Beranda blog Halaman 472

Jadikan Rohul Daerah Penghasil Komoditi Beras Terbesar di Riau

Rohul(SegmenNews.com)- Panen Raya Padi Provinsi Riau dalam rangka panen padi Nusantara 1 juta hektar di Klaster Rambah Samo Riau bertani dilaksanakan di Desa Rambah Baru Kecamatan,2 Rambah Samo Rokan Hulu, Sabtu ( 11/03/2023).

Panen padi Nusantara yang digelar serentak secara Hybrid, di 30 Provinsi dan 113 titik tersebar di seluruh Indonesia yang berpusat di Ngawi Jawa Timur bersama Presiden dan Menteri pertanian ini dilaksanakan untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu memproduksi padi, untuk mencukupi beras nasional dan desa Rambah Baru Kecamatan Rambah Samo Rokan Hulu menjadi salah satu titik untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

Gubernur Riau diwakili oleh staf ahli Gubernur bidang pemerintahan hukum dan SDM Yurnalis S.Sos M.Si dalam arahannya menyampaikan ucapan terima kasih dari Gubernur Riau atas meningkatnya produksi padi di Rokan Hulu.

“Alhamdulillah produktivitas padi di Rokan Hulu berdasarkan rilis BPS angka tetap Tahun 2022 pertumbuhan dari tahun 2019-2022 meningkat 5,27% atau dari 3,58 menjadi 4,07 ton/ha dan kontribusi sebesar 2,74% dari produksi padi Riau 2022 yang mencapai 213 ribu ton GKG” ucapnya.

Selain itu, Yurnalis juga mengapresiasi Kabupaten Rokan Hulu yang sudah mengembangkan padi gogo melalui pengembangan penangkaran benih padi gogo, Oleh karena itu pemerintah provinsi Riau dimulai Tahun 2020 hingga 2022 melalui Gubernur Riau telah mengajukan pemurnian dan pendaftaran varietas padi gogo lokal Riau sebanyak 6 varietas diantaranya dari Kabupaten Rokan Hulu ada varietas kalpatali, si kuning dan si perak.

“Untuk 6 varietas tersebut sudah dilakukan sidang pelepasan varietas di Jogjakarta pada tanggal 10 November 2022 yang lalu, direkomendasikan untuk dilepas menjadi varietas unggulan baru padi Gogo lokal Riau dan saat ini hanya tinggal menunggu SK penetapan Menteri Pertanian dan setelah terbit akan segera dikembangkan penangkarannya dan pengembangan budidayanya tentunya perlu dukungan dari kabupaten/kota” katanya

Dalam rangka kemandirian dan ketahanan pangan daerah dan antipasi dini iklim ekstrim seperti kekeringan dan kebanjiran serta ancaman krisis global dan upaya mengurangi dampak inflasi, pemerintah provinsi Riau memberikan dukungan program pengembangan tanaman pangan berupa sarana produksi untuk Kabupaten Rokan Hulu TA. 2023.

“melalui APBD provinsi diberikan bantuan intensifikasi padi seluas 100 ha, penangkaran benih padi untuk 50 ha, benih kedelai 10 ha, pengembangan jagung 100 ha dan 2 unit TR2, kemudian melalui APBN satker Provinsi Riau diberikan bantuan padi biofortifikasi untuk seluas 50 ha, padi lahan kering 300 ha, dan bantuan benih jagung hibrida untuk lahan 200 ha” jelasnya.

Yurnalis berpesan agar akselerasi peningkatan produksi padi dan tanaman pangan serta hortikultura dapat berjalan secara masih dan optimal, Ia memohon dukungan Pemerintah Daerah untuk dapat menggerakkan seluruh jajaran perangkat daerah terkait Camat dan lurah/ kepala desa serta bekerjasama dengan satuan TNI dan polri dan stakeholder lainnya yang wilayahnya memiliki potensi untuk mengembangkan tanaman pangan strategis.

Sementara itu, Asisten Ekonomi Pembangunan Rokan Hulu Drs. Ibnu Ulya, M,Si mengatakan bahwa panen Raya ini memberikan warna tersendiri bagi masyarakat dan para petani yang ada di kabupaten rokan hulu.

“semoga kegiatan ini bisa menjadi motivasi yang kuat bagi kita semua untuk menjadikan kabupaten Rokan Hulu sebagai daerah penghasil komoditi beras terbesar di Riau” sebutnya.

Ulya menambahkan Kabupaten Rokan Hulu merupakan salah satu dari kabupaten yang menjadi penghasil beras di Riau terus berupaya untuk meningkatkan hasil produksi tanaman pangan melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura kabupaten rokan hulu.

“saat ini, dari 16 kecamatan yang ada di kabupaten rokan hulu, 11 kecamatan merupakan penghasil beras tetapi hanya ada 5 kecamatan yang menjadi daerah potensial penghasil beras, salah satunya kecamatan Rambah Samo dimana pada tahun 2022 luas tanam padi sawah musim tanam II (MT II) seluas 658,5 ha dan luas panen 2023 seluas 264,50 ha dari varietas Inpari, ini merupakan sisa panen 2022 yang penanaman bulan oktober sampai dengan bulan desember 2022” sebut Ulya.

Ulya menjelaskan potensi sawah yang tersebar hampir di sebagian besar kecamatan ini yang akan menjadi harapan besar Rohul, dan dalam pengembangannya dilaksanakan dengan 2 MT atau penanaman padi 2 kali dalam setahun dengan produksi rata-rata mencapai 5,5 ton pertahun.

Turut hadir dalam Acara Panen Raya Nusantara, Kadis Ketahanan Pangan dan Hortikultura Riau Ir. Syahfalepi, M.Si, Kepala BPTP Riau Dr. Shannora Yuliasari, STP, MP, Perwakilan Bulog Provinsi Riau, Direktur PT. Sarana Pembangunan Riau, Direktur PT. Swasembada Mitra Bersama, perwakilan BPS Riau, Perwakilan KWP BI, Kapolres Rokan Hulu AKBP Pangucap Priyo Sugito, S.IK, MH, PLT. Kepala Dinas TPH Rokan Hulu Fisman Hendri, S.Hut, Kadis DPMPTSP Munandar, Camat Rambah Samo beserta Seluruh Upika Kecamatan, Kades Desa Rambah Baru dan Ketua Gapoktan se Rohul serta Kelompok Tani. (Fit)

Lomba Stand-Up Comedy SMA/SMK/MA, Meriahkan HPN dan HUT PWI ke-77 di Pelalawan

Pelalawan (SegmenNews.com) – Rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI ke 77 tahun 2023 tingkat Kabupaten Pelalawan, selain pertandingan internal akan dilombakan juga lomba eksternal yakni Stand-up Comedy yang merangkul siswa SMA/SMK/MA sederajat se Kabupaten Pelalawan.

Dalam lomba Stand-up Comedy ini, sejumlah persiapan sudah dilaksanakan dan beberapa sekolah sudah menyatakan akan mengirimkan siswanya untuk mengikuti kegiatan ini. Bertajuk “Suka Duka Jadi Pelajar Sekolah SMA/SMK/MA”, diharapkan tema ini dapat mengungkapkan curahan hati pelajar dengan segala kreativitas dan karyanya dalam tolak ukur pelajar.

“Kita harapkan dari Lomba ini akan muncul bibit-bibit stand-up Comedy dari Kabupaten Pelalawan,” kata Ketua PWI Pelalawan, Zulhamsyah, S.Sos, pada media ini, Sabtu 10 Maret 2023.

Dia menjelaskan untuk tahun ini, HPN dan HUT PWI ke 77 mengambil sasaran siswa SMA/SMK/MA, dikarenakan tahun lalu dalam gelaran yang sama, PWI Kabupaten Pelalawan mengambil tema Lomba Video Surat Buat Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan bagi tingkat SD dan SMP, tahun ini giliran anak-anak SMA sederajat yang jadi target untuk bisa terlihat aktif membangun daerah ini lewat Lomba Stand-up Comedy.

“Semoga tahun depan, di gelaran yang sama, kita bisa menampilkan lomba untuk jenjang yang lebih tinggi lagi,” katanya.

Hal yang kurang lebih sama disampaikan oleh Ketua Panitia HPN dan HUT PWI ke 77 tingkat kabupaten, Said. Menurutnya, dalam gelaran Stand-up Comedy ini pihaknya mengharapkan keterlibatan aktif dari sekolah untuk bisa mengirimkan siswa-siswinya dalam lomba ini.

“Untuk persyaratan lomba, peserta hanya tinggal mengirimkan saja penampilan mereka ke nomor dewan juri yakni Ismu Ahyar (0822-8802-0235), Ragil (0822-8427-8847) dan Bima (0813-7174-3617). Video peserta dikirimkan ke tiga (3) nomor tersebut dengan memakai googleform agar terdata dengan baik,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk batas pendaftaran sendiri sudah dimulai dari tanggal 24 Februari sampai 15 Maret mendatang. Dan tiga penampilan terbaik yang meraih juara 1, 2 dan 3 selain akan mendapatkan plakat, piagam penghargaan dan uang pembinaan, juga akan dihadirkan langsung pada puncak perasaan HPN dan HUT PWI Pelalawan ke 77, yang akan dilaksanakan tanggal 5 Mei mendatang.

“Para pemenang akan ditampilkan di malam puncak acara yang akan dilaksanakan 5 Mei mendatang, dimana nanti puncak perayaan tersebut akan dihadiri Bupati Pelalawan dan Forkompinda Kabupaten Pelalawan, Ketua PWI Riau dan rombongan, dan tamu undangan lainnya,” ujarnya.

Pengawas SMA/SMK/MA UPT wilayah 1 Dinas Pendidikan Riau, Nova Damayanti, S.Pd, M.Pd, menyatakan apresiasinya pada PWI Pelalawan atas digelarnya Lomba Stand-Up Comedy tingkat SMA/SMK/MA sederajat ini.

“Kami dari Pengawas dan juga Dinas Pendidikan Provinsi Riau apresiasi sekali pada PWI Pelalawan yang sudah ikut aktif melibatkan para siswa SMA/SMK/MA sederajat agar berpartisipasi dalam acara ini,” katanya.

Katanya, lomba Stand-up Comedy yang digelar ini PWI Pelalawan ini adalah sesuatu yang baru yang digagas PWI Pelalawan. Dan memang lomba semacam Stand-up Comedy ini adalah sesuatu dengan generasi milenial saat ini.

“Dan kami mendukung lomba ini, dengan menyebarkan brosur-brosur lomba ke grup Whatsapp Kepala Sekolah yang tergabung di MKKS. Kami harapkan dengan adanya lomba akan lahir bibit-bibit baru yang berbakat dalam menuangkan ide, gagasan dan kreativitasnya dalam bentuk Stand-up comedy. Salut buat PWI Pelalawan dan sukses untuk acaranya,” tukasnya.***(Rls).

Bupati Kasmarni Serahkan LKPD Unaudited TA 2022 Kepada BPK

Bengkalis(SegmenNews.com)- Bupati Bengkalis Kasmarni menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis Tahun Anggaran (TA) 2022 kepada Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Propinsi Riau.

Penyerahan LKPD tersebut diterima langsung Kepala BPK Perwakilan Propinsi Riau, Indria Syzinia di dampingi ketua DPRD Bengkalis Khairul Umam, Bupati Siak Alfedri dan Ketua DPRD Siak Indra Gunawan di Kantor BPK-RI Perwakilan Propinsi Riau Pekanbaru, Jum’at, 10 Maret 2023.

Dalam sambutannya Bupati Indragiri Hilir H Muhammad Wardan yang mewakili 4 kabupaten yang hadir menyampaikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006, dan Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020, Pemerintah Daerah telah menyusun laporan keuangan tahun anggaran 2022 sebagai wujud pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah.

“Kami menyadari bahwa penyusunan laporan keuangan ini masih kurang dari sempurna. Oleh karena itu kami mengharapkan tanggapan, dukungan, saran dari ibu dalam hal penyempurnaan penyajian laporan keuangan ini,” ungkap Wardan.

Sebelumnya, Kepala BPK Indria dalam arahannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada 4 Kabupaten yaitu Kabupaten Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, dan Kuansing yang telah menyampaikan LKPD tepat waktu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, dan Kuansing yang telah menyampaikan LKPD sebelum waktunya. Kami berharap ke empat Kabupaten dapat meraih dengan Predikat WTP,” ujarnya.

Bupati Kasmarni mengatakan Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah menyerahkan LKPD tahun anggaran 2022.

“Kami sangat mengharapkan kepada BPK agar nantinya Pemerintah Kabupaten Bengkalis dapat kembali meraih dan mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas pemeriksaan LKPD Tahun 2022,” harap orang nomor satu di Bengkalis.

Tampak hadir Bupati Kuansing, Siak dan Indragiri Hilir, Plt Sekda Bengkalis dr Ersan Saputra TH, beserta beberapa pejabat terkait.***(inf)

Menko PMK Roadshow Bersama Bupati/Walikota se Provinsi Riau

Rohul(SegmenNews.com)- Bupati Rokan Hulu H. Sukiman mengikuti Roadshow Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Bupati/Walikota se Provinsi Riau dalam upaya penurun Stunting dan penghapusan kemiskinan Ekstrem melalui daring Dari Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Rokan Hulu, Kamis (09/03/2023).

Turut mengikuti Roadshow Kementerian dan lembaga Terkait, Wakil Gubernur Riau Brigjen. TNI H. Edy Afrizal Natar Nasution, S.IP, Ketua BKKBN Provinsi Riau beserta Bupati dan walikota se Provinsi Riau.

Mendampingi Bupati Rokan Hulu, Danramil 02 Rambah Kodim 0313/KPR Lettu Dedy, A.Md, Sekda Rohul Muhammad Zaki SSTP, M.Si, Kepala Bappeda Drs. Yusmar, M.Si, Ketua TP PKK Rokan Hulu Hj. Peni Herawati Sukiman, Ketua II TP PKK Rohul Ny Siska Irdaningsih SH, Kepala BPS Surya Legowo, S.ST, M.SI, Kepala DPPKB Rohul Drg. Leni Sumbari, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan perikanan Barikun, SP, Kadis Kesehatan Dr. Bambang Triono, Kadis DPMPD Prasetyo, Sekretaris Dinas Kominfo Rohul Zulfikri, S.Sos, M.Si.

Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan masing masing kabupaten kota dapat mencermati angka stunting dan kemiskinan ekstrem didaerah masing-masing,

Kemiskinan ekstrem berbanding lurus dengan stunting, Dengan kata lain jika kemiskinan ekstrem tinggi akan membuat membuat angka stunting tinggi, sehingga jika mengatasi kemiskinan ekstrem secara tidak langsung akan mengurangi stunting.

“Artinya jika ada keluarga yang mengalami Kemiskinan ekstrem maka dikelurga itu berpotensi melahir anak yang stunting oleh karena itu kemiskinan ekstrem dan stunting harus Sama Sama diatasi” ujarnya.

Lebih lanjut Muhadjir menyampaikan Saat ini prevalensi Stunting di Riau secara Global menunjukkan penurunan sebesar 5,3 persen dari tahun 2021 (22.3 persen) ke 17 persen pada tahun 2022, dan ini termasuk dalam masalah kesehatan masyarakat “sedang” menurut World Health Organization (WHO), berdasarkan dirinya mengapresiasi kinerja dari provinsi dan kabupaten/kota di Riau.

“Secara global angka stunting di Riau tahun 2022 berada di bawah angka nasional 21.6 persen dan berada di urutan ke 29 berdasarkan Prevalensi stunting” ungkapnya.

Menurut Muhadjir, Ini prestasi yang luar biasa yang sudah dicapai mudah mudahan di tahun 2024 nanti Riau bisa dibawah 14 persen.

“Mudah mudahan tahun 2024 nanti Riau bisa mendekati 10 mendekati 14 persen, Ini kondisi yang sangat bagus karena itu mari kita terus bekerja keras untuk mengejar supaya pencapaian kita lebih besar pada tahun ini” harapnya.

Untuk mencegah stunting, Menko PMT menargetkan pertengahan tahun 2023 seluruh Puskesmas yang ada di Indonesia termasuk provinsi Riau harus sudah ada USG dan harus sudah tersedia antropometri terstandar.

“Untuk memantau kondisi kehamilan dan mencegah stunting di puskesmas harus sudah ada USG di pertengahan tahun 2023” pungkasnya.

Kemudian Wakil Gubernur Riau Brigjen. TNI H. Edy Afrizal Natar Nasution mengucapkan terima kasih karena sudah menyelenggarakan Roadshow secara daring.

Di Riau saat ini telah memiliki data sasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE) by name by address yang diberikan oleh Kementerian koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan dalam rangka target penghapusan kemiskinan Ekstrem tahun 2024 sebesar 0%
Pemerintah provinsi Riau berkolaborasi dengan forum, lembaga atau yayasan.

Wagubri Menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat yang beberapa hal terkait kemiskinan ekstrem :
1. diperlukan penganggaran melalui DAK untuk memenuhi ketersediaan alat USG di Puskesmas sebagai sarana untuk pencegahan stunting.
2. perlu adanya upaya percepatan penyelesaian administrasi kependudukan khususnya masyarakat miskin ekstrem dan Stunting agar dapat dilakukan intervensi.
3. perlu memastikan masyarakat miskin ekstrem dan stunting masuk dalam DPKS,
4. diharapkan kepada pihak terkait untuk memprioritaskan penuntasan kemiskinan ekstrem dan stunting masuk dalam program kegiatan.

“Dan kami berharap dengan ini kemiskinan ekstrem di Riau dapat teratasi dan angka stunting menurun” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Rokan Hulu H. Sukiman memaparkan terkait Stunting di Rokan hulu Meskipun belum signifikan, perkembangan stunting telah mengalami penurunan dari 678 anak pada tahun 2021 menjadi 591 di tahun 2022.

“Pada tahun 2021 jumlah anak yang menderita stunting 678 dan pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 591 anak” kata Sukiman.

Bupati Sukiman menyampaikan Berdasarkan data P3K yang diterima pada tanggal 5 Oktober 2022 tidak sesuai dengan keadaan di lapangan, adanya Inclusion Error (Orang yang tidak berhak mendapat bantuan tapi terdaftar sebagai penerima dan Exclution Error (orang yang berhak tapi tidak terdaftar sebagai penerima).

“Sehingga adanya selisih 14 persen dari data yang ada. Jika dari 100 orang yang terdaftar mendapat bantuan dari data P3KE maka 14 orang diantaranya tidak berhak karena memiliki fasilitas yang layak” ungkap Sukiman.

Oleh karena itu, dalam rangka percepatan penurunan stunting dan penanggulangan kemiskinan ekstrem agar sasaran intervensi dan tindakan yang dilakukan tepat sasaran, maka Kabupaten Rokan Hulu telah mengembangkan 2 aplikasi yakni E-STRONG dan E-BANGKIT.

“Kami Pemerintah sudah mengembangkan aplikasi agar penyaluran bantuan Kemiskinan ekstrem dan stunting tepat sasaran” tutupnya. (MC KOMINFO/yus)

DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Perubahan Tentang Pajak Air Bawah Tanah

DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Kota Pekanbaru Perubahan Tentang Pajak Air Bawah Tanah

Pekanbaru(SegmenNews.com)- DPRD Kota Pekanbaru mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Pekanbaru Atas Perubahan Perda Kota Pekanbaru Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Pajak Air Bawah Tanah. Pengesahan dilakukan pada sidang paripurna, di Gedung Balai Payung Sekaki, Senin.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama ST MT, didampingi anggota dewan lainnya. Sementara, dari Pemko Pekanbaru hadir Pj Sekda Pekanbaru Indra Pomi Nasution beserta Kepala OPD, dan Forkompimda.

Selain Perda Kota Pekanbaru Atas Perubahan Perda Kota Pekanbaru Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Pajak Air Bawah Tanah, pada kesempatan tersebut juga disahkan Perda tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik.

Setelah disahkan, Pemko Pekanbaru kini telah memiliki payung hukum dalam pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang akan diresmikan pada Juni 2023.

Usai paripurna, Pj SekdaPekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, penyelenggaraan sistem pengelolaan air limbah domestik bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara terintegrasi dan berkesinambungan dalam optimalisasi sanitasi.

Dengan adanya pengelolaan air limbah domestik yang terintegrasi dan berkesinambungan, maka segala kendala teratasi. Hal ini menjadi bukti hadirnya Pemko Pekanbaru dalam memberikan perlindungan dan pengendalian kualitas hidup penduduk.

Dalam mengoperasikan IPAL, Pemko butuh payung hukum. Maka dari itu, Perda tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik disahkan.

“Dalam perda ini dibahas tentang pihak-pihak yang wajib menyambungkan saluran air limbah dari rumah warga ke IPAL. Kemudian, ada juga pelanggan prioritas seperti hotel dan mal,” ujar Indra Pomi.

Indra Pomi memaparkan, pada tahap pertama ada sebanyak 3.000 saluran rumah (SR) dibangun untuk disambungkan ke jaringan IPAL. Sambungan perdana ini gratis. Rinciannya, 1.500 SR dibiayai dari APBN, 700 SR dibangun Pemko Pekanbaru, dan 800 SR oleh Pemprov Riau.

Pemungutan tarif IPAL ini tidak berbentuk retribusi. Berdasarkan undang-undang terbaru, pemungutan retribusi tidak diizinkan lagi. “Jadi, kami akan merubah menjadi jasa layanan yaitu berupa Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),” ucap Indra Pomi.***(Galeri foto)

Pemkab Bengkalis Optimis Tuntaskan Stunting dan Kemiskinan Ekstrim

Bengkalis(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis mengikuti roadshow dalam jaringan (daring) bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia Kamis, 9 Maret 2023 di ruang rapat Hang Jebat Kantor Bupati Bengkalis.

Roadshow tersebut, dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto dan dihadiri Menteri PMK Muhadjir Effendy.

Selain Forkopimda Provinsi Riau, Pemkab Bengkalis, kabupaten/kota lainnya se-Provinsi ikut serta dalam roadshow ini.

Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis Bagus Santoso dalam kesempatan tersebut menyampikan keoptimisan Pemkab Bengkalis dalam menyelesaikan stunting dan kemiskinan ekstrem di Negeri Junjungan melalui program Bermasa (bermarwah, maju dan sejahtera) salah satunya Bantuan Keuangan Desa Bermasa 1 Milyar, 1 Desa.

Bisa kami sampaikan pak Menteri, Pemkab Bengkalis sangat memandang serius masalah ini. Dengan tegas Bupati kami telah menjalankan program Bermasa yang salah satunya 1 milyar 1 desa yang dapat dipergunakan bagi penanganan stunting maupun kemiskinan ekstream,” pungkas Bagus Santoso kala diberikan kesempatan menyampaikan kondisi stunting di Kabupaten Bengkalis.

Kabupaten dengan julukan Negeri Junjungan ini, berdasarkan data terdapat 0,6% atau sekitar 3.400 jiwa penduduk yang masuk dalam kelompok miskin ekstrim.
Sementra terhadap stunting, Kabupaten Bengkalis telah mampu menurunkan angka dari sebelumnya 21,9% ditahun 2021, menjadi 8,4% pada akhir tahun 2022 yang membuat Kabupaten Bengkalis terendah di Provinsi Riau.

“Kami yakin, ketika semua guyub, rukun untuk menyelesaikan stunting seperti Kodim yang menjadi Bapak Asuh Stunting, Kejari, Polres dengan programnya masing-masing, dengan sinergi pusat, pemkab, kecamatan bahkan desa dengan dana Bermasanya. Stunting akan selesai di negeri ini,” kata Bagus Santoso.

Lanjut Wabup Bagus Santoso, selain pemerintah elemen penting lainnya yang harus memiliki peran besar dalam penanganan stunting ialah perusahaan. Dimana Bagus Santoso berharap perusahaan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) nya bisa diberdayakan untuk penanganan stunting.

“Di Provinsi Riau bahkan Kabupaten Bengkalis banyak sekali perusahaan-perusahaan, dengan program CSR seharusnya mereka bisa lebih peduli dan ambil peran untuk kasus stunting,” ucapnya tegas.

Menanggapi Pemkab Bengkalis dengan penanganan seriusnya terhadap stunting, Menteri  Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy menyampaikan apresiasinya kepada Kabupaten Bengkalis.

“Mendengar apa yang disampaikan Wakil Bupati, kemampuan Pemkab Bengkalis sangat kami apresiasi. Kami lihat, stunting sudah agak bagus, selanjutnya kami minta Bengkalis agak fokus dalam kemiskinan ekstrem. Termasuk upaya lapangan pekerjaan,” kata Meneteri Muhadjir.

Kemudian Menteri Muhajir mengingatkan, dana desa yang cukup besar agar dipergunakan untuk menangani tiga prioritas yaitu ketahanan pangan, kemiskinan ekstrem, dan penurunan stunting.***(inf)

Bupati Inhil Berharap STQ Dapat Ciptakan Generasi Muda Qur’ani

Inhil(SegmenNews.com)- Kamis (09/03/2023) malam, Bupati Indragiri Hilir H. M. Wardan membuka secara resmi Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Ke – 53 Kelurahan Khairiah Mandah yang dipusatkan di halaman Masjid Jami Kelurahan Khairiah Mandah, Kec. Mandah.

Acara ini sendiri turut dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kab. Inhil, Ketua TP. PKK dan beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemkab Inhil, alim ulama, tokoh masyarakat serta Camat dan Forkopimcam Kec. Mandah juga undangan lainnya dengan disaksikan masyarakat yang memadati tempat acara.

Mengangkat tema “Jadikan Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup Berbangsa dan Bernegara”, pelaksanaan MTQ tingkat kelurahan ini di ikuti 107 peserta yang berasal dari perwakilan 24 RT se Kelurahan Khairiah Mandah.

Tujuan STQ yang dilaksanakan selama 4 hari ini adalah untuk mensyiarkan agama Islam sekaligus mencari bibit qori / qoriah yang akan dibina dan dibawa untuk ke tingkat yang lebih tinggi.

Bupati Indragiri Hilir H. M. Wardan dihadapan masyarakat dan peserta yang hadir menyampaikan rasa suka citanya dapat hadir di tengah masyarakat Mandah.

“Kegiatan yang kita laksanakan pada malam hari ini sudah sejalan dengan program pemerintah daerah di bidang keagamaan, diantaranya melalui program magrib mengaji dan satu desa satu rumah tahfidz serta berbagai program keagamaan lainnya”, ucap H. M. Wardan.

Untuk kedepannya, pemerintah daerah juga sedang mempersiapkan kampung Qur’an, dimana nantinya pemerintah akan mempersiapkan Islamic Center sebagai satu kawasan yang menjadi pusat keagamaan dan pembelajaran Al-Qur’an.

“Mudah – mudahan kejayaan Kab. Inhil sebagai lumbungnya para Qori / Qori’ah dan Hafidz / Hafidzah dimasa lalu dapat kita raih kembali di masa yang akan datang”, harap bupati sebelum mengakhiri sambutannya.***(sup/dmf)

Ketua Komisi III DPRD Riau Paparkan Optimalisasi APBD Tahun 2022-2023

Ketua Komisi III DPRD Riau Paparkan Optimalisasi APBD Tahun 2022-2023

Pekanbaru(SegmenNews.com)– Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Markarius Anwar, menjadi narasumber dalam acara Forum Perangkat Daerah dalam rangka peningkatan pelayanan publik untuk optimalisasi Pendapatan Asli Daerah, di Aula Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau, Kamis (9/3/2023).

Pada kesempatan ini, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Markarius memaparkan kondisi APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2022 dan 2023.

Selanjutnya, Markarius juga menjelaskan beberapa hal permasalahan pajak dan retribusi daerah.

“Kemandirian fiskal merupakan indikator utama dalam mengukur kemampuan daerah dalam mengelola keuangan,” ujarnya.

“Ada beberapa identifikasi permasalahan pajak dan retribusi daerah, yaitu sarana dan prasarana dalam peningkatan layanan di UPT/UP dengan fasilitas yang belum memadai dan optimalisasi retribusi daerah yang belum optimal, seperti potensi retribusi tempat khusus parkir yang belum terealisasi dan fasilitas pada OPD pemungut retribusi yang kurang memadai,” jelas Politisi Fraksi PKS ini.

Selain itu terkait Data Base Wajib Pajak khususnya data wajib pajak Kendaraan Bermotor, Markarius mengungkapkan bahwa hal tersebut masih belum sinkron dengan Regident Centre Korlantas Polri, sehingga menjadi salah satu identifikasi permasalahan pajak.

“Pendapatan daerah merupakan salah satu sumber utama pendanaan pembangunan daerah. Oleh karenanya, perlu strategi yang baik mulai dari Penyusunan Data Base Wajib Pajak (WP) yang terintegrasi, berbasis Teknologi Informasi, penyusunan pemetaan potensi pajak dan retribusi daerah, adanya Role Model pelayanan pajak pada salah satu UPT/SAMSAT, pengelolaan retribusi daerah yang terintegrasi dan berbasis Teknologi Informasi, dan penguatan regulasi terkait pemeriksaan Pajak Air Permukaan (PAP),” tutup Markarius.

Turut hadir dalam acara ini, Kepala Bapenda Provinsi Riau Syahrial Abdi, Kepala Bapedalitbang Provinsi Riau Heri Yanto, beserta pejabat fungsional dan peserta rapat lainnya.

Selajutnya pada tanggal 13 Mar3t 2023, Komisi V DPRD Provinsi Riau mengadakan rapat bersama Forum ASN dan PPPK Guru Provinsi Riau, di Ruang Rapat Komisi V DPRD Provinsi Riau.

Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Riau Syamsurizal, dihadiri oleh 25 orang perwakilan dari para guru yang lulus dari tahapan PPPK tahap 1 dan 2 di Provinsi Riau.

Para Guru PPPK yang hadir, menyampaikan keluh kesah mereka terkait pemberitahuan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan sebagai Guru PPPK yang terlambat, penempatan jauh dari sekolah induk, hingga adanya pengurangan jumlah Tunjangan Penghasilan Pegawai (TTP) yang dikurangi drastis dari 1,8 juta menjadi 500 ribu per bulannya dan belum dibayar sejak Januari 2023.

Perwakilan Guru PPPK Asril yang kini mengajar di SMK Negeri 1 Kunto Darussalam, merasa sejak diangkat menjadi Guru PPPK, justru diperlakukan tidak adil.

“Kami ditempatkan bukan di sekolah induk, kami bukan disejahterakan, tapi keluar lebih banyak untuk menyewa tempat tinggal lagi. Kami merasa tidak diperlakukan dengan adil,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Guru PPPK Aina Mike Sarjaya yang ditugaskan di SMA Negeri 1 Tasik Putri Puyu Kepulauan Meranti mengeluhkan kebijakan PPPK yang dirasanya tidak manusiawi.

“Sampai hari ini TPP belum masuk ke rekening kami. Kami meninggalkan sekolah asal kami, otomatis kami meninggalkan keluarga kami. Contohnya saya dari Pekanbaru ke Putri Puyu ongkos 500 ribu untuk sekali jalan, belum saya kontrak rumah. Saya harus dua kali menyebrangi laut. Harga BBM di Pekanbaru dan Meranti berbeda. Rasanya kebijakan ini betul-betul kebijakan yang tidak punya hati nurani. Kasihanilah kami guru yang ditugaskan untuk mencerdasakan anak daerah, bagaimana kami semangat mengabdi,” ungkapnya.(adv)

Ketua Stunting Inhil Usulkan 10 Poin Penanganan Stunting

Ketua Stunting Inhil Usulkan 10 Poin Penanganan Stunting

Tembilahan(SegmenNews.com) – Dalam rangka mempercepat penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan di Kabupaten dan Kota di Provinsi Riau, Ketua Stunting Kabupaten Indragiri Hilir H.Syamsuddin Uti mengikuti zoom meeting roadshow daring bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Mekoo – PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Kamis (9/3/2023) di Aula Bappeda Jl. Akasia No.1.

Pada kesempatan tersebut, turut mendampingi Ketua Stunting Inhil, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Satgas Stunting, Puskesmas Tembilahan Kota, Puskesmas Tembilahan Hulu, Pengurus PKK dan beberapa Pejabat eselon dilingkungan Pemkab Inhil.

Menko PMK Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan koordinasi melalui Roadshow secara virtual untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada di masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Riau.
“Tujuan pertemuan ini adalah untuk koordinasi melalui roadshow secara virtual untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada di masing-masing kabupaten/kota. Yang kemudian kita carikan solusi bersama,” kata Muhadjir.

Sementara itu, Ketua Stunting H.Syamsuddin Uti saat memaparkan permasalahan stunting di Kabupaten Indragiri Hilir dihadapan Menkoo PMK yang diikuti Wakil Gubernur dan seluruh Ketua stunting si Provinsi Riau secara Virtual, selain menyampaikan permasalahan kondisi geografi Inhil yang sebagian besar perairan dan juga mengusulkan 10 Poin kepada Pemerintah Pusat untuk penanganan stunting di Inhil.

Dari usulan tersebut oleh Ketua Stunting Inhil, secara lansung mendapat tanggapan dari Menko PMK RI. Bahwa Kabupaten Indragiri Hilir akan mendapatkan tambahan 30 Unit USG dan alat Antropometri akan dimobilisasi ke Inhil.***(sup/dmf)

Gubernur Syamsuar Resmikan Penggunaan Masjid Ar-Rahim

Gubernur Syamsuar Resmikan Penggunaan Masjid Ar-Rahim

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meresmikan penggunaan masjid Ar-Rahim di Jalan Hangtuah Ujung Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Kamis (9/3/2023).

“Bismillahirrahmanirrahim, masjid Ar-Rahim secara resmi dibuka pemakaiannya,” kata Gubernur Syamsuar dalam acara peresmian di halaman masjid Ar-Rahim.

Gubri berharap masjid Ar-Rahim bisa memanfaatkan remaja masjid sehingga bisa memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan positif, seperti mengisi pengajian, magrib mengaji, dan kegiatan lainnya.

Diketahui, masjid Ar-Rahim yang berlokasi di Kelurahan Rejosari ini dibangun oleh mantan Sekdaprov Riau, Wan Syamsir Yus bersama keluarga dan sahabatnya.

“Mudah-mudahan semua amal keluarga pak Wan Syamsir diridai Allah SWT,” ujar Gubernur Syamsuar.

Masjid Ar-Rahim, kata Gubri, sangat bermanfaat untuk masyarakat, apalagi tidak berapa lagi umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa, sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan di bulan Ramadhan.

Sementara itu, Wan Syamsir Yus menyebut bahwa sejak diletakkannya batu pertama pada 9 Mei 2022 lalu oleh Gubernur Syamsuar, dirinya beserta pihak terkait langsung mempersiapkan untuk pembangunan masjid, sehingga dalam waktu 10 bulan resmilah penggunaan masjid Ar-Rahim.

“Meskipun belum seratus persen sempurna tapi kita resmikan untuk digunakan pada bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Wan Syamsir berharap masjid Ar-Rahim bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kelurahan Rejosari khususnya maupun masyarakat luas.

“Kami berharap dengan diresmikannya masjid Ar-Rahim ini semoga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” harapnya.

Usai prosesi peresmian, Gubernur Syamsuar, Wan Syamsir Yus, Kapolresta Pekanbaru, Pria Budi, tamu undangan, dan masyarakat langsung melaksanakan salat dzuhur berjamaah.***(adv)