Beranda blog Halaman 3044

HUT Rohul, Pemkab Undang Wali Band

H Achmad Msi

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Sempena Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hulu ke 13 yang jatuh pada tanggal 12 Oktober mendatang, group band papan atas Wali Band akan menghibur masyarakat Rokan Hulu.

“Kita harapkan masyarakat bersama-sama datang memeriahkan HUT Rohul ke 13, dan menyaksikan hiburan rakyat yang menampilkan wali band,” ajak Bupati Rohul, Drs H Achmad Msi, Selasa (9/10).

Selain acara puncak yang akan di meriahkan Wali band, rangkaian kegiatan pada HUT Rohul juga digelar lomba bayi merangkak se-Kecamatan, pada Rabu 10 Oktober 2012.

Kamis dilanjutkan dengan lomba masak nasi goreng oleh eselon III. Sedangkan hari Jum’at di lanjutkan dengan acara perayaan HUT di halaman Kantor Bup[ati Rohul.

Dilanjutkan hari Sabtu, sekitar pukul 08:00 Wib dilaksanakan gerak jalan santai oleh masyarakat umu, PNS Pelajar. Sore hari kegiatan HUT Rohul berlanjut ke pertandingan bola kaki menggunakan kain sarung.

Agar HUT Rohul juga dirasakan oleh panti asuhan, Pemkab akan memberikan sumbangan kepada mereka di bundaran tugu ratik togak. (gibson)

Sempena HUT Rohul ke 13, Anak Yatim Ketiban Kain Sarung

ROKAN HULU (Segmennews.com)- Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyerahkan 60 lembar kain sarung untuk keperluan anak yatim pada tiga panti asuhan, yakni Panti Asuhan Muhammadiyah Ujungbatu, Panti Asuhan Teriak Putri Tujuh Ujungbatu, dan  Panti Asuhan Hidayatul Muslim Simpang Ngaso Ujungbatu, dalam acara pembukaan Festival Seni Budaya Islam Tingkat Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2012, Minggu (7/10/2012) bertempat di gedung LKA Ujung Batu.

Kegiatan ini dilaksaanakan dalam rangka memperingati HUT Kab Rohul ke 12, Hari Sumpah Pemuda dan menyambut Hari Raya Idul Adha/Qurban 1433 H dan akan berlangsung selama tiga hari, yaitu tanggal 7-9 Oktober 2012.

Hadir dalam acara pembukaan adalah Kakan Kemenag Rohul, Upika Ujungbatu, Kapolsek Ujungbatu, Ketua LKA Ujungbatu, Alim Ulama, Cerdik Pandai, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan peserta Festival sendiri.

Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan bahwa bantuan ini janganlah dilihat dari nilai atau harganya, tetapi lihatlah dari segi kepedulian, manfaat dan shilaturrahimnya.

Agama kita mengajarkan bahwa orang yang tidak memperdulikan anak yatim, maka orang itu termasuk dalam kategori pendusta agama. Anak yatim adalah tanggungjawab kita bersama dan untuk itu, maka perlu mendapat perhatian dari kita bersama, tegasnya.

Menurut Kakan Kemenag Rohul, anak-anak yatim adalah juga generasi muda masa depan harapan bangsa. Mereka tidak ada bedanya dengan anak-anak remaja pada umumnya. Mereka harus diberikan perhatian, sehingga dapat meningkatkan dan memanfaatkan potensinya secara maksimal.

Kakan Kemenag berpesan agar para anak yatim jangan merasa putus asa, sebab ingatlah pesan Allah : Janganlah merasa berputus asa dengan rahmat Allah. Sebab rahmat Allah itu Maha Luas dan Maha Segala-galanya. (rls/gibson).

Masjid Islamic Rohul kurbankan 80 ekor hewan

int

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Pengurus Masjid Agung Madani Islamic Center, Kabupaten Rokan Hulu akan melakukan pemotongan sebanyak 80 ekor hewan kurban.

Demikian disampaikan Ketua pengurus masjid Bisman B.S,si, Selasa (9/10), katanya, setiap Hari Raya Idul Adha Masjid Agung Madani Islamic Center melaksanakan pemotongan Hewan kurban seperti Hari raya Idul Adha 1432 H tahun2011 lalu dilakukan pemotongan hewan kurban sebanyak 50 ekor, kali ini tahun 2012 jumlah kurban meningkat jadi 80 ekor.

Katanya pemotongan hewan yang dilaksanakan di lapangan Masjid Agung tersebut akan di bagi-bagikan kepada masjid-masjid yang tahun ini tidak melakukan pemotongan hewan kurban atau bagi masjid yang kekurangan hewan kurban bagi masyarakat.

“Kita hanya menunggu laporan dari pengurus Masjid di Rohul untuk meminta daging kurban, kemudian dilakukan pengecekan untuk mencari kebenarannya, agar penylurannya tepat,” paparnya.

Ditempat terpisah, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Rohul, Mardjoko mengatakan, untuk pemeriksaan kesehatan hewan kurban, pihaknya telah membentuk Tim, namun untuk pemeriksaan hewan kurban di masjid Agung Madani Islamic Center mereka hanya menunggu kedatangan hewan kurban.

Sebelumnya, kata Mardjoko, tim telah turun ke perusahaan PTPN V guna pemeriksaan keesehatan hewan kuban di sana. (gibson)

Pencuri Tewas di Massa, Polsek Tambusai Periksa 5 Saksi

ilustrasi

Dalu-Dalu (Segmennews.com)- Alamsyah Nasution, tewas setelah mendapatkan perawatan di puskesmas Dalu-dalu akibat di hajar massa saat kedapatan mencuri alat panen sawit (dodos sawit) Desa Modang Kumango, sei kemango, kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu.

Atas kejadian itu, warga setempat dan keluarga korban tewas saling membuat laporan ke Polsek Tambusai. Hingga saat ini pihak kepolisian telah memeriksa 5 orang saksi.

“Warga melaporkan pencurian, tapi karena ada korban meninggal keluarga korban juga membut laporan tentang penganiayaan, kasus ini masih dalam penyelidikan. Kita juga sudah memriksa 5 orang saksi pengeroyokan,” urai Kapolres Rohul, AKBP Yudi Kurniawan melalui, Kapolsek Tambusai AKP Jamil hasibuan, melalui sambungan telepon kepada Segmennews.com, Selasa (9/10).

Dilanjutkannya, satu orang lagi teman pencurian yakni, Firman Hsb saat ini dilakukan penahanan. Bermula kejadian tanggal (2/10) kemarin sekitar pukul 01:30 Wib, warga mendapati dua orang yang diduga melakukan pencurian alat panen sawit (dodos) yakni, Alamsyah dan Firman.

Wargapun melakukan pengeroyokan, alhasil alamsyah yang sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas dalu-dalu selama dua hari akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, sedangkan temannya Firman diamankan pihak kepolisian.

“Kita terus melakukan penyelidikan kasus ini,” tutup Jamil. (idab)

Dipailitkan,Telkomsel Tetap Utamakan 120 Juta Pelanggan

Jakarta (segmennews.com)-Direktur Utama PT Telkomsel, Alex J Sinaga menyatakan bahwa operasional dan layanan perusahaan yang dipimpinnya pascaputusan pailit dari Pengadilan Niaga Jakarta Pusat sama sekali berjalan baik. Bahkan Alex meyakini Telkomsel memenangi perkara kasus kepailitan yang diajukan PT Prima Jaya Informatika, di tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) nantinya.

“Direksi sudah membentuk pusat krisis dan berkomunikasi dengan pemangku kepentingan. Tujuannya untuk memenangkan kasasi dan memastikan selama proses kepailitan seluruh operasional Telkomsel tidak terganggu baik dari pasar maupun iklim investasi,” kata Alex dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR, Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (8/10).

Selain itu, lanjutnya, seluruh jajaran direksi dan karyawan Telkomsel sudah bertekad agar masalah hukum tersebut tidak mengganggu pelayanan terhadap 120 juta pelanggan. Tekad tersebut semakin kokoh setelah adanya dukungan politik dan moral dari anggota Komisi XI. “Ini akan menguatkan kami dalam perjuangan di tingkat kasasi,” tegasnya.

Dalam RDP, anggota Komisi XI DPR, Maruarar Sirait meminta Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) menunda tender 3G sebagaimana yang saat ini juga diperjuangkan Direksi Telkomsel. Selain itu, Maruarar juga meminta Komisi III DPR segera meminta Komisi Yudisial memeriksa hakim Pengadilan Niaga Jakpus yang memutus Telkomsel pailit.

“Komisi XI juga meminta Kemkominfo menunda tender karena ada indikasi kepailitan itu sengaja untuk mengganggu keterlibatan Telkomsel. Karena selama dalam proses kepailitan Telkomsel tidak bisa mengikuti tender. Harus ada keberpihakan kepada perusahaan milik negara. Jangan terlalu liberal,” tegas politisi PDI-P itu, sembari meminta Badan Legislatif (Baleg) DPR merevisi Undang-Undang Kepailitan.(snc/jpnn)

Inilah Pernyataan RI 1 yang ditunggu-tunggu

Jakarta (segmennews.com) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sikap resmi terkait konflik Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) dengan Kepolisian RI. 

Terkait dengan masalah Kompol Novel Baswedan, presiden menyampaikan sikap tidak setuju jika kasus tersebut dilanjutkan.
Hanya saja, presiden dalam pidatonya di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/10) malam, tidak ada pernyataan yang memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo untuk menghentikan upaya pengusutan terhadap adik sepupu Anis Baswedan itu.

“Harapan Polri untuk menangani kasus Kompol Novel Baswedan, saya pandang tidak tepat, baik dilihat dari segi timingnya, maupun caranya,” ujar presiden.

Pernyataan yang terkait kasus Novel ini merupakan satu poin dari lima poin kesimpulan dan solusi yang diajukan presiden terkait kegaduhan konflik KPK vs Polri ini.

Dalam pernyataan sebelum masuk poin kesimpulan, presiden juga sudah menyatakan sikapnya terhadap kasus Novel yang dituduh menembak pencuri sarang burung walet, saat masih bertugas sebagai Kasatserse Polda Bengkulu.

Presiden mengingatkan kepolisian agar pengusutan sebuah kasus tidak didasari motif-motif lain.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan untuk meredakan konflik Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) dengan Kepolisian RI.

Dia memberi contoh, pada Jumat (5/10) sore dirinya memanggil Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo guna membahas keributan ini. “Pertemuan itu sebelum ada insiden malam harinya (kedatangan sejumlah aparat kepolisian ke gedung KPK untuk menangkap Kompol Novel Baswedan, red),” ujar presiden.

Selanjutnya, setelah ada insiden Jumat malam, presiden mengatakan, dirinya telah memerintahkan Menko Polhukam Djoko Suyanto dan menteri terkait. Presiden minta Djoko mengatur waktu pertemuan Kapolri dengan pimpinan KPK.

Hanya saja, pertemuan tidak bisa dilakukan karena pimpinan KPK sedang tidak berada di Jakarta. 

“Tapi tidak bisa dilakukan karena pimpinan KPK sedang berada di luar kota,” ujar presiden dengan mimik serius, memberikan penekanan terhadap kalimatnya ini.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga memberikan sinyal agar kepolisian legowo atas langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut Irjen Pol Djoko Susilo, yang saat ini berstatus tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulator SIM.

Lewat pidatonya presiden secara tegas menyatakan sikapnya agar Irjen Djoko ditangani KPK. Untuk yang tidak terkait langsung, presiden setuju ditangani polisi.

“Yang melibatkan Irjen Djoko Susilo agar ditangani KPK dan tidak dipecah. Polri menangani kasus lain yang tidak terkait langsung,” ujar presiden saat membacakan lima poin kesimpulan dan solusi kisruh konflik Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) dengan Kepolisian RI.

Hal ini, kata Presiden, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan, jika ada kasus berbeda terkait penyimpangan pengadaan barang di institusi Polri, Presiden mempercayakan Polri untuk menanganinya.

“Kapolri juga akan melakukan penertiban proses pengadaan barang di jajaran Polri. Saya sampaikan penghargaan karena Polri beri dukungan penuh melimpahkan hasil penyidikan kasus ini,” terang Presiden.

Sebelumnya memang terjadi sengketa kewenangan antara Polri dan KPK terkait penanganan kasus tersebut. Awalnya, kata Presiden, ia menerima laporan pertemuan Kapolri Jenderal Timur dan Ketua KPK Abraham Samad yang memutuskan KPK menangani kasus yang melibatkan Irjen Djoko Susilo, sedangkan Polri mengusut tersangka lainnya. 

Namun, pada kenyataannya, KPK justru bertindak tidak sesuai kesepakatan. Ketika Polri menetapkan lima tersangka, yaitu Brigjen Didik Purnomo, AKBP Teddy Rismawan, Kompol Legimo Budi Susanto dan Sukotjo Bambang, KPK pun menetapkan empat tersangka yang sama, tanpa nama Kompol Legimo, Bendahara di Korlantas Polri.

Sejak itulah, perseteruan lembaga ini dimulai. Meski dibantah, tapi saling mendahului terlihat jelas dari pergerakan dua lembaga penegak hukum tersebut. Akhirnya Presiden memutuskan untuk menghentikan perseteruan tersebut dengan memilih KPK mengusut tuntas kasus dengan nilai proyek Rp 196 miliar itu.

“Pada perkembangan, nampaknya koordinasi dan sinkronisasi tidak berlangsung baik. Solusinya, penanganan kasus korupsi Irjen Djoko Susilo lebih tepat ditangani KPK,” kata Presiden.(snc/jpnn)

Diduga Mesum Dalam Mobil, Karyawan PT.RAPP di Tangkap Lepas

ilustrasi

Pelalawan (Segmennews.com) – Diduga berbuat mesum di dalam mobil, sepasang kekasih inisial PN (Wanita) warga jalan Sakura bekerja di sub kontraktor PT Hasan Husin dan prianya BA warga Townsite II diketahui karyawan PT. RAPP diamankan Satuan Pamong Praja Pelalawan.

Dikatakan Kasi Ops Satpol PP, Taswir S.Sos, Senin (8/10) bahwa sepasang kekasih tersebut di tangkap saat mereka kedapatan sedang berduaan di dalam mobil pada Sabtu (6/10) sekitar pukul 09:00 Wib pagi di parkirkan ujung perumahan Komplek Perkantoran Bakti Praja persis di tempat pembuangan sampah.

Dari pemeriksaan, pasangan mesum yang mengenakan baju seragam kerja mereka dan berada di Mobil Sedan Chevrolet Nopol BM 1089 QB ternyata bukan suami istri, bahkan mereka sudah memiliki pasangan hidup masing-masing. Pasangan itu menolak di bawa anggota Satpol-PP, sebab menurut pasangan tersebut mereka sedang mengerjakan pekerjaan kantor mereka.

“Karena kami curiga pada keduanya karena menyelesaikan pekerjaan di tempat sepi ditambah keduanya bukan suami istri, maka kami langsung menggelandang keduanya ke Kantor untuk dilakukan interogasi,” ungkap Taswir.

Anehnya lagi, si wanita tersebut mengaku sedang hamil 3 bulan. Namun lanjutnya, saat suaminya dan istri pasangan mesum tersebut akan dipanggil ke kantor Satpol-PP, mereka minta ampun agar jangan menelpon istri dan suami mereka.

Dengan pertimbangan akan perceraian keluarga pasangan mereka masing, maka pasangan tersebut di lepas.

“ya kita lepas saja setelah kita mintai keterangan dan menandatangani perjanjian agar tidak mengulangi lagi perbuatannya,” bebernya. (rz)

Kecelakaan Kerja, Yuspariasa Tewas di PT.RAPP

Pelalawan (Segmennews.com)- Kecelakaan kerja kembali terjadi lagi di lingkungan  PT. RAPP Kabupaten Pelalawan, Sabtu kemarin (6/10), sekitar pukul 14.30 WIB. Yuspariasa (21) pekerja PT. Putra Tunggal Bersaudara selaku rekanan PT.RAPP tewas mengenaskan akibat terjepit oleh rol conveyor dan Belt conveyor.

Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo,S.Ik menjelaskan saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, dan masih dalam proses.

Awalnya tangan kanan korban menyentuh bidang rol yang sedang berjalan sehingga terjepit antara rol conveyor dengan Belt conveyor, mengakibatkan punggung korban hangus.

Guntur menjelaskan bahwa korban merupakan karyawan yang mengerjakan bagian cleaning conveyor 006. Pada hari naas itu, korban bekerja membersihkan tumpahan bahan baku kayu chief di bawah bed conveyor atau rol conveyor. Namun tanpa disadarinya, tangan kanannya tersentuh bidang rol yang sedang berputar.

“Seketika itu pula, tangan kanan korban terjepit antara rol belt conveyor yang mengakibatkan hangus akibat gesekan mulai dari punggung, lengan atas sampai ke pergelangan tangan. Nyawa pekerja malang ini tidak tertolong dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujarnya.

Terpisah, pihak perusahaan melalui Corporate Commmunications Head PT RAPP Pamungkas Trishadiatmoko saat dikonfirmasi terkait hal ini mengeluarkan pernyataan resminya pada Minggu kemarin (7/10).

“Dengan rasa prihatin kami sampaikan bahwa benar telah terjadi kecelakaan kerja kemarin, di area chip screen line 2 wood yard RAPP yang mengakibatkan salah seorang pekerja kontraktor PT. Putra Tunggal Bersaudara (PTB) atas nama Yuspariasa meninggal dunia,” katanya.

PT RAPP juga akan memastikan pihak kontraktor untuk segera membantu penanganan jenazah sampai dikebumikan dan memastikan seluruh hak-hak korban dipenuhi sesuai aturan yang berlaku. (rz)

Pekan Depan Disnak Pelalawan Uji Kelayakan Hewan Kurban

int

Pelalawan (Segmennews.com)- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1433 H mendatang, dicanangkan pekan depan Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Pelalawan akan turun kelapangan untuk menguji kelayakan hewan yang akan dikurbankan.

Kepala Dinas Peternakan, Drs Wahiduddin, di Pangkalan Kerinci, Senin (8/10) menyebutkan memperkirakan jumlah hewan ternak yang ada di Kabupaten Pelalawan berkisar antara 400 hingga 500 ekor. Hewan tersebut akan diperiksa kesehatan mapun kelayakannya untuk kurban.

“Tim juga akan ditugaskan mengawas pedagang hewan kurban serta mensosialisasikan syarat-syarat hewan kurban. Pasalnya, kita tak mau kecolongan yang mengakibatkan kerugian pada masyarakat seperti ditemukannya jenis penyakit gonosis, seperti antrax atau lainnya,” jelasnya.

Lanjutnya, sesuai Undang-Undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dijelaskan bahwa sapi betina produktif adalah sapi betina yang melahirkan kurang dari 5 kali atau berumur di bawah 8 tahun, atau sapi betina yang berdasarkan hasil pemeriksaan reproduksi dokter hewan atau petugas teknis di bawah pengawasan dokter hewan dan dinyatakan memiliki organ reproduksi normal serta dapat berfungsi optimal sebagai sapi induk.

“Jika melanggar, maka ada sanksi yang menjerat karena selain pidana juga dikenakan denda,” tandasnya.

Disamping itu, untuk sapi dari luar seperti dari Lampung dan Padang, begitu datang langsung dilakukan pemeriksaan kelayakan untuk dikonsumsi.

Pemeriksaan kesehatan hewan ternak juga tertuang pada Peraturan Direktorat Jenderal Peternakan Nomor 59/Kpts/PD610/05/2007 tanggal 9 Mei 2007, bahwa jenis-jenis penyakit hewan menular yang mendapat prioritas pengendalian dan atau pemberantasannya. Pasalnya, ada 12 penyakit hewan yang mendapat prioritas pengendalian dan pemberantasannya yang disesuaikan dengan keberadaan pada masing-masing daerah.

“Khusus untuk hewan ternak, penyakit yang menjadi perioritas adalah penyakit antraks. Penyakit ini merupakan penyakit menular bersifat perakut, akut dan kronis yang ditandai dengan gejala umum seperti tidak nafsu makan, gelisah, depresi, otot-otot lemah, pembengkakan di daerah leher, dada, perut dan pembengkakan limpa dan alat kelamin luar,” katanya.

Ditambahkannya, penyakit antraks sendiri penyebabnya adalah bacillus antracis. Pada sapi, gejala awal ditandai dengan demam tinggi sampai 42 derajat celsius, dan pada puncaknya terjadi pendarahan melalui lubang kumlah yakni darah yang keluar melalui dubur, mulut, lubang hidung dan kemihnya.

Sedangkan pada kambing dan domba biasanya bentuk perakut ditandai dengan hewan berputar-putar, gigi gemertak dan mati dalam beberapa menit setelah darah keluar dari lubang kumlah. Antraks sendiri merupakan jenis penyakit zoonosis atau bisa menular kepada manusia.

“Diminta kepada masyarakat agar melakukan pemeriksaan hewan yang akan du kurbankan,” imbaunya. (rz)

30 Persen Pengantin di Bonai tak bisa Baca Al-qur’an

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Diperkirakan sebesar 30 persen Calon Pengantin(Catin)di Kecamatan Bonai Darussalam kabupaten Rokan hulu tidak bisa Baca Al-quran,akibatnya  Ijab Kabul terpaksa berulang kali.

Demikian diungkapkan Kepala kantor Urusan Agama(KUA)Bonai Darussalam Arman SThi, Senin(8/10). Katnya, rata-rata dari 10 pasangan yang menikah hanya 7 pasanganlah yang bisa baca Alqur’an, sedangkan 3 persen lagi terpaksa Ijab Kabul berulang-ulang kemudian setelah dinikahkan, pasangan tersebut disuruh belajar Alqur’an lagi.

Banyaknya pasangan calon yang tidak mampu baca Alqur’an tersebut karena dahulunya kecamatan Bonai Darussalam ini cukup jauh dari Ibu Kota Kabupaten,dan termasuk juga kurangnya SDM di Bidang Agama,sementara jarang Ustad yang masuk kesana mengingat sulitnya sarana  Transportasi.

Menurut Arman untuk membina mereka dalam membaca Alqur’an didinya sebagai KUA terpaksa bekerja keras didalam melakukan Pembinaan dan juga harus mencara warga yang pandai membaca Alqur’an dengan mendirikan Tampat Pembinaan Alqur’an(TPA),untuk mengajar anak-anak yang ada di Bonai tersebut.

Arman menganjurkan kepada warga Bonai agar memasukkan anak-anaknya ke TPA yang ada agaranak-anak tersebut tidak buta Alqur’an.

Hal itu juga telah Intruksikan Bupati Rokan Hulu bahwa setiap anak yang memasuki jenjang SMP di Kabupaten Rohul harus bisa membaca Qur’an,sebabagimana sejak dua tahun yang lalu sidah diterapkan di Ibukota kabupaten Rokan Hulu.

“Kalau kebijakan tersebut di laksanakan di Kecamatan Bonai Darussalam mungkin banyak anak-anak tamatan SD yang putus sekolah karena tidak pandai baca Qur’an,’’terangnya.(gibson)