Beranda blog Halaman 774

Bupati Pelalawan Zukri Mengaku Tidak Anti Kritik

Pelalawan(SegmenNews.com)- Bupati Kabupaten Pelalawan, H. Zukri Misran menegaskan bahwasannya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan tidak antik kritik saat acara temu ramah dengan sejumlah organisasi wartawan, Jumat, 3 Sepember 2021, di auditorium lantai III, Kantor Bupati Pelalawan, Pangkalan Kerinci.

Selain untuk menjalin silahturahmi dalam pertemuan tersebut, Bupati Zukri meminta agar bersama berdialog untuk mengangkat issu-issu (framing) penting untuk kemajuan Kabupaten Pelalawan.

Karena menurutnya, selama ini telah mendapat banyak masukan dari rekan-rekan wartawan terkait pembangunan, agar visi misi untuk mewujudkan Pelalawan maju dapat terwujud.

“Pemerintah Pelalawan tidak anti kritik dan siap dikoreksi, kami siap dikritik yaitu kritikan yang konstruktif, tapi jangan kritikan yang halusinasi,” ujar Bupati Zukri.

Dalam hal ini, Bupati Zukri juga berpesan agar para Insan Pers yang bertugas di Pelalawan, bisa saling memberikan edukasi positif terkait perkembangan pendemi Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19), terutama dalam hal vaksinasi yang gencar dilaksanakan di Kabupaten Pelalawan saat ini, agar antusias masyarakat terus meningkat.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wabup Pelalawan Nasarudin, SH, MH, Kadiskominfo, Hendri Gunawan, M.Ap, Sekdis, Arif Rifani, S.sos berserta jajaran, Ketua PWI Pelalawan, Zulhamsyah, S.Sos beserta anggota dan beberapa organisasi wartawan lainnya.***(rky)

Bupati Rohil dan BRK MoU Pelayanan Jasa

Rohil(SegmenNews.com)- Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong dan Direktur Utama Bank Riau Kepri (BRK) Ade Buchari melakukan penandatanganan MoU jasa pelayanan antara PT BRK dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.

Dalam sambutannya, Dirut BRK Ade Buchari mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Rohil yang terus mendukung BRK hingga menjadi salah satu perbankan besar di Sumatera.

Dikatakan Ade, layanan jasa Perbankan ini merupakan bentuk dukungan BRK untuk meningkatkan Pendapatan Daerah sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk melakukan pembayaran pajak daerah kapan saja dan dimana saja.

Lanjut Ade, BRK saat ini sudah masuk dalam layanan perbankan digital, dimana Layanan pembayaran pajak daerah kabupaten/kota, antara lain, PBB, pajak hotel & restoran, pajak reklame, pajak hiburan, penerangan jalan, pajak parkir, Bea Perolehan Hak Atas Tanah &Bangunan dan lainnya.

“Seluruh Layanan tersebut dilakukan baik melalui E-Channel BRK sendiri yaitu di Jaringan ATM, EDC, dan Mobile Banking BRK maupun secara aliansi dengan pelaku E-Commerce antara lain Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, Linkaja, Gopay, Indomaret dan Alfamart,” paparnya.

Selain itu tambah Ade, BRK juga telah dan terus melaksanakan pengembangan sistim pengelolaan transaksi keuangan berupa Cash Management System (CMS) yang berkerjasama dengan Instansi Pemerintah Daerah dan NON Pemerintah Daerah dalam pengelolaan transaksi keuangan.

Sementara itu Bupati Rohil Afrizal Sintong mengungkapkan, dengan terus berkembangnya BRK, sebenarnya Pemkab Rohil ingin melakukan penambahan saham di BRK untuk menambah pendapatan asli daerah.

Namun karena Kondisi keuangan APBD yang terus menurun hingga 1,1 triliun Pemkab Rohil belum bisa melakukan penambahan saham. Meskipun demikian, Pemkab Rohil terus berupaya mendukung BRK agar kerjasama selama ini semakin ditingkatkan supaya BRK mampu bersaing dengan perbankan nasional lainnya.

“Kalau bisa bagaimana kedepannya, seluruh kontraktor di blok Rokan maupun perusahaan PKS dan perusahaan lainnya yang ada di Rohil kita upayakan agar transaksi nya menggunakan BRK,” sebut Afrizal.

Usai melakukan MoU, Bupati Rohil dan Dirut BRK melakukan pertukaran cinderamata sebagaimana tanda kerjasama tersebut telah dilakukan. Hadir dalam acara itu, seluruh Kepala dinas, Sekda Rohil, Dandim 0321 Rohil dan Kapolres Rohil.***(Chan)

Ikan Belida Dilarang Ditangkap, Ini kata DKP Riau

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah telah menetapkan ikan belida sebagai hewan yang dilindungi. Di Riau habitat ikan ini berada Sungai Kampar, Sungai Rokan, Sungai Siak dan Sungai Indragiri.

Masyarakat dilarang dan mengkonsumsi ikan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 1/2021 tentang jenis Ikan yang dilindungi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Provinsi Riau, Herman Mahmud, menyampaikan, bahwa dengan terbitnya Keputusan Menteri tersebut, masyarakat tidak boleh menangkap dan mengkonsumsi ikan belida, karena ikan ini dilindungi secara penuh.

Dalam artian bahwa ikan belida ini dilindungi pada seluruh tahapan siklus hidup bagian tubuh dan seluruh bagiannya.

Oleh karena itu DKP Riau perlu lakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama nelayan kecil. Karena dengan dilakukan penangkapan ikan belida akan mendapatkan sanksi sesuai dengan UU No 31 Tahun 2004 Jo UU NO 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

“Kita khawatir masyarakat yang tidak tahu nantinya tiba-tiba dilakukan sanksi. Di provinsi Riau ikan yang dilindungi ini sesuai Keputusan Menteri Perikanan dan Kelautan, nomor 1/2021 ini yang banyak ditemui di Riau adalah ikan belida yang terdapat di Sungai Kampar, Sungai rokan, Sungai Siak dan Sungai Indragiri begitu juga dengan habitat ikan pari sungai,” kata Herman, Jumat (3/9/2021) di Pekanbaru.

Belida merupakan ikan air tawar yang hidup di asia selatan dan tenggara. Adapun ciri-ciri ikan belida berbadan pipih dan memiliki sirip punggung yang kecil seperti bulau ayam, sirip bagian bawah menyambung ke ekor dan memiliki duri kecil pada bagian perut.

Ikan ini bisa tumbuh hingga 1,5 meter.

Dalam Kepmen KP nomor 1 tahun 2021 ini, ada 4 jenis ikan belida yang dilindungi yaitu Belida Lopis (Chitala lopis) Belida Borneo (Chitala chitala), Belida Jawa (Notopterus notopterus).

Selain itu, Kepala DKP Riau menjelaskan, juga ada ikan yang dilindungi secara terbatas sesuai dengan Kepmen KP Nomor 59 Tahun 2011, tentang Penetapan Status Perlindungan Terbatas Jenis Ikan Terubuk (Tenualosa macrura). Ikan terubuk dilarang penangkapan pada bulan agustus-november pada saat bulan gelap dan bulan terang tanggal hijriah.

“Kita akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik itu secara langsung maupun dengan media sosial maupun elektronik. Untuk Kuantan singingi kita sudah melakukan sosialisasi pada tanggal 25 agustus 2021 kepada perwakilan POKMASWAS [Kelompok masyarakat pengawas] yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi,” ujar Herman Mahmud.

Sementara, Ketua Ikatan Sarjana Perikanan (ISPIKANI) Riau, Yul Ahcyar, mendukung kegiatan sosialisasi Kepmen KP nomor 1/2021 yang digencarkan DKP Riau. Menurutnya, sosialisasi ini perlu dilakukan untuk meminimalisir konflik sosial, hingga menjaga kelestarian ekosistem perikanan.

“Keputusan ini perlu disosialisasikan agar masyarakat paham. Sebab di kawasan Danau PLTA Koto Panjang, Danau Buatan Rumbai, dan Kuansing menjadi mata pencaharian bagi nelayan,” ujar Yul Ahcyar.

Dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 1 Tahun 2021, ada 19 jenis ikan yang dilindungi secara penuh yaitu:

1. Fluvitrygon oxyrhynchus (pari sungai tutul);

2. Urogymnus polylepis (pari sungai raksasa);

3. Fluvitrygon signifier (pari sungai pinggir putih);

4. Scleropages formosus (arwana kalimantan);

5. Chitala borneensis (belida borneo);

6. Chitala hypselonotus (belida sumatra);

7. Chitala lopis (belida lopis);

8. Notopterus notopterus (belida jawa);

9. Balantiocheilos melanopterus (ikan balashark);

10. Barbodes microps (wader goa);

11. Neolissochilus thienemanni (ikan batak);

12. Schismatorhynchus heterorhynchus (pasa);

13. Homaloptera gymnogaster (selusur maninjau);

14. Anoxypristis cuspidata (pari gergaji lancip);

15. Pristis clavata (pari gergaji kerdil);

16. Pristis pristis (pari gergaji gigi besar);

17. Pristis zijsron (pari gergaji hijau);

18. Urolophus kaianus (pari kai); dan

19. Latimeria menadoensis (ikan raja laut).

Selain itu, juga ada ikan yang dilindungi terbatas yaitu, ikan arwana papua (Siluk Arwana). Ikan yang berasal dari family Notoptridae ini umumnya dikenal dengan ikan pisau, ikan pipih.***(MCR)

Pembangunan Pekanbaru Sebagai Penarik Investor

Pekanbaru(SegmenNews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru banyak wacana lakukan pembangunan. Hal ini untuk menarik investor agar mau berinvestasi di ibukota Provinsi Riau itu.

Walikota Pekanbaru Firdaus mengatakan, untuk menarik investor, maka sebuah daerah harus memiliki infrastruktur yang mendukung, lahan yang tersedia dan terutama kemudahan dalam pelayanan perizinan.

“Tahun ini dan tahun depan kita lebih banyak membuat perencanaan untuk pembangunan kota nanti. Agar investor tertarik berinvestasi, kita harus tunjukkan layanan terbaik,” kata Walikota, Kamis (2/9).

Pemerintah Pusat saat ini sudah berupaya memudahkan perizinan bagi investor. Diantaranya dengan menggunakan aplikasi OSS (online single submission), di mana investor dapat mengakses informasi hingga mengajukan proses perizinan tanpa harus menemui instansi atau pejabat terkait terlebih dahulu.

“Karena perizinan ini gerbang bagi investor untuk masuk. Tidak hanya lahan yang cukup dan infrastruktur yang dikembangkan, perizinan ini paling penting,” jelasnya.

Walikota mengatakan pihaknya tengah menyusun Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Tebing Tinggi Okura, Pemko juga berencana agar Danau Kayangan dikembangkan untuk sektor industri pariwisata dan manufaktur.

Pemko juga akan mengembangkan pemukiman di Okura untuk menjadi sektor wisata budaya Kawasan Kampung Melayu Okura. Rencana-rencana ini menyelaraskan dengan pengembangan kawasan KIT di Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

“Dan rencana-rencana kita ini, akan menyesuaikan dengan Perda RTRW yang ada,” jelasnya.(Kominfo3/RD1)

Riau Sumbang 20 Persen Ekspor CPO di Indonesia

Pekanbaru(SegmenNews.com)– Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulfadli mengatakan Provinsi Riau merupakan salah satu daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia.

Bahkan, ekspor CPO Indonesia 20 persennya berasal dari Riau. Karena itu Riau saat ini sedang memperjuangkan untuk mendapatkan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit dari sektor pungutan ekspor.

“Berdasarkan data statistik CPO di Indonesia 40 juta metrik per ton, 20 persennya itu dari Riau,” kata Zulfadli, Jumat (3/9/2021)lansir Riau.go.id.

Karena Riau memiliki potensi sawit cukup tinggi, maka disisi lain Riau juga perlu adanya pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan lainnya.

“Karena itu kami berharap kepada pemerintah pusat ada kebijakan DBH sawit bagi daerah penghasil sawit, termasuk Riau. Dana tersebut nantinya bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Terkait perjuangan DBH sawit, saat ini Gubernur Riau Syamsuar bersama gubernur daerah penghasil sawit lainnya di Indonesia sudah menyurati Komisi XI DPR RI. Yang mana saat ini Komisi XI DPR RI sedang melakukan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (HKPD).

“Gubernur-Gubernur daerah penghasil sawit sudah sepakat untuk menyurati Komisi XI. Sebelumnya juga sudah dilakukan pertemuan antara para gubernur tersebut,” katanya.***(MCR)

Permudah Akses Kepemilikan Rumah, Bank BJB Jalin Kerja Sama dengan APERSI

Permudah Akses Kepemilikan Rumah, Bank BJB Jalin Kerja Sama dengan APERSI

Jakarta(SegmenNews.com)- Sebagai salah satu wujud komitmen perusahaan dalam memperluas sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, Bank BJB menjalin kerja sama dengan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI). Kerja sama tersebut ditandai dengan proses penandatanganan Nota Kesepahaman.

Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama Pemanfaatan Produk dan Jasa Layanan Perbankan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 2 September 2021 di Harper Hotel Jakarta.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Komersial dan UMKM bank bjb Nancy Adistyasari didampingi Direktur Konsumer & Ritel bank bjb Suartini dan Sekretaris Jenderal APERSI Drs. Daniel Djumali didampingi wakil ketua umum APERSI Firman Budiman.

Dalam sambutannya menyebutkan “Bank BJB sudah tidak hanya ada di Jakarta, Jawa Barat dan Banten, BJB tersebar di 14 provinsi sehingga dengan jaringan APERSI ini bisa menjadi potensi kerjasama, Bank BJB siap menggerakan teman-teman di cabang yang ada di 14 provinsi untuk bisa berdampingan dengan anggota APERSI.
Kerjasama ini sudah berjalan yang artinya penandatanganan nota kesepahaman suatu jalan untuk menggebyarkan, meningkatkan dan menjalin kemitraan lebih baik” ungkap  Direktur Komersial dan UMKM Bank BJB Nancy Adistyasari.

Permudah Akses Kepemilikan Rumah, Bank BJB Jalin Kerja Sama dengan APERSI

Kerja sama yang dijalin antara kedua belah pihak adalah terkait pembiayaan Kredit Pemelikan Rumah (KPR) pengelolaan dana serta implementasi Internet Banking Corporate (IBC) Bank BJB.

Layanan IBC akan diterapkan baik di APERSI maupun di perusahaan pengembang anggota aktif APERSI lainnya, serta rekanan asuransi umum bank bjb.

Saat ini, APERSI tercatat memiliki 1.798 anggota perusahaan pengembang yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia. Dengan jumlah tersebut, diharapkan manfaat yang dapat diraih oleh kedua belah pihak dari kerja sama yang dijalin dapat tersebar luas.

“Bank BJB memiliki komitmen untuk memermudah akses masyarakat memiliki hunian yang terjangkau. Kerja sama dengan APERSI adalah salah satu langkah untuk mewujudkan komitmen tersebut. Diharapkan kolaborasi antara bank bjb dan APERSI untuk saling memberikan manfaat antar lembaga dapat berlanjut dengan berbagai kerja sama lainnya,” ungkap Direktur Konsumer & Ritel Bank BJB Suartini.

Penandatangan Nota Kesepahaman antara kedua belah pihak disiarkan secara langsung melalui channel APERSI.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir, Pemimpin Divisi Hubungan Kelembagaan bank bjb Isa Anwari,  Pemimpin Divisi  KPR dan KKB Bank bjb Triastoto Hardjanto Wibowo beserta jajaran Bank BJB.

Ditempat berbeda hadir secara virtual melalui Zoom Meeting Ketua Umum APERSI Junaidi Abdilah.***(rls)

Kecamatan Ngoro Jadi Lokasi Serbuan Vaksinasi

Kecamatan Ngoro Jadi Lokasi Serbuan
Vaksinasi

Kota Mojokerto(SegmenNews.com)- Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur kembali dijadikan sasaran serbuan vaksinasi oleh pihak Korem 082/CPYJ.

Selain pihak Korem, serbuan vaksinasi itu juga turut bersinergi dengan
pihak Kodim dan Dinas Kesehatan setempat.

Danrem 082/CPYJ, Kolonel Inf M. Dariyanto menjelaskan jika sasaran
serbuan vaksinasi kali ini bukan hanya dipusatkan di Kecamatan Ngoro
saja, namun terdapat juga Kecamatan Pacet.

“Kurang lebih ada 5.300 dosis. Itu dibagi di 2 tempat. Untuk Kecamatan
Ngoro sendiri kita sediakan dosis sebanyak 3.800 vaksin,” ujar Danrem.
Kamis, 02 September 2021 sore.

Sedangkan sisanya, kata Dariyanto, terdapat 1.500 dosis yang
diperuntukkan bagi para santri di Ponpes Amanatul Ummah di Kecamatan Pacet.

“Pelaksanaan vaksinasi ini tetap berpedoman pada protokol
kesehatan,” bebernya.

Bukan hanya itu saja, dirinya juga mengapresiasi tingkat kesadaran
masyarakat yang cukup tinggi berkaitan pentingnya untuk mengikuti adanya
serbuan vaksinasi.

“Itu terbukti ketika banyak masyarakat yang mengajukan diri sebagai pemohon vaksin,” pungkasnya.***(rls/Kapenrem 082/CPYJ, Mayor Caj Supranoto)

Heboh Penemuan Wajan Raksasa di Bantul

Masyarakat Pedukuhan Kretek Lor, Kalurahan Jambidan, Kapanewon Banguntapan, Bantul digegerkan dengan penemuan wajan raksasa. Ukuran wajan tersebut memiliki diameter sekitar 2,5 meter.

Kondisinya sudah sangat berkarat karena peninggalan zaman Belanda.

Saksi Sukardi menjelaskan, penemuan bermula saat pihak desa ingin membuat lapangan sepak bola.

Namun karena kekurangan tanah untuk melakukan penimbunan maka diambilkan tanah yang ada di sebelahnya.

“Pada Selasa (31/8/2021) sekitar pukul 17.00 WIB backhoe sedang menggali tanah lalu membentur sebuah batu bata. Setelah digali ditemukan wajan raksasa itu,” kata Sukardi lansir SuaraJogja.id, Rabu (1/9/2021).

Menurutnya, dari cerita sejarah, banyak warga sekitar yang sudah tahu tentang keberadaan wajan raksasa tersebut.

Wajan raksasa berfungsi untuk mencegah tanah amblas akibat mempompa air dari dalam tanah.

“Ini dulu peninggalan Belanda, jadi kalau mau pompa air dari tanah harus mengubur wajan raksasa di dalam tanah sedalam tiga meter. Di sekitar wajan juga dikeliling tembok dari batu bata setinggi satu meter,” paparnya.

Lansir detik.com, Penyewa tanah kas desa yang menjadi lokasi penemuan, Supardi (57), menyebut benda itu adalah kompan.

“Kalau dari cerita simbah dulu, baik keluarga simbah anak-anak cucu sudah tahu kalau di sini namanya kompan. Kenapa kompan? Sejarahnya dulu pada saat Belanda itu (wajan raksasa) jadi tempat pompa untuk mengalirkan air dari sini ke barat,” kata Supardi kepada wartawan, Rabu (1/9/2021).

Wajan raksasa itu ditemukan di Pedukuhan Kretek, Kalurahan Jambidan, Kapanewon Banguntapan.

Menurut Supardi, dahulu di Kalurahan Jambidan dikenal dengan perkebunan tebu. Sehingga Belanda membangun pompa air di lokasi tersebut untuk mengairi perkebunan itu.

“Kenapa namanya kompan? Karena tempat pompa air untuk mengaliri pertanian tebu pada saat penjajahan Belanda,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pada tahun 1980 pihak desa sempat akan mengaktifkan pompa itu dengan mengambil air dari Sungai Opak untuk air irigasi. Tetapi saat itu air tidak bisa tersebar merata sehingga pengaktifan pompa tidak dilanjutkan.

Sehingga peninggalan Belanda itu pun terbengkalai dan menyisakan kolam dengan wajan tersebut. Karena membahayakan jika dibiarkan maka warga memilih untuk mengubur kompan itu.

“Akhirnya saat itu diuruk karena untuk jalan kaki orang. Jadi bukan wajan untuk masak tapi landasan pompa,” imbuhnya.

Sementara itu, Dukuh Kretek, Riyan Hidayat (28), menjelaskan pihak cagar budaya sempat mengecek ke lokasi. Disebutkan benda tersebut bukan merupakan benda purbakala.

“Dari cagar budaya mengatakan kalau itu (wajan raksasa) bukan benda purbakala tapi memang benda sejarah peninggalan Belanda,” ujarnya.***(Jogja/detik.com)

Peduli UMKM di Meranti, Bupati HM Adil Usulkan Khusus Meranti Pengurusan Izin BBPOM Digratiskan

Peduli UMKM di Meranti, Bupati HM Adil Usulkan Khusus Meranti Pengurusan BBPOM Digratiskan

Meranti(SegmenNews.com)- Bupati Kepulauan Meranti, HM Adil mengusulkan kepada Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru Yosep Dwi Irwan S.Si APt, agar memperhatikan masyarakatnya dengan menggratisnya pengurusan izin BBPOM bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Meranti.

Usulan itu bentuk kepedulian Bupati HM Adil untuk mempermudah pengembangan UMKM bagi masyarakat Kepulauan Meranti.

Hal itu diusulkan Adil pada pertemuan bersama rombongan BBPOM Pekanbaru di rumah dinas bupati, Kamis (2/9/2021).

“Kami harap untuk masalah perizinan produk UMKM khusus Kepulauan Meranti dapat digratiskan dan dengan syarat administrasi yang tidak berbelit belit sehingga para pelaku usaha lebih bersemangat mengembangkan usahanya,” ujar Bupati.

Selain gratis dan tidak berbelit-belit Bupati juga menyarankan untuk pengurusan izin produk ini dapat dilakukan sehari selesai apalagi seluruh proses administrasi sudah dilakukan secara elektronik.

Permintaan Bupati H.M Adil disambut positif oleh Kepala BBPOM Yosep, menurutnya sudah menjadi tugas instansinya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terutama para pelaku UMKM.

“Itu memang komitmen kami yang hadir untuk masyarakat,” ujar Yosep.

Ditegaskannya BBPOM di Pekanbaru juga siap melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha jika semua syarat telah dipenuhi seperti aspek sehat dan kebersihan maka izin produk dapat dikeluarkan segera.

Kedepan agar sinergitas antara BBPOM di Pekanbaru dengan Pemkab. Meranti semakin solid akan dilakukan kerjasama yang dituangkan dalam bentuk penandatanganan MoU antara Bupati Meranti dengan Kepala BBPOM di Pekanbaru.

Sekedar informasi, dalam kunjungannya di Kepulauan Meranti Kepala BBPOM di Pekanbaru dan jajaran juga berkesempatan melakukan kunjungan ke Gedung Pusat Promosi Produk dan Kerajinan Disperindag Meranti di Jalan Rumbia Selatpanjang untuk melihat berbagai produk unggulan UMKM Meranti salah satunya makanan olahan Sagu serta Kopi Liberika andalan Meranti.

Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Meranti Dr. Misri Hasanto, Plt. Kadisperindag Meranti Syahril Deli dan jajaran, Kabag Ekonomi Sekdakab. Meranti Abu Hanifah dan lainnya. (ADV/ Prokopim Meranti).

Bank BJB Raih Penghargaan dari Warta Ekonomi Indonesia Best Bank 2021

Bank BJB Raih Penghargaan dari Warta Ekonomi Indonesia Best Bank 2021

Bandung(SegmenNews.com)- Penghargaan demi penghargaan diterima oleh bank bjb karena berhasil membuktikan diri sebagai bank terbaik di Tanah Air.

Penghargaan terbaru diberikan oleh Warta Ekonomi kepada bank bjb sebagai Indonesia Best Bank 2021 with Very Good Financial Health and Corporate Performance: Mantaining Investor Relationship, (Category: BUKU 3 with total assets over 100 trillion).

Apresiasi ini diberikan karena kinerja institusi perbankan selama masa pandemi yang terus melakukan perkembangan dan memberikan stimulan positif terhadap roda perekonomian di Indonesia.

Penghargaan diterima oleh Direktur Keuangan bank bjb, Nia Kania, dalam Anugerah Indonesia Best Bank Awards 2021 yang digelar Rabu 25 Agustus 2021 di Jakarta.

Dalam sambutannya Nia mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Warta Ekonomi. Dia juga mengingatkan seluruh insan bank bjb agar penghagaan ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja di masa yang akan datang.

“Pencapaian positif ini diperoleh berkat kombinasi antara totalitas kinerja dan kualitas strategi yang dimiliki perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan,” jelas Nia.

Meski pandemi Covid-19 masih melanda, namun bank bjb mampu mencatatkan kinerja positif di 2021. Pada Triwulan II 2021, total aset bank bjb secara konsolidasi mengalami peningkatan sebesar 20% year on year.

Hal tersebut menjadikan total aset bank bjb hingga pertengahan tahun 2021 berada di angka Rp150,4 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp125,3 triliun pada periode yang sama di tahun lalu.

Tumbuhnya total aset bank bjb pada triwulan ini di antaranya ditopang oleh kinerja dana pihak ketiga (DPK) dan kredit yang sehat. Keduanya tumbuh secara year on year di periode ini.

DPK bank bjb secara bank only pada Triwulan II 2021 ini tumbuh sebesar 21% year on year menjadi Rp109,3 triliun. Di dalamnya terdapat kenaikan Tabungan sebesar 12,1% year on year menjadi Rp22,3 triliun, juga kenaikan Deposito sebesar 41% year on year menjadi Rp61,19 triliun.

Selain itu, hingga pertengahan 2021, total kredit secara bank only yang berhasil disalurkan oleh bank bjb tumbuh hingga 6,8% year on year menjadi 91,2 trilliun rupiah. Pertumbuhan tersebut berada di atas industri perbankan nasional yang tercatat masih minus 1,23%.(rls)