Beranda blog Halaman 3031

Bupati Bengkalis Minta Pasar Ditata Rapi

Bupati Bengkalis Herliyan Saleh

Duri (Segmennews.com)- Petugas Dinas Pasar dan Pedagang Bengkalis diimbau untuk tetap menjaga kebersihan, keindahan, ketertiban dan keamanan di pasar. Hal ini disampaikan Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh, beberapa waktu lalu saat meninjau kesiapan pasar tradisional dalam mewujudkan program Pemerintah menjadikan Kota Duri yang bersih, hijau.

Herliyan tak henti-hentinya meminta sekaligus mengimbau seluruh pedagang di Kota Duri agar senantiasa menjaga kebersihan, ketertiban dan keindahan pasar dengan menyediakan tempat sampah sementara seperti kantong plastik atau karung (goni). Ia juga mengingatkan para pengunjung agar membuang sampah pada tempatnya.

Semua lorong harus dipantau, berikan perhatian khusus pada saluran drainase yang tersumbat, yang menimbulkan tidak nyamannya para pengujung maupun pedagang. Jika telah dilakukan, hal tersebut tidak lain untuk memberikan kesan kenyamanan terutama kepada para pengunjung yang hendak berbelanja.

Selain itu Bupati mengatakan, kebersihan, ketertiban dan keindahan pasar harus terus senantiasa dilakukan.

“Untuk itu diminta kesadaran dari para pedagang terutama kepada seluruh masyarakat Kota Duri untuk dapat bersama-sama dengan Pemerintah membangun Kota yang di cintai ini, khususnya di bidang kebersihan dan penghijauan. Agar dapat menjaga kebersihan, penghijauan, ketertiban dan keidahan di lingkungan masing-masing,” katanya. (utr)

Waspada, Calo Penerimaan Satpol-PP Pekanbaru Berkeliaran!

int

Pekanbaru (Segmennews.com)- Meski penerimaan tenaga baru untuk Satuan Polisi Pamong Praja (satpol-PP) Kota Pekanbaru belum resmi dibuka. Namun gonjang- ganjing perekrutan 100 orang yang di rencanakan Walikota Pekanbaru menjelang akhir tahun ini sudah terjadi di masyarakat. Bahkan calo penerimaan juga mulai bermunculan dengan menawarkan berbagai kemudahan penerimaan.

Kepala Kantor Satpol-PP Kota Pekanbaru, Baharuddin, Jum’at (2/11) menyatakan memang mendengar rumor calo penerimaan anggota Satpol-PP. “Memang calo-calo sudah bertaburan. Dan ketika kita tanya  mereka itu bukan anggota saya. Masyarakat diminta waspada dan hati-hati,” pesannya.

Menurutnya, sejauh ini pengumuman penerimaan secara resmi belum ada karena masih dalam proses. “Kita himbau masyarakat, Agar tidak tergoda iming-iming,” tandasnya.

Di tempat yang berbeda Pelaksana tugas (plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Yuzamri Yakup, menjelaskan Pemko kini masih harus menyusun prosedur dan syarat-syarat pelamaran. “Usianya, tingginya, berat badannya, dan akan di buatkan perwakonya,”ujar Yuzamri. (ur/kir)

Taufan Mulai Jalani Sidang Suap PON

int

Pekanbaru (Segmennews.com)- Taufan Andoso Yakin, anggota DPRD Riau yang menjadi salah seorang terdakwa kasus suap revisi perda No 5 tahun 2008 dan perda No 6 tahun 2010, akhirnya mulai jalani sidang, Jumat (2/11/2012) pagi.

Sidang perdana Taufan pada pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang diketuai Hakim Ida Ketut Suarta SH, dengan Jaksa Penuntut Umum dari KPK, Anang Supriatna SH MH hari ini diisi agenda pembacaan dakwaan oleh JPU kepada terdakwa Taufan.

Dalam dakwaannya, dijelaskan jaksa bahwa terdakwa Taufan mengadakan pertemuan dengan Adrian Ali dan Syarif Hidayat dikediamannya pada Desember 2011, disana mereka bertemu dengan Eka Dharma Putra, Lukman Abbas dan Zulkifli Rahman (ketiganya dari Dispora Riau), Nanang Siswanto dari PT PP anggota KSO proyek main stadium Riau dan Diki selaku anggota komite KSO.

“Pada pertemuan itu mereka membahas soal revisi perda terkait pembangunan main stadium. Lalu disepakati untuk pelaksanaan dan pembahasan revisi perda tersebut, terdakwa beserta anggota pansus revisi perda menerima uang lelah sebesar Rp 1,8 M,” kata jaksa saat membaca dakwaan.

Atas dasar perbuatan tersebut, jaksa menuntut terdakwa telah melanggar pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi junto pasal 5 ayat 1 KUH Pidana. Usai membacakan dakwaannya, hakim menutup agenda sidang dan akan dilanjutkan pekan depan.

Pada sidang tiga hari terakhir, pengadilan tipikor berturut-turut melaksanakan sidang kasus suap revisi perda PON. Dimana telah menghadirkan banyak saksi diantaranya Ketua DPRD Riau Johar Firdaus, anggota DPRD Riau Syarif Hidayat, Adrian Ali serta dari kontraktor Nanang Siswanto dan Diki. Sidang masih akan terus berlanjut dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lainnya atas kasus suap ini. (kir/ur)

Konsultan Belanda Kaji Pertanian Siak

istimewa

Siak (Segmennews.com)- Lembaga Konsultan asal Belanda yang bergerak di bidang manajemen pengairan dan irigasi bagi kawasan pertanian yang bernama Mott Macdonald melakukan Studi dan Kajian terhadap kawasan pertanian di kabupaten Siak, khususnya di kecamatan Bunga raya dan Sabak Auh. Study ini berlangsung sejak 1 hingga 9 November mendatang.

Hal ini terungkap saat Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi didampingi Kadis PU Siak H Irving Kahar menerima kedatangan perwakilan Euroconsult Mott Macdonald, Wicher Boissevain dan rekan-rekannya di kediaman Bupati Siak, Jum’at (2/11).

Pertemuan yang berlangsung 40 menit tersebut, Wicher menjelaskan program kajian dan study yang akan dilakukan tim nya. Program ini merupakan kerjasama pemerintah Indonesia dan Negara Belanda.

Terangnya, bahwa kajian ini tidak terlepas dari melihat kondisi rill yang ada saat ini sehingga nanti dihasilkan rumusan-rumusan pemikiran yang diharapkan bisa menghasilakan solusi terhadap masalah yang ditemukan. Namun demikian ia tidak menyebutkan secara pasti output yang akan dihasilkan dari studi tersebut. Karena hasil kajian tersebut dibawa pulang dan dibicarakan kembali anatara pemerintah Indonesia dan Belanda.

Sementara itu Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi melalui keterangan pers nya menegaskan dalam pertemuan tersebut ia meminta pihak konsultan untuk memberikan tindak lanjut atau tindakan konkrit yang bisa dilakukan berdasarkan hasil kajian itu nanti. Karena hal itu sangat penting untuk terus mengembangkan potensi pertanian yang ada di dua kecamatan tersebut.

“Kita minta nanti ada tindak lanjutnya, jangan nanti ada penelitian tetapi tidak ada tindakan konkrit setelah itu, kan percuma saja. Akhirnya petani juga kesal,’ ujar Syamsuar. Selain dua kecamatan tersebut Bupati juga meminta tim konsultan ini melihat potensi pertanian yang ada di desa Muara Kelantan Kecamatan Sungai Mandau. “Saya juga minta agar mereka masuk ke Muara Kelantan untuk dimasukkan ke wilayah Delta Siak seperti yang mereka ungkapkan tadi. Karena disana juga memiliki potensi cukup baik,” paparnya.

Bupati juga menyambut baik penelitian yang dilakukan karena menurutnya persoalan pengairan didaerah pertanian seperti Bunga raya dan Sabak Auh merupakan persoalan penting. Terlebih saat ini alih fungsi lahan pertanian ke kebun sawit menjadi salah satu persoalan yang terjadi di daerah tersebut. (rilis)

55 Group Bertarung di Festival Budaya Daerah Rohul 2012

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Sebanyak 35 group ikut ramaikan Festival Budaya Daerah Tingkat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Tahun 2012. Lomba diprakarsai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Riau dan Disbudpar Rohul.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Rohul, Yurikawati,S,sos, kemarin menyampaikan bahwa pelaksanaan  festival ini sempat ditunda karena adanya kegiatan-kegiatan agendanya sebelumnya, Festival tahun ini merupakan iven kedua kalinya, yang diikuti sebanyak 55 group dari berbagai Kecamatan.

Katanya, Budaya yang diperlombakan pada Festifal ini yakni, Budaya Bakobah, Gondang Barogong, Tari Tradisional, Dzikir Berudah dan Pencak Silat Tradisional.

“Kita akan terus berupaya mengembangkan budaya melayu di mulai dari kecamatan dan pedesaan dengan membagikan peralatan musik. Dan usaha tersebut terlihat semakin meningkat perkembangannya dan terlihat sudah mulai  bangkit kembali,” tukasnya.

Yurika juga menyebutkan, iven pertama dilaksanakan tahun 2002 lalu, jumlah peserta hanya tiga peserta, melalui bantuan peralatan musik yang diberikan sejak lima tahun terakhir, secara perlahan budaya Rohul mulai diminati masyarakat terutama kalangan muda.

Wabup Rohul Ir.H.Hafith Syukri MM,saat membuka Festifal mengaku akhir-akhir ini warisan budaya mulai luntur, disebabkan karena masyarakat tidak bangga dengan budaya leluluhurnya, namun lebih cinta kepaa budaya luar terutama budaya barat.

“Di era globalisasi sekarang ini, agar tidak terjadi krisis budaya,maka kita  harus  membentengi kaum muda agar tidak lupa budaya, maka secara perlahan budaya akan bangkit kembali.Seperti  Festival seperti ini cukup membantu hal itu,” terangnya.

Hafith juga mengharapkan agar, festival serupa ini terus digelar rutin setiap tahunnya, tujuannya agar masyarakat lebih mencintai budaya sendiri daripada budaya luar. (son)

Kejari Rohul Segera Lelang BB

BB truk berjejer di Kantor Kejari Rohul

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Menindak lanjuti perintah Kejati Riau, Babul Khoir Harahap agar Kejaksaan Negeri (Kejari) PasirPangaraian, Kabupaten Rokan Hulu segera melakukan pelelangan Barang Bukti (BB) sebelum bulan Desember. Saat ini panitia Lelang sedang menunggu penafsiran harga ke Dinas Koperasi dan Perdaganagan (Diskoperindag) Rohul. Diperkirakan akhir November 2012 lelang sudah di mulai.

Kasubagbin Kejari Rohul, Hj Elfi Samni SH juga sebagai ketua panitia lelang, kepada Segmennews.com, Jum’at (2/11/2012) diruang kerjanya menuturkan, sejauh ini pihaknya telah membentuk kepanitiaan lelang BB, juga sudah mendapatkan izin dari Kajari Rohul.

Untuk unit kendaraan yang akan di lelang berupa, Sepeda Motor (Spm) sebanyak 20 unit dan mobil truk 7 unit sedang dalam persiapan cek fisik ke Dinas Perhubungan dan Informatika (Dishubkominfo) Rokan Hulu. Aada juga BB 1 unit mesin pompa dan 1 unit genset kecil, Sedangkan BB berupa beberapa kubik kayu olahan telah dilakukan pengecekan kayu ke Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dishutbun) Rohul.

“Berkas BB yang akan dilelang sedang dalam penegcekan baik fisik maupun harga, untuk penafsiran harga kita masih menunggu dari Diskoperindag, setelah itu berkas BB akan dikirimkan ke kantor lelang di pekanbaru,” jelas Elfi.

lanjutnya, diperkirakan 20 hari setelah berkas dikirim ke Kantor Lelang Pekanbaru, proses pelelangan sudah bisa di mulai. Diperirakan bulan November 2012 lelang sudah bisa di gelar. (den)

BMP Rohul Dinilai hanya Prioritaskan Multiyears

int

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Dinas Bina Marga (BMP) Kabupaten Rokan Hulu dinilai hanya memprioritaskan proyek Multiyears di RAPBD murni Rohul 2013 yang diajukan ke DPRD Rohul.

Padahal saat ini masyarakat sangat membutuhkan pembangunan jalan dan jembatan, sebab saat ini diakibatkan curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir, sehingga membuat sebagian ruas jalan rusak dan ada juga jembatan yang rusak dan ambruk.

Hal itu diakui oleh Ketua DPRD Rohul melalui Anggota Komisi III, T.Syafril Arief S,sos, Jumat (2/11/2012), Sebutnya, akibat banjir salah satunya, yang terjadi di Kecamatan kepenuhan, gorong-gorong pecah dan tebing runtuh, sehingga jalan menjadi putus arus lalulintas akan terganggu. Kemudian tebing erosi di Desa pekan tebih Kecamatan kepenuhan Hulu, akibat hujan deras mengakibatkan tebing juga mengalami erosi sehingga 2 rumah nyaris terjun ke sungai.

“Saya melihat dari kegiatan yang diajukan oleh Dinas BMP lebih banyak dana untuk pembangunan Multiyears ketimbang untuk pembangunan Prasarana jalan yang perlu dibenahi sesegera mungkin, agar tidak ada kendala bagi warga. Seharusnya, BMP menyusun Program kegiatan di RAPBD Murni tahun 2013 lebih mengutamakan pembangunan jalan dan jembatan. Sebab saat ini cukup banyak sarana transportasi yang perlu perbaikan,” ungkapnya

Menurut Syafril Arief, pembangunan dengan Multiyears tersebut akan memakan waktu yang cukup lama, sementara buah sawit masyarakat harus dipanen satu kali dalam dua minggu, jika terlambat panen dan dibawa keluar, maka buah akan mejadi busuk dibatang.

“Sesuai jadwal, Sabtu depan akan Hearing dengan Dinas BMP, kita akan menyampaikan masalah itu kepada mereka secara lisan. Agar Dinas BMP mencari jalan keluarnya,” terang Syafril Arief yang juga sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Rekrutmen DPC PDI Perjuangan Rohul. (idab)

Banjir, Berkah Bagi Warga Bonai

ilustrasi

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Banjir, ternyata tidak semua masyarakat yang menganggap hal itu sebagai momok yang menakutkan. Contohnya, bagi warga di Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu malah menganggap banjir sebagai berkah bagi mereka.

Walaupun banjir telah menggenangi kampung mereka sejak seminggu yang lalu, sebagian warga disana malah bersemangat, sebab dengan keadaan banjir, penghasilan mereka sebagai penangkap ikan, kian bertambah.

Hal itu juga di benarkan oleh Camat Bonai Darussalam, Taslim AM, Jumat (2/11/2012) sejak satu minggu yang lalu dari 7  desa di Kecamatan Bonai Darussalam,  5 Desa diantaranya terendam banjir yakni, Desa kasang mungkal, Kasang padang, Sontang, Desa Bonai dan Desa Titian gading. Banjir diakibatkan oleh tingginya curah hujan, sehingga Hulu sungai yang terletak di Rokan kiri meluap.

Namun banjir tersebut cukup banyak membawa berkah bagi sebagian warga Bonai, sebab selain banjir dapat membuat tanaman subur, penghasilan masyarakat nelayang akan bertambah. Pasalnya, di saat banjir ikan-ikan akan keluar dan mudah di tangkap.

“Saat ini jumlah ikan di sungai semakin berkurang, karena selalu di pasang jaring oleh warga. Namun jika banjir datang ikan akan semakin banyak dan mudah di tangkap, sebab ikan-ikan akan sampai di parit-parit dan pekarangan rumah warga,” paparnya

Dijelaskan Taslim, hingga hari ini, air sudah mulai surut, ketinggian air capai setengah sampai satu meter, fenomena banjir sudah menjadi langgananan di Bonai, apalagi di musim penghujan.
         
“Saat ini beberapa ruas jalan di beberapa titik  masih terendam air, seperti dari Sontang ke kasang padang, namun ruas jalan masih bisa dilewati oleh kenderaan bermotor,” sampainya.

Namun bagi warga yang memiliki rumah tidak berlantai panggung, mereka akan kesulitan membersihkan lantai rumah saat air surut, sebab lantai rumah akan di penuhi dengan lumpur.

Taslim menghimbau kepada seluruh warga di Kecamatan Bonai yang rawan banjir agar tetap waspada, mengingat curang hujan diakhir bulan ini cukup tinggi.

“Kita khawatir akan terjadi banjir besar-besaran akibat curah hujan yang cukup tinggi, oleh itu kita himbau kepada warga agar terus waspada,” imbaunya. (idab)

Serap Aspirasi Masyarakat, Ian Siagian Reses di Siak

SIAK (Segmennews.com)- Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PDI-P Ian Siagian memanfaatkan waktu resesnya dengan menggali aspirasi ke daerah-daerah didapilnya, salah satunya di Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak, Kamis (01/11).

Reses yang dipusatkan di Desa Kemuning Muda Kecamatan Bungaraya dan dihadiri dihadiri anggota DPRD Siak dari PDI-P Darmadi, Kadistanak Robiati, BPTP, BPKP, Dinas perkebunan, Upika, Kapolsek, Kades dan Gapoktan se-Kecamatan Bungaraya tersebut, terlihat sangat ‘hidup’, hampir seluruh perwakilan gapoktan tampil menyampaikan aspirasinya didepan Ian yang hadir bersama pimpinan Petrokimia dan SHS.

Pantauan wartawan, dari sekian banyak aspirasi yang disampaikan, infrastruktur jalan yang berkaitan langsung dengan akses pengangkutan hasil pertanian hingga masalah bibit dan pupuk, menjadi isu dominan yang dikemukakan.

Menurut salah seorang perwakilan Gapoktan, Hartono, tiga hal tersebut (infrastruktur, bibit dan pupuk) menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan, mengingat satu sama lain saling berkaitan erat dalam menunjang suksesnya sebuah pertanian, untuk itulah dikatakannya, petani sangat membutuhkan kepastian keberadaan bibit unggul dan stok pupuk yang memadai setiap kali menghadapi musim tanam, tidak seperti saat ini, dimana ketersediaan pupuk seringkali tidak mencukupi atau harganya yang melampau harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian, juga menjadi aspirasi yang disampaikan para petani, dimana dikatakannya, petani masih membutuhkan cetak sawah baru guna mendukung program pemkab Siak dalam hal memenuhi angka ketahanan pangan.

Maraknya alih fungsi sawah menjadi kebun sawit, juga disampaikan masyarakat sebagai hal yang terpaksa dilakukan, sebagai akibat dari merosotnya hasil panen yang disebabkan oleh beberapa kendala seperti pengairan dan pupuk yang kurang terjamin kecukupannya atau karena harga yang mahal.

“Untuk itulah kami mohon perhatiannya dari pemerintah agar hal tersebut tidak menjadi kendala buat kami para petani dan kalau bisa, pemerintah juga memberikan insentif buat kami sehingga kedepan tidak ada lagi keinginan alih fungsi lahan,” ujar perwakilan gapoktan lainnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ian berjanji akan mengupayakannya semaksimal mungkin dengan penegasan khusus kepada dinas terkait seperti Dinas Pertanian, Badan penyuluhan dan lain-lain, agar juga turut membantu masyarakat petani, apalagi kata dia, kecamatan Bungaraya telah secara spesifik ditetapkan sebagai sentra padi di Kabupaten Siak bersama 3 kecamatan lain yakni Sungai Apit, Sabak Auh dan Sungai Mandau.(rinto)

Diisukan Padi tak Layak Konsumsi, Petani Ngadu ke MPR

BUNGARAYA (Segmennews.com)- Merebaknya isu beras hasil panen para petani padi di Kecamatan Bungaraya, Siak tidak layak di konsumsi menjadi perhatian saat reses salah seorang anggota MPR/DPR RI Ian P Siagian disana, Kamis (1/11/12).

Hal itu diungkapkan Hartono, salah seorang petani padi di Desa Kemuning Muda, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, ia mengungkapkan rasa kekawatirannya tentang merebaknya isu-isu tersebut sehingga para petani merasa was-was.

“Saat ini, merebak isu kalau beras hasil panen kami ternyata tidak layak di konsumsi, untuk itu kami minta tanggapan atau kejelasan dari intansi atau dinas terkait, agar kami petani padi ini tidak merasa was-was lagi dan percaya diri kembali timbul,” terang Hartono.

Menanggapi isu tersebut, Ian P Siagian cukup terkejut dan meminta Dinas Pertanian dan Perikanan Siak untuk segera melakukan langkah-langkah terbaik untuk menyelesaikan isu-isu yang dinilai tidak baik tersebut.

“Ya, tentunya saya cukup kaget juga mendengarkan bahwa ada beras hasil panen para petani padi yang tidak layak dikonsumsi, dan kalau ada ini pertama kali nya di Riau, untuk itu diharapkan kepada dinas untuk mencari tahu kebenaran isu yang cukup mengkhawatirkan masyarakat itu,” ujar Ian.

Sementara itu keterangan Dinas Pertanian dan perikanan Siak Rubiati, bahwa isu tersebut memang sudah terdengar olehnya, dan saat ini tengah dilakukan proses dan bekerja sama dengan Badan Penyuluh untuk mencari tahu kebenaran isu tersebut.

“Kita sudah mendengar isu-isu itu dan sudah dilakukan koordinasi dengan Badan Penyuluh dan kita masih menunggu hasil penelitian dilapangan, sejauh ini beras hasil panen petani padi di bungaraya ini cukup banyak dikonsumsi masyarakat dan tidak ada apa-apa,l terang Rubiati. (rinto)