Beranda blog Halaman 753

Kepala BPKAD Riau Jadi Pemuncak Yudisium Pascasarjana Unilak Dengan IPK 4

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kepala Badan Pengelolaan Keuangan  Aset Daerah Provinsi Riau, Indra. SE. M.Si,MM resmi menambah gelar Magister setelah dikukuhkan dalam Yudisium XIII Pascasarjana Unilak, periode XIII Magister Manajemen dan XI Magister Ilmu Hukum di hotel Pangeran Pekanbaru.  Rabu/6/10/2021.

Pengukuhan gelar Magister dilakukan oleh Direktur Pascasarjana Unilak Prof. Dr. Syafrani. M. Si turut hadir Rektor Unilak Dr. Junaidi. SS. M. Hum. Saat Yudisium Kepala BPKAD Riau (Indra ) menjadi pemuncak dari prodi Magister Manajemen dan berhak menyandang gelar MM hebatnya lagi dirinya meraih IPK 4 (sempurna).

Khusus bagi pemuncak pemasangan samir yudisium langsung dilakukan oleh Direktur Pascasarjana Unilak Prof. Dr, Syafrani. M. Si, sementara pemberian surat keputusan dilakukan oleh Wakil Direktur I Pascasarjana Dr. Iriansyah. SH. MH. Sementara pemuncak dari Magister Ilmu Hukum diraih oleh Gina Adriana dengan IPK 3,95.

Yudisium XIII Pascasarjana Unilak diikuti oleh 79 orang dengan rincian dari prodi Magister manajemen 43 orang, dari Magister Ilmu Hukum 36 orang.

Pada kesempatan itu, Indra SE. M. Si. MM didaulat untuk memberikan sambutan mewakili seluruh peserta Yudisium.

Saat memberikan sambutan Indra menyebutkan kuliah di Unilak sangat berkesan. ” Saya masih ingat momen saat pertama kali mendaftar.  Unilak saya dapatkan informasi dari teman-teman yang telah mendaftar, karena teman saya ini alumni Lancang Kuning Tentu saya yakin itu dengan Lancang Kuning, ” ujar Indra.

Dirinnya pun mengucapkan terima kasih kepada almamater tercinta Universitas Lancang Kuning yang telah banyak membantu mendorong dan memberi motivasi sehingga kami bisa pada hari ini kami juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan yang kami lakukan baik itu disengaja ataupun tidak baik itu selama kami ataupun di luar aktivitas perkuliahan dan terakhir sehingga kita bisa menyelesaikan perkuliahan.

” Kami juga mohon doa restu kepada civitas akademika agar kami dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama masa kuliah sehingga dapat menjadi panutan dan berguna di tengah-tengah masyarakat produk kawan-kawanmu seperjuangan mari kita tunjukan kualitas terbaik kita sebagai alumni Universitas Lancang Kuning berikanlah yang terbaik potensi diri kita dan jadilah orang yang bermental tangguh berkepribadian teladan dan sukses di manapun kita berada terakhir kami berdoa Universitas Lancang Kuning ini selalu Jaya Dan unggul di tahun 2030.” ujar Indra.

Rektor Unilak Dr. Junaidi. SS. M. Hum mengucapkan selamat kepada bapak/ibu yang di yudisium. Semoga Ilmu yang didapat dapat mendharma baktikan. ” Mendarma baktikan artinya ilmu yang bermanfaat bagi diri kita keluarga kita dan bagi masyarakat. Jadi kami berharap para alumni Magister Hukum dan

Magister Manajemen untuk memberikan saran dan masukan untukh mengembangkan Pascasarjana lebih baik. Saat ini di Pascasarjana banyak dokter yang kuliah, baik dokter gigi, dokter umum, dan dokter spesialis, dan hari ini beberapa dokter telah berhasil meraih gelar Magister, ujar Dr. Junaidi.

Yudisium ke XIII turut hari Wakil Direktur II Dr. Adi Rahmat SE.MM, Kaprodi Magister Manajemen Dr. Ririn Handayani.SIP, M. Si, Kaprodi Magister Ilmu Hukum Dr. Ardiansah. S.H. M. Ag. MH, sekretaris Kaprodi Magister Manajemen Muhammad  Rasyid Abdillah. SE.,MM,P.hD, Sekretaris Prodi Magister Ilmu Hukum Silm Oktaviani, SH.MH, dosen pascasarjana Unilak dan jajaran dekan di lingkungan Unilak. ***(Rls/Kominfo Riau)

Banggar DPRD Provinsi Riau Rapat Bersama TAPD Bahas Rancangan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2022

Pekanbaru(SegmenNews.com)– Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Riau mengadakan rapat kerja dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Riau dalam rangka pembahasan
rancangan KUA-PPAS APBD Provinsi Riau tahun anggaran 2022, di Ruang Medium DPRD Provinsi Riau, Rabu (06/10/2021).

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Riau Yulisman, dan dihadiri Anggota Banggar DPRD Provinsi Riau lainnya, yakni Agung Nugroho, Hardianto, Karmila Sari, Parisman
Ikhwan, Ramos Teddy Sianturi, Yanti Komalasari, Almainis, Sugeng Pranoto, Dani M Nursalam, Eddy A Mohd Yatim, Manahara Napitupulu, Zulkifli Indra, Suhaidi, Zulfi
Mursal, Abu Khoiri, Misliadi, Husaimi Hamidi dan Yuyun Hidayat.

Rapat dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau SF Hariyanto, Kepala Bapenda Provinsi Riau Herman, Kepala Bapedda Litbang Provinsi Riau Emri Juli Harnis, Kepala
Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Riau Indra beserta anggota TAPD lainnya.

Dani M Nursalam menyampaikan bahwa masing-masing komisi sudah melakukan pembahasan mengenai KUA PPAS, namun masih ada beberapa OPD yang belum dipanggil.

“Masih ada beberapa OPD yang belum di panggil, dan untuk TAPD diharapkan melakukan penyesuaian, ketika posisi rancangan seimbang baru melakukan pembahasan lebih lanjut
agar APBD 2022 bisa segera di laksanakan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Hardianto mengatakan bahwa ada dua hal yang menjadi titik konsentrasi pada pembahasan ini yaitu DID dan migas.

Sementara Yulisman meminta terlebih dahulu konsultasi bersama agar terlaksana dengan baik agar dan memiliki pemikiran yang sama.

“Selain itu, untuk rancangan KUA PPAS, buku harap di siapkan oleh pihak TAPD dan rapat badan anggaran selanjutnya akan diadakan pada hari rabu mendatang,” tutupnya.***(adv)

Kapolda Riau Lounching Aplikasi “Bersama Selamatkan Riau” Tangani Covid-19 di Meranti

Kapolda Riau Lounching Aplikasi “Bersama Selamatkan Riau” Tangani Covid-19 di Meranti

Meranti(SegmenNews.com)- Kepolisian Daerah (Polda) Riau meluncurkan aplikasi berbasis teknologi untuk menangani masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19. Aplikasi tersebut dilaunching di Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (6/10/2021).

Tujuan aplikasi ini adalah untuk mengantisipasi lonjakan gelombang ketiga penyebaran Virus Corona dengan mengutamakan pergerakan para petugas tracing di lapangan.

Peluncuran aplikasi canggih “Bersama Selamatkan Riau” (BSR) tersebut dilakukan langsung oleh Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi bersama Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Andi Yul serta dihadiri juga oleh jajaran Forkopimda Pemkab Kepulauan Meranti, dengan mengambil lokasi launching di gedung hijau perkantoran Bupati.

Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi mengungkapkan, aplikasi BSR bertujuan memastikan masyarakat di Riau yang terkonfirmasi Covid-19 dapat tertangani dengan optimal, mulai dari validasi data, verifikasi, pemberian obat hingga evakuasi ke rumah sakit dan tempat isolasi terpusat. Semuanya ditangani maksimal dan mendetail, agar Covid-19 tidak menular luas terutama di klaster keluarga yang menjadi kontak erat.

“Ini juga salah satunya agar memudahkan kita semua menjalankan tugas, mencegah penularan Covid-19 pada saudara-saudara kita. Warning gelombang ketiga penyebaran Covid-19 yang kita harap dapat dicegah di Riau, selain dengan percepatan vaksin yang terus berjalan. Dengan aplikasi BSR, petugas yang melakukan tracing dapat lebih mudah dalam memverifikasi, sehingga lebih valid,” ungkap mantan Direktur Cyber Bareskrim tersebut.

Agung menegaskan, aplikasi tersebut merupakan wujud dari kerja keras serta sebagai bukti bahwa negara hadir untuk masyarakat dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Agung menginginkan angka kematian di Riau akibat terpapar Corona bisa ditekan, dan masyarakat mendapat pelayanan kesehatan optimal, melalui aplikasi BSR yang diluncurkan.

Selain di Kabupaten Kepulauan Meranti, Aplikasi BSR juga telah difungsikan diseluruh kabupaten yang tersebar di Riau, melalui jejaring Polres yang ada.

Jenderal bintang dua yang banyak inovasi tersebut menguraikan, ada sekitar 1.800 tracer dari jajarannya ditugasi untuk melayani masyarakat.

“Dengan demikian kita berharap aplikasi ini berkontribusi besar menekan angka penularan,” terangnya.

Adapun sistem kerja Aplikasi BSR adalah informasi yang terintegrasi, dengan memproses data dari pusat, terhadap masyarakat yang terkonfirmasi Covid. Data itu pula yang kemudian ditindaklanjuti oleh petugas (Tracer) diwilayahnya masing-masing, dengan tujuan validasi. Petugas Tracer lalu melaporkan kembali menggunakan aplikasi BSR ini secara detail, mengenai penindakan yang sudah dilakukan. Melalui laporan ini pula tindak lanjutan bisa diambil, agar penanganan terhadap orang yang terkonfirmasi jadi optimal.

Menariknya, para tracer juga mendapat kompensasi yang bersumber dari anggaran Mabes Polri melalui Polda Riau, tergantung dari setiap orang yang ditindak lanjuti para tracer. Bahkan kompensasi diterima langsung ke tangan mereka, yang juga disalurkan melalui Aplikasi BSR.

Irjen Agung mengatakan, evaluasi akan terus dilakukan dalam penerapan Aplikasi BSR ini, bertujuan agar lebih optimal pemungsiannya.

“Kita akan lihat dan mungkin melakukan evaluasi, mana yang perlu ditingkatkan. Kami harap dengan aplikasi ini dapat membantu meringankan tugas dalam penanganan Covid diseluruh wilayah yang ada di Riau,” singkat Irjen Agung.

Peluncuran Aplikasi BSR ini, disambut positif oleh Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil. Kata Adil, dengan inovasi teknologi yang terintegrasi akan mempermudah penanganan yang dilakukan petugas di lapangan. Ini juga tentunya memaksimalkan koordinasi anggota Polri dan tenaga kesehatan.

“Ini merupakan inovasi teknologi yang terintegrasi. Semoga aplikasi bisa memudahkan koordinasi seluruh anggota polri dengan tenaga kesehatan sehingga dapat menangani dan memutus penyebaran covid di Kepulauan Meranti. Pokoknya mantap,” ujar Adil.***(rl/rn)

Pemkab Rohul Komit Laksanakan 8 Area Fokus Koordinasi Pencegahan Korupsi Terintegrasi

Rohul(SegmenNews.com)- Untuk mewujudkan Pemerintahan yang bersih dan transparan dalam Perencanaan dan Penganggaran, dimasa kepemimpinan Bupati Rohul H. Sukiman dan Wabup Rohul H. Indra Gunawan komitmen melaksanakan 8 fokus pencegahan Korupsi Terintegasi sesuai dengan arahan KPK RI.

Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Rokan Hulu dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pencegahan Korupsi Terintegrasi bersama Satgas Pencegahan Bidang Direktorat Koordinasi dan Supervisi KPK RI Wilayah I Riau dan OPD Rohul, di aula lantai III Kantor Bupati Rohul, Selasa (5/10/2021).

Dikegiatan Monev ini turut juga dihadiri Sekda Rohul Abdul Haris, Kepala ATR/BPN Rohul Rosidi, Kadis PUPR Rohul Anton ST MM, Inspektur Inpspektorat Rohul Helfiskar SH MH, Kepala BPKAD Rohul Suharman, Kepala Bapenda Rohul Elbizri, Bappeda Rohul M. Zaki dan OPD lainnya.

Lanjut Wabup, kegiatan Monev Pencegahan Korupsi terintegrasi upaya sinergitas Pemkab dengan KPK dalam rangka pencegahan korupsi dilingkungan Pemkab Rohul. Untuk pencegahan ini, Pemkab melalui OPD-OPD di Rohul komitmen melaksanakan ada 8 Fokus Koordinasi Pencegahan Korupsi terintegrasi.

Diantaranya, Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Perizinan, Peningkatan Kapasitas APIP, Manajemen ASN, Optimalisasi Pajak Daerah, Manajemen Aset Daerah dan Tata Kelola Dana Desa.

“Kita harapkan melalui Monev Pencegahan Korupsi Terintegrasi ini sebagai pengalaman dan pembelajaran bagi kita terhadap pencegahan korupsi di Rohul. Kita harapkan kita bebas dari Korupsi dengan komitmen melaksanakan 8 area pencegahan Korupsi,” harap Wabup

Terkait dengan fokus KPK dalam pengelolaan Aset Daerah, Wabup mengaku aset daerah untuk kedepannya dilakukan pendataan yang akurat.

“Jadi laporan kita kepada KPK ini betul-betul akurat. Mana kekurangan nanti akan kita tata dengan baik kedepannya bagaimana data ini akurat,” kata Wabup

“Setiap tahun kita ada penambahan aset tetap kita laporkan. Ini juga harapan kita sebagai Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu untuk kedepan juga kepada OPD, komitmen dalam penataan aset daerah di Rohul,” harapnya

Sementara itu, Ketua Satgas Pencegahan Bidang Direktorat Koordinasi dan Supervisi KPK RI Wilayah I Riau Arif Nur Cahyo mengatakan Monev Pencegahan Korupsi terintegrasi untuk mengevaluasi progres setelah dilakukankan pendampingi sejak 4 tahun yag lalu.

“Kami dari kedeputian Supervisi, maksud kita ke Rohul dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Pencegahan Korupsi terintegrasi tahun 2021 di Pemkab Rohul. Pada intinya kita ingin melihat bagaimana proses atau progres kegiatan yang sudah kita dampingi sejak 4 tahun yang lalu,” katanya

Ia mengaku kegiatan ini bukan kali pertama tapi sebagai tindaklanjut atas komitmen-komitmen dari tahun sebelumnya. Dengan harapan ada progres kemajuan dalam komitmen pencegahan Korupsi.

“Setidaknya ada 8 area menjadi pendampingan kita, baik dari tahap perencanaan atau penganggaran, buktinya harus ada sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam rangka perencanaan dan penganggaran,” paparnya

Lanjut Arif, kunci utama di Perencanaan dan pengaggaran diharapnya tidak ada lagi kegiatan-kegiatan atau titipan siluman.

“Kita harapkan tiba-tiba tidak ada kegiatan tanpa perencanaan ditahun-tahun sebelumnya, baik melalui Musrenbang atau lainnya. Intinya semuanya harus ada transparansi anggaran. Kita ingin melihat transparansi dari pengelolaan keuangan daerah,” tegasnya

Tambah Arif, kemudian dari pengadaan barang dan jasa, Pelayanan terpadu satu pintu/Perizinan, Peningkatan Kualitas APIP, Manajemen ASN, Optimalisasi Pajak Daerah. Karena dilihat dari Potensi di Rohul ini cukup banyak terkait PAD.

“Harapan kita bisa tergali semuanya potensi daerah agar bisa menghasilkan pendapatan daerah untuk kesejahteraan masyarakat,” harap Arif

Ia menambahkan, terkait Manajemen Aset Daerah salahsatunya legalisasi aset-aset tanah milik Pemda yang mana semuanya harus disertifikatkan. Akhir 2024 semua tanah milik Pemda sudah harus ada sertifikat.(Fit)

Sekda Targetkan Oktober 2021 APBD Riau 2022 Disahkan

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan menggesa pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni Riau tahun 2022.

Ditargetkan APBD murni tahun 2022 dapat disahkan pada Oktober 2021 mendatang. Dengan begitu, kegiatan tahun depan bisa dilakukan lelang dini di bulan November 2021.

“APBD Riau 2022 sedang pembahasan. Target kita kalau bisa Oktober ini sudah disahkan,” kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, SF Hariyanto, Selasa (5/10/2021).

SF Hariyanto mengatakan, jika APBD 2022 bisa disahkan pada Oktober 2021, maka sesuai kesepakatan pada November 2021 kegiatan tahun depan bisa lelang dini.

“November kita lelang dini. Setelah itu nanti diperkirakan Januari 2022 semua OPD teken kontrak rame-rame di depan kantor Gubernur,” ujarnya.

Mantan Inspektur VI, Inspektorat Jenderal, Kementerian PUPR ini menyatakan, dengan semua kegiatan 2022 dapat sudah teken kontrak awal tahun, maka diharapkan kegiatan akan selesai lebih cepat.

“Kalau kegiatan cepat jalan, kita harapkan supaya uangnya cepat mengalir, berputar ke masyarakat. Kalau Rp1 triliun berputar, maka perekonomian masyarakat bisa tumbuh,” tukasnya.***((rl/mc)

Dukung RUPTL Hijau, PLN Siap Tingkatkan Kontribusi EBT

Jakarta(SegmenNews.com)- PT PLN (Persero) siap menyambut era baru Indonesia lebih hijau hingga 2030 mendatang. Hal ini ditandai dengan terbitnya Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021 – 2030.

Dalam RUPTL yang baru ini, pemerintah memperbesar porsi pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi. Langkah ini sekaligus menjawab Paris Agreement dan membuat Indonesia berperan aktif dalam mengurangi emisi karbon.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan pada RUPTL yang baru ini porsi EBT sebesar 51,6 persen pada komposisi tambahan pembangkit sementara komposisi pembangkit fosil sebesar 48,4 persen.

“RUPTL PLN 2021-2030 saat ini merupakan RUPTL lebih hijau atau _greener_ karena porsi penambahan pembangkit EBT sebesar 51,6 persen,” ujar Arifin.

Pemerintah, lanjut Arifin, terus terlibat aktif dalam memenuhi Paris Agreement, terutama terkait komitmen sektor energi untuk dapat menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 314–446 Juta Ton CO2 pada 2030 melalui pengembangan energi terbarukan, pelaksanaan efisiensi energi, konservasi energi, serta penerapan teknologi energi bersih.

Tuntutan bagi industri menggunakan energi yang _green_ menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan energi di Indonesia. Termasuk penggunaan listrik yang berasal dari energi yang bersih.

Dari sisi konsumsi listrik, dalam RUPTL PLN 2021-2030 diproyeksikan hanya tumbuh rata-rata sekitar 4,9 persen. Target tersebut lebih kecil dibandingkan dengan target pertumbuhan listrik rata-rata sekitar 6,4 persen pada RUPTL PLN 2019-2028.

Dari serangkaian diskusi yang cukup panjang antara Pemerintah dan PLN serta memperhatikan masukan dari Kementerian dan atau Lembaga terkait, maka telah dirumuskan RUPTL PLN 2021-2030 yang disahkan melalui Keputusan Menteri ESDM nomor 188.K/HK.02/MEM.L/2021 tanggal 28 September 2021.

“Kami berharap atas adanya tuntutan global dan dengan memperhatikan kondisi PLN, RUPTL PLN 2021-2030 dapat menjawab semua permasalahan di sektor ketenagalistrikan,” Arifin

Di sisi lain, PLN menyatakan siap untuk bisa mendukung rencana pemerintah dalam komitmen menuju Indonesia bersih. PLN mendukung penuh upaya pemerintah dalam mencapai bauran energi baru terbarukan 23 persen pada 2025.

“PLN pun optimistis dapat mengurangi emisi karbon sebesar 100 juta metrik ton dari proyeksi sebesar 280 juta metrik ton pada 2030 melalui RUPTL hijau ini,” ujar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini.

Untuk mencapai cita cita target bauran energi dan _net zero emission_ pada 2060, PLN telah menginisiasi beberapa langkah untuk menghadapi tantangan ini. Tak lupa, PLN terus meningkatkan efisiensi, mendorong transisi penggunaan kendaraan listrik hingga penerapan teknologi pendorong EBT.

“Salah satu langkah strategis yang dilakukan PLN adalah pada 2030 akan mulai mengganti pembangkit-pembangkit tua yang _subcritical_. Selain itu, melaksanakan program _co-firing_ di PLTU, meningkatkan keberhasilan COD PLTP dan PLTA yang besar kontribusinya terhadap bauran energi. Lalu, program dedieselisasi PLTD tersebar menjadi  PLTS 1,2 GWp dengan baterai. Pembangunan PLTS 4,7 GW dan PLTB 0,6 GW,” papar Zulkifli.

Zulkifli juga optimistis, ke depannya EBT bukan hanya sebatas energi yang intermiten, melainkan sebagai pemikul beban dasar ( _baseload_ ) yang akan bersaing dengan energi fosil.

“Dan saat itulah _development and application renewable energy_ akan menjadi kekuatan PLN untuk menjamin seluruh pelosok negeri menyala dengan listrik yang ramah lingkungan,” tambah Zulkifli.

Selain melakukan langkah percepatan EBT dan mencapai _net zero emission,_ PLN juga berupaya mengatasi _oversupply_. Di antaranya dengan berperan aktif dalam membangun ekosistem kendaraan listrik untuk mendorong konsumsi listrik yang lebih besar lagi, menangkap peluang _captive power_, serta mendorong pertumbuhan kelistrikan untuk sektor pertanian melalui program Electrifying Agriculture.

Zulkifli juga menjelaskan dalam upaya menuju Zero Carbon 2060, pasti akan berdampak pada peningkatan biaya guna menjaga keandalan pasokan dan energi yang lebih ramah lingkungan. Maka perlu kerja sama semua pihak untuk bisa mencari keseimbangan ini.

“Transisi energi ke EBT merupakan upaya bersama antara PLN, pemerintah dan semua pihak, sehingga dampak biayanya agar tidak dibebankan hanya pada PLN maupun masyarakat, namun perlu didukung juga oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga donor internasional untuk mewujudkan dunia yang lebih bersih,” ujar Zulkifli.***(rls)

Diselenggarakan DKD, Bupati Rohil Buka Festival Lagu Melayu dan Tarung Pantun

Rohil(SegmenNews.com)- Festival Lagu melayu dan tarung pantun yang di gelar Dewan Kesenian Daerah (DKD) secara langsung dibuka oleh Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong, Selasa (5/10/2021) malam.

Event Festival yang dipusatkan di Cafe Uyang Bagan (CUB), Bagansiapiapi tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Rohil H Sulaiman, Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto, Plt Kadis PUTR Budiman. Sementara tamu undangan, DKD mengadirkan Wak Zul Mewah dari Siak.

Ketua panitia festival Delsi Hendria dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Rohil yang secara langsung telah membuka festival tersebut.

Festival ini lanjutnya, dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Rohil yang ke 22 yang jatuh pada tanggal 4 Oktober 2021 yang lalu.

“Kegiatan ini dalam rangka HUT Rohil yang menyajikan dua cabang perlombaan, untuk malam ini tarung pantun dan disusul festival lagu Melayu, ” katanya.

Event ini katanya lagi, bertujuan untuk melestarikan budaya melayu kepada para generasi muda. Dimana sebutnya, Melayu sangat identik dengan pantun dan lagu-lagu melayu.

Sementara itu Bupati dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada DKD yang telah melaksanakan event festival lagu Melayu dan tarung pantun tersebut.

“Atas nama pemerintah daerah memberikan apresiasi atas event yang dilaksanakan anak-anak muda dari DKD ini. Kabupaten Rohil ini merupakan Negeri Melayu, jadi lagu melayu dan pantun melayu tentunya harus kita kembangkan dan besarkan bersama, ” sebutnya.

Pemerintah daerah tambahnya, akan senantiasa memberikan dukungan terhadap event-event pelestarian budaya daerah.

Bupati juga berharap, para generasi muda melalui DKD berperan aktif dalam mengembangkan tradisi-tradisi melayu yang sangat identik dengan pantun dan lagu-lagu melayu.***(Chan)

Bupati Inhil Buka MTQ ke-51 Kecamatan Mandah

Mandah(SegmenNews.com)- Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Drs.HM.Wardan MP secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-51 Tingkat Kecamatan Mandah di halaman Kantor Camat Mandah, Senin (04/10/2021) malam.

Kegiatan yang tetap mematuhi protokol kesehatan ini dimulai dari tanggal 4–9 oktober 2021. Para Peserta Qori dan Qori’ah terbaik se-Kecamatan Mandah akan bersaing untuk memperebutkan tempat terbaik dan menjadi wakil Kecamatan Mandah.

Tampak hadir dalam acara Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kab.Inhil H.Drs.Tantawi Jauhari MM,Kepala Kantor Kemenag Inhil,Ketua TP-PKK Inhil,beberapa Pejabat Eselon dilingkungan Pemkab Inhil,Camat Mandah,unsur Forkopimcam, Lurah dan Kepala Desa, Ketua LPTQ, Tokoh Agama dan Masyarakat, serta Dewan Hakim, Qori dan Qori’ah se-Kecamatan Mandah.***(Galeri Foto)

Berikut Galeri Fotonya:

Bupati Inhil, HM Wardan memukul Gong bertanda dibukanya MTQ ke-51 Kecamatan Mandah
Bupati Inhil Buka MTQ ke-51 Kecamatan Mandah
Bupati Wardan mengambil sirih

Silat penyambutan

Bupati Inhil Buka MTQ ke-51 Kecamatan Mandah

Bupati Inhil Buka MTQ ke-51 Kecamatan Mandah

Danrem 082/CPYJ Apresiasi Kinerja Prajurit di HUT TNI

Kota Mojokerto(SegmenNews.com)- Danrem 082/CPYJ, Kolonel Inf M. Dariyanto mengapresiasi kinerja prajurit Korem 082/CPYJ pada peringatan HUT TNI ke-76.

Apresiasi itu, diberikan atas kinerja dan dedikasi prajurit dan PNS
Korem yang selama ini telah bekerja keras untuk kemajuan bangsa dan
negara.

“Penghargaan setinggi-tingginya untuk prajurit Korem yang telah bekerja
keras dalam melaksanakan tugas,” ujar Danrem dalam upacara peringatan
HUT TNI yang digelar secara virtual di Mabrigif-16, Kediri, Jawa Timur.
Selasa, 05 Oktober 2021 pagi.

Bukan hanya itu saja, selama ini, kata Kolonel Dariyanto, prajuritnya
telah bekerja ekstra dalam upaya penanggulangan pandemi.

“Terutama sosialiasi protokol kesehatan yang terus dilakukan, tanpa
mengenal lelah dan waktu. Itu adalah suatu hal yang luar biasa,”
ungkapnya.***(rls/Kapenrem 082/CPYJ, Mayor Caj Supranoto)

PPKM Level 2 Berakhir, Pekanbaru Tunggu Arahan Pusat

Pekanbaru(SegmenNews.com) – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 Pekanbaru berakhir malam ini. Saat ini, Pemko Pekanbaru masih menunggu arahan pemerintah pusat.

“Kami masih menunggu evaluasi PPKM dari pemerintah pusat. Kalau melihat data, kasus Covid-19 terus turun,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Pekanbaru Azwan di Gedung DPRD, Senin (4/10).

Pasien Covid-19 tidak ada lagi yang dirawat di Rusunawa Rejosari. Biasanya, Instruksi Menteri Dalam Negeri diterima pada malam hari menjelang berakhirnya PPKM.

Sebab, Pemko Pekanbaru membuat surat edaran terbaru terkait PPKM. Namun, Pemko Pekanbaru belum tahu apakah tetap PPKM level 2 atau turun ke level 1.

“Jadi, kami akan menggelar rapat pukul 14.00 WIB besok. Sampai hari ini belum ada rapat nasional di tingkat pusat,” ungkap Azwan.

Jadi, Pemko Pekanbaru belum mendapat bocoran dari pemerintah pusat. Biasanya H-2 berakhirnya PPKM, pusat sudah melakukan evaluasi.

“Khusus kali ini belum ada rapat,” ucap Azwan.

Sebagaimana diketahui, Pekanbaru menerapkan PPKM level 2 sejak 21 September 2021. PPKM level 2 berakhir pada 4 Oktober. (Kominfo1/