Bengkalis(SegmenNews.com)– Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bengkalis melakukan Evaluasi Kinerja Uji Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Uji kompetensi ini dimulai Sabtu 1 s.d Senin 3 November 2025, diikuti sebanyak 32 orang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
32 JPTP ini diuji langsung Dr. Ahmad Tarmizi Yusa, Dr. H. Syafhendry, Prof. Dr. Sujianto, dan Dodi Haryanto. Kemudian dihadiri juga Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra TH selaku panitia seleksi.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bengkalis Djamaludin menjelaskan, uji kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama adalah proses penilaian untuk memastikan pejabat memiliki kualifikasi teknis, manajerial, dan sosial kultural yang sesuai dengan standar jabatan.
Tujuannya lanjut Djamaludin, adalah untuk menempatkan pejabat yang tepat di posisi yang tepat (the right man in the right place), mendukung visi misi pemerintahan, serta menjadi dasar pertimbangan untuk mutasi atau promosi jabatan.
“Melalui kegiatan uji kompetensi ini, diharapkan kedepan dapat memberikan salah satu solusi dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis”pungkasnya.
Uji kompetensi ini resmi ditutup, Senin 3 November 2025, di aula Hotel Pantai Marina.***(imam/hm)
Kajati Riau, Sutikno, S.H., M.H mengajukan permohonan restorative justice kepada Jam Pidum melalui virtual(foto:penkum kejati riau untuk segmennews.com)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kasus penganiaayan terhadap korban Fuad Azhari ilej 2 orang tersangka dihentikan penuntutannya melalui restorative justice, Senin 3 November 2025.
Dikatakan Kasipenkum Kejati Riau, Zikrullah, penghentian kasus ini disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Kejaksaan Republik Indonesia setelah diajukan permohonan Restorative Justice oleh Kajati Riau, Sutikno, S.H., M.H.
Dalam kesempatan tersebut, Kejati Riau mengajukan perkara pencurian untuk diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice (keadilan restoratif) yang berasal dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru.
Kasus penganiaayan tersebut bermula saat korban Fuad Azhari pekerja ojek online mengantarkan pesanan makanan untuk Isnawati di Perumahan Griya Surya Abadi Pekanbaru pada 23 Agustus 2025 sekitar pukul 20.30 WIB.
Karena alamat yang dituju tidak sesuai dengan aplikasi dan dikarenakan kondisi mati lampu, korban Fuad Azhari kesulitan untuk menghubungi saksi Isnawati, sekitar 10 menit, setelah pesanan diserahkan kepada saksi Isnawati, terjadi cekcok mulut di jalan depan rumah.
Kemudian mendengar ada keributan, tersangka I Nazira Fitri Als Dani Bin Rusli dan Tersangka II Zulman Als Zul Bin Sice yang berada di depan rumah saksi Isnawati langsung menegur saksi Fuad Azhari, namun korban Fuad Azhari mengatakan agar Para Tersangka untuk tidak ikut campur.
Mendengar hal tersebut para Tersangka emosi lalu Tersangka I Nazira Fitri langsung memegang leher dan memukul kepala bagian kiri korban sebanyak dua kali dan Tersangka II Zulman ikut memukul kepala bagian atas dan punggung sebanyak satu kali.
Akibat pukulan itu, korban mengalami luka memar pada bagian dahi sebagaimana juga tertuang dalam hasil Visum Et Repertum No.: VER/378/VIII/KES.3/2025/RSB, tanggal 24 Agustus 2025, yang ditandatangani oleh Dr. dr. Mohammad Tegar Indrayana, SP.FM (Dokter Spesialis Forensik) dan dr. Yogie Hendi Dwipa (Dokter Pemeriksa) telah melakukan pemeriksaan terhadap Fuad / saksi atas nama JIMMI ANDRA.
Pada pemeriksaan ditemukan luka memar pada dahi akibat kekerasan tumpul.
Cedera tersebut tidak menimbulkan penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan, jabatan, atau Pencaharian untuk sementara waktu.
Kepala Kejaksaan Negeri Pekanbaru Dr. Silpia Rosalina, S.H., M.H, Kasi Pidum Maruli Tua J Sitanggang, S.H dan Jaksa Fasilitator pada Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Selasa tanggal 28 Oktober 2025, sekira pukul 14.00 WIB, melakukan proses perdamaian bertempat di ”Bilik Damai” Gedung Lembaga Adat Melayu Pekanbaru, dihadiri para tersangka dan korban juga pihak keluarga masing-masing dihadiri oleh jaksa Fmfasilitator, Ketua Adat Melayu Pekanbaru, beserta Tokoh Masyarakat serta Penyidik Polsek Bina Widya.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan sepakat untuk berdamai tanpa syarat.***(ran)
Rohil(SegmenNews.com)- PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah dengan menggelar kegiatan ramah tamah bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Pra Pensiun dan Purnabakti di Kota Bagansiapiapi.
Acara yang ditaja oleh Divisi Konsumer BRK Syariah bersama BRK Syariah Bagansiapiapi berlangsung di halaman Kantor BPKAD Kabupaten Rokan Hilir, pada Senin (03/11/2025).
Kegiatan diawali dengan senam jantung sehat bersama yang dipandu instruktur, sebagai bentuk ajakan untuk menjaga kesehatan jasmani sekaligus mempererat silaturahmi antar peserta.
Pemimpin Divisi Konsumer BRK Syariah, Irsyadi Sukri, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata apresiasi bank kepada nasabah loyalnya.
“Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada nasabah loyal yang telah mempercayakan pengelolaan keuangannya kepada BRK Syariah. Kami berharap dukungan dan kepercayaan yang telah terjalin ini dapat terus dipertahankan, mengingat bank ini juga milik Kabupaten Rohil,” kata Irsyadi.
Irsyadi menambahkan banyak produk BRK Syariah yang bisa dimanfaatkan oleh nasabah ASN Pra Pensiun dan Purnabakti, serta berhati-hati terhadap penipuan yang marak terjadi secara digital baik itu mengatasnamakan BRK Syariah ataupun layanan Ketaspenan.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para ASN dapat memanfaatkan Pembiayaan Aneka Guna Pensiun, Pembiayaan Rahn Emas, serta Tabungan Haji dan Umrah kami, yang telah dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan dan perencanaan masa purnabakti. Kami juga mengimbau seluruh nasabah agar selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap modus penipuan melalui SMS atau WhatsApp yang mengatasnamakan BRK Syariah ataupun layanan ketaspenan.”
Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Rohil mengucapkan terima kasih kepada BRK Syariah yang sudah menginisiasi kegiatan ini. Kami mendukung penuh setiap program BRK Syariah, dan kami yakin Bank Syariah milik daerah ini senantiasa memberikan kemudahan dan manfaat bagi seluruh nasabah di Rohil,” ujar Jhony Charles.
Berikutnya, acara dilanjutkan dengan sosialisasi produk unggulan untuk ASN Pra Pensiun dan Purnabakti, seperti Pembiayaan Aneka Guna (PAG) Pensiun dan Pra Pensiun, Pembiayaan Rahn Emas, dan Tabungan Haji dan Umrah. Selain informasi produk, Bank juga menyediakan layanan Ketaspenan dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis (tekanan darah, gula darah, dan asam urat) yang disambut positif oleh para peserta.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, yang tidak hanya memberikan manfaat informasi dan kesehatan, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan serta perhatian dari BRK Syariah yang selama ini telah menjadi mitra terpercaya mereka.***(rl)
Kondisi cuaca panas terik di Pekanbaru, Jum’at 31 Oktober 2025 (foto:hasran/segmennews)
Pekanbau(SegmnNews.com)- Cuaca panas terik kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada Jumat (31/10/2025). Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, suhu udara hari ini diperkirakan dapat mencapai 36 derajat Celsius.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna mengatakan, kondisi cuaca panas yang terjadi sejak pagi disertai suhu yang tinggi diimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi dehidrasi dan kebakaran lahan.
Kondidi sejak pagi hari cuaca di Riau umumnya cerah panas hingga cerah berawan.
Kondisi ini berlanjut hingga siang dan sore hari, sementara pada malam hingga dini hari, udara cenderung kabur dengan potensi hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah.
“Hujan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Siak, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta Kota Pekanbaru,” ujar Yasir.
Meskipun hujan berpotensi turun di sejumlah daerah, peringatan dini cuaca ekstrem nihil. BMKG mencatat, kelembapan udara berada pada kisaran 40 hingga 95 persen, dengan kecepatan angin berkisar 10 hingga 40 km/jam yang bertiup dari arah selatan ke barat laut.
Selain itu, prakiraan tinggi gelombang laut di perairan Provinsi Riau juga masih tergolong aman, yakni 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah.***(rn)
Sempat Terdengar Dentuman, Ini Hasil Pemeriksaan Jembatan Siak II
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Menindaklanjuti adanya laporan warga terkait terdengarnya suara dentuman pada Jembatan Siak II, di Jalan Lintas Sumatera di Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Tim dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau langsung turun untuk melakukan pengecekan.
Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak Todingrara mengatakan, setelah mendapatkan laporan tersebut pihaknya langsung menurunkan tim kelokasi. Tim tersebut langsung melakukan pengecekan secara visual terhadap kondisi jembatan tersebut.
“Tim sudah turun langsung melihat kondisi jembatan secara visual. Hasil pengecekan tidak ditemukan kerusakan pada struktur jembatan,” katanya, Kamis.
Namun demikian, untuk memastikan kondisi jembatan secara pasti. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih detail terhadap bangunan atas maupun bangunan bawah jembatan.
“Hasil pemeriksaan akan segera ditindak lanjuti atau dilakukan perbaikan sekiranya ada bagian-bagian jembatan yang perlu penanganan,” sebutnya.
Untuk diketahui, masyarakat sempat dibuat heboh dengan beredarnya sebuah video viral di media sosial memperlihatkan detik-detik kepanikan para pengendara akibat terdengarnya suara dentuman keras dari arah struktur jembatan Siak II pada Senin (27/10) malam. Dalam rekaman berdurasi sekitar 30 detik itu, tampak deretan kendaraan roda empat hingga truk besar berhenti di atas jembatan.
Beberapa saat kemudian, terdengar tiga kali ledakan keras yang diduga berasal dari bagian bawah jembatan. Dentuman tersebut sontak membuat para pengemudi panik dan membunyikan klakson secara bersamaan, memperingatkan kendaraan di belakang untuk segera bergerak.
Situasi tegang itu berlangsung singkat, namun cukup untuk menimbulkan gelombang kepanikan di tengah padatnya arus lalu lintas malam itu. Sejumlah pengendara terlihat mempercepat laju kendaraan, sementara lainnya memilih melambat karena takut terjadi sesuatu pada jembatan.***(mr)
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Irawadi, SKM, MPH
Bengkalis(SegmenNews.com)- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Influenza Like Illness (ILI) yang dilaporkan mengalami peningkatan signifikan dalam tiga pekan terakhir.
Imbauan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Bengkalis, Ermanto, SKM, MKM, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Irawadi, SKM, MPH, Kamis (30/10/25).
Menurut Irawadi, berdasarkan laporan dari sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, kasus ISPA mencapai 288 kasus, sementara ILI dilaporkan sebanyak 85 kasus. Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, sehingga diperlukan langkah cepat untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.
“Memang ada peningkatan dan bukan hanya di Bengkalis saja. Karena ini virus dan cepat bermutasi namun tingkat kematian sangat rendah. Kita mengimbau masyarakat untuk meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Caranya dengan mencuci tangan secara teratur, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan penderita, menggunakan masker terutama di tempat berventilasi buruk, serta menutup mulut ketika batuk atau bersin,” ujar Irawadi.
Ia juga menambahkan, masyarakat diimbau untuk mengatur pola makan sehat, menghindari kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan yang belum bersih, serta melakukan vaksinasi influenza bila diperlukan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan Lansia.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Bengkalis telah melayangkan surat edaran kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan rumah sakit di wilayah Kabupaten Bengkalis untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi lonjakan kasus.
“Kami juga telah menyurati Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama agar meneruskan imbauan ini ke sekolah-sekolah dan madrasah di bawah naungan mereka. Tujuannya agar pencegahan dilakukan sejak dini di lingkungan pendidikan,” jelasnya.
Dinkes Bengkalis berharap masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dan disiplin menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan agar penularan penyakit ISPA dan ILI dapat ditekan.***(imam/hm)
Senyum Warga Karangasem Demak Menyambut Terang Baru di HLN ke-80
Demak(SegmenNews.com)- Siang itu, suasana di Desa Karangasem, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terasa penuh haru. Senyum mengembang di wajah warga saat satu per satu rumah mulai tersambung listrik. Bagi mereka, cahaya yang hadir bukan sekadar penerangan, melainkan simbol harapan dan perubahan yang dibawa PT PLN (Persero) melalui program “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan.”
Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, sekaligus wujud nyata komitmen PLN dalam menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebanyak sepuluh rumah tangga penerima manfaat, yang mayoritas berprofesi sebagai petani, sebelumnya masih menumpang sambungan listrik dari tetangga. Kini, mereka dapat menikmati listrik secara mandiri dan legal berkat dukungan program tersebut.
Salah satu penerima manfaat, Kuzaemah, mengungkapkan rasa syukurnya saat rumahnya memiliki sambungan listrik sendiri, kini ia dan keluarga dapat beraktivitas lebih nyaman dan produktif.
“_Alhamdulillah_, sekarang rumah saya terang. Terima kasih PLN, semoga berkah untuk semuanya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Camat Sayung, Sukarman menyampaikan apresiasi atas kepedulian PLN yang terus membantu masyarakat memperoleh akses listrik mandiri. Hadirnya energi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN yang telah membantu masyarakat kami mendapatkan sambungan listrik gratis. Kini mereka bisa menikmati listrik dengan aman dan legal. Ini bukan hanya bantuan, tetapi bukti nyata perhatian kepada masyarakat kecil,” ungkapnya saat penyalaan sambungan listrik gratis di Desa Karangasem, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Kamis (23/10).
Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri menyampaikan bahwa kehadiran listrik merupakan fondasi penting bagi pemerataan pembangunan, penggerak roda perekonomian, serta peningkatan kualitas pendidikan.
“Seperti pepatah Jawa mengatakan _saka pepadhang bakal tuwuh pangarep-arep_, dari cahaya akan tumbuh harapan. Melalui program ini, PLN berkomitmen memastikan setiap rumah tangga di seluruh tanah air bisa menikmati manfaat listrik. Ketika listrik hadir, kehidupan akan menjadi lebih mudah, anak-anak bisa belajar dengan terang, dan usaha kecil bisa berkembang,” jelas Arsyadany.
Lebih lanjut, Arsyadany menjelaskan bahwa program ini menjadi jembatan antara ketersediaan listrik dan kemampuan masyarakat. Meskipun jaringan listrik telah tersedia hingga depan rumah, sebagian warga belum mampu melakukan penyambungan mandiri.
Melalui “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan”, PLN berupaya menutup kesenjangan tersebut dengan menghadirkan akses listrik bagi masyarakat prasejahtera. Program ini menyasar lebih dari 8.000 rumah tangga di seluruh Indonesia.
“Semoga dengan nyalanya listrik di rumah-rumah mereka, kehidupan menjadi lebih mudah dan masa depan keluarga makin terang,” ujar Arsyadany.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Bramantyo Anggun Pambudi menambahkan bahwa PLN berkomitmen menghadirkan energi untuk semua, tanpa terkecuali.
“Melalui program bertajuk ‘Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan’, kami ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat yang hidup tanpa akses listrik. Setiap rumah yang tersambung berarti membuka peluang baru bagi kehidupan yang lebih sejahtera,” pungkasnya.***(rl)
Pertemuan Gubri dan Kajati Riau, Siap Berkolaborasi Dalam Program Pembangunan
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menyambut kunjungan silaturahmi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Sutikno. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Rabu (29/10/2025).
Pertemuan Gubri dan Kajati Riau, Siap Berkolaborasi Dalam Program Pembangunan
Dikatakan, Kajati Riau Sutikno bahwa kunjungan ini merupakan bentuk jalinan komunikasi sekaligus perkenalan dirinya sebagai pimpinan baru di Kejaksaan Tinggi Riau. Ia menambahkan, pentingnya kolaborasi dengan seluruh unsur Forkopimda untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan menjaga kondusivitas wilayah.
Pertemuan Gubri dan Kajati Riau, Siap Berkolaborasi Dalam Program Pembangunan
“Ini saya sebagai pimpinan baru Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, sudah seharusnya permisi dulu dengan pemilik wilayah yaitu Pak Gubernur. Setelah ini kami juga akan ke Forkopimda, tokoh-tokoh yang ada di sini, dan mungkin juga ke tempat perguruan tinggi,” ujar Kajati Riau Sutikno.
Pertemuan Gubri dan Kajati Riau, Siap Berkolaborasi Dalam Program Pembangunan
Dijelaskan, Kejaksaan Tinggi Riau siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan. Menurutnya, kerjasama lintas instansi ini dapat memaksimalkan tupoksi kejasaan serta memberikan kontribusi positif, baik bagi daerah maupun nasional.
Pertemuan Gubri dan Kajati Riau, Siap Berkolaborasi Dalam Program Pembangunan
“Banyak yang saya sampaikan kepada Pak Gubernur, kita bisa berkolaborasi mendukung kegiatan-kegiatan pelaksanaan pemerintahan yang dilaksanakan di Provinsi Riau. Kami tadi sudah minta dukungan juga untuk melakukan kegiatan tupoksi kami, supaya Kejaksaan Tinggi Riau ini bisa memberikan kontribusi yang positif, baik terhadap wilayah Provinsi Riau maupun nasional pada umumnya,” jelasnya.
Pertemuan Gubri dan Kajati Riau, Siap Berkolaborasi Dalam Program Pembangunan
Sementara itu, Gubernur Abdul Wahid menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan niat baik Kajati Riau dalam memperkuat sinergi. Ia menuturkan bahwa kehadiran Kajati sebagai bagian dari Forkopimda memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas daerah dan memastikan iklim pembangunan berjalan lancar.
“Ya, Pak Kajati ini kan beliau baru masuk di sini, beliau silaturahmi dengan kami, banyak hal yang disampaikan tadi dalam rangka bersinergi membangun Riau. Karena beliau ini adalah salah satu anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, beliau bertanggung jawab juga bagaimana daerah ini kondusif,” tutur Gubri Abdul Wahid.
Diungkapkan, suasana daerah yang aman kondusif menjadi kunci bagi tumbuhnya investasi dan keberlanjutan pembangunan. Oleh karena itu, kerja sama antara Pemprov Riau bersama Kejati Riau diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung kemajuan ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat.
“Karena kalau kondusif daerah ini tentu peluang-peluang investasi, pembangunan, segala macamnya pasti berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Di akhir pertemuan, Gubernur Abdul Wahid memberikan pantun sebagai bentuk sambutan hangat kepada Kajati Sutikno. “Kalau Tuan pergi ke kota baru, jangan lupa membeli getah. Kalau ini Pak Kajati baru datang di Pekanbaru, semoga beliau tambah betah.” pungkas Gubri Abdul Wahid dengan ramah.***(Galeri)
Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, Bidang Advokasi Sosialisasi dan Edukasi, H Zufra Irwan SE, MM Cmed, SpAp
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, Bidang Advokasi Sosialisasi dan Edukasi, H Zufra Irwan SE, MM Cmed, SpAp mengecam dengan keras sikap Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten/kota se Riau yang dikhabarkan menghapus mata anggaran kerjasama publikasi media, baik media cetak maupun online, dengan alasan efisiensi.
Dalam keterangan kepada wartawan di Pekanbaru 28/10, Zufra Irwan menegaskan, hal ini disampaikan menyikapi adanya laporan sejak beberapa waktu belakangan sejumlah perusahaan media online maupun cetak, termasuk sejumlah wartawan yang bertugas di kabupaten kota mulai berkeluh kesah. Keluhan tersebut selain, disampaikan ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau juga disampaikan ke KI Riau.
Zufra Irwan yang juga Ketua Dewan Kehormatan PWI Riau itu, mengaku benar-benar tersentak dan ingin menatang pemerintah kabupaten/kota untuk benar-benar membuka seluas-luasnya seluruh mata anggaran APBD kabupaten/kota di Riau itu.”Kalau alasan efisiensi, lalu kerjasama media dihapus, artinya sesat pemahaman dalam menyusun APBD,” kata Zufra.
Menurut Zufra, kalau memang terjadi penghapusan mata anggaran kerjasama media yang sudah bertahun-tahun ada, sama dengan kepala daerahnya mengajak masyarakat kembali masuk kepada era kegelapan masa lalu, serba tetutup dan serba rahasia.” Hari ini, APBD wajib dibuka seluas-luasnya kepada publik. Salah satu saluran resminya ya media, baik cetak maupun oline, TV maupun radio,” tutur Zufra.
Kenapa dinilai sesat pemahaman dan ingin kembali kepada ke gelapan dan tidak ingin diawasi oleh publik, kata Zufra, menghapus kerjasama media bisa saja salah satu trik agar berbagai mata anggaran yang ada di APBD tidak terpublikasi dan masyarakat tidak mendapatkan informasi dan tidak ada publik yang mengawasi.
“Lah, gimana tidak sesat pemahaman namanya dan ingin kembali ke era ketertutupan, anggaran publikasi seminim mungkin. Lalu, anggaran makan minum pejabat di bagian umum misalnya atau anggaran pimpinan makin bengkak, kebutuhan rumah tangga pejabat, nauzubillah, anggaran yang lain dihazab, manusiawikah pimpinan yang begitu,” papar Zufra.
Zufra Irwan juga mendapat keluhan dari sejumlah perusahaan media dan wartawan di Riau bahwa ada kecendrungan Dinas Kominfo kabupaten/kota termasuk Kominfo Provinsi Riau lebih mengutamakan media sosial dari pada media oline atau cetak yang selama ini kerjasama publikasi, sehingga anggaran kerjasamanya semakin “sama-samar”.
“Kalau ini memang terjadi udah semakin sesat dan ngawur implementasi efisiensi yang diharapkan.Efisiensi itu nafasnya bukan menghapus. Apakah dengan cara publikasi menggunakan media sosial interen sasaran bisa tercapai, saya yakin tidak.Karena masyarakat udah duluan tidak akan percaya, pasti yang baik-baik aja yang diekspos dan gak akan dibaca masyarakat,” ujar Zufra.
Kalau ini terjadi di Kominfo Provinsi Riau, malah bisa lebih parah. Karena, lanjut Zufra, bisa dianggap mengangkangi Pergub yang dibuat sendiri.”Publikasi melalui medsos interen apa lagi pakai biaya yang besar, payung hukumnyakan harus jelas. Sementara Pemprov Riau punya Pergub yang tegas dalam melakukan kerjasama publikasi di media.
Mudah-mudahan tidak demikian, jangan sampai kerjasama media dipersulit, lalu dengan mudah menyalurkan anggaran dengan cara disiasati,” tutur Zufra. Saya ingin menegaskan kerjasama publikasi media itu penting. Kalau ada bupati atau walikota yang sengaja menghapus, ayo mari bersatu digugat aja. Ayo debat publik buka anggaran mereka,” tegas Zufra.***(rl)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Musim panas ekstrem yang menyelimuti Riau kini membawa ancaman. Bukan sekadar panas menyengat, melainkan kobaran api dan asap pekat dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kembali meneror.
Salah satu titik api paling mengkhawatirkan muncul di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, memaksa tim gabungan berjibaku tanpa henti di tengah cuaca yang tak bersahabat.
Upaya pemadaman di lahan gambut ini telah memasuki hari kedua. Tim Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, bersama prajurit TNI, personel Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA), berada di garis depan.
Mereka menghadapi musuh yang tak terlihat, yakni bara api yang bersembunyi di kedalaman gambut. Medan yang sulit dan minimnya sumber air menjadi tantangan ganda, namun semangat untuk memadamkan api tak pernah padam demi melindungi lingkungan dan warga sekitar.
Indikasi awal menunjukkan bahwa bencana ini bukan sekadar kecelakaan alam. Komandan Regu I Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, Darmawan, mengungkapkan adanya kecurigaan kuat.
“Investigasi dari pihak desa, ini pembukaan lahan baru. Diduga ada unsur kesengajaan dan kita harap ini diproses (hukum),” katanya Rabu 29 Oktober 2025 dilansir mediacenterriau.
Lahan yang terbakar seluas sekitar 1 hektare itu terlihat baru dibersihkan, dengan sisa-sisa kayu tebangan, memperkuat dugaan adanya praktik ilegal di balik munculnya api.
Perjuangan tim di lokasi sungguh dramatis. Setelah api permukaan berhasil dipadamkan, mereka harus berhadapan dengan bara yang bersembunyi di bawah lapisan gambut, api yang dapat menyala kembali kapan saja.
Di tengah upaya pendinginan, tiupan angin kencang membuat api tiba-tiba melompat melewati tembok beton pembatas, membakar semak belukar di sisi lainnya.
“Tadi sempat ada api loncat membakar semak belukar. Jadi kami terpaksa memanjat tembok untuk memadamkan api,” ujar Darmawan, didampingi petugas TNI-Polri.
Respon cepat ini sangat krusial. Laju api yang liar berhasil dihentikan, mencegahnya mengarah ke permukiman warga yang hanya berjarak sekitar 50 meter. Peristiwa ini menunjukkan betapa berbahayanya api gambut yang bisa menyebar tak terduga.
Bahkan, pada malam sebelumnya, ketegangan sempat memuncak saat api mulai mendekati rumah-rumah warga. Petugas harus bekerja ekstra keras di bawah gelap malam untuk memutus jalur api agar tidak menelan permukiman.
“Api yang mengarah ke permukiman sudah berhasil kami cegah,” kata Darmawan.
Kini, fokus utama beralih ke jantung api, memadamkan bara di dalam gambut. Ini adalah pekerjaan yang memakan waktu dan membutuhkan banyak air, sementara ketersediaan air di lokasi sangat minim dan kedalaman gambut cukup ekstrem.
Karhutla di Kampar ini sekali lagi mengingatkan Riau pada bahaya laten yang selalu mengintai. Bukan hanya kerusakan lingkungan dan kerugian materi, tetapi juga ancaman kesehatan akibat kabut asap yang dapat melumpuhkan aktivitas publik.**(mr)