Beranda blog Halaman 3045

Ah..Gara-gara Geng Motor Polisi Jadi Pembina Upacara di Sekolah?

ilustrasi

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Untuk mengantisipasi siswa di Kabupaten Rokan Hulu tergabung pada geng motor yang terkenal kebrutalannya. Dicanangkan pada upacara siswa SLTP dan SLTA se-Rokan Hulu berlaku sebagai Pembina Upacara adalah pihak Kepolisian.

“Kita akan melayangkan surat kepada pihak Polres Rohul agar anggota polisi yang akan menjadi Pembina Upacara hari Senin di SLP dan SLTA,” ujar Kadisdikpora Rohul, HM Zen M,MPd, Senin (8/10) diruang kerjanya.

Dijelaskannya, polisi yang berlaku sebagai pembina akan menyampaikan berbagai arahan mengenai kriminal, terutama dampak negatif dan bahaya geng motor. Dengan itu, siswa dan siswi akan lebih mengetahui lebih jauh perkembangan geng motor yang saat ini telah meresahkan masyarakat.

Selain itu, melalui rapat tadi pagi dengan pihak kepolisian sebut M Zen, pihak kepolisian juga kan melakukan razia geng motor, jika kedapat ada siswa yang ugal-ugalan meresahkan masyarakat yang tergabung di geng motor, diminta agar menyampikan kepada Pihak Disdik. Hal itu juga kan di sampaikan kepada orang tua siswa.

“Tapi kalau mereka (siswa) terlibat terhadap kriminal, maka kita akan serahkan prosesnya kepada pihak yang berwajib,” tegas M Zen.

Selain bantuan dari kepolisian pihak Disdik sendiri juga akan melakukan razia terhadap siswa diluar jam sekolah, dan akan mengusulkan kepada orang tua agar anak mereka tidak keluar dari rumah. (idab)

Waah..PNS Terbanyak Cerai di Rohul

Ahmad Supardi Hsb,MA

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Dari Data Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu bahwa angka perceraian tiap tahun di Rohul terus meningkat, hingga 2012 tingkat perceraian masih di Dominasi oleh Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekitar 60 persen.

“Tingkat perceraian dari tahun 2011 hingga 2012 60 persen masih di dominasi oleh PN,” ungkap Ka KanKemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Senin (8/10) diruang kerjanya.

Sebutnya, angka perceraian tahun 2011 capai 470 angka itu tidak jauh beda dengan angka perceraian tahun 2012, angka itu adalah suatu angka yang sangat besar. Belum lagi angka perceraia yang ada di luar proses pengadilan pastinya lebih besar.

“Tingginya angka perceraian ini diakibatkan oleh ketidaksiapan pasangan dalam membina rumah tangga. Hal ini perlu di ambil langkah-langkah menekan angka perceraian,” ujarnya.

Katanya, Kedepan Pihak Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu terus meningkatkan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat maupun PNS, bahwa siapa yang dinikahi itulah sebenarnya pasangan hidup mereka. Jangan ada egois sikap maupun terhadap kesenjangan harta. (gibson)

Supardi: Humas Berperan Bangun Pencitraan Instansi

Kepala KUA se-Rohul Ikuti Pelatihan Humas

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, Drs.H. Ahmad Supardi Hasibuan,MA menegaskan Hubungan Masyarakat (Humas) pada suatu instansi merupakan hal vital jika fungsi dan perannya dijalan secara optimal.

Hal itu ditegaskan Kakankemenag dihadapan para peserta pelatihan kehumasan dan protokoler yang digelar Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu di aula Kemenag, Senin (8/10). Lebih lanjut dikatakan Supardi, selain setiap kegiatan bisa disosialisasikan terhadap masyarakat, peran Humas juga akan sangat berperan sebagai pencitraan instansi itu sendiri.

“Banyak kegiatan yang kita lakukan, kalau tidak dipublikasikan, masyarakat tentu tidak akan mengetahuinya, dan inilah pentingnya publikasi, olehkarena itu peran dan fungsi kehumasan itu harus dimaksimalkan,”

Disamping itu, mempublikasikan kegiatan program dan lainnya, setiap instansi tersebut, terang Supardi juga telah didasari oleh Undang-Undang Keterbukaan
Informasi Publik (KIP).

Ditambahnnya, Kementerian Agama baik tingkat provinsi ataupun kabupaten/kota, sambung Supardi yang merupakan instansi vertikal yang mestinya memaksimalkan
peran kehumasan. Karena, Kemenag adalah salahsatu instansi publik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Sementara terkait pelatihan kehumasan dan protokoler yang ditaja tersebut menurut Kasubbag TU, H. Zulkifli Syarif, S.Ag, M. Pd.I dalam laporannya menuturkan, salah satu Tupoksi dari Subbag Tata Usaha adalah mengkoordinasikan dan mengatur setiap kegiatan kenegaraan dan acara-acara formal baik itu yang rutin dilaksanakan  ataupun kegiatan yang bersifat accidental yang melibatkan Kementerian Agama.

Kegiatan formal yang rutin dilaksanakan seperti Upacara setiap Hari Senin, Apel harian, Upacara Kemerdekaan dan hari-hari penting  nasional lainnya, sedangkan kegiatan yang bersifat accidental seperti Pembukaan  MTQ, acara-acara pemerintahan atau yang melibatkan Kementerian Agama, acara  lembaga keagamaan, dan lain-lainnya.

“Maka dari itu Subbag Tata Usaha mengadakan  Pelatihan Kehumasan dan Protokoler untuk membina pegawai Kankemenag mengenai protokoler kenegaraan yang sesuai dengan aturan yang ada,” tuturnya.

Lebih lanjut Zulkifli mengatakan, kegiatan bertujuan melatih pegawai Kankemenag untuk menggunakan standar protokoler kenegaraan pada setiap acara-acara resmi
atau formal dan mengembangkan pengetahuan protokoler kehumasan sehingga pada setiap kegiatan yang melibatkan Kementerian Agama dapat dikoordinasikan dengan baik dan tersusun dengan rapi.(gibson)

Ada Penyidik Lain Dibidik Polri, Selain Novel?

Jakarta (segmennews.com)- Selain Novel Baswedan, disebut-sebut ada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang juga dalam bidikan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Ketua Indonesia Fight Corruption Intan Sari Geny mengaku mendapatkan informasi dari Ketua KPK Abraham Samad. Ada penyidik KPK berinisial I dengan pangkat komisaris polisi yang ingin ditangkap Polri.

Kompol I dikabarkan seorang penyidik KPK yang berani. Ketika tim penyidik KPK menggeledah kantor Korps Lalu Lintas Polri, pada 31 Juli lalu, Kompol I itu menelepon pihak berwenang karena lampu dimatikan. “Karena keberaniannya itu, Kompol I juga menjadi target setelah Kompol Novel,” tuturnya, Jakarta, Senin (8/10/2012).

Kompol Novel ingin ditangkap personil Polda Bengkulu dengan dugaan penganiayaan berat terhadap pelaku pencurian walet di Bengkulu pada Februari 2004. Puluhan polisi yang mengepung Gedung KPK pada Jumat (5/10/2012) tidak berhasil menangkap Novel karena surat penangkapan tidak dilengkapi tanda tangan pihak pengadilan.

Kompol I merupakan satu dari lima penyidik KPK yang tidak mau kembali ke Mabes Polri setelah ada perintah dari Polri untuk kembali dari KPK. Kompol I sudah sekitar lima tahun menjadi penyidik KPK dan satu angkatan dengan Kompol Novel.

Saat dikonfirmasi apakah KPK mempunyai penyidik berinisial I dan berpangkat komisaris polisi, Juru Bicara KPK Johan Budi tidak membenarkan atau membantah. “Belum ada informasi soal itu. Nanti saya cek dulu,” kata Johan. (snc/inc)

PEMBUKAAN PEPARNAS 2012 : Wapres Minta Atlet Raih Prestasi dan Rekor

Pekanbaru (segmennews.com)-Wakil Presiden Boediono meminta seluruh atlet yang bertanding meraih prestasi dengan tidak melupakan semangat kejujuran, sportifitas dan jiwa kesatria. “Gunakan Peparnas sebagai ajang meraih prestasi dan membuat rekor baru,” kata Boediono saat membuka Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) 2012/Riau di Stadium Rumbai Kaharudin Nasution Pekanbaru, Minggu (7/10).
Hadir dalam acara itu Menpora Andi Malarangeng, Gubernur Riau HM Rusli Zainal, Wakil Gubernur HR Mambang Mit, Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, Ketua Umum KOI Rita Subowo dan Muspida.Dalam pidatonya, Boediono juga mengucapkan apresiasi kepada Gubernur Riau HM Rusli Zainal dan Wako Pekanbaru sebagai penyelenggara, serta semua pihak terkait.
“Terima kasih atas kerja keras dan kontribusinya, kepada masyarakat Riau terima kasih atas keramahanya semoga kenangan manasi tentang Riau melekat dihati mereka,” ujarnya mengakhiri.
Usai pidato Wapres. Proses dilanjutkan dengan pengibaran bendera Peparnas ke XIV yang dibawa oleh 8 orang Paskibraka. Yang dilanjutkan pembacaan janji atlit dan dan janji wasit. Dan diakhiri dengan penyulutan api pada Kalderon utama yang dibawa Yasin Onasie atlit tenis kursi roda Riau.
Dalam sambutannya Gubernur Riau HM Rusli Zainal menjelaskan, Peparnas merupakan ivent olahraga kedua setelah PON XVIII yang baru saja usai dilaksanakan. Dalam Peparnas ini Provinsi Riau tetap mengusung catur sukses yakni ukses penyelenggaraan, prestasi, ekonomi kerakyatan dan promosi daerah.
Peparnas XIV Riau memperlombakan 11 cabor yang diikuti oleh 1422 atlit Paralympian, 700 Official, 444 Medali Emas, 444 medali Perak dan 446 Perunggu.
Menurut Gubri Peparnas bukan saja bertekat untuk menjadi yang terbaik tetapi juga menjadi inspirasi, meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan meraih rekor nasional dan internaional dalam rangka memberikan kebanggan bagi seluruh rakyat Indonesia dengan menjadi sang juara.(snc)

KPK Gelar Konferensi Pers, Tanggapi Memanasnya Hubungan KPK & Polri

Jakarta (segmennews.com) – Spekulasi bermunculan menyusul sikap KPK menghadapi Polri dalam kasus korupsi Simulator SIM. Persoalan tambah runyam dengan disangkut-pautkannya spekulasi publik bahwa Presiden SBY lamban menangani persoalan dua institusi hukum tersebut.
Spekulasi merebak merebak bahwa ada upaya membenturkan KPK dengan Presiden SBY. “Tidak benar Ketua KPK pernah menyatakan melalui Twitter dan menyebut nama Presiden,” kata Juru bicara KPK, Johan Budi, dalam jumpa pers yang digelar di gedung KPK, Minggu malam, 07 Oktober 2012. Johan menjelaskan, Ketua KPK Abharam Samad tidak punya akun Twitter sehingga tidak mungkin menggunakannya untuk berkomunikasi dengan publik.
Pada kesempatan itu juga, Johan menyampaikan, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Timur Pradopo akan bertemu hari ini, Senin (8/10/2012).

“Hari ini memang direncanakan Ketua KPK akan bertemu dengan Kapolri membahas situasi yang menurut publik tidak kondusif,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jakarta Selatan.

KPK dan Polri sama-sama menangani kasus pengadaan simulator surat izin mengemudi yang merugikan negara puluhan miliar rupiah. Gesekan mulai terjadi, ketika KPK menggeledah kantor Korps Lalu Lintas Polri di daerah Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Mantan Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo ditetapkan sebagai tersangka.

Keduanya sama-sama menangani kasus tersebut. Namun, yang lebih dulu, membidik Djoko Susilo adalah KPK. Sedangkan Polri menyeret bawahan Djoko. Situasi makin memanas saat KPK memeriksa Djoko sebagai tersangka pada Jumat (5/10/2012).

Usai memeriksa Djoko, puluhan polisi mengepung Gedung KPK, berupaya menjemput paksa salah satu penyidik KPK, bernama Novel Baswedan.

Novel dikabarkan terjerat kasus penganiayaan terhadap salah satu tersangka kasus, ketika bertugas di Bengkulu pada 2004. Kasus tersebut dinyatakan selesai, Novel tidak bersalah. Entah kenapa Novel dikait-kaitkan dengan kasus yang sudah delapan tahun berlalu dan telah selesai.

Kapolri tidak mengetahui upaya penjemputan paksa Novel. Informasi ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto yang memerintahkan penarikan provos dari Gedung KPK ketika pengepungan terjadi.

“Saya cek ke Kapolri apa benar ada, dengan tujuan itu. Kapolri kaget dan tidak ada perintah untuk itu. Dan saat itu juga saya minta ditarik. Kapolri memang mengecek dulu,” kata Djoko Suyanto saat itu

Belum dapat dipastikan di mana tempat pertemuan antara Ketua KPK dan Kapolri hari ini. Akan tetapi sudah ada dua tempat alternatif, salah satunya di Gedung KPK. “Ini yang belum clear,” kata Johan.

Sementara itu menanggapi kasus yang dituduhkan kepolisian kepada penyidik KPK, Novel Baswedan, Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi menegaskan bahwa pihaknya akan menyelamatkan penyidik Novel Baswedan dari upaya kriminalisasi yang dilakukan Polri. Apalagi tim investigasi telah menemukan beberapa kejanggalan terkait penetapan tersangka Novel dalam kasus

“LP (laporan) Novel dibuat 1 Oktober 2012. Ini tanggal berapa? 7 Oktober 2012, kejadian 8 tahun silam LP-nya dibikin 1 Oktober 2012,” ucap Johan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/10/2012) malam.

Disebutkan, LP yang disampaikan oleh Polda Bengkulu ke KPK pada Jumat (5/10/2012) malal lalu, tercatat bernomor 1285/11/2012/SPKT. Dimana saat dibawa ke KPK untuk menjemput Novel, diketahui bahwa LP tersebut belum mendapatkan ijin dari pengadilan, sehingga KPK menolaknya. Karena belum mendapatkan ijin atau penetapan dari pengadilan.

Temuan fakta lain, lanjut Johan, diketahui tidak ada/dilakukan uji balistik dalam kasus penembakan terhadap pencuri sarang burung walet di Bengkulu. Termasuk pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang diduga terlibat dalam kasus itu.

“Kami temukan juga, tidak ada uji balistik dan pemeriksaan terhadap saksi yang diduga terlibat dalam kasus itu,” jelas Johan.

“Sebelum Jumat (5/10/2012), belum satupun surat panggilan yang dialamatkan kepada novel untuk diperiksa atas kasus 8 tahun silam,” tambahnya.

Dalam penutup keterangan persnya Johan juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden SBY yang menurut rencana akan turun tangan dan memberikan pernyataannya terkait kisruh antara KPK dan Polri pada Senin(8/10/2012) ini.

Korban Tak Tahu Siapa Penembak

Bengkulu (Segmennews.com)-Upaya Polda Bengkulu menangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kompol Novel Baswedan terkait kasus penganiayaan hingga mengakibatkan kematian menggelinding menjadi isu nasional. Kasus ini mempertajam gesekan antara Polri dan KPK.

Sejauh mana keterlibatan Novel Baswedan dalam kasus penembakan 6 tersangka pencurian sarang burung walet tahun 2004 lalu? Benarkah Novel ikut menembak atau hanya memberi perintah?

Dari 6 tersangka kasus pencurian tersebut, pihak yang melaporkan kembali ke Polda Bengkulu, ternyata bukan keluarga korban Mulyan Johani alias Aan yang tewas. Tetapi 2 korban yang mengalami luka tembak yakni Erwansyah Siregar (luka tembak di kaki kiri) dan Dedi Mulyadi (luka tembak kaki kanan). Tiga tersangka lainnya adalah Rizal Sinurat, Ali dan Doni, semuanya ditembak di bagian kaki.

Menurut  pengakuan Erwansyah Siregar dan Dedi Mulyadi melalui penasihat hukum (PH), Yuliswan, SH, MH, pada saat kejadian penembakan tersebut, suasana Pantai Panjang Ujung sangat gelap. Sehingga, keduanya tidak bisa memastikan siapa yang melakukan penembakan, apakah Kasat Serse Novel Baswedan ataukah anak buahnya.

Menurut keterangannya tadi malam, Yuliswan membenarkan dirinya selaku PH Erwansyah Siregar atau Iwan Siregar mengangkat kembali kasus tahun 2004 tersebut.

Namun versi Yuliswan, dia bukan melapor ulang ke Polda Bengkulu, melainkan mengirim surat kepada Kapolri untuk menuntut keadilan atas dua kliennya.

Permintaan keadilan itu tertera melalui surat tertanggal 21 September 2012 lalu dengan nomor surat 079/SP/A-YOR/09/2012. Dalam surat tersebut Yuliswan, SH, MH selaku kuasa hukum Iwan Siregar dan Dedi Nuryadi menyampaikan kepada Kapolri yakni kronologis peristiwa penembakan terhadap 6 tersangka pencurian burung walet yang terjadi di Pantai Panjang Ujung Kota Bengkulu.

Yuliswan menuturkan, sekira Rabu malam Kamis bulan Februari tahun 2004 kliennya ditangkap dengan dugaan melanggar pasal 363 KUHPidana oleh aparat Kepolisian Polres Bengkulu, yang kala itu dibawah pimpinan Kasat Reskrim Iptu Novel.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) kliennya ditangkap yakni di Jalan S. Parman tepatnya di gedung walet milik Aliang. Kemudian kliennya dibawa ke Reskrim Polres Bengkulu.

Sesampai di Polres, kliennya dipukuli oleh anggota Reskrim. Lalu kliennya bersama empat rekannya dibawa keluar gedung Polres menuju Pantai Panjang. Setibanya di Pantai Panjang, kliennya  bersama empat rekannya ditembak.

Saat ditembak, Erwansyah alias Iwan Siregar ditembak di kaki kiri tepatnya di belakang lutut dan diduga pelurunya masih berada di dalam kaki kliennya tersebut. Selanjutnya Dedi Nuryadi ditembak di kaki kanan di belakang lutut.

“Awalnya dibuat surat permintaan keadilan tersebut, Iwan cerita kepada saya bahwa kakinya yang bekas tembakan tersebut sering merasa nyeri. Rasa nyeri tersebut sudah ia rasakan semenjak 2008 lalu. Dengan rasa nyeri tersebut, kemungkinan masih terdapat peluru dikaki kirinya tersebut. Setelah surat disampaikan, pihak Polda Bengkulu menanggapinya,” ujar Yuliswan.

Tanggapan dari pihak Polda Bengkulu tersebut diwujudkan dengan melakukan operasi terhadap kaki Erwansyah Siregar. Hasil operasi memang ditemukan ada peluru yang masih bersarang di kaki. “Setelah dioperasi, klien saya sudah tidak ada keluhan lagi. Itu hanya surat permintaan keadilan bukan laporan,” ungkap Yuliswan.

Dalam suratnya tersebut, Yuliswan mempertegas, pada saat dilakukan penembakan, kliennya sudah dalam keadaan babak belur dan tidak ada tenaganya lagi. Selain itu, kliennya dalam keadaan kurang sadar. Usai ditembak di Pantai Panjang, kliennya dibawa kembali ke Polres. Setiba di Polres, kliennya beserta empat tersangka lainnya difoto. Usai difoto itulah, salah satu teman kliennya yakni Mulyan Johani alias Aan terjatuh dan meninggal dunia.

Siapa polisi yang menembak klien Anda? Versi Yuliswan, menurut pengakuan Erwansyah Siregar dan Dedy Mulyadi, kliennya tersebut tidak mengetahui persis siapa yang melakukan penembakan. Karena saat itu suasana malam gelap.

“Menurut pengakuan klien saya, mereka dibawa bersama keempat rekannya ke pantai tersebut dalam kondisi setengah sadar. Saat kejadian (eksekusi penembakan), klien saya mengaku sama sekali tidak mengetahui siapa yang melakukannya. Selain itu, titik (lokasi) di mana dilakukannya penembakan, kliennya saya juga tidak mengetahui,” ujar Yuliswan.

Dari mana klien Anda tahu bahwa lokasi penembakan itu di pantai? “Saat saya tanya, mereka tahu di pantai karena merasakan adanya pasir di sekitarnya,” tukas Yuliswan.

Dari kronologis kejadian tersebut, Yuliswan meminta Kapolri untuk dapat memproses hukum aparat yang bertanggungjawab atas penganiayaan terhadap kliennya tersebut. Karena menurutnya, tindakan tersebut merupakan indisipliner dan melanggar pasal 351 ayat 2 dan 3 KUHPidana tentang penganiayaan.

Selain ditujukan kepada Kapolri, surat yang dibuat Yuliswan juga ditembuskan kepada Presiden RI, Ketua DPR RI, Komnas HAM RI, Kabareskrim Mabes Polri, Kabid Propam Mabes Polri, Ketua Kompolnas serta Kapolda Bengkulu.

“Dalam surat saya tersebut sifatnya global, tidak ada yang menyebutkan bahwa yang melakukan penembakan tersebut Novel. Namun di situ saya tulis tolong proses aparat yang bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Selanjutnya kalau masih ada sanksi ya silakan, karena Negara kita ini adalah Negara hukum. Selain itu, jangan ada anggapan bahwa saya ada intimidasi dari Polri. Mohon saya jangan dipojokkan, saya haramkan  kalau ada Rp 1 pun saya dibayar,” pungkas Yuliswan. (snc/jpnn)

DPRD Pelalawan Adopsi Kesuksesan RSUD Padang Panjang

Pelalawan (Segmennews.com)- Anggota DPRD Pelalawan kagum dengan sumbang PAD RSUD Padang Panjang Sumatra Barat (Sumbar) bagi pemerintahannya. Pada saat berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Panjang Sumatera Barat Kamis kemarin (4/10), anggota Komisi A DPRD Pelalawan terkesan dengan rumah sakit tersebut. Pasalnya, rumah sakit milik pemerintah daerah itu telah membuktikan keberhasilannya karena selain sebagai penyumbang PAD terbesar, RSUD Padang Panjang itu juga menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat setempat.

“Kami dari Komisi A DPRD Pelalawan baru saja sampai ke RSUD Padang Panjang. Saat kunjungan itu, kami ditemani langsung oleh Direkturnya dan diajak melihat-lihat fasilitas di rumah sakit itu. Ternyata walaupun RSUD Padang Panjang milik pemerintah, kualitas pelayanannya sangat maksimal tidak seperti di RSUD kita, maka dari itu kita minta agar RSUD Selasih bisa mencontoh RSUD Padang Panjang,” terang Wakil Ketua Komisi A DPRD Pelalawan Markarius Anwar pada wartawan via telpon selulernya, Jum’at (5/10).

Markarius menjelaskan bahwa hal yang menonjol dan sangat berbeda dengan RSUD lainnya sehingga anggota komisi A DPRD Pelalawan ingin melihat bagaimana sistem pengelolaan RSUD Padang Panjang itu, karena diketahui saat ini RSUD Padang Panjang adalah satu-satunya RSUD penyumbang PAD terbesar se-Indonesia yakni mencapai 14,6 Milyar pertahun.

“Setelah kami tanya-tanya dan selidiki sendiri, ternyata kenapa RSUD tersebut bisa menyumbang PAD begitu besar karena sistem manajemen di RSUD tersebut yang pertama kali diutamakan adalah pelayanan yang maksimal terhadap pasien. Selain pelayanan medis yang diberikan oleh pihak RSUD, pihak rumah sakit juga memenuhi kebutuhan peralatan medis sebagai penunjang dan melengkapi semua dokter specialis sehingga pasien yang berobat di RSUD itu selain dapat berobat murah juga mendapatkan pelayanan yang maksimal dan tidak perlu berobat ke Rumah sakit swasta,” bebernya.

Pelayanan yang maksimal itu, sambungnya, dikarenakan rumah sakit tersebut semuanya diperbaiki, baik pelayanan dan fasilitasnya selama lebih kurang 5 tahun. Baru setelah itu, mereka mendapatkan hasilnya dengan berhasil menyumbangkan PAD sebesar 14,6 Milyar per tahun.

“Jadi saya sarankan kalau bisa RSUD Selasih jika dapat studi banding, kemari saja enggak usah jauh-jauh karena RSUD Padang Panjang cukup bagus untuk dicontoh,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, dari hasil perbincangan anggota komisi A DPRD Pelalawan dengan pihak managemen RSUD menjelaskan bahwa saat pembangunan RSUD mulai dilaksanakan, mereka mendapat back-up penuh oleh kepala daerahnya sehingga semua bangunan yang dikerjakan memang benar-benar berkualitas dan cukup bagus hasilnya.

“Padahal anggarannya dengan anggaran pembangunan RSUD Selasih itu hampir sama tapi kenapa RSUD kita tak bisa semaju RSUD Padang Panjang. Namun yang jelas yang perlu dicontoh dari sini ini adalah bahwa selain pelayanan, juga ada yang lebih penting lagi yaitu tanggung jawab penuh seorang Direktur RSUD untuk jangan sungkan menegur bawahannya atau dokter specialis yang melakukan kesalahan, selain itu juga ketransparanan masalah keuangan juga perlu dilakukan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Drs Sozifao Hia yang juga anggota Komisi A DPRD Pelalawan yang ikut dalam kunjungan tersebut. Menurutnya, bahwa RSUD Padang Panjang tahun 2009 sudah mampu menyumbangkan PAD sebesar 1,6 Milyar dan sekarang sudah mencapai 14,6 Milyar.

“Dan itu bisa terwujud memang karena pihak RSUD mampu menciptakan Image yang baik di masyarakat, selain pengelolaannya tepat sasaran sehingga mampu menjadikan RSUD tersebut sebagai Rumah sakit kebanggan masyarakat setempat. Lihat saja bentuk bangunannya yang seperti hotel berbintang dan biayanya sangat terjangkau yakni cuma 250 ribu per malamnya di ruangan VIP. Karena itu, banyak sekali pejabat dan bahkan Bupati juga berobat di RSUD itu, dan ini harus bisa di ciptakan di Pelalawan,” pungkasnya. (rz)

Marwan: Pelalawan Ekspo Bawa Kemajuan Daerah

Wabup Pelalawan Drs Marwan Ibrahim memberikan piala bergilir festival tari dan lagu ke Ketua Panitia Pelalawan Expo Ir Zuhelmi

Pelalawan (Segmennews.com)- Dalam usianya yang ke 13 pada tanggal 12 Oktober nanti, sampai saat ini Pemkab Pelalawan terus melakukan pembenahan diri dari berbagai sektor demi peningkatan serta pemerataan ekonomi kerakyatan di daerah ini. Hal ini agar tercapai kesejahteraan masyarakat di daerah ini sehingga masyarakat bisa jadi tuan di daerahnya sendiri.

“Untuk itu, berbagai upaya yang dilakukan Pemda Pelalawan saat ini diantaranya terwujudnya pembangunan jaringan listrik di Pelalawan serta akan dibangunnya kawasan industri Tekhnopolitan yang nantinya akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat Pelalawan,” terang Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim saat membuka kegiatan Pelalawan Ekspo bersempena HUT Pelalawan ke 13 di lapangan sepakbola Pangkalan Kerinci, Sabtu malam (6/10).

Marwan menerangkan bahwa serangkaian kegiatan dalam menyambut HUT Pelalawan ke 13 ini adalah selain menampilkan bazaar atau stand dari produk unggulan pemerintahan dan kecamatan serta Dewan Kesenian Kabupaten Pelalawan juga menampilkan produk unggulan dari perusahaan. Baik itu perusahaan kertas, perbankan, perusahaan otomotif, BUMN dan ada juga produk unggulandari kabupaten lain yakni dari Kabupaten Rokan Hilir.

“Dan rencananya selama pagelaran Pelalawan Expo ini, pemerintah daerah juga sudah menyiapkan sejumlah pertandingan tari dan lagu melayu yang diikuti oleh kabupaten tetangga. Selain itu juga panitia juga sudah menyiapkan kegiatan lain diantaranya Takblig Akbar yang akan mendatangkan Fikri Zainudin serta pementasan artis ternama dari Jakarta,” katanya.

Karena itu, sambungnya, dirinya berharap dengan digelarnya Pelalawan Ekspo ini maka nantinya bisa memberikan nilai positif bagi kemajuan daerah. Pasalnya, dengan adanya Pelalawan Ekspo ini maka nantinya Kabupaten Pelalawan bisa dilirik oleh Investor dari luar yang berniat ingin menanamkan modalnya di Pelalawan.

“Apalagi setelah tahu bahwa Kabupaten Pelalawan saat ini banyak memiliki potensi yang perlu dikembangkan diantaranya program Tekhnopolitan yang akan dominan melakukan usaha lewat industri hilirnya serta pengembangan kawasan taman Nasional Teso nilo serta gelombang bono,” ujarnya.

Usai memberikan sambutan, Wabup didampingi sejumlah pejabat dan unsur muspida memukul gendang sebagai tanda dibukanya pelaksanaan Pelalawan Ekspo. Kemudian setelah istri Wabup Pelalawan Hj Asnidar Marwan memotong pita pembukaan stand, rombongan melanjutkan dengan melakukan peninjauan di stand-stand pameran.

Pada saat meninjau stand, Wabup beserta rombongan berkesempatan mendatangi Stand Dewan Kesenian Kabupaten Pelalawan (DKP). Di sana, Wabup bersama rombongan  melihat hasil produk unggulan yang dipajangkan oleh DKP serta sejumlah produk kerajinan tangan yang saat ini sudah mulai ditinggalkan namun perlu di angkat lagi agar tidak punah.

Beberapa kerajinan yang ditampilkan oleh DKP pada Pelalawan Expo itu diantaranya yakni seni anyaman dari daun pandan yang menghasilkan peralatan rumah tangga berupa tas jinjing, tikar, tudung saji dan banyak lagi. Selain itu juga ada ukiran berupa miniature kapal dan sampan asli masyarakat Pelalawan  dan juga miniature rumah masyarakat pelalawan jaman dulu.

Sementara itu, Ketua DKP Pelalawan, Herman Maskar, mengaku dirinya sangat bangga dengan memamerkan produk tersebut ketimbang produk modern.

Pasalnya, produk-produk yang dipamerkan tersebut adalah produk asli Pelalawan yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar pengrajin produk asli Pelalawan tidak punah. Dengan kata lain, dipamerkannya produk tersebut pada acara Pelalawan Expo agar para pemuda jaman sekarang masih mau belajar untuk berkreasi dan membuat produk itu.

“Apa yang kita pamerkan pada Pelalawan Expo itu karena kita sangat berharap para pemuda-pemudi sekarang masih mau belajar untuk membuat anyaman atau ukiran sehingga hasil kerajinan tangan seperti itu tidak punah. Soalnya, sangat disayangkan sekali kalau hasil kerajinan ini punah akibat tergerus kemajuan jaman dan tidak ada lagi yang berminat belajar untuk membuat kerajinan anyaman atau ukiran seperti yang kita pajangkan,” tutupnya. (rz)

Besok, Pimpinan KPK Bertemu Kapolri

Kpc

JAKARTA (Segmennews.com)—  Unsur pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan bertemu dengan Kepala Kepolisian RI (Polri), pada Senin (8/10/2012). Kedua pimpinan itu akan membahas polemik yang terjadi di antara kedua institusi.

Setelah pertemuan itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memberi pernyataan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Menteri Sekretariat Negara Sudi Silalahi dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Minggu (7/10/2012).

Menurut Sudi, pertemuan pimpinan KPK dengan kepolisian awalnya akan digelar hari ini. Namun, rencana itu batal karena sejumlah unsur pimpinan KPK sedang berada di luar kota.

“Hari ini, Presiden mendapat laporan ternyata memang pertemuan antara Kapolri dan pimpinan KPK belum bisa dilakukan. Mereka sudah berjanji pertemuan KPK dengan Polri dilaksanakan besok,” katanya.

Sudi menambahkan, Presiden SBY sebenarnya tidak tinggal diam menyaksikan kisruh antara KPK dan Polri yang berujung pada upaya penangkapan seorang penyidik KPK oleh Kepolisian Daerah Bengkulu.

Presiden, masih menurut Sudi, telah mendengar permintaan masyarakat agar mengambil alih masalah ini. Namun, Presiden SBY ingin memberi kesempatan kepada KPK dan Polri untuk mengatasi masalahnya sendiri sesuai undang-undang dan nota kesepahaman (MoU) yang sudah disepakati keduanya.

“Namun, berhubung perkembangan situasi sudah tidak baik, dengan banyak yang memanipulasi, Presiden akan segera mengambi alih dan menyampaikan penjelasan kepada rakyat segera setelah pertemuan KPK-Polri dilaksanakan,” ungkap Sudi.

Pernyataan Presiden ini akan dikeluarkan pada Senin atau Selasa (9/10/2012) siang.

Seperti diketahui, sejak KPK mengintensifkan penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulasi mengemudi di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, hubungan KPK dan Polri menjadi renggang.

Saat KPK memutuskan untuk menangani kasus Korlantas, Polri ikut mengusut kasus yang sama dengan tersangka yang juga sama.

Perbedaannya, polisi tidak menjadikan mantan Kepala Korlantas Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka seperti yang dilakukan KPK.

Belum lagi tuntas masalah perebutan kasus itu, kepolisian tiba-tiba menarik 20 penyidiknya yang tengah bertugas di KPK.

Ketegangan hubungan KPK-Polri semakin meruncing setelah pada Jumat (5/10/2012) malam anggota Polda Bengkulu mendatangi Gedung KPK untuk menangkap penyidik KPK, Novel Baswedan.

Menurut kepolisian, Novel diduga melakukan penganiayaan berat saat bertugas di Kepolisian Resor Bengkulu pada 2004. Atas upaya penangkapan ini, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menganggapnya sebagai bentuk kriminalisasi anggota KPK. (snc/Kompas.com)