Beranda blog Halaman 839

Bupati H. Adil dan Rombongan OPD Lanjutkan Touring ke Kecamatan Pulau Merbau

Bupati H. Adil dan Rombongan OPD Lanjutkan Touring Ke Kecamatan Pulau Merbau

Meranti(SegmenNews.com)-Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil SH, kembali melanjutkan Touring bersama OPD kini yang menjadi sasaran adalah Kecamatan Pulau Merbau, Minggu (21/3/2021).

Melalui program “Ketuk Pintu Melayani Dengan Hati” Bupati akan menggesa pembangunan Infrastruktur untuk mengubah Pulau Merbau dari Kecamatan termiskin menjadi Kecamatan Makmur dan Sejahtera.

“Kita menginginkan Kecamatan Pulau Merbau tidak lagi menjadi Kecamatan termiskin tapi menjadi negeri yang makmur dan sejahtera,” ujar Bupati H.M Adil, saat menggelar pertemuan dengan Camat, Kades dan para tokoh masyarakat lainnya.

Seperti diketahui Kecamatan Pulau Merbau dari data yang dikeluarkan oleh BPS, merupakan Kecamatan termiskin di Kabupaten Meranti dengan tingkat kemiskinan mencapai 35 persen.

Untuk prioritas utama yang menjadi fokus Bupati H.M Adil, adalah dengan menggesa pembangunan jalan penghubung Desa Tanjung Bunga-Centai Sepanjang 3 KM, Jalan Tanah Tj. Bunga-Batang Meranti 4 KM, serta Jalan Tanah Renak Dungun.

“Dan jika jalan ini berhasil kita tuntaskan maka para Nelayan, Petani akan lebih mudah membawa hasil produksi kebun dan tangkapan ikannya, selain itu mobilitas orang dan barang lainnya juga menjadi lancar yang berujung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” jelas Bupati Adil.

Selanjutnya, diakui Bupati Adil, untuk menuntaskan pembangunan Infrastruktur di Kecamatan Merbau membutuhkan biaya yang tidak sedikit apalagi dengan kondisi APBD Meranti yang morat-marit seperti saat ini.

Namun Pemkab. Meranti tidak patah arang berdasarkan loby-loby yang dilakukan Bupati saat bertemu Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar yang kebetulan sama-sama dari Partai PKB.

Dan dirinya mendapat angin segar karena jika tidak ada aral melintang Kecamatan Pulau Merbau akan dijadikan Daerah Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan di Riau oleh Kementrian Desa.

“Direncanakan Menteri Desa akan datang ke Pulau Merbau, untuk menetapkan Pulau Merbau menjadi Pilot Project Nasional pengentasan kemiskinan di Riau, kita berharap nantinya Pulau Merbau tidak lagi menjadi daerah termiskin tapi menjadi Kecamatan yang makmur dan sejahtera,” ucap Bupati.

Selanjutnya untuk mewujudkan Pulau Merbau yang maju dan sejahtera, Bupati Adil mengingatkan Kepala Desa untuk memanfaatkan dana ADD sesuai dengan 7 Program Prioritas H. Adil-H. Asmar, dengan meminimalisir kegiatan/program yang sifatnya ceremonial dan menjalankan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

“Kepada Kades saya minta program yang dijalankan harus sesuai dengan 7 Program Strategis Bupati, jangan sampai melenceng,” ujar Bupati mengingatkan.

Kemudian dalam pertemuan bersama Camat, Kades serta tokoh masyarakat itu Bupati Adil, kembali memaparkan 7 Program Stratgisnya diantaranya :

1. Membangun Infrastruktur Dasar Kabupaten Kepulauan Meranti dengan membangun jalan penghubung dari Desa, Kecamatan hingga Kabupaten.

2. Meningkatkan dan pemerataan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia melalui program Beasiswa S1 sampai S3.

3. Menjadikan RSUD Meranti sebagai Rumah Sakit Rujukan dengan konsep ketuk pintu layani dengan hati.

4. Menciptakan ribuan usahawan dengan menciptakan ribuan peternak (Sapi, Kambing, Ayam), Petani dan Nelayan dan Pelatihan Masyarakat Pada Balai Latihan Kerja Agar Mandiri dan Mampu Membuka Peluang Kerja.

5. Menyediakan Pemenuhan Air Bersih yahg sehat dan berkualitas melalui Pembangunan dan Pengelolaan PDAM.

6. Pelayanan Administrasi Prima khususnya KTP/KK/Akte lahir dan kematian yang mudah, cepat, tepat dan akurat satu hari siap.

7. Penambahan Penerima Program Keluarga Harapan bagi Masyarakat Kurang Mampu di Kepulauan Meranti.

“Nantinya anak-anak Meranti cerdas akan kita kuliahkan Akuntansi agar dapat menyusun anggaran Kecamatan dan Desa dengan baik, begitu juga untuk mengisi UPT Puskesma Kecamatan dengan menguliahkan anak Meranti menjadi Dokter Umum dan Spesialis,” ucapnya lagi.

Dan yang juga menjadi perhatian Bupati H. Adil adalah bagaimana kegiatan Magrib mengaji yang sudah mulai meluntur digaungkan lagi, untuk penyemangat anak-anak pergi kesurau dan masjid Pemkab. Meranti akan memberikan sepeda gratis yang dikatakan Bupati akan direalisasikan pada tahun 2021 ini.

Terakhir Bupati H. Adil, menjelaskan untuk mensukseskan program “Ketuk Pintu Melayani Dengan Hati” ini, dalam waktu dekat, Tim yang terdiri dari beberapa OPD akan turun kedesa, untuk mendata kondisi real masyarakat Meranti mulai dari bidang Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, Kondisi Sosial dan lainnya. Sehingga apapun masalah yang dihadapi masyarakat Meranti saat ini terdata secara akurat yang akan menjadi Basic Data penuntasan segala problem ditengah masyarakat.

“Jangan sampai terjadi ada masyarakat Meranti yang sakit tidak terlayani karena tidak punya biaya, begitu juga yang miskin tapi tidak mendapat bantuan,” pungkasnya.(Ags)

Bantuan Pendidikan Rumah Yatim untuk Dwina, Dafa, Dafi, Fahreza, Empat Yatim Bersaudara

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Sabtu (20/3) siang ini, Rumah Yatim Cabang Riau menyalurkan bantuan pendidikan berupa perlengkapan sekolah dan beasiswa dhuafa untuk Angel Dwina (15), Dafa (12), Dafi (12), dan Fahreza (10), di kediaman mereka Jalan Durian, Gang Darul Faidzin, RT.03/RW.05, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau.

Sejak meninggalnya sang ayah 10 bulan lalu, keempat bersaudara ini tinggal bersama sang ibu di kediaman sederhana mereka. Angel Dwina berada dibangku kelas 1 SMA, si kembar Dafa dan Dafi berada di kelas 5 SD, sedangkan Fahreza berada di kelas 3 SD.

Ibu Dewi sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan penghasilan yang tak lebih dari Rp.1.000.000,- per bulannya. Sejak meninggalnya sang suami, ia seorang diri menafkahi keempat anaknya. Bahkan ketika ia pulang bekerja pada pukul 1 siang, ia tidak beristirahat, melainkan melanjutkan berjualan di warung kecil-kecilan yang ia buka di halaman rumahnya.

“Alhamdulillah penghasilan dari warung ini bisa Rp.20.000,- hingga Rp.25.000,- per harinya. Lumayan untuk tambah-tambah biaya sekolah anak-anak”, tutur Ibu Dewi.

Meski tidak hidup dalam kondisi berkecukupan, keempat bersaudara ini tidak pernah merasa putus asa. Hal ini bahkan menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar agar dapat menggapai cita-cita mereka dan membanggakan sang ibu.

Relawan Rumah Yatim, Rizky, menyampaikan, ia sangat senang dapat bertemu dengan keluarga Ibu Dewi, karena melihat semangat keempat anaknya yang sangat besar. Bantuan pendidikan ini, merupakan bentuk dukungan Rumah Yatim atas semangat belajar keempat yatim bersaudara.

“Ibu Dewi mengucapkan rasa syukurnya atas bantuan dari Rumah Yatim dan Donatur, ia juga turut mendoakan, semoga rezekinya selalu berlimpah, juga segala sesuatunya diberikan kemudahan dan apa yg diinginkannya bisa tercapai”, tutup Ibu Dewi.(rls)

Milad Esatv ke-2, Rahmad : Berjuta Kabar Dalam Satu Genggaman

Milad Esatv ke-2, Rahmad : Berjuta Kabar Dalam Satu Genggaman

Pekanbaru(SegmenNews.com) – Diusia yang ke dua tahun, TV Streaming EsaTV menggelar kegiatan sosial dan melakukan dialog dengan beberapa nara sumber, mulai dari pihak pemerintah, kepolisian, dompet dhuafa dan juga manager Asia farm.

Acara yang dilaksanakan sabtu pagi 20 maret 2021 di taman wisata Asia farm jalan badak kecamatan tenayan raya kota pekanbaru sangat sederhana tetapi begitu penu dengan rasa kekeluargaan yang begitu erat.

Sebelum melaksanakan kegiatan sosial, Esatv melaksanakan pemotongan nasi tumpeng, yang mana pemotongan nasi dilakukan langsung oleh komisaris utama Esatv Rahmad Handayani dan di dampingi direktur utama Taufik Hidayat, pimpinan redaksi Budi suseno, kapolsek tenayan raya AKP. Manapar Situmeang, kalaksa BPBD kota pekanbaru Zarman Candra, dari dompet dhuafa, pihak Asia farm dan beserta tim Esatv

Komisaris utama, Rahmad Adayani yang begitu sangat milenial menyampaikan, dengan berusia nya 2 tahun Esatv dapat menjadikan motivasi para tim untuk selalu menjadi tim yang solid dan menjaga kekompakan satu sama yang lain dalam membangun Esatv sebagai media TV streaming Esatv yang lebih baik di Indonesia dalam memberikan kabar secara berimbang.

Saya “Rahmad”, juga berterimakasih kepada seluruh pihak yang turut serta dalam mensukseskan hut esatv yang ke dua ini, khususnya kepada para tim estv yang telah bekerja keras untuk mensukseskan kegiatan ini.

Kegiatan berlanjut dengan memberikan bingkisan sembako kepada penerima manfaat desi yang diberikan oleh kapolsek tenayan raya, kalaksa BPBD kota pekanbaru, Direktur Esatv mewakili para donatur yang telah berpartisipasi dan dari dompet dhuafa yang memberikan kaki palsu kepada buk desi secara simbolis.

Penerima manfaat buk desi terlihat teharu dan bersyukur atas pemberihan yang diberikan kepada nya. “Saya sayangat bersyukur dan berterimakasih kepada kapolsek, pak zarman dari BPBD, dari dompet dhuafa dan kepada Esa TV.

Saya sebelumnya tidak pernah menyangka akan mendapatkan bantuan kaki palsu ini, dan saya sekali lagi berterima kasih kepada Esatv melalui mereka saya akhirnya bisa mendapatkan bantuan kaki palsu ini dari dompet dhuafa, kata buk desi sambil menghapus air mata nya.

Harapan saya dengan mendapatkan kaki palsu ini tentunya dapat beraktifitas lagi walaupun tidak bisa seperti orang normalnya.**Ril

Usaha Ternak Ayam di Inhil Terancam Ditutup

Inhil(SegmenNews.com)- Industri peternakan ayam potong milik warga Belilas, Kabupaten Indragiri Hulu yang beroperasi di Dusun Tua, Desa Keritang Hulu, Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diduga belum memiliki izin rekomendasi dari dinas setempat.

Pemilik usaha ayam potong, Kasih (padahal di pemberitaan sebelumnya pemilik adalah Hermanto Siregar) ketika di konfirmasi awak media mengakui belum memiliki izin dari desa setempat maupun Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Indragiri Hilir.

Kasih mengatakan, usaha miliknya sudah berjalan hampir 6 tahun. Dari segi limbah (kotoran) ayam sendiri, mereka mendaur ulang atau dijadikan bahan pupuk. Meski demikian, hari ini yang membuat resah warga Desa Keritang Hulu soal lalat banyak bertebaran saat panen.

“Kalau limbah kotoran ayam kami jadikan pupuk tanaman di kebun, kadang kami bawa ke Belilas, Inhu. Banyaknya lalat itu pas panen saja, kata orang ayamnya itu yang bawa lalat saat ketika panen,” ujar Kasih kepada Wartawan saat dihubungi melalui sambungan seluler, Jumat 19 Februari 2021.

Kasih menambahkan, total seluruh ayam yang dia ternak berjumlah 25 ribu. Panen 20 hari sekali, untuk jarak dari permukiman warga sekitar 2,5 Km. Menurutnya, selama ini racun lalat tetap mereka gunakan untuk mengantisipasi penyebaran lalat ke rumah-rumah warga.

“Soal izin usaha, kami akan usahakan. Dan untuk lalat nya kedepan kami akan berusaha agar tidak lagi membuat resah warga,” tambah Pemilik Usaha Ternak Ayam.

Kepala Desa Keritang Hulu Nazarudin membenarkan bahwa pihak desa tidak pernah mengeluarkan izin rekomendasi usaha ternak ayam milik warga Inhu tersebut. “Saya tidak pernah mengeluarkan izin apapun. Legalitas perternakan itu tidak ada dari Desa. Saya sudah mengingatkan tapi tak digubris,” ujar Kades.

Sementara itu, Kepala Dinas DTPHP melalui Kabid Peternakan Ngadiyo menuturkan persoalan wabah lalat dari usaha ternak ayam di Desa Keritang Hulu belum mendapatkan informasi secara detail. Untuk saat ini, pihaknya akan terlebih dahulu mengecek kebenaran informasi tersebut.

“Soal izin rekomendasi dari dinas kami (DTPHP) belum ada kami keluarkan. Jika memang tidak ada izin dari desa setempat, ataupun dinas DPMPTSP Inhil kami akan berkoordinasi dulu dengan OPD terkait. Ya, kalau memang terbukti tidak ada izin, sesuai peraturan akan kami tertibkan (tutup sementara),” ujar Kabid Peternakan saat dikonfirmasi Wartawan diruang kerja, beberapa waktu lalu.***

Pelaksanaan Ceng Beng Harus Terapkan Prokes Covid-19

Pelaksanaan Ceng Beng Harus Terapkan Prokes Covid-19

Meranti(SegmenNews.com)-Polres Kepulauan Meranti, Riau, bersama pihak terkait melaksanakan rapat membahas tentang pelaksanaan sembahyang kubur atau Ceng Beng warga tionghoa di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Rapat berlangsung di Restro Hotel Grand Indobaru, Selatpanjang Kota, Sabtu 20 Maret 2021 pukul 10.05 waktu setempat.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, yang berkesempatan hadir dalam pertemuan itu mengingatkan pelaksanaan ceng beng pada masa pandemi Covid-19 agar disiplin protokol kesehatan (prokes).

“Pelaksanaan sembahyang kubur tahun ini tentu sangat berbeda dari sebelumnya, karena dilaksanakan di tengah pandemi virus corona, jadi protokol kesehatan ketat harus dikedepankan,” kata Eko Wimpiyanto.

Untuk itu, lanjut Eko, pihaknya bersama stakeholder terkait akan menerjunkan personel pengamanan guna mengamankan jalannya kegiatan sembahyang agar dapat berjalan aman dan tertib.

“Setiap orang yang akan masuk area taman pemakaman wajib menggunakan masker, mencuci tangan, dan bersedia dicek suhu tubuhnya,” jelas dia.

Rapat ini juga diikuti Kabag Ops Polres Kepualuan Meranti diwakili Kasubag Dal Ops AKP Wewen Eko SH, Danramil 02 Tebingtinggi diwakili Serma Sumardi, Kasat Pol PP diwakili Kabid Penegakan Perda Piskot Ginting, Ketua PSMTI Wanandi Salim, Sekretaris Yayasan Sosial Umat Beragama Budha (YSUBB) Tjuan An SH, Ketua Matakin Propinsi Riau Djalius SH, Ketua Majelis Tri Dharma Sakti Handos, serta beberapa tokoh masyarakat tionghoa.

Dalam rapat disampaikan bahwa pelaksanaan pencabutan kupon undian sembahyang kubur akan dilaksanakan pada 21 Maret hingga 25 Maret 2021 di Kantor YSUBB Jalan Rumbia, Kecamatan Tebingtinggi.

Sementara, kegiatan sembahyang kubur dilaksanakan dengan dibagi menjadi 5 sesi dan 2 sesi waktu cadangan terhitung dari jam 05.00 Wib s/d 19.00 WIB, setiap hari terhitung dari tanggal 25 Maret hingga 04 April 2021.

Dalam pelaksanaan kegiatan sembahyang kubur, seluruh peserta wajib mengikuti tata tertib yang telah disepakati dan wajib datang tepat waktu sesuai tanggal dan waktu yang telah dicantum dalam kartu kupon yang telah dibagikan.(Ags)

Bupati H. Adil Touring Bersama OPD di 4 Kecamatan

Bupati H. Adil Touring Bersama OPD di 4 Kecamatan

Meranti(SegmenNews.com)- Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil SH, bersama rombongan OPD dilingkungan Pemkab. Meranti, melakukan Touring di 4 Kecamatan, Sabtu (20/3/2021).

Kegiatan itu untuk mewujudkan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati H.M Adil-H. Asmar yakni “Ketuk Pintu Melayani Dengan Hati”, diharapkan melalui program ini dapat memberikan solusi atas semua permasalahan yang dihadapi masyarakat Kepulauan Meranti.

Seperti diketahui, Program Ketuk Pintu Melayani Dengan Hati, merupakan salah satu program prioritas Pemkab. Meranti dalam rangka meningkatkan dan memperbaiki pelayanan masyarakat sebagai upaya mencapai Good Governance dengan mendekatkan pelayanan kepada setiap masyarakat.

Dalam kegiatan kali ini selain melakukan peninjauan kebeberapa objek pembangunan infrastruktur juga berkesempatan berdialog dengan masyarakat tempatan untuk mendengarkan masalah dan menyerap aspirasi sebagai pertimbangan untuk pelaksanaan kegiatan kedepan.

Dari pantauan media dengan menggunakan sepeda motor, Bupati H.M Adil dan rombongan bertolak dari Selatpanjang menuju Pelabuhan Peranggas, Kecamatan Rangsang Barat.

Dilokasi ini Bupati meninjau Masjid tua Jami’arruhama yang berada di Dusun Ayun, Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Barat. Setelah mengamati kondisi bangunan masjid Bupati meminta dilakukan pembenahan khususnya pada jalan akses menuju masjid dan semenisasi halaman agar terlihat lebih asri.

Kemudian saat berada di Desa Permai Bupati Adil juga berkesempatan mengunjungi kebun Cabai milik salah seorang warga seluas 1.5 Ha, berdasarkan usulan pemilk kebun Khairuddin, Bupati bersedia membantu bibit Cabai untuk peremajaan kebun.

Selanjutnya Bupati dan rombongan juga meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Desa Bantar, dilokasi ini Bupati meminta kepada Dinas terkait untuk membenahi SPAM agar aset Pemda ini lebih memberikan manfaat kepada warga terutama dalam hal penyediaan air bersih.

Melanjutkan perjalanannya rombongan Bupati juga singgah di SD Tanah Merah, untuk sekolah ini sesuai usulan pihak sekolah dengan pertimbangan banyaknya jumlah murid, Bupati melalui Dinas terkait akan melakukan penambahan ruang kelas baru dan ruang Tata Usaha agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan nyaman.

Ditempat yang sama Bupati Adil juga berkesempatan menghadiri pelantikan PGRI Kecamatan Rangsang Pesisir, dihadapan para guru Bupati Adil berjanji akan meningkatkan kesejahteraan para guru Komite, dengan mengangkat menjadi honor daerah dengan gaji 2 Juta rupiah.

Sementara untuk siswa SD, Bupati berjanji akan memberikan sepeda gratis sebagai penunjang mobilitas belajar dan memberikan bantuan baju gratis kepada siswa baru pada tahun ajaran baru mendatang.

Selanjutnya Bupati juga meninjau Tempat Penampungan Ikan (TPI) di Desa Melay, untuk memaksimalkan budidaya ikan Kakap di Desa ini, Bupati merencanakan pembangunan Tanggul dan pembangunan jembatan penghubung ke menuju TPI.

Sementara untuk Kecamatan Rangsang Bupati dan rombongan melihat kondisi jalan di Tj. Samak dan sekitarnya, disitu Bupati melihat masih banyak jalan yang rusak penghubung antara Desa ke Kecamatan. Untuk itu Bupati mengintruksikan kepada Dinas PU Meranti untuk membenahi yang rencananya akan dimulai pada APBD-P 2021 mendatang.

Lokasi terakhir di Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Bupati mengatakan akan membangun Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan yang selama ini belum ada yang berada dilingkungan Kantor Camat, untuk gedung LAM ini bukan hanya akan dibangun di Kecamatan Tebing Tinggi Timur saja tapi juga akan dibangun di Kecamatan lainnya yang belum memiliki gedung LAM.

Masih di Tebing Tinggi Timur, Bupati juga berkesempatan mengunjungi Pesantren yang dikelola oleh Kiyai Saifullah. Rencananya Bupati H.M Adil akan membangun masjid pesantren dan tambahan ruang kelas untuk belajar para santri di Pesantren ini.

Nantinya dengan penerapan Program Ketuk Pintu Melayani Dengan Hati ini, Bupati  H.M Adil, berharap, terwujud beberapa tujuan yang ingin dicapai yakni, 1. Peningkatan pelayanan publik dibidang kependudukan dan catatan sipil, 2. Peningkatan pelayanan publik dibidang kesehatan masyarakat, 3. Peningkatan layanan rujukan ke Kabupaten, 4. Meningkatnya angka partisipasi sekolah dan harapan lama sekolah, 5. Meningkatnya pendapatan masyarakat disektor UMKM, 6. Menurunya tingkat pengangguran terbuka, 7. Peningkatan pelayanan publik pada masyarakat penerima manfaat dan penyandang PMKS.(Ags)

2019, Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Riau Selesai Rehap 5 Sekolah di Rohul

2019, Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Riau Selesai Rehap 5 Sekolah di Rohul

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Riau, 2019 lalu telah menyelesaikan rehab atau renovasi sarana pendidikan yang memprihatinkan di wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau. Jumlah sekolah yang telah diselesaikan pekerjaan rehapnya tersebut sebanyak 5 sekolah. Anggaran rehab tersebut tentunya menggunakan dana APBN 2019.

Keterangan Kepala Balai Perkim Wilayah Riau Ir. Ichwanul Ihsan melalui PPTK nya Yudi Prasetya kepada wartawan bahwa kegiatan rehap sekolah yang kondisinya cukup memprihatinkan di wilayah Kabupaten Rohul sebanyak 6 unit sudah selesai dikerjakan dengan progres 100% di tahun 2019 lalu, dengan bukti fisik dan dokumen terlampir.

“Sesuai dengan target kerja, di tahun 2019 lalu sebanyak 5 unit sekolah di Kabupaten Rohul telah selesai direhab. Seluruh progres kerja hingga selesai, dan semua ada dokumennya. Sekolah itu awalnya mengkhawatirkan untuk digunakan, saat ini sudah aman digunakan untuk proses ngajar-mengajar,” terang Yudi kepada wartawan.

Dengan sudah bisanya digunakan sekolah tersebut, Yudi berharap masyarakat dan pihak sekolah bersama-sama menjaga dan merawat sekolah tersebut untuk sarana pendidikan anak cucu kelak yang layak.

“Rehab sekolah tersebut sudah selesai dan marilah kita bersama-sama merawat dan menjaga sekolah tersebut untuk sarana pendidikan anak-anak kita yang layak,” ujar Yudi.

Selain itu Yudi mengungkapkan bahwa rehab bangunan sekolah di tahun 2019 lalu, tidak hanya di Rohul saja melainkan ada juga di Rokan Hilir (Rohil) sebanyak 14 sekolah.

Dan tahun 2021 ini masih terus dilakukan diberbagai wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Riau ini, hal tersebut tentunya sesuai dengan program Presiden untuk dunia pendidikan yang mempuni.

“Saat ini, kita masih melakukan rekap atau pendataan untuk sekolah-sekolah yang kondisinya memprihatinkan dan layak untuk di rehab atau diperbaiki. Tiap kabupaten di Provinsi Riau ini, seluruhnya mengajukan sekolah yang layak untuk di rehab melalui Balai Perkim Wilayah Riau dengan dana APBN ini,” terang Yudi.***(nto)

Pemprov Riau Siapkan 12 Ekskavator Cegah Karhutla

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Provinsi Riau terus memaksaksimalkan upaya meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, disiapkan 12 unit ekskavator.

Ekskavator tersebut untuk masyarakat yang membuka lahan, agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk pertanian.

“Kalau alat ini memang dibutuhkan Satgas Karhutla untuk membuat embung silakan saja. Jadi alat ini selain dapat digunakan masyarakat, juga dapat digunakan Satgas Darat membuat embung,” kata Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, kepada wartawan Jumat (19/3/2021).

Terkait prosedur peminjaman alat tersebut, Edy menyebut bisa lewat kelompok tani. Di mana kelompok tani yang ingin pinjam alat berat harus membuat proposal ke Dinas Pertanian Provinsi Riau.

“Jadi kalau nanti ada kelompok tani yang membutuhkan alat berat untuk membuka lahan, silahkan ajukan ke dinas pertanian. Nanti dievaluasi, layak atau tidak dibantu sesuai proposal yang sudah diajukan itu,” katanya.***

[VIDEO] Keberatan Dakwaan JPU, Yan Prana: Saya Tau Persis Kejadiannya

[VIDEO]
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Sekdaprov Riau, Yan Prana Jaya mengaku keberatan dengan dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan akan mengajukan eksepsi (bantahan) di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (18/3/2021).

Menurut Yan Prana, dakwaan JPU atas dugaan korupsi merugikan negara hingga 2,85 miliar tersebut tidak benar, sehingga ia dan penasehat hukumnya akan mengajukan eksepsi.

“Saya keberatan dengan dakwaan jaksa, apa yang disampaikan tadi tidak benar saya tau persis dengan kejadian ini, saya tetap ajukan eksepsi,” jawabnya ketika diminta tanggapannya oleh hakim atas dakwaan JPU.

Dengan demikian, hakim ketua Lilin Herlina SH MH memberi waktu seminggu, disidang selanjutnya Kamis mendatang.

Disamping itu, untuk sidang berikutnya JPU menyampaikan permohonannya kepada hakim untuk menghadirkan terdakwa Yan Prana di sidang pekan depan, dan tidak lagi dilakukan secara virtual.

Hakim ketua mengabulkannya, selanjutnya sidang dilakukan dengan tatap muka Kamis depan.

Untuk diketahui, Yan Prana didakwa dengan dugaan korupsi sebesar Rp2,85 miliar hasil pemotongan anggaran rutin Bappeda Siak tahun anggaran 2013-2017.Baca Disini>>>>>

Taman RSUD Meranti Berubah Total, Begini Penampakannya

Taman RSUD Meranti Berubah Total, Begini Penampakannya

Meranti(SegmenNews.com)-Taman di belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti, Riau berubah total setelah dilakukan pembenahan. Sebelumnya, rumah sakit yang dibangun pada zaman Kabupaten Bengkalis itu tidak pernah dirawat.

Kini, taman itupun pun tampak ramai tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan taman sudah cantik dan kursinya pun sudah di cat dengan corak warna-warni yang indah, sehingga tidak terlihat kusam dan kumuh lagi. Begitu juga dengan tanaman yang ada sudah dipangkas dan rawat, serta kolam ikan yang juga tampak dibersihkan.

Hal itu tentunya tidak terlepas dari inovasi manajemen serta seluruh peran tenaga kesehatan RSUD dalam menciptakan suasana yang asri serta nyaman bagi seluruh pengunjung.

Plt Direktur RSUD Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko ST MT sejak dilantik beberapa Minggu yang lalu langsung melakukan actionnya dalam membenahi segala fasilitas dan infrastruktur yang ada di RSUD tersebut.

Bukan hanya pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pelayanan medis tetapi juga pembenahan terhadap lingkungan di RSUD. Jika sebelumnya taman yang terlihat gersang, kini pengunjung yang datang bisa lebih segar melihat taman di RSUD yang sudah tertata rapi.

Bersama dengan jajarannya, sudah banyak perubahan signifikan yang dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pasien dan pengunjung di RSUD tersebut.

Dikatakan Fajar, dirinya tidak mau masyarakat terus beranggapan terhadap stigma RSUD yang selama ini citranya sering dipandang buruk.

“Kita tidak ingin RSUD dipandang buruk oleh masyarakat baik dari sisi pelayanan maupun infrastruktur pendukungnya. Untuk itu kita harus bisa seperti RSUD yang berada di kota lainnya di Riau,” ujar Fajar, Kamis (18/3/2021) siang.

Ditambahkan, penyediaan taman atau Ruang Terbuka Hijau diluar area gedung RSUD fungsinya selain area interaksi sosial juga untuk mencari udara segar. Pasien yang dalam masa pemulihan, biasanya sudah bosan didalam ruangan, jika diajak jalan-jalan ke area taman tersebut, pasien akan merasakan udara sejuk dan segar. Pikiran akan menjadi fresh dan semangat untuk sembuh akan meningkat.

Pohon rindang dan tanaman bunga di taman juga mempercantik area ini. Pasien, keluarga pasien, pengunjung, perawat, dokter dan staf-staf rumah sakit juga akan mendapatkan kenyamanan dan kesegaran saat berada di area tersebut.

Pengelolaan taman RSUD akan terus direnovasi sehingga untuk kedepannya taman ini menjadikan RSUD Kepulauan Meranti menjadi rumah sakit berwawasan Green Hospital.

Walaupun ditengah keterbatasan anggaran, hal itu seakan-akan tidak menghambat dirinya untuk terus melakukan perbaikan. Dikatakan, walaupun tidak bisa sekaligus membenahi seluruh permasalahan yang ada, namun hal itu akan dikerjakan perlahan-lahan secara optimal, namun dengan hasil yang maksimal.

“Dengan telah diperbaikinya semua infrastruktur dan layanan, pasien semakin ramai untuk datang berobat, dengan begitu kita bisa menambah pemasukan buat BLUD dan menutupi sejumlah defisit,” ungkapnya.(Ags)