Pansus Perubahan Tata Tertib (Tatib) DPRD Kabupaten Bengkalis melakukan pertemuan ke DPRD Kota Medan terkait perubahan tata tertib DPRD Kab. Bengkalis, pada Kamis (16/06/2022).
SegmenNews.com- Pansus Perubahan Tata Tertib (Tatib) DPRD Kabupaten Bengkalis melakukan pertemuan ke DPRD Kota Medan terkait perubahan tata tertib DPRD Kab. Bengkalis, pada Kamis (16/06/2022).
Rombongan Pansus Tatib DPRD Kabupaten Bengkalis di ketuai oleh Hendri, S.Ag yang didampingi wakil ketua I Syahrial, ST., M.Si disambut oleh Sekretaris DPRD kota Medan Mhd. Ali Sipahutar.***(Galeri Foto)
Galeri Foto:
Pansus Perubahan Tata Tertib (Tatib) DPRD Kabupaten Bengkalis melakukan pertemuan ke DPRD Kota Medan terkait perubahan tata tertib DPRD Kab. Bengkalis, pada Kamis (16/06/2022).Rombongan Pansus Tatib DPRD Kabupaten Bengkalis di ketuai oleh Hendri, S.Ag yang didampingi wakil ketua I Syahrial, ST., M.SiTatib ini benar benar dapat disusun seoptimal mungkin untuk kepentingan DPRD dalam menjalankan tiga tugas pokok
Draft Perubahan Tatib Disusun Seoptimal Mungkin demi Kelancaran Kegiatan DPRDPansus Perubahan Tata Tertib (Tatib) DPRD Kabupaten Bengkalis melakukan pertemuan ke DPRD Kota MedanSuasana pertemuan Pansus Perubahan Tata Tertib (Tatib) DPRD Kabupaten Bengkalis melakukan pertemuan ke DPRD Kota Medan
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Hari ketiga digelarnya Pekanbaru Raya Fair & Expo 2022 siswa-siswi dari SD Santa Maria Pekanbaru mengunjunginya stand milik Disketapang Pekanbaru.
Para siswa tertarik terhadap penampakan media hidroponik dan pengujian pangan segar yang dilakukan oleh tim Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan yang memang telah dibuka lapaknya sejak hari pertama pagelaran pameran ini dilaksanakan.
Bidang konsumsi dan keamanan pangan melalui Sub Koordinator Keamanan Pangan Ceria Dona menerangkan dengan apik terkait keberadaan hidroponik dan giat pengujian pangan segar yang dilaksanakan dihadapan siswa siswi yang sedang melakukan kunjungan.
Perempuan yang akrab disapa dengan sebutan Dona ini menyampaikan bahwa Hidroponik secara sederhana dapat diartikan cara bercocok tanam dengan menggunakan air tanpa menggunakan tanah. Salah satu Keuntungan yang disebutkannya adalah tidak memerlukan lahan yang luas serta memudahkan dalam proses pemanenannya.
“Bercocok tanam dengan Hidroponik sangat sesuai di daerah perkotaan seperti Pekanbaru ini,” ujar Dona.
Dia menambahkan untuk hasil yang memadai, Hidroponik memerlukan biaya dalam pembuatan medianya namun itu dapat diakali melalui pemanfaatan barang-barang harian yang ada di rumah masing-masing.
Anggota tim yang juga sedang piket stand, Arpis, Fitri dan Nopen menyebutkan bahwa uji sampel yang dilakukan di stand Ketapang ini adalah untuk menguji keamanan terhadap pangan segar.
Mereka mencontohkan dengan mengambil sayuran yang ada di media hidroponik stand, lalu dilakukan praktek uji sampel dengan menggunakan rapid test kit di hadapan para siswa. Trio tim Ketapang ini menerangkan bahwa jika uji sampel dengan hasil biru berarti negatif yang artinya aman pestisida, sementara jika warnanya merah berarti positif yang artinya mengandung pestisida.
Lebih lanjut disela-sela kunjungannya ke stand Disketapang, Kepala Disketapang Pekanbaru Alek Kurniawan mengapresiasi atas pelayanan yang diberikan anggota timnya terhadap kunjungan siswa-siswi dari SD Santa Maria.***(dmf)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Puluhan warga Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Riau karena mengalami luka-luka, Minggu (19/6/2022).
Sebagian dari mereka mengalami luka di bagian kepala. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak turut menjadi korban dalam insiden yang diduga konflik lahan tersebut.
Dari video berdurasi beredar terlihat wanita dewasa yang tengah menggendong anak kecil mengalami luka pada bagian kepala.
Sekelompok warga yang berkumpul dalam satu rumah serta ada yang membawa sajam.
Dilansir Klikmxcom, Kepala Desa Terantang, Asmara Dewi saat dikonfirmasi mengatakan, dari informasi yang Ia dapat, kejadian bermula saat warga mendatangi lokasi kebun Koperasi Iyo Basamo.
Saat di depan pintu masuk, warga dihadang pihak pengamanan dari koperasi yang membawa senjata tajam dan senjata lainnya untuk menghadang warga.
Selang tak berapa lama, antara kedua belah pihak terjadi bentrok. Sehingga menimbulkan korban dari pihak warga yang dihadang oleh pihak pengamanan.
“Saat ini warga yang luka-luka sedang dibawa berobat. Karena dari berapa warga ada yang terkena senjata tajam dari pihak pengamanan koperasi,” katanya.
Belum diketahui secara pasti penyebab dari peristiwa tersebut. Namun, korban luka-luka saat ini telah berada di IGD RS Bhayangkara Polda Riau untuk mendapat perawatan dan visum.
Saat dicoba mengkonfirmasi kepada salah seorang warga terkait insiden tersebut, mereka tidak mau bicara.
“Mohon ya kepala saya masih sakit, nanti dulu,” ucap seorang wanita yang diduga jadi korban konflik tersebut.
Hingga saat ini, rombongan korban konflik masih berada di RS Bhayangkara dan akan membuat laporan ke Polda Riau.
Sebelum berita ini dirilis, sejumlah awak media mencoba mengkonfirmasi kepada Kapolres Kampar AKBP Rido Purba. Namun hingga saat ini belum membuahkan hasil. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp masih centang dua abu-abu dan belum dibalas.***(rn)
Pekanbaru(SegmenNews.com)– Kasus positif Covid-19 di Provinsi Riau merangkat naik. Saat ini kasus aktif sudah mencapai 19 orang, 4 orang diantaranya dirawat di rumah sakit.
“Iya kasus aktif kita sampai hari ini ada 19 orang, dengan rincian 4 orang dirawat di rumah sakit dan 15 orang isolasi mandiri di rumah,” kata Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Riau, dr Surya Hajar Fitria Dana Sp.P,(K).FISR.FICCP, Minggu (19/6/2022).
Meski demikian, Surya Hajar memastikan jika peningkatan kasus saat ini bukan disebabkan adanya kasus subvarian Omicron.
“Sampai hari ini belum kita temukan kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Kasus saat ini Covid-19 biasa. Bahkan secara umum pasien bergejala ringan, adapun yang dirawat di rumah sakit karena ada penyakit bawaan,” terangnya.
Lebih lanjut Surya Hajar menyampaikan kasus harian di Provinsi Riau. Dimana hari ini terdapat 1 kasus baru. Dengan adanya penambahan 1 kasus, maka total kasus aktif di Riau menjadi 19 orang.
“Untuk pasien yang dinyatakan sembuh dan meninggal dunia hari ini tidak ada.
Sehingga total kumulatif kasus konfirmasi hingga saat ini 150.486 orang,” tukasnya.***(mc)
Grup APRIL Komit Turunkan 50 Persen Angka Stunting di Riau
Pelalawan(SegmenNews.com)- Program penurunan angka stunting mendapat perhatian serius dari Pemerintah. Berbagai kebijakan diambil untuk mencapai angka 14 persen prevalensi stunting di tahun 2024. Salah satunya dengan mengalokasikan dana Rp44,8 triliun untuk menurunkan angka stunting di tahun 2022.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan dana tersebut diarahkan untuk menurunkan angka stunting demi terciptanya lingkungan bekerja, rumah tangga dan kesehatan yang lebih baik.
Wamenkeu menegaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang memiliki implikasi kepada generasi penerus, berimplikasi kepada kehidupan, produktivitas, hingga kepada kehidupan ekonomi, produktivitas dan kemajuan ekonomi Indonesia.
Program Stunting PMT Posyandu
“Arahan Bapak Presiden, kita akan menurunkan prevalensi stunting menuju 14 persen pada tahun 2024. Saat ini, kita masih cukup tinggi di sekitar 24 persen lebih. Ada kemajuan, namun kemajuan ini harus lebih cepat kita upayakan,” ujarnya dalam Sosialisasi Arah Kebijakan DAK Stunting Tahun 2023, baru-baru ini, Selasa (14/06/2022) secara daring.
Sementara itu, prevalensi stunting di Provinsi Riau pada tahun 2021 sebesar 22,3 persen. Angka ini memang sedikit lebih baik daripada rata-rata prevalensi stunting di Indonesia. Namun demikian tetap diperlukan perubahan lebih cepat untuk mencapai 14 persen pada tahun 2024 atau harus diturunkan sebesar 3 persen per tahun.
Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan upaya penurunan angka stunting membutuhkan intervensi gizi pada lokasi dan kelompok sasaran prioritas yaitu rumah tangga 1000 hari pertama kehidupan. Untuk mencapai tujuan tersebut membutuhkan konvergensi intervensi di lintas sektor.
“Pemerintah terus memantau dan mengevaluasi hasil kinerja dari pembinaan dan pengawasan serta komitmen kepala daerah dalam menurunkan angka stunting ini,” jelasnya lagi.
Upaya penurunan angka stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak termasuk pemerintah daerah dan desa/kelurahan, akademisi, media, swasta, lembaga swadaya masyarakat dan sebagainya.
Salah satu pihak swasta yang aktif mendukung program prioritas pemerintah tersebut adalah PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Perusahaan bagian dari grup APRIL ini bertekad menurunkan angka stunting sebesar 50 persen di Provinsi Riau, di mana tercatat 16.275 orang atau 10,9 persen dari jumlah balita stunting pada tahun 2019.
Langkah ini sejalan dengan komitmen transformatif APRIL2030 pada pilar Kemajuan Inklusif (Inclusive Progress) yang telah diluncurkan akhir 2020 lalu.
Koordinator Program Kesehatan CD RAPP, Purwowidi Astanto menjelaskan ada dua pendekatan dalam menjalankan program penurunan angka stunting. Pendekatan pertama melalui program pemberdayaan masyarakat (community empowerment) yang telah dilakukan secara intensif bersama dengan masyarakat desa di sekitar area operasional perusahaan dan pendekatan kedua dengan menciptakan lingkungan yang kondusif.
“Salah satunya kegiatan training of trainer konseling pemberian makan bayi dan anak (PMBA) bagi petugas gizi Puskesmas yang kita laksanakan bagi Kabupaten Pelalawan dan Siak pada bulan Juni ini kemudian menyusul tiga Kabupaten lainnya, Kampar, Kuansing dan Kepulauan Meranti,” ujarnya, Minggu (18/6/2022) di Pangkalan Kerinci.
Widi menambahkan sederetan kegiatan pelatihan juga dilaksanakan seperti edukasi dan kampanye kesehatan bagi para kader posyandu, ibu hamil, anak dan balita di daerah sasaran.
Kegiatan tersebut di antaranya pelatihan penyelenggaraan Posyandu, pelatihan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat (PKBM), pelatihan konseling PMBA, pelatihan manajemen terpadu balita sakit berbasis masyarakat (MTBS-M) dan pelatihan higienitas dan sanitasi.
Kemudian juga dilakukan promo-edukasi kesehatan dan gizi, monitoring dan evaluasi kegiatan Posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT) dan penyuluhan, pemulihan bagi anak balita gizi buruk, BGM (bawah garis merah) dan ibu hamil KEK (kekurangan energi kronis).
Selain itu, untuk pengembangan Posyandu, CD RAPP juga menyerahkan bantuan antropometri kit kepada Posyandu binaan, menggelar lomba-lomba Posyandu serta pengembangan media komunikasi, informasi dan edukasi sebagai bagian dari kampanye kesehatan kepada para penerima manfaat.
“Di tingkat masyarakat, kegiatan percepatan penurunan angka stunting telah diimplementasikan di 295 Posyandu tersebar di 131 desa, 27 kecamatan di lima Kabupaten di Provinsi Riau,” paparnya.
Demi menyukseskan seluruh rangkaian dan tujuan dari program stunting ini, RAPP berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat Kabupaten dan Provinsi, terutama yang berperan aktif dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), seperti Bappedalitbang, BKKBN Provinsi Riau, Dinas Kesehatan, Bapelkes, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan sebagainya.***(rl)
Polres Rohul Gelar Open Turnamen Catur, Meriahkan HUT Bhayangkara ke-76
Rohul(SegmenNews.com)- Polres Rokan Hulu (Rohul menggelar Open Turnamen Catur yang akan diikuti ratusan pelajar SD, SMP, SMA, wanita dan peseta umum se Kabupaten Rokan Hulu selama 2 hari Selasa dan Rabu (21/22/06/22). Kegiatan ini digelar di Komplek Water Froncyty Pujasera Kelurahan Pasir Pengaraian.
Hal ini terlihat dalam rapat Panitia Minggu (19/06) di Bofet Intan Pujasera yang dipimpin Kasat Bimas AKP Hermawan didampingi Kasat Intel AKP Syaiful,dan beberapa orang Atlit catur.
Kapolres Rohul melalui Kasat Bimas AKP Hermawan disela-sela rapat mengatakan, turnamen catur yang diikuti para Atlit se Rohul itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun(HUT) Bhayangkara ke 76 tahun 2022.
Dengan tujuan untuk menyatukan persepsi bersempena dengan mecari bibit-bibit di cabang olah raga Catur yang ada di Rokan Hulu.
“Open turnamen catur ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-76 juga untuk mencari bibit-catur di Rokan Hulu,” ujar Hermawan didampingi Kasat Intel AKP Syaiful.
Hermawan juga menambahkan turnamen catur ini akan dilaksanakan selama dua hari yakni hari Selasa dan Rabu(19-20/06) di Koplek Pujasera,dan seluruh persiapan yang diperlukan untuk turnamen termasuk wasit sudah di persiapkan.
“Kita sudah melayangkan undangan kepada seluruh sekolah untuk mengirimkan para atlitnya pada perhelatan tersebut sedangkan bagi peserta umum yang tidak mendapat undangan yang ingin ikut bertarung supaya mendaftarkan diri kepada Panitia,” ujar Hermawan yang juga Mantan Kapolsek Rambah tersebut.
Kasat Bimas juga menyampaikan turnamen yang akan dibuka langsung oleh Kapolres Rohul AKBP Wimpianto Hardjito akan di Hadiri Ketua Percasi Rohul,para Perwira Polres Rahul Lurah Pasir pengaraian,DPRD dan lainnya.
Hermawan juga menghimbau kepada Maayarakat supaya bersama-sama datang ke Pujasera untuk menyakaikan perhelatan yang akan dilakaanakan ini mulai pukul 7.00 WIB pagi sampai pukul 17.00 WIB Sore-(yus)
Tertinggi di Kalbar, PLN Bangun Tower Setinggi 123 Meter Lintasi Sungai Kapuas
Kalimantan Barat(SegmenNews.com)- PT PLN (Persero) membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Sanggau-Sekadau sebagai tower tertinggi di Kalimantan Barat. Hal ini menjadi bentuk keseriusan perusahaan meningkatkan keandalan pasokan listrik serta menjaga kesinambungan aktivitas pelayaran di wilayah yang dilintasi infrastruktur tersebut.
Manager Unit Pelaksana Proyek Kalbagbar 1 Pontianak, Hendri Iriawan mengatakan, PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) tengah membangun SUTT 150 kilovolt (kV) Sanggau-Sekadau yang melintasi Sungai Kapuas di 3 lokasi. Sungai terpanjang di Indonesia yang dilintasi tower itu memiliki bentangan yang cukup lebar, yakni antara 675 hingga 767 meter untuk dilalui jalur transmisi tersebut.
“Memperoleh julukan sebagai Provinsi Seribu Sungai, Kalimantan Barat memiliki sungai-sungai yang bisa dilayari hingga ke pelosok daerah. PLN pun harus menyesuaikan dengan kondisi alam saat membangun infrastruktur kelistrikan, ” kata Hendri.
Menurut Hendri, pada umumnya tower 150 kV yang dibangun PLN memiliki tinggi sekitar 34 meter, namun PLN membangun tower-tower spesial yang khusus dirancang karena melintasi Sungai Kapuas yang aktif dilintasi oleh kapal-kapal. Sesuai izin perlintasan sungai yang berlaku dan dengan perhitungan teknis, terdapat dua tower dibangun setinggi 105 meter, dua tower setinggi 120 meter, dan dua tower lainnya setinggi 123 meter.
“Tower setinggi 123 meter tersebut saat ini merupakan yang tertinggi di Kalbar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, tantangan dalam pembangunan tower yang memiliki tinggi 4 kali lipat dari tinggi tower normal ini juga jauh lebih besar. Tantangan utama yang dihadapi antara lain saat proses langsir material dan peralatan menuju lokasi pembangunan yang sebagian berada di seberang sungai.
“Belum lagi saat penarikan kabel konduktor antar tower yang melintasi sungai. Lebih menantang karena harus diangkut dengan perahu dan sejenisnya. Tentu kami tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja selama proses pembangunan,” jelasnya.
Hendri menyebutkan transmisi Sanggau-Sekadau ini akan menghubungkan jaringan Tayan-Sanggau yang telah beroperasi dan juga Sekadau-Sintang yang telah selesai dibangun.
“Bila _line_ 1 maupun _line_ 2 SUTT 150 kV Sanggau-Sekadau-Sintang ini telah berhasil dialiri listrik, maka suplai listrik ke daerah Sekadau, Sintang dan sekitarnya akan menjadi lebih andal karena ditunjang oleh pasokan listrik dari Sistem Khatulistiwa. Selain itu dapat juga menghentikan penggunaan 4 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang hingga saat ini masih beroperasi,” imbuhnya.
Keempat PLTD tersebut ialah PLTD Menyurai, Anggreko, dan Makro di Sanggau serta Suak Payung di Sekadau dengan total kapasitas total 18,6 megawatt (MW).***(rl)
Bupati Secara Resmi Buka Grand Final Bujang dan Dara Rohil
Rohil(SegmenNews.com)- Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong secara langsung membuka Grand Final bujang dan dara Kabupaten Rohil yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Olah Raga (Dispora), Sabtu (18/6/2022) malam.
Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Misran Rais tersebut tampak dihadiri ketua tim penggerak PKK Sanimar, Kajari Rohil Yuliarni Appy SH MH, Kadispora Rohil Budiman serta berbagai unsur lainnya.
Ketua Panitia acara Upi Hamdani mengatakan bahwa, maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut agar generasi muda dapat melestarikan budaya melayu meski berada di era modern saat ini serta bisa menjadi duta daerah dan mempromosikan daerah baik ditingkatkan Provinsi bahkan Nasional.
Peserta sendiri lanjutnya, terdiri dari pelajar sebanyak 25 orang finalis. Dimana, kegiatan dilaksanakan dari tanggal 16 sampai 18 juni 2022 dengan pembiayaan berasal dari APBD Rohil.
Salah satu pelaku ekonomi kreatif yang diwakili Ami dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemda Rohil atas peluang yang diberikan terhadap para pelaku ekonomi kreatif dalam acara bujang dan dara dalam bentuk bazar.
Ami menerangkan bahwa Rohil memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat luar biasa.
“Perkembangan ekonomi kreatif di Rohil sangat luar biasa dan perkembangan nya diatas rata-rata. Hal tersebut bisa dilihat dengan adanya perkembangan dari para pelaku usaha yang mengikuti stand dan audisi baik tingkat kabupaten maupun nasional selalu masuk dalam 5 besar,” katanya.
Hal ini sebutnya, tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah salah satunya tim penggerak PKK yang selalu aktif dalam memberikan bimbingan serta dukungan.
“Selaku pegiat ekonomi kreatif, kami berharap dengan adanya bujang dan dara ini dapat memperkenalkan produk ekonomi kreatif yang dimiliki Kabupaten Rohil baik tingkat nasional bahkan internasional,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Rohil Afrizal Sintong dalam sambutannya memberikan apresiasi atas pelaksanaan audisi bujang dan dara yang inisiasi oleh Dispora Kabupaten Rohil.
Namun, Bupati menegaskan agar dalam pelaksanaan seleksi bujang dan dara dilakukan secara betul-betul oleh para dewan juri.
“Acara ini sangat luar bisa yang dilaksanakan Dispora, kita ingin seleksi ini betul-betul karena pemenang nantinya akan tampil di tingkat Provinsi, lebih banyak peserta sebenarnya lebih baik,” tegas Bupati.
Pelaksanaan bujang dan dara ini tambahnya, harus di dukung sepenuhnya. Sebab, para pemenang nantinya memiliki tugas seperti menjaga marwah daerah dan menjadi duta daerah.
“Seleksi harus mengikuti aturan dan kriteria yang telah ditentukan agar nantinya kita tidak malu saat mengirimkan nya ke tingkat Provinsi. Dari segi anggaran akan kita berikan dukungan. Kedepan saya berharap Dinas Pariwisata mampu membawa nama baik Kabupaten Rohil,” pungkasnya.
Untuk dewan juri sendiri berasal dari Dispora Riau, Ketua PKK Kabupaten Rohil Sanimar dan Kajari Rohil Yuliarni Appy SH MH .
Setelah melewati proses dan seleksi yang cukup sengit, pemenang Bujang Rohil tahun 2022 adalah finalis 05 asal Kecamatan Bagan Sinembah atas nama Aji Resta Ariawan. Sementara Dara Rohil 2022 finalis nomor urut 24 atas nama Vivi Gustia Ningsih asal Tanah Putih Tanjung Melawan.(Chan)
HUT Bhayangkara ke-76, Kapolres Rohil Pimpin Bakti Kesehatan
Rohil(SegmenNews.com)- Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto, SH, SIK memimpin kegiatan bakti kesehatan berupa vaksinasi masal, sunatan masal, USG Gratis dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat serta pelaksanaan vaksinasi dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke 76.
Kegiatan bakti kesehatan tersebut dilaksanakan di Gedung Tunggal Panaluan Polres Rokan Hilir, sementara untuk kegiatan gerai vaksinasi diadakan didepan Mako Polsek Tanah Putih dan Gerai Vaksin Sidorejo Didesa Sekeladi Kecamatan Tanah Putih pada Jumat 17 Juni 2022
Hadir dalam kegiatan bakti kesehatan, Waka Polres Kompol Franki Tambunan, ST, Kabag Ops Kompol Try Budiyanto, SH. SIK, Kabag SDM Kompol James Sibarani, SH. MH, Kapolsek Tanah Putih Kompol Daud Sianturi, Danyon Den – B Menggala Junction Kompol Petrus Simamora.
Selanjutnya turut hadir Dr. Suratmin, S.Pa Ketua IDI Kabupaten Rokan Hilir, Kasi Dokkes Polres Rohil Penda Siti Arta Lasmaroha S. Kep, Tim Care Brimob Den B Menggala Junction Pengurus Bhayangkari Cabang Rokan Hilir Para Dokter IDI, Staf Puskesmas Sedinginan dan Personil Polsek Tanah Putih.
Dalam proses khitanan massal, tampak terlihat canda dan tawa Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto, SH, SIK dihadapan anak-anak pada saat mengikuti proses khitanan massal yang berlangsung sambil memberikan bingkisan berupa Sarung,Baju Koko dan Peci.
Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto, SH, SIK melalui Kasi Humas AKP Juliandi SH mengatakan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini bertujuan memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa Polres Rokan Hilir ikut mendukung kesehatan masyarakat yang ada di wilayah kecamatan Tanah Putih.
Kemudian untuk gerai vaksinasi digelar sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat yang ada di wilayah kabupaten Rokan Hilir dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kata AKP Juliandi
Alhamdulillah..Kemarin kegiatan bakti kesehatan dan gerai vaksin semuanya berjalan lancar dan aman. Kegiatan Sunat Masal diikuti sebanyak 86 orang,USG Ibu hamil 32 orang,Pemeriksaan Kesehatan 26 orang dan kegiatan vaksinasi covid-19 diwilayah tanah putih diikuti 360 orang.
Ditambahkan AKP Juliandi, rangkaian dari kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke 76. Melalui bakti kesehatan yang diadakan Polres Rokan Hilir bisa memberikan manfaat yang baik dan juga meningkatkan sinergi dengan masyarakat setempat.(Chan)
Pekanbaru(SegmenNews com)- Masyarakat diminta tak perlu panik akan kebutuhan hewan kurban di Riau. Pasalnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, puluhan ribu sapi telah dipasok dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bali, Sumatera Barat.
Dari tiga provinsi tersebut, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi pemasok terbanyak hewan ternak sapi. Kemudian, disusul Provinsi Bali dan Sumatera Barat (Sumbar).
“Insya Allah ketersediaan hewan kurban cukup. Kita sudah pasok ribuan sapi terbanyak dari NTT. Ada juga Bali dan Sumbar,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau, Herman, Kamis (16/6/22).
Dijelaskan Herman, kebutuhan hewan kurban di Riau sebanyak 42 ribu. Diperkirakan dia, 70 persen pasokan sapi kurban sudah masuk ke Riau.
“Saat ini udah tersuplai di masing-masing daerah sesuai kebutuhan. Hewan ternak yang didatangkan jenis sapi madura,” jelasnya.
Dikatakan dia, untuk sisa pasokan sapi kurban dari NTT dan Bali saat ini masih dalam perjalanan, semuanya diangkut melalui jalur darat.
“Inikan ada beberapa pemasoknya. Yang jelas dalam perjalanan dan hampir sampai ke Riau,” kata Herman.
Ada pun alasan dipilihnya angkutan jalur darat, lantaran perhitungan dari sisi bisnis atau minim resiko apabila dibandingkan melalui jalur laut.
“Sebenarnya kalau biaya lebih murah laut. Walau pun lebih cepat, tapi resiko tinggi. Pemasok tentu pertimbangan bisnis. Resiko darat lebih minim, tapi waktunya memang agak lama,” ujar Herman.
Khusus untuk hewan kurban yang didatangkan dari Sumbar, menurut Herman, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dua provinsi, NTT dan Bali.
Pasalnya, Sumbar termasuk wilayah yang banyak terdapat kasus Penyakit Mulut dan Kuku( PMK).
Namun, karena kebutuhan sapi kurban harus dicukupi, maka Pemprov Riau memberikan keringanan memperbolehkan mendatangkan sapi dari Sumbar dengan pemeriksaan kesehatan ketat.
Setiap hewan sapi dipasok, Pemprov Riau berkewajiban mencek atau konfirmasi langsung ke dinas terkait dan tempat ternak sapi tersebut. Hal ini untuk memastikan sapi yang dipasok benar-benar terbebas dari PMK.
“Memang Sumbar banyak kasus PMK. Makanya kita perketat setiap hewan yang akan dipasok wajib ada surat kesehatannya. Kita cek langsung kondisi realnya. Kita tidak mau jadi masalah. Karena kita memang butuh,” papar Herman lagi.(mc)