Beranda blog Halaman 3018

Kemenag Rohul Tinjau Pembangunan KUA Kepenuhan Hulu

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA didampingi Kasi Urais Haji Kemenag Rohul H Rusli SAg dan staf ahli Kemenag Sopian Hadi SHI, meninjau secara langsung pembangunan gedung Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kepenuhan Hulu, Rabu (24/10/2012) bertempat di Pekan Tebih, Kepenuhan Hulu.

Peninjauan ini dimaksudkan, untuk melihat secara langsung pembangunan gedung KUA Kepenuhan Hulu, sebagai ujung tombak Kemenag di lapangan, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dikatakannya, tugas KUA adalah memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat di lapangan, khususnya pelayanan dalam bidang urusan agama Islam, seperti nikah, rujuk, urusan masjid, zakat, wakaf, kerukunan umat beragama, keluarga sakinah, dsb.

Dalam pantauan Kemenag Rohul, pembangunan gedung KUA Kepenuhan Hulu ini, telah mencapai 99 %, sebab pekerjaan yang terbengkalai tinggal sedikit, yaitu papan nama kantor dan pembersihan halaman pasca selesainya bangunan, tegasnya.

Ahmad Supardi Hasibuan, menyatakan bahwa pembangunan gedung KUA adalah salah satu program prioritasnya, sebab KUA memegang peranan penting dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat.

KUA berhubungan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, maka wajah Kemenag Kab Rohul, sangat ditentukan oleh pelayanan yang diberikan oleh KUA Kecamatan, tandasnya.

Untuk memberikan pelayanan secara prima kepada masyarakat, pihaknya tahun ini membangun 3 gedung KUA, yaitu KUA Kepenuhan Hulu, KUA Pagaran Tapah Darusslam, dan KUA Pendalian IV Koto.

Dengan terbangunnya 3 gedung KUA ini, maka seluruh kecamatan yang ada di Rohul, telah mempunyai kantor secara lengkap, sehingga dengan demikian tidak ada alasan lagi, terbengkalainya pelayanan kepada masyarakat, tegasnya mantap. (son)

Inilah 12 Pejabat eselon II Pelalawan yang Baru

1. Mazlan Mansur,SH Asisten Administrasi Pembangunan Setda  Kab.Pelalawan
2. Drs. Azril Ismail Asisten Administrasi Umum Setda Kab. Pelalawan
3. Drs. Izwan Pery Darma,MM       Staf Ahli Bidang Pemerintahan Setda Pelalawan
4. Ir. Abdul Rahman, MP     Staf Ahli Bidang Pembangunan Setda Pelalawan
5. Drs. Abdul Manan MAS     Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Setda Pelalawan
6. Drs. Edi Suriandi     Inspektur Inspektorat Kab. Pelalawan
7. Ir. Mulyono MBA,MM     Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab. Pelalawan
8. Ir.M. Syahrul Syarif     Kepada Bappeda Kab. Pelalawan
9. Ir. Syahril, M.Si     Kepala Badan Ketahanan Pangan Pelalawan
10. Zulkifli, S.Ag. M.Si     Pj Kadis Kebudayaan Pariwisata pemuda dan olahraga
11. Drs. Fakhrizal, M.Si   Kadis Kessos Kab. Pelalawan
12. Drs. Milyono, M. Kes   Kadis Koperasi,Usaha Kecil dan Menengah Kab. Pelalawan

Jasa Raharja Pelalawan Gelar Uji Petik dan IWKBU

Pelalawan (Segmennews.com)- Jasa Raharja Cabang Kabupaten Pelalawan mengelar uji petik atau checking kendaraan di bantu oleh jajaran Polres Pelalawan diseputaran jalan lintas timur depan Poslantas Pelalawan, Kamis (24/10).

Disebutkan Kepala Cabang Jasa raharja Pelalawan, Yayan Ferdinan bahwa operasai tersebut dalam memberikan kepastian jaminan kepada penumpang kendaraan umum serta memberikan kemudahan pelayanan dalammembayar iuran wajib sesuai Undang-Undang No. 33 tahun 1964.

Operasi tersebut dalam rangka memberikan kepastian jaminan kepada masyarakat penumpang Dalam operasi uji petik kali ini, puluhan kendaraan angkutan umum jenis travel dan oplet terjaring. Rata-rata sopir angkutan umum belum menyadari kegunaan dan pentingnya pembayaran premi IWKBU.

 Hal ini terlihat banyaknya sopir menunda-nunda pembayaran premi, sedangkan premi yang dibayar tepat waktu akan memberikan rasa aman bagi penumpang jika terjadi kecelakaan terhadap kendaraan yang dikemudikannya.

 Diterangkkan Ferdinan bahwa jika mereka menggunakan Jasa raharja, maka mereka akan mendapatkan santunan jika terjad keclakaan lalulintas seperti, jika meninggal dunia jasa raharja akan memberikan santunan sebesar Rp 25 juta, sedangkan luka-luka santunandiberikan Rp 10 juta. (rz)

Wou..Kepsek SDN Bernas Kerinci Pungut SPP Rp 80 ribu

ilustrasi


Pangkalan Kerinci (Segmennews.com)- Terkait adanya dugaan pungutan SPP hingga Rp 80 ribu dan menjual LKS terhadap siswanya, Kepala sekolah SDN Bernas Pangkalan Kerinci, Elfidawati MPd diperiksa polisi.

Sejak Rabu (23/10) Elfidawati juga menjalani pemeriksaan terkait pengelolaan dana BOS. Hal itu terungkap dari pengaduan Komite Sekolah dan wali murid yang merasa di rugikan. Saat ini kepala sekolah juga dimintai keteranganya oleh Inspektorat Pelalawan.

“Inpektorat juga sudah memeriksa Kepala Sekolah SD Binsus Bernas. Kami masih inventarisir data permasalahan SD Bernas. Pengaduan orang tua siswa, terkait adanya jual beli buku di tagih ke siswa hingga Rp 600 ribu,” tukas asisten III Pemkab Rohul, Drs Azril Ismail, Rabu (24/10).

Pemeriksaan tersebut juga di akui oleh Kepsek, Elfidawati, menurutnya pihak sekolah sedang di periksa dan memberikan keterangan kepada Polres Pelalawan.

“Ya kami di Polres memberikan keterangan tentang permasalahan di sekolah,” akunya Elfidawati.

Sementara itu, seorang wali murid (orangtua siswa) SDN Bernas Pangkalan Kerinci namanya tak disebutkan sebab ditakutkan akan mengganggu proses belajar anknya di sekolah mengaku, merasa keberatan atas tingginya biaya SPP di SDN Binaan Khusus Bernas Kecamatan Pangkalankerinci ini yang mencapai Rp 80 ribu perbulannya.

“Di Kabupaten Pelalawan memang ada sekolah SDN Binsus Bernas, sekolah tersebut sudah masuk dalam anggaran APBD. Belum lagiada dana BOS serta bantuan dari pemerintah lainnya. Namun sangat disayangkan masih saja memungut biaya SPP yang cukup mahal,” kesalnya. (ur/rz/yus)

MTQ XI Pelalawan di Tutup, Kontingen Bandar Sei Kijang Kembali Raih Juara Umum

Camat Bandar Sei Kijang Menerima Tropi Mtq

Pelalawan (Segmennews.com)- Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-11 tingkat Kabupaten Pelalawan yang digelar di Kecamatan Bandar Petalangan di mulai 16 hingga 22 Oktober 2012 lalu telah berakhir. Penutupan di lakukan oleh Wakil Bupati Pelalawan H Marwan Ibrahim, Selasa malam (22/10).

Tiga tahun berturut raih juara umum, akhirnya tropi bergilir kembali menjadi milik Bandar Seikijang dengan perolehan nilai 48 poin, di posisi juara II digenggam oleh Kecamatan Pangkalankerinci, Posisi III Kecamatan Langgam, peringkat III diraih Kecamatan Pangkalan Kuras.

Sementara tuan rumah Kecamatan Bandar Petalangan berada di peringkat ke-5, dengan 10 juara dari semua kategori yang diperlombakan.

Piala langsung diserahkan oleh Wabup, Marwan Ibrahim kepada Camat bandar Sei Kijang Surahkman.

Wabup mengharapkan, suksesnya pelaksanaan MTQ tidak hanya diukur dari prestasi penyelenggaraan saja, namun dapat juga di ambil hikmahnya dan nilai tambah bagi seluruh masyarakat terhadap peningkatan, pemahaman akan nilai-nilai yang terkandung dalam alqur’an.

“Apabila nilai-nilai yang terkandung dalam alqur’an di pahami dan amalkan, maka akan dapat membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa, yang akan menjadi landasan kehidupan menuju syurga allah,” ujarnya.  (yus/rz) 

Mesum Modus Pijat Marak di Kotogasip Siak

Ilustrasi

SIAK (Segmennews.com)– Warung remang-remang bermodus panti pijat dan karaoke semakin marak di Kecamatan Kotogasib, Kabupaten Siak, hal itu menimbulkan ke kawatiran pada kaum ibu. Namun anehnya Pemerintah Kecamatan setempat terkesan bersikap pembiaran.

Warga Desa Buatan II, SA (35), Rabu (24/10) bahwa semakin hari tempat-tempat hiburan tang diduga digunakan untuk bermesum semakin marak di Kecamatan Kotogasib, para ibu-ibu disekitarnya  semakin khawatir akan suami dan anak-anak mereka yang ditakutkan akan terpengaruh.

Sebab lanjut SA,  diwarung-warung tersebut juga menjual minuman beralkohol seperti bir merk angker dan lainnya. Rasa ke kahawatirannya semakin menjadi dikala tempat-tempat tersebut juga mempersiapkan pelayaan para wanita muda.

“Sekarang ini, memang udah semakin marak pak! Kami parta kaum ibu sangat tinggi rasa kekawatiran terhadap mental anak dan takut suami kami masuk ke dunia tersebut, disana selain menyediakan minuman beralkohol juga dilayani wanita muda,” terang SA ibu anak empat ini.

Selain itu diungkapkannya, agar pihak pemerintah di tingkat kecamatan untuk secepatnya menertipkan warung-warung yang diduga menyediakan tempat mesum tersebut, agar kaum ibu bisa tenang.

“Kita minta kepada camat agar memperhatikan tempat-tempat seperti itu, karna kami kaum ibu cukup kawatir.Bisa-bisa suami kami terjerumus ke sana dan mental anak-anak kami bisa rusak,” terang Lina, ibu anak empat tersebut.

Selain itu diungkapkan SA bahwa apabila memang diperbolehkan adanya tempat-tempat hiburan seperti itu, agar di tertipkan.

“Kami masyarakat tidak tahu, boleh atau tidak adanya warung yang diduga terjadi praktek mesum itu berdiri dan diberikan izin, kalaulah memang ada izinnya tolonglah ditertipkan,” ujar SA mengharap. (rinto)

Panwaslu Tolak Hasil Pemilukada Kota P. Sidimpuan

Padangsidimpian (Segmennews.com). Panitia Pengawas Pemilu Kepala Daerah (Panwaslukada) Kota Padangsidimpuan menolak seluruh hasil pemungutan suara yang dilaksanakan pada 18 Oktober 2012 lalu.

“Kami tidak akan mau menandatangani hasil rekaputulasi perolehan suara Pemilukada yang rencananya akan ditetapkan KPU 29 Oktober 2012 nanti,” ujar Ketua Panwaslu, Dra Helty Ritonga di hadapan Ketua KPU Arbanurrasyid MA, Kapolres P.Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik SIK.MSI, para perwira, pers dan 10 perwakilan masyarakat dan mahasiswa saat beraudensi tentang temuan-temuan pelanggaran Pilkada di ruang Kapolres P. Sidimpuan, Selasa (24/10).

Dikatakan, penolakan secara lembaga ini dikarenakan banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang ditemukan dan diterima Panwaslu selama proses kampanye hingga pemungutan suara.

Menurutnya, ada tiga pelanggaran utama yang terjadi pada Pemilukada ini yaitu semrawutnya Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan KPU, di mana banyak orang yang telah meninggal dan pindah domisili belasan tahun lalu, namun masih masuk DPT serta banyak warga yang terdaftar di DPT tetapi tidak diberikan kartu pemilih.

Panwaslu juga menemukan banyaknya warga yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan tidak terdaftar di DPT, namun memiliki kartu undangan untuk memilih pada hari pemungutan suara 18 Oktober kemarin.

“Paling nyata dan sangat janggal sekali ditemukan kartu pemilih yang nama lengkapnya hanya bertuliskan TPS 12, Nomor Induk Kependudukan (NIK) TPS 12, tempat dan tanggal lahir TPS 12, jenis kelamin TPS 12, dan alamat Kelurahan Losung Batu. Orangnya ada,” ungkap Helty.

Pelanggaran utama berikutnya, kata Helty, adalah money politics, di mana Panwaslu telah memiliki banyak bukti, baik yang terdokumentasi lewat foto, suara, maupun suara dan gambar. Karena sudah tidak rahasia lagi kalau politik uang di Pilkada ini terkesan buka-bukaan.

Pelanggaran ke tiga adalah, terjadinya mobilisasi atau pengerahan Pegawai Negeri Sipil (PNS), unsur aparatur pemerintahan daerah mulai dari tingkat eselon II hingga lurah, kepala desa, dan kepala lingkungan, secara terstruktur untuk memenangkan salah satu pasangan calon.

“Sudah rahasia umum kalau aparatur pemerintah daerah hingga tingkat kepala lingkungan dijadikan mesin poltik untuk memenangkan pasangan calon tertentu. Sayangnya, Panwaslu tidak memiliki hak atau wewenang untuk mengeksekusi maupun menggerebek setiap temuan mobilisasi aparatur pemerintah di lapangan,” jelasnya.

Helty mengimbau, seluruh elemen masyarakat Kota P. Sidimpuan segera melaporkan ke Panwaslu jika menemukan atau punya bukti dan saksi atas terjadinya pelanggaran pada Pilkada kemari lalu.

“Setiap laporan akan diteliti secara seksama. Jika pelanggaran administrasi Pemilu, maka akan kita sampaikan ke KPU, jika laporan tersebut masuk kategori tindak pidana Pemilu, maka kita serahkan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) yang di dalamnya terdiri dari Panwas, Polisi dan Kejaksaan,” terangnya.

Pasrah

Ketua KPU Kota P.Sidimpuan, Arbanurrasyid MA menyikapi banyaknya pelanggaran yang ditemukan masyarakat, mahasiswa dan Panwaslu menyatakan, sikap pasrah dan menyerahkannya kepada proses aturan serta hukum yang berlaku.

“Sebagai penyelanggara Pemilukada Kota P.Sidimpuan, kami sudah bekerja maksimal menurut daya dan upaya yang kami miliki. Jika ternyata masih ada pelanggaran-pelanggaran, kami anggota KPU juga merupakan masyarakat yang taat aturan dan hukum. Silakan tempuh proses yang sudah ditetapkan di negara ini,” ujarnya.

Menurutnya, semua persolan itu sudah ada jalur dan saluran penyelesaian masing-masing. Jika proses Pemilukada dinilai menyalahi aturan, silakan gugat hasilnya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Tapi jika anggota KPU-nya yang salah atau melanggar kode etik, maka silakan laporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” imbuhnya.

Pada audensi itu, 10 perwakilan masyarakat dan mahasiswa membawa bukti-bukti temuan berupa adanya pemilih siluman, kartu pemilih bermasalah, rekaman suara dan dokumentasi foto keterlibatan aparatur pemerintah daerah untuk memenangkan salah satu pasangan calon.

Tujuan mereka beraudensi ke Kapolres adalah untuk menanyakan kemana jalur yang tepat bagi mereka untuk melaporkan temuan-temuan tersebut. Apalagi mereka menilai pelanggaran ini sudah tergolong tindak pidana Pemilu.

Menyikapi ini, Kapolres P.Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik SIK MSI bersama Wakapolres Kompol Mara Dolok Siregar dan seluruh perwira mengundang Ketua KPU dan Ketua Panwaslu untuk datang bersama-sama menerima audensi tersebut.

Kapolres menyatakan, Polri tidak bisa memproses tindak pidana Pemilu sebelum ada rekomendasi dari Panwaslu karena ini merupakan aturan yang sudah baku dan ditetapkan oleh negara.

Kemudian untuk tindak pidana Pemilu, kata Kapolres, Panwaslu bersama Polres dan Kejaksaan Negeri P.Sidimpuan telah membentuk sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu).

“Dalam penanganan pelanggaran Pilkada, Panwslulah yang menjadi hulu, Gakumdu sebagai hilir, dan Polri sebagai muaranya, ” terangnya.

Mengenai bukti pelanggaran yang disampaikan 10 perwakilan masyarakat dan mahasiswa, Kapolres mengatakan, untuk melaporkan sebuah pelanggaran harus ada bukti autentik dan saksi-saksi karena jika tidak dilengkapi bukti dan saksi, nantinya bisa berujung fitnah.

“Kalau bisa bukti-buktinya harus berupa rekaman audio visual atau video karena kalau foto dan rekaman suara, bisa saja mereka yang dilaporkan itu mengelak dan berdalih bahwa itu bukan suara mereka atau berdalih kejadian yang di foto adalah saat peresmian suatu gedung,” jelas Kapolres.

Pada kesempatan itu Kapolres juga mengungkapkan, kalau satu hari menjelang pemungutan suara lalu telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang melibatkan dua kubu tim sukses pasangan calon.

“Karena kejadian itu tindak pidana murni (penganiayaan) maka Polres tidak perlu lagi menunggu rekomendasi Panwaslu untuk memprosesnya. Propam Poldasu telah menetapkan seorang tersangka dari anggota Polri. Saat ini pihak Sat Reskrim juga masih melakukan penyelidikan guna menetapkan tersangka lainnya,” katanya. (anc)

Wabup Bengkalis Bahas Persiapan MTQ Riau XXXI

Bengkalis (Segmennews.com) — Wakil Bupati Bengkalis H. Suayatno, Selasa (24/10) malam, mengundang manajemen PLN Rayong Bengkalis. Undangan itu tidak lain menanyakan kesiapan PLN Rayon Bengkalis nantinya dalam pemenuhan aliran arus listrik pada pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Riau yang terselenggara di Bengkalis tanggal 12 Desember 2012 mendatang.

“Kita berharap PLN bisa memberikan pelayanan terbaiknya sepanjang pelaksanaan MTQ Tingkat Riau yang diselenggarakan dilapangan Tugu-Bengkalis mendatang. Maka dari kita berharap dengan pertemuan yang dilakukan dapat diketahui sejauhmana kekurangan-kekurangannya. Karena kita sebagai tuan rumah berharap kegiatan terlaksana dengan suskes, dan menjadi tuan rumah yang baik, mulai tingkat pelayanan, serta kepanitiaan penyelenggaraan,” papar Suayatno.

Terpisah, Manajer PLN Rayon Bengkalis Muchsis mengaku, PLN akan siap membantu segala kelancaran pelaksanaan MTQ XXXI. Khusus untuk aliran listrik, sepanjang pelaksanaan MTQ akan tetap dimaksimalkan, dan menghindari terjadinya kendala atau pemadaman.

“Kapasitas dari yang kita miliki cukup, saya juga berharap pelaksanaan MTQ berjalan dengan baik. Maka dari itu pak Wakil Bupati mengundang kita rapat, banyak yang diutarakan bersama pak Wakil. Bahkan Pemkab sendiri bersedia membuka diri terkait dengan kekurangan-kekurangan di PLN,”katanya.

Disinggung mengenai empat unit mesin PLTD milik Pemkab yang menganggur. Muchsis mengatakan, hal itu sudah dilaporkan ke Wakil Bupati. Pada prinsipnya PLN akan pikir-pikir tiga kali untuk menerima aset milik Pemkab Bengkalis tersebut.

“Aset itu milik Pemkab, kalau diserahkan ke kita untuk dilakukan perbaikan. Ya kita pikir tiga kali, karena biaya perbaikan sangat besar. Terutama masalah pemerliharaannya, karena selama ini yang terjadi, mesin tersebut kurang perawatan dan pemeliharaan, sehingga menyebabkan kerusakan yang cukup parah,” tandasnya. (ur/snc)

Sidang PON, Syarif Mengaku Diundang Taufan Kerumahnya

Pekanbaru (Segmennews.com)- Sidang kasus suap PON dengan terdakwa anggota DPRD Riau Muhammad Dunir dan Faisal Aswan, memasuki agenda mendengarkan keterangan saksi – saksi di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Jalan Teratai Kecamatan Sukajadi, Rabu (24/10).

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Krosbin L Gaol menghadirkan saksi, yakni anggota DPRD Riau, Tengku Muhazza dan Syarif Hidayat.

Dalam kesaksiannya, Syarif mengatakan bahwa ia diundang oleh Taufan Andoso Yakin di kediamannya di Jalan Sumatera, Pekanbaru.
Di rumah tersebut, ia bertemu dengan Nanang dan Dicky dari kontraktor Kerja Sama Operasi (KSO).

isana ia menanyakan apa alasan melakukan revisi perda terkait pembangunan main stadium Riau untuk pelaksanaan PON.

“Perda 05 yang diminta revisi, karena akan habis masa berlakunya pada 31 Desember 2011,” kata Syarif.

Ia juga menambahkan, untuk merubah perda ini tidak mudah karena beberapa sebab.

Kasus suap PON ini melibatkan anggota DPRD Riau yang menerima suap dari perusahaan KSO pembangunan Main Stadium Riau. Hingga saat ini, pengadilan tipikor telah menetapkan dua anggota DPRD Riau, Muhammad Dunir dan Faisal Aswan sebagai terdakwa. (dn)

Rusli Zainal Hanya Aminkan Anggaran ISG Capai Rp200 Miliar

Pekanbaru (Segmennews.com)- Terkait anggaran International Solidarity Games (ISG) yang akan diselenggarakann di Riau, tersiar kabar anggarannya mencapai Rp200 Milyar. Hal ini diaminkan Gubernur Riau Rusli Zainal.

“Saya belum tau berapa, tetapi yang pasti saya kira tidak akan sampai Rp200 miliar. Saya sejauh ini mengatakan, mudah-mudahan tidak sampai angka segitu ya,” ungkapnya.

Anggaran ISG ini diambil dari APBD 2013 yang juga akan dibantu dengan APBN. Gubri berharap anggaran tidak akan lebih dari itu sebab pada dasarnya Provinsi Riau tidak lagi mempersiapkan diri dengan membangun venue, namun hanya tinggal menjalankan saja.

“Karena pada hakikatnya kita pada hari ini, tinggal melaksanakan manajemen  penyelenggaraannya. Bukan lagi, kita membangun venue kecuali beberapa venue yang perlu adanya peningkatan standarisasi yang sebelumnya standart nasional kita tingkatkan menjadi internasional,” tuturnya.

Untuk diketahui perhelatan internasional ini akan ada 57 negara Islam di dunia yang akan turut serta dan Provinsi Riau dipercaya sebagai tuan rumah. Tentunya pemberian kepercayaan ini mengingat Riau sudah memiliki venue-venue yang baik. (den)