Beranda blog Halaman 875

Kepala Bappeda Siak Diperiksa Kejati Riau Terkait Dugaan Korupsi Dana Rutin

[VIDEO]

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Sehari setelah Sekdaprov Riau, Yan Prana Jaya diperiksa Kejati selaku mantan Kepala Bappeda Kabupaten Siak, Kamis 17 Desember 2020, giliran Kepala Bappeda Siak tahun 2020, Wan Muhammad Yunus, diperiksa penyidik. Pemeriksaan terkait dugaan korupsi dana rutin Bappeda tahun anggaran 2013-2017.

Pantauan di lapangan, Wan Muhammad Yunus, dengan mengenakan baju batik lengan panjang tiba di Kantor Kejati Riau, sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah melapor di Pelayanan Satu Pintu Kejati Riau, Wan Muhammad Yunus, langsung menuju lantai lima Bidang Pidana Khusus. Sekitar pukul 12.15 WIB, Wan Muhammad Yunus terlihat turun dari lantai lima.

Wan Muhammad Yunus, ketika dikonfirmasi SegmenNews.com apakah kedatangannya terkait dugaan korupsi dana rutin di Bappeda Siak tahun anggaran 2013-2017, ia membantahnya. “Tidak, saya jumpa kawan lama saya aja. Emri itu kawan lama saya,” ujarnya, sambil berlalu.

Sementara Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan SH, secara terpisah membenarkan pemeriksaan terhadap Wan Muhammad Yunus. “Wan Muhammad Yunus diperiksa sebagai saksi, terkait dugaan korupsi dana rutin di Bappeda Siak tahun 2013-2017,” ujar Muspidauan.

Dijelaskannya, Wan Muhammad Yunus, diperiksa terkait jabatan sebelumnya, yakni sebagai Sekretaris Bappeda Siak.

Sebelumnya, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Riau, Hilman Azazi, kepada wartawan mengungkapkan, dana rutin di Bappeda Siak cukup besar. Bahkan setiap tahunnya membengkak ketika Yan Prana menjabat Kepala Bappeda Siak.***(hn)

H. Adil Ucapkan Terimakasih dan Jangan Terprovokasi Sampai Pelantikan Nanti

H. Adil Ucapkan Terimakasih dan Jangan Terprovokasi Sampai Pelantikan Nanti

Meranti(SegmenNews.com)- Menang dalam rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Meranti Calon Bupati H.Muhammad Adil gelar Konferensi pers di kediamannya, Kamis,(17/12/2020).

Dalam acara tersebut H.Adil menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Meranti yang telah percaya memilih untuk menjadikan Meranti lebih baik dan menuju perubahan.

“Pertama saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang mempercayai saya untuk membangun Meranti, Isnya Allah saya akan mengemban amanah ini dengan baik, Doakan saya.”ucapnya.

Ia juga menyampaikan agar tetap tenang dalam menanggapi isu-isu terkait adanya laporan yang menyudutkan pihaknya, jangan mudah terprovokasi dalam pemberitaan atau Informasi belum jelas.

“Untuk Isu yang tidak jelas saya berharap masyarakat jangan terpancing, biasa itu, pihak lawan mencari kesalahan, kita sudah menang, jadi biarkan proses hukum yang berjalan”tegasnya lagi

Ditempat yang sama, Melalui Kuasa Hukumnya YPS Law Office (Advocate Legal Consultant Mediator) Y.P.Sikumbang,SH.CPL Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) menyampaikan bahwa untuk saat ini kita hanya fokus pada Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Meranti Nomor 1429/PL.02.6-Kpt/1410/KPU-Kab/XII/2020 Tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Dan Hasil Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Meranti Tahun 2020 Tanggal 16 Desember 2020.

“Untuk saat ini kita masih fokus dalam surat keputusan KPU tersebut bahwa kita menang dalam rapat pleno 16 Desember 2020 itu”bebernya.

Dan pihaknya tidak terlalu fokus ke hal lain ataupun isu-isu yang telah dilaporkan kubu lawan, ia juga menegaskan tetap mengikuti proses hukum yang berlaku.

“Yang jelas kita tidak terlalu fokus tapi kita tetap hargai atas laporan kubu sebelah tersebut, yang jelas kita ikuti aturan hukum, dan kita juga mengikuti prosedur dengan mendampingi beberapa rekan kita yang telah dipanggil Bawaslu Meranti”tegasnya lagi.

“Kami sebagai kuasa hukum pak H.Adil akan tetap fokus dalam mendampingi beliau dalam proses hukum yang dilaporkan kubu sebelah hingga pelantikan nanti”pungkasnya.(Ags)

Baznas Rohul Salurkan Bantuan ke 480 Guru Ngaji di Masa Pandemi Covid-19

Baznas Rohul Salurkan Bantuan ke 480 Guru Ngaji di Masa Pandemi Covid-19

Rohul(SegmenNews.com)- Ada Sejumlah 480 guru ngaji yang tersebar di 16 kecamatan menerima bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) Rokan Hulu (Rohul), Riau, di masa pandemi Covid-19.

BAZNas Rokan Hulu menyalurkan dana bantuan sebesar Rp 130 juta untuk dibagikan kepada ratusan guru gaji di daerah dijuluki Negeri Seribu Suluk tersebut.

Berdasarkan catatan BAZNas Rokan Hulu, dalam satu kecamatan ada 30 guru ngaji yang menerima bantuan yang dihimpun dari asnaf fisabilillah, dan masing-masing guru ngaji menerima bantuan Rp 250 ribu.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Rokan Hulu Syahrudin di Sekretariat KUA Rambah, Selasa 15 Desember 2020, didampingi Ketua BAZNas Rokan Hulu Armen, Komisioner BAZNas Rokan Hulu Tarmizi, Kepala KUA Rambah.

Meski tidak seberapa, namun Syahrudin sangat berharap bantuan dari BAZNas Rokan Hulu ini bermanfaat bagi para guru ngaji yang menerima.

“Terutama dimanfaatkan untuk peningkatan murid dalam membaca Alquran dan membina akhlak anak didiknya,” ujar Syahrudin.

Ketua BAZNas Rokan Hulu Armen ZA juga berharap bantuan yang tidak seberapa tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh para guru ngaji.

“Karena baru besaran itulah yang bisa disalurkan oleh BAZNas Rokan Hulu tahun ini. Kita berharap ke depannya bantuan bisa lebih meningkat lagi,” kata Armen.

Armen mengungkapkan bantuan tahap awal disalurkan kepada 30 guru ngaji di tingkat kecamatan. Sedangkan guru ngaji di 15 kecamatan lain rencananya akan disalurkan oleh Komisioener BAZNas Rokan Hulu.

“Semula anggaran untuk guru MDTA, namun anggaran dimanfaatkan untuk bantuan Covid-19 sehingga kita pilih bantuan untuk guru ngaji,”tambah Armen.

Terlepas bantuan guru ngaji, jelas Armen, realisasi penerimaan zakat dihimpun BAZNas Rokan Hulu sampai jelang akhir 2020 sekira Rp 4 miliar dari target awal Rp 4,5 miliar.

Armen optimis target penerimaan zakat yang dihimpun BAZNas Rokan Hulu dari asnaf fisabilillah tercapai sampai akhir 2020, dengan potensi penerimaan terbesar masih dari kalangan ASN di lingkungan Pemkab Rokan Hulu, yakni sekira 95 persen.

Sedangkan untuk penerimaan zakat dari perusahaan yang baru aktif yakni dari karyawan PTPN V berkisar antara Rp 27 juta sampai Rp 30 juta setiap bulan, disusul zakat pribadi atau perorangan, dan pedagang.***(fit)

Pasangan Adil – Asmar Raih Suara Tertinggi Dalam Pleno KPU Kepulauan Meranti

Meranti (SegmenNews.com)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Meranti telah menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kepulauan Meranti tahun 2020 pada Rabu (16/12/2020).

Pleno digelar di lantai ll Ballroom Gedung Afifa Sport Center Selatpanjang. Dihadiri seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari 9 kecamatan yang ada di Kepulauan Meranti.

Rapat digelar mulai pukul 09.00 WIB dan berakhir hingga jam 20:00 WIB yang dijaga ketat oleh personel dari Polres Kepulauan Meranti dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepulauan Meranti pun turut hadir melakukan pengawasan.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, mengatakan, ratusan personel tersebut disebar di beberapa titik. Ada yang berjaga dalam ruangan rapat, di luar ruangan, area parkir, dan melakukan patroli.

“Sebanyak 126 personel, 96 dari Polres dan 30 dari Brimob BKO Polda Riau. Para personel ini diterjunkan untuk menjamin keamanan dan kelancaran rapat pleno rekapitulasi yang diselenggarakan KPU,” kata Kapolres.

Saksi-saksi dari empat Pasangan Calon (Paslon) juga turut hadir selama pleno. Namun setelah satu jam rapat dimulai saksi Paslon nomor 3 meninggalkan ruangan tanpa alasan, sementara saksi yang lainnya mengikuti sampai selesai.

“Untuk penetapan perolehan suara sekitar pukul 20:10 WIB setelah semua administrasi diselesaikan,” kata Ketua KPU Kepulauan Meranti, Abu Hamid, Rabu (16/12/2020).

Selama pemaparan dari masing-masing PPK, hampir tidak ada sanggahan atau perubahan terhadap hasil pleno yang disepakati pada tingkat kecamatan.

Hanya saja ada beberapa masukan dari Bawaslu terkait perpindahan pemilih serta data pemilih yang ada di desa maupun kecamatan. Selain itu dari Kecamatan Rangsang tidak membawa salinan C hasil KWK, sehingga Bawaslu merekomendasikan untuk membuka kotak suara di 5 desa yang di Kecamatan Rangsang. Setelah dibuka
ditemukannya isi dari kotak suara tersebut tidak sesuai dengan nomor kotak suara. Selain itu Bawaslu juga memberikan catatan khusus dibeberapa kecamatan.

Abu Hamid menyatakan, berdasarkan hasil penetapan perolehan suara Pilkada Paslon nomor urut 1 H Muhammad Adil – Asmar meraih suara tertinggi dibanding tiga Paslon lainnya.

Adapun rinciannya yakni Paslon nomor urut 1 Muhammad Adil – Asmar meraih 37.116 suara, Paslon nomor 2 Heri Saputra – Muhammad Khozin meraup 18.905, Paslon nomor 3 Mahmuzin Taher mendapatkan suara 22.008 dan
terakhir suara Paslon 4 Said Hasyim – Abdul Rauf mencapai 18.769 suara.

Adapun jumlah suara sah sebanyak 96.798 suara sedangkan suara yang tidak sah yakni 1.872 suara sedangkan suara yang sah dan tidak sah sebanyak 98.670 suara.

Total suara atau pemilih yang menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Kepulauan Meranti mencapai
98.670 suara atau 70,86 persen dari seluruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) yakni 139.234. Partisipasi pemilih ini naik 5,46 persen dari Pilkada 2015 lalu yakni hanya 65,40 persen.

“Alhamdulillah, pleno berjalan dengan lancar dan aman dari awal sampai akhir. Hampir tidak ada kendala atau hambatan,” tandasnya.

Selanjutnya KPU Kepulauan Meranti akan menunggu waktu untuk menggelar pleno penetapan pemenang Pilkada serta menetapkan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti terpilih dari hasil Pilkada 2020.

Meski sudah selesai proses rekapitulasi perhitungan suara, belum bisa langsung dilakukan pleno penetapan pemenang Pilkada Kepulauan Meranti atau kepala daerah terpilih.

Ketua KPU mengatakan hal itu menunggu jika ada gugatan di MK, maka daerah yang melangsungkan pilkada akan berproses dulu. Tapi jika dari pengumuman MK tidak ada sengketa, maka dalam waktu maksimal lima hari setelah pengumuman MK akan dilakukan pleno penetapan pasangan kepala daerah terpilih.

“Untuk pleno penetapan pemenang Pilkada Kepulauan Meranti kita menunggu apakah ada yang dilaporkan ke Mahkamah Konstitusi. Jika tidak ada yang diregistrasi selama lima hari maka akan kita lanjutkan tahapan itu,” kata Abu Hamid.(Ags)

Antisipasi Covid-19, Peringatan Hari Jadi Meranti ke-12 Tanpa Upacara

Meranti(SegmenNews.com)- Peringatan Hari Jadi ke-12 Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2020 ini dilaksanakan secara sederhana dengan berbagai pembatasan. Diantaranya, tidak adanya kegiatan upacara dan kenduri sekampung yang biasanya digelar setiap momen peringatan hari jadi kabupaten.

“Mengingat kita masih dalam masa pandemi covid-19, kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten kita lakukan dengan pembatasan-pembatasan sesuai protokol kesehatan. Tahun ini kita tidak melaksanakan upacara dan kenduri sekampung,” ungkap Sekdakab Kepulauan Meranti Dr Kamsol saat rapat tindaklanjut persiapan Hari Jadi di Ruang Melati Kantor Bupati, Rabu (16/12/2020).

Tidak dilaksanakannya Upacara dan Kenduri Sekampung dengan pertimbangan akan mengumpulkan banyak orang dan sulit untuk mengikuti protokol kesehatan terutama menjaga jarak. Mengingat pula, kegiatan upacara dan kenduri sekampung harus menghadirkan banyak peserta dan orang agar terlaksana dengan meriah.

“Awalnya kita mengagendakan tetap melaksanakan upacara. Tapi dengan berbagai pertimbangan upacara kita batalkan. Tidak mungkin kan, peserta upacara hanya 50 orang. Upacara itu perlu orang ramai dan terkonsentrasi di satu tempat. Itu kita khawatirkan dapat melanggar protokol kesehatan,” tambah Sekda.

Pada peringatan hari jadi tahun-tahun sebelumnya, kegiatan upacara dipusatkan di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti. Selain diikuti seluruh pejabat dan ASN, juga mengundang unsur forkompimda dan tokoh masyarakat setempat serta undangan dari luar daerah. Demikian juga kegiatan kenduri sekampung yang biasanya terbuka untuk seluruh masyarakat umum.

Untuk itulah Sekda Kamsol mohon maaf dan mohon pengertian para tokoh dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti jika ada anggapan perayaan Hari Jadi tahun ini kurang meriah. Menurutnya, keputusan itu perlu diambil agar tidak muncul klaster-klaster baru Covid-19 terlebih Provinsi Riau menjadi daerah dengan penyebaran Covid-19 yang tinggi di tanah air.

Untuk memperingati Hari Jadi tahun ini, Pemkab akan menggelar kegiatan zikir dan do’a yang akan diselenggarakan di Masjid Agung Darul Ulum pada hari Kamis tanggal 17 Desember 2020 atau malam Jumat. Kegiatan akan dimulai dengan buka puasa sunnah bersama dan shalat magrib berjamaah di Masjid Agung. Usai magrib, dilanjutkan dengan zikir dan do’a yang akan dipimpin oleh Ustad Haji Jufri.

“Kita juga akan memberikan santunan untuk anak yatim secara simbolis. Santunan merupakan sumbangan dari ASN dan pegawai dari OPD-OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur kita atas nikmat terbentuknya Kabupaten Kepulauan Meranti ini,” papar Sekda.

Selain itu, pada Jumat pagi juga akan digelar kegiatan gotong-royong massal dengan melibatkan seluruh ASN, honorer dan instansi pemerintah lainnya serta pihak swasta seperti perbankan. Selain dalam rangka hari jadi, juga dalam rangka Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang jatuh setiap tanggal 20 Desember.

“Meski diikuti banyak orang, goro ini akan kita bagi di banyak titik sehingga tetap bisa menjaga protokol kesehatan. Diantara titik goro adalah jalan-jalan utama, pasar, dan lingkungan kantor masing-masing. Kita minta goro ini dilaksanakan juga di kecamatan dan desa-desa,” tegas Sekda.

Meski ada beberapa kegiatan tidak dapat dilaksanakan, namun paripurna istimewa DPRD sempena Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Meranti tetap dilaksanakan pada Sabtu, 19 Desember 2020 pagi. Sekda mengatakan, pelaksanaan paripurna juga akan mengikuti protokol kesehatan.

“Pelaksananaan paripurna istimewa di-handle sekretariat dewan. Hasil rapat tadi jumlah undangan yang hadir secara fisik akan dibatasi. Namun masyarakat dapat melihat sidang tersebut secara virtual melalui aplikasi zoom meeting dan langsung di youtube,” ungkap Sekda.

Meski tidak banyak agenda dapat dilaksanakan, Sekda Kamsol berharap tidak mengurangi makna peringatan hari jadi tersebut. Dia juga berharap masyarakat dapat ikut memeriahkan baik dengan memasang umbul-umbul di lingkungan pemukiman, maupun membuat konten-konten digital seperti video dan foto berisikan ucapan selamat hari jadi Kabupaten Kepulauan Meranti ke-12.(Ags)

126 Personel Amankan Pleno KPU Kepulauan Meranti

Meranti(SegmenNews.com)-Polres Kepulauan Meranti mengerahkan 126 personel untuk mengamankan rapat pleno terbuka rekapitulasi suara hasil Pilkada 9 Desember yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat di Afifa Sport Center Selatpanjang, Rabu 16 Desember 2020.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, mengatakan, ratusan personel tersebut disebar di beberapa titik. Ada yang berjaga dalam ruangan rapat, di luar ruangan, area parkir, dan melakukan patroli.

“Sebanyak 126 personel, 96 dari Polres dan 30 dari Brimob BKO Polda Riau. Para personel ini diterjunkan untuk menjamin keamanan dan kelancaran rapat pleno rekapitulasi yang diselenggarakan KPU,” kata Eko Wimpiyanto.

Sebelum rapat pleno dimulai, jelas Eko, pihaknya juga telah melakukan sterilisasi lokasi rekapitulasi. Sterilisasi ini merupakan bagian dari proses pengamanan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

“Kami ingin memastikan situasi Kepulauan Meranti tetap kodusif. Maka setiap tahapan, prosesnya kita kawal dengan menempatkan personel agar berjalan lancar,” jelasnya.

Selain untuk menjaga situasi yang kondusif, personel juga bertugas mengawal penegakan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 selama berlangsungnya rapat pleno. Setiap orang yang masuk ruangan rekapitulasi wajib cuci tangan, di cek suhu tubuhnya, dan menggunakan masker.

“Jadi Insyaallah yang masuk sudah sangat steril. Dan di dalam ruangan juga wajib jaga jarak,” beber Eko.

Diungkapkannya, pengamanan dilakukan dengan mengedepankan kegiatan preemtif, preventif dan penegakan hukum sehingga terwujud situasi kamtibmas yang kondusif.

“Kita harap semua pihak yang mengikuti rapat pleno terbuka ini dapat mengikuti tatib rapat secara baik,” harapnya.(Ags)

Wisuda Ahli Madya ke XII AMIK Selatpanjang

Wisuda Ahli Madya ke XII AMIK Selatpanjang

Meranti(SegmenNews.com)- Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Selatpanjang resmi melantik wisudawan wisudawati. Wisuda ini digelar di Ballroom Grand Meranti Hotel, Rabu (16/12/2020).

Ditengah pandemi Covid-19, pelantikan para wisudawan ini tetap menerapkan protokol kesehatan, dimana para peserta dan tamu undangan duduk dengan berjarak dan menggunakan masker.

Sidang senat terbuka AMIK Selatpanjang Wisuda Ahli Madya ke XII ini sebanyak 52 mahasiswa resmi dilantik sebagai Ahli Madya Komputer Diploma III (D3) terdiri dari 47 mahasiswa jurusan Manajemen Informatika dan 5 mahasiswa jurusan Teknik Komputer dan 18 orang diantaranya ditetapkan sebagai Cumlaude.

Sidang Senat Terbuka AMIK Selatpanjang ini dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Syamsudin, SH MH, perwakilan Koramil, Polres dan ketua MUI Kepulauan Meranti, H Mustafa, perwakilan Yayasan Pendidikan Bangun Meranti dan beberapa pejabat lainnya. Selain itu juga dihadiri secara virtual, Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan dan Kepala Bagian Kemahasiswaan, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah (LLDIKTI) wilayah X, Ely Susanti, SE., MM.

Direktur AMIK Selatpanjang, Zulfikri S.Kom M.Kom dalam sambutannya berpesan kepada para wisudawan untuk dapat mengamalkan ilmu yang didapat dan berani bersaing keluar daerah.

“Ilmu yang digunakan agar dapat digunakan sebaik-baiknya yang nantinya dapat mengantarkan ke dunia kerja. Tentu dengan adanya ijazah yang anda miliki akan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya, dimana pekerjaan di luar sangat banyak sekali asal kita mau berkreatif. Jika pun tidak jadi ASN, kita juga bisa mengembangkan kemampuan entrepreneur, karena saat ini profesi itu sangat dibutuhkan untuk menghadapi masa depan,” kata Zulfikri.

Lebih lanjut Zulfikri mengatakan sejak AMIK berdiri 17 tahun lalu sudah mewisuda sebanyak 984 orang dan
sebanyak 85 persen lulusan AMIK Selatpanjang sudah terserap di lapangan pekerjaan.

“Lulusan AMIK tidak bisa juga dipandang sebelah mata, sudah banyak mereka yang sudah terserap di lapangan pekerjaan, baik di pemerintahan maupun swasta,” ujar Zulfikri.

Direktur AMIK ini juga mengatakan lulusan AMIK Selatpanjang menghasilkan tenaga ahli di bidang komputerisasi yang siap memberikan kontribusi dan sumbangsih bagi pembangunan daerah.

Ditambahkan bahwa AMIK Selatpanjang salah satu perguruan tinggi di Riau mendapatkan prioritas dan kuota Beasiswa terbanyak dari
LLDIKTI dan dikatakan ini merupakan perhatian pemerintah pusat.

“Para mahasiswa yang pada pada ini dilantik merupakan tenaga ahli di bidang riset dan sumber daya yang handal dan tidak bisa kita pungkiri bahwa kita sudah banyak memberikan kontribusi bagi pengembangan software di pemerintahan,” kata Zulfikri.

Kemudian dikatakan bahwa AMIK Selatpanjang juga dipercaya sebagai salah satu tenaga ahli dalam membangun program Smart City di Kota Pekanbaru.

Zulfikri juga berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memfinalisasi kerjasama yang telah dijajaki sebelumnya agar pihaknya bisa
lebih banyak menyumbang bersifat konstruktif dan pemikiran.

“Kita berharap ada MoU yang dilakukan, jika sebelumnya ada kerjasama namun itu hanya bersifat personal dan tanggungjawab juga personal. Untuk itu perlu dilakukan agar kami lebih bisa memberi kontribusi. Karena sangat disayangkan jika riset perguruan tinggi tidak digunakan pemerintah daerah, tentunya kita berharap kerjasama ini lebih bersinergi, dimana nantinya kita bisa menerapkan Kepulauan Meranti menjadi Smart city yang lebih baik di
Riau,” pungkasnya.

Disela-sela sidang senat terbuka tersebut, dilakukan pemutaran film dokumenter yang menceritakan perjuangan seorang ayah sebagai penjual es keliling yang mencari nafkah tanpa lelah demi seorang anak yang berkuliah di AMIK Selatpanjang.
Namun sang anak yang bernama Bayu Agung Setiawan yang tidak pernah putus asa untuk menuntut ilmu sehingga meraih nilai tertinggi dengan predikat Cumlaude yakni 3.98.

Tak pelak, seluruh hadirin yang menyaksikan film tersebut menjadi terenyuh dan mengeluarkan air mata.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Syamsudin dalam sambutannya mengatakan jika dirinya terkesima melihat film dokumenter tersebut. Dia mengatakan begitulah yang dirinya juga rasakan ketika menuntut ilmu dahulunya.

“Kami atas nama Pemkab Kepulauan Meranti mengucapkan selamat kepada yang diwisuda hari ini. Dengan begitu bertambah pula tenaga ahli bidang komputer yang bisa membantu daerah nantinya. Saya juga sangat terkesima melihat film tadi dan itu merupakan sebuah motivasi dalam menuntut ilmu dan jangan jadikan sesuatu kesusahan sebagai sebuah hambatan untuk mencapai kesuksesan, karena itu pula yang pernah saya rasakan. Selain itu jangan pernah cepat puas, jika memungkinkan, lanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya,” kata Syamsudin.(Ags)

Rifki Minta Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Dirinya

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Ismail Rifki meminta aparat kepolisian resort Lima Puluh, Pekanbaru segera menangkap pelaku pengeroyokan terhadap dirinya.

Dibeberkan Rifki, Selasa (15/12/2020, dirinya tiba-tiba saja dikeroyok sejumlah orang tidak dikenal saat berada di Bundaran Keris, Pekanbaru. Akibat pengeroyokan itu Rifki mengalami sejumlah luka-luka.

Rifki mengaku selama ini ia tidak memiliki musuh dan permasalahan dengan orang lain.

“Saya diserang, dikeroyok oleh orang yang sebelumnya saya tidak kenal, saya tidak pernah bermasalah kepada seseorang atau teman saya sendiri, ” katanya.

Terkait pengeroyokan yang dialami Rifki, permasalahan ini sudah dilaporkan ke Polsek Limapuluh Pekanbaru, Minggu (13/12/2020). Rifki meminta aparat kepolisian segera menangkap pelakunya.

“Kita harap polisi segera menangkap pelaku pengeroyokan terhadap saya,” pinta Rifki.***(Miko)

Puluhan ASN Kepulauan Meranti Eksodus ke Luar Kota

Meranti(SegmenNews.com)-Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti berbondong-bondong eksodus ke daerah lain pasca setelah digelarnya Pilkada serentak kemaren.

Informasi yang diperoleh sejumlah ASN Pemkab Kepulauan Meranti sudah kasak kusuk mencari informasi untuk mengurus dan mencari lowongan di sejumlah instansi di luar Kabupaten termuda di Riau ini.

Eksodusnya sejumlah ASN Pemkab Kepulauan Meranti terutama dari kalangan pejabat eselon II, III diduga kuat karena kekhawatiran bakal dinonjobkan oleh bupati baru nantinya.

Selain itu kepindahan ASN ini seiring dengan habisnya masa jabatan Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir yang telah memimpin selama dua periode.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan yang dikonfirmasi terkait isu eksodus para ASN tersebut belum mau menanggapinya

“Besok saja kita bicara di Selatpanjang,” kata Irwan singkat.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepulauan Meranti, Bakharuddin mengatakan pihaknya juga telah mendengar banyaknya ASN yang akan mengurus pindah, namun sampai saat ini pihaknya belum menerima pengajuan berkas pindah pejabat dan ASN yang bersangkutan. Hal itu dikarenakan dalam tahapan usulan pindah tugas, yang bersangkutan harus melalui mekanisme yang telah ditentukan salah satunya adalah harus mendapatkan surat pengantar tempat tugas yang akan dituju.

“Kita juga telah mendengar banyak pegawai yang akan mengurus pindah ke luar. Namun itu baru sebatas info diluar saja karena sampai hari ini belum ada berkas yang masuk, karena untuk mengurus itu harus ada semacam rekomendasi dari tempat tugas yang akan dituju. Mungkin mereka masih mencari rekom kesediaan menerima,” kata Bakharuddin, Selasa (15/12/2020).

Namun demikian, sepanjang tahun 2020 sudah sebanyak 50 ASN dari berbagai eselon sudah mengajukan pindah dan hampir semuanya permohonan mereka telah dijawab dengan dikeluarkannya rekomendasi pindah tugas kepada mereka.

“Sepanjang tahun 2020 mulai dari Januari sampai dengan November itu sudah sebanyak 45 rekomendasi pindah ASN kita keluarkan. Sementara untuk bulan Desember ini kembali ada 5 rekomendasi pindah yang juga kita keluarkan,” ujar Bakharuddin.

Ditambahkan, tidak menutup kemungkinan gerbong kepindahan ASN ini akan bertambah menjelang akhir tahun berakhir.

“Setelah ada yang bisa mendapatkan persetujuan atau rekomendasi dari tempat tugas yang akan dituju mereka bisa mengurus rekomendasi pindah dari sini dan tentunya harus mendapatkan persetujuan dari pimpinan terlebih dahulu. Rekomendasi pindah yang kita keluarkan paling banyak itu terjadi pada bulan Oktober- November,” kata Bakharuddin.

Diungkapkan Bakharuddin bahwa pengajuan pindah tersebut alasannya sangat beragam dan alasan yang paling banyak diutarakan itu adalah hanya ingin dekat dengan keluarga.

Ketika ditanyakan apakah usulan pindah tersebut dikarenakan seiring dengan habisnya masa jabatan Bupati Irwan Nasir, Bakharuddin pun tidak mau terlalu jauh menanggapinya.

“Kalau alasan pindah karena jabatan bupati saat ini sudah habis saya pun tidak sampai kesitu mengetahuinya,” ujar Bakharuddin.

Sementara itu anggota Komisi I DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putra mengatakan isu eksodus ASN dari Pemkab ke tingkat Provinsi ini memang selalu muncul di saat musim Pilkada selesai. Untuk itu pihaknya sudah mewanti-wanti akan hal tersebut.

“Kita sudah mewanti-wanti hal ini dengan melakukan beberapa kali hearing dengan pihak terkait. Untuk itu kami harapkan Pemkab memperhatikan kondisi saat ini dan harus adanya keseimbangan, jangan asal beri rekom malah terjadi kekosongan disini, kami juga minta kepada BKD gelombang mutasi ini dihentikan,” kata Dedi Putra.

Dikatakan Dedi, dari yang sudah pernah terjadi, isu perpindahan pejabat dan ASN selalu menyeruak pasca Pilkada. Hal ini terjadi lantaran pejabat takut menjadi “korban politik” atau dinonjobkan oleh kepala daerah baru.

Karena itu, Dedi mengatakan, seharusnya para pejabat tidak perlu risau pasca Pilkada ini. Karena dalam Undang-Undang ASN yang baru, telah mengatur kewenangan mutasi tersebut.

Untuk mutasi itu sudah ada aturan bakunya. Kepala Daerah yang enam bulan jelang habis masa jabatan dilarang mutasi jabatan tinggi pratama. Kepala Daerah yang baru dilantik, selama enam bulan pertama juga tidak boleh melakukan mutasi.

“Pemerintah pusat kan sudah mengeluarkan regulasi yang jelas, jadi apa yang ditakuti, lagi pula soal perpindahan kepemimpinan inikan soal biasa. Dan yang paham dengan pemerintah ini kan ASN, kalau sudah pindah semua begini kan bisa lumpuh sistem pemerintahan nantinya,” ujar Dedi.(Ags)

Petani di Meranti Berhasil Budidaya Bawang Merah di Lahan Gambut

Petani di Meranti Berhasil Budidaya Bawang Merah di Lahan Gambut

Meranti(SegmenNews.com)- Belasan petani di Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti dinilai berhasil membudidayakan bawang merah. Padahal, lahan di daerah tersebut umumnya bergambut yang kurang sesuai ditanami komoditas tersebut.

Budidaya bawang merah di lahan gambut disana ditargetkan mampu menghasilkan 5 ton dalam satu hektar lahan. Produksi ini tentunya sangat luar biasa, karena bisa setara dengan hasil budidaya bawang merah yang dilakukan di lahan konvensional

Adalah Kelompok Masyarakat ( Pokmas ) Pokmas Fajar Berseri Desa Tanjung Kecamatan Tebingtinggi Barat yang menerima bantuan modal dari program Revitalisasi Ekonomi Masyarakat dari Badan Restorasi Gambut (BRG). Dimana bentuk program revitalisasi ini disesuaikan dengan kondisi karakteristik dan potensi desa.

Kelompok Fajar Berseri yang dibentuk beberapa tahun lalu ini diketuai oleh Misbahul Munir. Anggotanya sebanyak 15 orang yang mayoritas merupakan warga setempat yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Dikatakan progam tersebut adalah untuk mendorong program revitalisasi ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di area lahan bekas terbakar, sebagai salah satu upaya restorasi gambut di Kabupaten Kepulauan Meranti khususnya di Desa Tanjung Kecamatan Tebingtinggi Barat.

Dengan memanfaatkan lahan seluas dua hektar, kelompok ini telah menanam bibit bawang sebanyak 1,8 ton yang didatangkan langsung dari Nganjuk, Jawa Timur.

“Bibit yang langsung kami datangkan dari Nganjuk Jawa Timur itu sebanyak 1,8 ton yang merupakan program langsung dari BRG dalam hal merevitalisasi ekonomi masyarakat. Bibit tersebut baru ditanam di hamparan seluas satu hektar dan sisanya dalam persiapan tanam,” kata Munir, Selasa (15/12/2020).

Dikatakan saat ini mereka juga sudah panen perdana sebanyak 430 kilo. Dimana hasil tersebut dinilai belum memuaskan lantaran kondisi curah hujan yang tinggi.

“Dari bibit sebanyak 1,8 ton tersebut jika ditanam normalnya akan menghasilkan 10 kali lipat, namun karena cuaca yang kurang bagus sehingga hasilnya kurang maksimal. Yang kita perdana kemarin itu hasil panen bibit 60 kilo dan hasilnya 430 kilo dan harusnya hasilnya itu 600 kilo dengan usia panen 60-75 hari,” ungkap Munir.

Kedepan pihaknya menargetkan panen Bawang Merah dari lahan yang mereka garap sebanyak puluhan ton.

“Lahan seluas dua hektar itu kami bagi, dimana untuk satu hektar itu dibagi kedalam 5 blok dan didalam satu blok itu kami targetkan menghasilkan 600 kilo dan target panen itu dalam satu hektar menghasilkan 5 ton. Idealnya dalam 100 kilo bibit bisa menghasilkan 700 kilo sampai 1 ton,” jelasnya.

Saat ini bawang hasil panen bawang tersebut mereka jual dan hasilnya dibagi kepada setiap petani yang menjadi anggota kelompok setelah dikurangi modal untuk penanaman berikutnya.

“Hasil panen bawang tersebut kami jual dan untuk sementara harganya dijual seharga Rp20 ribu perkilo dan hasilnya itu dibagi kepada setiap anggota yang berjumlah 15 orang setelah dikurangi modal untuk penanaman selanjutnya,” ujarnya.

Terhadap bantuan yang telah diberikan, Munir mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait, terlebih lagi bantuan itu diberikan ditengah pandemi Covid-19.

“Ucapan terimakasih kepada Presiden,
BRG RI, DLHK Propinsi Riau serta
pendamping BRG atas bantuan yang telah diberikan di tengah pandemi Covid-19 dan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, budidaya bawang merah secara luas di Lahan Gambut masih belum banyak dilakukan.
Salah satu penyebabnya yaitu pengetahuan petani yang masih sangat minim.

Hal ini menyebabkan pasokan bawang merah sangat tergantung dengan ada atau tidaknya ketersediaan bawang merah dari pulau Jawa. Hal ini menyebabkan harga jualnya menjadi relatif tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya budidaya secara luas untuk mengatasi ketersediaan bawang merah di Lahan Gambut baik secara intensifikasi.

“Kedepannya kita berharap adanya sentuhan pemerintah daerah untuk mengembangkan budidaya bawang merah dengan memberdayakan petani dan tentunya diberikan pendampingan dan pelatihan karena wilayah kita sangat potensial untuk dikembangkan,” pungkasnya.(Ags)