Beranda blog Halaman 3001

Akibat Banjir, Aktivitas Warga Mandau Siak Lumpuh Total

Mandau (Segmennews.com)-Banjir akibat hujan dan air pasang yang terjadi di Dusun Begonda Desa Muara Bungkal Kecamatan Sungai Mandau selama satu minggu, ha ini menjadi perhatian pemerintah daerah.

Menanggapi bencana alam tersebut Wakil Bupati Siak Alfedri didampingi Camat Kecamatan Sungai Mandau Wan Saeful Effendi meninjau langsung lokasi banjir, Rabu (28/11). Ikut serta Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak Robiati,  Kepala Seksi Peruasan Area Dinas Pertanian Perovinsi Riau Raden Santoso, Kasi Pengelolaan Lahan Dinas Pertanian Provinsi Indriati Lasoma, Aan Kusdiana setaf Dinas Pertanian Provinsi, Kepala Desa Muara Bungkal Asri Amran dan beberapa pengawas lapangan  UPTD Pertanian dan peternakan Mandau.

Asri  Amran menyampaikan, terdapat 89 Kepala Keluarga (KK) yang terkena musibah banjir, semua rumah yang terendam banjir teretak di di pinggir sungai Mandau. Sementara penghasilan masyarakat setempat adalah karet sehingga akibat banjir besar seperti ini aktifitas warga lumpuh total.

Akibat banjir yang terjadi selama satu minggu ini, masyarakat tidak bisa mencari nafkah, selain itu ketersediaan bahan makanan pun sudah menipis bahkan ada warga yang sudah terpaksa memanfaatkan ubi kayu yang ada untuk bahan makanan pokok.

“penghasian warga masyarakat sini karet, dimusim banjir seperti ini masyarkat tidak bisa mencari nafkah. Banjir terjadi sedaam 1,5 meter, bukan hanya masyarakat yang mengungsi saya juga terpaksa mengungsi. Saat ini ketersediaan bahan makan sudah menipis, bahkan sudah ada warga yang terpaksa memakan ubi kayu,” tegas Asri Amran

Sementara Wan Saeful Effendi mengaku bahwa di Kecamatan Sungai Mandau banjir terjadi di beberapa titik tepatnya di empat desa, Desa muara keantan, sungai selogang, teluk lancing dan muara bungkal. Banjir yang terparanh terjadi di dusung begondang desa muara bungkal.  Ditambahkannya bahwa ini merupakan bencana aam dan kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa.

“ini merupakan bencana alam dan kita tidak bisa menyalahkan alam, namun kita berupaya menghuubungi pemerintah daerah dan perusahaan di lingkungan siak untuk memberikan bantuan pada korban banjir,” Ungkap Wan Saeful Effendi.

Sebutnya, banjir ini bisa berdampak pada kesehatan warga, untuk itu kita meui puskesmas akan meakukan sosialisasi agar penyakit yang bisa timbuk akibat banjir bisa di cegah dan di atasi.

Dihimbaunya agar perusahaan yang berada dilingkungan Kecamatan Sungai Mandau  dapat membuka hatinya untuk membantu masyarakat yang terkena musibah banjir. (rinto)

Alasan Pemerintah Batalkan Gerakan Sehari tanpa BBM Subsidi

int

Jakarta (Segmennews.com) – Pemerintah membatalkan ‘hari tanpa BBM bersubsidi’ pada 2 Desember 2012. Apa alasan pemerintah menundanya?

Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, alasan yang melatarbelakangi dibatalkannya ‘hari tanpa BBM subsidi’, karena belum siapnya masyarakat terhadap gerakan ini. Jika tetap ngotot dilakukan, maka yang timbul malah kekacauan sosial di daerah-daerah.

“Masalahnya masyarakat kita belum siap,” ujar Hatta, usai acara Kompas100 CEO Forum 2012 bertema ‘CEO Bicara, Kabinet Mendengar: Tumbuh Lebih Tinggi atau Stagnan’, di Jakarta Convention Center, Rabu (28/11/2012).

Kurangnya informasi dan sosialisasi kepada pemerintah, lanjutnya, juga menjadi dasar gerakan dibatalkannya ‘sehari tanpa BBM subsidi’.

“Apalagi di daerah-daerah seperti Kutai, yang informasinya tidak tersosialisasi dengan baik. Itu bisa menimbulkan kerawanan sosial,” katanya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik pada Selasa (27/11/2012) membatalkan ‘hari tanpa BBM bersubsidi’ pada 2 Desember 2012. Jero menilai akan banyak kekisruhan yang terjadi, apalagi manfaatnya hanya sedikit. (trbn/snc)

Pegawai Tak Disiplin Dipecat

Rokan Hulu (Segmennews.com)- Di Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri yang ke-41 ini, Wakil Bupati Rokan Hulu, Ir Hafith Syukri MM mengharapkan agar kinerja PNS dalam melayani masyarakat lebih ditingkatkan sebab, tujuan PNS memberikan pelayaan prima bagi masyarakat.

“Kita ingin menjadikan birograsi ini lebih profesional, oleh itu para PNS maupun Honorer dituntut untuk disiplin kerja, jika tidak mematuhi peraturan Pemerintah, maka PNS-Honorer silahkan mengundurkan diri, jika ditemukan saat sidak tidak hadir tanpa ketengan, maka mereka terpaksa dipecat,” sampai Wabup kepda wartawan usai upacara HUT Korpri di halaman kantor Bupati, Kamis (29/11/2012). 

Ketegasan Pemda Rohul tersebut bukan hanya hisapan jempol belaka, diketahui, sejak Senin kemarin ada sebanyak 26 tenaga Honorer yang mendapatkan sanksi pecat, sebab saat sidak dilakukan mereka tidak hadir tanpa keterangan. Hal itu juga diungkapkan oleh Kepala BKD Rokan Hulu.

Menurut Wabup, pemecatan Honorer, jika saat pengangkatan mereka sebagai Honorer diangkat oleh Kadis, maka yang memecatnya adalah Kadis begitu juga seterusnya. Sebab, sebelum pemecatan ini, jauh-jauh hari para PNS dan Honorer telah diberikan peringatan agar bekerja disipil.

Sudah saat nya para PNS-Honorer menghilangkan kebiasaan yang tidak disiplin dan yang tidak punya intergritas,  melalui HUT Korpri ini, Wabup mengajak seluruh PNS dan Honorer memperbaiki diri untuk menjadi birokrasi yang profesional. 

Diacara HUT Korpi tersebut juag diberikan penghargaan bagi Purna Bakti yang telah berhasil bertugas dengan baik.

“Mudah-mudahan setelah Purna Bakti, pensiunan PNS tersebut tetap mengabdi di masyarakat sebagai tokoh masyarakat,” harap Wabup.

Sementara itu, Ketua Korpri Rohul, M Munif menyampaikan bahwa saat ini sedang penyusunan Aparatur Sipil Negara (ASN), yang mengarahkan birokrasi agar lebih profesional. Setiap saat kinerja PNS-Honorer akan di evaluasi.

“PNS-Honorer akan di evaluasi sejauh mana kinerjanya, begitu juga prestasi kerja yang dicapainya selama ini,” ungkapnya. (gib)

Tersangka Pemalsu Akta Nikah Tidak Ditahan

RAMBAH (Segmennews.com)- Mapolres Rohul tetapkan Warga Kelurahan Rokan, Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Nurijah (36) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan akta nikah dengan melibatkan mantan Kepala KUA Rokan IV Koto.

Menurut Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan, SIK, Rabu (28/11), kasus dugaan pemalsuan akta nikah itu telah memanggil sejumlah saksi termasuk lurah setempat termasuk mantan Kepala KUA Rokan IV Koto belum diketahui namanya.

“Sepengetahuan (Azwir Kani), ayahnya bernama Haji Yurhakmir (almarhum.red) menikah dengan tersangka, tapi hanya menikah sirih,  setelah almarhum meninggal, ada terbit surat nikah atas nama Yurhakmir dan Nurijah,” ungkapnya.

Diterangkannya, berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, terungkap jika akta nikah diterbitkan KUA adalah direkayasa, menurutnya tidak perlu dilakukan penahanan, sebab tersangka dianggap tidak membahayakan dalam waktu dekat, kasus akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pasir Pangaraian.

“Kita tetapkan Nurijah sebagai tersangka dianggap melanggar KUHP pasal 263 dengan ancaman hukuman maksimal lima tahuh kurungan, nanti tergantung jaksa, apakah perlu penahanan terhadap tersangka atau tidak,” pungkasnya. (dab)

3 Pengedar Ganja di Kerangkeng Polisi

RAMBAH (Segmennews.com)- Markas Polisi Resort (Mapolrest) Rokan Hulu (Rohul), Selasa (27/11), Sekira pukul 15.00 Wib bertempat di pelayangan Desa Pagaran Tapah Kec. Pagaran Tapah telah dilakukan penangkapan terhadap 3 orang tersangka pemilik narkotika jenis daun ganja kering.

“Tersangka berhasil dimanakan pihak Mapolres Rohul AJ (23) Desa Pagaran Tapah Wa (28) Desa Ngaso dan Imis (30) Ujung Batu” ungkapnya Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan, SIK, Rabu (28/11).

Diterangkan, awalnya Mapolsek Kunto  Darussalam mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) ada 3 orang sedang melakukan transaksi narkotika daun ganja, dari informasi tersebut, anggota Mapolsek Kunto Darussalam  langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap 3 tersangka.

“Pihak Mapolsek selain menangkap 3 tersangka, juga berhasil mengamankan  Barang Bukti (BB) 5 paket paket kecil daun ganja kering dan uang hasil penjualan Rp 20.000, tersangka berikut BB telah diamankan di Polsek Kunto Darussalam  untuk pengembagan lebih lanjut,” paparnya.

Kemudian dari hasil pengembangan terhadap 3 tersangka, di PTPN V Sei Rokan Desa Pagaran Tapah Kecamatan Pagaran Tapah telah ditangkap lagi seorang tersangka diduga pengedar narkoba jenis daun ganja dgn inisial AS, (25) Emplasmen PTPN V Sei Rokan Pagaran Tapah degan BB skitar 1,5 Ons daun ganja kering.

“Tersangka telah diamankan di Mapolsek Kunto Darussalam guna sidik,” ungkapnya. (dab)

Tersangka Curanmor Dibekuk di Perum Peladangan PTPN V Tandun

Rokan Hulu (Segmennews.com)- Mapolres Rokan Hulu (Rohul) berhasil menangkap tersangka pelaku Pencurian Sepeda Motor (Curanmor), di Perumahan Peladangan Afdeling 1 Kebun PTPN  V Tandun Kabupaten Rohul.

Dikatakan, Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan, SIK Rabu (28/11) kejadian Curanmor itu yakni, Selasa (27/11), sekira pukul 18.00 Wib Mapolsek Tandun menerima laporan Warga Tani Desa Sei Kuning Kecamatan Tandun Sunarto (48) tentang Curanmor 1 Unit kendaraan sepeda Motor.

Kejadiannnya bermula, Senin (26/11), sekira Pukul 18. 00 Wib, anak Korban Riki Hardianto pergi ke Mushola Nuru Huda mengenderai Sepeda Motor Jenis Honda mereka Supra X Nomor Polisi BM 4314 UG untuk melaksankan sholat dan mengaji malam itu juga sekira Pukul 19.30 Wib, hendak pulang kerumahnya melihat Sepeda Motor sudah tidak ada lagi ditempat.

Kemudian memberitahukannya pada orang tuanya, saat itu juga Orang Tua Riki Hardianto ke Mapolsek Tandun, atas laporan itu pihak Mapolsek bersama Anggotanya langsung melakukan olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) serta penyelidikan.

Seterusnya Rabu (28/11) sekira Puku 02.00 Wib Dini Hari, pihak Mapolsek berhasil menangkap tersangka Warga Desa Sei Kuning Kecamatan Sei Kuning berinisial DS (15) serta Barang Bukti (BB) berupa 1 Unit Sepeda Motor di Perumahan Peladangan Afdeling 1 Kebun PTPN V.

“Tersangka dan BB sudah di Polsek Tandun guna sidik lanjutan,” tandas kapolres. (gib)           

Ayat Cahyadi Kecam Pejabat Pemukul Guru

Pekanbaru (Segmennews.com)- Pasca pemukulan guru oleh oleh seorang oknum pejabat Dishut,Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, menyayangkan perlakuan tersebut. Ayat menyatakan, sangat menyesalkan aksi pemukulan yang dilakukan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan (Dishut) Provindsi Riau, Said Nurjaya alias Gepeng, kepada guru SDN 081, Nurbaiti.
  
“Saya sangat menyangkan atas aksi tersebut. Seharusnya para guru itu harus dihargai, kalau ada permasalahan harusnya diselesaikan secara baik-baik dan  kekeluargaan, bukan main pukul seperti itu. karna ini contoh yang tidak baik,” ujar Ayat Cahyadi kepada  media melalui telefon selulernya, Rabu (28/11).
   
Ketika disinggung adanya ancaman dengan menggunakan senjata api yang dilakukan oleh Gepeng kepada Nurbaiti. dikatakan Ayat, sangsi senjata tersebut merupakan kewenang pihak kepolisian.
   
“Itu adalah kewenangan pihak kepolisian. Kalau memang ada masalah seharusnya ditindak. Masalah pengasuhan, seorang guru mempunyai hak untuk mendidik anak-anak disekolah, kalau ada perbuatan guru yang tidak menyenangkan itu bisa diselsaikan secara baik-baik. Kita sangat menyangkan aksi pemukulan tersebut,” ujarnya mengulang.
  
Seperti pemberitaan sebelumnya diberbagai media, peristiwa pemukulan yang menimpa Nubaiti berawal dari ruang kelas 5 A, Senin (26/11), saat itu dirinya memberikan tugas kepada muridnya dalam mata pelajaran PPKN, Muhammad Rifki seorang muridnya didalam ruang kelas tersebut terus bercerita, kemudian ditegur sang guru. Namun tetap bercerita dengan teman yang berada disampingnya.
  
Setelah ditegur beberapa kali, Nurbaiti mendekati si murid dan langsung memarahinya dan memegang kepala sang anak sambil menyuruh anak tersebut pulang jika tidak mau belajar.
   
Si anak tersebut kepada Nurbaiti mengatakan ‘jangan pegang kepala saya’ selanjutnya meninggalkan ruangan belajar. Tidak lama berselang, disaat sang guru berada didalam ruangan, dan sementara murid keluar main, wali murid dari Muhammad Rifki, yakni Said Nurjaya langsung mendatangi Nurbaiti tanpa banyak cerita langsung menampar pipi Nurbaiti sembari mengancam dengan pistol yang dipegang wali murid itu.
  
“Dia tampar pipi saya, kemudian dia mengancam akan membunuh saya dan suami serta tujuh keturunan kami sambil mengeluarkan pistol yang berada di pinggangnya. Saya benar-benar takut, meskipun cuma dikeluarkan,” ujar Nurbaiti kepada wartawan.
  
Dampak dari masalah ini, sekitar 500 guru yang di Kota Pekanbaru tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Kota Pekanbaru telah  menggelar demo dijalan Cut Nyak Dien dan dilanjutkan kedepan Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Riau. Aksi tersebut dilakukan meminta ketegasan Gubernur Riau untuk mencopot pelaku pemukulan guru tersebut. (sn/ur)
         

Wah, Pasar Rumbai Disubsidi APBD Rp 400 juta

Pekanbaru (Segmennews.com)– Semenjak pasar Rumbai dioperasikan sekitar 2 tahun lalu, selalu saja jadi “lintah darat” bagi APBD Kota Pekanbaru. Padahal Pasar tradisional Rumbai ini  milik pemerintah kota Pekanbaru yang dibangun melalui APBD.

“Harusnya pasar ini sudah berkontribusi bagi PAD yang didapat dari  penyewaan kios namun hingga kini hasilnya nihil,” ujar Kepala Dinas Pasar Pekanbaru, Zulkifli, Rabu (28/11).

Bukan hanya itu katanya lagi  bahkan  tiap tahunnya pasar ini masih harus di subsidi  pemerintah sebesar Rp 400 juta per tahun. “Tidak adanya kontribusi penambahan PAD dari pasar tersebut. Sebab pedagang merasa keberatan dengan biaya sewa kios  yang diberikan,” ujar Zulkifli.

Katanya inilah yang menjadi kendala, pedagang merasa biaya kios terlalu mahal, sementara menurut pemerintah bersama tim harga tersebut wajar. “Ketentuan harga kios, untuk di kawasan strategi hanya Rp6 juta per tahun, dan kurang strategis hanya  Rp3 juta per tahun,” kata Zulkifli.

Zulkifli menambahkan  PKL meminta   ketentuan (perda)  dirubah menjadi retribusi. Namun Hingga saat ini belum juga ada dan PKL masih tetap menunggu sampai kebijakan tersebut dirubah, sehingga banyak kios pasar Rumbai mengalami kekosongan.

Meski demikian, lanjutnya, para pedagang sudah disurati dan didatangi,  namun pedagang masih tetap menunggu adanya peralihan aturan tersebut. Terlebih menyangkut harga kios.Pemko juga akan rembukkan seperti apa harga yang pantas versi pedagang.

“Jadi yang menjadi persoalan saat ini  tidak lepas dari ketentuan harga, padahal itu berdasarkan perda, namun pedagang tetap ngotot agar di jadikan retribusi,” kata Zul.

Mengenai subsidi sebesar Rp400 juta/tahun kegunaannya untuk biaya operasional rutin seperti untuk pembayaran listrik, petugas Clening servis. Selain itu juga di gunakan untuk pemeliharaan gedung pasar tersebut. Sebab kondisi bangunan juga membutuhkan perawatan dan pemeliharaan. (snc/ur)

Sadis!! Kemaluan Korban Juga Diiris OTK

Rokan Hulu (Segmennews.com)- Penemuan mayat di Pinggir Jalan Kepayang,  Desa Pekan Tebih, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), diduga sengaja dibunuh, sebab hasil pemeriksaan Mapolres Rohul, korban diduga dibunuh Orang Tidak Dikenal (OTK), karena tubuh korban penuh dengan tusukan dan zakar atau kemaluannya disayat.

Informasi dari Tempat  Kejadian Peristiwa (TKP), mayat tertelungkup di pinggir jalan Kepayang itu, Warga Pegan Tebih, Kecamatan Kepenuhan Hulu yakni suku Nias bernama Faiaro Laia alias Subur (35) berperofesi sebagai tukang sadap kebun karet, selain itu juga bekerja sebagai penjaga kebun Kelapa Sawit milik Jupri.

Menurut keterangan Istri korban, Ruziah Br Hia pada pihak Mapolres Rohul, Selasa (27/11) pergi ikut tender atau lelang getah (Menjual hasil panen atau sadapan kebun karet-red),  malam harinya suaminya itu pergi mengambil uangnya ke toke atau agen getah dengan membawa sepeda motor dan Hand Phone, sejak itulah korban tidak pulang lagi ke rumah.

Selanjutnya di TKP ditemukan korban tewas dalam keadaan tertelungkup, karena kondisi  jalan agak becek dan susah dilewati, waktu itu warga pulang dari pasar tepat dilokasi itu, Rabu (27/11), sekira pukul 11.00 Wib, Sepeda Motor warga itu  mogok sambil memeriksa sepeda motor dia pun melihat mayat ditutupi dengan rerumputan dan tanah berwarna putih.

Warga itu dengan segera melaporkan kejadiannya pada pihak Kepala Desa setempat, pihak desa melaporkan kejadiannya pada Mapolsek Kepenuhan, tanpa menunggu lama, sekira pukul 13.00 Wib, pihak Mapolsek Kepenuhan dan Puskesmas  Koto Tengah mengevakusai mayat itu dan dibawa ke RSUD Pasir Panraian.

Setelah pihak RSUD bekerja sama dengan Mapolres  Rohul melakukan otopsi terhadap bagaian tubuh korban, maka ada indikasi korban dibunuh OTK, karena dibagian dada ditemukan 6 tusukan, kemudian leher sebelah kanan ada 2 tusukan, paling sadisnya lagi zakar atau kemaluannya disayat dan bagaian kakinya juga ada lebam diduga ada benda tumpul menghantamnya.

Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan, SIK melalui Kaur Bin Ops Sat Reskrim IPTU Niko, menyebutkan, indikasinya mayat itu dibunuh karena sepeda motor dan hand phonenya, juga belum ditemukan, mengaku sulit melakukan identifikasi, sebab istri korban tidak bisa  berbahasa Indonesia dan masih sok dengan kejadian itu.

“ Kita akan lakukan penyelidikan lanjutan terutama meminta keterangan para saksi dan olah TKP lanjutan,” sebutnya. (dab)          

Proyek Jalan Rp 3,4 M Diduga Tak Beres, DPRD Siak akan Panggil PT Rahna Katiado

Anggota DPRD Tinjau Proyek asal-asalan di Siak

Tualang (Segmennews.com)- Beberapa Proyek jalan base B di jalan Ceras Kecamatan Tualang yang menghabiskan dana hingga Rp 3,4 miliar diduga asal-asalan, bahkan diduga pekerjaan itu tidak sesuai spesifikasi.

Hal itu terungkap saat peninjauan oleh lima anggota DPRD Siak Daerah Pemilihan (Dapil) 4 yakni, Ismail Amir, Marudut Pahpahan, Jufrizal, Gustimar dan Suhartono, Rabu (28/11/12) terhadap beberapa proyek di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Siak.

Ismail Amir mengungkapkan bahwa pekerjaan tersebut diduga tidak bagus atau tidak sesuai dengan spesipikasinya, selain itu base B nya diduga asal-asalan. Pasalnya, jalan tersebut tidak bagus diduga lebih banyak tanah timbun dari pada batu pecah dan pasir, selain itu juga ditemukan dugaan ketebalan yang tidak sesuai dengan standar.

“Kita menduga pekerjaan base B di Jalan Ceras yang menghabiskan dana APBD miliaran itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, selain itu pekerjaan itu juga diduga asal jadi, serta ketebalannya juga kita ragukan,” ungkap Ismail.

Hal senada juga diungkapkan Suhartono, Juprizal, dan lainnya bahwa mereka meragukan kualitas base B tersebut.

“Kita ragukan kualitas base B jalan, sebab kita lihat base B nya banyak tanah dan saat ini kondisi ketahanannya diragukan,” tukas Suhartono.

Dengan adanya temuan yang kurang memuaskan itu, sehingga anggota DPRD Siak merencanakan dalam waktu dekat akan memanggil pihak perusahaan yakni, PT.Rahna Katiado. Mereka akan mempertanyakan tentang pekerjaan yang banyak ditemukan permasalahan dilapangan.

“Kita akan memanggil pihak perusahaan yang mengerjakan Jalan Ceras ini, kita akan mempertanyakan tentang permasalahan-permasalahan yang kita temui di lapangan,” terang Ismail.

Selain itu diketahui bahwa, perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut dibawa oleh salah seorang anggota dewan Dapil setempat berinisial, HT.

Sementara itu keterangan UPTD PU Tualang Dodi Eka Putra bahwa saat ini pekerjaan tersebut masih dalam pekerjaan dan juga ada massa pemeliharaannya, dan mengenai hal-hal yang ditemukan dilapangan oleh anggota dewan akan dipertimbangkan dan akandilaporkan ke Kepala Dinas PU Siak. (rinto)