Beranda blog Halaman 447

Polsek Sabak Auh Kirim SPDP Dugaan Penganiayaan Anak ke Kejari Siak

Siak(SegmenNews.com)- Perkembangan penyidikan kasus dugaan penganiayaan terhadap 2 anak dibawah umur dengan tersangka berinisial WR terus berlanjut, terbukti Polsek Sabak Auh telah mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak.

Senin (8/5/23), keterangan Kanit Reskrim Polsek Sabak Auh Bripka Suryadi Putra, SH bahwa tim penyidik masih terus melakukan proses penyidikan walaupun tersangka WR tidak dilakukan penahanan karena diatur dalam pasal 21 ayat 4 huruf a KUHAP.

“Alhamdulillah sudah saya kirim (SPDP,red),” ujar Kanit Reskrim Bripka Suryadi Putra, SH melalui pesan singkatnya.

Untuk diketahui bahwa kronologis penganiayaan 2 anak tersebut, yakni pelapor Nurazak mendapat informasi dari masyarakat bahwa anak pelapor yang bernama FS dipukul orang di jalan depan kuburan. Kemudian pelapor langsung menuju ke depan kuburan, dan sesampainya disana pelapor melihat orang ramai dan anak pelapor.

Kemudian pelapor menyakan kepada anak pelapor apa yang terjadi, FS mengatakan bahwa dia dipukul oleh seorang laki-laki yang ia kenal. Kemudian pelapor melihat laki-laki tersebut, pelapor mengenalinya yang diketahui bernama WR. Kemudian pelapor menyakan kepada WR, apakah benar dia memukul anak pelapor.

Dan dia menjawab “IYA”, kemudian pelapor menayakan kepada WR apa sebab memukul anak pelapor, munurut WR sebab dia memukul anak pelapor karena mobil nya dilempar. Kemudian pelapor melihat orang ramai lalu pelapor mengajak nya ke rumah pelapor, dan pelapor juga mengetahui di tempat kejadian selain anak pelapor ada anak ibu AIDA yang bernama BDW yang juga dipukul WR.

Lalu pelapor bersama masyarakat beramai–ramai membawa WR ke rumah pelapor, untuk mengklarifiasi apa sebab dan kejadian sebenarnya. Setelah di klarifikasi ternyata benar WR memukul anak pelapor dan anak Ibu AIDA. Akibat kejadian tersebut anak pelapor dan Anak Ibu AIDA mengalami luka dan trauma yang mana anak pelapor dan anak Ibuk AIDA Masih tergolong anak di bawah Umur.*(vila)

DWP Kota Pekanbaru Gelar Halalbihalal

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Pekanbaru menggelar Halalbihalal di Gedung Tengku Maharatu, Senin (8/5). Halalbihalal ini sebagai ajang mempererat silaturahmi antar anggota DWP bersama Penasihat DWP Pekanbaru Raja Rilla Muflihun.

“Dengan acara Halalbihalal, kita bisa mempererat silaturahmi mengkokohkan iman dan kepribadian. Sebulan lamanya berpuas, semoga amal puasa kita diterima oleh Allah SWT,” kata Ketua DWP Pekanbaru Haswinda Indra Pomi, Senin (8/5).

Sehingga, anggota DWP menjadi pribadi yang lebih baik dan kembali ke fitrah. Mudah-mudahan, Allah SWT memberikan umur yang panjang.

“Semoga, kita dapat bertemu kembali dengan Ramadan yang akan datang,” ujarnya.

Sebagai umat Islam, sudah selayaknya anggota DWP berlapang dada dengan sesama yang mempunyai khilaf dan dosa. Melalui kegiatan Halalbihalal ini, anggota DWP diajak membuka hati meminta maaf dan memberikan maaf atas kesalahan, baik disengaja maupun tidak disengaja.

“Kami sebagai organisasi meminta maaf jika selama ini ada yang kurang berkenan. Semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan di hari yang Fitri,” harap Haswinda.

Pekan lalu, anggota DWP masih disibukkan dengan berbagai kegiatan. Bahkan, anggota DWP tak sempat saling mengunjungi dan saling memaafkan.

“Dalam Halalbihalal ini, kami menjaga keharmonisan. Sehingga, hubungan kita kembali harmonis dan kembali erat. Selama Hari Raya Idulfitri. Mohon maaf lahir dan batin,” ucap Haswinda.***(dmf)

Bupati Siak Apresiasi Disdikbud Tanamkan Nilai Budaya dan Sejarah

Bupati Siak Apresiasi Disdikbud Tanamkan Nilai Budaya dan Sejarah

Siak(SegmenNews.com)- Bupati Siak Alfedri mengapresiasi
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak yang telah melaksanakan kegiatan belajar bersama di Museum, Pagelaran Seni dan Pameran Temporer.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Siak Alfedri ditandai dengan membunyikan meriam bambu, sesuai dengan tema permainan tradisional.

“Kegiatan ini sangat penting, karena kita mentransfer nilai-nilai kebudayaan kepada para pelajar. Upaya kemajuan kebudayaan sesuai dengan UU/No 25, Pemerintah Daerah dan juga seluruh masyarakat harus melakukan perlindungan, pelestarian, pemberdayaan dan pemanfaatan kebudayaan”,kata Alfedri, saat membuka belajar bersama di Museum, Pagelaran Seni dan Pameran Temporer, di Museum Budaya dan Sejarah Balairung Sri, Senin (8/5/2023).

Alfedri juga meminta agar museum dibuka setiap hari, apa lagi di hari libur, agar masyarakat dan pengunjung datang, bisa melihat museum.

“Saya berharap museum ini buka setiap hari, karena ketika ada masyarakat yang ingin melihat museum, bisa masuk dan melihat budaya dan sejarah yang ada. Selain itu, museum ini dibuat seperti museum berjalan atau keliling seperti yang sampaikan Pak Kadis tadi, jadi kita bisa mengedukasi masyarakat secara langsung, apalagi ketika pelaksanaan Program Bujang Kampung yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat, pasti akan menjadi daya tarik tersendiri,”pintanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak Mahadar mengatakan tujuan kegiatan belajar bersama di Museum, Pagelaran Seni, Pameran Temporer dan Museum keliling adalah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap museum.

“Saya berharap, dengan adanya kegiatan ini, akan meningkatkan jumlah kunjungan kedalam museum yang ada di Kabupaten Siak, juga menjadi sarana edukasi, riset, sosial dan budaya”,harap Mahadar.

Pada kegiatan belajar bersama di Museum, diikuti 100 orang perwakilan dari 14 Kecamatan, yang terdiri dari guru, peserta didik dari jenjang Paud, TK, SD dan SMP.

“Nantinya para peserta akan diberikan materi diantaranya belajar tentang museum Balai Rung Sri, belajar tentang Tanjak Siak, belajar mengenai Silsilah Kesultanan Siak, dan masih banyak materi lainnya. Selain itu, juga ada pameran temporer yang dilaksanakan dimulai dari tanggal 8 Mei hingga akhir tahun 2023 dengan tema permainan tradisional, serta menampilkan permainan tradisional dan terbuka untuk umum”, jelas Mahadar.***(inf)

Kerbau Mati Mendadak di Kuansing!

Ilustrasi (net)

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tepatnya di Kenegerian Kopah dihebohkan dengan adanya ternak jenis kerbau yang mati mendadak. Dalam video yang beredar, sejumlah kerbau tampak mati di dalam kubangan lumpur.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan provinsi Riau Herman melalui Kabid Kesehatan Hewan Faralinda Sari mengatakan, terkait kematian kerbau tersebut, saat ini sedang diselidiki oleh dinas terkait di Kabupaten Kuansing.

“Masih diselidiki oleh dinas peternakan Kabupaten Kuansing,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan resmi atas kasus tersebut pada sistem iSikhnas. Karena itu pihaknya masih menunggu laporan.

“Namun, memungkinkan besar penyakit yang banyak menyebabkan kematian di kerbau tersebut yakni Septucaemia Epizootica (SE) atau penyakit ngorok,” ujarnya.

Terkait berapa jumlah ternak yang mati, pihaknya juga belum mendapatkan laporan resmi.

“Belum laporannya juga berapa yang mati, dinas kesehatan Kuansing sedang melakukan investigasi,” sebutnya.(*mc)

Pendaftaran Calon Anggota Bawaslu Provinsi Riau Diperpanjang

Pekanbaru(SegmenNews.com)-Tim Seleksi Bawaslu Provinsi Riau membuka kembali Pendaftaran dan penerimaan berkas bagi Calon anggota Bawaslu Provinsi Riau untuk Periode 2023-2028, Senin (8/05/2023).

Perpanjangan pendaftaran bagi calon anggota Bawaslu Provinsi Riau disebabkan karena jumlah pendaftar perempuan belum mencapai 30 persen dari jumlah pendaftar yang ada.

Ketua Tim Seleksi Bawaslu Provinsi Riau, Akbarizan mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil catatan panitia seleksi hingga per tanggal 6 Mei 2023, total Pendaftar sebanyak 72 Orang. Akbarizan juga menjelaskan bahwa dari 72 orang tersebut ada sebanyak 61 orang atau 85 persen berjenis kelamin laki-laki, dan 11 orang atau 15 persen pendaftar berjenis kelamin perempuan.

“Dari catatan panitia sampai dengan berakhirnya masa penerimaan berkas pendaftar tanggal 6 Mei 2023 lalu. Jumlah pendaftar kita ada sebanyak 72 orang. Dimana 61 orang berjenis kelamin laki-laki, dan 11 orang Perempuan.” ungkapnya.

Menyangkut tentang pendaftaran yang akan dilaksanakan dari tanggal 9 sampai dengan tanggal 11 Mei 2023 mendatang, Akbarizan menerangkan bahwa perpanjangan masa pendaftaran dan penerimaan berkas tersebut, di peruntukkan bagi pendaftar perempuan.

“Perpanjangan kita kali ini hanya untuk pendaftar Perempuan saja, supaya keterwakilan perempuan dapat mencapai angka 30 persen.” terangnya.

Berbicara soal keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen tersebut, Akbarizan berharap dapat mencapainya. Akbarizan juga mengimbau kepada kartini-kartini Provinsi Riau untuk segera mendaftar sebelum berakhirnya masa perpanjangan tersebut.

“Saya berharap kartini-kartini khususnya di provinsi Riau, mari daftarkan diri anda menjadi bagian penyelenggara Pemilu di bumi lancang kuning yang kita cintai ini.” harapnya.

Berdasarkan pedoman pembentukkan Bawaslu Provinsi sebagaimana yang telah di keluarkan oleh Bawaslu RI, perpanjangan ini hanya berlangsung selama 3 hari yakni tanggal 9 sampai dengan 11 Mei 2023, dan pengumuman hasil penelitian atau seleksi administrasi akan disampaikan pada tanggal 17 Mei 2023.***(rl)

Bupati Rohil Segera Launching Program Internet Murah di Bangko Pusako

Rohil-Penyediaan internet murah dan cepat diwilayah pedesaan yang merupakan program Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong SIP melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfotiks) bukan isapan jempol belaka. Hingga saat ini, sebanyak 50 rumah warga telah selesai terpasang.

Hal tersebut diungkapkan Kadiskominfotiks Rohil Indra Gunawan SE MH saat dikonfirmasi awak media, Senin (8/5/2023).

Indra menerangkan bahwa, pengerjaan program internet murah dan cepat diwilayah pedesaan yang diinisiasi Diskominfotiks melalui anak perusahaan BUMN milik PLN yakni Icon Plus tersebut saat ini telah menyelesaikan pemasangan di 50 rumah warga.

“Alhamdulillah sebanyak 50 rumah warga telah selesai terpasang. Insyaallah kamis depan akan kita laksanakan Launching dan jika tidak ada halangan Launching akan dilakukan langsung oleh pak Bupati, ” kata Indra.

Indra Gunawan menegaskan, program internet di pedesaan ini bukan hanya sekedar murah. Namun juga memiliki kecepatan tinggi dengan speed 10 Mbps.

“Kemarin saya turun langsung melakukan pengecekan ke salah satu rumah warga. Alhamdulillah dengan speed 10mbps, kita uji coba dengan video streaming dan youtube bisa menyalakan 10 perangkat Android sekaligus tanpa buffering atau macet,” terangnya.

Saat ditanya kenapa dimulai nya program internet pedesaan dari wilayah Bangko Pusako, Kadiskominfotik menerangkan hal tersebut dikarenakan wilayah tersebut merupakan zona sentral dari seluruh wilayah Kabupaten Rohil.

“Diharapkan dari titik tersebut jaringan optik akan segera melebar ke wilayah lain di Rohil. Formula yang kami rancang adalah pola jaring laba-laba. Makin keluar semakin melebar dari titik pusatnya. Sehingga akan makin banyak wilayah yang dapat dicover oleh jaringan kabel optik internet,” paparnya.

Apalagi tambah Indra Gunawan, pengadaan internet murah dan cepat di wilayah pedesaan ini bertujuan untuk mendigitalisasikan seluruh Kepenghuluan yang ada di Kabupaten Rohil khususnya wilayah yang masih sulit untuk mengakses internet.

Selain itilu, penyediaan internet murah ini juga untuk membantu menggerakkan dan mengembangkan perekonomian masyarakat yang bergerak secara online. Sebab, dengan internet, para pelaku UMKM dapat mempromosikan produknya melalui media sosial maupun lainnya.

“Sesuai dengan target pak Bupati pada tahun 2024 mendatang semua desa sudah terpasang jaringan internet murah dan cepat ini. Untu peresmian tahap awal ini kita laksanakan nantinya di Kepenghuluan Bangko Mukti, Kecamatan Bangko Pusako,” pungkasnya. (***)

Bupati Rohil Buka Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting

Rohil(SegmenNews.com)- Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong secara langsung membuka Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kabupaten Rohil tahun 2023. Acara tersebut dipusatkan di Gedung Misran Rais, Bagansiapiapi, Senin (8/5/2023).

Dihadiri Wakil Bupati Rohil H Sulaiman SS MH, wakil Ketua DPRD Rohil Basiran Nur Efendi, Sekda Rohil H Fauzi Efrizal, Kajari Rohil Yuliarni Appy SH MH, Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto, Pasi Pers Kodim 0321 Rohil Lettu Inf Sudarwanto, para kepala OPD, Camat, Kepala Puskesmas, Lurah dan Datuk Penghulu serta berbagai unsur lainnya.

Bupati Rohil Afrizal Sintong SIP dalam sambutannya mengatakan, stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak berusia dibawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama dan infeksi berulang terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Kondisi ini menuntut kita semua untuk melakukan upaya penangganan stunting.

Penanganan stunting di Kabupaten Rokan Hilir lanjutnya, merupakan upaya Pemerintah Pusat yang termasuk kedalam Program Nasional bidang kesehatan dengan menetapkan Kabupaten Rokan Hilir sebagai salah satu Lokasi Fokus (Lokus) pelaksanaan Intervensi penurunan Stunting terintegrasi.

“Sebagai upaya percepatan penurunan stunting, Pemerintah Daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah dan pihak-pihak terkait telah melaksanakan
intervensi yang mencakup intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif,” katanya.

Bupati menerangkan, penurunan stunting menitik beratkan pada penanganan penyebab masalah gizi, yaitu faktor yang berhubungan dengan ketahanan pangan khususnya akses terhadap pangan bergizi, lingkungan sosial yang terkait dengan praktik pemberian makanan bayi dan anak, akses terhadap pelayanan kesehatan untuk pencegahan dan pengobatan, serta kesehatan lingkungan yang meliputi tersedianya sarana air bersih dan sanitasi.

Apalagi kata Bupati, penurunan Stunting merupakan salah satu program Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Implementasi dari Peraturan disusunkannya telah adalah tersebut Presiden Rencana Aksi Nasional Pasti (RAN-Pasti) sebagai pedoman dan panduan bagi Pemerintah Pusat, daerah hingga level desa dalam melaksanakan program Pemerintah Stunting.

“Kabupaten Rohil sendiri memiliki komitmen tinggi dalam percepatan penurunan stunting ini, hal tersebut terbukti dari capaian prevelensi stunting Kabupaten Rohil. Dimana, target nasional penurunan stunting ditahun 2024 harus mencapai 14 persen sedangkan kita telah mampu menurunkan angka stunting dari sebelumnya 27,9 persen di tahun 2021 menjadi 14,7 persen, ” paparnya.

Bupati menekankan, upaya penanganan stunting ini harus di laksanakandan dan telah menjadi tanggung jawab semua pihak, karena jika tidak segera mengambil langkah antisipatif secara masif, terarah dan terukur, tentunya akan berdampak jangka panjang dan taruhannya terlalu besar bagi generasi masa depan.

“Melalui forum koordinasi Percepatan Penurunan Stunting ini, seluruh stakeholder nantinya dapat menyamakan persepsi, membuat rencana kerja serta rencana aksi yang lebih cepat, tepat, terarah dan terukur dalam upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Rokan Hilir, agar kedepannya penurunan stunting terus menunjukkan perubahan kearah yang lebih baik, bahkan sampai dengan zero stunting,” tegasnya.

Kepada seluruh perangkat daerah, Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten, TPPS Kecamatan TPPS desa/kelurahan, Bupati meminta agar sejak dini susun strategi dan sinergi agar semua bergerak cepat dalam melakukan penanganan penurunan stunting.(***)

Tersangka Bebas Berkeliaran, Kasus Penganiayaan 2 Anak di Sabak Auh Tetap Lanjut 

Tersangka Bebas Berkeliaran, Kasus Penganiayaan 2 Anak di Sabak Auh Tetap Lanjut

Siak(SegmenNews.com)- Kasus Penganiayaan terhadap anak dibawah umur terjadi di Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, pada Selasa (3/5/23) sekitar pukul 21.30 WIB. Diduga dilakukan tersangka berinisial WR dan korban 2 orang anak yakni FS dan BDW. Kasus tersebut sudah ditangani Polsek Sabak Auh, namun sayangnya tersangka tidak dilakukan penahanan dan bebas berkeliaran di daerah tersebut.

Masih bebasnya tersangka berkeliaran, pihak Polsek Sabak Auh mengatakan melalui Kanit Reskrim Bripka Suryadi Putra, SH kepada redaksi, Sabtu (6/5/23) bahwa membenarkan adanya kasus dugaan penganiayaan terhadap 2 anak dibawah umur yang diduga dilakukan tersangka WR. Tersangka di terapkan Pasal 80 (1) jo. Pasal 76 c Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang – undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak, dengan ancaman pidana 3 tahun 6 bulan.

“Berdasarkan pasal 21 ayat 4 huruf a KUHAP tersebut terhadap tersangka tidak dilakukan penahanan, namun proses hukum tetap berlanjut,” tulis Bripka Suryadi melalui pesan singkatnya.

Selain itu Kanit Reskrim Bripka Suryadi mengatakan bahwa, kedua korban sudah dilakukan visum di puskesmas setempat. “Alhamdulilah korban sudah di visum, dan tinggal menunggu hasil visum keluar aja lagi,” ungkapnya.

Kronologis penganiayaan 2 anak yakni, pelapor Nurazak mendapat informasi dari masyarakat bahwa anak pelapor yang bernama FS dipukul orang di jalan depan kuburan. Kemudian pelapor langsung menuju ke depan kuburan, dan sesampainya disana pelapor melihat orang ramai dan anak pelapor.

Kemudian pelapor menyakan kepada anak pelapor apa yang terjadi, FS mengatakan bahwa dia dipukul oleh seorang laki-laki yang ia kenal. Kemudian pelapor melihat laki-laki tersebut, pelapor mengenalinya yang diketahui bernama WR. Kemudian pelapor menyakan kepada WR, apakah benar dia memukul anak pelapor.

Dan dia menjawab “IYA”, kemudian pelapor menayakan kepada WR apa sebab memukul anak pelapor, munurut WR sebab dia memukul anak pelapor karena mobil nya dilempar. Kemudian pelapor melihat orang ramai lalu pelapor mengajak nya ke rumah pelapor, dan pelapor juga mengetahui di tempat kejadian selain anak pelapor ada anak ibu AIDA yang bernama BDW yang juga dipukul WR.

Lalu pelapor bersama masyarakat beramai–ramai membawa WR ke rumah pelapor, untuk mengklarifiasi apa sebab dan kejadian sebenarnya. Setelah di klarifikasi ternyata benar WR memukul anak pelapor dan anak Ibu AIDA. Akibat kejadian tersebut anak pelapor dan Anak Ibu AIDA mengalami luka dan trauma yang mana anak pelapor dan anak Ibuk AIDA Masih tergolong anak di bawah Umur.*(vila)

RUPS Tahunan Tahun Buku 2022 dan RUPSLB Bank Riau Kepri Syariah Tuntas, Deviden Pemprov Riau Naik 11 Persen

Deviden Pemprov Riau Naik 11 Persen

Pekanbaru(SegmenNews.com)- PT Bank Riau Kepri (BRK) Syariah (Perseroda) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2022 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rapat yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB di Ballroom Menara Dang Merdu BRK Syariah, pada Kamis, 4 Mei 2023 ini, berjalan lancar dan mencapai mufakat.

Direktur Utama (Dirut) BRK Syariah, Andi Buchari mengatakan RUPS Tahunan Tahun Buku 2022 dan RUPSLB BRK Syariah berjalan lancar dengan dihadiri seluruh pemegang saham, Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah BRK Syariah. Sebanyak 21 Pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Tahun Buku 2022 yaitu Laporan Pengawasan Dewan Komisaris, Laporan Pertanggungjawaban Direksi dan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2022.

“Alhamdulillah rapat ini menghasilkan berbagai keputusan strategis untuk Bank Riau Kepri Syariah. Keputusan rapat seratus persen dari musyawarah mufakat bersama. Deviden Pemprov Riau naik 11 persen dan pemegang saham menyetujui laporan tahunan tahun buku 2022,” kata Andi Buchari.

Selanjutnya, pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih Tahun Buku 2022 diantaranya untuk dividen masing-masing pemegang saham. Dari laporan keuangan Bank Riau Kepri Syariah tahun 2022 telah diaudit oleh Auditor Independen Kantor Akuntan Publik Hedrawinata Hanny Erwin dan Sumargo dengan Opini ‘penyajian secara wajar’ untuk periode sampai dengan 31 Desember 2022 sesuai dengan Akuntansi Keuangan di Indonesia.

“Untuk tahun 2023, Pemegang saham juga menyetujui pendelegasian kewenangan kepada Dewan Komisaris dalam menetapkan Kantor Akuntan Publik untuk melakukan audit Laporan Keuangan Tahun Buku 2023,” katanya.

“Pembiayaan pada tahun 2022 meningkat dari tahun sebelumnya Rp18,88 triliun menjadi Rp19,6 triliun dengan tumbuh 3,79 persen. Sedangkan untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) tahun 2022 sebesar Rp6,97 triliun atau naik sebesar 5,29 persen dari tahun 2021 sebesar Rp25,62 triliun dan Aset tahun 2022 sebesar Rp31,38 triliun atau naik 1,96 persen dari tahun 2021sebesar Rp30,78 triliun,” kata Dirut menjelaskan lagi.

Pada agenda RUPSLB BRK Syariah, Pemegang saham juga menyetujui perpanjangan masa jabatan komisaris independen Rita Anugerah selama 1 periode (4 tahun) terhitung sejak masa jabatan berakhir. Selanjutnya, pemegang saham juga menyetujui kriteria penyaluran dana ke pembiayaan sindikasi.

“Seluruh pemegang saham juga menyetujui rencana penambahan modal dengan tetap memperhatikan POJK tentang konsolidasi Bank Umum dan mememuhi rencana setoran modal minimal 51 persen dari salah satu pemegang saham dan sekaligus memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk membuat akta pencatatan tambahan modal pemegang saham,” sebutnya lagi.

Dan pada agenda terakhir, Pemegang saham menyetujui penarikan kembali 1 (satu) lembar saham Pemkab Inhil serta pengembalian titipan setoran modal dan sisa dividen saham yang tidak mencukupi nominal satu lembar saham.***(rls)

PLTS Pulau Messah, Showcase Energi Bersih di Sekitar Lokasi KTT ASEAN

PLTS Pulau Messah, Showcase Energi Bersih di Sekitar Lokasi KTT ASEAN

Messah(SegmenNews.com)– PT PLN (Persero) memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 530 kilowatt peak (kWp) di Pulau Messah, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. PLTS yang menyelimuti area perbukitan seluas 7.500 m2 ini telah beroperasi sejak tahun 2019.

Pulau yang terletak di satu kawasan dengan lokasi penyelenggaraan KTT ASEAN ke-42 ini menjadi _showcase_ pemanfaatan EBT dalam melistriki daerah terpencil dan mampu mengurangi emisi sebesar 485 ton CO2 per tahun.

Kehadiran PLTS ini, sekaligus menjadi bukti nyata PLN dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai _Net Zero Emission_ pada 2060.

Sebelumnya, pulau terluar ini hanya bergantung pada genset swadaya masyarakat. Sekarang, dengan hadirnya PLTS masyarakat bisa mendapatkan akses listrik yang tidak hanya andal namun juga bersih.

Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, dulu masyarakat di Pulau Messah amat bergantung pada genset karena listrik di pulau terpencil di wilayah NTT ini hanya bertahan dari jam 18.00 WITA hingga 06.00 WITA. Bahkan, dulu masyarakat secara kolektif harus membeli solar sebagai bahan bakar operasional genset dengan biaya Rp10.000 per malam.

“Ini merupakan bentuk hadirnya PLN untuk memberikan akses listrik yang andal dan bersih. Dengan adanya PLTS Messah ini, masyarakat kini bisa menikmati listrik 24 jam. Selain itu, PLN memberlakukan tarif yang terjangkau untuk semua pelanggan,” kata Darmawan.

Tak hanya menghadirkan pembangkit saja, dari tahun ke tahun, PLN meningkatkan keandalan PLTS dengan mengoperasikan 27 _Inverter On Grid_, 5 _Battery Inverter_, dan 885 _cell Battery Storage_ 2 V 1000 AH dgn total kapasitas 1.770 kWh juga telah dipasang di Pulau Messah yang terinstall dalam 3 bank baterai yang masing-masing bank berkapasitas 590 kWh.

Darmawan menuturkan, Kehadiran PLTS di pulau Messah ini merupakan ikhtiar memerdekakan warga di pulau tersebut dari kegelapan di malam hari, setelah puluhan tahun memakai lampu templok untuk penerangan di malam hari. Selain itu, masyarakat lebih nyaman beraktivitas dengan dukungan energi listrik dari PLN.

“Dengan hadirnya listrik di Pulau Messah ini masyarakat jadi bisa meningkatkan produktivitas, terutama aktivitas ekonomi mereka. Mayoritas penduduk mata pencahariannya adalah nelayan namun dengan adanya PLTS sekarang perekonomian mulai tumbuh dengan hadirnya UMKM di tengah masyarakat,” tutur Darmawan.

Darmawan juga menambahkan, PLTS Messah sudah memproduksi energi sebesar 888.528 kWh dalam kurun waktu 3 tahun (Oktober 2019 – April 2023).

“Perjuangan PLN melistriki daerah-daerah 3T memiliki tantangan dan rintangannya sendiri, namun PLN akan terus berupaya meningkatkan transisi energi dengan membangun berbagai pembangkit EBT sesuai pada pontesi yang ada di daerah masing-masing,” sambung Darmawan.

PLTS dengan kapasitas 530 kWp hadir melistriki sekitar 2.000 warga Pulau Messah sejak tahun 2019. Ini merupakan bukti kehadiran negara dan PLN dalam memberikan akses energi yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Pembangunan infrastruktur kelistrikan EBT dan ramah lingkungan akan terus dibangun PLN berkolaborasi dengan para stakeholder yang ada. Semoga ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan bagian dari akselerasi transisi energi di Indonesia,” pungkas Darmawan.***(rl)