Pertama di PPS UIR, Syarifah Zahria Herlena Lulus tanpa Tesis dengan IPK 3,91
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Syarifah Zahria Herlena mencatat sejarah baru di Pascasarjana Universitas Islam Riau. Wanita kelahiran Rengat 7 Juli 1984 ini berhasil menyelesaikan pendidikan pada Prodi Ilmu Pemerintahan BKU Administrasi Publik tanpa menulis tesis dengan masa studi 19 bulan.
Tesis merupakan karya ilmiah tertulis yang menjadi kewajiban mahasiswa yang disusun secara individual berdasarkan hasil penelitian empiris. Bagi mahasiswa di pascasarjana, tesis sekaligus menjadi salah satu syarat menyelesaikan studi dan meraih gelar akademik sesuai dengan prodi yang diminatinya.
Nah, sesuai dengan Permenristekdikti Tahun 2018, tesis dapat dikonversikan ke dalam jurnal international bereputasi bagi mahasiswa yang akan mengakhirinya studi di pascasarjana. Syaripah Zahria Herlena adalah mahasiswa pertama di Pascasarjana Universitas Islam Riau yang mengkonversikan persyaratan akademiknya dengan menulis jurnal international Scopus Q3.
Karya ilmiah Syaripah dimuat pada jurnal Pal Arch Foundation H Index 1 yang terbit di Belanda dengan judul “Analysis of the Performance of State Civil Servants in the Departement of Education and Culture Pelalawab District”.
Selasa siang (26/01/2021), wanita yang bekerja sebagai PNS di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Pelalawan itu, mengikuti ujian compre dengan mempertanggungjawabkan publikasi jurnalnya dihadapan tim penguji, yang terdiri dari Prof Dr H Yusri Munaf, SH, MHum (Direktur PPs), Dr. H. Moris Adidi Yogia , MSi, (Ketua Program Studi), Dr. Rendi Prayuda Sip, MSi dan Dr. Khairul Rahman, MSi. Ia lulus sangat memuaskan dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,91.
Direktur Pascasarjana UIR Prof Dr H Yusri Munaf SH MHum mengapresiasi langkah Syarifah yang berhasil mengkonversi tesisnya menjadi tulisan jurnal bereputasi international. Dengan demikian anak pertama dari empat bersaudara pasangan Said Zainuddin dengan Syarifah Hafizah ini, dibebaskan dari kewajiban menulis tesis.
Dan, menurut Yusri Munaf, dengan terbitnya karya ilmiah Syarifah pada Scopus Q3 ia diberi kewenangan untuk memperoleh gelar akademik Magister Ilmu Administrasi Publik. Sebab ia mampu mengkonversi karya ilmiah ke dalam jurnal bereputasi international.
”Ini sebuah langkah maju. Saya berharap, langkah Syarifah juga diikuti oleh mahasiswa lain. Tidak hanya mahasiswa pada Program Studi Ilmu Administrasi Publik akan tetapi teman-teman Syarifah lain dari enam program studi. Selamat untuk Syarifah. Saya sangat bangga,” kata Yusri Munaf usai ujian compres di Kampus PPs UIR Selasa sore (26/01 2021).***(rls)
Pelayanan Poli Anak Ditutup, Begini Penjelasan Pihak RSUD Kepulauan Meranti
Meranti(SegmenNews.com)- Pelayanan Poli Anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti ditutup sementara. Hal itu dilakukan karena hingga kini belum memiliki pengganti dokter spesialis anak di rumah sakit tersebut.
Penutupan sementara ini dibenarkan Direktur RSUD Kepulauan Meranti, dr RH Riasari, melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU), Riefki Dwi Putra. Selasa (26/1/2021).
Riefki mengemukakan, penutupan perawatan anak sementara karena seluruh dokter spesialis anak tidak lagi berada di RSUD Kepulauan Meranti.
Dijelaskannya, sebelumnya memang ada tiga dokter anak yang mengabdi di RSUD, namun ketiganya sudah habis masa kontraknya dan tidak ingin memperpanjang masa kontrak lagi dengan alasan tertentu
“Untuk Poli Anak kita tidak tahu akan ditutup sampai kapan, yang jelas sampai ada dokter spesialis pengganti. Sebelumnya kita punya dua dokter anak yakni Hendra Salim dan Silfy dan mereka merupakan suami istri yang sudah tiga tahun bekerja di RSUD. Dokter Hendra merupakan CPNS, namun karena istrinya tidak ingin memperpanjang kontrak kerja dia pun melakukan pengunduran diri dan pindah ke luar kota. Selain itu ada dokter Anet yang berasal dari PDGS Kementerian Kesehatan dan masa kontraknya pun hanya satu tahun dan kemaren sudah berakhir masa tugasnya,” kata Rifky.
Diceritakan program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PDGS) setiap tahun mendapatkan kuota tiga dokter spesialis yang sebelumnya dilakukan tahapan pengajuan melalui aplikasi.
“Tahun lalu kita mendapatkan tiga dokter spesialis yakni spesialis anak, Obgyn dan internis atau penyakit dalam. Untuk kebutuhan tahun 2021 ini kita juga telah melakukan pengajuan dokter spesialis termasuk spesialis anak namun tidak lolos verifikasi. Karena kali ini seleksinya sangat ketat dan Kementerian pun memprioritaskan RSUD yang betul-betul tidak memiliki dokter spesialis,” ungkap Rifky.
Upaya lainnya yang dilakukan RSUD dalam memenuhi kebutuhan dokter spesialis anak yakni dengan membuka lowongan dengan iming-iming gaji dan tunjangan sebesar Rp35 juta dan fasilitas lainnya, namun masih juga sepi peminat.
“Kita sudah buka pengumuman lowongan untuk dokter spesialis anak, namun belum ada yang melamar. Memang setelah dua Minggu pengumuman itu kita sebarkan ada tiga dokter yang menghubungi, namun mereka tetap ingin melalui jalur PDGS, mungkin agar mendapatkan pendapatan tambahan,” ujar Riefki.
Kasubag Tata Usaha itu juga mengaku dilema dengan kondisi seperti ini, walaupun pihaknya telah berusaha menaikkan pendapatan dokter spesialis yang ada, dan Kepulauan Meranti merupakan salah satu daerah di Riau yang menerapkan gaji besar bagi para dokter spesialis.
“Untuk gaji dokter spesialis di RSUD, kita salah satu daerah di Riau yang menerapkan gaji terbesar. Namun kondisi daerah yang berpulau dan masih terisolir yang mungkin membuat para dokter itu tidak betah berada lama disini. Untuk satu tahun, kita menghabiskan anggaran sebesar Rp6 miliar lebih untuk gaji dan insentif bagi 14 dokter spesialis,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kepulauan Meranti, Dr Taufikurrahman menanggapi hal tersebut dan meminta pemerintah daerah untuk mencari solusinya agar persoalan tersebut bisa segera diselesaikan.
“Untuk jangka pendek harus secepatnya dicarikan pengganti agar tidak mengganggu standar pelayanan minimum di RSUD. Namun untuk jangka panjangnya harus dicarikan solusi tepat agar ketergantungan RSUD kepada dokter spesialis lain tidak selalu menghantui sepanjang tahun apakah itu yang akan mundur atau pulang kampung atau habis masa kontraknya. Selain itu mungkin perlu dipikirkan menguliahkan dokter umum putra daerah untuk mengambil jurusan dokter spesialis sesuai kebutuhan dan tipe RSUD,” pungkasnya.(Ags)
Tak Bekerja Karena Sakit, Ibu dan Anak Hanya Makan dengan Kecap
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Selasa (26/1) siang ini, Rumah Yatim Cabang Riau menyalurkan bantuan untuk Sri Suryani (50) dan keluarga, berupa bahan pokok, santunan peduli sesama, serta bantuan pendidikan beasiswa dhuafa untuk kedua anaknya. Tim relawan menyampaikan bantuan di kediaman Ibu Suryani, Jalan Meranti, Gang Panduan No. 3A, RT.04/RW.04, Kelurahan Labuhbaru Timur, Kecamtan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau.
Ibu Suryani satu-satunya tulang punggung keluarga setelah suaminya meninggal dunia tiga tahun silam. Sehari-harinya ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan upah Rp.700.000,- per bulannya, penghasilan yang ia kumpulkan harus ia gunakan memenuhi kebutuhan pokok serta kebutuhan pendidikan kedua anaknya.
Sejak satu setengah tahun lalu, Ibu Suryani menderita penyakit varises di kedua kakinya, menyebabkan ia tak bisa lagi bekerja. Pada awalnya, hanya sebelah kaki Ibu Suryani yang menderita varises, namun, tiga bulan kebelakang, penyakit ini menjalar ke kakinya yang lain, sejak saat itu ia tak mampu lagi bekerja karena tak kuat menahan rasa sakit yang ada di kedua kakinya. Ketika penyakitnya kambuh, kaki Ibu Suryani bisa panas, pegal, memerah, bahkan membengkak. Ibu Suryani pun tak sanggup membiayai pengobatan penyakit yang ia derita, selama ini ia hanya menggunakan pengobatan sederhana seperti mengoleskan bawang putih dan minyak zaitun di bagian kakinya.
“Karena sudah tidak bekerja lagi sejak sakit, keluarga ibu ini cukup kesulitan, hanya mengandalkan upah terakhirnya saja, sempat mereka hanya makan nasi dengan kecap saja karena keterbatasan”, terang Rizky, salah satu relawan Rumah Yatim yang ikut bersilaturahmi ke kediaman Ibu Suryani.
Sementara ini, Evi Natalia, anak pertama Ibu Suryani kerap menggantikannya bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk membantu meringankan beban keluarga. Namun, Evi masih duduk di bangku kelas dua SMP, tenaga dan waktu yang ia punya terbatas dengan kegiatannya untuk menuntaskan pendidikan. Sedangkan adik Evi, Wulandari, kini masih duduk di bangku kelas enam SD.
“Evi dan Wulandari bercita-cita ingin menjadi guru dan dokter, cita-cita mereka ini lah yang membuat mereka tetap tabah dan semangat dalam menghadapi kesulitan yang menimpa keluarga mereka”, lanjut Rizky.
Pada kesempatan kali ini, Rumah Yatim memberikan bantuan peduli sesama dan bantuan bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga Ibu Suryani serta untuk pendidikan Evi dan Wulandari. Ibu Suryani meneteskan air mata ketika tim relawan datang memberikan bantuan untuk keluarganya. Ia sangat senang dan bersyukur atas bantuan yang disalurkan, ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada Rumah Yatim dan Donatur atas bantuan kepada keluarganya.***(rls)
Polisi Bongkar Prostitusi Anak Dibawah Umur di Meranti, Pasutri Mucikari Turut Diamankan
Meranti (SegmenNews.com)- Kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti berhasil diungkap polisi.
Terungkapnya kasus tersebut bermula saat anggota kepolisian dari tim
Opsnal Satreskrim Polres Kep.Meranti mendapat informasi tentang adanya praktek prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur, dimana dalam prakteknya pelaku berkomunikasi kepada para pelanggannya melalui aplikasi MiChat.
Setelah dilakukan penyelidikan, petugas akhirnya menemukan keberadaan pelaku dan korban di Happy Hotel Jalan Pembangunan II Kelurahan Selatpanjang Kota.
“Dari laporan itu kita dalami, kita coba intai melalui aplikasi online MiChat, lalu kita membuat janji pertemuan dan melakukan pemesanan jasa prostitusi kepada pelaku, dari situlah akhirnya mereka kita amankan,” kata Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Harjito SIk melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kepulauan Meranti, AKP Prihadi Tri Saputra SH MH, Selasa (26/1/2021).
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tersangka mucikari yang ditangkap merupakan pasangan suami istri (Pasutri) muda yang merupakan warga Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebingtinggi.
Diceritakan, kronologi kejadian terjadi pada Senin (25/1/2021) sekira pukul 23:00 WIB Opsnal Satreskrim Polres Kepulauan Meranti mendapat informasi tentang adanya praktek prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur.
Setelah melakukan janji melalui aplikasi tersebut, pelaku berkomunikasi kepada para pelanggannya. Kemudian tim melakukan penelusuran informasi tersebut dan melakukan upaya penjebakan dengan berpura-pura menjadi pelanggan dan jasa prostitusi kepada pelaku. Lalu pelaku meminta uang kepada pelanggannya sebesar Rp500 ribu untuk sekali kencan (Short Time).
Selanjutnya polisi langsung mengamankan kedua terduga pelaku yang mengantarkan korban ke hotel yang dijanjikan. Berdasarkan keterangan pelaku yang berinisial TFA (25), dalam melancarkan aksinya ia dibantu oleh istrinya yang berinisial AW (22) yang dilakukannya sejak satu tahun terakhir. Terhadap korban yang berinisial DA (13) warga Jalan Dorak, Desa Banglas yang sudah putus sekolah pun turut diamankan untuk dimintai keterangan.
Dari penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan uang tunai sebesar Rp602 ribu yang merupakan uang bayaran untuk korban, satu unit smartphone merk Xiomi milik pelaku dan satu unit smartphone merk Oppo A3 milik korban.
Atas perbuatan tersangka, polisi menjeratnya dengan Pasal 76F juncto Pasal 83 juncto Pasal 76I juncto Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
Lalu mereka juga dikenakan Pasal 2 Ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
“Saat ini pelaku dan korban sudah kita amankan di Mapolres Kepulauan Meranti untuk dimintai keterangan. Terhadap pelaku terancam dikenakan 15 tahun penjara,” ungkap Tri.(Ags)
Meranti(SegmenNews.com)- Sebanyak 39 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kepulauan Meranti mendapatkan dana bergulir program kemitraan CSR PT Timah Tbk Triwulan IV Tahun 2020 sebesar Rp 1,2 miliar, di Gedung biru jalan Dorak Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (26/1/2021).
Pelaku UMKM yang mendapatkan dana bergulir program kemitraan ini meliputi beberapa bidang usaha seperti perdagangan, perkebunan, peternakan, perikanan dan lainnya dengan pelaku UMKM yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Penyaluran dana bergulir program kemitraan CSR PT Timah Tbk ini merupakan komitmen PT Timah untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan UMKM baik dari sisi produk, modal, maupun pasar usaha. UMKM memiliki peran strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sehingga diperlukan pembinaan agar tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.
Antusias pelaku UMKM untuk mengikuti program dana bergulir ini terus meningkat, hal ini terbukti dengan semakin bertambahanya penerima dana bergulir. Berkembangnya UMKM diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Salah satu pelaku UMKM yang menjadi mitra binaan PT Timah, Abas Nawi mengatakan dirinya baru kali pertama mengikuti program dana bergulir ini. Ia mengaku, dengan adanya program ini dirinya terbantu untuk mengembangkan usahanya di bidang toko sembako. Lemahnya daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini membuat usahanya agak terseok-seok.
“Alhamdullillah dengan adanya prorgam dana bergulir PT Timah Tbk ini sangat membantu saya, dan program ini berbeda dengan program lainnya. Kita UMKM diberikan banyak keringanan salah satunya untuk angsuran dimana angsuran pertama baru dibayar setelah tiga bulan pencairan, ini artinya PT Timah benar-benar paham dan membantu kita bahwa modal yang dipinjamkan itu memang untuk mengembangkan usaha dulu,” katanya.
Senada diungkapkan Azimah, pelaku UMKM dibidang kuliner yang mengatakan dana bergulir program kemitraan PT Timah Tbk membuat Ia terbantu untuk terus menjalankan usahanya, selain itu baginya menjadi mitra binaan PT Timah bisa dibantu untuk memasarkan produknya.
“Program ini membantu, karena tidak memberatkan kita tidak dikenakan bunga, hanya biaya jasa administrasi. Pemasaran kita juga dibantu, terbantulah. Rencananya pinjaman modal ini akan digunakan untuk menambah alat produksi, membeli bahan baku dan inovasi produk,” katanya.
Mitra Binaan lainnya, Aslinda yang bergerak di bidang usaha pakaian mengatakan, dirinya hampir menutup usaha lantaran sepi peminat saat pandemi Covid-19. Namun, mendapatkan informasi dari sesama pedagang terkait program dana bergulir ini, dirinya kembali bersemangat untuk melanjutkan usahanya.
“Saya dapat informasi dari sesama pedagang tentang program ini, dan saya pikir ini sangat bagus. Akhirnya saya coba untuk mengajukan proposal dan Alhamdullillah disetujui, semoga PT Timah tetap jaya,” katanya.
Asisten II Pemerintah Kabupaten Meranti, Asrorudin mengapresiasi program dana bergulir kemitraan PT Timah ini, menurutnya program ini merupakan bukti keseriusan PT Timah dalam membantu masyarakat Kabupaten Meranti untuk mengembangkan usahanya sehingga dapat mandiri.
“Ini bukti keseriusan PT Timah untuk membantu masyarakat khususnya pelaku usaha agar bisa terus berkembang, berinovasi, menciptakan lapangan pekerjaan baru dan juga bisa bersaing dan bisa naik kelas di level internasional,” katanya.
Kegiatan Penyaluran dana Kemitraan PT Timah Tbk ini turut dihadiri Asisten II Pemerintah Kabupaten Meranti, Asrorudin, Kepala Dinas Perdagangan dan UKM Abu Hanafi, Waka Unit Produksi Wilayah Operasi Kepri dan Riau Ruddy Nursalam,Sekretaris Wilayah Sumadi,staff CSR PT Timah Eka Budi susanto,Djuriza, staff comunikasi perusahaan Ristanto serta para penerima Bantuan dana Kemitraan.(Ags)
Peringati Hari Bhakti Ke-71, Imigrasi Selatpanjang Gelar Bakti Sosial
Meranti(SegmenNews.com)- Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Ke-71 Tahun 2021, Kantor Imigrasi Kelas ll TPl Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti gelar beberapa kegiatan bakti sosial. Selasa (26/1/2021).
Kepala Kantor Imigrasi Selatpanjang Maryana,S.sos. MA, melalui Kepala Seksi Teknologi, Informasi Dan Sarana Komunikasi Keimigrasian Rizki Ramadhan, Amd. Im. SH. MSi saat ditemui diruangannya membeberkan untuk tahun ini terdapat banyak perbedaan dengan adanya Pandemi Covid-19 ini.
Selain upacara peringatan Hari Bhakti Ke-71 yang hanya dilakukan melalui Video converensi ( Zoom Metting), apel peringatan juga tidak dihadiri pejabat-pejabat setempat.
“Hari bhakti tahun ini ada beberapa kegiatan sosial kita lakukan, diantaranya silaturahmi ke Purna Bhakti sembari memberikan sembako, doa bersama seluruh jajaran kantor imigrasi, memberikan sedikit bantuan ke salah satu panti asuhan Selatpanjang, dan penaburan bunga dipemakaman pahlawan,” ucapnya.
Rizki juga menjelaskan untuk tahun ini semua kegiatan menjadi banyak perbedaan seperti tahun sebelumnya akibat wabah Pandemi Covid-19, bahkan dalam peringatan hari bhakti imigrasi ke-71 ini juga dilakukan secara virtual (Online) dan diikuti pegawai struktural saja.
“Tidak sampai disitu, upacara tersebut juga tidak dihadiri pegawai atau pejabat setempat sesuai arahan Direktorat Jendral,” ucapnya lagi.
“Dalam hari bhakti tahun ini agak sedikit berbeda, semua kegiatan melalui virtual dan mengatur jarak, tapi kita tetap melakukan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Meranti,” tambahnya lagi.
Sebelumnya, Kamis 21/1/2021 dalam rangka Hari Bhakti Imigrasi ke 71, segenap jajaran Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang telah melakukan kegiatan Upacara Penghormatan dan Tabur Bunga di Makam Pahlawan Sri Bijungsa Kabupaten Kepulauan Meranti, dilanjutkan dengan Giat Silaturahmi dan berbagi kepada 6 (enam) orang Purna Bhakti Insan Imigrasi sembari memberikan sembako.
Dan dilanjutkan, pada Jum’at 22/1/2021, dengan kegiatan Bhakti Sosial dan Doa Bersama sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan serta wujud rasa syukur.
“Demi keselamatan Bangsa agar segera terbebas dari pandemi Covid-19, dan terhindar dari segala musibah,” tutupnya.(Ags)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Dalam upaya menjulang seni budaya, Dewan Kesenian Riau (DKR) menjalin kerja sama dengan Superbroadcast Singapura. Penjejakan kerja sama ini diawali dengan meeting zoom, Selasa (26/01/2021).
Dari DKR meeting zoom itu dihadiri Ketua Umum DKR Taufik Hidayat, Sekum DKR Bambang, Bendum Monda Gianes, Ketua III Beny Riaw, dan Ketua Komite Sastra DM Ningsih. Sedangkan dari Superbroadcast Singapura dihadiri Pakcik Idris.
Pada kesempatan itu Taufik Hidayat membentangkan 21 program DKR pada tahun 2021 ini, baik berskala nasional maupun internasional.
Program-program DKR itu, kata Beny Riau menimpali, Insya Allah berkerja sama dengan Pemerintan Pusat. “Kami sangat berharap program ini disambut baik pula di Singapura,” ucap Beny Riaw.
Monda menyebutkan, bahwa pantun sudah diakui sebagai warisan tak benda dunia oleh Unesco. Hal ini perlu ada perhelatan yang sifatnya terus-menerus sebagai spririt pengakuan dari Unesco itu. Sehingga pantun bersebati dengan masyarakat.
Mendengar infromasi pantun sudah diakui warisan dunia tak benda oleh Unesco, Pakcik Idris dari Superbroadcast Singapura, langsung mengucapkan terima kasih.
“Saya baru tahu bahwa Pantun sudah diaku warisan dunia oleh Unesco. Saya baru tahu ini, terima kasih informasinya,” kata Idris dengan logat Melayu Singapura.
Di Singapura ada suatu kampung, nama Kampung Gelam, kata Idris, sangat diharapkan menjadi kampung Melayu atau kampung budaya. Dan di Kampung Gelam ini, ucap Idris, sudah beberapa kali pihak Superbroadcast Singapura mengelar kegiatan Sultan Gate.
“Sultan Gate adalah acara musik yang kami taja dengan mengundang seniman dari luar Singapura, kiranya ini bisa kerja sama dengan DKR,” ucap Idris.
Spontan saja Taufik Hidayat menyebutkan, bagaimana kalau diikat kerja sama Pantun Dalam Musik. Bisa saja untuk awal kegiatan ini dilaksanakan di Riau, setelah itu di Singapura.
“Kalau berkenan kita buatlah pantun Dalam Musik. Perhelatan ini diharapkan menjadi kegiatan tahunan kita. Kenapa pantun dalam musik, karena hal ini lebih cepat sampai sasaran yang hendak dicapai, pesertanya tentu negara-negara serumpun,” ungkapTaufik.
Idris menyambut baik ide tersebut, dia sepakat agar kegiatan pantun dalam musik bisa terlaksana. “Selain ada Sultan Gate, juga ada ivent Pantun Dalam Musik di Kampung Gelam nantinya,” ucap Idris.
Kelanjutan dari penjejakan kerja sama dalam seni budaya ini, akan membuat kesepakatan kerjasama secara tertulis. Sebelum menutup meeting zoom, Idris mengucapkan terima kasih kepada DKR yang telah memberi informasi soal pantun, dan usulan ide yang dinilainya sangat berlian.
Hearing Komisi II DPRD Rohul Bersama PT.Hutahaean Memanas
Rohul(SegmenNews.com)- Permasalahan sengketa lahan masyarakat tiga desa, yakni Desa Tingkok, Desa Lubuk Soting dan Desa Tambusai Timur di Kecamatan Tambusai dengan PT.Hutahaean masih terus berlanjut, meski sudah berulang kali di mediasi oleh Pemerintah maupun oleh DPRD Rohul.
Pada Senin (25/1/2021)Siang, kembali digelar hearing yang di Pimpin Ketua Komisi II DPRD Rokan Hulu H. Arif Reza Syah, Lc, Sekretaris Budi Suroso, Anggota H. Murkhas, S.Pd, Emon Casmon dan Budiman Lubis.
Hearing itu membahas persoalan sengketa lahan di perkebunan kelapa sawit seluas 825 hektar, yang saat ini dikuasai pihak PT Hutahean. Dari pihak Pemkab Rohul hadir Kabid Sarpras Peternakan dan Perkebunan Rohul Samsul Kamar, Kasi Permasalahan BPN Misdawati, Kades Tambusai Timur Marabona Hasibuan, Camat Tambusai M.Ghadafi, Kades Lubuk Soting Maraposo Siregar dan Kades Tingkok Herman Lubis.
Masyarakat tiga desa yang wakili, Desa Tingkok, Lubuk Soting dan Tambusai Timur masing-masing H Zannah, Alil, Marakaya, Roba’a Nasution, Sukrial Halomoan Nasution, yang dikenal sebagai ketua Awi Rohul, dan juga Lembaga Gerakan masyarakat peduli Rokan hulu (Gempar) dari tamtim dan lain-lain.
Sedangkan dari PT Hutahaean diwakili oleh 4 orang yaitu humas, Hendri,Herwin Butar Butar/ Operasional kebun, Jefri Matondang/ Legal Corporate, David,S/Legal.
Samsul Kamar mengakui, dari informasi di dinas, bahwa lahan 825 hektar itu yang dikuasai oleh PT Hutahean di tiga desa tersebut belum ada izin usaha lokasi dan belum ada izi usaha perkebunan sebagai syarat mutlak dalam perintah usaha sektor perkebunan. Jadi sehelai kertas pun dari pemkab Rohul izinnya belum ada.
Dalam hearing, masyarakat tiga desa berharap agar DPRD Rokan Hulu mau mendukung masyarakat dalam menyelesaikan persoalan lahan yang dikuasai oleh PT Hutahean sejak 20 tahun lalu itu.
Wakil masyarakat tiga desa Sahrial Halomoan Nst menegaskan, masyarakat berharap adanya hasil dari mediasi antara pemerintah dan legislatif.
“Sudah 20 tahun lahan kami dikuasai PT Hutahean, dan hasilnya dikuasai oleh perusahaan. Kami sebagai pemilik hanya dapat melihat lahan kami tanpa bisa berbuat apa-apa,” sampainya.
Menyikapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Rohul Arif Reza Syah mengatakan, pihaknya akan berusaha menuntaskan permasalahan masyarakat tersebut secepatnya.
Kemudian menyimpulkan ada tiga obsi yang harus kita rekomendasikan satu, kita harus mengukur ulang lahan 825 hektar tersebut. Kedua, kita status Kuo kan lahan 825 ha. yang dikuasai oleh PT Hutahean ketiga, kita adakan pertemuan yang konkrit dengan perusahaan dalam jangka waktu dan tempo secepat cepatnya dan paling lambat dua minggu.
Sedangkan H Murkas mengatakan apabila pihak perusahaan tidak mau menyelesaikan permasalahan ini dengan baik maka ia meminta Pemkab Rohul mencabut izin usaha PT Hutahaean tersebut.
“Karena permasalahan ini sudah lama sudah mencapai lebih dari 18 tahun, maka perlu kita buat tegas dan tidak ada lagi mundurnya,” kata Murkas.
Sementara itu, Budi Suroso menegaskan pihak perusahan tidak punya hati dan perasaan sehingga bisa masalah ini belarut larut samapai 20 tahun lamanya.
Dan apabila nantinya tidak ada penyelesaian dengan baik ia minta masyarakat demo besar besaran.
Kemudian Anggota DPRD Rohul Budiman Lubis yang berasal dari dapil Tambusai yang juga berasal dari desa tamtim menegaskan saya sebagai wakil rakyat sangat setuju keputusan DPRD dari komisi ll yang membuat keputusan yang sangat bagus.
Di katakan Budiman Lubis sudah 18 tahun PT Hutahean dengan tiga desa ini bermasalah namun tidak ada hasil atau titik temunya.
Kita berharap Pemkab Rohul tegas dalam mengambil keputusan karena pihak perusahan dalam hal ini PT Hutahaean sangat bandel dan tidak punya hati dan perasaan, bagusan Belanda lagi masih ada perasaannya dibanding dengan perusahaan ini, kata Budiman Lubis.
Dan kita minta kepada PT Hutahaean berikanlah hak masyarakat,hak rakyat dan CSR kepada masyarakat Tempatan. Dan bukan saja Hutahean tapi seluruh perusahaan di Rohul yang bermitra.ini sebagai contoh rasanya, mudah mudahan kedepan hak masyarakat diberikan.
Di terangkan Budiman Lubis dalam pemerintahan kita sekarang melalui perkembangan batner supaya NPWP perusahaan di Rohul yang tidak beralamat di Rohul dibikin di Rohul,menjaga supaya pajaknya dapat sama kita jadi jalan kita rusak, dia enak aja dia angkat hasil bawa ke Medan dan ke Pekanbaru.
NPWP itu dasar kita mendapatkan pendapatan daerah. Jadi asal kalian tahu juga katanya kepada wartawan bahwa 250 juta untuk mengeluarkan pajak PNPM nya. Malah kita didigugat dimahkamah agung, Alhamdulillah pemkab kita menangkan sudah luar biasa melawan Pemda. Berarti niatnya tidak ada untuk berkontribusi kepada daerah kita, masyarakat kita disolimi 18 tahun kata Budiman Lubis.
“Jadi saya sekali lagi berharap pikirkan lah masyarakat sekitar, sesuai dengan amanat undang-undang dan tujuan negara ujung pahlawan kemerdekaan Indonesia ini untuk mensejahterakan rakyat, jadi perlu kita membantu yang susah dan membantu yang miskin,” harap Budiman Lubis.***(fit)
10 Atlet Futsal Meranti, Dilepas Ikut Bertarung di Kejurda
Meranti(SegmenNews.com)- Sebanyak 10 Atlet Futsal Kepulauan Meranti akan ikut bertarung di kejuaraan daerah (Kejurda) Pekanbaru, Riau. Pelepasan dilaksanakan di Sekretariat KONI Kepulauan Meranti, Jalan Pelabuhan, Selatpanjang. Senin (25/1/2021).
Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Kepulauan Meranti, Farid Santana mendampingi langsung keberangkatan 10 atlet dan 5 official tersebut.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepulauan Meranti, Hendrizal memberikan apresiasi kepada Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Kepulauan Meranti yang telah mengikutsertakan atletnya ikut berkompetisi di Kejurda.
“Kita apresiasi pengurus Atlet Futsal ini, karena meski baru saja menjabat, para pengurus sudah bisa mengikutsertakan para atletnya,” ujar pria yang biasa dikenal dengan panggilan Bocang itu.
Bocang juga berharap dengan kepengurusan yang baru akan menumbuhkan semangat yang baru pula bagi para atlet untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi.
“Darah muda diharapkan jadi motor baru dengan mesin baru untuk mengembangkan futsal lebih baik lagi kedepannya. Kalian harus menjadi yang terbaik, tidak mustahil dan tidak ada kesimpulan bahwa orang kota lebih berprestasi dari orang desa. Tunjukkan semangat dan keinginan untuk menjadi orang-orang berprestasi. Semoga kalian pulang bisa membawa prestasi, namun tetap jaga sportifitas, olahraga adalah alat pemersatu bangsa bukan alat pemecah belah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Bocang juga mengingat pelaksanaan pertandingan digelar di tengah wabah virus Corona atau Covid-19, para atlet juga diminta untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes).
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kepulauan Meranti, Rizki Hidayat SStp MSi juga mengingatkan terkait pentingnya penerapan prokes di tengah wabah Covid-19. Kemudian atlet diingatkan untuk menjaga sportifitas, disiplin dan kompak dalam bermain.
“Bermain futsal itu tidak ada yang hebat sendiri karena ini bermain tim, jadi utamakan kekompakan dalam bermain. Jaga nama baik Kepulauan Meranti, jangan terpancing emosi. Kami doakan kalian juara disana nantinya,” ingat Rizki Hidayat.
Yang jelas, tambah Rizki Hidayat, pihaknya tetap mendukung dan mensupport para atlet agar para atlet bisa menjaga nama baik kabupaten termuda di Provinsi Riau itu.
“Mudah-mudahan kalian bisa menjaga nama baik dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk itu tetap jaga kekompakan dan jaga kesehatan kalian agar bisa meraih hasil maksimal nantinya,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Afkab Kepulauan Meranti, Farid Santana didampingi sekretarisnya, Heru Sandra mengungkapkan bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang lebih baik nantinya.
“Yang jelas kita berharap hasil yang terbaik. Jadi, untuk awalnya kita berupaya untuk lulus penyisihan terlebih dahulu,” ungkap Farid seraya menyebutkan pertandingan tersebut akan dilaksanakan mulai 25-30 Januari 2021 mendatang.
Pria asal Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat itu juga berkomitmen untuk mengembangkan futsal di Kepulauan Meranti untuk lebih baik lagi kedepannya.
“Dimasa kepengurusan kami ini, kami ingin menatanya agar menjadi lebih baik dan tersistem. Mudah-mudahan apa yang kita inginkan bisa terwujud dan tentunya tidak terlepas dukungan dari semua pihak. 10 atlet ini merupakan hasil penjaringan dari 100 atlet se Kepulauan Meranti,” pungkasnya.(Ags)
Bertabur Hadiah dan Promo Menarik, SPEKTRA FAIR Virtual hadir di 7 Kota Besar
SegmenNews.com- PT Federal International Finance (FIFGROUP) yang merupakan salah satu perusahaan pembiayaan retail di Indonesia akan hadir di 7 kota besar di Indonesia, yaitu Manado, Bandung, Padang, Makassar, Papua, Bojonegoro dan Tangerang melalui salah satu program brand of service FIFGROUP, yaitu SPEKTRA FAIR yang diadakan secara virtual pada tanggal 25-30 Januari 2021.
Kegiatan ini merupakan solusi bagi para pelanggan setia dan pelanggan baru FIFGROUP untuk dapat bertransaksi secara aman dan cepat tanpa harus keluar rumah, mengingat penyebaran Covid-19 yang terus meningkat.
Hadirnya SPEKTRA FAIR Virtual diharapkan dapat memudahkan seluruh pelanggan untuk dapat bertransaksi mendapatkan produk impian, mulai dari gadget, mesin cuci, televisi, sepeda, perabotan rumah tangga dan masih banyak lainnya dengan cara pembelian kredit melalui akes link bit.ly/SPEKTRAFAIR8.
Dalam kegiatan tersebut, FIFGROUP menawarkan berbagai promo yang bisa didapatkan oleh konsumen salah satunya adalah hadiah langsung sebanyak lebih dari 700 unit senilai Rp 42 juta.
CEO FIFGROUP Margono Tanuwijaya mengatakan di samping untuk meningkatkan penjualan salah satu brand of service FIFGROUP, SPEKTRA FAIR virtual ini kami adakan sebagai bentuk inovasi dan terobosan FIFGROUP untuk lebih dekat dan berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan di kondisi pandemi ini.
Direktur Marketing FIFGROUP Antony Sastro Jopoetro juga menambahkan bahwa dengan adanya SPEKTRA FAIR virtual yang diadakan di 7 kota besar ini bisa memudahkan seluruh pelanggan setia FIFGROUP untuk bisa memiliki barang yang diimpikan dengan cara baru di kondisi new normal saat ini dengan berbagai promo menarik dan bertabur hadiah yang siap diberikan kepada pelanggan FIFGROUP.
“SPEKTRA FAIR akan hadir dengan tampilan virtual yang menarik, sehingga jangan lewatkan kesempatan ini untuk bisa mendapatkan barang impian dengan cara yang mudah, cepat dan aman,” tambah Antony.***(rls)