LAMR dan Delegasi Muar Johir Bahas Warisan dan Kerjasama Budaya
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menerima kunjungan rombongan Mimbar Permufakatan Ibu Bapa Daerah Muar, Lorong Haji Abas, Johor, Malaysia, di Balai Adat Melayu Riau, Rabu (3/9/2025) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari lawatan budaya ke sejumlah daerah di Riau, yakni Pekanbaru, Siak, dan Kampar.
Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB itu diikuti oleh 28 orang peserta dari Johor. Mereka disambut langsung oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, Sekretaris Umum MKA Datuk Afrizal Alang, Sekretaris Umum DPH Datuk Jonnaidi Dasa, serta sejumlah pengurus perempuan LAMR.
Dalam sambutannya, Ketua Rombongan H Salahudin mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk menjejaki nilai-nilai sejarah dan budaya Melayu yang menjadi akar bersama antara masyarakat Riau dan Johor. Ia juga mengapresiasi penyambutan yang dilakukan secara adat.
“Jamuan beradat ini sangat luar biasa. Kita duduk beradat, tidak seperti kebiasaan masa kini yang lebih banyak makan di kursi. Budaya Melayu sarat adab dan sopan santun, dan ini perlu dilestarikan,” ujar Salahudin.
Ia menyampaikan bahwa rombongan tiba di Riau pada Rabu pagi pukul 08.00 WIB dan disambut oleh Dinas Pariwisata dengan prosesi adat. Lawatan dijadwalkan berlangsung selama empat hari tiga malam.
Dalam sambutannya, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil menegaskan bahwa hubungan antara masyarakat Riau dan Johor bukan semata-mata persoalan sejarah, melainkan juga persoalan darah.
“Secara pribadi, datuk saya berasal dari Muar. Dulu orang Riau kalau ke Johor bilangnya ‘menyeberang parit’. Begitulah dekatnya hubungan kita. Seperti kata pepatah, air cincang tak putus,” ujarnya.
Datuk Seri Taufik juga menyebutkan bahwa LAMR adalah rumah besar masyarakat Riau, tempat bernaung dan merawat adat istiadat. Ia juga menyinggung tentang silsilah masyarakat Riau yang memiliki sistem patrilineal maupun matrilineal yang lengkap.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa walaupun secara administratif terpisah, Riau dan Johor tetap disatukan oleh akar budaya, bahasa, dan agama yang sama. Keduanya hanya dipisahkan oleh Perjanjian London antara Inggris dan Belanda pada 1824.
Sementara itu Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf dalam sambutannya menyatakan rasa syukur atas kunjungan tersebut. “Kecil telapak tangan, nyilu kami tadahkan. Kami menerima dengan lapang dada,” ujarnya.
Ia berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi budaya, tetapi juga dapat membuka peluang kerja sama konkret di bidang kebudayaan, pendidikan, dan ekonomi antara kedua wilayah.
“Semoga dari pertemuan ini ada yang bisa kita kongsikan bersama, baik dalam bentuk program budaya, pertukaran pelajar, maupun bentuk kerja sama lainnya,” ujarnya.
Datuk Seri Taufik sebelumnya sempat menyinggung potensi Riau sebagai pusat budaya sekaligus kekuatan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, didukung oleh kekayaan sumber daya alam seperti migas dan perkebunan.
Selama pertemuan, suasana berlangsung hangat dan akrab. Sambil duduk berselimput, kedua belah pihak saling berbagi cerita sejarah dan nilai-nilai kultural yang menjadi warisan bersama. Pakaian adat, sapaan adat, serta makan bersama dalam suasana beradat menjadi penegas bahwa Melayu bukan hanya soal identitas, tapi juga tentang nilai hidup yang dijunjung bersama.
Lawatan ini diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih erat antara LAMR dan komunitas Melayu di Johor, Muar, serta menjadi pengingat bahwa garis perbatasan tidak pernah benar-benar memisahkan mereka yang bersaudara secara budaya.mr)
Dosen Polbeng Kunjungi UTHM dan PSAS, Bahas Pertukaran Dosen hingga Magang Industri
Bengkalis(SegmenNews.com)- Dosen Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) memperkuat jejaring kerja sama internasional melalui kunjungan kerja ke Universiti Tun Hussein Onn (UTHM) dan Politeknik Sultan Azlan Shah (PSAS) Malaysia pada 25–29 Agustus 2025.
Delegasi dipimpin Direktur Johny Custer, didampingi Kepala Urusan Internasional M. Alkadri Perdana, Sekretaris Jurusan Administrasi Niaga Endang Sri Wahyuni, serta para ketua program studi: Wan Junita Raflah, Nurhazana, dan Tri Handayani.
Agenda ini menegaskan komitmen Polbeng untuk mengakselerasi implementasi Tri Dharma pada level global.
Kunjungan perdana dilakukan ke UTHM di Parit Raja, Johor, dan disambut oleh pimpinan Fakultas Pengurusan Teknologi dan Perniagaan bersama jajaran wakil dekan serta dosen.
Dalam kunjungan ini, delegasi Polbeng meninjau Laboratorium Kuliner, Laboratorium Robotik, dan Pusat Inkubasi Bisnis Teknologi yang mendorong lahirnya produk inovatif dan start-up.
Pada hari berikutnya, rombongan mengunjungi Perpustakaan UTHM berkapasitas hingga 3.500 mahasiswa, yang terintegrasi dengan teknologi informasi serta akses sumber daya digital internasional.
Dalam pertemuan, kedua pihak turut membahas peluang kerja sama meliputi pertukaran dosen, student mobility, riset dan pengabdian, penyelenggaraan expo/seminar internasional, hingga penulisan buku bersama.
Agenda kunjungan kemudian berlanjut ke PSAS di Tanjung Malim, Perak, untuk mengeksplorasi kolaborasi penguatan pendidikan vokasi lintas program studi. Sebagai tambahan, PSAS memfasilitasi kunjungan ke Fraser Group di Sunway, Selangor.
Delegasi mempelajari sistem magang dan rekrutmen, budaya organisasi, serta strategi bisnis perusahaan ritel internasional yang telah memiliki 35 gerai di Malaysia—membuka peluang karier bagi mahasiswa vokasi.
Selain memperluas kemitraan, kunjungan ini juga menitikberatkan penguatan sumber daya manusia Polbeng, termasuk peluang studi lanjut S2 dan S3 bagi dosen serta tenaga kependidikan di Malaysia.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan mutu akademik, memperluas jejaring riset, sekaligus memperkokoh daya saing institusi.
Direktur Polbeng, Johny Custer, menegaskan, “Kerja sama internasional ini menjadi jembatan strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran vokasi dan riset terapan, sekaligus memberi manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat.”
Sementara itu, M. Alkadri Perdana, menambahkan, letak Polbeng yang strategis di koridor Selat Malaka memiliki peluang besar untuk belajar dari perguruan tinggi negara tetangga dan memperluas kolaborasi, menuju kampus vokasi berkelas internasional.***(imam/hm)
Gebrakan Wako Pekanbaru: Mulai Penurunan Parkir, Persampahan, Insfrastruktur dan Sosial
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Genap 100 hari sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Markarius Anwar (AMAn), menunjukkan gebrakan nyata dalam memimpin ibu kota Provinsi Riau.
Program 100 hari kerja kepala daerah, merupakan salah satu cara menunjukan pemerintah merealisasikan program dan janji politiknya.
Pada masa pemerintahan Wali Kota (Wako) Pekanbaru – Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Agung Nugroho-Markarius Anwar, telah meluncurkan berbagai kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Mulai dari penurunan tarif parkir, perbaikan jalan berlubang, penanganan banjir, penanganan persoalan sampah, penertiban tiang reklame, Pekanbaru cinta alquran, Inovasi Layanan Administrasi Kependudukan Keliling di Kota Pekanbaru dan masih banyak yang lainnya.
Penurunan Tarif Parkir : Komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru untuk masyarakat
Sebagai wujud nyata komitmen dalam menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat. Pemerintah Kota Pekanbaru secara resmi menurunkan tarif parkir tepi jalan umum terhitung mulai tanggal 20 Februari 2025. Kebijakan penurunan tarif ini diatur melalui Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Jasa Umum atas Pelayanan Parkir di Tepi JalanUmum.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan parkir di Kota Pekanbaru menjadi lebih tertib, terjangkau, dan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Agung Jumat (30/5).
* Prioritas Pembangunan: Upaya berkelanjutan perbaikan jalan di Kota Pekanbaru
Walikota Pekanbari Agung Nugroho meninjau jalan rusak
Sebagai wujud komitmen yang kuat dalam menangani permasalahan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan rusak yang menjadi keluhan utama masyarakat, Pemerintah Kota Pekanbaru menetapkan perbaikan jalan sebagai prioritas utama. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, hingga saat ini tercatat sebanyak 2.308 titik jalan berlubang di berbagai wilayah kota. Dalam rangka mempercepat penanganan, pemerintah telah berhasil memperbaiki sebanyak 533 titik jalan, yang berarti sekitar 23,09% dari total permasalahan jalan telah terselesaikan secara terukur dan bertahap.
“Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan bahwa proses perbaikan infrastruktur jalan akan
terus dilaksanakan secara berkesinambungan, dengan tetap memperhatikan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah, demi meningkatkan kenyamanan, keselamatan, serta mobilitas seluruh lapisan masyarakat di Kota Pekanbaru,” tambah Agung.
*Pekanbaru Cinta Al-Quran
Pekanbaru Cinta Alquran merupakan program Pemerintah Kota Pekanbaru yang bertujuan menciptakan generasi cinta Al-Quran dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Melalui pembinaan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah, tempat kerja, hingga masyarakat umum. Program ini diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya mahir membaca Al-Quran, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas menjadi faktor kunci dalam mewujudkan pembudayaan Al-Quran di Kota Pekanbaru.
*Mobil AMAN (Administrasi Mudah, Amanah, dan Nyaman) : Inovasi Layanan Administrasi Kependudukan Keliling di Kota Pekanbaru
Mobil AMAN adalah inovasi layanan administrasi kependudukan keliling yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Pekanbaru untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor pemerintahan. Layanan ini menyediakan kemudahan akses pengurusan berbagai dokumen administrasi, seperti perekaman dan pencetakan KTP elektronik (KTP-el), Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), serta akta kelahiran, perkawinan, kematian, dan surat pindah dalam format PDF.
Selain itu, layanan ini juga mencakup aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). “Dengan konsep jemput bola, Mobil AMAN secara aktif menjangkau masyarakat di daerah terpencil atau wilayah dengan akses terbatas, sehingga meningkatkan kesadaran dan memudahkan pengurusan administrasi kependudukan bagi masyarakat,” sebut Agung lagi.
*Mobil Pak AMAN (Pangan Keliling Andalan, Murah, dan Amanah) : Inovasi Pangan Terjangkau untuk Masyarakat Pekanbaru
Mobil Pak AMAN merupakan program inovatif yang digagas oleh Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Melalui mobil keliling ini, berbagai kebutuhan pokok seperti beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), telur, minyak goreng, cabai, serta sembako lainnya didistribusikan langsung kepada masyarakat. Program ini merupakan hasil sinergi antara Pemko Pekanbaru, Bulog, dan Badan Pangan Nasional, yang bertujuan tidak hanya menyediakan pangan murah, tetapi juga menjaga kestabilan harga di pasar.
*Tiket Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) Gratis untuk Siswa : Akses Mudah ke Sekolah
Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mendukung dunia pendidikan dan mempermudah akses transportasi, Pemerintah Kota Pekanbaru meluncurkan
Program Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) Gratis bagi para siswa. Program ini dirancang untuk memfasilitasi siswa agar dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya transportasi. Program ini berlaku untuk seluruh siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang terdaftar di sekolah- sekolah wilayah Kota Pekanbaru. Untuk menggunakan layanan ini, siswa hanya perlu menunjukkan kartu pelajar dari sekolah masing-masing atau mengenakan seragam sekolah.
*Gerakan Serbu Sampah : Satu Aksi Kecil, Dampak Besar Untuk Kota Pekanbaru
Gerakan Serbu Sampah merupakan salah satu langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dalam Upaya menuntaskan permasalahan sampah yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Gerakan ini dicanangkan sebagai bagian dari program 100 hari kerja dengan tujuan utama mewujudkan Pekanbaru yang bersih, indah, dan bebas sampah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, camat, lurah, operator pengangkutan sampah, serta seluruh lapisan masyarakat. Fokus utama dari gerakan ini adalah mengangkutsampah-sampah yang menumpuk di jalanan maupun di Tempat Penampungan Sementara (TPS), serta membersihkan aliran sungai agar dapat berfungsi secara optimal sebagai penampung dan pengalir air hujan. Inisiatif ini juga selaras dengan Gerakan Nasional Indonesia Bersih yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Kegiatan ini mencerminkan semangat dan keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujar Agung.
*Strategi Penanganan Banjir: Normalisasi Sungai dan Sinergi Pemerintah di Kota Pekanbaru
Pemerintah Kota Pekanbaru secara berkelanjutan melaksanakan upaya normalisasi sungai sebagai bagian integral dari strategi penanganan banjir. Proses normalisasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas tampung dan kelancaran aliran air sungai melalui pembersihan serta pengerukan sedimen yang menumpuk di dasar sungai, sehingga risiko luapan air ke kawasan permukiman dapat diminimalisir.
“Selain itu, upaya normalisasi juga didukung oleh pemeliharaan rutin terhadap sistem drainase dan gorong-gorong, serta melalui koordinasi lintas sektoral guna memastikan penanganan banjir di Kota Pekanbaru berjalan secara efektif dan terintegrasi,” sebut Agung.
*Optimalisasi Sistem Drainase sebagai Upaya Pencegahan Banjir di Kota Pekanbaru
Pemerintah Kota Pekanbaru secara intensif melaksanakan program normalisasi drainase melalui kegiatan pembersihan, pengerukan, dan perbaikan saluran air pada berbagai titik rawan banjir. Upaya ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi sistem drainase agar mampu menampung serta menyalurkan debit air secara efektif, khususnya pada musim hujan, sehingga risiko terjadinya genangan dan banjir dapat diminimalisasi. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih aman, nyaman, dan terbebas dari ancaman banjir bagi seluruh masyarakat.
*Tindak Pidana Pengelolaan Sampah Ilegal dan Pungutan Liar (Pungli) Retribusi Sampah Tahun 2025
Sebagai wujud komitmen bersama dalam pengelolaan sampah yang bersih, transparan, dan akuntabel, Pemerintah Kota Pekanbaru bekerja sama dengan Kepolisian Resor Kota Pekanbaru berhasil mengungkap praktik pengelolaan sampah ilegal serta pungutan liar retribusi sampah. Dalam pengungkapan tersebut, tujuh tersangka berhasil diamankan beserta barang bukti berupa kendaraan, kwitansi, dan surat tugas palsu. Tindakan tegas ini merupakan bagian dari Upaya Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menjaga tata Kelola sampah yang baik serta memberantas praktik ilegal yang merugikan masyarakat dan daerah.
*Festival Kreatif Budaya Melayu: Merajut Tradisi, Kreativitas, dan Kepedulian Lingkungan di Pekanbaru
Festival Kreatif Budaya Melayu merupakan ajang kolaboratif yang bertujuan memadukan pelestarian tradisi Melayu, pengembangan kreativitas, serta peningkatan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui berbagai kegiatan seperti pertunjukan seni tari dan musik tradisional, lomba berbalas pantun bertema pelestarian alam dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta bazar kuliner khas Melayu, festival ini menjadi wadah bagi seniman, pelaku UMKM, dan masyarakat umum untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya.
“Tidak hanya sebagai hiburan, festival ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta mempromosikan Kota Pekanbaru sebagai destinasi wisata budaya yang inspiratif dan berwawasan lingkungan,” ujar Agung.
*Sinergi Pelestarian Lingkungan dan Swasembada Pangan: Penanaman Pohon dan Jagung Pipil di Kota Pekanbaru
Penanaman sebanyak 15.000 batang pohon dan jagung pipil di lahan seluas 11 hektare di Kota Pekanbaru merupakan implementasi nyata dari komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mewujudkan swasembada pangan daerah. Kegiatan ini dilaksanakan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif, yang tidak hanya bertujuan meningkatkan tutupan vegetasi dan memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan elemen masyarakat dalam program penanaman ini diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan sehat, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah, serta mendukung terwujudnya Pembangunan berkelanjutan di Kota Pekanbaru.
*Pekanbaru Bersih dan Hijau: Penertiban Tiang Reklame Ilegal untuk Mewujudkan Green Zone
Pemerintah Kota Pekanbaru secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam memperindah tata ruang kota dan menciptakan lingkungan yang lebih tertata melalui penertiban tiang reklame ilegal. Berdasarkan data dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, hingga saat ini telah dilakukan penertiban terhadap 83 tiang reklame, tiang bando, dan sejenisnya yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Tindakan tegas ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Pekanbaru untuk mewujudkan kawasan kota sebagai zona hijau yang bebas dari reklame ilegal, sehingga ruang publik menjadi lebih nyaman, aman, dan menarik bagi masyarakat maupun pengunjung. Upaya ini juga mendapat apresiasi dari Kementerian Kehutanan, yang secara langsung menyampaikan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menjadikan kawasan tersebut sebagai jalur hijau.
*Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Kota Pekanbaru: Revitalisasi Ornamen Kota dan Penguatan Identitas Perkotaan
Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Pekanbaru merupakan upaya untuk memperindah wajah kota, menciptakan lingkungan yang representatif, serta menegaskan identitas budaya melalui elemen visual yang khas, yang dilaksanakan melalui revitalisasi ornamen dan dekorasi taman kota. Program ini mencakup pengecatan dan pencahayaan pada Signtext Kota Pekanbaru Bertuah, pengecatan dan pencahayaan Tugu Payung, pencahayaan Tugu Adi Pura, penataan area Tugu Selais, perbaikan air mancur, dan penataan taman. Selain itu, revitalisasi juga dilakukan di Taman Rumah Singgah Tuan Kadi melalui pengecatan bangku taman dan fasilitas lainnya, pengecatan 200 pot bunga di dua ruas jalan utama, yaitu Jalan Sudirman dan Jalan Arifin Ahmad, serta pemasangan lampu taman di RTH Putri Kaca Mayang. Seluruh program tersebut memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat citra Kota Pekanbaru sebagai kota yang indah, ramah, dan berbudaya.
*Integritas dan Kolaborasi Menuju Lingkungan Berkelanjutan: Finalisasi Lembaga Pengelola Sampah (LPS) se-Kota Pekanbaru
Rapat Finalisasi Pembentukan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) se-Kota Pekanbaru merupakan langkah strategis dalam rangka mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kota Pekanbaru. Pada rapat tersebut, telah dibahas secara komprehensif mekanisme pembentukan LPS di Tingkat kecamatan dan kelurahan, mencakup struktur organisasi, tugas dan fungsi, serta strategi pelibatan RT/RW dan masyarakat. Sebagai bentuk integritas dan tanggung jawab bersama, seluruh camat dan lurah menandatangani pakta integritas yang menegaskan komitmen untuk melaksanakan tugas secara profesional, transparan, dan akuntabel demi terwujudnya lingkungan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
*Gorong-Gorong Bersih, Kota Aman: Upaya Penanggulangan Banjir Pekanbaru
Pemerintah Kota Pekanbaru secara intensif melaksanakan program normalisasi gorong-gorong sebagai salah satu Upaya strategis dalam penanggulangan banjir di wilayah Kota Pekanbaru. Salah satu langkah yang ditempuh adalahmelakukan pembongkaran terhadap bangunan liar yang berdiri di atas maupun menutupi gorong-gorong, mengingat bangunan-bangunan tersebut terbukti menghambat aliran air dan memperparah terjadinya genangan saat hujan deras. Langkah ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menjaga kebersihan dan fungsi goronggorong guna menciptakan lingkungan perkotaan yang aman, nyaman, dan bebas banjir.
*Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota Pekanbaru 2025-2028: Melestarikan Warisan, Membangun Masa Depan
Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota Pekanbaru merupakan organisasi yang berperan sebagai wadah pemersatu umat Melayu-Islam dengan tujuan memperkuat nilai-nilai budaya dan agama serta mendorong kerjasama dalam berbagai bidang pembangunan, seperti ekonomi, pendidikan, budaya, dan dakwah Islamiah. Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, DMDI aktif melestarikan warisan budaya Melayu dan Islam sekaligus mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
“Pelantikan pengurus DMDI Kota Pekanbaru periode 2025-2028 menjadi bukti komitmen organisasi ini dalam menjalankan peran tersebut, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Pekanbaru untuk mewujudkan Pekanbaru yang berbudaya, maju, dan sejahtera,” ucap Agung.
*Sekolah Rakyat: Harapan Baru untuk Anak Pekanbaru
Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen penuh mendukung Program Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis dalam penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Pekanbaru. Melalui program ini, anakanak dari keluarga miskin dan rentan memperoleh akses pendidikan berkualitas serta keterampilan hidup untuk mendukung kemandirian mereka di masa depan. Pada tahun ajaran 2025/2026, tercatat sebanyak 55 calon siswa akan mengikuti pembelajaran yang untuk sementara dilaksanakan di Sentra Abiseka, Jalan Sekolah Rumbai, Gedung Kemensos.
“Pemerintah Kota Pekanbaru juga berperan aktif dalam pelaksanaan program ini, mulai dari penyediaan lahan, rekrutmen siswa, hingga integrasi dengan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Pekanbaru,” ujar Agung.
*Pemerintah Kota Pekanbaru Percepat Pembangunan Rumah Layak Huni Jelang HUT ke-241
Sebagai bentuk komitmen kepemimpinan dalam meningkatkan kualitas hidup warga, Pemerintah Kota Pekanbaru terus mendorong percepatan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi masyarakat yang membutuhkan. Program ini dilaksanakan secara terintegrasi, melibatkan sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Perkim, Dinas PUPR, DLHK, dan Damkar. Penanganan Rumah Layak Huni (RLH) kepada Irda (52) ditargetkan rampung dan siap dihuni kembali menjelang Hari Ulang Tahun ke-241 Kota Pekanbaru pada 23 Juni mendatang. Pada tahun ini, ditargetkan pembangunan 42 unit RLH baru serta rehabilitasi 12 unit rumah lainnya.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan setiap warga memiliki akses terhadap hunian yang aman, sehat, dan layak—sebagai dasar bagi tumbuhnya kesejahteraan yang merata,” kata Agung.***(adv)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Gubernur Riau, Abdul Wahid, melakukan peninjauan mendadak ke Pasar Induk AKAP, Pekanbaru, pada Selasa tengah malam (02/09/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung aktivitas pasar sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok di Riau, serta mengecek stabilitas harga pangan.
Dalam peninjauannya, Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid berinteraksi langsung dengan para pedagang. Ia menanyakan harga komoditas dan mencatat berbagai kendala yang dihadapi.
“Malam ini saya melihat harga-harga di Pasar Induk AKAP Pekanbaru. Alhamdulillah, semua tergolong stabil walaupun ada yang turun dan naik. Cabai naik tadi, kol naik ya, tapi kalau kentang turun dan bawang sudah mulai turun,” ujar Gubri.
Kepala Pasar Induk AKAP Pekanbaru, Heri, menjelaskan rincian pergerakan harga. Untuk sekarang ini yang naik ada seperti cabai, dari harga Rp50.000 naik ke Rp65.000/kg.
“Kenaikan juga terjadi pada cabai hijau, dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, yang dipengaruhi oleh faktor cuaca dan pasokan. Namun, tidak semua harga naik,” ujarnya.
Heri menambahkan, harga bawang merah dan bawang putih justru mengalami penurunan signifikan, dari Rp48.000 menjadi Rp32.000 per kilogram. Kentang juga mengalami penurunan harga, dari Rp12.000 menjadi Rp10.000 per kilogram, berkat pasokan yang lancar.
“Kalau harga di sini tergolong murah dan berbeda dengan pasar tradisional tentu saja itu wajar karena ada berbagai faktor. Contohnya, pasar induk ini distributor untuk penyuplai ke pedagang pengecer. Tentu dari situlah, ada biaya angkutan becak atau transport ke pasar tradisional. Makanya itu membuat harga sedikit berbeda,” jelas Heri.
Rencana Penataan dan Relokasi Pasar
Gubri Abdul Wahid juga menyoroti kondisi tata kelola dan fasilitas Pasar Induk AKAP yang dirasa belum ideal. Ia menegaskan pentingnya menata ulang pasar ini.
“Rencananya pasar ini akan ditata kembali sebab ada keluhan masyarakat terkait tempatnya,” jelasnya.
Rencana relokasi pasar juga dibahas, di mana Pemerintah Kota Pekanbaru telah menyiapkan lahan baru di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di Jalan Teropong.
“Harapan dengan nanti kalau memang fasilitasnya sudah memungkinkan bisa dipindahkan di sana, apa yang kurang coba kita sama-sama benahi supaya masyarakat bisa terbantu dengan adanya pasar ini,” lanjut Gubri.
Andre, salah satu pedagang cabai, menyambut baik perhatian Gubernur. Namun, ia juga menyampaikan kekhawatiran terkait relokasi.
“Kami senang Pak Gubernur datang langsung malam ini, kami bisa berbicara lepas. Tapi untuk pemindahan pasar, coba lihat ulang kembali Pak, bagaimana kelayakannya. Paling penting itu parkir, karena mobil angkutan barang saja sudah berapa unit itu keluar masuk. Jangan nanti sampai menghalangi, yang ada malah bikin tidak nyaman,” tutur Andre.
Upaya Pemprov Riau Menjaga Stabilitas Pangan
Gubernur Abdul Wahid menegaskan bahwa fluktuasi harga bahan pangan adalah hal yang kerap terjadi, sehingga Pemprov Riau terus berupaya menjaga kestabilan.
“Kita lihat harga cabai memang naik, tapi bawang dan kentang turun. Secara umum harga masih terkendali, sebagai solusi kita sudah ada menggelar pasar murah untuk masyarakat,” ungkapnya.
Gubri juga menekankan pentingnya kelancaran distribusi agar pasokan tetap terjaga. Untuk itu, ia meninjau dan bertanya langsung apa saja kendala pedagang di pasar induk.
“Kami ingin melihat apakah pasokannya stabil, transportasinya gimana dan melihat kondisi situasinya. Yang paling intinya itu adalah transportasi tidak terhambat sehingga pasar induk bisa mensuplai ke pasar-pasar tradisional di Riau. Dengan begitu bisa menjadi harganya terjangkau oleh masyarakat,” pungkas Gubri Abdul Wahid.***(mr)
Riau(SegmenNews.com)- Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sudah usai digelar Sabtu (30/8/2025) di Cikarang, Jawa Barat.
Akhmad Munir atau Cak Munir keluar sebagai pemenang telak, mengungguli Hendri Ch Bangun dalam pemilihan Ketua Umum PWI Pusat periode 2025-2030.
Dengan selesainya kongres, kepengurusan PWI di tingkat pusat hingga daerah kini sudah tidak lagi menyisakan ruang abu-abu.
Hal itu juga menutup ruang bagi pihak-pihak yang masih mengaku sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI di provinsi maupun kabupaten/kota.
Sekretaris PWI Riau, N. Doni Dwi Putra, menegaskan bahwa kongres sudah membuat keputusan final. PWI Pusat hanya mengakui kepengurusan sah yang terbentuk melalui mekanisme resmi organisasi.
“Dengan berakhirnya kongres, tidak ada lagi yang bisa mengaku sebagai Plt Ketua PWI, baik di Riau maupun di kabupaten/kota. PWI Pusat sudah jelas hanya mengakui hasil kongres,” kata Doni, Selasa (2/9/2025).
Ia menegaskan, di Riau kepengurusan yang sah berada di bawah Ketua Raja Isyam. Keputusan itu ditegaskan secara resmi dalam forum kongres sehingga tidak bisa lagi diperdebatkan.
“Kongres sudah memutuskan, PWI Riau di bawah kepemimpinan Pak Raja Isyam adalah pemilik suara sah. Jadi sudah final. Tidak ada dualisme,” ujarnya.
Doni juga mengingatkan pihak-pihak yang masih mencoba mengaku sebagai Plt Ketua setelah kongres. Menurutnya, hal itu justru bisa berimplikasi hukum karena menyalahi aturan organisasi.
“Kalau masih ada yang mengaku Plt, akan kita bawa ke ranah hukum. Karena tidak ada dasar lagi untuk mengklaim jabatan itu,” tegasnya.
Selain itu, Doni juga menyinggung soal proses rekrutmen atau yang disebut sebagai testing anggota PWI yang dilakukan pihak-pihak mengaku Plt sebelumnya. Ia memastikan seluruh proses tersebut tidak akan diakomodir.
“Jangan ada lagi yang mengaku sebagai anggota PWI lewat jalur yang tidak sesuai AD/ART. Mereka yang ikut testing versi Plt itu dipastikan tidak sah menjadi anggota PWI. Silakan minta pertanggungjawaban kepada yang menggelar,” tegas Doni.
Ia pun mengajak seluruh pengurus PWI di daerah untuk kembali menyusun program dan agenda yang sempat tertunda akibat dinamika organisasi.
“Saatnya fokus bekerja, jalankan program, dan bersatu untuk membesarkan organisasi,” tutupnya.***(rl pwi)
Mandau Wakili Bengkalis Penilaian Evaluasi Kinerja Tingkat Riau
Mandau(SegmenNews.com)- Kecamatan Mandau mewakili Kabupaten Bengkalis dalam ajang Penilaian Evaluasi Kinerja Kecamatan (EKK) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2025. Digelar Senin, 1 September 2025, di Kantor Camat Mandau, dan dihadiri langsung Tim Penilai EKK Provinsi Riau.
Bupati Bengkalis Kasmarni dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim Penilai yang hadir.
“Semoga kehadiran Tim Penilai membawa angin segar dan memberikan masukan demi terciptanya kinerja pelayanan publik yang efektif dan efisien, dalam rangka mewujudkan tata kelola Pemerintahan yang baik dan bersih,” ujar Kasmarni.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Kasmarni juga memberikan ucapan selamat dan tahniah kepada kecamatan terbaik EKK tingkat Kabupaten Bengkalis 2025, yakni terbaik I Kecamatan Mandau, terbaik II Kecamatan Bantan, terbaik III Talang Muandau. Lalu terbaik harapan I Kecamatan Bandar Laksamana, terbaik harapan II Kecamatan Bengkalis serta terbaik harapan III Kecamatan Pinggir.
Bupati Kasmarni berharap prestasi ini memotivasi seluruh jajaran untuk bekerja lebih profesional, transparan, akuntabel, partisipatif, kreatif dan inovatif.
Selain itu, Bupati perempuan pertama di Riau ini juga menegaskan, Pemkab Bengkalis mendukung penuh pelaksanaan EKK tingkat Provinsi.
“Melalui penilaian ini, kita harapkan peran aparatur Pemerintah di Kecamatan semakin optimal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan publik yang cepat, dekat, dan berkualitas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Kasmarni menekankan pentingnya inovasi di tingkat Kecamatan dalam tata kelola Pemerintahan.
“Kami terus mendorong agar kantor Kecamatan berinovasi, sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang produktif, responsif, transparan, adil, dan bebas dari praktik KKN,” tambahnya.
Berdasarkan evaluasi internal, Bupati Kasmarni menyebut Kecamatan Mandau telah melaksanakan seluruh tugas dan fungsinya sesuai regulasi dengan baik, efektif, dan efisien. Kasmarni optimis Kecamatan Mandau mampu kembali meraih predikat terbaik pada EKK Provinsi Riau.
“Harapan kami, Kecamatan Mandau dapat kembali mengukir prestasi dan menjadi contoh bagi Kecamatan lainnya di Provinsi Riau,” tuturnya.
Bupati Kasmarni mengajak seluruh pihak terkait, mulai dari Camat, jajaran Forkopimcam, TP-PKK, Lurah, Kepala Desa hingga Instansi Vertikal, untuk memberikan informasi yang jelas kepada Tim Penilai demi penyempurnaan kinerja untuk mewujudkan Kabupaten Bengkalis Bermarwah, Maju, dan Sejahtera serta Unggul di Indonesia.
Dalam penilaian EKK tingkat Provinsi itu, Kecamatan Mandau turut memamerkan inovasinya melalui stand di halaman Kantor Camat Mandau, terdiri dari GEMAR BERI SAHABAT, SAMSAT TANJAK, OMASUKA, MOZI PINK, Batik Mandau serta AM SAPA BUKKAS.
Terlihat hadir Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Septian Nugraha, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Arsya Fadillah, Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Hj. Anita, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Bengkalis Andris Wasono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Toharuddin, Staf Ahli PHP Ed Effendi, Ketua Tim Penilaian Evaluasi Kinerja Kecamatan Provinsi Riau Tahun 2025 Aidil Haris bersama Panca Setyo Prihatin, Tito Handoko, Ade Yunisnawaty, Susanti, Tengku MHD Megatam.
Lalu para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemda Bengkalis, Camat Mandau Riki Rihardi serta Camat se-Kabupaten Bengkalis, Kapolsek Mandau AKP Primadona, Danramil 03 Mandau Kapten Czi. Suratmin, Ketua PKK Kecamatan Mandau Dewi Asdinar, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda serta Tokoh Perempuan di Kabupaten Bengkalis.***(imam/hm)
Waspada! Sejumlah Wilayah Riau Diprediksi Hujan Petir dan Angin Kencang (foto: SegmenNews.com)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprakirakan cuaca di wilayah Riau pada Selasa (2/9/2025) didominasi kondisi berawan dengan potensi hujan di sejumlah daerah.
Sejak pagi hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terpantau terjadi di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir, Siak, Bengkalis, Indragiri Hulu, serta Kepulauan Meranti.
Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Meski begitu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kampar, Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, dan Indragiri Hulu.
Pada malam hari, hujan serupa juga diprakirakan terjadi di sejumlah daerah, termasuk Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, serta Kota Pekanbaru.
Sementara itu, pada dini hari kondisi cuaca cenderung lebih tenang dengan udara kabur hingga cerah berawan.
BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah.
“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Kampar, Rokan Hulu, dan Indragiri Hilir pada pagi serta sore atau malam hari,” jelas Forecaster on Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir P.
Suhu udara di Riau diperkirakan berkisar antara 23,0 hingga 33,0 derajat Celsius, dengan kelembapan mencapai 60 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan 10–30 km/jam.
“Untuk kondisi maritim, tinggi gelombang di perairan Riau berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau tergolong rendah,” jelasnya.
Selain prakiraan cuaca, BMKG juga mencatat sebaran titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera pada pukul 23.00 WIB sebanyak 65 titik. Sebaran terbesar terpantau di Sumatera Selatan dengan 35 titik. Hotspot lainnya berada di Aceh 1 titik, Bengkulu 4 titik, Jambi 3 titik, Lampung 3 titik, Sumatera Barat 1 titik, Sumatera Utara 10 titik, serta Bangka Belitung 2 titik.
“Di Provinsi Riau, ditemukan enam titik panas, masing-masing lima titik di Kabupaten Rokan Hilir dan satu titik di Rokan Hulu,” jelasnya.
BMKG mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem sekaligus memperhatikan perkembangan kondisi titik panas di Sumatera, khususnya di Riau, yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.***(rn)
Riuh Ribuan Mahasiswa Demo di DPRD Riau, Senin 1 September 2025(foto hasran/segmennews)
Pekanbaru(SegmnNews.com)- Ribuan mahasiswa melakukan unjukrasa di depan gedung DPRD Provinsi Riau, Senin 1 September 2025, sekitat pukul 11:30 WIB. Aksi massa membuat Jalan Jenderal Sudirman depan gedung lumpuh total.
Arus lalulintas dialihkan melalui Jalan Mekar Sari – Jalan Wonosari dan keluar kembali ke Jalan Sudirman arah selatan.
Aksi unjuk rasa besar-besaran ini didominasi oleh mahasiswa Universitas Riau (Unri) lengkap dengan atribut dan spanduk-spanduk tuntutan mereka.
Namun aksi masa hanya bisa mendekat sekitar lima meter dari pagar gedung, sebab dipintu pagar bagian luar telah dijaga oleh para polwan yang kitari oleh pagat kawat.
Yel-yel kemahasiswaan menggema disambjt orasi tuntutan terhadap pemerintah sekaligus mengajak massa untuk tetap solid dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.
Masa meminta penegakan hukum terhadap Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas rantis.
Mereka juga meminta rekan mereka, Khariq Anhar, mahasiswa Pertanian Unri yang ditahan saat berada di Bandara Soekarno Hatta.
Mereka meminta segera disahkan Undan Undang Perampasan Aset yang memang sudah lama tertunda di DPR RI. Hingga mendesak penegakan hukum tanpa pandang bulu.
Hingga berita ini dimuat masa masih berorasi dideoan gedung DPRD Provinsi Riau.***(ran)
Kejati Riau Bekuk Buronan Korupsi Dana Desa Rp621 juta
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Tim Tangkap Buronan (Tabur) Intelijen di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau berhasil mengamankan buronan tindak pidana korupsi Dana Desa, Edi Setiawan Bin Sutrisno, Kamis (28/8/2025), sekitar pukul 07.00 WIB. Pelaku diamankan di Jalan Kutilang, Desa Balai Sempurna Kota, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.
Tim Tabur dibantu Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohil dan juga personel Koramil 05 Rimba Melintang. Diketahui, burunon bernama Edi Setiawan Bin Sutrisno tersandung dalam hal kasus Dana Desa tahun anggaran 2015 Desa Beringin Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuansing dikala.
Kasi Penerangan Hukum di Kejati Riau, Zikrullah SH MH mengatakan, Desa Beringin Jaya itu memperoleh Dana Desa dari APBN sebesar Rp293 juta. Dana itu dialokasikan untuk pembangunan jembatan penghubung Dusun IV serta Dusun V sebesar Rp285.955.000 dan kegiatan RPJMDes sebesar Rp7.514.000.
“Selain dana tersebut, ada pembangunan jembatan juga mendapat tambahan dana dari PT SAR sebesar Rp100.000.000, yang terdiri dari bantuan CSR Rp50.000.000 dan pinjaman Rp50.000.000,” ungkapnya.
Dalam pengerjaannya, Kepala Desa, Budi Purnomo mempercayakannya kepada pelaku. Dimana, dalam pelaksanaannya itu, Kepala Desa Budi Purnomo telah membentuk Tim Pengelola Kegiatan (TPK) berdasarkan SK Nomor 12/BJ/2015, dengan Ketua TPK itu adalah Edi Setiawan, Sekretaris Tri Suganti, dan anggota Supardi.
‘Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan pembangunan tersebut terjadi halnya penyimpangan pengelolaan keuangan desa yang diduga dilakukan oleh Edi Setiawan selaku Ketua TPK. Sehingga, menimbulkan kerugian negara sebesar Rp621.357.689,” jelas Zikrullah.
Dia juga menjelaskan, atas perbuatannya, Edi Setiawan disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3, lebih subsidair Pasal 9 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Penyidik telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan dan Penangkapan terhadap Edi Setiawan, namun yang bersangkutan tidak pernah hadir meski telah dipanggil secara patut sebanyak tiga kali. Oleh karena itu, perkara ini dapat dilimpahkan ke pengadilan secara in absentia, dan sampai saat ini Edi Setiawan masih berstatus DPO.
Atas perbuatannya, yang bersangkutan telah diputus bersalah oleh Pengadilan Tipikor Pekanbaru Nomor 35/Pid.Sus-TPK/2017/PN.Pbr dengan amar putusan: Pidana penjara 3 tahun 8 bulan Denda Rp50.000.000,- subsider 3 bulan kurungan, Uang pengganti Rp154.597.000,- subsider 1 tahun penjara Namun, terpidana melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejati Riau.***(ran)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprakirakan cuaca di wilayah Riau pada Senin (1/9/2025) didominasi kondisi berawan dengan potensi hujan di sejumlah daerah.
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terpantau sejak pagi hari di Kabupaten Rokan Hilir, Kampar, Siak, Bengkalis, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta Kota Dumai dan Pekanbaru.
Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi turun di sebagian besar wilayah Riau meski bersifat tidak merata.
Pada malam hari, hujan dengan intensitas serupa diprakirakan terjadi di Kabupaten Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.
Sementara dini hari, kondisi udara kabur hingga berawan disertai potensi hujan di Rokan Hilir, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Dumai, dan Pekanbaru.
“BMKG juga mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat untuk mewaspadai hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Bengkalis, dan Indragiri Hilir pada pagi serta dini hari,” kata Forecaster on duty, Sanya G.
Suhu udara di Riau berkisar antara 23,0 hingga 33,0 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 55–100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan 10–30 km/jam.
Untuk kondisi maritim, tinggi gelombang di perairan Provinsi Riau diperkirakan antara 0,5 hingga 1,25 meter atau tergolong rendah. Namun, saat cuaca buruk, gelombang dapat meningkat hingga 1,25–2,5 meter, terutama di perairan Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, serta perairan Dumai–Bengkalis.
Sementara itu, sebaran titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera pada Senin (1/9) pukul 23.00 WIB terpantau sebanyak 103 titik. Rinciannya, Aceh 19 titik, Bengkulu 2 titik, Jambi 31 titik, Lampung 2 titik, Sumatera Barat 11 titik, Sumatera Selatan 7 titik, Sumatera Utara 22 titik, dan Riau 9 titik.
“Di Riau, hotspot tersebar di Bengkalis dua titik, Dumai satu titik, Pelalawan dua titik, Rokan Hulu tiga titik, serta Siak satu titik,” jelasnya.***(mr)