Beranda blog Halaman 2977

Antisipasi Kenakalan Remaja, Camat dan MUI Gelar Seminar

Zainal Abidin, M.Si. (Camat Kerinci Kanan)
Zainal Abidin, M.Si. (Camat Kerinci Kanan)

Siak (SegmenNews.com) – Untuk mengatisifasi kenakalan remaja yang saat ini sudah diambang batas direncanakan Pemerintahan kecamatan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan kerinci kanan mengadakan seminar untuk pencegahan kenakalan remaja pada umumnya di kecamatan Kerinci Kanan, yang pada saat ini semakin tinggi dan perlu adanya sosialisasi dari berbagai aspek dan berbagai pihak untuk mencegah maraknya kenakalan remaja di kecamatan kerinci kanan.

Menurut keterangan Camat Kerinci Kanan Zainal Abidin,S.STP.Msi mengatakan Jum at (8/3) “Ya kita mempunyai rencana untuk mengadakan seminar yang akan bekerjasama dengan pengurus MUI kecamatan Kerinci Kanan, yang kita undang nantinya seluruh remaja dan siswa yang ada di kecamatan kerinci Kanan dikarenakan banyak sekali remaja yang saat ini sudah salah kaprah dalam pergaulan sehari-hari “terang.Untuk mengatisifasi hal yang akan merusak para remaja. Makanya kita akan mengadakan seminar sehari di kecamatan kerinci kanan yang akan mendatangkan nara sumber dari pengurus MUI itu sendiri.

Yang sangat marak yang sering terjadi kepada remaja pada saat ini, iyalah pengunaan narkoba, pergaulan bebas yang sering terjadi pada remaja yang sudah sangat marak sekali.

“Maka dari itu untuk pencegahan sejak dini kita mengadakan seminar dan penyuluhan tentang narkoba dan pergaulan bebas yang sangat berbahaya pada saat ini. Dikataka olehnya, disamping itu diharapkan kepada orang tua peran serta untuk lebih menjaga anaknya agar tidak terjerumus dari perbuatan yang tidak di inginkan kita bersama.”(adv)

14 Tahun Kabupaten Madina, Mantapkan Pembangunan & Ciptakan Keharmonisan

hutmadina1

Madina (SegmenNews.com) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai memasuki umur 14 tahun sejak berdiri tepatnya pada tanggal 09 Maret 1999 lalu. Maka semakin dewasalah umur kabupaten Madina yang dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Akan tetapi, hingga saat ini dilema persoalan masih terus muncul baik dari masyarakat, maupun pemerintah itu sendiri sehingga Madina diharap mampu mengungguli kabupaten/kota lain yang ada di Sumatera Utara (Sumut)
Memang diakui hingga saat ini persoalan yang menjadi dilema terus di lakukan pembenahan, dengan melakukan pendekatan kembali kepada masyarakat untuk menyahuti apa sebenarnya yang terjadi dan di inginkan oleh masyarakat saat ini.
Seperti diketahui, setiap Kepala Daerah tersebut tidak ada yang tidak memiliki persoalan, dan bila persoalan yang muncul baik dari dalam maupun datangnya dari masyarakat dapat dituntaskan dengan baik, maka pembangunan akan dapat dilaksanakan dengan baik. Soalnyam tanpa dukungan dari masyarakat, pembangunan yang telah diprogramkan pemerintah tidak akan dapat terlaksana.
Diketahui bahwa pemerintah berharap dan meminta dukungan kepada seluruh elemen masyarakat serta, pemangku kepentingan untuk saling bahu-membahu besama menjaga ketentraman masyarakat dan menghilangkan sifat yang mencurigai, dipastikan akan terwujud satu kesatuan dan satu langkah untuk membangun Kabupaten Madina yang kita cintai ini.
Perubahan pembangunan yang saat ini mulai terlihat di segala sektor bidang, terutama sektor kesehatan yang sudah dialokasikan Pemkab Madina bagi masyarakat yang belum memperolah atau menikmati layanan Jamkesda dan Jamkesmas, maka untuk tahun 2013 ini dengan berbentuk kartu sehat yang akan dibagikan, tidak lama lagi masyarakat akan dapat merasakan layanan berobat di RSUD dengan mempergunakan kartu sehat tersebut, dan ini merupakan langkah yang positif yang diambil Bupati Madina M Hidayat batubara SE.
Di ketahui selama ini masih banyak pasien yang mengeluh meskipun memiliki kartu Jamkesmas, masih tetap dikenakan biaya meskipun tidak terlalu mahal dan yang menjadi pertanyaan mengapa masih dikenakan biaya administrasi, sementara pemerintah telah menjamin berobat itu gratis.
Permasalahan itu juga ditambah lagi dari buruk dan belum memuaskannya pelayanan bagi pasien. Ini yang harus menjadi perhatian serius bagi Bupati Madina agar persoalan berobat gratis ini dapat dituntaskan dengan tidak di kenakan biaya lagi.
Bupati Madina M Hidayat Batubara SE bersama SKPDnya, terus melakukan lobi-lobi anggaran di pemerintahan pusat agar anggaran yang ada di pusat tersebut, dapat dibangunkan di Kabupaten Madina dan ini tidak terlepas dari peran serta DPRD.
Para Alim Ulama serta pemangku kepentingan untuk pembangunan Kab Madina, masyarakat memang tidak melihat begitu sulitnya untuk medapatkan anggaran tersebut demi kepentingan masyarakat Madina, namun belakangan ini bermunculan persoalan yang sengaja di hembuskan oleh Oknum-oknum yang tidak mau kab.
Madina ini damai, aman dan sejahtera, serta para oknum tersebut tidak memikirkan dampak yang di timbulkan akibat perbuatan yang merusak tatanan pemerintah yang saat ini begituh gigih untuk mencari anggaran guna dapat nantinya di bangunkan untuk kepentingan masyarakt itu sendiri.
Dalam persolan ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak mengikuti langkah-langkah yang merusak tatanan hidup bermasyarakat.
Masyarakat yang ada di Kabupaten Madina diharap dapat menghargai perjuangan Bupati Madina M Hidayat Batubara SE, bersama Wakil Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution yang telah bersusah payah untuk mendapatkan anggaran atau memperjuangkan pembangunan di kabupaten Madina dengan cara menjalin hubungan yang harmonis sesama masyarakat, serta bahu-membahu dan menghilangkan sifat yang mencurigai agar tercapainya Kabupaten Madina yang Madani dan jauh dari keterpurukan agar Madina menjadi aman sejahtera.
Terlepas dari hal tersebut, tidak ada niat yang buruk pimpinan daerah tersebut untuk menghancurkan masyarakatnya sendiri, maka dengan itu mari kita sama-sama menghargai apa yang telah mereka perbuat di Kabupaten Madina ini dan itu semua tidak terlepas untuk meningkatkan perekonomian masyarakat
Banyak perubahan yang telah ditorehkan Bupati Madina M Hidayat Batubara SE yang lansung menyentuh kepada masyarakat pedesaan. Dengan cara melakukan pembangunan guna memudahkan masyarakat yang ada di pedesaan untuk mangakses kepentingan yang ada di desa, dan memudahkan masyarakat itu sendiri untuk menjual hasil pertaniannya ke pusat pasar yang lebih dekat karna selama ini yang menjadi kendala infrastruktur jalan.Dengan demikian, diharapkan perekonomian masyarakat semakin meningkat.
Bukan itu saja, masyarakat di Kabupaten Madina tidak lagi menjadi masyarakat yang mudah terprovokasi olah segelintir oknum demi kepentingan pribadinya.
Jadilah masyarakat yang dapat menghargai perjuangan Bupati Madina dan siap menerima perobahan pembangunan yang lebih baik kedepan karena dengan perubahan Kabupaten Madina menjadi kabupaten yang masyarakatnya bermartabat.
Di sektor pendidikan, Pemkab Madina terus melakukan langkah-langkah yang dapat nantinya membawa perobahan yang lebih baik, langkah yang diambil Pemkab Madina itu diharap mampu memajukan pendidikan di Madina.
Pemkab Madina telah memberikan bantuan kepada siswa SMA sederajat setiap bulannya sebesar Rp50.000 dan memberikan biaya siswa bagi mahasiswa yang berprestasi sebanyak 185 orang dengan besaran lima juta rupiah setiap mahasiswa yang berprestasi.
Di samping itu Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal juga memberikan bantuan seragam sekolah bagi siswa SD, SMP, SMA dan SMK. Ini bertujuan agar para anak didik yang alasanya tidak mampu untuk membeli seragam sewaktu ingin sekolah telah di sediakan oleh pemerintah, sehingga ke depanya tidak ada lagi anak yang putus sekolah.
Sementara di sektor perkebunan yang hingga saat ini masyarakat yang berada di wilayah pantai barat, terus mengalami pembodohan yang dilakukan oleh perusahaan yang mana lahan milik masyarakat diklaim oleh perusahaan menjadi milik perusahaan, bukan itu saja salah satu contoh Kopersi pengembangan Universitas Sumatera Utara (KP USU-Red) yang saat ini sudah 12 tahun lebih masyarakat sekitar menjadi korban pembodohan oleh KP USU, namun ketika persoalan ini mencuat dan diproses secara hokum, masyarakat tersebut tersudutkan dengan dimenangkanya KP USU.
Akan tetapi, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Madina terus melakukan upaya hukum agar masyarakat yang berada di wilayah KP USU tersebut mendapatkan haknya sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. Semoga masyarakat mendapatkan haknya karena masyarakat sekitar tegolong masyarakat miskin kapan meraka bisa sejahtera kalau perusaan terus melakukan pembodohan. Dan Bupati Madina dalam hal ini di minta agar terus melakukan upaya-upaya untuk mensejahterakan masyarakat sekitar KP USU tersebut.
Sektor pertanian yang saat ini terus di lakukanya pembenahan untuk pertumbuhan perekonomian masyarakat terus melakukan upaya-upaya agar masyarakat melalui kelompok tani dapat melaksanakan program pemerintah, dan belakangan ini pemerintah Pemkab Madina melalui Dinas Pertanian (Distan) Madina, mencoba melakukan tanaman muda sayur mayur dan ini tujuanya untuk menutupi kekurangan sayur mayur di sana.
Karena, selama ini kebutuhan sayur mayor banyak didatangkan dari luar Kabupaten Madina, dalam hal ini sudah jelas pihak pemkab ingin memajukan masyarakatnya dari segala sektor, agar pertumbuhan ekonomi terus membaik dengan memperingati HUT Madina ke 14. Mari kita ciptkaan keharmonisan sesama agar percepatan pembangunan dapat di laksanakan tampa ada kendala.(hoc/dn)

Rumah Warga di Duri Diobrak Abrik Gajah Liar

rumah warga di amuk gajahDuri (SegmenNews)- Kawanan gajah liar kembali memasuki kawasan perkebunan dan pemukiman warga di Jalan Tegal Sari Ujung, RT 1 RW 20, Kelurahan Air Jamban Duri, Selasa malam (6/3) kemaren.

Sekitar 20 hektare perkebunan luluh lantak. Sementara tiga rumah pondok yang berada di kawasan perkebunan itu juga porak poranda.

Sutarto (70), pondoknya hancur diamuk kawanan gajah mengaku ketakutan ketika kawanan gajah mengepung rumah semi permanen yang berada di tengah kebun ubinya. Sutarto yang tinggal sendiri di pondok itu tak tidur semalaman lantaran belasan kawanan gajah liar mengelilingi pondoknya.

“Kawanan gajah itu awalnya datang Senin malam (7/3). Saya sendiri dipondok. Terdengar bunyi krasak krusuk diluar. Saya jerit siapa di luar. Ketika saya senter, ternyata kawanan gajah. Saya ketakutan,” ujarnya.

Karena posisinya terkepung di tengah pondok, Sutarto tak bisa keluar sama sekali. Dia takut jika lari menyelamatkan diri, malam menjadi korban amukkan gajah itu.

“Semalaman saya tak tidur dan terus zikir. Subuhnya baru mereka pergi dan saya bisa keluar ambil wudhuk sholat subuh,” ujar lelaki tua yang masih kuat bertani itu.

Saat dilihat keluar, ternyata lahan pertaniannya sudah luluh lantak. Sutarto pun terpaksa pasrah dan tak berani bermalam lagi di pondoknya.

“Karena takut berada dipondok. Selasa malam saya pergi ke rumah minantu. Pas paginya (Rabu-red) kembali kesini, pondok sudah hancur. Ubi yang sudah dipanen habis dimakan,” jelas Sutarto.

Ternyata tidak hanya lahan Sutarto yang diporak porandakan kawanan gajah itu. Lahan pertanian warga lain yang berisi jeruk, mangga, pisang, ubi juga habis diporak-porandakan. Sepanjang areal yang diporak porandakan itu tercium bau menyengat kotoran gajah yang berceceran di sana sini.

“Ini amukkan terparah yang terjadi. Sebelumnya kawanan gajah ini masuk juga, tapi tak terlalu merusak. Namun kali ini lahan pertanian diratakan. Kami rugi total,” ujar Edi warga tempatan.

Karena amukkan gajah sudah sangat membahayakan, warga mengaku takut berada di kawasan itu. Mereka hanya bisa berharap agar pihak terkait turun tangan hingga amukan gajah itu tak terulang lagi.

“Kami berharap ada perhatian dari pihak terkait. Kerugian yang kami derita cukup banyak. Termasuk keselamatan jiwa,” harap Edi. (hr/snc)

Bupati Siak Tutup MTQ Kecamatan, Perawang Juara Umum

Bupati Siak Serahkan piagam pemenang MTQ KecamatanSiak (SegmenNews.com)- Panitia penyelenggara Musyabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XI Tingkat Kecamatan Tualang akhirnya mengumumkan bahwa Kelurahan Perawang mendapatkan nilai tertinggi, sehingga dinobatkan sebagai juara umum. Hasil akhir perlombaan itu disampaikan pada acara penutupan MTQ XI Tingkat Kecamatan Tualang di halaman Perumahan BTN Pinang Sebatang Barat, Rabu malam (6/3).

Penutupan MTQ Kecamatan Tualang ditandai dengan pemukulan beduk oleh Bupati Drs. H. Syamsuar, M.Si didampingi Camat Tualang Zulkifli, S.Sos dan unsur Upika serta anggota DPRD dapil Tualang.

Bupati Siak mengatakan, dengan telah diselenggarakannya MTQ, maka diharapkan mampu menambah kegairahan umat Islam untuk mengkaji, mempelajari, membaca dan memahami serta mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Mari kita jadikan MTQ ini sebagai momentum untuk melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap Qori/Qoriah, Hafidz/Hafidzoh, serta semua cabang lainnya demi mempersiapkan peserta MTQ ditingkat selanjutnya”, kata Bupati.

Disamping itu Bupati Siak mengajak umat muslim untuk mengimplementasikan magrib mengaji ditengah masyarakat. “Hendaknya kesempatan ini digunakan oleh guru mengaji untuk mengajarkan anak-anak yang belum bisa membaca dan menulis huruf Al Qur’an di masjid, begitu juga kepada guru untuk aktif mengajar mengaji anak di sekolah,” ungkap bupati.

Hal ini untuk mewujudkan Visi dan Misi masyarakat yang agamis di Kabupaten Siak. Dalam upaya tersebut, pemkab Siak juga membuat program setiap kecamatan mengirim dua perwakilan dari kecamatan terbaik untuk dikirim di Jawa mempelajari Alquran dan memperdalami pengetahuan agama yang nantinya diharapkan dapat menjadi ustad maupun iman masjid. Terkait hal tersebut Pemkab Siak sudah mulai menyeleksi untuk mengirim qori/qoriah untuk belajar di Islamic Center di Batam yang nantinya diharapkan mutu bacaan alquran yang berkualitas.

Bupati juga mengharapkan agar disetiap kecamatan memiliki desa Sakinah sebagai Desa Percontohan. “Kami berharap Kecamatan Tualang ada mengusulkan Desa mana yang akan dijadikan Desa Sakinah,”ungkap Bupati.

Sementara itu, camat Tualang Zulkifli menyampaikan kegiatan MTQ ini untuk menyeleksi qori/qoriah terbaik yang akan mewakili Kecamatan Tualang pada pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Siak pada akhir Bulan Maret ini.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada panitia, pihak terkait lainnya dan masyarakat yang ikut dalam mendukung pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Tualang hingga sukses,”papar camat. (adv/humas)

Masyarakat Antusian Ikuti Panen Raya Padi Program CSR PT PSA

Panen PadiRokan Hulu (SegmenNews.com)- Ratusan masyarakat menyambut baik dan antusias mengikuti panen raya yang merupakan salah satu dari Program Corporate social responsibility (CSR) 2013 PT PSA kebun Tambusai di Kecamatan Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu, Kamis (7/3/2013).

Panen raya padi seluas 25 hektare di Desa Kepayang, Kecamatan Kepenuhan Hulu tersebut juga di hadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Rohul, Ir Srihardono, Camat Kepenuhan Damri Poti S,Sos, Tokoh Masyarakat Kepenuhan, Danramil Kepenuhan, Kades Kepayang, Anten dan anggota kepolisian kepenuhan.

Masyarakat dan para tamu undangan di dampingi, General Manager PT PSA, HM Yusuf Siregar,SP, Humas Regional, Jumiadi Saputra, HR PT PSA Hardian dan berapa staf PT PSA melakukan panen bersama.

HM Yusuf menyampaikan bahwa panen raya padi ini adalah salah satu dari sekian program CSR PT PSA yang memberikan bantuan benih padi pada tgl 7 Januari 2013 lalu. Hasilnya saat ini sangat memuaskan, diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya Desa Kepayang.

“Program tanam padi CSR PT PSA ini diharapkan lebih bersinergi dengan Program Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam pengembangan Swasembada Beras khususnya bagi masyarakat Kabupaten Rokan Hulu. Selain itu kita harapkan juga pertanian ini terus berkembang sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” harap Yusuf.

Dilanjutkannya, PT PSA melalui Program CSR 2013 ini akan terus melakukan peningkatan taraf hidup masyarakat Desa Kepayang dan Desa sekitar lainnya.

Camat Kepenuhan, Damri Poti menuturkan keberhasilan panen raya padi yang dibantu PT PSA ini perlu di contoh oleh perusahaan yang lain agar mereka lebih memperhatikan masyarakat. Apalagi Program Swasembada beras ini adalah salah satu Program Pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sementara itu Kades Kepayang, Anten mengucapkan terima kasih atas bantuan bibit padi dari perusahaan PT PSA, bantuan yang diberikan pada Januari 2013 lalu saat ini sudah bisa dinikmati masyarakat.

“Hasil panen ini sangat membantu kebutuhan masyarakat, kita harapkan kedepan PT PSA terus meningkatkan program CSR nya kepada masyarakat. Kita juga memberikan apresiasi kepada PT PSA yang telah bersinergi dengan masyarakat dalam segala hal di kehidupan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Namun, disamping itu Anten masih mengharapkan dari pihak Pemda Rokan Hulu melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura agar memberikan bantuan fasilitas pengairan, sebab untuk mengairi sawah di atas lahan 25 hektare tersebut masih kurang.

Selain itu untuk memperlancar tanam dan panen padi, masyarakat masih kekurangan bajak dan panen padi. Sebab bantuan yang diberikan selama ini seperti 1 unit traktor bajak, alat panen masih kurang.

“Kita mengharapkan Pemerintah membatu pengairan sawah dan membantu beberapa fasilitas bajak dan tanam padi,” harap Anten.

Menanggapi permintaan masyarakat, Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura, Sri Hardono menuturkan akan merealisasikan bantuan kebutuhan guna peningkatan panen padi, yang tentunya untuk meningkatkan Swasembada beras di Kabupaten Rokan Hulu.

“Kita akan mengupayakan bantuan itu secepatnya,” sampai Sri Hardono. (ran)

Pemkab Rohul-BPN Riau Sepakat Atasi Sengketa Lahan

Kepala Kantor Wilayah BPN ( Dr. Ronsen Pasaribu ) menyerahkan Sertifikat Tanah Rumah Dinas Buupati Rohul ( Kamis 07 Maret 2013 )
Bupati Rohul, Drs H Achmad Msi berjabat tangan dengan KaKanwil BPN Riau

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Agar masyarakat Kabupaten Rokan Hulu terhindar dari masalah sengketa lahan, Badan Pertanahan Negara (BPN) Provinsi Riau siap bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.

Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad msi, Kamis (7/3/2013) di rumah Dinasnya saat menerima kedatangan KaKanwil BPN Riau, DR Roncen Pasaribu menyampaikan bahwa agar terhindar dari masalah sengketa lahan, maka terkait surat tanah perlu adanya peningkatan dari BPN.

Sebab, masalah surat tanah tersebut merupakan hal penting. Bupati mengharapkan BPN kedepan dapat mensosialisasikan dengan intensif hingga ke tingkat RT/RW.

Menurut Bupati walaupun ada permasalahan minimnya tim presensial dari pihak BPN yang hanya punya 2 tim. Namun hal itu hendaknya tidak menjadi kendala dalam pengurusan sertifikat tanah di kabupaten Rokan Hulu. Sehingga akan memudahkan masyarakat dalam pengurusan sertifikat tanah.

“Dengan adanya kemudahan itu, diharapkan akan mendongkrak kesadaran masyarakat dalam mengurus surat-surat tanah mereka,” imbuh Bupati.

Menanggapi hal itu, kakanwil BPN Riau, Roncen Pasaribu menuturkan dalam waktu dekat pihaknya akan menyiapkan sebanyak 800 parsel sertifikat tanah jenis Flora bagi masyarakat Rokan Hulu. Surat itu akan berguna untuk legalitas tanah masyarakat.
Lanjutnya, sebab selam ini surat yang digunakan masyarakat hanya sebatas hak pakai belum ada legalitas.

“Kedepan pendelegasian tanah, Pemerintah cukup melalui BPN daerah,” sampainya. (adv/humas)

Oknum TNI Bakar Polres OKU Sumsel

foto detikcomJakarta (SegmenNews.com)- Polisi dan TNI menyebut pemicu pembakaran Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan adalah masalah pribadi anggota. Pelanggaran lalu lintas, perkelahian, dan hinaan sebagai latar belakangnya. Berikut cerita lengkapnya.

Akhir Januari 2013 lalu, hubungan polisi dan TNI di OKU tegang. Semua berawal dari kontak ‘sekejap’ Brigadir Wijaya dan Pratu Heru Oktavianus di Simpang Empat Sukajadi, Baturaja Timur, Minggu (27/1/2013) dini hari. Wijaya adalah anggota Polantas Polres OKU, sedangkan Heru berasal dari Batalyon 76/15 Armed Tarik Martapura.

Ada informasi, Heru melanggar lalu lintas. Saat akan dihentikan, Heru tancap gas. Wijaya dan beberapa teman mengejar. Aksi kejar-kejaran itu berujung penembakan terhadap Heru.

Informasi lain menyebutkan Heru dan beberapa temannya melintas di lokasi sambil meneriakkan kata-kata ejekan. Wijaya dan teman-temannya tersingung. Heru dan Wijaya terlibat perkelahian tak jauh dari pos polisi. Wijaya melepaskan tembakan dan mengenai leher dan punggung Heru. Heru meninggal saat dibawa ke RS Antonio Baturaja.

Kepolisian dan TNI sama-sama siaga pasca kejadian itu. Mereka berusaha mengantisipasi aksi balas dendam. Kedua pimpinan bertemu dan sepakat berdamai. Kapolda Sumsel diwakili Kapolres OKU AKBP Azis Saputra, sedangkan Pangdam II/Sriwijaya diwakili Dandim 0403/OKU Letkol Inf Imanulhak dan Danyon Armed 15/76 Tarik Syailendra Martapura, Mayor Arm Ifien Anindra.

Kapolres menyatakan permintaan maafnya. “Semoga insiden ini tidak terulang lagi,” kata Azis saat jumpa pers di ruang Kapolres OKU, Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, Senin (28/1/2013) lalu.

Saat menyatakan permohanan maaf, Kapolres meneteskan air mata. Pimpinan polisi dan TNI saling berangkulan.

Sementara Dandim OKU menegaskan akan ikut membantu proses hukum yang sedang berjalan. “Sepakat polisi dan Armed tidak ada dendam,” tandas Dandim.

Kasus penembakan itu ditangani Propam Polda Sumsel. Wijaya sudah diperiksa dan dijadikan tersangka.

Di lain pihak, ternyata perdamaian itu tidak menyurutkan ’emosi’ sekelompok anggota TNI. Kamis (7/3/2013) pagi, mereka mendatangi Mapolres OKU dan menanyakan perkembangan pengusutan kasus penembakan. Diduga karena kecewa, mereka merusak dan membakar Polres sekitar pukul 07.30 WIB.

“Mereka menanyakan perkembangan kasus pelanggaran lalin, lalu merusak dan membakar Polres. Jumlah mereka 90-an,” kata Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova ketika dikonfirmasi detikcom.

8 Orang terluka

Akibat ‘Penyerbuan’ dan pembakaran Polres Ogan Komering Ulu (OKU) oleh sekelompok anggota TNI tak hanya berakibat pada kerusakan kantor, tapi juga korban luka. Ada 8 orang terluka, mulai dari aparat polisi, TNI, hingga masyarakat sipil.

“Lima anggota (polisi), dua anggota dari POM (Polisi Militer), dan satu dari masyarakat sipil,” rinci Wakapolda Sumsel Brigjen M Zulkarnain, Kamis (7/3/2013).

Achmad tak menyebut seberapa parah luka para korban. Ia hanya menyatakan, sebagian korban dibawa ke Palembang untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Mengenai kondisi di lokasi, Achmad menyatakan semua sudah terkendali. Tidak ada personel yang disiapkan karena memang tidak perlu ada antisipasi terhadap apa pun. “Tidak ada persoalan antara Polri dan TNI,” tutupnya.

Sekelompok anggota TNI membakar Polres OKU pukul 07.30 WIB. Semula, mereka datang ke Polres untuk menanyakan perkembangan kasus penembakan Pratu Heru Oktavianus. Anggota Batalyon Armed ini ditembak mati anggota Polres OKU, Brigadir Wijaya, akhir Januari 2013 lalu.

Anggota TNI berseragam datang dengan menggunakan sepeda motor dan menenteng bendera merah putih. Selain kantor Polres, mereka juga membakar mobil patroli polisi. (dtc/snc)

 

Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M. Si, Membuka Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan

11Siak (SegmenNews.com) – Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M. Si, Memberi Kata Sambutan Sekaligus Membuka Sosialisasi Peraturan Perundang – Undangan / Kebijakan Penanggulangan Bencana Oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Provinsi yang Bekerja Sama Dengan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Siak
Kegiatan ini akan berlangsung Selama Dua Hari dari Tanggal 07 maret S/D 08 Maret 2013 bertempat di hotel Winaria. (adv)

Proyek Normalisasi Sepanjang 20 KM Untuk Dua Kecamatan Di Siak

sungaiSiak (SegmenNews.com) – Untuk mengatasi rentan pada kebanjiran di perkebunan masyarakat dua kecamatan yakni kecamatan Lubuk Dalam dan kecamatan Kerinci kanan. Pada tahun 2013 tahun ini mendapatkan pembangunan normalisasi sungai di dua kecamatan dengan panjang 20 km yang asal sumber anggaran mengunakan dana APBD Kabupaten Siak pada tahun 2013.
Proyek ini bertujuan untuk mengatisifasi sering terjadinya kebanjiran di wilayah perkebunan masyarakat pada kedua kecamatan yang sering mengalami kebajiran pada musim penghujan, maka dari itu pada tahun 2013 mendapatkan proyek pengerjaan normalisasi pembersihan sungai di dua kecamatan.Menurut keterangan Ketua Komisi Dua DPRD Kabupaten Siak H.Sunardi,SP Kamis (7/3) mengatakan. “Pada tahun ini memang mendapatkan bantuan proyek pembangunan normalisasi di dua kecamatan yang sudah menjadi usulan dari masyarakat yang terimbas sering mengalami kebanjiran pada perkebunan masyarakat.”Maka dari itu “Kita sangat mengharapkan kepada masyarakat untuk dapat mengunakan sebaik mungkin dan dapat mengarahkan normalisasi yang mana yang harus di kerjakan oleh rekanan nantinya “terang Sunardi.

“Agar semua desa mendapatkan proyek normalisasi sungai. Setiap desa untuk dapat membuat proposal ke Pemkab agar nantinya dapat diproritaskan yang dimana harus diutamakan yang akan di kerjakan nantinya agar semua yang di usulakan oleh desa dapat diakomodir “kata Sunardi.(adv)

Bupati Siak Ekpose Paten di Kantor Gebernur Riau

Bupati Siak H Syamsuar sampaikan ekspos Paten
Bupati Siak H Syamsuar sampaikan ekspos Paten

Siak (SegmenNews.com)- Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi dihadapan para camat se Provinsi NTB menyampaikan ekpos tentang Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten), Rabu (6/3/2013) di ruang Melati Kantor Gubernur Riau Pekanbaru.

Bupati ekspos biografi pengalaman kerjanya, yang pernah menjadi sekretaris camat dan Camat, atas dasar itulah kami telah melimpahkan sebagian kewenangan kepada camat. Sebagai wujud atau bentuk percepatan pembangunan yang merata hingga kepelosok desa dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat.

Disamping itu kendala kendala seperti keadaan geografis dan infrastruktur kabupaten yakni jarak antar kecamatan ke ibukota kabupatennyang cukup jauh.

Panjang lebar Bupati Siak menyampaikan program-program dalam rangka pencapaian visi dan misi kabupaten Siak, seperti kebijakan dan program prioritas, pembangunan sumber daya manusia.

Lebih lanjut Bupati secara detail menjelaskan tahapan tahapan pelaksanaan Paten di kecamatan.Kami juga akan melaksanakan kegiatan Sistem Administrasi Terpadu Keacamatan (SisPaten yang online) bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri, ungkap Bupati.

Bapak Gubernur Riau kata Bupati, telah mengusulkan ke Kementerian Dalam Negeri tentang kabupaten Siak sebagai kabupten percontohan terkait bidang pelayanan masyarakat.

Sebelumnya Wagubri H Mambang Mit membuka sekaligus menjadi moderator dalam rangka kunjungan kerja Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat ke Provinsi Riau.

Mengingat sangat besarnya manfaat penyelenggaraan Paten inilah, maka Gubernur Riau mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Riau Nomor 100/TAPEM/0604 Tanggal 15 Februari 2010 tentang Implementasi Kebijakan Pelimpahan Sebagian Kewenangan Bupati/Walikota kepada camat dan Pearturan Gubernur Riau Nomor 59 Tahun 2012 tentang Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan, kata Wagubri.
Diharapkan pada tahun 2014 nanti seluruh kecamatan di Provinsi Riau sudah menerapkan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) seperti yang telah dilakukan oleh pemetintah Kabupaten Siak sebagai pilot project di Indonesia, harap Wagubri.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat dan rombongan berjumlah 128 orang termasuk camat 64 orang , Asisten Pemerintahan Sekda Prov. Riau, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Wakil Bupati Bima, pimpinan SKPD dari Provinsi NTB serta sejumlah pejabat dari Provinsi Riau dan Kabupaten Siak. Acara selanjutnya adalah diskusi atau tanya jawab. (rls/Humas)