Beranda blog Halaman 3027

Tangkap Novel, Penyidik Tak Perlu Lapor Kapolri

Jakarta (segmennews.com)-Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengaku tidak mengetahui sepak terjang bawahannya yang mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat (5/10) malam. Hal itu dibenarkan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman. Menurutnya, Polda Bengkulu yang berencana menangkap penyidik KPK, Novel Baswedan memang tidak harus mengabari Kapolri ketika akan melakukan penangkapan kasus tindak pidana umum. Koordinasi hanya dilakukan dengan Polda Metro Jaya.

“Pak Kapolri juga enggak dikabari. Kewenangan penyidik kan melakukan penangkapan. Penyidik itu kan independen. Kalau sama Polda Metro ada,  karena kalau ingin melakukan penangkapan di wilayah orang, harus diberitahukan supaya tidak diteriakin maling. Katakanlah, seperti KPK mau nangkap di Buol. Kalau enggak bisa nangkap, minta sokongan polisi sana boleh. Nggak perlu ke Kapolri, ke polisi daerah saja,” papar Sutarman dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (6/10).

Ketidaktahuan Kapolri juga sempat mengundang tanda tanya dari Menkopolhukam Djoko Suyanto. Ia mempertanyakan bagaimana bisa hal tersebut tidak dikoordinasikan kepada Kapolri Timur Pradopo. Mengingat situasi antara KPK dan Mabes Polri, akhir-akhir ini semakin panas semenjak mencuatnya kasus dugaan korupsi simulator SIM.

Apalagi, dari pemberitaan media massa saat itu menyebut suasana kedatangan anggota Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya, membuat suasana KPK seperti tengah diintimidasi Polri secara tidak langsung. Berbagai spekulasi pun muncul. Ada yang mengatakan ini bentuk intervensi karena KPK melakukan pemeriksaan pada Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka kasus dugaan suap simulator di Korlantas Polri. Ada pula kalangan yang mengira kedatangan polisi untuk menjemput paksa lima penyidik polisi di KPK, yang tak mau kembali ke satuannya.

Meski, Polri mengaku kedatangan sejumlah perwira menengah itu karena akan berkoordinasi dalam penangkapan penyidik KPK Novel Baswedan. Ia diduga terlibat dalam kasus penganiayaan berat di Bengkulu, Februari 2004 silam.

“Saya perlu jelaskan, murni ini ada penyidikkannya dan saya sudah mendapatkan laporan langkah-langkah yang diambil oleh penyidik. Kalau sesuai ketentuan silakan dilakukan penyidikannya. Penyidikannya independen. Tidak boleh orang memerintahkan orang untuk menangkap, tidak menangkap, menahan atau tidak menahan. Sepenuhnya itu wewenang di penyidik,” pungkas Sutarman.(snc/jpnn)

Mencekam, Polisi Kepung Kantor KPK

Jakarta (segmennews.com)-Suasana kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jum’at malam mencekam. Puluhan polisi mengepung kantor KPK. Mereka menyebar ke berbagai penjuru.

Sumber di KPK mengatakan bahwa personel kepolisian tersebut sebagian berasal dari Kepolisian Daerah Bengkulu, Polda Metro Jaya, dan Markas Besar Kepolisian. Di antara mereka, ada yang berpakaian preman dan ada juga yang berseragam lengkap Provos.

 Mereka menyebar di beberapa titik. Tiga pintu masuk pekarangan gedung KPK dijaga ketat oleh polisi berpakaian preman. Ada juga polisi berpakaian lengkap tepat di depan pintu masuk gedung KPK. Sebagian lainnya, yang berpangkat komisaris besar, berada di ruangan steril KPK. Selain itu, beberapa orang di lantai satu KPK terlihat berpakaian batik.

 “Kami sudah melaporkan kepada pemimpin KPK Bambang Widjojanto,” kata seorang sumber. Tapi sumber tersebut mengaku belum mengetahui maksud pengepungan polisi itu.

 Belum diketahui maksud kedatangan para polisi tersebut. Tersiar kabar bahwa mereka akan menjemput penyidik KPK yang tidak diperpanjang masa tugasnya oleh Mabes Polri. Namun ada juga yang mengatakan bahwa seorang penyidik berinsial N, yang pernah bertugas di Bengkulu, akan dijemput paksa malam ini.

 Pada buku tamu KPK, enam orang dilaporkan mengisi buku tamu. Mereka berasal dari Polda Bengkulu. Tidak seorang pun di antara mereka yang bersedia berkomentar.

 Pada 14 September lalu, Polri telah menyatakan tidak akan memperpanjang masa tugas 20 penyidiknya di KPK. Lalu, sebanyak 15 orang memilih menghadap ke Trunojoyo, sebutan lain Mabes Polri. Lima orang lainnya memilih bertahan. Sebelum penarikan penyidik itu dilakukan, KPK memiliki 78 penyidik.

 Kemarin, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan bahwa kelima penyidik itu memilih bertahan. Selain itu, Busyro menyatakan sudah mengangkat 28 penyidik sebagai penyidik tetap KPK.(snc/tempo)

Taharuddin Ungguli Pilkades Simpang Beringin Pelalawan

PELALAWAN (Segmennews.com)- Taharuddin, ungguli pemilihan suara Kepala Desa (Pilkades) Simpang Beringin, Kecamatan Bandar Sie Kijang Kabupaten Pelalawan, dengan perolehan suara sebanyak 401 suara.

Sementara lawannya, Jumaidi hanya memperoleh uara sebanyak 325 suara. Turut hadir dalam pelaksanaan Pilkades tersebut Camat Sei Kijang Surakhmat, Kapolsek Bandar Sei Kijang AKP Amril, Ketua BPD Simpang Beringin Bustami, Lembaga adat Pelalawan, Tokoh Agama, LKMD, Kepala Dusun Beringin Jaya, Kepala Dusun Beringin Indah, tokoh masyarakat dan Kaur Pemerintahan Desa, pekan lalu.

Ketua Panitia Pilkades Simpang Beringin, Sutikno SIp tadi pagi, menyebutkan Taharuddin akan memimpin Desa lima tahun kedepan. Diharapkan kepemimpinannya dapat membangun Desa dan mensejahterakan masyarakatnya.

“Alhamdulillah, proses pemilihan berlangsung tertib dan lancar tanpa ada hambatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan segera dilakukan pelantikan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Bandar Sei Kijang, Surakhmat menuturkan pejabat kepala desa merupakan bagian penting dari kelengkapan pemerintahan dalam pelaksanaan otonomi daerah saat ini. Tak hanya itu, jabatan seorang Kepala Desa merupakan amanah yang dibebankan dari masyarakat untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Ditempat terpisah, Kaharuddin dengan penuh semangat berjanji dan bertekad akan memperjuangkan kemajuan desanya untuk periode lima tahun mendatang. Dia meminta masyarakat agar dapat bekerja sama dalam membangun Desa kedepannya. (rz)

Ketua DPD PAN Dukung Mutasi Pejabat Pelalawan

PELALAWAN (Segmennews.com)- Rencana Pemkab Pelalawan akan melaksanakan mutasi pejabat eselon dalam waktu mendapat dukungan dari Ketua DPD PAN Pelalawan, Nazaruddin Arnazh.

Menurutnya, langkah mutasi yang dilakukan Bupati Pelalawan merupakan bagian dari strategi peningkatan performa pemerintah daerah melalui penyegaran.

“Saya dukung langkah Pemkab Pelalawan yang akan melaksanakan mutasi dalam waktu dekat, tapi saya menyarakan agar Pak Bupati bisa menempatkan posisi pejabat sesuai dengan bidang dan disiplin ilmu yang ia dimiliki,” usul Nazaruddin., Jum’at (5/10).

Sebab jika tidak, maka pejabat yang duduk tidak sesuai dengan kemampuannya akan mengurangi kinerja dan keahliannya dalam menjalankan program Pemerintah.

Dia juga mengharapkan mutasi, harus mengedepankan nilai Ojektif bukan Subjektif, artinya jangan hanya melihat taman atau kerabat.

Dihimbau juga kepada pejabat yang mendudui jabatan penting, agar bekerja dengan penuh keihklasan dan penuh tanggung jawab. (rz)

Besok, Pelalawan Ekspo Dibuka

PELALAWAN (Segmennews.com)- Besok, Sabtu (6/10) malam, Bupati Pelalawan, HM Harris akan buka pameran Pelalawan Expo ke 10 yang dilaksanakan selama 6 hari di lapangan sepak bola Pangkalan Kerinci.

Ekspo Pelalawan dipersiapkan 70 stand, peserta ekspo berasal dari bebagai daerah hingga kabupaten Rokan Hilir. Sementara dari luar Provinsi telah melirik, namun belum mendaftar.

Dikatakan Kepala badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Pelalawan, Ir Zuhelmi, Jum’at (5/10), bahwa acara ekspo Pelalawan di hari kedua dilangsungkan tablik akbar yang dipimpin oleh anak almarhum “Kyai Sejuta Umat” Zainuddin MZ yakni, Fikri Zainuddin.

Selain itu, di malam ketiga dan keempat, panitia ekspo Pelalawan bekerja sama dengan Dinas pariwisata menyuguhkan berbagai festival hiburan tari-tarian dan lagu bagi pelajar. Dewan kesenian juga turut menampilkan kesenian tai zapin di hari kelima. Sementara untuk acara penutupan ekspo Pelalawan juga di rencanakan akan dihub oleh artis ibukota. 

“Dengan adanya ekspo Pelalawan ini, selain memperkenalkan produk-produk unggulan Pelalawan, baik swasta maupun Pemerintah, diharapkan juga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat,” harapnya.

Dia juga mengharapkan, kegiatan rutin tiap tahun ini, bisa menjadikan kabupaten Pelalawan lebih di kenal oleh daerah lain akan potensi SDM, adat maupun kesenian dan produk unggulan Pelalawan. (yus)

Djoko Mengaku Datang Bukan karena Ancaman Dijemput Paksa

Jakarta (segmennews.com)-Pagi ini tersangka dugaan korupsi Simulator SIM di Korlantas Polri, Irjen Djoko Susilo sudah memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun kubu Djoko mengaku kedatangan itu bukan karena adanya ancaman akan dijemput paksa oleh lembaga pimpinan Abraham Samad itu.

“Ya datang, tapi bukan karena ancaman. Ini jelas kan datang kemari karena hukum mengatakan gitu. Bukan karena desakan bukan karena ancaman,” kata Hotma Sitompul, pengacara Irjen Djoko disela-sela mendampingi kliennya ke kPK, Jumat (5/10).

Ditanya apakah Djoko akhirnya mau diperiksa karena fatwa Mahkamah Agung (MA) yang dia minta ditolak, dibantah Hotma. Menurutnya kedatangan Djoko tidak ada kaitannya dengan fatwa tersebut.

“Itu nggak ada kaitannya sama itu. Setelah kita pelajari secara hukum, lebih baik kita tanya dan datang kemari,” kilahnya.

Dengan nada tinggi, pengacara kondang itu juga menolak Irjen Djoko dikatakan mangkir saat pemeriksaan pertama Jumat pekan lalu. Karena Djoko tidak hadir dengan diwakili oleh pengacara.

“Kalau kalian suatu waktu dipanggil, ada alasan hukum untuk tidak hadir jangan dibilang mangkir. Pasti kalian tidak mau dibilang mangkir. Kalau tidak datang tanpa berita itu mangkir,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya Irjen Djoko tidak bersedia diperiksa KPK karena masih menunggu fatwa dari MA tentang siapa yang berwenang menyidik kasus Simulator. Namun surat permintaan Djoko ke MA ditolak mentah-mentah dengan alasan Djoko bukan institusi, melainkan mengirim surat atas nama pribadi.(snc/jpnn)

Golkar Motor Pelemahan KPK?

Jakarta (segmennews.com)-Kedok partai-partai Politik di Senayan akhirnya terungkap. Dalam laporan singkat rapat pleno Komisi Hukum, tiga partai menjadi pengusul peninjauan kewenangan penyadapan dan penuntutan Komisi Pemberantasan Korupsi. Ketiga partai itu adalah Golkar, Gerindra, dan Hanura.

Enam partai lain menyetujui Revisi Undang-Undang KPK sepanjang untuk menguatkan lembaga ini. Sementara PDI Perjuangan paling tegas menolak dan PKS perlu pendalaman atas materi revisi.

Rapat itu dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi Hukum dari Fraksi Partai Golkar, Aziz Syamsuddin. Rapat dimulai pukul 16.10 – 16.66 dengan agenda pandangan fraksi terhadap Revisi Undang-Undang KPK dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

Partai Golkar menjadi partai yang paling bersemangat dalam mengutak-utik kewenangan penyadapan dan penindakan. Dalam pandangan Fraksi yang disampaikan oleh Deding Ishak, Golkar mengatakan revisi undang-undang ini perlu memperhatikan dan membahas secara seksama beberapa hal.

“Diantaranya perihal pelaksanaan wewenang KPK berupa kejelasan perincian kewenangan KPK dalam hal supervisi, koordinasi, penyadapan, penyelidikan, penyidikan dan penututan,” ujar Deding seperti tercantum dalam dokumen itu.

Namun kala dikonfirmasi Deding Ishak membantah tuduhan partainya melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kami justru ingin pemberantasan korupsi makin kuat dengan adanya revisi Undang-Undang KPK,” kata Deding, seperti di kutip Tempo, 4 Oktober 2012.
,
Deding menjelaskan, semangat utama merevisi Undang-Undang KPK adalah mengintegrasikan proses penegakkan hukum antara KPK dan dua lembaga penegakkan hukum lainnya, yaitu kejaksaan dan kepolisian.

Dia mencontohkan, polemik penanganan kasus korupsi pengadaan simulator alat uji surat izin mengemudi adalah salah satu contoh koordinasi yang kurang baik.(snc/tempo)

Peparnas Riau Diikuti 32 Provinsi

Pekanbaru (segmennews.com)-Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) yang akan dibuka Wakil Presiden Boediono, tanggal 7 Oktober 2012 , hanya akan diikuti sebanyak 32 Provinsi se-Indonesia. Provinsi Papua Barat yang berada paling ujung Indonesia Bagian Timur, memastikan tidak ikut berpartisipasi dalam Peparnas ke XIV di Provinsi Riau.

Sampai sejauh ini Provinsi Papua Barat tidak menjelaskan apa yang menjadi alasan mereka tidak ikut dalam Peparnas ke XIV tahun 2012 kali ini. “Mungkin karena jarak yang mereka nilai terlalu jauh,” sebut Sekretaris PB Peparnas Riau, Drs H Hendro Ekwarso MSi, Kamis (4/10) di Sekretariat PB Peparnas Riau.

Bagi panitia, ketidak ikutsertaan Provinsi Papua Barat bisa diterima panitia. Namun tidak akan mengurangi kesemarakan pelaksanaan Peparnas di Riau yang sudah dipersiapkan dengan matang. Baik dalam acara pembukaan maupun penutupan yang diisi dengan berbagai penampilan kesenian khas Riau yang disajikan kalangan seniman dan budayawan di Riau serta komponen masyarakat lainnya.

Sejauh ini, PB Peparnas tengah mematangkan persiapannya. Hari ini hingga besok (Jumat 5/10 red), kontingen dari 32 provinsi sudah akan sampai di Pekanbaru. “Bahkan beberapa diantaranya sudah ada yang sampai duluan,” ujarnya.

Sementara tanggal 6 Oktober 2012 dilaksanakan technical meeting pelaksanaan dengan para kontingen. Sementara jumlah atlet yang ikut bertanding dalam 11 Cabang Olahraga (Cabor) sebanyak 1.421 orang. Sementara untuk total seluruh kontingen Peparnas berjumlah 2.600 orang.

Sementara, untuk tenaga LO, panitia sudah menyiapkan sekitar 300 orang. Mereka dilatih langsung oleh anggota Nasional Paralimpik Comeete (NPC). Sebab, tugas LO yang ditugaskan dalam Peparnas tidak sama dengan tugas LO di dalam pelaksanaan PON. Karena mereka tidak hanya bertugas memandu, tapi juga diajarkan bagaimana cara menggendong para atlet.

Sebagaimana yang ditegaskan Hendro sebelumnya, PB Peparnas Riau, berkomitmen untuk menyukseskan pelaksanaan Peparnas di Riau. Karena ini adalah sejarah bagi Riau, menjadi tuan rumah pelaksanaan ivent setingkat nasional seperti ini.(snc/jpnn)

Konflik Tapal Batas Riau-Sumut, PT MAI Gilas Rumah Warga

Kapolres Rohul, AKBP Yudi Kurniawan SIK Msi

PasirPangaraian (Segmennews.com)- PT. Mazuma Agro Indonesia (MAI) di Desa Batang Kumuh, Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kembali menunjukkan arogansinya. Puluhan hektare lahan warga kecamatan Tambusai di bakar berikut rumah wargapun digilas menggunakan alat berat, Senin (5/10).

Hal itu terjadi akibat lambannya proses penyelesaian tapal batas Riau-Sumut dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Menurut Warga Batang Kumuh, L. Manalu, Jumat (5/10) bahwa akibat pembakaran kebun warga dan perusakan rumah warga dengan alat berat tersebut, masyarakat mengalami kerugian ratusan juta.

Ats sikap arogansi perusahaan, masayarakat mengharapkan pihak Pemda Rohul dapat memfasilitasi warga dengan PT. MAI, agar masyarakat Batang Kumuh dapat tenang dan dapat kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

“Kami membuat usaha bukan untuk mencari kaya, tapi hanya untuk mencari makan. Kami mohon pada pemerintah agar mengayomi dan melidungi kami,” sebutnya.

Disamping itu, tokoh masyarakat Batang Kumuh,  Muhammd Nasir Sihotang mengaku atas perbuatan  PT. MAI tersebut, warga telah melaporkannya ke Polsek Tambusai.

Ditempat terpisah, Kapolres Rohul, AKBP Yudi Kurniawan menyebutkan insiden tersebut telah dilakukan olah TKP serta pemeriksaan saksi-saksi, baik dari pihak korban maupun pihak PT MAI.

“Kita masih terus melakukan pengembangan kasus ini. Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak Polres Tapanuli Selatan,” ujar Kapolres.

Saat ini, katanya suasana telah kondusif, alat berat milik perusahaan sudah ditarik, dan masyarakat juga diminta agar tidak melakukan aktivitas dilokasi Lahan sebelum masalah ini tuntas.

“Kita harapkan semua pihak bisa menahan diri. Proses hukumnya biar polisi yang menanganinya,” imbau kapolres singkat. (idab)

JCH Kloter 15 Tiba di Madinah

Madinah (Segmennews.com)- Berdasarkan laporan petugas Tim Penyelenggara Haji Daerah (TPHD), Abdul Haris Lubis S,Sos dari Madinah bahwa Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kloter 15 tiba di bandara AMAA Madinah pukul 06:30 Wib tadi pagi atau pukul 02:30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Seluruh jemaah yang tergabung pada kloter 15 yakni, 247 orang dari Rohul dan 188 orang dari Kota Pekanbaru di tambah 5 orang melakukan pemeriksaan pasport di bandara dan melaksanakan sholat suduh berjemaah dan bertolak menuju hotel Isroq dan hotel Awail Dahabi sebagai penginapan yang berjarak 500 M dari Massjid Nabawi.

Pasa JCH dilanjutkan mengikuti sholat berjemaah 40 waktu  di masjid Nabawi atau selama 8 hari di Madinah. Selama di Madianh JCH akan melaksanakan ziarah di maqam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Siddiq , Umar bin Khatab, kuburan Baqidan ibadah lainnya. (rls/son)