Beranda blog Halaman 3022

Pasca Banjir di Pekanbaru, 381 Warga Banjir Terserang Penyakit

Ilustrasi (int)

Pekanbaru (Segmennews.com)- Hingga pekan ketiga banjir melanda sebahagian wilayah Kota Pekanbaru, sebanyak 381 warga terserang penyakit. Jenis penyakit yang menyerang dari 4 posko yang terlapor mulai dari ISPA, Diare, mata merah, kulit dan penyakit lainnya.

Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Helda Suryani Munir, saat diwawancarai Rabu(21/11) menyatakan jumlah yang sakit meningkat.

“Dari 7 posko yang didirikan  4 posko melaporkan total warga yang terserang penyakit 381 orang, jenis penyakitnya beragam, yang terbanyak ISPA jumlahnya hampir separuh yakni mencapai 160 an orang,” ujarnya. Untuk mengatasi ini katanya, Diskes juga sudah kirim surat ke puskesmas di lokasi banjir agar setiap hari melaporkan kondisi pengungsi, terutama kesehatan sehingga bisa segera ditangani.

Untuk  lokasi yang agak sulit mendirikan pos, Diskes  bisa melakukan pengobatan melalui puskesmas keliling. “Jadi kita minta jika pengobatan tidak bisa di lakukan di posko bisa  dengan ambulan keliling. Untuk  Stok obat cukup sekiranya perlu tinggal kontek, baik obat  kulit,obat  diare, biasanya pasca banjir sudah mulai terjangkit,” imbuhnya.

Untuk menjaga Posko Diskes sudah menetapkan 9 petugas  per hari  di semua posko,  dibagi tiga jadwal pagi, siang, malam yang terdiri dokter, perawat dan bidan. (ur/sn)

Kantor Puskeswan Desa Buatan II Hilang Bak Ditelan Bumi

Siak (Segmennews.com)- Ironis memang, kantor Pusat Kesehatan Hewas (Puskeswan) yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau melalui Dinas Peternakan (Disnak) Riau di Desa Buatan II,Kecamatan Kotogasib, Siak hancur dan lahannya tidak terurus. Hal itu ternyata tidak diketahui Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Distanakan) Siak.

Informasi dilapangan dapat dirangkum Segmennews.com bahwa, saat ini bangunannya telah hancur dan lahannya digunakan untuk menumpukkan kayu milik salah satu perusahaan kayu terbesar di Sumatera yakni PT.RAPP.

Rabu (21/11/12), keterangan Kadistanakan Siak Robiati kepada riauterkini.com bahwa, ia tidak mengetahui di Desa Buatan II,Kecamatan Kotogasib itu ada bangunan Puskeswan tersebut, dan untuk pemakaian lahan oleh PT.RAPP tidak ada izin.

“Saya tidak tahu disana (Desa Buatan II,red) ada bangunan Puskeswan, dan untuk pemakaian lahan juga tidak ada izin yang diberikan,” ungkap Robiati.

Selain itu untuk memastikan adanya bangunan Puskeswan itu, Robiati telah menugaskan stafnya untuk melakukan pengecekan dan inventarisir seluruh aset Puskeswan yang ada di Kabupaten Siak. Dan untuk lahannya, akan dilakukan koordinasi dengan bagian pertanahan Pemkab Siak.

“Untuk mengetahui tentang keberadaan Puskeswan itu, saya telah menugaskan staf untuk turun ke lapangan dan mencari tahu. Dan untuk lahan itu, kita juga akan berkoordinasi dengan bagian pertanahan,” terangnya.

Anggota DPRD Siak Dapil Kotogasib, Robby Cahyadi mengatakan bahwa mengenai adanya bangunan Puskeswan di sana memang pernah diketahuinya, dan dirinya pernah turun langsung ke lokasi dan melihat bangunan Puskeswan yang tidak terawan itu hanya tinggal sekiat 40 persen, dan kini bangunannya telah rata dengan tahan alias hancur.

“Ya, disana memang ada bangunan Puskeswan yang dibangun Dinas Peternakan Riau yang diperuntukkan di Distanakan Siak, akan tetapi bangunan itu tidak ditempai dengan berbagai alasan sehingga sabangunan itu sudah rata dengan tanah, dan lahannya digunakan untuk tumpukan kayu milik salah satu perusahaan,” terang Robby Cahyadi.

Selain itu Robby Cahyadi mengungkapkan bahwa, agar pihak Pemkab Siak khususnya Distanakan untuk serius menginfentarisir seluruh aset-aset di dinas tersebuta, agar tidak lagi terjadi hal-hal seperti ini.

“Kita minta agar pihak Distanakan serius untuk melakukan infentaris seluruh aset-aset milik dinas tersebut, agar kedepan tidak lagi terjadi seperti ini,” tambah Robby Cahyadi.(rinto)

Nabrak Polantas, Ambulance Pemkab Siak di Tahan 3 Pekan

ilustrasi

Siak (Segmennews.com)- Penahanan terhadap satu unit mobil ambulance milik Puskesmas Kecamatan Kerinci Kanan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, sejak 3 pekan yang lalu di tahan oleh pihak kepolisian Resort Pelalawan, hal itu membuat kinerja Puskesmas dalam memberikan pelayanan masyarakat terganggu.

Dari informasi yang dirangkum Segmennews.com bahwa, seunit mobil ambulance tersebut di tahan akibat terjadinya kecelakaan lalulintas yang saat itu mobil ambulan sedang membawa penumpang yang butuh pertolongan. Kecelakaan terjadi di area Rumah Sakit (RS) Evarina Pelalawan.

Penahaan tersebut menimbulkan protes warga, sebab seharusnya kecelakaan tersebut di carikan solusinya, sebab saat itu mobil ambulan sedang membawa orang sakit. Apalagi sekarang Puskesmas sedang membutuhkan mobil pengangkut orang sakit.

Kepala Puskesmas Kerinci Kanan H.Totok SKM juga mengungkapkan tentang duduk perkara yang sebenarnya terjadi bahwa ambulance tersebut akibat kecelakaan yang terjadi saat mengantarkan korban kecelakaan ke RS Evarina Pelalawan, sehingga mobil tersebut ditahan Latas Polres Pelalawan.

“Benar, ambulance kita saat ini masih di Polres Pelalawan akibat kena musibah saat membawa pasien emergenci ke rumah sakit Evarina,” ujar Totok.

Menurut Totok, saat kejadian pasien yang dibawa ambulance Kerinci Kanan tersebut adalah pasien puskesmas Lubuk Dalam. Karena ada 3 pasien dalam keadaan emergenci yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit, maka puskesmas Lubuk Dalam meminjam ambulance puskesmas Kerinci Kanan.

“Waktu itu ada 3 korban laka-lantas di wilayah kerja puskesmas Lubuk Dalam, satu meninggal dunia, 2 butuh rujukan ke rumah sakit dan karena ambulance Lubuk Dalam membawa 1 pasien ke RSUD Pekanbaru, maka untuk korban satunya lagi meminjam ambulance kita menuju RS.Evarina Pelalawan,” urai Totok.

Sementara itu keterangan Kepala Puskesmas Lubuk Dalam, Budi Yuwono SKM dihubungi wartawan, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian bermula ketika pada tanggal 5 November lalu terjadi laka lantas diwilayah kerja puskesmas Lubuk Dalam dengan 1 korban meninggal dan 2 korban luka berat sehingga harus dirujuk ke rumah sakit.

“Korban luka berat pertama, kita rujuk ke RSUD Pekanbaru dengan ambulance kita, sementara satu korban lagi dari kejadian berikutnya yang juga luka berat, kita rujukan ke rumah sakit terdekat yakni rumah sakit Evarina Pelalawan, namun karena ambulance yang ada dipakai membawa korban pertama ke Pekanbaru, maka kitapun meminjam ambulance puskesmas Kerinci Kanan untuk membawa korban kedua ke rumah sakit Evarina, sayangnya ambulance ini bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai anggota Polisi Pelalawan tepat ketika akan berbelok menuju rumah sakit,” jawab Budi.

Baik Budi maupun Totok, kepada wartawan mengaku sangat menyesalkan kejadian kecelakaan yang berujung pada penahanan ambulance dan Surat Izin Mengemudi (SIM) sopir ambulance Irwanto (30), apalagi kata dia, saat itu pihaknya telah memenuhi semua prosedur emergenci yang disyaratkan seperti membunyikan sirine termasuk surat-surat lengkap.

“Setelah kejadian, kita juga telah dua kali di BAP dan memohon agar ambulance tersebut segera dikeluarkan, namun hingga sekarang upaya kita sepertinya tidak mendapat tanggapan, padahal semua orang tahu betapa pentingnya ambulance bagi pelayanan dan menyangkut nyawa manusia,” keluh Budi.

Namun berbagai upaya yang ditempuh tidak membuahkan hasil. Terkait kelengkapan prosedur yang disampaikan Budi, juga dibenarkan oleh kepala rawat inap sekaligus dokter jaga disaat kejadian, Eka dan sopir ambulance Irwanto.

“Keberangkatan sopir dan ambulance membawa korban telah kita lengkapi surat resmi, sopir kitapun berlisensi dengan prosedur emergenci mobil lengkap, jadi apakah tidak ada pertimbangan terhadap hal ini mengingat menyangkut sarana pelayanan publik yang emergency dan insidentil,” tukasnya.

Sedangkan dari pengakuan sopir ambulan tersebut, Irwanto dirinya sempat masuk ke IGD Evarina satu malam setelah insiden bertabrakan dengan sepeda motor Beat yang dikendarai anggota Polisi berseragam tepat saat mau berbelok menuju rumah sakit evarina.

“waktu itu, saya mau belok kanan menuju rumah sakit dengan kondisi sirine berbunyi dan lampu sign kanan menyala, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul sepeda motor yang dikendarai polisi berseragam langsung menghantam bagian depan ambulance tepat diposisi kemudi,” jelas Irwanto yang hingga kini belum bisa mengemudi lagi karena SIM nya juga masih ditahan pihak Polres Pelalawan.

Berhadap kejadian ini, baik warga maupun pihak puskesmas Lubuk Dalam dan Kerinci Kanan, sangat berharap, kepolisian Resort Pelalawan segera dapat mengeluarkan ambulance yang ditahan karena kalau tidak segera, ditakutkan selain mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat juga dikhawatirkan kondisi mobil menjadi rusak (aus) karena lama tidak dioperasikan.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan belum mendapatkan konfirmasi kadiskes Siak dr Raja Toni, belum mendapat jawaban.(rinto)

ADVERTORIAL Bupati Rokan Hulu Raih Anugerah Kihajar dari Kemendikbud

Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi menerima Anugerah Kihajar Dari Kemendikbud RI yang di wakilkan oleh Wamendikbud,  Musliar Kasim

 **Wamendikbud Harapkan Daerah Lain Ikut Terpacu**

Mendapatkan penghargaan Anugerah Kihajar (Kita Harus Belajar) oleh Bupati Rokan Hulu, Drs H Ahmad Msi menjadi kebanggaan bagi Masyarakat kabupaten Rokan Hulu, sebab sebagai Kepala Daerah satu-satunya di Riau Bupati Rohul telah berhasil mengembangkan Teknologi Informatika sebagai Sarana Pendidikan.

Bupati Achmad menerima penghargaan Anugerah Kihajar bersamaan dengan 13 Kepala Daerah se-Indonesia, Jumat (9/11/2012) dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, H Mohammad Nuh.

Penghargaan khusus ini, diserahkan langsung Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, di Plaza Insan Berprestasi Gedung A Kemdikbud, Jakarta.

Anugerah Kihajar merupakan penghargaan yang diberikan Kemendiknas kepada daerah-daerah yang memiliki peran penting dan mendukung terhadap program Kemendikbud dalam meningkatkan pemanfaatan TIK untuk pendidikan.

Menurut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, bahwa sebanyak 6 Gubernur, 8 Walikota dan Bupati yang menerima penghargaan Anugerah Kihajar tersebut dinilai berhasil mendayagunakan TIK dalam dunia pendidikan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota.

Dikesempatan itu, Musliar Kasim mengucapkan selamat kepada Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad MSi sebagai penerima penghargaan Anugerah Kihajar di Riau. Dia berharap, Daerah lain ikut terpacu dalam mengembangkan TIK pada dunia pendidikan di daerahnya masing-masing, sehingga Dunia pendidikan kedepannya lebih berkembang.

Tak hanya itu, dia juga meminta kepala Dinas Pendidikan di seluruh Indonesia ikut mendukung program TIK untuk sarana pendidikan di daerahnya masing-masing. Sebab, perkembangan dan kemajuan teknologi tidak bisa dipisahkan dengan pendidikan. Oleh itu, pendidikan berbasis TIK, sudah dilakukan kerja sama antara Kemendikbud dengan Pustelkom
.

Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi (tiga dari kiri) bersama 13 kepala daerah se-Indonesia photo bersama usai menerima penghargaan Anugerah Kihajar 2012

Bupati Rohul Drs Achmad MSi yang turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Rohul, H M Zen, SPd, MPd, usai menerima penghargaan Anugerah Kihajar, mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI atas penghargaan yang diberikan kepada Bupati Rokan Hulu.

Tekad Bupati Achmad telah muncul sejak lama untuk meningkatkan Dunia Pendidikan di Kabupaten Rokan Hulu sehingga dapat bersaing di Nasional maupun Internasional. Begitu juga ke depan, program Teknologi Informasi Komunikasi untuk pendidikan akan terus dikembangkan di daerah yang berjuluk Negeri Seribu Suluk.

“Penghargaan yang diterima Kabupaten Rohul ini, karena Pemerintah Pusat menilai kepala daerahnya komit mengembangkan program TIK bagi pendidikan, dengan telah diluncurkannya mobil pusat layanan internet kecamatan (MPLIK), terutama daerah sulit,” sampainya.

Bidang pendidikan ini merupakan salah satu program prioritas bagi Pemkab Rohul, setiap tahunnya anggaran pendidikan dianggarkan diatas 20 persen dari total APBD Rohul. Program TIK bidang pendidikan, terus di kembangkan di daerah yang sulit IT, secara bergantian di 16 kecamatan di Rokan Hulu.

Bupati dua periode yang terus aktif dalam pengembangan Kabupaten Rokan Hulu ini, mengungkapkan bahwa Kabupaten Rokan Hulu salah satu dari tiga Kabupaten dan kota di Riau, menjadi pilot projeck sekolah berbasis IT di tahun 2013 oleh Provinsi Riau.
Tentunya ini suatu kehormatan bagi Rokan Hulu, yang dipercaya dalam pengembangan IT untuk pendidian.
      
Dengan suksesnya pengembangan Program TIK di Rokan Hulu, sehingga para siswa di Rohul dapat menggunakan TIK dalam proses belajar dan mengajar. Selain menghindari terjadinya perbedaan mutu pendidikan dalam mengenal IT terhadap sekolah yang berada di ibukota kecamatan dengan sekolah yang ada di desa.

“Tahap pertama ini, dari seluruh jenjang pendidikan masing-masing satu sekolah mulai SD, SMP, SMA dan SMK yang akan dijadikan pilot project sekolah berbasis IT tahun mendatang. Sekolah yang ditunjuk, nantinya di tes oleh Tim Provinsi Riau,” terang Achmad.
      
Kedepannya sekolah di Rohul dalam proses pembelajaran lebih banyak menggunakan IT. Seluruh program study dan data, tidak perlu datang lagi ke Perpustakaan, mereka cukup mengakses di websit khusus pendidikan yang diluncurkan Pusat. Penerapan sekolah berbasis IT, Pemkab sharing budget dengan Pemprov Riau.

Disekolah tersebut nantinya, para siswa mengggunakan komputer dalam mengikuti pelajaran yang diberikan guru. Proses belajar menggunakan TIK, antara guru dengan murid dapat berinteraksi dengan siswa dan guru dengan berbagai daerah di Indonesia melalui telekomfren.

Dengan telah diluncurkannya Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK), terutama daerah sulit, memudahkan para siswa dan guru untuk mengakses internet dalam mengetahui informasi di bidang pendidikan.

Bupati Achmad di dampingi Wabup, Hafith Syukri MM mencoba fasilitas mobil  internet

**16 Kecamatan di Rohul Terjangkau Jaringan Komunikasi dan Internet**

Sebanyak 16 kecamatan yang ada di Rokan Hulu saat ini sudah terjangkau jaringan komunikasi dan informasi atau internet. Karena telah mendapat bantuan sebanyak 4 unit mobil internet. Sebagian kecamatan di Rohul jaraknya cukup jauh dari ibukota kabupaten.

Kecamatan yang sangat sulit dijangkau jaringan komunikasi dan informasi adalah Kecamatan Tambusai Utara, Bonai Darussalam, Rokan IV Koto dan Pendalian. Kedepannya juda Pemkab Rokan Hulu akan memprioritaskan bagi Kecamatan yang berlokasi jauh.

Untuk memenuhi pelayanan itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memberikan bantuan sebanyak 4 unit mobil jaringan internet untuk dioperasionalkan menjangkau daerah-daerah yang belum dimasuki jaringan internet.

Di mana, 4 unit Mobil tersebut, 1 unit akan selalu standby di Kantor Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika, sedangkan 3 unit akan berkeliling di kecamatan yang belum terjangkau jaringan internet.

Mobil internet tersebut dimanfaatkan para pelajar yang sudah memahami cara pemakaian Internet. “Kita mengimbau bagi yang memerlukan jaringan internet dapat memanfaatkan mobil tersebut, namun harus dimanfaatkan sesuai kebutuhan, dan petugas akan tetap melayani setiap warga yang memerlukannya,” terangnya.

Ditahun 2013 mendatang, Pemkab Rokan Hulu melalui Dinas pendidikan kembali mengupayakan pengajuan 6 unit internet mobil lagi, yang nantinya difungsikan menjangkau 4 kecamatan yang belum terjangkau internet.

 **Bupati Drs H Achmad Msi Terbanyak Terima Penghargaan**

Jika dilihat dari banyaknya jumlah penghargaan yang diterima Bupati Rokan Hulu Drs.H.Achmad Msi, yang didampingi Wakil Ir H Hafit Syukri, MM, Kabupaten Rohul sudah menjadi yang terbaik di Provinsi Riau dan tidak perlu lagi menunggu terlaksananya visi dan misi yakni Menjadi Terbaik di Tahun 2016 Mendatang, dan ini fakta yang membuktikan.

Dengan keteguhan tersebut, Bupati Achmad juga sangat peduli kepada nilai-nilai agama, sehingga dirinya menerapkan ajaran agama Islam kepada masyarakat, siswa sekolah maupun kepada pejabat dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Honorer di wilayah Pemerintahan kabupaten Rokan Hulu.

Seperti penerapan salat berjamaah bagi kepala dinas, kepala badan, kepala kanto dan PNS maupun tenaga honor di lingkungan Pemkab Rokan Hulu, setiap salat Zuhur dan Ashar di Masjid Agung Madani Islamic Center yang di bangunnya dengan susah payah melalui APBD Rokan Hulu.

Atas berbagai penghargaan yang diterima Bupati Rokan Hulu Drs H Achmad MSi ini, sehingga dirinya tercatat sebagai Bupati yang kerap dianugrahi penghargaan oleh Pemerintah Republik Indonesia atas prestasinya di berbagai bidang dalam membangun Kabupaten menuju kesejahteraan masyarakat.

Sehingga sosok pria asli Rokan Hulu ini layak menjadi tauladan bagi pemimpin yang ada di Provinsi Riau.

 **Penghargaan yang diterima Bupati**

1. Tanda Penghargaan Ksatria Bakti Husada Arutala, 2007
2. Piagam Penghargaan Bakti Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, 2007
3. Piagam Penghargaan Bakti Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, 2007
4. Piagam Tanda Kehormatan dari Presiden RI, 2007
5. Piagam Tanda Penghargaan Lencana Darma Bakti,2007
6. Piagam Tanda Kehormatan dari Presiden RI, 2008
7. Piagam Penghargaan Presiden RI kepada Kabupaten Rokan Hulu dalam meningkatkan Produksi Beras di Atas 5 Persen, 2008
8. Piagam Penghargaan Presiden RI kepada Kabupaten Rokan Hulu dalam meningkatkan Produksi Beras di Atas 5 Persen, 2009
9. Sertifikat dari Lembaga Ketahanan Nasional, 2009
10. Piagam Penghargaan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, 2009
11. Piagam Penghargaan Juara III Lomba Kompanye PAUD Terpadu, 2011
12. Piagam Penghargaan Juara II Lomba Cerdas Tangkas, 2011
13. Piagam Tanda Kehormatan dari Presiden RI, 2011.
14. Anugerah Kihajar (Kita Harus Belajar) tahun 2012, dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI H Mohammad Nuh.

**Biodata Bupati Rokan Hulu**

Nama : DRS H ACHMAD, MSi
Tempat/Tgl-Lahir : Pasir Pengaraian, 3 April 1955
Alamat : Jl.Hang Jebat, No.5 Kel Suka Mulia. Kec.Sail Kota Pekanbaru.
Istri : Hj. Magdalisni
Anak : Rizki Achmadi Putra
Pendidikan :
1. SD Negeri 02 Pasir Pengaraian, 1967
2. SMP Negeri 05 Pekanbaru, 1970
3. SMA Negeri 02 Pekanbaru, 1976
4. APDN Pekanbaru, 1980
5. IIP Jakarta, 1985
6. S.2 Program Studi Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik. Kerjasama Universitas Indonesia dengan Universitas Riau, 2003

**Pendidikan dan Pelatihan Khusus Dalam Negeri**

1. Latsarmil Korem 031/WB 1977
2. Spacad, Cimahi 1982
3. Suspimpemdagri Secapa TNI AD Hegar Manah Bandung 1989 – 1990
4. Sepadya Bukittinggi 1992
5. Spamen LAN RI Jakarta 1999
6. Lemhanas RI Jakarta 2008 (Peringkat 1)

**Luar Negeri**

1. Diklat Otonomi Daerah di New Zealand 1997
2. Studi Banding Manajemen Pemerintahan dan Perkotaan di Australia 1997
3. Studi Banding Parlemen Kuala Lumpur, Malaysia 1996
4. Singapure Cooperation Program With Regional Giverman Riau Propince 2002
5. Manajemen UK. Bid. Give Show di Tokyo 2003

**Pengalaman Birokrasi**

1. Kasubbag Pemdes Kabupaten Kampar 1982 – 1983
2. Camat Keritang Kabupaten Indragiri Hilir 1985 – 1986
3. Camat Kateman Kabupaten Indragiri Hilir 1986 – 1993
4. Camat Pekanbaru Kota, Kota Madya Pekanbaru 1993 – 1996
5. Asisten Tata Praja Kota Madya Pekanbaru 1996 – 1999
6. Kepala Kantor Sospol Kota Madya Pekanbaru 1999
7. Sekretaris DPD.II Pemilu Kota Madya Pekanbaru 1999
8. Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hulu 2000 – 2001
9. Penjabat Bupati Rokan Hulu 2000 – 2001
10. Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Otda 2001 – 2002
11. Wakil Kadis Koperasi dan UKM Propinsi Riau 2002 – 2004
12. Kepala Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Riau 2004 – 2006
13. Bupati Rokan Hulu April s/d Sekarang
(Adv)

Kisruh KUD SMS dan Masyarakat di Kepenuhan Jaya Memanas

Kepenuhan Hulu (Segmennews.com)- Kisruh lahan di Koperasi Unit Desa Sari Mukti Sakti  (KUD-SMS) Desa Kepenuhan Jaya, Kecamatan Kepenuhan Hulu Kabupaten Rokan Hulu memanas. Pasalnya,  Senin (19/11) kemarin, masyarakat gagal melakukan dialog dengan pengurus KUD SMS.

Anehnya pihak kepolisian sempat menggeladah rumah warga hingga membuat seorang mengalami trauma hingga hilang ingatan dan 1  warga menghilang entah ke mana rimbanya.

Dikatakan, Kordinator Lapangan Alirman, pihaknya hendak mempertanyakan status lahan mereka 170 diduga telah diduduki  KUD SMS, bahkan izin prinsip KUD SMS juga telah menyerobot lahan masyarakat sekitar 400 hektar, malah hendak mempertanyakan itu malah dituduh mencuri buah kelapa sawit.

Bahkan oknum polisi sempat menggeledah rumah warga, hingga mengakibatkan salah satu warga Ratna mengalami taruman dan hilang ingatan, bukan itu saja salah warga menghilang sejak kejadian itu.

“Waktu itu, kami ke lahan kemudian melihat buah Kelapa Sawit  menumpuk di pinggir jalan, salah anggota Pospol Kepenuhan Jaya bernama  Endi dan Manik memotonya dan pulang menjemput anggota lainnya di Pospol, tiba-tiba polisi menuduh masyarakat telah melakukan pemanenan,” ungkapnya.

Diterangkan, setelah itu polisi menswiping rumah-rumah penduduk, hingga membuat Ratna mengalami shock,  bahkan Anggota KUD SMS bernama Darwin D, sampai saat ini hilang entah kemana rimbanya, memang kejadian seperti ini sudah terjadi di tahun 2003 dan tahun 2005 lalu.

“Kami hanya meminta pemerintah  pihak KUD SMS bisa memperjelas sampai dimana hak masyarakat, jika ada perjanjian dengan pemerintah mana  dan apa bentuk perjanjian itu, begitu juga dengan pihak kepolisian agar bersikap netral dan menjalakan tuags sesuai etika kepolisian,” tuturnya.

Lanjutnya, masyarakat sudah sering melaporkan ini, baik ke Legislatif dan eksekutif, namun hasil tetap nihil, bahkan di zaman pemerintahan Kabupaten Kampar dulu, DPRD Kabupaten kampar sudah membentuk Team 9 menetukan dan menetapkan batas lahan KUD SMS, tapi malah tetap menyalahkan masyarakat

“Sekitar 33 Kepala Keluarga  (KK) kehilangan lahannya seluas lahan 170 Hektar, selebihnya ada lagi lahan  atau tanah ulayat masyarakat seluas 400  Hektar diliaur Hak Guna Usaha (HGU) atau izin prinsip pendirian KUD SMS,” bebernya.

Ketika dikonformasikan dengan Ketua KUD SMS Berlian, dilaog rencanaya Senin (19/11), bukan jalan satu-satunya, pihak meminta masyarakat agar mematuhi aturan dan hukum di Republik Indonesia ini, lakukan sesuai prosedur, mengapa sudah 15 tahun lalu dikuasai sekarang malah ribut.

Sekdes Kepenuhan Jaya Nawan,  waktu kejadian kisruh itu, ada kegiatan di desa yaitu penyampaian visi dan misi calon kepala desa, sebab  (13-14/11) mendatang akan calon kades akan lakasankan sosialisasi, sedangkan Pilkades (3/12) mendatang, jadi diminta pada masyarakat agar bersabar menunggu ada kades baru untuk menyelesaikan persoalan itu.

“Saya kan punya atasan pak, kalau camat perintahkan saya untuk menyelesaikanya, otomatis saya kerjakan, ini saya disarankannya tunggu selesai Pilkadse dan terpilih kades baru agar nanti bisa menyelesaikan persoalan ini,” ucapnya.
      
Disarankannya, agar koordinator masyarakat sebagai penerima kuasa Alirman, untuk menempuh jalur hukum, sebab jika di lapangan nanti timbul egoisme hingga terjadi bentrok fisik, otomatis kerugiannya pada masyarakat sendiri, apalagi semua penduduk masyarakat di sini masih ada ikatan kekeluargaan, terkait hilangnya Anggota Koperasi Darwis D, dia masih bisa berkomunikasi via telpon dengannya.

Sedangkan Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan, SIK , tetap siap melakukan upaya penyelidikan di lapangan, “ Kami akan lidik dulu kelapangan,” sebutnya. (dab)

Kemenag Rohul Siapkan Berbagai Kegiatan HUT ke-66

Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu tengah mempersiapkan berbagai kegiatan Sosial dan Keagamaan pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemenag ke-66 yang jatuh pada tanggal 3 Januari 2013 mendatang.

Disebutkan Kepala Kementerian Aagama Kabupaten Rokan Hulu, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, disela-sela rapat kegiatan dan panitia HUT, Rabu (21/11/2012) di aula Kantor Kemenang, bahwa saat ini pihaknya tengah menyeleksi Guru, Kepsek dan Pengawas yang akan di nobatkan sebagai Teladan.

Sedangkan kegiatan lain yang akan di lakukan yakni, Bakti Sosial, lomba tahfiz Alqur’an, kunjungan ke panti asuhan, lomba olah raga dan jalan santai.

Penyerahan hadiah bagi pemenang lomba nantinya akan di berikan pada hari puncak HUT Kemenang, yang dilakukan juga upacara HUT di halaman MTSN Rambah PasirPangaraian.

Diharapkan Supardi, di usia ke-66 ini, hendaknya pegawai, KUA dan guru dilingkungan Kemenang Rohul lebih meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu, mereka juga dihimbau agar lebih meningkatkan kualitas diri dengan SDM berkualitas dengan itu, maka akan tercipta pelayanan berkualitas juga.

Namun lanjutnya, semuanya itu harus dibarengi juga dengan rasa memiliki Kemenang yang tinggidan saling menghormati dalam tugas dan tingkatkan rasa persaudaraan. (gib)

Warga Rohul Galang dana Buat Palestina

Warga Rohul galang dana bantu Palestina

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Masyarakat peduli Palestina di Kabupaten Rokan Hulu menggalang dana bantuan kepada pengendara di dua titik yakni di PasirPangaraian dan Kecamatan Ujung Batu, Rabu (21/11/2012).

Koordinator penggalang dana, Daulay menuturkan bahwa, penggalangan dana yang diperuntukkan bagi saudara-saudara yang berada dalam himpitan ekonomi akibat penyerangan Israel tersebut akan langsung di transfer melalui Organisasi Bulan Sabit Merah di Palestina.

“Saudara kita di Palestina saat ini sangat membutuhkan bantuan pangan maupun pakan, oleh itu melalui bantuan dan kepedulian masyarakat Rokan Hulu ini, diharapkan dapat meringankan beban saudara kita itu,” katanya.

Dilanjutkannya, penggalangan dana sukarela ini akan dilakukan hingga sepekan kedepan, hari ini di dua titik, dan besok Pos penggalangan dana bantuan ditempatkan di simpang Tangun, Simpang Tugu ratik Togak PasirPangaraian dan di berbagai tempat lainnya.

Dia juga mengharapkan kepada Pemda Rokan Hulu agar turut memberikan bantuan makanan kepada saudara yang membutuhkan di Palestina, sebab mulai hari ini mereka krisis makanan akibat penyerangan yang meluluhlantahkan rumah dan menewaskan sanak famili mereka di sana.

“Kita harapkan Pemda juga turut memberikan bantuan kepada saudara kita yang berada di palestina, sebab mereka saat ini sudah krisis makanan,” harapnya. (dab)

HIPPMIH Desak Pemprov Riau Cabut Izin PT Pulau Sambu

Demo Mahasiswa di gedung Pemprov Riau

Pekanbaru (Segmennews.com)- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indragiri Hilir (HIPPMIH) Pekanbaru menggelar aksi demo, Selasa (20/11/12) di Kantor Gubernur Riau. Mereka mendesak agar PT Pulau Sambu dicabut izinnya.

Aksi demo mahasiswa yang dikoordinir Sudirman ini, menolak bentuk kecurangan yang dilakukan PT Pulau Sambu. Terutama terkait pembelian hasil kelapa dari para petani dengan harga murah Rp300.

“Ini bentuk kecurangan dari perusahaan yang dapat menyengsarakan masyarakat. Apalagi, pimpinan perusahaannya bukan orang Indonesia Asli,” tegasnya.

Atas bentuk kecurangan perusahaan itu, mahasiswa mendesak agar Pemprov Riau mencabut izin PT Pulau Sambu. Mereka juga meminta agar bos PT Pulau Sambu agar diusir dari Indonesia.

Para pendemo sempat didatangi dua pejabat perwakilan Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BP2T) Riau dan Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Riau.

Akan tetapi, kehadiran dua perwakilan dari Pemprov Riau itu ditolak oleh mahasiswa. Pasalnya, mahasiswa hanya ingin bertemu dengan Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Namun, permintaan pendemo itu tidak bisa dikabulkan, karena memang tidak berada di tempat. Aksi mahasiswa yang membawa spanduk dan poster ini tidak berlangsung lama. Mereka akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (ur/sn/kir)

Jokowi Pertahankan Gaya ‘Blusukan’

Jakarta (Segmennews.com)- Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo akan tetap blusukan atau keluar-masuk kampung, selama masa kepemimpinannya.

“Lima tahun blusukan terus, mau ke kampung terus pokoknya selama lima tahun, ” ujar Jokowi, Senin, 19 November 2012. ” Ke bawah, ke kampung, pokoknya banyak ke lapangan.”

Ia mengatakan setiap gubernur punya gaya sendiri. “Gaya Saya, gaya blusukan.”

Menurut dia, setiap hari pasti selalu ada aspirasi dari rakyat karena ada kebutuhan dari bawah. “Kalau kita hanya duduk di kantor nggak akan ketangkep seperti itu, untuk menangkap keinginan-keinginan itu memang harus selalu turun ke akar rumput, turun ke bawah, liat lapangan,” kata Jokowi.

Ia menjelaskan melihat lapangan itu tidak harus selalu turun ke masyarakat, tapi juga mengontrol lapangan, mengontrol proyek, dan mengontrol program. Tidak hanya di kampung, namun juga bisa mengecek rumah sakit, puskesmas atau kelurahan, melihat pelayanan sudah baik atau belum.

“Ini bentuk sebuah managemen. Kalau managemen perencanaan tanpa managemen kontrol ke bawah tidak baik, ya gak akan bisa terwujud,” katanya.

Menanggapi banyak komentar pencitraan tentangnya, Jokowi tenang saja.

“Ya nggak apa-apa, untuk mengingatkan, untuk mengkoreksi siapapun, masyarakat, tokoh ya nggak apa-apa, Saya sangat terbuka sekali. Ia kemudian kembali menegaskan, selama 5 tahun, Ia akan seperti ini terus. “Wajah sy sampai jam segini masih ceria kan,” katanya. (kmc/snc)

Korupsi Pengadaan Buku, eks Kadis Pendidikan Sibolga diadili

Sibolga (Segmennews.com)- Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sibolga, Rustam Manalu, duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (20/11). Dia didakwa mengorupsi pengadaan buku untuk siswa sekolah dasar (SD).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanang Prihanto mendakwa Rustam Manalu telah bekerja sama untuk memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ucap Nanang di hadapan majelis hakim yang diketuai Suhartanto.

Dia memaparkan, Dinas Pendidikan Kota Sibolga mendapat alokasi dana sebesar Rp 1,5 miliar untuk pengadaan buku di perpustakaan 17 SD pada 2010. Untuk melaksanakan kegiatan itu, Lamser Tinambunan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menandatangani kesepakatan dengan Rafandi Malau, Wakil Direktur CV Alpha Centauri pada 26 November 2010. Kesepakatan ini diketahui dan disetujui terdakwa, yang merupakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sibolga atau kuasa pengguna anggaran.

Dalam kontrak yang disepakati, Rafandi harus mengadakan buku itu selama 30 hari kerja. Pada 20 Desember 2010, dia pun memohon pencairan dana 100% dan menyatakan pekerjaan telah rampung. Kenyataannya, dia belum menyelesaikan pekerjaan seperti dalam kontrak. Bahkan buku yang diserahkannya tidak sesuai dengan yang disyaratkan.

Meski pekerjaan itu belum selesai, Rustam Manalu menyetujui pencairan dana. Dia menandatangani berita acara prestasi pekerjaan, tanda terima, dan berita acara pembayaran 100% untuk pengadaan buku perpustakaan SD tersebut. Setelah kasus ini diusut, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut menyatakan negara telah dirugikan lebih dari Rp 570 juta dalam pengerjaan proyek ini.

Seusai mendengarkan dakwaan jaksa, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan. Agenda sidang berikutnya adalah mendengarkan keterangan saksi. (mdc/snc)