Beranda blog Halaman 3025

Ratusan Rumah Tergenang Banjir di Petapahan

Ilustrasi

Teluk Kuantan (Segmennews.com)- Hampir 100 unit rumah warga di desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar, Selasa (23/10) dilanda banjir. Kendati rumah mereka tergenang, warga masih bertahan dan tak memutuskan untuk mengungsi.

“Tinggi air rata-rata selutut orang dewasa, di dalam rumah maupun di pekarangan terutama di rumah-rumah warga yang terendam banjir tersebut,”ujar Kades Petapahan, Aidil Fitro yang dihubungi, Selasa (23/10).

Menurutnya karena sebagian kawasan pemukiman penduduk di desa Petapahan berada di dataran rendah, setiap kali turun lebat memang rawan terjadinya banjir. “Namun karena sifatnya banjir kiriman, air cepat datang namun cepat pula surut,”ujar Aidil.

Terkait sering terjadi banjir di desanya, terutama penduduk yang tinggal dipinggiran sungai Petapahan, dirinya meminta Pemkab Kuansing untuk membersihkan sungai Petapahan dari material kayu dan rongsokan material bangunanl yang banyak di hilir sungai Petapahan. Sebab rongsokan kayu tersebut memperlambat aliran air ke hilir sungai Kuantan sehingga menambah potensi meluapnya banjir.

Begitu juga dengan kolam ikan warga yang cukup banyak di desa ini, sampai saat ini ujar Aidil Fitro masih selamat alias tidak tergenang banjir. Namun kalau air naik lagi sampai setinggi lutut orang dewasa, maka kolam-kolam ikan warga tersebut dapat terancam. ” Mudah-mudahan saja hujan tidak bertambah sehingga debit air juga tidak naik,”ujarnya. (hr/sn)

117 Kasus DBD di Bengkalis

Bengkalis (Segmennews.com)- Terhitung sejak bulan Januari sampai dengan Oktober ini ditemukan sebanyak 117 kasus demam berdarah dangue (DBD) di seluruh kabupaten Bengkalis. Dari 117 kasus tersebut sebanyak 5 penderita DBD meninggal dunia, pada awal tahun lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Hermanto Baran, Selasa (23/10) mengungkapkan soal kasus DBD sepanjang tahun 2012. Disampaikan kadis, puncak DBD yang terjadi di kabupaten Bengkalis adalah pada bulan Januari dan Februari masing-masing terdapat 26 kasus.Kasus DBD tertinggi dari Januari sampai September adalah di kecamatan Mandau dengan 50 kasus.

”Sepanjang tahun 2012 ini penderita DBD yang meninggal dunia mencapai 5 orang, dengan kasus sebanyak 117. Dari catatan, memang kasus DBD di Bengkalis termasuk yang tertinggi di propinsi Riau,dan upaya penanggulangan penyakiut ini terus kita lakukan dengan berbagai cara,” terang Hermanto, ketika ditanya soal pernyataan Diskes Riau bahwa Bengkalis tertinggi penderita DBD di Riau.

Disampaikan juga oleh Hermanto kecamatan yang terbebas dari kasus DBD hingga setakat ini adalah kecamatan Siak Kecil, Rupat, kawasan Sebangar di kecamatan Mandau dan Muara Basung di kecamatan Pinggir.Untuk kecamatan Mandau, di desa Balai Makam saja ditemukan 24 kasus DBD sehingga dari pendataan tercatat Mandau terdapat 74 kasus.

Lebih jauh mantan kepala BKD ini menyampaikan bahwa 5 korban yang meninggal akibat DBD sebanyak 3 orang meninggal di kecamatan Mandau, di kecamatan Bengkalis dan Bukit Batu masing-masing 1 orang meninggal dunia.Kemudian sepanjang bulan Oktober ini baru ditemukan dua kasus DBD yang terjadi di kecamatan Bengkalis. (hr/sn)

MTQ Rohil Jangan Dikotori Joki

Bagansiapiapi (Segmennews.com)- Masyarakat mengharapkan agar pelaksanaan MTQ Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) benar-benar dalam pelaksanaan ajang pembinaan bagi putra/putri daerah tanpa keterlibatan kafilah asal luar. Untuk itu, masyarakat sangat menyesalkan sikap pemerintah dan  kementerian agama Rohil yang masih melakukan perekrutan khafilah asal luar daerah dalam mengikuti ajang perlombaan MTQ Kabupaten Rohil dilaksanakan tanggal 1 November 2012 mendatang.

Pasalnya, khafilah putra daerah dinilai masih memiliki potensi mengangkat nama baik daerah, dengan syarat fokus melakukan pembinaan dan pelatihan. “Saya dapat informasi sudah banyak khafilah asal Sumatera Utara sebagai joki untuk mengikuti pertandingan MTQ Kabupaten Rohil nantinya. Kalau perekrutan juga masih dilakukan dari luar daerah, masyarakat akan mengambil class action sebagai tindakan tersendiri. Saya yakin putra/putri daerah memiliki kemampuan, hanya saja untuk mengasahnya dibutuhkan pelatihan dan pembinaan dengan mendatangkan guru sesuai dengan bidangnya, seperti Fahmil Quran, Sarhil, Khotil Quran, Hafiz 5 juz, dan Hafiz 10 juz,” ungkap Pemilik Pesantren Al-Madjidiyah Bagan Sinembah, H Bachid Madjid kepada MRNetwork, Selasa (23/10).

Menurutnya, perekrutan secara besar-besaran terhadap khafilah luar daerah merupakan tindakan pembusukan terhadap publik. Sebab, selama ini masyarakat berfikir khafilah yang diikutsertakan berasal dari daerah sendiri. Beberapa waktu lalu, Kecamatan Bagan Sinembah memboyong seluruh khafilah asal Sumatera Utara mengikuti seluruh cabang dipertandingkan sebagai joki. Namun kemenagan itu bukan merupakan kebanggan bagi masyarakat.

“Artinya, kalau khafilah luar daerah yang menang sepenuhnya tidak mutlak menjadi kebanggaan daerah. Saya berfikir dalam ajang MTQ bukanlah suatu turnamen olahraga, karena yang dibutuhkan bukan kemenangan semata, melainkan mencari bibit putra putri daerah berbakat dalam mengaji Al Quran. Saya pikir kalau pemerintah daerah bersama kementerian agama serius mencari bakat putra-putri daerah, ke depan Kabupaten Rohil memiliki khafilah yang handal dan menjadi kebanggan bagi daerah,” ungkapnya.

Anggota DPRD Rohil Zulkifli menyatakan, tindakan perekrutan khafilah asal luar daerah dapat menyurutkan semangat dan motivasi putra daerah. Tradisi menggunakan joki luar untuk meraih juara sangat bersebrangan dengan semangat daerah seribu kubah. Dalam mencari dan menghasilkan putra-putri daerah yang pintar Al Quran. Pemerintah daerah sendiri sudah seharusnya memprogramkan pembinaan sebagai bentuk pemberian motivasi terhadap generasi muda. (hr/sn)

Mencari Solusi Krisis Listrik di Pelalawan

Gardu Penambahan daya PLN di Pelalawan (hr)

Pangkalan Kerinci (Segmennews.com)- Lima bulan terakhir, warga Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan dibuat ‘gelisah’ akibat pemberlakuan pemadaman bergilir oleh PLN setempat.

Dalam situasi tak menentu tersebut, Pemerintah Kabupaten Pelalawan pun akhirnya berusaha keras untuk membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) berkapasitas 20 Megawatt (MW).

Penyaluran listrik di Kota Pangkalan Kerinci selama ini ditangani PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata. Hanya saja, kedua perusahaan ini masih mengandalkan suplai daya listrik dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melalui PT Riau Prima Energi (RPE).

Tak mengherankan, ketika pasokan listrik dari RPE terganggu akibat adanya kerusakan pada salah satu mesinnya, PT PLN dan BUMD Tuah Sekata dibuat kelimpungan. Pemberlakuan pemadaman bergilir pun terpaksa dilakukan, terutama pada saat beban puncak mulai petang hingga malam.

Salah seorang penggagas berdirinya Kabupaten Pelalawan, HT Saheran mengaku prihatin atas kondisi kelistrikan di Pangkalan Kerinci. “Masyarakat mengeluhkan pemadaman listrik bergilir, terutama pelanggan listrik BUMD Tuah Sekata. Pemadaman sangat mengganggu aktivitas warga sehari-hari,” tuturnya.

Tokoh masyarakat, yang juga ketua RW di lingkungan tempat tinggalnya di Jalan Raya Lintas Timur Pangkalan Kerinci ini mengungkapkan, pemadaman bergilir juga membuat dunia usaha terganggu. “Kondisi ini harus segera diatasi, pihak-pihak terkait harus duduk bersama,” pintanya.

Di tempat terpisah, Direktur Utama BUMD Tuah Sekata, Fakhrullazi mengaku bisa memahami kekecewaan pelanggan atas kondisi ini. Dia memastikan, pemadaman listrik pelanggan tidak ada unsur kesengajaan. “Pemadaman itu pilihan sulit dan kami terus berupaya agar listrik stabil,” katanya.

BUMD Tuah Sekata, saat ini memiliki lebih dari 3 ribu pelanggan di kalangan masyarakat. Pelanggan terbesarnya berasal dari instansi pemerintahan. Dengan jumlah pelanggan itu,  Tuah Sekata baru mampu memenuhi pasokan sebanyak 2 MW dari sekitar 3 MW.

Fakhrullazi mengakui, pembangunan PLTG merupakan solusi tepat untuk mengatasi krisis listrik, khususnya di Kabupaten Pelalawan. Tak heran, dia pun berharap program pembangunan PLTG bisa selesai tepat waktu. (hr/snc)

Pekan Ini, Harga Sawit Naik Tipis

int

Pekanbaru (Segmennews.com)- Sesuai keputusan rapat tim penetapan harga pembelian Tandan Buah Sawit (TBS) kelapa sawit provinsi Riau pada Selasa (23/10) siang, ditetapkan bahwa harga TBS sawit sebesar Rp 1293,65 per kilogram (kg), naik tipis dibanding pekan sebelumnya yang dipatok pada harga Rp 1270,48 per kg.

Selain itu, tim juga menetapkan harga CPO rerata tertimbang periode penjualan 15 – 21 Oktober sebesar Rp 6186,03, naik tipis dibanding pekan lalu sebesar Rp 6067,46.

Harga kernel rerata tertimbang periode penjualan pekan ini sebesar Rp 2866,71 turun dibanding pekan kemarin sebesar Rp 2905,51 dengan indeks ‘K’ pekan ini sebesar 86,30 persen.

Kenaikan harga TBS pekan ini, meski tipis, sebagian besar disebabkan meningkatnya permintaan stok TBS dan CPO asal dalam negeri di pasar dunia, mengingat produsen sejenis dari negara tetangga, Malaysia, melakukan lepas stok ke pasaran, hingga timbul peluang untuk memenuhi kebutuhan di pasar tetangga tersebut. (den/ur)

Kakanwil : Pegawai Kemenag Diharapkan Profesional

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Pegawai Kementerian Agama diharapkan profesional dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Mengingat, pegawai kementerian agama dianggap sebagai contoh dan teladan bagi PNS lainnya. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs.H. Tarmizi Tohor, MA dalam arahanya di hadapan ratusan PNS di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, peserta orientasi dan pembinaan asesmen pegawai di lingkungan Kemenag Rokan Hulu, di Hotel Sapadia Pasir Pengaraian, Selasa (23/10).

Lebih lanjut Tarmizi memaparkan, baik dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai PNS maupun di lingkungan masyarakat, pegawai kemenag selalu dipandang sebagai tokoh yang mendapat sorotan.

”Tidak bisa kita pungkiri itu, PNS Kemenag dimanapun dia tingal tetap menjadi sorotan, tinggal lagi bagaimana pegawai itu menyikapinya, kalau pegawai itu baik dan profesional, maka secara otomatis penilaian masyarakat tentunya akan baik pula, begitu juga sebaliknya, makanya kita tekankan agar pegawai Kemenag ini menjaga korpsnya,”ujar Tarmizi.

Khusus dalam pelaksanaan tugas, Kakanwil berpesan pegawai Kemenag mesti berhati-hati dan teliti mengingat betapa ketatnya peraturan dan pengawasan pada saat ini.

”Terutama pengelolaan anggaran, pegawai kita mesti teliti betul, sesuai aturan, serta dengan manajemen yang baik, jangan asal-asalan karena sedikit saja kita salah maka sorotan akan sangat besar,”tuturnya.

Pada kesempatan tersebut Kakanwil juga menginformasikan bahwa tingkat pengelolaan anggaran di Kementerian Agama sudah semakin membaik, hal itu dibuktikan penilaian BPK yang memeberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Kakanwil berharap predikat ini bisa sama-sama dijaga bahkan bisa lebih ditingkatkan lagi.

Sementara itu disisi lain, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu,Drs.H.Ahmad Supardi Hasibuan,MA dalam sambutanya menyebutkan, kegiatan orientasi dan pembinaan assesmen ini dimaksudkan memberikan pengetahuan terkait peraturan kepegawaian terhadap para pegawai di lingkungan kemenag Rokan Hulu.

”Dengan kegiatan ini, pegawai kemenag bisa mengetahui tugas pokok, hak dan kawajiban yang mesti dilakukan, jangan hanya bisa menuntut hak semetara kewajiban selaku PNS belum dijalankan,”ujar Supardi.

Terkait kegiatan orientasi dan pembinaan assesmen ini, dilaksanakan Sub Bagian Tata Usaha melalui DIPA kemenag Rokan Hulu tahun 2012. Kegiatan diikuti sebanyak 180 orang PNS di lingkungan Kementerian Agama Rokan Hulu.(rls/son)

LBH Pers: Bukti Kasus Arogansi TNI AU Lengkap

ant

Jakarta (Segmennews.com)– Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers menilai barang bukti kasus arogansi oknum TNI AU berupa penganiayaan terhadap jurnalis di Provinsi Riau sudah lengkap, sehingga tidak ada celah lagi untuk mendiamkan para pelaku tanpa ada penegakan hukum.

“Bukti-bukti sudah cukup kuat, apalagi ada kesaksian, visum dan video visual yang sudah tak bisa dibantahkan lagi bahwa terjadi penganiayaan oleh oknum TNI AU,” kata Direktur Eksekutif LBH Pers, Hendrayana, saat saat menerima jurnalis korban penganiayaan di kantor LBH Pers, Jakarta, Senin.

Hal ini terkait penganiayaan dan perampasan terhadap sejumlah jurnalis Pekanbaru yang dilakukan Letkol Robert Simanjuntak dan bawahannya di lokasi jatuhnya Hawk 200 di permukiman warga Pasir Putih, Kabupaten Kampar, Riau pada 16 Oktober.

Pada audiensi itu hadir tiga korban penganiayaan, yakni fotografer Didik Herwanto dari Riau Pos, Robi dari Riau Televisi dan pewarta Kantor Berita ANTARA FB Rian Anggoro. Turut hadir juga tim advokasi jurnalis Pekanbaru, perwakilan Pewarta Foto Indonesia (PFI), dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

“Harus didesak agar Satuan POM TNI AU benar-benar profesional untuk mengusut kasus ini, dan bukti yang ada sudah cukup untuk segera dilakukan penetapan tersangka,” tegas Hendrayana.

Melihat kasus yang terjadi ia mengatakan bahwa oknum TNI AU telah melanggar Pasal 18 Undang-Undang Nomor 40/1999 tentang Pers karena menghalangi tugas peliputan. Selain itu, penganiayaan dan pengeroyokan terhadap jurnalis serta warga sipil telah melanggar pasal 351 dan 170 KUH Pidana.

“Ini masalah serius karena kekerasan bukan hanya menimpa wartawan, tapi juga menimpa dua mahasiswa yang merupakan warga sipil. Mutasi terhadap pelaku juga tidak bisa menghilangkan unsur pidana,” katanya.

Koordinator Advokasi AJI Indonesia, Aryo Wisanggeni, menyatakan kasus itu harus dibawa hingga ke Mahkamah Militer (Mahmil). Pelakunya yang merupakan perwira menengah harus diusut tuntas agar jadi pembelajaran bagi TNI agar kejadian serupa tak lagi menimpa masyarakat.

“AJI akan terus memonitor kasus ini untuk memastikan Polisi Militer bekerja profesional. Kasus ini tidak bisa dihentikan hanya sebatas pelanggaran administrasi biasa, harus dibawa ke Mahmil,” katanya.

Letkol Robert Simanjuntak menganiaya Didik Herwanto dengan menendang, membanting, mencekik hingga melayangkan bogem mentah. Aksi perwira menengah itu dilakukan di tengah masyarakat, yang langsung berujung pada aksi serupa dari bawahannya kepada jurnalis lainnya di lokasi jatuhnya Hawk 200. Insiden itu kemudian dikecam banyak kalangan dan Panglima TNI meminta kasus itu diproses hukum. (ant/snc)

Mahasiswa Inhil Desak Pemprov, DPRD Riau Buat Perda Harga Kelapa

Add caption

Pekanbaru (Segmennews.com)- Puluhan mahasiswa Indragiri Hilir datangi kantor gubernur Riau, Selasa (23/10). Mereka mendesak Pemprov Riau dan DPRD membuat perda standarisasi harga minimal kelapa.

“kami semua murni mahasiswa dari Inhil, orang tua kami mayoritas penjualan kelapa. Saat ini sangat menjerat leher kami, harga kelapa menurun drastis. Kami meminta agar pemerintah mensinkronisasi dengan DPRD agar membuat perda standarisasi harga minimal kelapa,” Sampai Ketua umum PB-HIPPMIH, Mahmudin.

Disamping itu mereka juga menuntut Pemerintah, agar segera mencabut hak izin operasional PT.Pulau Sambu. Mereka juga menyampaikan tuntutan agar pemimpin Inhil mundur dari jabatannya, dan meminta realisasi riil APBD untuk penanganan tanggul kelapa.

Seperti diketahui kabupaten Indragiri Hilir terkenal sebagai penghasil kelapa terbesar di Provinsi Riau. Tanggul perkebunan yang tidak ada perbaikan dan terus menjadi momok mengkhawatirkan, dan hari ini diperparah dengan terjun bebasnya harga
kelapa.

“Harga kelapa semula Rp 1.000 sekarang hanya Rp 200 rupiah perbutir nya. Dengan harga yang sangat murah itu, kami sangat sulit untuk melangsungkan kehidupan, apalagi saat ini biaya kebutuhan semakin hari semakin mahal,” keluhnya. (Den/kir)

Perbaikan jalan, PT SPE dan PTPN V Dinilai Tak Penuhi Janji

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Dari 3 Perusahaan yang telah menanda tangani MOU dengan Pemkab Rohul dan DPRD Rohul bersedia untuk membangun jalan dari Kecamatan Rokan IV Koto sampai ke Simpang PIR Kecamatan tandun, hingga saat ini baru satu Perusahaan yang sudah melakukan perbaikan.

Sementara 2 perusahaan lagi belum ada tanda-tanda akan mengerjakan jalan tersebut. Trungkapnya hal itu berdasarkan peninjauan Komisi III DPRD Rohul, Selasa (23/10).

Kepala Bidang Prasarana jalan BMPP Rohul, Anton ST.MT mengatakan tiga Perusahaan itu adalah PTPN-V. 3 kilometer, PT.SPE 5 kilometer, MCM 1 kilometer dan pemerintah 10 kilometer, namun yang baru menyelesaikan pembangunan itu adalah PT.MCM sudah 100 persen. Sementara Pemda sudah capai 90 persen hanya tinggal penyerahan saja. Sedangkan PTPN V dan SPE masih belum melaksanakan pengerjaan jalan sama sekali.

Saat peninjauan, anggota Komisi III DPRD Rohul, T.Syafril Arif S,sos menyebutkan bahwa sesuai perjanjian dan rencananya akhir tahun 2012 jalan tersebut sudah di perbaiki dan di aspal.
           
Dari keterangan PTPN V Ir,D Karo karo lanjut, Syafril, mereka baru sedang melakukan Proses lelang di pekanbaru. Sedangkan dari pihak PT SPE,  Patrun Rahman juga sedang proses lelang.

“Sesuai dengan perjanjian Mereka komisi III akan menunggu selama 15 hari kemudian kalau mereka masih belum mengerjakannya akan dipanggil untuk hearing mempertanyakan permasalahannya, sedangkan untuk mensosialisasikan ke Masyarakat Komisi III juga sudah siap,’’katanya.(idab)

Setan mengganggu, SMAN 1 Kepenuhan Diajak Do’a Tolak Bala

Siswa dan masyarakat do’a tolak bala

Kepenuhan (Segmennews.com)- Akibat siswi SMAN I Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu sering mengalami kesurupan sehingga mengganggu proses belajar mengajar, akhirnya pihak sekolah memutuskan melakukan do’a tolak bala, Selasa (23/10) sekitar pukul 09:00 Wib di halaman sekolah.

Do’a tolak bala yan di maksudkan untuk mengusir pengaruh jahat dari makhluk halus yang selama ini mengganggu dan merasuki siswi hampir setiap hari, yang berakibatkan sekolah diliburkan hampir seminggu.

Doa bersama yang diikuti oleh siswa kelas X sampai kelas XII dan dihadiri juga oleh tokoh masyarakat, camat, Danramil, kapolsek, UPTD Dsdikpora dan seluruh unsure Upika Kecamatan Kepenuhan total yang mengikuti do’a tersebut sekitar 820 orang. Sebelum prosesi berdo’a bersama, lantunan ayat suci berkumandang yang dipimpin oleh, Ustd. H. Usman BL, dan tahlil di pimpin oleh KH. Usman dan dilanjutkan dengan Do’a yang dipimpin oleh, KH. Ridwan.

Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian pencerahan agama serta bimbingan yang disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat yang juga ketua komite sekolah SMA Negeri 1 Kepenuhan, Bapak Drs. H. Efendi R. Effendi menyampaikan bahwa siswa dan siswi SMA Negeri 1 Kepenuhan harus menjaga kesopanan dalam pergaulan sehari – hari, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat, agar kejadian – kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa – masa yang akan datang.

Disamping itu, Kepala SMA Negeri 1 Kepenuhan, M. Ardi, SS. M. Pd mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh masyarakat kecamatan kepenuhan yang telah bersedia datang dan melangsungkan do’a besama.

 “Semoga dengan do’a tolak bala ini kejadian – kejadian seperti yang lalu-lalu tidak terulang kembali di masa – masa yang akan datang, dan siswa pun bisa lebih menjaga kesopanannya,” ucapnya.

Selain itu, mengingat ujian sudah dekat, seluruh siswa dan siswi juga diingatkan agar mengikuti pelajaran dengan baik.

 “Akibat kejadian (kesurupan) yang terjadi akhir-akhir ini mengakibatkan pelajaran banyak yang tertinggal, sebab dengan adanya kejadian tersebut, sehingga siswa terpaksa diliburkan selama seminggu,” ungkapnya.

Menanggapi prosesi do’abersama itu, anggota DPRD Rohul Ismail SAg,Msi berharap, dengan terlaksananya do’a tolak bala tersebut, diharapkan dapat menenangkan siswa dan tidak ada lagi kejadian kesurupan. Sehingga kedepannya proses belajar mengajar di SMA itu bisa berjalan lancar.

“Mudah-mudahan rasa was-was yang menghantui mereka, baik secara fisik maupun dan mental para siswa tidak terganggu sehingga mereka bisa melanjutkan belajar dengan baik,” sampai Ismail. (idab)