Beranda blog Halaman 77

Wajah Baru Nusakambangan, Warga Binaan Makin Berdaya dengan FABA

Nusakambangan(SegmenNews.com) – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kini mampu menggerakkan roda perekonomian dengan keterampilan baru. Melalui pengelolaan abu sisa pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala berupa _Fly Ash_ dan _Bottom Ash_ (FABA), warga binaan mampu menghasilkan produk konstruksi bernilai ekonomi. FABA yang sebelumnya dipandang sebagai limbah tanpa nilai kini berubah menjadi sumber penghidupan baru.

Melalui _workshop_ FABA yang memanfaatkan lahan tidur di Pulau Nusakambangan, warga binaan dibekali keterampilan mengolah limbah menjadi produk seperti batako, _paving block, roaster,_ hingga buis beton. Kolaborasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dengan PT PLN (Persero) tersebut menjadi bagian dari transformasi lembaga pemasyarakatan, dari citra “penjara menakutkan” menjadi pusat pemberdayaan yang memberi bekal nyata untuk membangun kehidupan produktif pascapembinaan.

Salah seorang warga binaan Lapas Terbuka Nusakambangan, Kevin Ruben Rafael, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya _workshop_ pengelolaan FABA dari PLN.

“Ini sangat membantu kami sebagai warga binaan, karena menambah ilmu pengetahuan. Nanti, ketika kami keluar, ilmu ini bisa bermanfaat bagi kehidupan kami di masyarakat,” ujar Kevin.

Hal senada diungkapkan warga binaan Lapas Nirbaya Nusakambangan, Listianto, yang merasakan langsung manfaat program ini.

“Alhamdulillah, sekarang saya bisa mengikuti program ini. Saya ingin mandiri, saya ingin kembali ke masyarakat dengan menjadi yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Menteri Imipas, Agus Andrianto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PLN dalam program pelatihan yang berfokus pada pemberdayaan warga binaan.

“Program ini merupakan model pelatihan kerja yang sedang kami galakkan untuk mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat,” ujarnya saat meninjau _Workshop_ Pengelolaan FABA di Lapas Nusakambangan, Selasa (9/9).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa pemanfaatan FABA menjadi produk bernilai guna tinggi dapat menciptakan peluang ekonomi sirkuler sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan.

“Kami bangga, warga binaan Lapas Nusakambangan berhasil memanfaatkan limbah menjadi komoditas produktif. Kegiatan ini juga menciptakan lapangan kerja, memberi dampak positif bagi masyarakat, serta menghasilkan produk berkualitas dengan harga kompetitif,” ujar Darmawan.

Saat ini, workshop FABA di Nusakambangan dilengkapi dua unit mesin yang mampu memproduksi hingga 2 juta _paving block_ dan 1 juta batako setiap tahun. Jika kapasitas ini berjalan optimal dan produk mulai dipasarkan, _workshop berpotensi_ menghasilkan omzet hingga Rp5,4 miliar per tahun.

Darmawan menyampaikan bahwa sebanyak 30 warga binaan telah aktif dan terampil memproduksi olahan FABA. Ia optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring pendampingan dan bimbingan yang berkelanjutan.

“Kami sangat terkesan dengan kemampuan warga binaan yang luar biasa, kedisiplinan, dan etos kerja mereka, sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas premium dan memiliki potensi pangsa pasar di industri,” tutur Darmawan.

Keberhasilan program ini menunjukkan peran lapas sebagai ruang pembinaan yang produktif dan berdaya guna.

“Ke depan, Nusakambangan akan menjadi percontohan nasional bagaimana sebuah lapas dapat berkembang menjadi episentrum kegiatan ekonomi sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat,” pungkas Darmawan.***(rl)

Target 70 Persen Hewan Penular Rabies Divaksinasi di Pekanbaru

Ilustrasi vaksinasi

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Guna mencegah penyakit rabies, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru mengimbau agar melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan.  Hal ini disampaikan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.

Agung menerbitkan Surat Edaran Nomor 500-710istankan/77/2025 tentang Kewaspadaan Terhadap Penularan Penyakit Rabies di Kota Pekanbaru. Ditujukan kepada dokter hewan, pemilik hewan peliharaan, komunitas pecinta hewan, camat, lurah, hingga masyarakat umum.

Dalam surat edaran itu, Wali Kota menjelaskan, rabies merupakan penyakit berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan atau air liur hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan monyet.

“Kota Pekanbaru merupakan daerah endemis penyakit rabies. Karena itu perlu dilakukan pencegahan melalui vaksinasi dengan cakupan minimal 70 persen dari total populasi HPR,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).

Wali Kota menegaskan, penanganan rabies tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi memerlukan dukungan banyak pihak. “Pencegahan dan pemberantasan rabies harus dilakukan secara terpadu antara pemerintah, dokter hewan, komunitas, dan masyarakat,” tegasnya.

Melalui edaran itu, Agung memberikan beberapa imbauan kepada masyarakat. Jika ada yang tergigit HPR, luka harus segera dicuci dengan sabun dan air mengalir selama 10–15 menit, kemudian korban segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit.

Hewan yang menggigit wajib diamati selama 14 hari. Jika mati, bangkainya dibawa ke laboratorium veteriner untuk diperiksa. Jika hidup, hewan tersebut harus divaksin rabies di fasilitas pelayanan kesehatan hewan.

Selain itu, pemilik hewan diminta menjaga dan merawat peliharaannya dengan baik, tidak membiarkannya berkeliaran bebas, serta memastikan hewan mendapatkan vaksinasi rabies setahun sekali. Imbauan ini juga berlaku bagi kennel, cathery, shelter, maupun pet shop yang wajib memvaksin hewan di tempatnya secara rutin.***(mr)

Hutan Mangrove Bakal Dijadikan Objek Wisata

Bengkalis(SegmenNews.com)- Pemerintahan Desa (Pemdes) Kembung Luar bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) akan mewujudkan mimpi untuk membangun wisata berkelanjutan berbasis mangrove sebagai sumber pendapatan ekonomi masyarakat.

Bagian dari upaya ini, Pemerintah Desa Kembung Luar, melakukan kegiatan restorasi mangrove seluas 104,74 hektare dan perlindungan 693 hektare yang dibimbing langsung dari Tim YKAN. Mimpi ini tentu tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan saja, namun juga akan menyasar terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat desa di pesisir.

Berkat kebersamaan ini, mampu membakar semangat positif bagi masyarakat Pemerintah Desa Kembung Luar, untuk bersama-sama membangun serta memajukan desanya dengan menyulap hutan mangrove menjadi objek wisata nasional.

Kegiatan restorasi mangrove di wilayah Pemerintah Desa Kembung Luar ini, telah melalui berbagai proses, seperti perbaikan hidrologi parit primer dan sekunder, pengadaan bibit mangrove dan penyebaran bibit.

Kemudian penyiangan area tumbuh tanaman, pelatihan dan pengembangan organisasi, pelibatan pemangku kepentingan serta pengadaan sapras penunjang kegiatan restorasi mangrove.

Restorasi mangrove di Desa Kembung Luar, bimbingan dari YKAN telah berjalan delapan bulan lebih, perkembangan kegiatan ini pun terus dipantau dari Tim YKAN dengan melakukan monitoring dan evaluasi selama tiga kali dalam satu tahun.

Keberadaan YKAN ini, tentu menjadi dayung bersambut bagi Pemerintah Desa Kembung Luar, karena memiliki visi dan misi yang sama, yaitu dalam upaya merestorasi, melindungi, menjaga dan melestarikan lingkungan mangrove.

“Kami Pemerintah Desa Kembung Luar menyambut baik serta mengapresiasi kepada Tim YKAN telah membantu desa kami, untuk menjaga lingkungan terutama pada kegiatan restorasi mangrove, kami sangat bersyukur dengan keberadaan YKAN di desa kami. Kami lihat YKAN ini tidak hanya membimbing kami untuk melestarikan lingkungan mangrove, tetapi dengan keberadaan YKAN juga telah membantu perekonomian masyarakat kami. Terima kasih kepada Direktur dan Tim YKAN telah memilih desa kami, sebagai tempat kegiatan restorasi mangrove,” ungkap Kades Kembung Luar Jamaludin, saat monitoring dan evaluasi kegiatan restorasi mangrove, Rabu 9 September 2025, di aula Desa Kembung Luar.

Kades berharap, bimbingan YKAN ini dapat terus berlanjut hingga kami bisa mewujudkan mimpi kami menjadi desa objek wisata mangrove nasional.

“Sebagai bentuk wujud komitmen dan dukungan kami kepada YKAN pada kegiatan restorasi mangrove ini, kami pemerintah desa, telah memasukkan kegiatan ini kedalam RPJMDes. Kita berharap niat baik YKAN ini harus kita dukung penuh, demi menjaga lingkungan hutan mangrove yang ada di Desa Kembung Luar. Kami sadar bahwa mangrove sangat penting bagi kami, karena kami berada di wilayah pesisir pantai,” tutupnya.

Sementara Direktur YKAN Herlina Hartanto mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Kembung Luar dan masyarakat yang telah menyambut baik keberadaan YKAN, pada kegiatan restorasi mangrove.

“Keberadaan YKAN disini sebenarnya, memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat supaya sadar pentingnya menjaga dan pelestarian lingkungan hutan mangrove ini. Kami akan membantu mewujudkan mimpi-mimpi masyarakat disini untuk memajukan desanya yang lebih baik. Terutama pada kegiatan pelestarian lingkungan mangrove. Karena kami yakin masyarakat di wilayah pesisir, indentitasnya adalah mangrove sebagai sumber pendapatan ekonomi. Untuk itu, mari kita bersama-sama membangun mimpi ini dengan kerjasama dan solid,”ungkapnya.

Herlina juga mengungkap bahwa wilayah lahan Desa Kembung Luar ini, sangat berpotensi dan cocok untuk direstorasi dengan penanaman berbagai jenis pohon mangrove. Sehingga kedepannya bisa menjadi inspirasi bagi desa yang lain.

“Kami yakin, jika ini dilakukan secara bersama, solid dan tekun, yang awalnya tidak ada apa-apanya, kedepan akan menjadi sumber pendapatan ekonomi masyarakat, kuncinya ada pada warga disini. Kami YKAN siap membantu serta membimbing. Namun kami tidak selamanya bisa membimbing bapak/ibu disini, karena kami juga memiliki keterbatasan waktu. Untuk itu manfaatkan lah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,”ujarnya.***(imam/hm)

Wakil Ketua DPRD Riau Bersama Forkopimda Tanam Pohon Serentak di Rutan

Wakil Ketua DPRD Riau Tanam Pohon Serentak di Rutan

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Parisman Ihwan, hadiri kegiatan Ketahanan Pangan dan Penanaman Pohon Kelapa Serentak Se-Indonesia, Selasa (9/9/2025).

Wakil Ketua DPRD Riau Tanam Pohon Serentak di Rutan

Acara yang dipusatkan di Lahan Ketahanan Pangan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru ini juga diikuti oleh Forkopimda Provinsi Riau.

Penanaman pohon kelapa tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden di bidang pangan. Momentum ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa kemandirian pangan merupakan pilar penting dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan bangsa.

Selain penanaman, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi produktif berbasis kelapa yang dapat diintegrasikan dengan UMKM, pendaftaran hak paten, hingga sertifikasi halal produk.

Gerakan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha produktif bagi masyarakat, pesantren, serta warga binaan pemasyarakatan secara berkelanjutan.

Wakil Ketua DPRD Riau Tanam Pohon Serentak di Rutan

Melalui kegiatan ini, Parisman Ihwan menegaskan dukungan penuh terhadap program nasional ketahanan pangan.

“Dengan adanya penanaman pohon kelapa ini, semoga ketahanan pangan di Riau dapat terus terjaga,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.*(Galeri)

PWI dan Diskominfotik Bengkalis Perkuat Kemitraan

Bengkalis(SegmenNews.com)- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkalis dan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis sepakat memperkuat kemitraan strategis. Kesepahaman itu terjalin melalui silaturahmi antara pengurus PWI dengan Kadiskominfotik Bengkalis, Selasa (9/9/2025).

Dalam pertemuan berlangsung di ruang Kadiskominfotik Suwarto, Ketua PWI Bengkalis Adi Putra didampingi Sekretaris Agustiawan, Bendahara Dakeslim dan sejumlah pengurus menyampaikan hasil Kongres PWI yang berlangsung pada 29–30 Agustus 2025 di Cikarang, Bekasi.

Ia menjelaskan, kongres tersebut menetapkan Akhmad Munir sebagai Ketua Umum PWI Pusat serta Atal S. Depari sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat.

“Hasil kongres ini menegaskan bahwa kisruh kepemimpinan PWI telah selesai. Kini PWI sudah bersatu, termasuk di Bengkalis. Kami menegaskan tidak ada lagi kepengurusan selain yang sah saat ini,” tegas Adi.

Adi menambahkan, PWI Bengkalis kini fokus membangun kemitraan dengan berbagai pihak serta menjalankan program yang sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mewujudkan Kabupaten Bermarwah, Maju, Sejahtera, dan Unggul di Indonesia.

“Kami berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang selama ini memberi ruang bagi PWI untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan, khususnya melalui publikasi pembangunan dan penyampaian aspirasi masyarakat lewat publikasi ke Pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adi berharap Diskominfotik dapat terus menjadi mitra strategis PWI bersama media massa dalam mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Diskominfotik Kabupaten Bengkalis Suwarto menyambut baik kunjungan PWI. Ia mengapresiasi langkah rekonsiliasi organisasi tersebut hingga dapat kembali bersatu.

“Kami berterimakasih atas kunjungan ini. Semoga sinergi antara Diskominfotik dan PWI semakin kuat dalam mewujudkan transparansi informasi dan menyukseskan program pembangunan di Bengkalis,” ungkap Suwarto didampingi Sekretaris Adi Sutrisno dan Kabid SDKI Prarezeki Indra Muda.

Menurut Suwarto, keberadaan pers merupakan mitra, sekaligus sebagai publik relation dalam kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

“Sehingga berbagai informasi Pemerintahan Daerah, selalu tersampaikan dengan cepat dan akurat kepada masyarakat. Begitu juga sebaliknya, melalui PWI dan pers kami juga bisa mengetahui informasi dan berbagai aspirasi masyarakat yang ingin disampaikan kepada pemerintah,”pungkasnya.***(pwi)

Naik Lagi, Kelapa Sawit Mitra Plasma  Rp3.686 per Kg

Kelapa sawit(ilustrasi)

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama tim telah melaksanakan rapat penetapan harga kelapa sawit mitra plasma. Berdasarkan hasil penetapan harga kelapa sawit periode 10 – 16 September 2025 telah menggunakan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati oleh tim.

Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja mengatakan, untuk kenaikan harga tertinggi berada dikelompok umur 9 tahun sebesar Rp 12,21/Kg atau mencapai 0,33 persen dari harga periode lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periodesatu minggu kedepan naik menjadi Rp 3.686,51/Kg dan berlaku untuk periode satu minggu kedepan.

“Dengan harga cangkang berlaku untuk satu bulan kedepan dengan harga sebesar Rp 17,20/Kg. Pada periode ini indeks K yang dipakai adalah indeks K untuk 1 bulan kedepan yaitu 93,02 persen, harga penjualan CPO minggu ini naik sebesar Rp 28,91 dan kernel minggu ini naik sebesar Rp 131,68 dari minggu lalu,” katanya.

Ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan nomor 01 tahun 2018 pasal 8 maka harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN. Harga rata-rata CPO KPBN periode ini adalah Rp 14.600,00 dan harga kernel KPBN periode ini sebesar Rp 13.765,00.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh timuntuk mitra plasma mengalami kenaikan. Kenaikan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor naiknya harga CPO dan kernel,” sebutnya.

Dalam penetapan harga TBS Provinsi Riau Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra.

“Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Provinsi Riau No. 32 Periode 10 – 16 September 2O25 :

Umur 3 Th (Rp 2.846,38);

Umur 4 Th (Rp 3.222,13);

Umur 5 Th (Rp 3.413,50);

Umur 6 Th (Rp 3.561,48);

Umur 7 Th (Rp 3.638,73);

Umur 8 Th (Rp 3.681,66);

Umur 9 Th (Rp 3.686,51);

Umur 10-20 Th (Rp 3.667,32);

Umur 21 Th (Rp 3.610,46);

Umur 22 Th (Rp 3.556,14);

Umur 23 Th (Rp 3.497,93);

Umur 24 Th (Rp 3.434,21);

Umur 25 Th (Rp 3.362,46);

UHTP dan PWI Riau MoU Peningkatan Pendidikan

UHTP dan PWI Riau MoU Peningkatan Pendidikan

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Universitas Hang Tuah Pekanbaru menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau, Senin (8/9/2025).

MoU tersebut dilakukan bersamaan dengan Kuliah Umum dengan tema “Menjadi Universitas Hang Tuah Pekanbaru Unggul dan Berdampak” di Hotel Prime Park Kota Pekanbaru.

Rektor Universitas Hang Tuah Pekanbaru Prof Dr Syafrani menyebutkan kesepakatan ini dibuat untuk melakukan kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kesepakatan ini akan diatur dan dituangkan dalam perjanjian kerjasama dan berlaku selama 5 tahun. Yang pastinya kami sangat mengharapkan adanya ikatan yang saling berkesinambungan,” ungkap Prof Dr Syafrani.

Ditambahkan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Hukum Ilhamdi MH, dirinya menyampaikan terima kasih atas sinergi dan kerjasama yang diberikan oleh PWI Riau dalam membantu jalannya aktifitas mahasiswa Ilmu Komunikasi UHTP.

“Terima kasih kami ucapkan kepada bapak Raja Isyam selaku Ketua PWI Riau, sangat banyak ilmu yang diberikan kepada mahasiswa kami dan sangat menginspirasi,” katanya.

Dikatakan Ilhamdi, MoU ini sengaja digagas pihaknya agar terjalin hubungan timbal balik yang saling menguntungkan.

“MoU ini memang sengaja kita gagas dengan tujuan agar ada timbal balik antara kampus kita dengan PWI. Kedepannya kita harapkan PWI dapat terus memberikan ilmu ke mahasiswa dan kita dapat menyalurkan kemampuan mahasiswa melalui PWI Riau. Baik itu pengabdian masyarakat ataupun ketersediaan lapangan pekerjaan bagi mahasiswa yang ingin menjadi wartawan,” katanya.

Diakui Ilhamdi, pada kemajuan zaman saat ini, keberadaan media memiliki pengaruh yang sangat besar. Maka dari itu, pihaknya sangat berharap kerjasama ini terus berjalan dengan baik.

“Kami berharap kerjasama dengan PWI berjalan terus menurus dan memberikan dampak bagi dunia pendidikan dan masyarakat Riau khususnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar menyambut baik perjanjian kerjasama ini. Menurutnya, ketersediaan Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi di UHTP akan sangat membantu dalam pemenuhan tenaga kerja di bidang jurnalistik.

“Saya sangat mengapresiasi MoU ini. Dengan hal ini, saya berharap Universitas Hang Tuah Pekanbaru dapat menyalurkan mahasiswa dalam kebutuhan media di Riau terhadap tenaga jurnalis. Terlebih lagi, generasi saat ini tentu memiliki tingkat kreatifitas yang lebih tinggi dan sangat berguna bagi media di tengah perkembangan digitalisasi,” pungkasnya.***(rl pwi)

KPPU Dalami Kelangkaan BBM Non Subsidi

Ketua KPPU, M. Fanshurullah Asa.

Jakarta(SegmenNews.com)- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) turut mendalami permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang terjadi belakangan sejak akhir Agustus 2025.

KPPU tengah melakukan kajian mendalam atas dinamika pasar tersebut sejak awal tahun dan mempertebal intensitas pengawasan pada bulan ini menyusul
laporan kekosongan pasokan di sejumlah SPBU swasta.

Untuk itu KPPU telah mulai mengundang berbagai pihak terkait, dan segera menyampaikan hasil kajiannya kepada publik dalam waktu dekat.

Tindakan ini sejalan dengan prioritas KPPU di sektor energi dalam menjaga agar sektor tersebut tidak diwarnai oleh berbagai praktik monopoli yang merugikan masyarakat.

Dari informasi publik yang berkembang, telah terjadi kelangkaan BBM non-subsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta sejak akhir bulan Agustus 2025.

Diberitakan, sejumlah SPBU swasta seperti Shell dan BP AKR mengalami kelangkaan stok BBM lebih dari satu pekan. Berbagai penyebab sempat diurai, seperti perizinan impor dan tingginya konsumsi akibat peralihan ke BBM non-subsidi menjadi sorotan.

Hal ini mengundang perhatian KPPU untuk masuk ke persoalan tersebut, sejalan dengan kajian yang telah dilakukan sejak awal tahun. Kajian tersebut berfokus pada ketersediaan, mekanisme penetapan harga, struktur pasar, serta perilaku pelaku usaha guna memastikan persaingan yang sehat dan pasokan yang andal bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kajian atau penelusuran tersebut, KPPU akan terus berkoordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pertamina, serta badan-badan usaha swasta yang menyalurkan BBM non-subsidi.

Untuk itu KPPU meminta seluruh pihak hadir memenuhi undangan, dan menyerahkan data yang diminta secara lengkap, akurat, dan tepat waktu, agar proses analisis dan penilaian sesuai kewenangan KPPU dalam UU No. 5 Tahun
1999 berbasis fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Pada sektor yang terkonsentrasi tinggi, transparansi data adalah kunci. Tanpa data yang utuh lintas pemain, risiko distorsi pasar dan antrean konsumen berkepanjangan akan meningkat. Kami mengajak Kementerian ESDM, Pertamina, dan operator swasta untuk proaktif memenuhi undangan KPPU dan membuka data-data yang dibutuhkan. Ini bukan
semata kepatuhan hukum, melainkan komitmen publik untuk menjaga keadilan pasar dan kepastian layanan bagi konsumen”, tegas Ketua KPPU, M. Fanshurullah Asa.

Melalui kajian tersebut, KPPU selanjutnya akan mengumpulkan berbagai pihak untuk
mengklarifikasi persoalan dan melakukan peninjauan teknis atas data Pemerintah, Pertamina, operator swasta.

Serta melakukan uji konsistensi data lintas sumber untuk mengidentifikasi
hambatan struktural, tata niaga yang tidak efisien, atau indikasi perilaku anti-persaingan.

Perkembangan proses kajian pada tahap-tahap berikutnya dan hasilnya akan segera disampaikan KPPU kepada publik sesuai ketentuan berlaku.***(rn)

Desain Logo MTQ ke-50 Bengkalis Akan Disayembarakan

Ketua Harian LPTQ Kabupaten Bengkalis, Andris Wasono memimpin rapat yang diselenggarakan di Sekretariat LPTQ Kabupaten Bengkalis, Jalan HR. Soebrantas, Senin, 8 September 2025.

Bengkalis(SegmenNews.com)- Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Bengkalis menyelenggarakan rapat Persiapan Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-50 tingkat Kabupaten Bengkalis, yang akan berlangsung di Kecamatan Bandar Laksamana di tahun 2025 ini.

Ketua Harian LPTQ Kabupaten Bengkalis, Andris Wasono memimpin rapat yang diselenggarakan di Sekretariat LPTQ Kabupaten Bengkalis, Jalan HR. Soebrantas, Senin, 8 September 2025.

Ada beberapa hal yang dibahas dalam rapat tersebut, diantaranya penyusunan draf tema dan sub tema, serta sayembara desain logo MTQ tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2025.

“Terkait dengan logo MTQ Kabupaten Bengkalis tahun ini, akan diperlombakan untuk mencari yang terbaik. Dan sayembara ini secara teknis nantinya akan dilakukan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah,” ujar Ketua Harian LPTQ Andris Wasono.

Disamping itu, juga dilakukan pembahasan secara umum terkait pelaksanaan Pawai Ta’aruf pada MTQ ke-50 tingkat Kabupaten Bengkalis, yang nantinya direncanakan akan dibahas secara terperinci bersama dengan tuan rumah pelaksanaan dan kecamatan se-Kabupaten Bengkalis.

“Kita juga telah merumuskan draf tema MTQ ke-50 tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2025. Namun tentu hal ini nanti kita sampaikan ke pimpinan untuk mendapatkan petunjuk dan arahan selanjutnya,” ujar Andris Wasono yang juga merupakan Asisten Pemerintahan dan Kesra.

Adapun draf tema yang dihasilkan dalam rapat tersebut yakni; MTQ penguat Karakter generasi Qurani mewujudkan Kabupaten Bengkalis BERMASA dan Unggul.

Hadir rapat dalam tersebut, H. Herman Nur, SE., M.M Sekretaris Umum, Dedi Suhendri, SH, M.A.P Bendahara, H. Hambali, S.Pd.I Ketua Bidang Sekretariat dan Tata Usaha, H. Imam Hakim, SP, M.Si Ketua Bidang Perhakiman, Drs. H. Ahmad Toha, MP Ketua Bidang Pembinaan dan Diklat, Dr. H. Suwarto, S.Pd, M.Pd Ketua Bidang LITBANG, H. Adi Sutrisno, SE, M.A.P Ketua Bidang Dokumentasi dan Publikasi, serta sejumlah anggota LPTQ Kabupaten Bengkalis.***(imam/hm)

109 Mahasiswa ITPLN Resmi Bergabung dalam Program Ikatan Kerja PLN

109 Mahasiswa ITPLN Resmi Bergabung dalam Program Ikatan Kerja PLN

Jakarta(SegmenNews.com)- PT PLN (Persero) terus menunjukkan keseriusannya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul guna mendukung transformasi perusahaan. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui program ikatan kerja bagi mahasiswa Institut Teknologi PLN (ITPLN). Pada seremoni penandatanganan kontrak ikatan kerja 2025, di Jakarta, pada Selasa (2/9), sebanyak 109 mahasiswa baru resmi bergabung dalam program tersebut.

Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, mengatakan bahwa regenerasi SDM menjadi fondasi utama untuk memastikan keberlanjutan transformasi bisnis, termasuk agenda transisi energi, digitalisasi, dan target _Net Zero Emissions 2060_.

“Program ikatan kerja dengan ITPLN merupakan salah satu upaya untuk memastikan regenerasi pegawai PLN sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan industri kelistrikan,” kata Yusuf Didi.

Yusuf Didi menjelaskan, program ikatan kerja ini dirancang seperti proses rekrutmen pegawai untuk tetap menjaga kualitas SDM yang nantinya akan menjadi bagian dari PLN.

Ia menambahkan bahwa PLN menyiapkan 250 kuota karier bagi mahasiswa ITPLN, terdiri dari 150 mahasiswa terbaik hasil seleksi program ikatan kerja dan 100 lulusan terbaik jalur reguler. Dengan skema ini, peluang tetap terbuka bagi mahasiswa lain yang belum berhasil lolos pada seleksi program ikatan kerja.

“Proses seleksi sangat ketat, meskipun kuota ikatan kerja belum terpenuhi kami tidak akan menurunkan standar kualitas. Yang berhasil terpilih ini bukan mahasiswa biasa, melainkan calon pegawai PLN yang kami titipkan untuk dididik dan dilatih di ITPLN,” jelas Yusuf Didi.

Menurutnya, program ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menapaki karier bersama PLN.

“Setengah langkah mereka sudah berada di rumah besar PLN. Setengah langkah berikutnya sangat bergantung pada mahasiswa itu sendiri, dengan dukungan dari orangtua,” ujarnya.

Rektor ITPLN, Iwa Garniwa, menjelaskan bahwa 109 mahasiswa baru yang lolos melalui jalur ikatan kerja merupakan peserta terpilih dari 5.265 pendaftar yang menjalani seleksi berlapis, mulai dari tes akademik, bahasa Inggris, psikotes, hingga kesehatan.

“Ini adalah amanah besar bagi kami. ITPLN bertanggung jawab penuh untuk mencetak SDM berkualitas, siap bekerja, dan mampu menghadapi tantangan dunia kerja,” jelas Iwa.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jalur ikatan kerja memberi kesempatan langsung bagi mahasiswa untuk direkrut sebagai pegawai PLN setelah menyelesaikan studi, dengan syarat memenuhi evaluasi akademik selama masa perkuliahan.

“Mahasiswa ikatan kerja sudah memegang tiket emas untuk masa depan yang gemilang. Tapi ingat, tiket ini harus dijaga dengan kerja keras, kesehatan, dan integritas,” pungkasnya.***(inf)