Beranda blog Halaman 3024

Polair Pelalawan Tangkap 22 Rakit Kayu Olahan

TELUK MERANTI (Segmennews.com)- Jajaran Polisi air (Polair) Polres Pelalawan berhasil mengamankan sebanyak 22 rakit kayu olahan jenis meranti di perairan Labuhan Bilik, Pulau Untut, kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Selasa (9/10) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
    
Selain mengamankan ratusan batang kayu olahan di pos Teluk Meranti bersama kapal motor (KM) bersama nakhodanya berinisial Ar(35) warga Desa Segamai, Kecamatan Teluk Meranti.
    
Kapolres Pelalawan, AKBP Guntu Aryo Tejo SIK, melalui Kasat Polair, Iptu Afril, kemarin membenarkan adanya penangkapan kayu olahan tersebut.

“Sekarang BB kayu telah kita amankan di pos Teluk Meranti, sedangkan satu orang nakhoda telah kita tetapkan sebagai tersangka, sedangkan tiga ABK masih di periksa sebagai saksi,” ujar Kasat Polair.
     
Dijelaskan Kasat, bahwa penangkapan kayu olahan itu saat anggota Polair melakukan patroli dengan speedboad di perairan Kuala Kampar, namun saat melewati di dekat pelabuhan bilik curiga ada kapal motor menarik kayu yang dirakit dalam air. Ketika dihadang petugas patroli Polair Polres Pelalawan nakhoda langsung menghentikan laju kapalnya tersebut.
     
Kemudian petugas patroli dibawa pimpinan Briptu Judarto langsung  naik ke kapal penarik kayu dan nakhoda diminta untu memperlihatkan dokumen kayu yang ditariknya tersebut. Tetapi dengan polos nakhodanya mengaku hanya disuruh menarik kayu dari Pulau Muda, ke Sungai Mas tanpa mengantongi surat-surat.
     
“Atas perbuatan tersangka kita jerat pasal 50 ayat 3 huruf f dan h junto pasal 78 ayat 5 dan 7 Undang-undang Ri no 41 tahun 1999, tentang undang-undang kehutanan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” ungkap Kasat Polair.
 
Sementara tiga ABK berinsial Hl (27), Tr (30) dan Ut (25) mengaku hanya ikut di kapal untuk menjemput tabung gas tiga kilo di Penyalai dengan mengunakan kapal motor milik Ar. Tanpa mengetahui di tengah jalan mereka harus manarik kayu olahan yang telah di rakit.
     
Sedangkan ketika nakhoda yang ditemui Pekanbaru MX, usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Pelalawan, mengatakan dirinya hanya membantu rekannya membawa kayu dengan upah uang minyak, tanpa disebutkan berapa nilai nominalnya.

“Dalam perjalanan kami sempat dihantam angin ribut dan gelomganb besar. Makanya sempat terdamdar di tebing, dan sebahagian kayu hilang dibawa arus, dari 22 rakit kemungkinan sekarang hanya tinggal 13 rakit saja,” tutur Ar.
    
Ditambahkan Kasat Polair, selain dari satu dari empat orang yang diamankan sebagai tersangka, juga orang yang disebut-sebut pemilik sedang dalam penyelidikan, guna mengungkap kasus ilegal logging hingga tuntas. (rz)

Rohul Bebas LKS Berbau Porno

int

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Kepala Dinas pendidikan Pemudan dan Olah Raga (Disdikpora) Rohul, H.M,Zen,M,Mpd memastikan bahwa Lembaran Kerja Siswa (LKS) di kabupaten Rohul tidak ada yang bergambar Porno. Hal ini disampaikannya terkait berdedarnya isu sejumlah LKS bergambar porno di Riau.

Ditegaskannya, bahwa khusus Rohul pihaknya menjamin tidak akan ada LKS yang ber gambar porno, sebab mulai dari Tingkat PAUD, TK, SD, SLTP dan SLTA, seluruh  Kepala sekolahnya diintruksikan untuk memastikan isi seluruh buku baik menyangkut gambar dan tulisan dalam kondisi baik.

“Kita periksa semua buku berdedar, kita pastikan dan tidak ada buku cetak baik tulisan dan gambar berabu porono,” tegasnya.

Menurut M Zen lagi, selama ini pihak Disdikpora Rohul memesan buku cetak seluruh pelajaran itu dari penerbit Erlangga. Buku-buku tersebut juga harus melaui Dinas Pendidikan, hal tersebut dilakukan untuk mengantisifasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk itu diminta kepada  Mentri Pendidikan pusat agar tidak mengganti penerbit atau kurikulum, agar buku tersebut tidak terkotori dan tetap utuh kemudian lagi. Sebab biaya penggantian buku siswa itu sangat mahal dan akan menyengsarakan Masyarakat.

“Dulu buku pelajaran itu masih bisa digunakan selama 5 tahun, jadi kalau ada dalam 1 rumah itu punya siswa 3 orang kakak beradik, masih bisa dipakai secara berganti-ganti,” ucapnya.

SEbut M zen, Pemkab Rohul melalui Disdikpora tetap berkomitemen manjadikan kualitas pendidikan di Kabupaten Rohul, terbaik di Provinsi Riau. (son)

Pejabat Lomba Masak di Rohul

PasirPangaraian (Segmennews.com)- SEmpena Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hulu ke 13, Pejabat eselon III di Satuan Kerja Pengarkat Daerah (SKPD) se Kabupaten  Rohul turut memeriahkan dengan mengikuti lomba memasak, Kamis (11/10) di halaman kantor Bupati.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rohul, Ir. Damri menghadiri acara tersebut menuturkan bahwa kegiatan yang melibatkan pejabat eselon ini untuk mendukung program cipta menu atau pangan Khusus non beras sebagai pengganti makanan pokok.

Lanjutnya, iven lomba masak non beras ini juga akan di perlombakan tingat Provinsi dan Nasional.

“Kita sengaja memilih Iven lomba memasak ini pada rangkaian kegiatan menyambut HUT Rohul, agar para SKPD merasa bertanggung jawab untuk memperingati HUT Rohul, namun dari jumlah SKPD yang ada cuma Dinas Pertambangan Energi Mineral yang tidak ikut, sebab pejabatnya sedang tugas ke Thailand,” sebutnya.(son)

RAPBD Murni Rp 1,3 Triliun Bakal Diserahkan ke DPRD Rohul

ilutrasi

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu akan menyerahkan RAPBD untuk tahun 2013 pada tanggal 17 Oktober mendatang senilau Rp 1,3 triliun.

Demikian diungkapkan Bupati Rokan Hulu, Drs.H.Achmad Msi melalui Sekretaris Daerah Ir.Damri, kamis (11/10) di Ruang kerjanya. katanya, setelah disahkannya APBD Perubahan tahun 2012 oleh DPRD Rohul maka saat ini sedaang mempersiapkan penyampaikan Rancangan APBD murni untuk tahun 2013. Sebab KUA/PPAS RAPBD tersebut sudah dibahas oleh DPRD sebelum Pembahasan RAPBD Perubahan akhir bulan lalu.

Menurut Damri besaran RAPBD tahun 2013 yang akan diajukan naik sebesar 10 persen dari APBD tahun 2012 dimana APBD tahun 2012 diajukan sebesar Rp 1,1 Triliun, sedangkan untuk RAPBD 2013 diajukan sebesar Rp 1,3 Triliun.

Sementara itu Ketua DPRD Rohul, H.Hasanudin Nasution SH bahwa setelah RAPBD tahun 2013 nanti diajukan diajukan oleh Pemerintah maka Badan Anggaran (Banggar) akan melakukan Pembahasan secara marathon, sebagaimana seperti dilakukan pada pembahasan RAPBD Perobahan tahun 2012 lalu.

“Kita tinggal menunggu penyerahan Nota RAPBD tahun 2013 dari pemerintah, dan jika sudah diserahkan nantinya akan dilakukan pembahasan secara marathon dengan memanggil seluruh SKPD untuk penyesuaian kegiatan yang diajukan dengan KUA/PPAS yang sudah disepakati. Diperkirakan akhir Nopember 2013 APBD Murni sudah disahkan,” katanya. (rz)

Wakapolri Akui Ada Korupsi di Kepolisian

Jakarta (segmennews.com)-Wakil Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Nanan Sukarna, membenarkan bahwa praktek korupsi juga terjadi di lingkup lembaga Kepolisian RI. Namun, praktek tersebut terkadang sulit dihindari karena berbagai faktor.

Nanan mengatakan salah satu kendala Polri dalam memberantas korupsi adalah gaji yang rendah. “Masalah gaji itu memang menjadi salah satu kesulitan dalam pemberantasan korupsi,” kata Nanan, saat membawakan materi di Seminar Nasional Komisi Kejaksaan di Hotel Atlet Century, Kamis, 11 Oktober 2012.

“Dikatakan jangan korupsi, tapi bagaimana kalau gajinya tidak cukup untuk menyekolahkan anaknya?” kata Nanan.

Nanan mengatakan terkadang penyidik sudah bersikap independen dalam mengusut kasus. Tetapi, ada saja pihak tertentu yang berusaha membujuknya agar melakukan korupsi.

“Terkadang klepak-klepak juga penyidiknya kalau ada yang bawa duit di depannya. Ini fakta di lapangan,” kata Nanan.

Di samping itu, kata Nanan, praktek korupsi juga terjadi karena terpengaruh ketidaktegasan pimpinannya. Karena itu, pimpinan harus berintegritas, tauladan, antigratifikasi, dan menolak korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Dikatakan bahwa atasan harus berani pecat anggotanya. Hukum dari mana kalau dia terima dari bawah?” kata dia.

Namun, dari sekian banyak paparan Nanan, dia tidak mencontohkan secara detail kasus korupsi yang mendera lembaganya tersebut.

Meski demikian, saat ini KPK dan Polri sedang mengusut kasus korupsi simulator alat uji surat izin mengemudi dengan menetapkan beberapa tersangka. KPK menetapkan dua jenderal polisi sebagai tersangka, yaitu Inspektur Jenderal Djoko Susilo dan Brigadir Jenderal Didik Purnomo.(snc/tempo)

Rosa:Angie Terima 15 Miliar untuk Bahas Anggaran Proyek 16 Universitas

Jakarta (segmennews.com)-Mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang menguatkan dakwaan jaksa pada Angelina Sondakh yang menyebut bahwa istri almarhum Adjie Massaid itu menerima uang senilai Rp 15 miliar untuk membahas usulan anggaran proyek 16 universitas sebesar Rp 610 miliar dengan Kemendiknas di Badan Anggaran DPR RI. Uang itu, menurut Rosa, diberikan bertahap. Hal ini diungkapkan Rosa saat menjadi saksi persidangan Angelina alias Angie di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Kamis (11/10).

“Itu adalah 50 persen awal dari fee 5 persen total usulan anggaran yang dijanjikan bapak (Nazaruddin) pada bu Angie. Nanti 50 persennya lagi diberikan setelah usulan anggaran universitas diterima. Sebenarnya bu Angie minta tujuh persen, kata yang lain biasanya tujuh persen, tapi karena Nazaruddin temannya jadi enggak papa lima persen feenya,” tutur Rosa.

Setelah itu, keduanya membahas rencana transaksi menggolkan usulan anggaran 16 universitas tersebut dalam beberapa kali pertemuan di Mall FX, Jalan Sudirman dan kantor Angie, lantai 23, ruang 2301, Gedung DPR RI. Uang yang diberikan pada Angie biasanya dititipkan pada kurir. Nilai uang terdiri dari dollar Amerika dan rupiah. Rosa mengaku jika tak bisa bertemu, keduanya berdiskusi mengenai penyerahan uang melalui Blackberry Messenger. Hal ini sempat dibantah oleh Angie, pada sidang-sidang sebelumnya. Namun, Rosa dalam kesaksiannya berkali-kali menyebutkan ia terlibat pembicaraan dengan Angie melalui BBM.

Dalam proses penggiringan untuk mendapatkan anggaran ini, Angie ternyata belum bisa menikmati semua fee yang dijanjikan oleh perusahaan Nazaruddin. Rosa mengatakan tidak semua usulan proyek di 16 perguruan tinggi (PT) akhirnya didapatkan oleh perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Permai milik Nazaruddin. Melainkan, hanya mendapatkan proyek di enam PT, yakni Universitas Tadulako, Universitas Negeri Malang, IPB, USU, Universitas Patimura dan Universitas Cendrawasih. Angie masih kurang 15 miliar lagi.

“Saya tidak tahu lagi, 50 persen berikutnya didapat lagi atau tidak, karena saya waktu itu sudah ditangkap. Tidak ada lagi obrolan mengenai uang itu setelah saya ditangkap. Bu Angie pernah mengunjungi saya, tapi tidak bahas itu,” ujar Rosa.

Rosa menyatakan, seharusnya Angie tetap mendapatkan bagian fee terakhirnya, Rp 15 miliar, meski 16 universitas itu tak semua mendapat anggaran yang diusulkan.

“Itu resiko perusahaan kami, meski tidak semua anggaran usulan didapat, kami tetap memberikan feenya,” pungkas Rosa. (snc/jpnn)

Rosa Hari Ini Dijadwalkan Bersaksi untuk Angie di Tipikor

Jakarta (segmennews.com)-Angelina Sondakh yang akrab disapa Angie, Kamis (11/10) pagi ini kembali menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dengan agenda mendengarkan keterangan saksi terkait kasus suap pembahasan anggaran proyek di dua kementerian yang melibatkannya. Sidang kali ini akan menghadirkan saksi yang juga terpidana kasus suap wisma atlet SEA Games, Mindo Rosalina Manulang atau Rosa.

“Ya sidang hari ini, Rosa (sapaan Mindo Rosalina) sebagai saksinya,” ujar kuasa hukum Angie, Tengku Nasrullah, saat dihubungi Kamis pagi (11/10).

Rosa yang juga mantan Direktur Pemasaran Grup Permai itu merupakan salah satu saksi kunci dalam kasus suap wisma atlet sekaligus dalam kasus Angelina Sondakh. Ia adalah salah satu orang kepercayaan Nazaruddin. Dalam kasus ini Rosa dilindungi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), karena posisinya sebagai saksi kunci.

Ia pun dikabarkan mengenal dekat Angie. Kasus dugaan penerimaan suap yang menjerat Angie ini juga merupakan pengembangan kasus suap wisma atlet SEA Games yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat sekaligus bos Grup Permai, Muhammad Nazaruddin.

Dalam kasus ini, Angie dan Rosa terlibat pembicaraan serius untuk menjalankan transaksi mereka. Melalui transkrip percakapan via BlackBerry Messenger (BBM) antara keduanya  diketahui ada aliran dana Grup Permai ke Angie. Ini menjadi salah satu bukti penting dalam kasus itu. Janda Adjie Massaid itu didakwa menerima pemberian atau janji berupa uang senilai total Rp12 miliar dan 2,35 juta dollar AS dari Grup Permai.

Dalam transkrip BBM, terungkap adanya beberapa kali permintaan uang oleh Angie ke Grup Permai. Permintaan  disamarkan dengan kode-kode seperti “apel malang” untuk uang rupiah, “apel washington” untuk dollar AS, serta istilah lain seperti “pelumas” atau “semangka”.

Menurut Jaksa, uang diberikan sebagai imbalan karena Angie setuju mengusahakan anggaran proyek di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sesuai dengan permintaan Grup Permai. Perusahaan itu mengusahakan anggaran karena nantinya menjadi pelaksana proyek.

Grup Permai meminta bantuan Angie karena ia adalah  anggota Badan Anggaran DPR sekaligus Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Komisi X. Uang commitmen fee diserahkan kepada Angie dalam beberapa kali transaksi antara Maret hingga November 2010. (snc/jpnn)

Pelalawan Suguhkan Tari zapin Pecah 12

Pelalawan (Segmennews.com) – Dalam gelaran Pelalawan Expo bersempena HUT Pelalawan ke 13 ini, Dewan Kesenian Kabupaten Pelalawan (DKP) mencoba untuk melakukan kolaborasi seni tari melayu zapin pecah 12 yang akan ditampilkan oleh sejumlah paguyuban yang ada di daerah ini.

Kolaborasi yang pertama rencananya akan digelar di Pelalawan Expo pada Kamis (11/10) malam di lapang sepakbola Pangkalan Kerinci.

“Insya Allah, tarian Melayu pecah 12 ini akan coba kita pentaskan nanti malam dalam Pelalawan Expo di lapangan sepakbola Pangkalan Kerinci. Pagelaran festival tarian Zapin Pecah 12 ini nantinya akan dibawakan oleh sejumlah paguyuban yang ada di Pelalawan diantaranya Nias, Aceh, Jawa, Batak dan Minang. Kita adakan pagelaran ini sebagai tanda bahwa dengan seni kita bisa bersatu sesuai dengan tema yang kita usung,” terang Ketua DKP Pelalawan H Herman Maskar pada sejumlah wartawan di Pangkalan Kerinci, Rabu (10/10).

Herman menjelaskan bahwa festival Tarian Zapin Pecah 12 ini sebenarnya memang asli tarian Melayu. Namun kali ini, DKP ingin mencoba menampilkan hal lain yakni memperlombakan tarian itu pada sejumlah paguyuban yang ada di Pelalawan diantaranya paguyuban Nias, Jawa, Aceh, Batak dan Minang.

“Kita ingin bahwa meski Tarian Zapin Pecah 12 adalah milik Melayu namun masyarakat Kabupaten Pelalawan yang heterogen dengan berbagai suku ini bisa juga membawakan tarian Melayu. Hingga dengan begitu, meski mereka berasal dari suku mana saja namun karena tinggal di Melayu, diharapkan bisa juga membawakan tarian Melayu,” bebernya.

Selain membawakan tarian wajib yakni Zapin Pecah 12, sambungnya, para penari dari sejumlah paguyuban ini sendiri nantinya juga akan membawakan tarian khas daerah masing-masing. Artinya, pihaknya memberikan kesempatan juga pada mereka untuk dapat memperkenalkan kebudayaan seni tari daerah mereka masing-masing.

“Dari berbagai tarian yang akan dibawakan oleh masing-masing paguyuban dengan berbagai latar belakang daerah itu, hikmahnya adalah bahwa meski Kabupaten Pelalawan berpenduduk heterogen namun tetap satu visi dan satu misi dalam membangun daerah ini ke depannya, tegasnya.

Di samping akan diisi oleh kesenian tari dari sejumlah paguyuban yang ada di Pelalawan, lanjutnya, pagelaran tari yang diadakan oleh DKP ini nanti juga akan diikuti oleh kabupaten kota tetangga yakni dari Kabupaten Meranti, Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru yang akan dibawakan oleh Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR).

“Yang jelas, momen ulang tahun kabupaten kali ini akan kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk kegiatan kesenian yang ditampilkan oleh DKP. Jadi selain memperkenalkan kesenian dari paguyuban lain, namun kita tidak meninggalkan kesenian asli masyarakat melayu yakni tarian Zapin Pecah 12. Ini kita lakukan karena Kabupaten Pelalawan adalah milik kita semua dan untuk kita semua, dan semoga saja apa yang kita buat ini bisa menimbulkan kebersamaan dengan menghilangkan perbedaan untuk mewujudkan Kabupaten Pelalawan semakin maju di seluruh bidang,” harapnya. (rz)

Ketua Komisi C DPRD Pelalawan Pertanyakan Pegerjaan Dermaga Senilai Rp 1,4 M

Pelalawan (Segmennews.com)– Sampai saat ini, pembangunan dermaga di Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Kuala Kampar yang dianggarkan lewat Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD) Murni tahun anggaran 2012 tak kunjung dikerjakan. Pasalnya, sampai saat ini belum ada nampak aktivitas kontraktor mulai mengerjakan dermaga yang dianggarkan sebesar 1,4 Milar tersebut di daerah itu.

Terlebih lagi waktu pengerjaan sampai saat ini terus berjalan, sehingga masyarakat setempat terus bertanya-tanya kapan pengerjaan dermaga jenis ponton tersebut akan terealisasi. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD Pelalawan yang menanyakan hal serupa, yakni

“Kenapa sampai sekarang tak ada aktifitas kontraktor mulai mengerjakan pembangunan dermaga sebagai pengganti dermaga lama yang sudah rusak? padahal waktu pengerjaan kan terus berjalan,” tanya Ketua Komisi C DPRD Pelalawan, Suprianto SP, kemarin.

Katanya, saat ini Warga setempat sudah banyak yang menanyakan pada dewan soal pembangunan Dermaga di Kelurahan Teluk Dalam itu mulai dikerjakannya.

Diungkapkannya, padahal pekerjaan pembangunan Dermaga telah dianggaran sekitar 1,4 miliar. Rekanan kontraktornya yakni,
PT Brata. Hingga sekarang belum juga ada aktifitas.

“Yang jelas, kalau tidak selesai masyarakat pasti kecewa. Sebab Dermaga yang akan dibangun itu adalah satu-satunya dermaga yang menjadi urat nandi bagi masyarakat Kecamatan Kuala Kampar. Soalnya, semua masyarakat kalau mau pergi terutama menjual hasil panennya semua lewat dari situ. Makanya kita sangat menyesal sekali kalau pembangunan dermaga itu tidak selesai,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Camat Kuala Kampar, T Syafril saat dikonfirmasi via selulernya menyatakan bahwa sejauh ini memang tidak ada aktifitas kontraktor melakukan perakitan dermaga di lokasi pekerjaan tersebut. Namun menurutnya saat ini kontraktor sedang merakit dermaga di tempat lain sampai selesai. Jika dermaga telah selesai di rakit barulah dermaga di bawa ke lokasi dan memasangkannya.

“Ya benar, mereka tak merakit di sini. Informasi yang kita dengar kontraktornya merakit di Teluk Keladi Kecamatan Teluk Meranti, dan kita juga tak tahu apa alasannya mereka merakit di situ tapi yang jelas barang itu harus selesai dan terpasang sebelum waktu pengerjaannya berakhir,” pungkasnya. (rz)

Demo Kantor Bupati Pelalawan, IPMB Tuntut Pembangunan Merata


 Pelalawan (Segmennews.com)- Ikatan Pelajar Mahasiswa Bersatu ( IPM-PB ) Kabupaten Pelalawan turun demo ke kantor Bupati Pelalawan untuk menyampaikan pernyataan sikap mereka yang berjumlah 4 tuntutan.

IPBM  menyampaikan aspirasinya di depan kantor Bupati Rabu ( 10/10 ) dihadapan  Sekda, H. Zardewan. Para demonstran yang menamakan Ikatan Pelajar Mahasiswa tersebut ingin mendengarkan sudah sejauh mana perkembangan Pelalawan, karena mereka menilai perkembangan hanya dirasakan Kecamatan tertentu.
   
“Kami ingin mengetahui perkembangan pembangunan Pelalawan teringat Kabupaten yang kita cintai ini sudah merusia 13 tahun pada tanggal 12 Oktober tahun ini,” teriak Kordinator Lapangan, Zahari dan Firka Maulana.

Menurut Korlap pembangunan yang dilakukan Pelalawan masih tebang pilih atau pilih kasih dalam membangun, salah satunya pangkalan Kerinci gencar-gencarnya sekarang melakukan pembangunan, akan tetapi di Kecamatan lain tidak seperti yang ter realisasi di Pangkalan kerinci.
   
Demikian juga hal yang sangat dibangga-banggakan yakni, Wisata Bono Teluk Meranti, seperti yang kita ketahui, wisata tersebut dapat maju dan dilirik wisatawan bila akses menuju lokasi bagus, padahal sampai saat ini jalan menuju wisata Bono sangat memprihatinkan masyarakat dan ikatan pelajar.

“Kami berharap Pemerintah dapat memperhatikan pembangunan Pelalawan apalagi Kabupaten Pelalawan ini akan berusia tepat 13 Tahun pada 12 Oktober Tahun ini, kami menuang pernyataan sikap tersebut dalam 4 item,1. Pemerintah harus evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten Pelalawan, 2. Pemerataan Pembangunan, 3. Mempertanyakan 44 Desa tertinggal pada tahun 2009, 4. Mengikutsertakan Mahasiswa dalam kegiatan yang dilakukan Pemerintah Pelalawan,” urainya.
   
Sekda Pelalawan, H.Zardewan serta pejabat tinggi Pemda dalam waktu orasi para Mahasiswa mengatakan  menyambut baik kehadiran Mahasiswa karena turut mengingatkan kami selaku pemerintah bila ada kesalahan, kerena kami pasti tidak akan luput dari kesalahan, masukan yang Mahasiswa berikan kan kami ingat. Bisa kami jelaskan,roda pemerintahan dan pembangunan Pelalawan berjalan dengan baik seperti biasa, terkait pembangunan yang dinilai pilih kasih kami  dapat menerangkan tidak ada pilih kasih untuk pembangunan hal itu semua karena keterbatasan dana yang dialokasikan dan tiap pembangunan dilakukan dengan skala prioritas.
   
Lanjut Sekda, Kinerja Pemerintahan  Kabupaten Pelalawan juga kita evaluasi,ini kita lakukan dengan nampaknya Perombakan Struktural dan juga evaluasi dilakukan di Rapat Paripurna Dewan yang dilakukan pada tiap tahunnya di hari ulang tahun Kabupaten Pelalawan.Terkait  Desa tertinggal yang pada tahun 2009 dinyatakan berjumlah 44 Desa, kami dapat sampaikan bahwa jumlah desa tertinggal sampai sekarang sudah menurun, desa yang terbaru Desa tertinggal hanya tinggal 24  Desa lagi sedangkan 20 Desa sudah tidak digolongkan desa tertinggal lagi.

“Kami juga dari Pemerintah Pelalawan akan turut mengundang para Mahasiswa dalam perayaan Hari Ulang Tahun Pelalawan,” ujar Sekda meng akhiri. (yusuf)