Beranda blog Halaman 723

IKAMI Sulsel Priode 2021 – 2022 Cabang Inhil Dilantik

Tembilahan(SegmenNews.com)- Dengan menggunakan Songko Recca ciri Khas Bugis, Wakil Bupati H.Syamsuddin Uti menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajaran Sulawesi Selatan (IKAMI Sul-Sel) Cabang Indragiri Hilir Periode 2021 – 2022, Minggu (21/11/2021) di Aula Hotel Top 5

Turut hadir, PB IKAMI Sul-Sel Pusat, Sekertaris KKSS Kota Pekanbaru, Ketua Umum KKSS Inhil beserta jajaran, organisasi Kepemudaan dan paguyuban yang ada di Kabupaten Inhil.

Pelantikan pengurus IKAMI Sul-Sel Priode 2021-2022 Cab.Inhil Oleh PB IKAMI Sul-Sel ini diharapkan dapat membawa nama besar IKAMI Sul-Sel juga dilaksanakan Dialog Kebudayaan dengan menghadirkan 3 orang Narasumber yaitu; Rekor UNISI, Ketua Umum KKSS Inhil dan Sekretaris KKSS Kota Pekanbaru.

Dalam sambutannya saat menghadiri pelantikan IKAMI Sul-Sel ini Wakil Bupati H.Syamsuddin Uti mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus yang baru ini semoga dapat mengemban amanah yang dipercayakan.

Beliau juga mengingatkan, bahwa organisasi IKAMI yang telah berdiri semenjak tahun 1961 yang lalu dan merupakan organisasi yang besar telah banyak ikut andil dalam pembangunan Bangsa Indonesia khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir ini.

Untuk itu, diharapkan SDM yang dimiliki oleh organisasi dimana sebagian besar anggotanya mahasiswa dan pelajar untuk terus di pertahankan dan dikembangkan kedepannya. Khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir yang telah memiliki perguruan tinggi salah satunya UNISI.

Beliau juga mengajak kepada seluruh organisasi paguyuban untuk saling bekerjasama dalam rangka pembangunan Kabupaten Inhil yang kita cintai.

Mengakhiri sambutannya, Wabup H.Syamsuddin Uti tetap mengingatkan kepada seluruh pengurus dan organisasi paguyuban yang hadir untuk tetap mengikuti himbuan Protokoler Kesehatan.***(Ibn)

Dinas PUPR Pasang Box Culvert di Jalan 70 Tenayan Raya

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru melakukan pekerjaan pembangunan Jalan 70 saat ini. Progres terbaru, Dinas PUPR memasang box culvert (gorong-gorong ukuran besar) di salah satu lokasi di Jalan 70, Kecamatan Tenayan Raya.

Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Minggu (21/11), mengatakan, pihaknya membangun sistem drainase di Jalan 70. Drainase yang dibangun berukuran besar.

“Kami menggunakan box culvert untuk drainase di Jalan 70. Pemasangan box culvert ini sangat dirasakan manfaatnya.  Box culvert ini menggunakan sistem tanam. Dengan adanya box culvert ini, Jalan 70 akan terbebas dari genangan air terutama saat turunnya hujan dengan intensitas tinggi,” ucap Indra Pomi.***(ch/PKU)

Zulhelmi Apresiasi Pemprov dan KI Riau atas Penerapan UU KIP

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Asisten 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pelalawan, Zulhelmi mengapresiasi Pemerintah Provinsi Riau atas terselenggaranya kegiatan implementasi Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

Kegiatan implementasi tersebut diikuti masyarakat, aparatur pemerintah desa dan aparatur PPID se – Kabupaten Pelalawan. Digelar di Pekanbaru, Sabtu (20/11/2022).

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah provinsi Riau melalui KI (Komisi Informasi) Riau atas dilaksanakannya kegiatan ini,” ujar Zulhelmi.

Ia mengungkapkan Kabupaten Pelalawan akan terus berupaya dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, transparan, efektif, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami akan terus berupaya dengan baik dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, transparan dan efektif sesuai dengan keinginan kita bersama,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, untuk mewujudkan penyelenggaraan tersebut tentu memerlukan peran dari stake holder dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Dibarengi peningkatkan, pengelolaan, dan pelayanan informasi serta Badan Publik dalam menghasilkan layanan informasi yang berkualitas.

“Dengan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau Good Governance ini tentu dapat meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik,” lanjutnya.

Selain itu, ia menuturkan terdapat salah satu bentuk kewajiban publik untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pelayanan publik. Seperti menyediakan sarana, prasarana, fasilitas pelayanan publik guna dapat mendukung terciptanya pelayanan yang berkualitas.***(chir/mc)

Avanza Xenia Solution Rokan Hulu Siap Gencarkan Kegiatan Sosial

Avanza Xenia Solution Rohul Siap Gencarkan Kegiatan Sosial

Rohul(SegmenNews.com)- Member Avanza Xenia Solution (AXS) Kabupaten Rokan Hulu segera menggencarkan kegiatan-kegiatan sosial dalam membantu sesama di wilayahnya.

Rencana tersebut tercerus pada saat kegiatan rutin bertajuk Kopi Darat (Kopdar) di wilayah salah satu anggota, Iman di Kecamatan Rambah Samo, Minggu (21/11/2021).

Dijelaskan Moderator AXS Rokan Hulu, Rizuan Ibis, dalam kegiatan rutin Kopdar sebagai ajang silaturahmi dan saling sharing dibidang otomotif itu, mereka juga berencana akan melakukan berbagai kegiatan sosial.

Diantaranya memberikan santunan anak yatim piatu, memberikan donasi untuk rumah tahfiz dan rumah ibadah, serta melakukan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan yang dibutuhkan.

“Untuk bulan depan dijadwalkan kegiatan akan dilaksanakan di rumah om Rizal di Sontang, Bonai Darussalam. Sekalian kunjungan dan penyerahan donasi AXS Rohul untuk rumah tahfiz di Desa Sontang, semoga kegiatan ini berjalan dengan baik,” sampainya kepada segmennews.com.

Disamping itu, Rizuan juga mengajak seluruh lapisan masyarakat yang ingin ikut bergabung bersama komunitas AXS Kabupaten Rokan hulu.

“Komunitas ini tidak dibatasi jenis dan merek apa mobilnya. Siapa saja bisa bergabung,” jelasnya

Rizuan berharap kegiatan-kegiatan sosial AXS Kabupaten Rokan Hulu yang akan dilaksanakan nantinya bisa membawa manfaat bagi masyarakat luas.***(Segmen1)

Polsek Tanduk Bekuk Dua Maling Buah Sawit

Rohul(SegmenNews.com)-Dua warga Desa Sungai Kuning, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu inisial DS dan Das dibekuk Polsek Tandun Polres Rohul sabtu (21/11/2021), diduga mencuri buah sawit milik PTPN V Kebun Sri Tapung.

Penangkapan tersebut berawal dari laporan Masyarakat kepada Polsek Tandun. Sesuai dengan Laporan tersebut Kapolsek  AKP Sodarman Sinaga SH,memerintahkan beberapa  anggotanya turun ke Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) Afd IV BLok 28 – J PTPN VKebun Sei Tapung Desa Sei Kuning, Sabtu  (20/11/2021)siang.

Kapolres Rohul melalui Paur Human AIPDA Mardiono SH minggu (21/11)membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan barang Bukti (BB) berupa Tiga karung goni Brondolan Buah Kelapa Sawit dan Satu Unit Sepeda Motor merk Revo tanpa nopol.

“Atas kejadian tersebut pelapor dalam hal ini PTPN V kebun Sei Tapung mengalami kerugian sebesar Rp 420.000, dan saat ini kedua pelaku beserta barang bukti diamankan Di Mapolsek Tandun untuk diproses secara hukum yang berlaku.(yus)

PLN harapkan pemerintah memberikan kebijakan insentif untuk kendaraan Listrik seperti LCGC

Tangerang Selatan(SegmenNews.com) – PT PLN (Persero) berharap pemerintah memperluas regulasi program kendaraan _Low Cost Green Car_ (LCGC) menjadi _Low Carbon Emission_ Vehicle (LCEV). Hal ini untuk mendorong ekosistem kendaraan listrik di Indonesia demi mencapai target karbon netral pada 2060.

Program pemerintah terkait Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar dan Harga Terjangkau (KBH2) atau Low Cost Green Car (LCGC) sudah dijalankan pemerintah sejak 2013. Namun, perlu adanya pembaruan kebijakan terkait LCGC, seiring perkembangan teknologi dan isu lingkungan yang semakin kuat.

Peluncuran varian mobil listrik diharapkan dapat mendorong makin banyak orang memiliki mobil, mengurangi subsidi bahan bakar, dan untuk berkompetisi dengan mobil impor, serta memperbanyak lapangan kerja di dalam negeri.

Terbaru, Presiden Joko Widodo menyampaikan suplai energi di Indonesia 67 persen berasal dari batu bara, 15 persen bahan bakar atau _fuel_ dan 8 persen gas. Apabila Indonesia dapat mengalihkan energi tersebut maka akan berdampak pada keuntungan pada neraca pembayaran.

“Kalau kita bisa mengalihkan ke energi lain misalnya mobil diganti dengan listrik semuanya, karena PLN _oversupply_, maka pasokan dari PLN terserap dan impor minyak Pertamina menjadi turun,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, transisi energi ini tidak bisa ditunda-tunda. Perencanaan sudah harus mulai disiapkan. Peralihan menuju energi yang lebih ramah lingkungan adalah salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan perubahan iklim.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan kesiapan pemerintah memasuki era kendaraan listrik. Peta jalan pengembangan industri otomotif pun disesuaikan dengan upaya mengurangi emisi karbon.

Kemenperin pun telah mengeluarkan dua peraturan Menteri Perindustrian. Pertama, Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi Teknis, Roadmap EV dan Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Selanjutnya, Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 28 Tahun 2020 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dalam Keadaan Terurai Lengkap dan Keadaan Terurai Tidak Lengkap sebagai bagian tahap pengembangan industrialisasi KBLBB di Indonesia.

“Hingga 2030, industri dalam negeri ditargetkan dapat memproduksi mobil listrik dan bis listrik sebanyak 600 ribu unit. Dengan angka tersebut, diharapkan konsumsi BBM dapat berkurang sebesar 3 juta Barrel serta menurunkan emisi CO2 sebanyak 1,4 juta Ton,” jelas Menperin.

Target ini ditetapkan untuk mendukung pemenuhan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen pada 2030. Untuk memenuhi target tersebut, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73/2019 Jo PP 74/2021 yang merevisi aturan tarif PPnBM bagi kendaraan bermotor berdasarkan tingkat konsumsi bahan bakar dan emisi CO2.

“Tentunya insentif PPnBM tersebut hanya diberikan untuk kendaraan bermotor produksi dalam negeri yang memenuhi persyaratan pendalaman manufaktur atau TKDN dalam rangka menarik investasi di sektor perakitan kendaraan bermotor, industri komponen, serta infrastruktur pendukungnya,” kata Agus.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengakui, jika saat ini harga mobil listrik dengan spesifikasi yang setara LCGC masih lebih mahal. Namun, seiring perkembangan teknologi, terutama perkembangan baterai yang harganya sepertiga dari keseluruhan mobil, tentunya ke depan mobil listrik akan semakin murah.

“Produsen otomotif China sudah memproduksi mobil listrik murah di kisaran harga Rp 60 juta. Saya kira program LCGC ke depan akan lebih tepat untuk mobil listrik. Terlebih Indonesia sudah mampu memproduksi baterai mobil di dalam negeri,” tuturnya di program Economic Challange Metro TV yang disiarkan Jumat (19/11/2021).

Terkait dengan pilihan mobil ramah lingkungan saat ini di Indonesia, Bob percaya jika kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) lebih baik dibandingkan _plug-in hybrid electric vehicle_ (PHEV). Berbeda dengan KBLBB yang nol emisi, mobil _hybrid_ masih menghasilkan emisi, karena listriknya diproduksi menggunakan _internal combustion engine_ (ICE).

“Selain itu, efisiensi mobil listrik akan sangat terasa untuk pelanggan jika langsung ke mobil _full_ listrik. Sistem mobil listrik simpel, artinya biaya pemeliharaannya murah juga. Komponennya juga lebih sedikit, tidak seperti ICE yang jumlahnya cukup banyak, sehingga untuk jangka panjang pemeliharaan lebih hemat,” lanjut Bob.

Terlebih, Bob menambahkan, dari sisi konsumsi bahan bakar mobil listrik terbukti lebih efisien dibandingkan mobil konvensional. Untuk 1 kilo Watt hour (kWh) listrik mampu menggerakkan mobil listrik sejauh 10 kilometer (km), sama dengan konsumsi mobil konvensional untuk 1 liter bensin.

“Penghematannya di mana? Katakanlah menggunakan Pertamax yang satu liter sekitar Rp 9.000, 1 kWh listrik tegangan rendah sekitar Rp 1.444. Itu berarti dapat penghematannya mencapai enam kalinya, sangat hemat sekali,” ujarnya.

Memang, Dia mengakui, dengan menggunakan mobil listrik akan meningkatkan tagihan listrik rumah. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan biaya pengeluaran untuk BBM bulanan, tentunya akan berbeda jauh.

“Terlebih PLN ada program diskon pengisian mobil listrik dari jam 10 malam sampai 5 pagi. PLN juga menyediakan program tambah daya bagi pemilik mobil listrik dengan memberi diskon penambahan yang tadinya maksimal Rp 4,5 juta menjadi hanya Rp 150 ribu saja,” ucapnya.

Selain mengisi mobil di rumah, PLN juga sudah menyiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan membuka kesempatan pihak swasta ikut menyediakan fasilitas pengisian energi kendaraan listrik tersebut, dengan begitu bisa menjadi peluang usaha baru. Berbeda dengan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU), SPKLU bisa dibangun dengan lebih sederhana dan tidak memerlukan lahan yang besar.

“Siapapun bisa membuka SPKLU, hanya memerlukan lahan 50×50 centimeter untuk satu _charging station_ atau satu meter untuk dua, serta tempat untuk parkir waktu mengisi daya mobil. Tidak perlu lahan khusus untuk penampungan seperti BBM, karena kita penampungannya di jaringan,” kata Bob.

PLN juga telah meluncurkan aplikasi Charge.IN, aplikasi pengisian daya (charging) pertama pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bagi konsumen pemilik KBLBB. Aplikasi ini dapat menunjukkan lokasi SPKLU maupun besaran pengisian daya. Melalui aplikasi ini, pemilik KBLBB bisa mengontrol dan mengendalikan pengisian daya.***(rls)

Dinilai Ingkar Janji, Masyarakat Ramai-ramai Datangi PT.EMP Malacca Strait

Meranti(SegmenNews.com)- Masyarakat Desa Tanjung Darul Takzim ramai-ramai mendatangi PT.Energi Mega Persada (EMP)Malacca Strait, Sabtu (20/11/2021). Mereka geram pihak tidak berkontribusi, bahkan hanya memberikan janji-janji.

Kades Tanjung Darul Takzim, Basri Rasid menyampaikan kekecewaan masyarakat atas tidak terealisasinya pembangunan jalan Tasik nambus yang rusak parah.

Padahal mereka sudah mengajukan permohonan melalui proposal sesuai permintaan perusahaan. Permintaan itu juga sudah sering disampaikan beberapa kali pada pertemuan sebelumnya.

“Sampai sekarang belum terealisasi. Masyarakat meminta kejelasan perusahaan. Seandainya permintaan masyarakat tidak terpenuhi maka produksi yang ada di perusahaan di sekitaran Desa Tanjung dan Tanjung Darul Takzim akan di stop dan masyarakat siap untuk diproses dengan seluruh masyarakat yang hadir pada hari ini,” kata Basri menyampaikan keinginan masyarakat.

Warga, Wahyudi juga menyampaikan kekesalannya terhadap perusahaan, ia menilai selama ini perusahaan cuek dan hanya menganggap angin lalu permintaan warga.

“Sampai saat adanya PT. GSI melakukan aktifitas jalan yang ada itu semakin hancur,” kesalnya.

Kekecewaan juga disampaikan kepada PT. BMA, sampai sekarang masyarakat yang melamar belum dipekerjakan.

Menanggapi itu, pihak PT. BMA (Tenaga kerja nonskil), Rendi menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat, atas kelalaian mereka dilapangan. Ia berjanji akan memanggil tenaga kerja tempatan untuk bekerja.

“Saya mewakili managemen memohon maaf kepada seluruh masyarakat karna dalam kelalaian kami dilapangan, dan terima kasih atas masukan dan teguran dari masyarakat Desa Tanjung Darul Takzim, dalam menyikapi hal yang kurang baik ini tentang untuk tenaga kerja putra tempatan besok akan dipanggil dan bisa berkerja di PT. BMA,” sampainya.

Sementara itu untuk kejelasan pembangunan jalan, masyarakat belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.***(df)

Akselerasi Kendaraan Listrik, Perlu Insentif Lebih untuk Tarik Minat Masyarakat

Jakarta(SegmenNews.com) – Dukungan pemerintah dalam mendorong ekosistem kendaraan listrik mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Tak terkecuali PT PLN (Persero), yang optimis mobil listrik akan menghadirkan banyak manfaat bagi Indonesia.

Hanya saja, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menilai, pemerintah harus membuat kebijakan tambahan untuk dapat mengakselerasi ekosistem mobil listrik sehingga dapat diterima masyarakat lebih luas. Salah satunya memberikan kebijakan yang lebih menarik untuk membeli mobil listrik dibandingkan dengan mobil konvensional.

“Kami berterima kasih bahwa pajak PPnBM mobil listrik sudah dihapus. Tetapi ada dua pajak lain, PPN dan PPH yang dinikmati mobil fosil yang saat ini belum dimiliki mobil listrik,” ujarnya dalam diskusi Kompas 100 CEO Forum 2021 di JCC, Jakarta Pusat, Kamis (18/11/2021).

Bagi PLN, transisi sektor otomotif ke energi listrik bukan hanya meningkatkan _demand_ listrik di saat kondisi suplai listrik mengalami surplus saja. Mobil listrik juga terbukti lebih unggul dibandingkan dengan mobil konvensional untuk dapat menuju Indonesia yang lebih hijau dan cerah di masa depan.

“Mobil listrik emisi karbonnya hanya 50 persen dibandingkan dengan mobil konvensional, meskipun listriknya berasal dari PLTU. Mobil listrik emisinya rendah dan juga bahan bakarnya tidak impor. Ini dua hal yang akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi kita ke depan,” tegas Zulkifli.

Di samping itu, pada uji jalan mobil listrik yang dilakukan langsung oleh jajaran direksi PLN beberapa waktu lalu juga membuktikan penghematan yang bisa didapat masyarakat dengan menggunakan mobil listrik.

Pada uji jalan tersebut, pengendara mobil listrik hanya perlu merogoh kocek Rp 10.000 saja untuk menempuh jarak 72 kilometer (km). Jika dibandingkan dengan Bahan Bakar Minyak (BBM), untuk jarak tempuh yang sama, masyarakat harus merogoh kocek sekitar Rp 60.000 dengan asumsi harga BBM, Rp 9.000 per liter.

Dengan menggunakan mobil listrik, pemerintah bisa mengurangi beban _Current Account Deficit_ (CAD) atau defisit transaksi berjalan yang terus tergerus dengan impor minyak mentah. Terlebih saat ini PLN memiliki cadangan daya atau _reserve margin_ mencapai 35 persen.

“Dengan _reserve margin_ yang begitu tinggi, mobil listrik mungkin bisa membantu dari sisi _current account deficit,”_ ucapnya.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan terus mendorong sektor transportasi untuk berpindah dari kendaraan berbasis fosil menjadi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Airlangga mengakui jika mobil listrik yang memiliki harga jual lebih tinggi 30 persen dari harga mobil konvensional menjadi tantangan tersendiri.

“Memang dari seri harga EV _(Electric Vehicle)_ memang lebih mahal 30-40 persen dibandingkan mobil ICE _(Internal Combustion Engine)_,” ucapnya.

Di sisi lain, lanjut Airlangga, Presiden Joko Widodo juga mendorong agar kendaraan yang beredar di Indonesia sebisa mungkin harus ramah lingkungan atau memiliki emisi rendah. Selain KBLBB, pemerintah juga masih melihat perkembangan teknologi kendaraan berbasis energi hidrogen.

“Sehingga teknologi itu bukan sesuatu yang statis. Karena ke depan teknologi akan terus berkembang,” katanya.***(rl)

Babinsa Koramil 02 Tebing Tinggi Awasi Penyaluran BLT-DD di Desa Sungai Tohor

Meranti(SegmenNews.com)-Kodim 0303/Bengkalis melalui Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Serma Agus WP mengawasi dan memantau penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD) di Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (20/11/2021).

Danramil 02 Tebing Tinggi Mayor Inf Suratno melalui Serma Agus WP mengatakan, penerima penyaluran dana desa BLT-DD sebanyak 69 kk, Rp 300000 x 69 kk dengan jumlah 20.700.000.

“Dalam pendampingan pembagian BLT-DD Babinsa bersama aparat terkait terus ikut memantau agar betul-betul tepat sasaran. Sehingga masyarakat yang terkena dampak pandemi bisa terbantu dengan adanya program ini,” pungkasnya.

“Kegiatan Penyaluran BLT-DD di Desa Sungai Tohor tetap sesuai dengan himbauan pemerintah, melaksanakan protokol kesehatan. Selama kegiatan berjalan dengan tertib, lancar dan aman,” pungkasnya lagi

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kades Sungai Tohor Barat, Sekdes Sungai Tohor Barat, Ketua BPD Sungai Tohor Barat, Pendamping Dana Desa, Babinsa Serma Agus WP, Babinkamtibnas Briptu Ismail, dan Perangkat Desa.(Ags)

Mabes Polri Kirim Bantuan Helikopter untuk Polda Riau Atasi Illegal Logging

Pekanbaru(SegmenNews.com) –Markas besar (MABES) Polri mengirimkan bantuan 1 unit Helikopter kepada Polda Riau untuk memperkuat Patroli udara mengatasi Ilegal Loging  yang masiv terjadi di beberapa wilayah Provinsi Riau.

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan, satu unit helikopter dari Mabes Polri tersebut akan digunakan untuk memantau aktifitas illegal logging yang ada diwilayah Riau melalui jalur udara.

“Dengan kedatangan helikopter dari Baharkam Mabes Polri yang sudah hadir di Riau daat ini, akan sangat membantu untuk kita bisa memantau dari udara akfitifas illegal logging yang masih terjadi di wilayah Riau,” ujar Agung, Jumat (19/11/2021).

Kata Agung, helikopter tersebut akan dioperasikan mulai hari ini. Tentu perkembangan pemantauan dari udara tersebur akan diinformasikan ke satgas darat untuk dilakukan tindakan kepolisian.

“Kita bekerjasama dengan BBKSDA Riau dan Dinas Kehutanan untuk melakukan langkah-langkah konkrit terkait penataan lagi lahan hutan yang sudah dirambah oleh para pelaku,” lanjutnya.

Polda Riau akan menuntaskan operasi illegal logging ini dan mengucapkan terimakasihnya kepada Mabes Polri atas bantuan helikopter yang diberikan, hal tersebut sangat membantu.

“Tentu harapan saya, operasi ini menjadi pembelajaran bagi kita semuanya. Ada hutan yang harus kita lindungi, karena wilayah hutan ini ada yang dialih fungsikan untuk lahan produksi dan itu sudah dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Agung juga menyebutkan, saat ini sudah 4 orang yang diamankan terkait aktifitas Illegal Logging yang terjadi di beberapa wilayah Riau seperti di Bengkalis dan Rokan Hilir.

Saat ini petugas kepolisian juga masih melakukan pengejaran terhadap komplotan pelaku yang sudah ditangkap.

“Ada 4 orang kita amankan sementara 6 pelaku lainnya melarikan diri. Dan saat ini masih dilakukan pengejaran oleh petugas kita, sebanyak 2.319 kubik kayu berhasil kita amankan,”pungkas Agung.***(yus)