Beranda blog Halaman 752

Komsos Kreatif di Lamongan, Pacu Bakat dan Kreatifitas Belajar

Lamongan(SegmenNews.com)- Kodim 0812/Lamongan berupaya untuk terus meningkatkan kreatifitas pelajar di wilayah teritorialnya.

Salah satunya, melalui adanya komunikasi sosial kreatif yang digelar di
Aula Kadetsuwoko, Kodim Lamongan. Kamis, 07 Oktober 2021 pagi.

Kepala Staf Kodim, Mayor Arh G. N, Putu Ardana menjelaskan jika
kegiatan itu, ditujukan untuk meningkatkan bakat dan kreatifitas pelajar yang bertemakan membentuk SDM kreatif, inovatif dan adaptif.

“Kegiatan ini ditujukan untuk mengembangkan dan meningkatkan bakat, sekaligus kreatiftas pelajar, khususnya di bidang melukis,” ujarnya.

Bukan hanya itu saja, dirinya menambahkan digelarnya kegiatan itu juga ditujukan untuk memperkokoh silaturahmi antara Kodim dengan pelajar di Lamongan.

“Kegiatan ini juga kita selingi dengan adanya sosialisasi protokol
kesehatan, terutama untuk patuh pada protokol kesehatan,” kata Kasdim.***(rls/Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono)

Bank bjb Sabet Tiga Penghargaan TOP GRC Award 2021 

Bank bjb Sabet Tiga Penghargaan TOP GRC Award 2021

Jakarta(SegmenNews.com)- Bank bjb beserta jajaran manajemennya berhasil meraih tiga penghargaan TOP GRC Awards 2021. Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang dinilai telah menerapkan prinsip Governance, Risk, & Compliance (GRC) dengan baik dalam pengelolaan usaha bisnisnya.

Ketiga penghargaan yang diraih adalah TOP GRC 2021 #4 Stars untuk PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb), The Most Committed GRC Leader 2021 untuk Direktur Kepatuhan bank bjb Cecep Trisna, serta The High Performing Corporate Secretary on GRC 2021 untuk Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto.

Penghargaan 4 Stars TOP GRC 2021 diraih bank bjb karena perusahaan dinilai memiliki sistem, infrastruktur, dan implementasi Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, juga manajemen kepatuhan perusahaan di tingkat sangat baik. Hal tersebut didasarkan pada penilaian Tim Penilai dan Dewan Juri kepada terhadap lebih dari 880 perusahaan di Indonesia.

Bank bjb Sabet Tiga Penghargaan TOP GRC Award 2021

Sementara The Most Committed GRC Leader 2021 dan The High Performing Corporate Secretary on GRC 2021 diberikan kepada Busines Leader di perusahaan yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam mendukung kelengkapan infrastruktur serta keberhasilan implementasi GRC.

Adapun kegiatan TOP GRC Awards diselenggarakan setiap tahun oleh majalah Top Business bekerjasama dengan Asosiasi GRC Indonesia, IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association), ICoPI (Institute Compliance Professional Indonesia), dan PaGi (Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia), serta didukung oleh beberapa perusahaan konsultan Bisnis, dan GRC, juga Akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran Bandung.

Tahun ini, penyerahan penghargaan diberikan di Hotel Raffles Jakarta, Kamis 7 Oktober 2021. Penghargaan diberikan dalam rangkaian acara bertajuk “The strategic role of GRC for Business Continuity in Pandemic COVID-19”.

“Kami sangat berterimakasih atas penghargaan yang telah diberikan. Hal ini merupakan salah satu wujud apresiasi terhadap komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip GCG dalam setiap lini bisnisnya. Diharapkan penghargaan ini dapat menjadi pendukung bank bjb untuk senantiasa memberikan pelayanan prima hingga dapat terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto.***(rls)

Lebih Efisien, Produsen Serat Sintetis di Banten Beralih ke Listrik PLN

Jakarta(SegmenNews.com)- PT PLN (Persero) resmi memasok seluruh kebutuhan listrik sebesar 45,38 mega volt ampere (MVA) ke PT Indonesia Toray Synthetics (ITS), produsen serat sintetis di Banten.

Sebelumnya, PT ITS yang merupakan anak usaha Toray Group dari Jepang ini mengandalkan suplai listrik yang berasal dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik sendiri dan sebagian melalui layanan tegangan menengah PLN.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril mengatakan, untuk meningkatkan keandalan PT ITS mengalihkan seluruh pasokan listrik menggunakan layanan PLN per 1 Oktober. Dengan berpindah ke PLN maka perusahaan diproyeksikan dapat menghemat biaya operasi dan mendapatkan suplai listrik yang lebih berkualitas dan dapat diandalkan sehingga proses produksi akan lebih efisien.

“Dengan mempercayakan kebutuhan listrik kepada PLN, PT ITS akan lebih fokus dengan bisnis dan PLN akan memberikan kontribusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan,” katanya di sela Upacara Energize 150 KV PT ITS dan PLN, Rabu (6/10).

Tak hanya mendapatkan pasokan listrik yang andal, lanjut Bob, PT ITS juga mampu mengurangi emisi karbonnya hingga lebih dari 60 ribu ton CO2 per tahun sesuai dengan visi dari Toray Group.

“Program ini sangat memungkinkan untuk diterapkan ke seluruh perusahaan yang saat ini masih menggunakan pembangkit sendiri untuk sumber listrik. Untuk itu, pelanggan lain ini saatnya mengalihkan semua pembangkit miliknya ke PLN karena PLN lebih bersih, lebih andal, lebih berkualitas, dan kita juga menuju pembangunan yang berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Proses perpindahan daya dilakukan PLN melalui sinergi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten – Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cikokol, PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 2 (UPP JBB 2) dan PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) dalam proses energize penambahan delta daya 35 MVA. Sehingga total daya Konsumen Tegangan Tinggi PT ITS dari sebelumnya 10.380 KVA menjadi 45.380 KVA.

Adapun energize 150 kV sampai ke trafo pelanggan sudah dilakukan sejak 24 September lalu. Hanya saja, pembebanan baru dilakukan pada 1 Oktober, sesuai permintaan pelanggan. Dengan beralihnya pasokan listrik PT ITS ke PLN, maka per 1 Oktober 2021 perseroan menghentikan operasi pembangkit PLTU 2×15 MW miliknya.

Presiden Direktur PT ITS, Yamamoto Hirofusa mengatakan dengan memindahkan suplai ke PLN Toray Group berharap ada kestabilan dalam proses produksi di pabrik PT ITS Tangerang. Dia pun mengapresiasi PLN yang meskipun menghadapi banyak tantangan dalam mengerjakan infrastruktur suplai kelistrikan karena pandemi Covid-19 tetapi dapat memulai suplai listrik sesuai dengan jadwal pada 1 Oktober 2021.

“Untuk itu saya mengucapkan banyak terima kasih ke semua pihak atas kelancaran pembangunan infrastruktur suplai listrik ini, terutama PLN. Saya sangat bersyukur karena dalam proyek ini kita mendapatkan suplai listrik sesuai dengan jadwal,” katanya.

“Terakhir ke depan tentunya semoga perpindahan ini bisa memberikan banyak manfaat, tidak hanya kepada PT ITS saja tetapi juga untuk PLN, masyarakat dan kebaikan alam,” imbuhnya.

Selama ini, PT ITS telah menerapkan sistem manajemen berdasarkan ISO 9001 untuk menjamin produk berkualitas tinggi dan ISO 14001 untuk pelestarian lingkungan. Produk berkualitas tinggi tersebut dipasarkan ke pasar domestik sekitar 70 persen, sementara sisanya diekspor ke berbagai negara.

“Sesuai dengan Toray Sustainability Vision, PT ITS memiliki target untuk mengurangi efek rumah kaca sebesar 30 persen. Peralihan listrik ke PLN akan memberikan kontribusi yang signifikan dari Toray Group untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” katanya.

Sebagai informasi, PT ITS didirikan pada Oktober 1971 sebagai pionir dalam memproduksi serat sintetis di Indonesia dengan menggunakan teknologi dari Toray Jepang. Saat ini, PT ITS memproduksi Nylon Filament Yarn, Polyester Staple Fiber dan Polyester Filament Yarn.

Dalam masa pandemi covid-19, PT ITS termasuk kedalam industri kritikal sehingga perusahaan tersebut turut membantu Indonesia dalam menyediakan bahan pakaian untuk di proses di grup perusahaannya yang meliputi Uniqlo dan lain sebagainya. Pabriknya yang berlokasi di Tangerang ini memiliki estimasi pemakaian listrik minimum mencapai lebih dari 9.9 juta kWh.

Acara upacara Energize 150 kV PT Indonesia Toray Synthetics dihadiri oleh Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan Bob Saril, Presiden Direktur PT ITS Yamamoto Hirofusa, bertempat di kantor PT ITS.***(rl)

Tak Ada Peserta Didik Positif Covid-19 Selama PPKM Level 2 Tahap I

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Aktivitas belajar tatap muka berlangsung aman selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 tahap pertama, sejak 20 September hingga 4 Oktober 2021. Selama PPKM level 2, hanya seorang guru yang positif Covid-19 dan tak sempat mengajar ke sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas, Rabu (6/10), mengungkapkan, proses belajar tatap muka masih aman selama PPKM level 2 tahap pertama. Walaupun, ada seorang guru yang sempat positif corona di SMP Negeri 44.

“Guru itu tertular suaminya. Karena, suaminya seorang satpam di PLTU Tenayan,” katanya.

Si suami mengeluh sakit pada 17 Oktober. Kemudian, ia menjalani pemeriksaan swab PCR pada 18 Oktober.

Hasil swab PCR diterima pada 19 Oktober (Minggu). Kemudian, istrinya yang berstatus guru SMP Negeri 44 ikut menjalani tes swab.

“Hasil swab PCR keluar malam hari. Saat ini, si guru masih menjalani perawatan medis,” jelas Ismardi.

Sebelumnya, seorang guru SMP Negeri 44 Pekanbaru didapati positif corona. Akibatnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru menutup sekolah tersebut selama tiga hari.

Hal ini diungkapkan Kepala Disdik Pekanbaru Ismardi Ilyas, Selasa (21/9/).

“Satu orang guru di SMPN 44 terkonfirmasi positif. Kami menghentikan belajar tatap muka terbatas tiga hari,” katanya.

Tiga Satgas Covid-19 telah melakukan penyemprotan disinfektan di sekolah tersebut. Sekolah dibuka kembali pada hari ke empat.

“Meski begitu, kami belum menemukan peserta didik yang juga terkonfirmasi Covid-19. Saya juga minta seluruh sekolah menjaga protokol kesehatan secara ketat,” ujar Ismardi. (Kominfo1/pku)

 

DPRD Provinsi Riau Paripurna Penyampaian Ranperda Perubahan Perda Retribusi Daerah

Pekanbaru(SegmenNews.com)– DPRD Provinsi Riau menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 19 tahun 2018 tentang retribusi daerah, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Riau, Kamis (7/09/2021).

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Agung Nugroho, turut dihadiri ketua atau perwakilan komisi dan ketua atau perwakilan fraksi-fraksi DPRD Provinsi Riau, beserta Anggota DPRD Provinsi Riau lainnya yang mengikuti rapat paripurna ini secara virtual.

Dari Pemerintahan Provinsi Riau dihadiri Wakil Gubernur Provinsi Riau Edy Natar Nasution dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau lainnya.

Rapat kali ini mengagendakan penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 19 tahun 2018 tentang retribusi daerah

Dalam paparannya, Wakil Gubernur Provinsi Riau mengatakan permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah Provinsi Riau pada umumnya dalam kaitan penggalian sumber sumber retribusi daerah yang merupakan salah satu komponen dari pendapatan asli daerah adalah belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penerimaan daerah secara keseluruhan.

Selanjutnya dalam pelaksanaannya pungutan terhadap retribusi daerah tidak selalu berjalan maksimal. Hal ini tergambar dari beberapa praktek di lapangan, dimana masih ditemukan beberapa objek retribusi daerah belum terkelola dengan baik.

“Selain itu, dalam rangka mengoptimalkan pendapatan asli daerah dan menggali potensi sumber pendapatan asli daerah pada sektor retribusi daerah secara maksimal perlu perubahan tarif retribusi daerah sesuai dengan perkembangan indeks harga dan perekonomian,” ujar Edy Natar Nasution.

“Dengan itu, pemerintah provinsi Riau mengharapkan kiranya melakukan perubahan atas peraturan daerah nomor 19 tahun 2018 yang disampaikan saat ini untuk dapat dibahas bersama sama dengan seluruh perangkat daerah pengelola Retribusi daerah agar ditetapkan menjadi peraturan daerah,” tutup Wakil Gubernur Provinsi Riau.***(adv)

BKD Pastikan SJ yang Ditangkap BNN Bukan ASN Pemprov Riau

Pekanbaru(SegmenNews.com)-Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau, Ikhwan Ridwan memastikan, bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) inisial SJ (29) yang diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau bukan pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Wanita rambut pirang itu diamankan petugas setelah adanya upaya pengiriman narkotika jenis Lysergic acid diethylamide (LSD) berbentuk perangko, yang digagalkan keamanan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru.

Sebelumnya, pihak Aviation Security (Avsec) Bandara SSK II menemukan adanya sebuah paket yang diduga berisi narkotika jenis perangko.

Paket tersebut dikirim melalui jasa ekspedisi dan terdeteksi pada mesin x-ray bandara. Pihak Avsec kemudian langsung berkoordinasi dengan pihak BNN Provinsi Riau.

“SJ itu bukan ASN kita [Pemprov Riau].  kata Ikhwan Ridwan, Rabu (6/10/2021) saat dikonfirmasi terkait informasi ASN Pemprov Riau ditangkap BNN karena kasus narkoba.

Kepastian bahwa SJ bukan ASN Pemprov Riau, lanjut Ikhwan, setelah pihaknya koordinasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Riau terkait adanya pemberitaan SJ merupakan ASN Pemprov Riau.

“Kita sudah kroscek soal pemberitaan itu dengan Diskominfo Riau. Kemudian, Kepala Diskominfo pak Chairul Riski memastikan pemberitaan itu ke BNN, ternyata informasi dari BNN bukan ASN kita, tapi ASN instansi vertikal di Pekanbaru,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, BNN Provinsi Riau menangkap seorang perempuan berinisial SJ (29). Dari tangan oknum Aparatur Negeri Negara (ASN) di Pemerintah Provinsi Riau itu diamankan 113 bloter narkotika berbentuk perangko.

Kepala BNNP Riau, Brigjen Pol Robinson DP Siregar, mengatakan, penangkapan bermula dari informasi terkait adanya pengiriman narkotika jenis baru berbentuk perangko melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Tim langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan bersama dengan petugas Avsec Bandara Sultan Syarif Kasim II, dan ditemukan 58 bloter narkotika.

Menurut Robinson, barang haram itu akan dikirim melalui jasa ekspedisi dan terdeteksi X-Ray di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Tim melakukan pengembangan dan melacak pengirim barang.

“Pelaku seorang wanita inisial SJ, pekerjaan pegawai negeri. Barang buktinya diamankan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru,” ujar Robinson, Selasa (5/10/2021).

Robinson menjelaskan, SJ ditangkap saat sedang mengirim paket buku yang berisi narkoba perangko tersebut sebanyak 9 bloter. Dia mengirimnya melalui melalui kantor ekspedisi di Jalan Senapelan, Kota Pekanbaru.

Petugas melakukan penggeledahan di kamar kos pelaku, dan ditemukan 46 bloter narkotika dalam bentuk perangko. “Jadi total seluruhnya sebanyak 113 bloter,” kata Robinson.
Robinson menjelaskan, narkoba berbentuk prangko ini kandungannya Bromo Dimetoksifenil 2-CB. Untuk transaksi, SJ pakai alat pembayaran cryptocurrency atau bitcoin,” kata Robinson.***(rl/MCR)

Momen Gubernur Syamsuar bersama DLHK Riau Berbagi Tips Bikin Eco Enzyme

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) provinsi Riau sosialisasikan pembuatan eco enzym dari limbah dapur rumah tangga kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri Gubernur Riau, Syamsuar. Digelar di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim, Minas, Kabupaten Siak, pada Rabu (6/10/2021).

Eco enzyme merupakan cairan pembersih yang multifungsi, diantaranya untuk membersihkan lantai sebagai pengganti cairan pel, membersihkan toilet, permukaan dapur, dan peralatan makan lainnya.

Kepala bidang pengelolaan limbah DLHK Riau, Ir Wahyu Wibowo, mengatakan, jika pembuatan eco enzyme tersebut tidak membutuhkan banyak modal dan simple.

“Sedangkan rempah atau sisa limbah  tersebut juga bisa untuk jadi pupuk organik tanaman,” katanya.

Untuk bahan limbahnya katanya, terdiri dari kulit buah-buahan, sisa sayur, sisa bumbu dapur, dan beberapa limbah dapur lainya, yang selama ini terbuang begitu saja.

“Untuk takaran campurannya, kita memberikan buku panduan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk membuat dirumah,” ucapnya.

Ia menuturkan, dengan adanya sosialisasi ini, ke depan masyarakat tidak lagi membuang limbah begitu saja, tapi bisa menjadikan limbah agar bermanfaat dan bisa kembali digunakan untuk kebutuhan ruma tangga.

“Selain itu, program ini juga bisa menjadi penghematan di rumah tangga dan tidak lagi selalu membeli. Tambah lagi cara membuat eco enzym tidak sulit dan tidak butuh modal banyak.

Lantaran hanya dicampur dengan gula aren, gula tebu, dan air putih sesuai takaran yang kemudian diperam selama 3 bulan,” jelasnya.

Sementara, Gubernur Riau Syamsuar mengatakan sosialisasi program pembuatan eco enzym oleh DLHK ini cukup bagus. Karena selain penghematan juga mampu menjadi penyelamatan lingkungan dari limbah sampah.

“Tambah lagi dari limbah yang selama ini terbuang jadi bermanfaat dan bisa diolah sendiri,” katanya.

Lebih lanjut kata Gubri, pembuatan eco enzym ini juga bisa menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat. Karena selain bisa digunakan untuk pribadi juga bisa dijual.

“Kita harap ini bisa terus dikembangkan dan juga bisa dijadikan program UMKM yang kedepannya. Dan juga bisa dibina oleh Pemprov Riau seperti UMKM lainya,” tutur Gubri.***(rl/mc)

Tim Gabungan Kandangkan 11 Truk Odol di Kuansing

Kuansing(SegmenNews.com)-  Tim gabungan dari Dinas Perhubungan Provinsi Riau POM TNI AD, Ditlantas Polda Riau dan Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Riau, dibantu Dishub Kuantan Singingi (Kuansing) melakukan razia kendaraan truk Over Dimensi Over Load (ODOL) di ruas jalan lintas Cerenti-Inuman, Kuansing, Rabu (6/10/2021).

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Andi Yanto, melalui Kabid Lalulintas Raja Firman mengatakan, pada kegiatan razia di Kuansing tersebut, puluhan kendaraan terjaring razia dan diberi tindakan berupa tilang.
“Dari kegiatan razia yang dilaksanakan di Kuansing kendaraan yang ditilang sebanyak 65 unit,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan razia tersebut dilaksanakan untuk mendukung program Gubernur Riau Syamsuar yang saat ini melakukan perbaikan jalan yang banyak rusak akibat banyaknya truk ODOL yang melintas.

“Truk ODOL menjadi salah satu penyebab jalan cepat rusak, karena truk tersebut membuat beban melebihi kapasitas,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pengawasan dan Pengendalian Lalulintas Dishub Riau, Suardi yang memimpin langsung kegiatan razia tersebut mengatakan, selain menilang kendaraan pihaknya juga mengandangkan 11 unit kendaraan ODOL.

“11 kendaraan yang dikandangkan tersebut adalah kendaraan ODOL dan juga tidak memiliki dokumen. Kendaraan itu terdiri dari 9 dump truk dan 2 truk CPO yang akan dikandangkan selama 14 hari untuk selanjutnya disidang, truk ODOL ini disinyalir yang membuat kerusakan diruas jalan Cerenti-Inuman tersebut ,” ujarnya.***(mc)

Kisah Salmon Kareth, Putra Daerah Penjaga Listrik PON XX Papua di Jayapura

Jayapura(SegmenNews.com)- Di balik kesuksesan PLN mendukung pembukaan dan pelaksanaan PON XX Papua, ada nama Salmon Kareth. Pria berusia 49 tahun ini yang memastikan suplai kelistrikan tanpa kedip dalam pelaksanaan PON XX Papua di Jayapura.

Putra asli tanah Papua kelahiran Karetubun ini menjabat sebagai Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jayapura. Kiprahnya di PLN dimulai sejak 2001, saat ia lolos seleksi penerimaan pegawai PLN.

Kecintaan Salmon Kareth terhadap dunia kelistrikan bukan semata-mata karena dia bekerja di PLN. Kehidupan masa kecil yang sarat ‘kegelapan’ menumbuhkan keingintahuan untuk mengenal listrik lebih dalam.

“Dulu sewaktu saya kecil, hanya kota-kota besar di Papua saja yang sudah ada listrik, tempat saya di kampung tidak ada listrik,” ujar Salmon yang menghabiskan masa kecilnya di Kampung Yukase, Sorong, Papua Barat ini.

Ia hanya melihat terang ketika datang ke kota. Lampu menyala, menyilaukan mata. Selebihnya, ia lebih kerap ditemani pelita untuk mengerjakan PR, menulis, atau membaca.

Laki-laki kelahiran 12 September 1972 ini semakin cinta dengan rangkaian listrik ketika duduk di bangku SMP. Sebenarnya, tidak hanya soal listrik. Salmon juga suka pelajaran IPA lainnya, termasuk biologi.

Ilmu-ilmu eksakta ini membawanya di antara dua pilihan ketika masuk SMA. Ia harus memilih, bersekolah di SMA lalu mengambil jurusan IPA dan menekuni biologi atau masuk ke Sekolah Teknik Menengah (STM) mengambil jurusan listrik.

Pilihannya jatuh kepada STM Sorong yang menawarkan jurusan listrik. Pertimbangannya, ia mendapat tawaran untuk masuk ke salah satu dari dua STM yang ada di Papua kala itu.

Listrik menjadi jalan hidup Salmon Kareth.  Ia memutuskan untuk kuliah di Pulau Jawa dan mengambil jurusan teknik elektro pada 1993. Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) telah menjadi saksi kecintaannya terhadap kelistrikan.

Alasannya memilih kuliah di Jawa karena saat itu minim sekali  jurusan bidang eksakta di Papua. Perguruan tinggi di Papua didominasi jurusan ilmu sosial.

“Saya berpikir kalau dulu masuk SMA pasti jadi dokter karena saya sangat suka biologi, tetapi ternyata sekarang saya jadi dokter listrik,” ucap anak ketiga dari lima bersaudara ini.

Lulus kuliah, ia kembali ke tanah Papua. Dia menjadi dosen di Institut Sains dan Teknologi Jayapura (ISTJ) yang sekarang berganti nama menjadi Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ).

Dorongan untuk mengabdi secara langsung di dunia kelistrikan tetap bergelora di hatinya. Ini pula lah yang mendasari Salmon Kareth untuk bergabung langsung dengan PLN dan memberanikan diri untuk mengikuti seleksi penerimaan pegawai.

Tugas pertamanya sebagai staf di PLN wilayah Papua Cabang Jayapura. Kemudian, berpindah-pindah tempat ke Makassar sebelum akhirnya kembali lagi ke Papua.

Pada saat menjabat sebagai Manajer PLN UP3 Biak pada 2016, Salmon membuat gebrakan dengan mengalirkan listrik ke wilayah-wilayah pedalaman Papua. Kampung tempat tinggalnya juga tidak ketinggalan.

“Saya semacam harus bayar utang budi dengan kampung karena saya sudah bekerja di kelistrikan jadi kampung sendiri juga tidak dilupakan,” kata Salmon Kareth.

Ia tidak menampik usaha mengalirkan listrik ke segala penjuru Papua bukan hal yang mudah. Kondisi geografis membuat petugas PLN harus melakukan mobilisasi lewat laut, sungai, dan darat. Belum lagi jika harus membuka jalan baru untuk masuk ke wilayah yang aksesnya sulit.

Saat ini, hanya sebagian kecil wilayah di Papua yang belum teraliri listrik. Itu pun karena lokasinya yang berada pada akses yang sangat terbatas.

“Namun kami terus berupaya menghadirkan listrik sampai ke sana, sedang dalam proses,” tuturnya.

Bagi Salmon, listrik hadir membawa perubahan dalam banyak hal. Contohnya, orang tidak percaya PON bisa hadir di Papua, akan tetapi PLN UP3 Jayapura  yang mendapat kepercayaan dari pusat dan regional mematahkan pandangan pesimistis orang-orang dengan menghadirkan PON yang megah.

Kini, ia berharap Papua semakin maju dan lebih sejahtera. Dukungan infrastruktur kelistrikan bisa membuat Papua meningkatkan daya saing dan setara dengan kota besar di luar Papua.***(rls)

Misliadi Sebut Pulau Rupat Bisa Dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata dan Industri Berbasis Slika

Pekanbaru(SegmenNews.com)-Anggota Komisi III DPRD Riau, Misliadi, berharap kepada pemerintah mulai dari daerah hingga pusat untuk memberikan perhatian kepada Pulau Rupat karena didalamnya terdapat potensi ekonomi yang sangat luar biasa.

Disampaikan Politisi PKB ini, pemerintah bisa saja menjadikan Pulau Rupat sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baik dengan Ekonomi pariwisata maupun Ekonomi Industri.

Artinya, Pulau Rupat ini bisa dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus pariwisata dan Industri karena dua wilayah kecamatan yang ada di rupat memiliki basis ekonomi yang berbeda yakni, wilayah ekonomi berbasis pariwisata di bagian utara dan wilayah ekonomi berbasis industri di bagian selatan.

Potensi wisata di Rupat, jelas Misliadi, sudah sangat diakui karena garis pantainya yang panjang mencapai belasan kilometer dan keindahan pasir pantainya juga sangat bersih serta putih. Sehingga di Rupat Utara ini bisa dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

Dan untuk Rupat bagian Selatan bisa dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) industri berbasis Slika karena potensi silkanya sangat besar. Karena berdasarkan informasi dari salah satu lembaga penelitian, cadangan silika sekitar 5 miliar matrik kubik ton di kawasan pulau Rupat. Jika ini dieksploitasi dan dibangunkan pabrik, maka ekonomi masyarakat akan sangat terbantu.

“Artinya, kalau ini dijadikan kawasan industri berbasis silika dan dibangun pabrik, itu bisa jadi pabrik silika terbesar di dunia,” ujar pria asal Bengkalis ini.

“Potensi Rupat itu luar biasa, kalau lah ini menjadi perhatian serius pemerintah maka kawasan ini bisa menjadi sumber pendapatan yang baru karena kalau terwujut KEK pariwisata dan industri berbasis Slika ini bukan tidak mungkin puluhan ribu tenaga kerja bisa direkrut. Mudah-mudahan ini jadi perhatian, karena Rupat juga menjadi wilayah terluar Indonesia, makanya saya bilang Rupat itu bukan saja aset Bengkalis, tapi juga aset provinsi dan negara,” tutupnya.***(rn)