rp 14.608.000, pendapatan sewa
tanah dan bangunan Rp 7.590.000, hasil denda tilang Rp 18.297.500,
ongkos perkara Rp 18.297.500, persekot uang muka gaji Rp 3.340.338,
dengan total keseluruhan sebesar Rp 852.378.798.

Selasa (26/2/13), keterangan Kajari Siak Zainul Arifin didampingi
Kasubag Bin Darmauli Nababan, bahwa pihaknya telah melakukan
pelelangan atas barang bukti sesuai putusan pengadilan disita untuk
negara.

“Dalam putusan hakim, bahwa barang bukti disita untuk negara, jadi
Kita sudah melakukan pelelangan atas barang bukti itu melalui KPKLN.
Pelelangan sesuai prosedur yang berlaku, total keseluruhan dana yang
terhimpun yakni Rp 852.378.798,” ungkapnya Zainul. (rinto)

KPK Kecolongan, Arsip Keuangan “Diselamatkan”

arsip

Pekanbaru (SegmenNews)-Komisi Pemberantasan Korupsi diduga kecolongan
dalam penggeledahan di Kantor Gubernur Riau Senin (25/2). Pasalnya,
sejumlah arsip keuangan di Sekretariat Keuangan Pemprov Riau telah
lebih dulu diambil dan diamankan sejumlah orang sebelum KPK
menggeledah tempat tersebut.

“Sebelum KPK datang ke ruangan Sekretariat Keuangan untuk menggeledah
arsip-arsip, pegawai telah lebih dulu mengamankannya,” kata seorang
saksi mata, Selasa (26/2).

Seorang warga berhasil merekam kegiatan pemindahan arsip-arsip dari
ruang keuangan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Riau ke dalam
mobil Avanza bernomor polisi BM 1721 JM, seketika meluncur tanpa
diketahui tujuannya.

Dari rekaman video tersebut, tampak sejumlah pegawai kebersihan dan
staf administrasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Riau membantu
mengangkat sejumlah arsip tersebut.

Ketua Tim Penyidik KPK, Kristian, mengaku tidak mengetahui adanya
pemindahan arsip keuangan dan administrasi Sekretariat Daerah
Pemerintah Provinsi Riau.

“Kami belum mendapat informasi itu dan akan kami lacak kebenarannya,” kata dia.

Ditanya apakah ada arsip yang dibutuhkan namun belum ditemukan saat
penggeledahan pada Senin (25/2) lalu, penyidik mengaku belum melakukan
verifikasi detail.

“Nanti akan dilakukan verifikasi, dan yang kurang tentunya akan
dicari,” katanya.

Saat ini tim penyidik KPK juga tengah memeriksa sejumlah berkas kasus
korupsi PON Riau di Ruang Visualisasi Tugas Keplisian pada Kompleks
Sekolah Polisi Negara (SPN) di Pekanbaru.

Selain memeriksa arsip-arsip Sekretariat Daerah, penyidik KPK juga
memeriksa sejumlah anggota DPRD Riau terkait kasus dugaan suap
penyelenggaraan PON dan kasus kehutanan Pelawan, Riau. (ant/snc)

Atasi Krisis Listrik, Bupati Rohul Mou dengan USAID-ICED

100_3494

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Untuk mengatasi krisis listrik di
Kabupaten Rokan Hulu, Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi menyetujui
kerjasama dengan pihak USAID-ICED untuk mngelola limbah Perusahaan
Kelapa sawit (PKS) menjadi energi listrik.

Bupati meneken Memorandum Of Undrestanding (MoU) dengan project team
United  State Agency International  Develovment-Indonetion Clean
Energy Develovment (USAID-ICED) from the American people di rumah
dinas Bupati, Selasa (26/2/2013).

Pada ekspos dan MoU pengembangan dan pemanfaatan limbah kelapa sawit
seperti Biomas dan biogas. USAID-ICED menilai pemanfataan potensi SDA
di Rohul sangat berlimpah. Seperti 29 PKS menurutnya sudah bisa
dimanfaatkan untuk energi terbarukan, apalagi pada tahun ini, rencana
akan dibangun lagi 5 PKS baru.

Potensi PKS dinilai sangat potensial jika limbahnya dikelola maksimal
untuk pengembangan energi biomasa dan biogas. Apalagi selama ini,
kendala energi menjadi persoalan daerah. Limbah yang di manfaatkan
seperti limbah, cangkang sawit, batang sawit, pelepah, serat.

Untuk pemanfaatan limbah, Dinas Pertambangan dan Enegri (Distamben)
Rohul telah susun pilot project pemanfataan limbah PTPN V yang
diperkirakan menghasilkan daya listrik sekitar 1 Mega Watt.

Dengan konsep USAID-ICED, seluruh limbah dapat dikelola menjadi sumber
energi terbarukan dan ramah lingkungan. Pemkab Rohul diminta mendukung
moril dan materil program itu sehingga target project dapat
diaplikasikan.

Senior Projek USAID-ICED, Yohanes mengatakan Kabupaten Rohul sangat
kaya dalam konteks SDA untuk potensi pengembangan energi listrik, tapi
semua stake holder perlu membangun kerjasama agar program terlaksana.

Bupati Rohul Achmad, MSi menyambut positif adanya kesepahaman dengan
USAID-ICED dalam pengelolaan energi terbarukan. Dia minta itu tidak
hanya dalam konteks MoU, tapi aksi harus dipercepat, apalagi krisis
energi listrik menjadi kendala besar selama ini.

Diakui Achmad, program pengembangan energi terbarukan adalah program
yang paling ditunggu-tungu masyarakat apalagi krisis energi listrik
telah menjadi kendala dunia termasuk krisis pangan dan krisis moral
atau kepercayaan.

Achmad mengaku pihaknya siap mendukung program tersebut apalagi sejak
dimekarkan dari Kabupaten Kampar pada 1999 silam, krisis listrik masih
menjadi pekerjaan rumah pemerintah dalam menyediakan ketersedian
energi.

Mengingat energi listrik sering mengalami desvisit, dia berharap 29
PKS yang ada di Rohul diberdayakan sebagai penyumbang sumber energi
terbarukan dalam upaya mengatasi krisis listrik.(adv/humas)

BPK Audit Bendahara SKPD di Rohul

100_3491

Rokan Hulu (SegmenNews)- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Riau
mengaudit administrasi aset, penyusunan anggaran tahun 2012 terhadap
seluruh bendahara di setiap SKPD se-Rokan Hulu.

Pemeriksaan administrasi bendahara tahun 2012 lalu tersebut dilakukan
mulai ini hingga tanggal 26 Maret 2013 mendatang. Walaupun seminggu
yang lalu pihak BPK telah memberitahukan untuk SKPD mempersiapkan
administrasi dan Arsip, namun hanya beberapa SKPD yang telah
mempersiapkannya.

Hal itu terungkap saat pertemuan BPK dengan Wabup Rohul, Ir Hafith
Syukri MM beserta seluruh bendahara dan Kadis, kepala badan di
lingkungan pemerintahan Pemkab Rohul, bertempat di aula rapat kantor
Bupati lantai III, Selasa (26/2/2013).

Dengan nada kesal, Wabup kembali memperingatkan SKPD terkait belum
selesainya administrasi di Bendahara, padahal pemeriksaan itu
dilakukan tiap tahun, namun hingga saat ini belum selesai.

“Pemeriksaan penyusunan administrasi anggaran dilakukan setiap tahun,
kenapa yang lain bisa?, kenapa ada yang tidak,” cetus Wabup.

Sementara itu, dalam sambutannya, ketua tim audit BPK, Andri Yanto
menyampaikan, hingga Maret mendatang pihaknya akan fokus pemeriksaan
sistem pengendalian pengguna anggaran, Pemeriksaan kas terkait dengan
bendahara, Kadis, badan.

Bendahara akan menjalani pemeriksaan secara berdialog. “Jangan takut
kita hanya berdialog, kita santai saja,” ucap Andri.

Sebagai bahan tambahan selama menjalankan tugas di Kabupaten Rokan
Hulu, tim BPK akan berkantor di DPPKA Rokan Hulu. (ran)

 

Disnaker Berikan 11 Perusahaan Penghargaan Zero Accident

harrisPelalawan (SegmenNews)- Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pelalawan memberikan penghargaan zero accident terhadap 11 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan.

Penghargaan tersebut diserahkan Bupati Pelalawan HM Harris, Senin (25/2) pada acara Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional.

Penghargaan itu didasari dari penilaian di tahun 2012 lalu. Perusahaan yang mendapatkan penghargaan zero accident, adalah, PT Cipta Daya Sejati Luhur, di Bandar Seikijang, PT Truba Jaya Engineering, PT Inti Indosawit Subur di Ukui, PT MUP di Langgam, PT Pusaka Megah Bumi Nusantara di KM 54, PT RMP Bentu LTD Langgam.

Kemudian PT Sinar Agro Raya, di Desa Kiyap Jaya, PT SLS di Pangkalan Lesung, PT Gandaera Hendana di Ukui, PT Sarikat Putra di Pangkalan Kuras dan PT Surya Bratasena.

Bupati mengatakan, berdasarkan laporan dari International Labour Organization (ILO), suatu badan yang menangani buruh dan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), setiap harinya ada sekitar 6.000 kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban fatal.

Sementara di Indonesia sendiri, setiap 100.000 tenaga kerja terdapat 20 orang fatal akibat kecelakaan kerja.

“Berpijak pada data itu, maka tingkat keparahan kecelakaan kerja di seluruh dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya masih cukup tinggi,” imbuhnya. (*/hs/rtc/snc)

KPK Sita 4 Dus Berkas dari Rumdis Gubri

rumdis rusli

Pekanbaru (SegmenNews)- Usai menggeledah rumah dinas Gubernur Riau HM Rusli Zainal di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Senin (25/2) sekitar pukul 15.05 WIB. Sebanyak empat kardus berkas diangkat oleh tim penyidik KPK.

Penggeledahan tersebut mendapat pengawalan ketat dari Brimob Polda Riau yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB.

Pantauan di lapangan, penyidik KPK membawa empat kardus yang diduga berisi berkas sitaan dari rumah dinas gubernur. Tanpa ada sepatah katapun, dari penyidik meninggalkan lokasi penggeledahan dengan pengawalan ketat.

Biro Hukum juga Digeledah

Usai menggeledah di ruang kerja Gubernur Riau, HM Rusli Zainal, penyidik KPK langsung menuju Biro Hukum sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam penyelidikan ini, para jurnalis juga tidak bisa meliput karena dijaga Brimob.

Ketika keluar dari ruang Gubri, penyidik KPK tidak terlihat membawa berkas apapun. Hanya tas ransel yang memang sudah dari awal berada dipunggung mereka.

Tak lama berselang, sekitar 8 orang tim KPK yang baru saja selesai menggeledah rumah Gubri turut mendatangi Biro Hukum. Dalam tim ini ada seorang perempuan berjilbab putih.

Selang tiga menit, penyidik yang memeriksa ruang Sekda juga turut bergabung di lantai enam (ruangan Biro Hukum, red)

Sebelum Pulang, KPK Kembali Datangi Ruangan Sekdaprov Riau. Tim Penyidik KPK kembali mengeledah ruangan Sekdaprov Riau, Wan Syamsir Yus, Senin sore.

Ruang Sekdaprov Riau itu dua kali digeledah KPK. Diruangan itu awalnya, KPK memulai pengeledahan sebelum melakukan menggeledah ruangan lainnya.

Tak banyak keterangan yang didapat dari KPK dari penggeledahan itu. HN Cristianto, salah seorang penyidik menyebutkan, semuanya belum selesai.

“Semuanya, tapi belum selesai. Tunggu dululah,” katanya. (kpc/snc)

Julia Perez Resmi Buron

juliaSegmenNews.com- Perkembangan kasus Julia Perez telah mencapai titik puncak. Pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Timur telah menyatakan bahwa artis yang biasa disapa Jupe tersebut resmi menjadi buron setelah dua kali tak indahkan panggilan.

“Secara formal kami menunggu sampai jam 4. Tapi kalau ada itikad baik datang di luar jam kerja itu kami hargai,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Andi Herman di kantornya, Senin (25/2).

Menurut Andi, pihak Jupe seolah tidak mengindahkan pemanggilan dari pihaknya. “Jadi berkenaan dengan perkara atas nama terpidana Julia Rahmawati atau Jupe, sesuai dengan surat panggilan kita, yang bersangkutan telah dipanggil sebanyak 2 kali,” lanjutnya.

Andi pun kemudian menceritakan kronologisnya,”Pertama kami panggil hari Jumat (15/2), ternyata tidak ada informasi soal ketidakhadirannya. Panggilan kedua sudah kita layangkan untuk datang pada hari ini Senin (25/5), sampai saat ini belum ada konfirmasi dari yang bersangkutan,” imbuhnya.

Pihak kejaksaan pun berpendapat bahwa panggilan kedua tidak diindahkan oleh yang bersangkutan. “Karena tidak diindahkan tentu saja kami mengganggap bahwa Itikad baik yang kami coba tawarkan ternyata tidak dimanfaatkan. Sehingga apabila hari ini tidak hadir, maka sejak itu dinyatakan buron,” tandasnya. (kpc/snc)

Polisi Garuk Pelaku Curas Antar Provinsi

TKS Jambret Bernando Sitinjak dan Marison SialanganPangkalan Kerinci (SegmenNews)- Sepandai-pandai tupai melompat akhirnmya jatuh juga, mungkin pepatah inilah yang cocok bagi pelaku pencurian dengan kekerasan ini. Setelah berhasil beraksi di berbagai Provinsi namun akhirnya tertangkap juga.

Tiga pelaku Curas tersebut yakni, Bernando Sitinjak (27) warga Perumahan Taman Anugrah Batam, Marison Sialang (22) warga Desa Bagan Jawa, Kecamatan Bangko, Rohil dan Jojoran Sinaga (28) warga Pangkalan Kerinci, Pelalawan.

saat ini mereka mendekam di hotel prodeo Mapolres Pelalawan. Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, ketika dikonfirmasi, melalui Kasat Reskrim AKP Bimo Ariyanto SH SIK mengungkapkan bahwa ketiga tersangka saat ini masih dalam pengembangan kasusnya.

Cerita Kasat reskrim, penangkapan tersebut bermula adanya laporan pasangan suami istri (Pasutri), Monang serta istri Murniati yang menjadi korban penjambretan.

Monang dan istri berangkat dari rumahnya di Jalan Jambu, Pangkalan Kernci ke pasar Baru Pangkalan Kerinci untuk berjualan, Kamis (7/2) subuh sekitar pukul 04.50 WIB dengan mengendarai sepeda motor.

Namun ditengah perjalanan tiba-tiba dipepet dua pria tidak dikenal yang langsung merampas tas yang disangang oleh Muniarti. Walau sempat melakukan perlawanan tapi kalah tenaga hingga tas berisi uang tunai sebesar Rp23 juta dan perhiasan emas, dengan total kerugian sekitar Rp100 juta.

Atas kejadian korban langsung melapor ke Polres Pelalawan, menyikapi hal itu Tim Opsnal Polres Pelalawan langsung di kerahkan ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. Berkat kerja keras tim Opnal Polres Pelalawan dibawa pimpinan Kanit Opnal Ipda Yoyok Iswandi SH berhasil menangkap tersangka Jojoran Sinaga, di kota Kerinci, Rabu (20/2) lalu.

Dari pengakuan Jojoran bahwa dirinya hanya bertugas sebagai pengambar sasaran yang akan dijambret, sedangkan eksekutornya adalah Bernando bersama Marison. Tetapi usai mebagi hasil jambretanya mereka langsung kabur. Selang beberapa hari kemudian dua rekan tersangka itu terdeteksi berada di Batam, Kepulauan Riau.

Mendapat informasi keberadaan dua pelaku jambret antar provinsi itu, tim Opsnal Polres Pelalawan langsung terbang ke Batam untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka. Alhasil tersangka Bernando ditangkap di Batu AJi Batam, sedangkan rekannya Marison di Batam Center, Kamis (21/2) lalu.

Setelah berhasil menangkap kedua tersangka, polisi juga berhasil menyita barang bukti (BB) satu unit sepeda motor Suzuki Smas, satu buah cincin emas 24 karat, dua koper tas berisi baju, kipas angin, dan uang tunai sebesar Rp10 juta yang diduga dari hasil kejahatan ikut dibawa ke Mapolres Pelalawan yang tiba Jumat (22/2) sore.

Sedangkan dari pengakuan tersangka Jojoran bahwa kedua rekannya itu sengaja datang ke Pangkalan Kerinci untuk menjambet, tapi baru sekali beraksi di Pangkalan Kerinci sudah keburu ditangkap, sementara kemungkinan tersangka Bernando terlibat aksi dibatam dan Marison di Rohil, kini masih terus dikembangkan oleh tim penyidik Sat Reskrim Polres Pelalawan.(dn/rz)

Di Siak, PRT Gantung Diri di Dapur Majikan

gantung diriKoto Gasib (SegmenNews)- Dedeh (16), Seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT), Senin (25/2/13) sekitar pukul 12.30 WIB, ditemukan tewas tergantung di dapur rumah majikan Alfian Desa Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Siak. Sebelumnya korban sempat menuliskan sepucuk surat tak tahan hidup bertuliskan ‘Teh Dedeh sudah tidak tahan hidup Lagi’, saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan jajaran Polres Siak yakni Polsek Lubuk Dalam.

Dalam kasus ini diketahui bahwa korban pertama kali ditemukan majikannya yakni Alfian, saat itu Alfian tengah pulang membeli nasi, dan melihat korban dalam posisi tergantung di dapur rumahnya. Alfian saat itu mencoba untuk menolong dan membukan tali yang terikat di leher korban. Namun sayang nyawa korban sudah tidak ada lagi.

Setelah itu Alfian memberitahukan kejadian itu ke kepihak kepolisian terdekat yakni, Subsektor Koto Gasib, dan setelah beberapa lama anggota kepolisian langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan proses penyelidikan, dengan tahap awal.

Di TKP, polisi menemukan sepucuk surat namun surat itu tidak menerangkan penyebab atau alasan korban untuk nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali jemuran.

Keterangan Alfian ketika di jumpai di TKP menyebutkan bahwa selama bekerja di rumahnya tidak ada tanda-tanda masalah.”Koraban sudah bekerja selama 3 bulan di rumah, membantu menjaga serta mengasuh anak” terang Alfian.

Ditambahkan Alfian bahwa,”Sewaktu tadi pagi hendak berangkat kerja masih baik-baik saja tidak ada tanda-tanda akan seperti ini” ujar Alfian.

Kapolsek Lubuk Dalam AKP Fridolin Nababan Melalui Kanit reskrim Aiptu Fajri menerangkan bahwa, sementara kuat dugaan korban mati karena gantung diri, dan itu di lihat dari kondisi fisik korban.

“Saat ini sedang dilakukan identifikasi terhadap korban, sementara diduga korban meninggal karena ada permasalahan pribadi itu terlihat di temukannya sepucuk surat ” ungkap Fajri.

Untuk kepentingan penyelidikan lanjut polisi memeriksa semua saksi, termasuk pemilik rumah. (rinto)