Beranda blog Halaman 821

Datangi Polda Riau, Warga Pertanyakan Penegakan Hukum Kerumunan di Asia Haritage

Warga Pertanyakan Penegakan Hukum Kerumunan di Asia Haritage

Pekanbaru(SegmenNews.com)-Suroto SH, warga Rumbai Pesisir, Senin 24 Mei 2021 kembali mendatangani Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Riau. Kedatangannya ini merupakan yang keempat kalinya untuk mempertanyakan tindak lanjut laporannya terkait kerumunan di tempat wisata Asia Haritage, yang diduga melanggar Prokes Covid 19 dan sejumlah Undang-undang.

Suroto SH, yang juga merupakan salah seorang Advokad di Provinsi Riau ini usai mendatangani Ditreskrimsus dan Ditreskrimum Polda Riau, kepada mengatakan, hingga saat ini belum ada pemeriksaan yang dilakukan Polda Riau terkait laporan tersebut. Sementara masyarakat Riau saat ini menunggu langkah tegas dari Kapolda Riau terkait kerumunan tersebut.

“Kedatangan saya ini merupakan yang keempat kalinya untuk menanyakan tindak lanjut laporan terkait kerumunan pengunjung dalam jumlah besar di tempat wisata Asia haritage – Pekanbaru Sabtu 15 Mei 2021 yang diduga melanggar protokol kesehatan,” ujarnya

Laporan disampaikan ke Polda Riau terhitung sejak dibuatnya laporan Senin 17 Mei 2021 yang lalu, namun sampai sekarang belum ada pemeriksaan yg dilakukan terkait laporan tersebut.

“Menurut petugas di Subdit IV Ditreskrimsus, mereka belum ada melakukan pemeriksaan. Sementara di Ditreskrimum, laporan saya masih di bagian OP,” ujar Suroto.

Suroto berharap, Ditkrimsus dan Ditkrimum Polda Riau segera melakukan pemeriksaan terhadap perkara kerumunan di tempat wisata Asia Haritage yang dilaporkanya, sebab masyarakat saat ini sedang menunggu langkah tegas dari Polda Riau terkait kerumunan di Asia Haritage tersebut.

Suroto menambahkan, bahwa Ia sangat serius dengan laporanya. “Ini soal keadilan dan persamaan di hadapan hukum, masa masyarakat gak boleh mudik, gak boleh sholat ied dan gak boleh lebaran rumah ke rumah tapi ternyata di tempat wisata terjadi kerumunan orang dalam jumlah besar” katanya.

Apalagi Pekanbaru dalam zona merah, kerumunan yang seperti itu tentu sangat berpotensi untuk menyebarkan Covid 19.

Kalau kerumunan yang diduga melanggar protokol kesehatan ini dibiarkan, maka ini akan menjadi preseden buruk.

“Masyarakat akan mencontohnya, bahkan bisa jadi masyarakat akan mengabaikan seluruh protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah. Kalau ini terjadi, tentu angka penularan covid 19 di Pekanbaru menjadi sangat tinggi dan akan sulit dibendung,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Suroto SH, warga Jalan Pembangunan, Pekanbaru, melaporkan dugaan tindak pidana pada kerumunan di tempat Wisata Asia Haritage Sabtu 15 Mei 2021 ke Polda Riau. Ia menduga telah terjadi pelanggaran protokol kesehatan pada kerumanan tersebut.

Suroto, yang juga seorang Advokad di Provinsi Riau ini, usai menyampaikan laporan ke Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Riau, kepada bertuahpos.com Senin 17 Mei 2021, mengatakan, kerumunan yang terjadi di tempat Wisata Asian Haritage, Muara Fajar, Minggu 16 Mei 2021 tersebut, diduga telah melanggar Pasal 93 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan fan
Pasal 216 KUHP, Pasal 14 ayat (1) Undang-undang R.I Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular.***(rn)

Senin, Batas Akhir Pendaftaran Calon Anggota PWI Riau

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pelaksanaan rekrutmen calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau sudah dijadwalkan pada tanggal 28 dan 29 Mei 2021.

Bagi wartawan yang belum mendaftar diiimbau dan diingatkan untuk segera mengirimkan atau mengantarkan berkas persyaratan ke Kantor PWI Riau, Jalan Arifin Achmad Pekanbaru, paling lambat Senin (24/05/2021).

“Kita mengingatkan kembali kepada kawan-kawan wartawan baik yang berdomisili di kota maupun kabupaten untuk segera mengirimkan berkas persyaratan ke Kantor PWI Riau. Karena batas terakhir pendaftaran pada Senin (24/05/2021),” imbau Ketua Panitia Pelaksana Rekrutmen Anggota PWI Riau H Novrizon Burman di Pekanbaru, Sabtu (22/05/2021).

Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Riau yang akrab disapa Bang Nov atau NB ini menyampaikan, sampai saat ini sudah puluhan ada puluhan wartawan yang mendaftar untuk ikut test masuk menjadi calon anggota PWI Riau.

Dan bagi yang belum mendaftar, panitia memberi kesempatan hingga Senin (24/05/2021) dapat mengantarkan atau mengirimkan berkas persyaratannya ke Kantor PWI Riau.

“Mengingat waktu pelaksanaan test hanya tinggal beberapa hari lagi, maka kita ingatkan kepada kawan-kawan wartawan yang ingin ikut menjadi calon anggota PWI Riau buruan segera mendaftar,” kata NB.***(rls)

Kisah Inspiratif Rindam XII/Tanjungpura Bantu Kesulitan Warga di Sekitarnya

Kisah Inspiratif Rindam XII/Tanjungpura Bantu Kesulitan Warga di Sekitarnya

Singkawang(SegmenNews.com)- Rindam XII/Tanjungpura sebagai Lembaga Pendidikan Daerah mempunyai tugas menyelenggarakan Pembinaan Teritorial (Binter) di wilayah sekitar Rindam XII/Tanjungpura.

Dalam pelaksanaan Binter Satnonkowil Rindam XII/Tanjungpura kali ini
ada hal positif yang menarik perhatian.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Serka Ari Ibrahim, Turmin Seksi Teritorial Sbagum Rindam XII/Tanjungpura.

Ia berhasil mencuri perhatian terkait aksinya membantu perekonomian
seorang warga bernama Asubairi, warga kampung Marhaban, Kelurahan Sedau,
Singkawang Selatan. Jumat, 21 Mei 2021.

Saat ditemui dikantornya, Serka Ari Ibrahim mengungkapkan jika ia
melakukan hal tersebut dengan spontan. Menurut pengakuannya, awalnya ia diperintahkan untuk mencari mushola yang akan diperbaiki dalam rangka kegiatan Pembinaan Teritorial.

Usai menemukan mushola yang dicarinya, secara tidak sengaja ia melihat rumah kecil yang terbuat dari papan kayu dan beratap daun di dekat
mushola tersebut sehingga menyita perhatiannya.

“Awal mula saya bertemu dengan Pak Asubairi, waktu itu saya sedang
mencari mushola yang akan diperbaiki dalam rangka kegiatan Binter,”
ujarnya.

“Kebetulan di dekat mushola itu, saya melihat rumah kecil yang terbuat
dari papan dan beratap daun. Di depan rumah tersebut saya lihat seorang
kakek yang sedang membersihkan halaman rumah bersama seorang nenek.

Dengan spontan saya menghampiri mereka untuk menanyakan informasi
terkait mushola yang rencananya akan dijadikan lokasi Binter,” imbuh
Asubairi.

Usai menemukan mushola yang akan dijadikan sebagai sasaran Binter
tersebut, Serka Ari melaporkan kepada atasannya untuk tindaklanjut
pelaksanaan Binter.

Seiring berjalannya waktu, ditengah kegiatan renovasi mushola, Serka Ari
banyak bertukar cerita dengan si Kakek yang juga ikut membantu proses
renovasi.

Seiring berjalannya waktu, ditengah kegiatan renovasi mushola, Serka
Ari banyak bertukar cerita dengan Si Kakek yang juga ikut membantu
proses renovasi.

Ketika Serka Ari melihat kolam yang ada di halaman rumah pak Asubairi,
terbesit dihatinya menanyakan kolam itu diisi ikan apa oleh pak Asubairi
dan ternyata kolam itu kosong.

“Begitu banyaknya cerita suka maupun duka dari perjalanan hidup pak
Asubairi yang diceritakan kepada saya, akhirnya saya berniat untuk
membantu beliau. Saya melaporkan hal ini kepada atasan saya dengan
harapan ada bantuan untuk pelaksanaan karya bhakti dan solusi untuk perekonomian keluarga pak Asubairi.

“Akhirnya laporan saya direspon baik oleh atasan, Rindam XII/Tanjungpura
menggelar Binter di mushola sekaligus karya bhakti di rumah pak Asubairi. Bantuan berupa bibit ikan juga diberikan untuk dimasukkan ke kolamnya, dengan harapan hasilnya nanti dapat membantu perekonomian beliau,” bebernya.

“Alhamdulillah, sampai sekarang kolam ikan itu masih terus berjalan
walaupun masih ada terkendala sumber air, karena hanya mengandalkan air
hujan. Insyaallah kedepan kalau ada rejeki, saya berencana membuatkan
sumur bor untuk kebutuhan pak Asubairi dan kolam ikannya bahkan bisa
dimanfaatkan juga untuk mushola karena tempatnya yang dekat dengan rumah pak Asubairi,” imbuhnya.***(rls)

Tinjau Asia Haritage, Wakil DPRD Pekanbaru: Perlu SOP Tempat Wisata

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Azwendi saat meninjau lokasi wisata Asian Haritage di Rumbai bersama tim gugus tugas cobid-19 Pekanbaru, Jum’at (21/5/2021)

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, T Azwendi menilai diperlukan regulasi atau Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus untuk lokasi wisata, pusat perbelanjaan dan keramaian lainnya di Pekanbaru.

Hal itu, kata T Azwendi, mengingat pentingnya menjaga protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19. Namun demikian perekonomian juga harus bergerak.

“Perlu adanya regulasi atau SOP tempat wisata dan keramaian lainnya. Kesehatan nomor satu, namun tidak mengesampingkan ekonomi. Perekonomian juga harus bergerak,” kata Azwendi saat meninjau lokasi wisata Asian Haritage di Rumbai bersama tim gugus tugas cobid-19 Pekanbaru, Jum’at21/5/2021.

Peninjauan itu untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dan situasi terkini pasca ditutup sementara karena lonjakan pengunjung, Minggu (17/5/2021) lalu.

Lokasi wisata Asian Haritage

”Apakah ini sudah menerapkan Prokes atau tidak. Tadi Tim Gugus juga sudah turun. Dan saya sudah tanyakan langsung ke tim, kata mereka sudah memeriksa segala sesuatunya tapi hasilnya masih menunggu,” ungkapnya.

Terjadinya kerumunan di tempat wisata Asia Heritage, anggota DPRD Kota Pekanbaru ini perlu disikapi secara arif. Sebab kebiasaan berkunjung saat lebaran ditiadakan begitu juga dengan larangan keluar daerah. Lantas saat tempat wisata buka, masyarakat berbondong memanfaatkan momen liburan itu.

Politikus Partai Demokrat menegaskan menyambut baik pelaku usaha wisata, hal ini mengingat kurangnya tempat hiburan seperti objek wisata di Pekanbaru, namun kedepan perlu adanya regulasi tempat wisata agar perekonomian tetap bergerak.

“Perlu juga adanya evaluasi aturan tempat wisata dan pendampingan dari Pemerintah. Tim diturunkan di tempat-tempat keramaian. Agar semuanya ya dapat berjalan dengan baik,” imbuhnya.***(ran)

Tak Terima dengan Pemberitaan, Wabup Meranti Asmar Berang ke Wartawan

Selatpanjang(SegmenNews.com)- Wakil Bupati AKBP (Purn) H Asmar, tak bisa menerima pemberitaan yang menyebutkan putra nya positif Covid-19 namun diisolasi di rumah dinas, ditulis oleh salah seorang pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Meranti. Akibatnya, dia marah dan hampir melayangkan tangannya ke wajah wartawan tersebut.

Pengurus PWI Kepulauan Meranti yang menulis perihal kasus Covid-19 menimpa anak Wabup Asmar adalah Ali Imran. Dia merupakan wartawan Metro Riau dan portal online halloriau.com yang menjalankan tugas jurnalistiknya di Kota Sagu.

Dalam menggali informasi, Ali menemui narasumber yang berkompeten yaitu juru bicara tim percepatan penanganan Covid-19 Kepulauan Meranti, M Fahri SKM. Tak hanya itu, Ali juga mengkonfirmasi langsung Wabup Asmar melalui WhatsApp pribadinya. Konfirmasi ini dilakukan tanggal 17 Mei 2021.

Lalu, hari Selasa tanggal 18 Mei 2021 pagi, tepatnya pukul 06.17 WIB, berita dengan judul “Bikin Geger, Terkonfirmasi Positif Covid-19, Anak Pejabat di Riau Malah Diisolasi di Rumah Dinas” terbit di media online halloriau.com. Berita ini menerangkan bahwa anak Wabup Asmar terkonfirmasi positif Covid-19, namun tidak mau diisolasi di RSUD. Pasien kemudian diisolasi di lantai II rumah dinas Wabup Asmar Jalan Merdeka Selatpanjang. Hal ini bertentangan dengan perintah Bupati HM Adil SH yang menginginkan semua pasien Covid-19 diisolasi di tempat khusus (RSUD dan BLK) yang sudah disediakan oleh pemerintah.

Diduga tak terima atas pemberitaan ini, Selasa siang, tepatnya pukul 12.04 WIB, Wabup Asmar menghubungi Ali. Dua kali panggilan dari pensiunan polisi itu tak terjawab karena saat itu Ali sedang berada dalam panggilan lain.

Pukul 12.06 WIB, panggilan Wabup Asmar tersambung ke Ali. Menurut pengakuan Ali, saat itu Wabup Asmar langsung marah-marah dan mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas diucapkan, apalagi oleh seorang pejabat publik. Merasa aneh dengan nada bicara Wabup Asmar, Ali memutuskan sambungan telepon. Kemudian, Ali kembali menghubunginya.

“Saat bicara melalui telepon ini, dia (Wabup Asmar, red) masih marah-marah dan memaki sambil menyuruh saya ke rumah dinasnya,” kata Ali Imran.

“Saya sempat berucap, tidak akan datang kalau Jubir Fahri tidak datang. Saat itu Wabup bilang bahwa Fahri juga diundang. Saya langsung ke rumah dinasnya karena memang saat itu berada tak jauh (dari rumah dinas, red),” tambah Ali.

Diceritakan Ali lagi, setelah sampai di depan pintu rumah dinas itu, ternyata Wabup Asmar sudah siap-siap (di balik pintu) ingin menampar pipinya. Beruntung tindakannya sempat dilerai oleh ajudan dan Kasubbag Humas Anshari Arif. “Setelah itu kata-kata kotornya masih keluar dan mengucapkan yang sama ketika berbicara via telepon,” aku Ali.

Menurut pengakuan wabup ke Ali, yang menjadi sorotannya adalah ketika disebutkan nama dan jabatan sebagai Wakil Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar serta disebutkan bahwa anaknya Positif Covid-19 dan dia membantah hal itu dengan menyebutkan anaknya hanya reaktif rapid antigen.

“Saya katakan, berita itu dibuat berdasarkan keterangan dari Jubir Satgas Covid-19 dalam hal ini adalah Fahri dan tidak dikarang bebas. Namun dia tetap tak bisa terima,” kata Ali.

Tidak lama setelah itu, Fahri pun tiba di rumah dinas Wabup Asmar. Tak pelak, Fahri pun langsung menjadi sasaran empuk caci maki Wabup Asmar yang saat itu masih mengenakan PDH lengkapnya.

Lalu Fahri berusaha menjelaskan, dan itu sesuai dengan apa yang dijelaskannya Ali kepada Wabup Asmar. Namun tampaknya Asmar masih belum menerima keadaan yang sesungguhnya.

Tak tanggung-tanggung, menurut Ali, Wabup Asmar melontarkan kemarahannya itu hampir 40 menit lamanya. Ajudan dan Kasubbag Anshari Arif hanya terdiam saat itu.

Entah capek atau kehabisan kata-kata, barulah Wabup Asmar menghentikan caci makinya ke Ali dan Fahri. Wabup Asmar kemudian meminta maaf sambil mengeluarkan kalimat dengan nada lirih dan seakan-akan ingin menangis. Wabup Asmar minta berita itu dihapus saja. Jika tidak pun dihapus, diedit dan dihilangkan kata-kata “positif Covid-19” dan kata “Wakil Bupati Kepulauan Meranti AKBP Purn Asmar”.

“Hatiku sedih lho, kau buat sebagai seorang pejabat, seakan aku tidak mengikuti protokol kesehatan. Ini keluarga besar, tak mungkin aku begitu yang lain juga teraniaya, coba keluarga kau digitukan. Sekarang gini aja, tolong diklarifikasi, kau bikin di sini, kau duduk di situ. Aku atas nama pribadi kami, keluarga kami minta maaf, memang aku merasa tidak enak, karena di situ ditulis pejabat AKBP Purn Asmar,” ujar Ali menirukan kata-kata Wabup Asmar.

Setelah itu, Ali dan Fahri pun pamit keluar dari rumah dinas Wabup Asmar.

Memenuhi keinginan Wabup Asmar, Ali menghubungi pihak redaksi untuk mengedit narasi berita yang dipersoalkan itu. Setelah selesai diedit, Ali kembali mengirimkan link berita tersebut melalui pesan WhatsApp dan Wabup Asmar pun membalas dengan emoticon terimakasih.

Mengaku tak senang dengan apa yang dialaminya itu, Rabu (19/5/2021) pagi Ali melaporkan kejadian itu ke Bupati HM Adil. H Adil menanggapi dengan santai dan memaklumi karakter wakilnya. Namun, HM Adil tetap memberikan dukungan kepadanya agar terus menulis berita. “Terus saja menulis berita mas,” kata HM Adil sebagaimana ditirukan Ali.

Keesokan harinya (Rabu, red) Wabup Asmar menitipkan uang kepada ajudannya untuk diberikan kepada Ali. Uang sebesar Rp 200.000,- itu dibawa oleh salah seorang wartawan yang kebetulan berteman akrab dengan Ali. Namun, ditolak oleh Ali.

Menanggapi apa yang dialami anggotanya ini, Rabu malam Ketua PWI Kepulauan Meranti Syamsidir langsung menggelar rapat. Rapat itu melibatkan seluruh pengurus PWI Kepulauan Meranti. Syamsidir membahas langkah-langkah apa yang harus diambil agar kejadian serupa tak terulang.

Dalam pernyataan resminya, mewakili seluruh pengurus, Syamsidir meminta Wabup Asmar agar tidak panik dengan Covid-19 yang terjadi pada anaknya. Karena, menurut Syamsidir, terinfeksi Covid-19 itu bukanlah aib yang dapat menjatuhkan warwah seseorang atau pejabat.

“Kita harap Wabup Asmar dapat memahami tugas dan fungsi wartawan. Tidak bersikap arogan kepada wartawan, karena selama ini peran wartawan juga sangat besar dalam membangun daerah,” ujar Syamsidir.

Dikatakan Syamsidir lagi, kawan-kawan wartawan khususnya di PWI Kepulauan Meranti bisa memahami bagaimana perasaan seorang ayah, tapi sebagai pejabat publik, emosional seperti itu tetap tidak boleh ditunjukkan

“Walaupun secara pribadi saya juga dekat dengan Wabup Asmar, tapi secara organisasi kami juga harus bersikap ketika ada anggota diperlakukan seperti itu. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi semua orang dan tidak lagi melakukan hal semena-mena kepada wartawan,” kata Syamsidir.

Syamsidir menegaskan, dia tidak akan membela jika ada wartawan di bawah PWI yang melanggar kode etik dan aturan dalam UU pers demi kepentingan pribadi atau kelompok. Tapi, dia juga tidak mau wartawan dijadikan tempat pelampiasan kemarahan. Apalagi selama ini kemitraan PWI dangan Pemkab Kepulauan Meranti telah berjalan sangat baik dan begitu mesra.

“Jangan sampai persoalan sekecil ini membuat kita terpecah belah dan tidak saling mendukung. Yakinlah semua itu ada hikmahnya, tergantung diri masing-masing menyikapinya. Semoga ini menjadi pelajaran berharga dan kedepan tidak ada lagi nrasumber yang bersikap arogan kepada wartawan, sebaliknya berteman baik dan saling mendukung,” harap Syamsidir. (rilis PWI Kep. Meranti)

PT CPI: Alih Kelola Blok Rokan Berjalan Lancar

PT CPI: Alih Kelola Blok Rokan Berjalan Lancar

Pekanbaru(SegmenNews.com)- PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) bekerja keras untuk memastikan proses alih kelola Blok Rokan berjalan selamat, lancar, dan andal. Pengelolaan Blok Rokan akan beralih ke PT Pertamina melalui Pertamina Hulu Rokan (PHR) pada 9 Agustus 2021 mendatang.

Demikian disampaikan Sukamto Tamrin selaku VP Corporate Affairs didampingi Okta Heri Fandi, Yulia Rintawati, dan Wahyu, saat bersilaturahmi di Gedung PWI Riau jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Kamis, 20 Mei 2021.

“Insha Allah pengalihan pengelolaan Blok Rokan akan berjalan selamat, lancar dan andal serta yang paling penting memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat Riau dan republik ini,” ujar Sukamto.

Dikatakan Sukamto, Blok Rokan merupakan salah satu blok minyak terbesar di Indonesia yang beroperasi lintas 7 Kabupaten/Kota di Riau, yaitu Bengkalis, Siak, Kampar, Rokan Hulu, Dumai, Rokan Hilir dan Pekanbaru.

Blok ini mengelola lebih dari 10 ribu sumur minyak.

PT CPI terus berupaya menjaga tingkat produksi dengan tetap menjalankan komitmen investasi pengeboran. Sejak akhir Desember 2020 hingga saat ini, PT CPI telah mengebor 55 sumur baru, dimana 31 sumur baru diantaranya sudah put on production (POP).

“Untuk menahan laju penurunan alamiah produksi migas di Blok Rokan, dilakukan investasi pemboran yang sudah dilaksanakan sejak akhir tahun 2020 lalu,” ungkap Sukamto.

Ditambahkannya, terkait ketenagakerjaan juga telah disepakati bahwa hampir seluruh karyawan PT CPI akan beralih ke operator yang baru nanti.

PHR juga akan melanjutkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Program ini diprioritaskan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat Riau di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

“Secara keseluruhan, PT CPI selaku operator Blok Rokan telah menyerahkan data kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Data tersebut di antaranya data kegiatan produksi, eksplorasi, dan pendukung kegiatan operasi,” kata Sukamto.

Ketua PWI Riau, Zulmansyah Sekedang mengucapkan terima kasih kepada PT CPI selaku Mitra yang selalu mendukung kegiatan yang dilaksanakan PWI Riau selama ini.

Kendati, rekan kerja di PT CPI akan berpindah menjadi Karyawan Pertamina, Direktur Utama Riau Televisi ini berharap silahturahmi sebagai pertemanan tetap terjaga.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan dari PT CPI yang terus menjaga silaturahmi bersama PWI Riau serta telah mendukung program-program dan kegiatan yang dilaksanakan PWI Riau,” ungkap Zulmansyah. ***(Rls)

Wabup Nasarudin Hadiri Pencanangan Vaksin Covid-19 Lansia di Desa Air Emas Ukui

Wabup Nasarudin Hadiri Pencanangan Vaksin Covid-19 Lansia di Desa Air Emas Ukui

Pelalawan(SegmenNews.com)-  Wakil Bupati Pelalawan H. Nasarudin, SH, MH, menghadiri pencanangan pemberian vaksin bagi lansia, bertempat di Desa Air Emas Ukui, Kamis (20/05/2021).

Tampak Hadir mendampingi Wakil Bupati yakni Camat Ukui Amri Juharza, S. Kom, Kepala Puskesmas Berlian Ukui, Rosdiana, S. Km, Kapolsek Ukui, Lurah dan Kepala desa se-kecamatan Ukui, Tokoh Masyarakat,Pemuda dan Agama Kecamatan Ukui.

Camat Ukui Amri Juharza menyampaikan ucapan terimakasih atas kedatangan Wakil Bupati dan rombongan pada acara pencanangan vaksin covid -19 bagi lansia di kecamatan Ukui. Camat menambahkan bahwa kecamatan ukui masuk zona merah karena ada peningkatan masyarakat yang tepapar virus covid 19, dimana saat ini ada 3 pasien yang sedang menjalani karantina mandiri, semoga pasien kita cepat sembuh dan tidak ada lagi masyarakat kecamatan Ukui yang terpapar virus covid 19. Camat juga menyampaikan kepada Wakil Bupati bahwa kegiatan vaksin ini akan berjalan dan dilakukan sampai 2 hari kedepan, menurut data yang ada pada hari ini akan di lakukan vaksinasi kepada 280 orang.

Sementara itu Wakil Bupati H.Nasarudin menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pelalawan H. Zukri Misran yang belum bisa hadir bertemu dan menyapa masyarakat kecamatan Ukui. Selanjutnya Wakil Bupati menambahkan bahwa saat ini kita temasuk zona merah.

Presiden Republik Indonesia Jokowidodo saat berkunjung ke Propinsi Riau menegaskan kepada Kabupaten dan Kota yang berzona merah termasuk Pelalawan di berikan waktu kepada kita selama dua minggu guna mengembalikan zona merah ke zona hijau atau normal. Oleh karena itu nasar mengajak seluruh masyarakat agar dapat menjalankan protokol kesehatan, dan tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, bagi yang sudah terlanjur melaksanakan pesta pernikahan agar dapat menerapkan protokol kesehatan selalu dan membatasi jumlah pengunjung atau tamu undangan yang datang.

Pada kesempatan itu  Wakil Bupati Pelalawan H.Nasarudin yang di dampingi Camat Amri Juharza, Kepala Puskesmas, Lurah dan Kedes, juga melakukan peninjauan Rumah Isolasi Pasien Covid 19, di PT. Indosawit desa Silikuan Hulu dan PT. Gandahara Hendana di Desa Ukui Dua Kecamatan Ukui.***(rls)

Pemeliharaan Pangkalan, Kodim Lamongan Kembali Bersinar

Pemeliharaan Pangkalan, Kodim Lamongan Kembali Bersinar

Lamongan(SegmenNews.com)- Kebersihan dan kerapian pangkalan, sudah menjadi suatu hal yang mutlak harus bisa diwujudkan di lingkungan TNI-AD.

Pasalnya, kebersihan merupakan bagian dari cermin kedisiplinan, kesatriaan, kebersamaan dan kepedulian akan lingkungan sekitar.

Demikian dikatakan Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono usai meninjau pembersihan pangkalan di Makodim. Kamis, 20 Mei 2021.

“Meskipun banyak kegiatan di Kodim, pemeliharan pangkalan wajib
dilakukan. Sudah jadi prioritas bagi kami,” ujarnya.

Meski terbilang bangunan tua, menurutnya, pemeliharaan pangkalan yang dilakukan oleh personelnya saat ini, dinilai mampu memelihara fasilitas
ataupun insfrastruktur tersebut.

“Meskipun bangunan ini sudah tua, kalau dirawat dengan baik ya pastinya akan terlihat bagus,” jelas Dandim.***(rls/
Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono)

Diduga Terlibat Pengrusakan, Oknum Pejabat Kelurahan dan Petugas BPN Pelalawan Dilaporkan ke Polisi

Diduga Terlibat Pengrusakan, Oknum Pejabat Kelurahan dan Petugas BPN Pelalawan Dilaporkan ke Polisi

Pelalawan(SegmenNews.com)- Oknum Pejabat Kelurahan Ukui dan Petugas Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Pelalawan, dilaporkan ke Polres Pelalawan. Keduanya diduga terlibat pengrusakan lahan milik Taufik Roestani di di RT 002 RW 001 Kelurahan  Ukui, kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Pemilik lahan melalui kuasa hukumnya, Suharmansyah SH, MH, kepada wartawan, mengatakan, ada sembilan orang yang dilaporkan ke Polres, yaitu orang diduga melakukan pengrusakan, termasuk oknum pejabat Kelurahan dan Petugas BPN.

Dikatakan aktivis Riau di era tahun 80-an ini, laporan telah di sampaikan ke Polres Pelalawan, sejak Jumat (7/5) lalu sebelum lebaran Idul Fitri 1442 hijriah.

“Kita telah membuat laporan ke Polres Pelalawan. Untuk itu kasusnya akan kita kawal dan minta penyidik kepolisian dapat segera memproses sesuai hukum berlaku,” tegas Suharmansyah.

Sedangkan dipaparkan Suharmansyah, kasus pengrusakan lahan seluas 2,147 meter persegi dengan legalitas Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor: 41 tanggal 31 Maret 1995 milik klaim atas namaTaufik Roestani, dengan mengunakan alat berat jenis eksapator.

Akibatnya korban mengalami kerugian materi puluhan juga. Setelah rumah semi permanen, beserta tanaman kopi dan pisang serta plang Advokat ikut rusak.

Sedangkan dikatakan Suharmansyah, kalau pelaku yang diduga melakukan pengrusakan, ikut mengklaim tanah itu miliknya hanya bermodalkan surat keterangan.

“Dari data yang kami peroleh melalui pemilik tanah Taufik Roestani yang secara hukum atas tanah tersebut. Ada masyarakat mengaku ahli waris pemilik tanah tersebut dengan bermodalkan surat pernyataan yang dibuat dan ditanda tangani sendiri pertahun 2014 lalu,” tuturnya.

Kemudian mereka melakukan pengukuran dan sekaligus membuat parit pembatas serta merusak tanaman beserta rumah yang ada di dalam lahan serta plang.

“Sebelumnya sempat ada mediasi tapi tidak ada titik temu. Maka klain kami memutuskan menempuh jalur hukum dan melapor ke pihak kepolisian atas di obrak-abriknya lahan beserta rumah dan tanaman miliknya mengunakan alat berat,” pungkasnya.

Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko SIK, ketika dikonfirmasi wartawan melalui Kasubbag Humas IPTU Edy Haryanto SH, membenarkan adanya pengaduan kasus  pengrusakan lahan beserta rumah dan plang tersebut.

“Kita telah menerima pengaduan tentang pengrusakan lahan itu. Kini masih dalam proses dan akan segera memanggil orang-orang yang terkait. Untuk dimintai klarifikasi,” ujar Kasubbag Humas.(St)

Kerumunan Diduga Langgar Prokes, Pengelola Wisata Asia Haritage Dilaporkan ke Polda Riau

Kerumunan Diduga Langgar Prokes, Pengelola Wisata Asia Haritage Dilaporkan ke Polda Riau

Pekanbaru(SegmenNews.com)-Suroto, warga Pekanbaru, melaporkan pengelola tempat wisata Asia Haritage ke Polda Riau. Hal ini terkait kerumunan pengunjung di tempat wisata Asia Haritage, Muara Fajar – Pekanbaru Minggu 16 Mei 2021 yang sempat viral karena diduga melanggar protokol kesehatan.

Suroto SH, kepada wartawan usai melapor ke Ditreskrimsus dan Ditreskrimum Polda Riau, Senin (17/5/2021), mengatakan, kerumunan yang terjadi di tempat wisata Asia haritage itu berpotensi menyebarkan Covid 19 dalam skala besar. apalagi Pekanbaru saat ini masih berstatus zona merah.

Selain itu kata Suroto, kerumunan di tempat wisata Asia Haritage itu sama dengan tidak menghargai masyarakat Kota Pekanbaru yang rela tidak mudik, tidak sholat idul fitri, tidak lebaran rumah kerumah untuk mencegah penyebaran Covid – 19.

Suroto berharap Kepolisian Daerah Riau segera menindaklanjuti laporanya dengan melakukan penyelidikan / penyidikan secara profesional, sehingga pihak – pihak yang menyebabkan dan membiarkan terjadinya kerumunan tersebut dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selain itu supaya bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak khususnya pengelola tempat – tempat keramaian untuk benar – benar menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mencegah penyebaran Covid – 19.***(ran)